• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan waktu penelitian. bendo Kabupaten Sidoarjo mulai bulan Maret sampai dengan September. B.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan waktu penelitian. bendo Kabupaten Sidoarjo mulai bulan Maret sampai dengan September. B."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan waktu penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Suwaluh Kecamatan Balong bendo Kabupaten Sidoarjo mulai bulan Maret sampai dengan September Tahun 2013.

B. Jenis penelitian

Rancang bangun penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.

C. Populasi, sampel dan teknik sampling

1. Populasi

Pada penelitian ini populasinya adalah semua ibu yang memiliki bayi di Desa Suwaluh Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo Tahun 2013 yang berjumlah 45 responden.

2. Sampel dan teknik sampling

a. Sampel

Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah sebagian dari ibu yang menyusui bayi di Desa Suwaluh Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo Tahun 2013 yang berjumlah 28 responden.

b. Kriteria Sampel

1) Ibu menyusui bayi di Desa Suwaluh Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo Tahun 2013.

2) Bayi menyusui yang memiliki KMS di Desa Suwaluh Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo Tahun 2013.

(2)

commit to user c. Teknik Sampling

Dalam penelitian ini sampling dilakukan secara non probability sampling dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.

D. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian

a. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu teknik menyusui dan pijat bayi.

b. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu peningkatan berat badan bayi.

(3)

commit to user 2. Definisi Operasional

Tabel 3.1 : Definisi operasional hubungan teknik menyusui dan pijat bayi dengan peningkatan berat badan pada bayi di Desa Suwaluh Kecamatan balongbendo Kabupaten Sidoarjo tahun 2013

Variabel Definisi Operasional Alat ukur

Data

Satuan Data Skala

Data Teknik

menyusui yang benar

proses pemberian susu

kepada bayi atau anak kecil dengan ASI dari payudara ibu kuesioner 1.teknik yang benar (>75%) 2.teknik yang salah (0-75%) nominal

Pijat bayi merupakan sentuhan

komunikasi yang nyaman antara ibu dan bayi

kuesioner 1. Dilakukan

2. Tidak

dilakukan

nominal

Berat badan merupakan ukuran

antropometri yang yang

dapat digunakan untuk

melihat laju pertumbuhan fisik maupun status gizi, kecuali terdapat kelainan klinis Dokumen (KMS) 1.naik 2.tidak naik nominal

E. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data, langkah-langkah dan teknik yang digunakan oleh peneliti adalah sebagal berikut:

1. Angket/kuesioner.

Untuk memperoleh data tentang pijatan bayi, peneliti memperoleh data melalui penyebaran kuesioner yang peneliti sebarkan pada ibu menyusui sebagai responden bagi peneliti.

2. Angket/kuesioner. Sama seperti halnya dalam memperoleh data tentang dan teknik meyusui yang benar, untuk memperoleh data terkait dengan

(4)

commit to user

teknik menyusui yang benar, peneliti menggunakan angket atau kuesioner yang disebarkan kepada ibu yang menyusui sebagai responden penelitian. 3. Dokumentasi. Untuk memperoleh data terkait dengan Berat badan, peneliti mencari data yang sesuai, yaitu berupa catatan pada Kartu Menuju Sehat yang ada di posyandu Desa Suwaluh Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo.

Untuk mempermudah pemahaman mengenai teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, maka disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel 3.2 Jabaran data dan teknik pengumpulan data

No. Data Teknik Pengumpulan Data/Instrumen

1. Pijat bayi Kuesioner

2. Teknik Menyusui

yang benar Kuesioner

3. Berat Badan dokumen

Data yang digunakan oleh peneliti adalah data kuantitatif. Sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari ibu bayi usia 0-6 bulan melalui kuesioner. Data primer yang diperoleh peneliti, digunakan oleh peneliti untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel independen (pijatan bayi dan teknik menyusui yang benar) terhadap variabel dependen (peningkatan berat badan). Selain data primer, peneliti juga menggunakan data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh peneliti dari KMS yang ada di Posyandu Desa Suwaluh Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo. Data sekunder digunakan oleh peneliti untuk mengetahui variabel dependen (peningkatan Berat badan). Untuk mempermudah memperoleh gambaran

(5)

commit to user

mengenai data dan sumber data yang peneliti gunakan, maka data dan sumber data disajikan dalam bentuk tabel jabaran data dan sumber data.

Tabel 3.3 Jabaran data dan sumber data penelitian

No. Data Sumber Data

1. Pijat Bayi Ibu bayi usia 0-6 bulan (responden)

2. Teknik menyusui yang

benar Ibu bayi usia 0-6 bulan (responden)

3. Peningkatan Berat

badan Dokumen (KMS)

F. Teknik dan Instrumen Penelitian

Dalam mendukung proses pengumpulan data dan memperoleh data yang diinginkan, peneliti menggunakan instrumen berupa:

1. Peneliti menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data dilapangan untuk mengetahui data tentang pijatan bayi dan teknik menyusui yang benar. Butir-butir pernyataan dalam angket dikembangkan dari indikator berdasarkan teori yang relevan dengan masing-masing variabel penelitian. Pernyataan tersebut diukur dengan menggunakan skala likert. Menurut Riduwan dan Sunarto skala likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Adapun skor dari tiap pilihan jawaban atas pernyataan sebagai berikut :

a) Skor 1 : untuk jawaban benar b) Skor 0 : untuk jawaban salah

(6)

commit to user

Terdapat dua pertanyaan yang digunakan untuk mengungkap variabel pijat bayi dan tiga belas pernyataan untuk mengungkap variabel teknik menyusui yang benar. Dengan demikian, dalam instrument ini terdapat lima belas butir pernyataan. Dari keseluruhan pernyataan tersebut, diperoleh skor total terendah sebesar 0 ( didapat dari hasil perkalian antara skor 0 dengan banyaknya butir pernyataan, yaitu 15 butir) dan skor total tertinggi sebesar 100 (didapat dari hasil perkalian antara skor 1 dengan banyaknya butir pernyataan, yaitu 15 butir dikalikan 100 %).

2. Peneliti menggunakan KMS untuk mengetahui data tentang berat badan

bayi.

Tabel 3.4 Jabaran Variabel, Indikator dan Nomor Butir Angket

No. Variabel Indikator Nomor

Butir

1. Pijat Bayi

1. Alat yang diperlukan

- Matras - Baby oil - Selimut - musik 2. Pelaksanaan - Kepala - Muka - Leher - Dada - Perut

- Tangan dan kaki

- punggung Sumber: (Rosli,2009) 1, 2 2. Teknik Menyusui yang benar 1. posisi 2. cara menyusui

3. lama dan frekuensi menyusui sumber : (Soetjiningsih, 1997).

1,2,3

4,5,6,7,8,9,10 11, 12, 13

(7)

commit to user

G. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas

a. Validitas Isi

Validitas isi dari kuesioner dinilai dengan cara memeriksa apakah item – item pertanyaan di dalam kuesioner memang sudah sesuai dengan isi (content) dari masing – masing variabel yang diteliti, khususnya variabel – variabel komposit . isi masing – masing variabel tersebut dinilai kesesuaiannya dengan definisi variabel sebagai hasil sintesis dari teori – teori yang relevan yang umumnya digunakan oleh peneliti dalam penelitian serupa sebelumnya dan pakar di bidang penelitian tersebut. Berdasarkan dari sintesis teori, penggunaan definisi variabel menurut peneliti sebelumnya dan pakar, selanjutnya isi dari masing – masing variabel dijabarkan dalam sejumlah kisi – kisi (Tabel 3.1, 3.2). Selanjutnya kisi – kisi tersebut dituangkan dalam pertanyaan – pertanyaan kuesioner. Sebuah kuesioner memiliki validitas isi yang tinggi jika semua item pertanyaan relevan dan meliputi semua aspek isi variabel yang akan diukur.

(8)

commit to user

Tabel 3.5 Instrumen untuk mengukur variabel motivasi ibu

No. Variabel Indikator Nomor

Butir

1. Pijat Bayi

3. Alat yang diperlukan

- Matras - Baby oil - Selimut - musik 4. Pelaksanaan - Kepala - Muka - Leher - Dada - Perut

- Tangan dan kaki

- punggung Sumber: (Rosli,2009) 1, 2 2. Teknik Menyusui yang benar 4. posisi 5. cara menyusui

6. lama dan frekuensi menyusui sumber : (Soetjiningsih, 1997).

1,2,3

4,5,6,7,8,9,10 11, 12

b. Validitas muka

Penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner, dengan memperhatikan tata bahasa, susunan item – item pertanyaan, sehingga masing – masing item pertanyaan dapat dipahami oleh subyek penelitian dengan benar. Pada prinsipnya untuk memastikan validitas muka, peneliti mengkaji sejauh mana item – item pertanyaan dalam kuesioner telah disusun dengan kalimat yang baik, jelas, tidak terlalu panjang, dan setiap item pertanyaan hanya menanyakan sebuah pertanyaan. Dengan demikian masing – masing item pertanyaan tidak menimbulkan multitafsir dan jawaban yang diperoleh adalah jawaban yang sesungguhnya.

(9)

commit to user c. Validitas konstruk

Berdasarkan dari tinjauan sejumlah teori, penelitian ini memastikan bahwa variabel – variabel yang diteliti diukur dengan benar sesuai dengan teori yang relevan (concurent validity) dan tidak sesuai dengan teori – teori yang tidak relevan (discriminant validity).

Uji validitas pada instrumen dalam penelitian ini adalah menggunakan Pearson Correlation dengan rumus:

Uji validitas konstruk terhadap kuesioner teknik menyusui dilakukan dengan mengambil sampel di Desa Suwaluh Kecamatan Balong Bendo Kabupaten Sidoarjo.

1) Variabel teknik menyusui

Soal yang disajikan sebanyak 12 item pernyataan dan setelah diuji validitas, semua item soal valid. Kesimpulan valid didapatkan apabila rhitung tiap item soal > dari rtabel. Dari tabel r yang terdapat di

lampiran, didapatkan bahwa dengan jumlah responden 28 orang dan derajat kemaknaan 0,05% didapatkan r tabel 0,632.

(10)

commit to user

Tabel 3.6 Hasil uji validitas kuesioner Teknik Menyusui

Nomor Item Soal Korelasi Item Soal R Tabel Kriteria Item Soal

1 0,674 0,632 Valid 2 0,91 0,632 Valid 3 0,726 0,632 Valid 4 0,703 0,632 Valid 5 0,77 0,632 Valid 6 0,895 0,632 Valid 7 0,662 0,632 Valid 8 0,348 0,632 Tidak valid 9 0,348 0,632 Tidak valid 10 0,638 0,632 Valid 11 0,641 0,632 Valid 12 0,777 0,632 Valid d. Validitas kriteria

Validitas kriteria suatu pengukuran sebuah alat ukur dengan membandingkannya secara kuantitatif dengan alat ukur standart emas. Karena dalam penelitian ini tidak ada standart emasnya, maka dibuatkan instrumen baru dengan cara menjadikan sintesis – sintesis dari kajian teori sebagai patokan dalam penuangan dalam pembuatan kuesioner.

Karena instrumen ini belum bersifat baku, maka dilakukan uji validitas dan reliabilitas di populasi sumber dan berada di sampel. Uji validitas dan reliabilitas ini dilakukan sebelum pengambilan data dan menggunakan ukuran responden sebanyak 28 responden.

2. Uji Reliabilitas

Pengukuran variabel yang konsisten harus menunjukkan 2 aspek reliabilitas yaitu (1) konsistensi internal dan (2) stabilitas. Aspek konsistensi internal merujuk kepada korelasi antar item – item pertanyaan yang masing – masing bertujuan untuk mengukur suatu variabel komposit yang sama.

(11)

commit to user

Konsistensi intermal yang akan diukur secara kuantitatif dalam penelitian ini dari masing – masing variabel komposit meliputi (1) Item – Total Correlation dan (2) Split – Half Reliability.

a. Konsistensi Internal 2) Korelasi Item – Total

Dalam penelitian ini akan dinilai oleh korelasi Item – total (Item – Total Correlation), yaitu suatu indikator yang menunjukkan kekuatan korelasi antara masing – masing item dan total pengukuran dikurangi dengan item yang bersangkutan. Karena dikurangi dengan item yang bersangkutan, maka korelasi item – total disebut juga korelasi item – sisa (item – rest correlation). Suatu item dapat digunakan dalam alat ukur jika memiliki korelasi item – total > 0,20. item yang berkorelasi lebih rendah tidak akan digunakan, jika perlu diganti dengan membuat item baru.

3) Realibilitas Belah – Paroh

Dalam penelitian ini akan dinilai reliabilitas belah – paroh (Split – Half Reliability) yaitu penilaian konsistensi internal (homogenitas) alat ukur dengan cara membagi item – item secara random ke dalam dua bagian alat ukur, lalu ,mengkorelasikan kedua bagian tersebut. Jika alat ukur mempunyai konsistensi internal, maka kedua bagian akan berkorelasi tinggi. Reliabilitas Belah – paroh yang akan dinilai dalam penelitian ini adalah Alpha (α) Cronbach.

Alat ukur menunjukkan konsistensi internal jika memiliki Alpha (α) Cronbach>0,60. semakin tinggi Alpha (α) Cronbach, semakin baik (konsisten) alat ukur. Tetapi ada beberapa keadaan dimana Alpha (α)

(12)

commit to user

Cronbachtinggi tidak menunjukkan alat ukur yang baik. Pertama, nilai Alpha (α) Cronbachtergantung dari besarnya korelasi antar item pertanyaan alat ukur banyak, Alpha (α) Cronbachakan meningkat meskipun tidak berarti alat ukur tersebut baik.

b. Stabilitas

Alat ukur yang reliabel menunjukkan konsistensi internal dan stabilitas ketika digunakan untuk mengukur variabel subyek penelitian pada kondisi yang identik. Stabilitas (disebut juga reprodusibilitas) alat ukur yang akan dinilai dalam penelitian ini adalah stabilitas pengukuran pada dua kesempatan yang dipisahkan oleh interval waktu yang berbeda (test – retest reliability). Stabilitas pengukuran dikatakan cukup jika hasil pengukuran dari dua waktu menghasilkan korelasi Pearson (r) > 0,50.

Dengan program statistik seperti SPSS dan Stata dapat dihitung korelasi item – total, Alpha (α) Cronbach, dan korelasi Pearson untuk test – retest reliability.

Reliabilitas data diuji menggunakan Alpha (α) Cronbach dengan bantuan komputer. Interpretasi nilai reliabilitas instrumen berpedoman pada ketentuan sebagai berikut:

1) Jika nilai Alpha < 0,6 : konsistensi instrumen kurang 2) Jika nilai Alpha > 0,7 : konsistensi instrumen baik

(13)

commit to user

Dari uji reliabiltas yang dilakukan pada instrumen kuesioner penelitian ini, didapatkan hasil uji reliabilitas sebagai berikut:

a) Variabel Teknik menyusui

Soal yang valid sebanyak 10 item soal dan setelah diuji realibitas, didapatkan koefisien Alpha (α) Cronbach yaitu 0,684. Hal ini berarti konsistensi tiap butir soal yang valid adalah sangat baik sebagai instrumen yang digunakan dalam

H.Teknik Analisis Data

1. Hubungan Teknik Menyusui Dengan Peningkatan Berat Badan

Hubungan Teknik Menyusui Dengan Peningkatan Berat Badan dianalisis

dengan menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan

(confidence interval) 95% dengan syarat :

a. Tidak ada sel dengan nilai frekuensi kenyataan atau disebut juga Actual Count (F0) sebesar 0 (Nol).

b. Apabila bentuk tabel kontingensi 2 X 2, maka tidak boleh ada 1 sel saja yang memiliki frekuensi harapan kurang dari 5.

c. Apabila bentuk tabel lebih dari 2 x 2, misal 2 x 3, maka jumlah sel dengan frekuensi harapan yang kurang dari 5 tidak boleh lebih dari 20%.

Prosedur dari uji Chi Square (X2) untuk mencari kecocokan adalah sebagai berikut :

a. Ho ditolak, H1 diterima, jika X2 hitung > X2 tabel, df = K – 1. b. Ho diterima, H1 ditolak, jika X2 hitung < X2 tabel, df = K – 1.

Kesimpulan yang diambil berdasarkan nilai signifikansi (p). Apabila nilai p≤ 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Peneliti menggunakan alat

(14)

commit to user

bantu untuk komputasi data dengan menggunakan program komputer (software) SPSS 17.

2. Hubungan Pijat Bayi dengan Peningkatan Berat Badan

Hubungan Pijat Bayi dengan Peningkatan Berat Badan dianalisis dengan menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan (confidence interval) 95% dengan syarat :

a. Tidak ada sel dengan nilai frekuensi kenyataan atau disebut juga Actual Count (F0) sebesar 0 (Nol).

b. Apabila bentuk tabel kontingensi 2 X 2, maka tidak boleh ada 1 sel saja yang memiliki frekuensi harapan kurang dari 5.

c. Apabila bentuk tabel lebih dari 2 x 2, misal 2 x 3, maka jumlah sel dengan frekuensi harapan yang kurang dari 5 tidak boleh lebih dari 20%.

Prosedur dari uji Chi Square (X2) untuk mencari kecocokan adalah sebagai berikut :

a. Ho ditolak, H1 diterima, jika X2 hitung > X2 tabel, df = K – 1.

b. Ho diterima, H1 ditolak, jika X2 hitung < X2 tabel, df = K – 1.

Kesimpulan yang diambil berdasarkan nilai signifikansi (p). Apabila nilai p≤ 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Peneliti menggunakan alat bantu untuk komputasi data dengan menggunakan program komputer (software) SPSS 17.

3. Hubungan teknik Menyusui Dan Pijat Bayi Dengan Peningkatan Berat Badan

(15)

commit to user

Analisis data dilakukan setelah data terkumpul. Proses analisis data merupakan usaha untuk memperoleh jawaban permasalahan penelitian. Analisis data yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik berganda. Peneliti menggunakan alat bantu untuk komputasi data dengan menggunakan program komputer (software) SPSS 17. Kesimpulan yang diambil berdasarkan nilai signifikansi (p). Apabila nilai p≤ 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Gambar

Tabel 3.1 : Definisi operasional hubungan teknik menyusui dan pijat bayi  dengan peningkatan berat badan pada bayi di Desa Suwaluh  Kecamatan balongbendo Kabupaten Sidoarjo tahun 2013  Variabel  Definisi Operasional  Alat ukur
Tabel 3.3 Jabaran data dan sumber data penelitian
Tabel 3.5 Instrumen untuk mengukur variabel motivasi ibu
Tabel 3.6 Hasil uji validitas kuesioner Teknik Menyusui

Referensi

Dokumen terkait

Teknik triangulasi sumber, dilakukan peneliti dengan membandingkan hasil wawancara yang diperoleh dari masing-masing sumber atau informan penelitian sebagai

Persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen yaitu Kompetensi (X 1 ), dan Kompensasi (X 2 )

Menurut Ghozali (2016) teknik analisis regresi linier berganda ditunjukan untuk mengetahui arah hubungan dari variabel dependen dan variabel independen, dan

Menurut Gujarati (2007), yang menyatakan bahwa penjumlahan koefisien regresi merupakan elastisitas produksi. Besarnya elastisitas dari masing masing variabel independen

Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda.Analisis regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (bebas) dan variabel

Jenis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh melaluui observasi secara langsung di lokasi penelitian mengenai proses

Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen adalah :..

Untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yaitu konsep diri (X 1 ) dengan hasil belajar matematika (Y) sertakecemasan matematika (X 2 ) dengan hasil belajar