BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara berkembang yang sedang menggerakkan perekonomian Negara melalui Usaha Mikro Kecil (UMKM), saat ini pada tahun 2021 seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Menteri Perekonomian bahwa UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi, Kemenko Perekonomian (2021).
Lamongan merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.361.861 jiwa, Sedangkan komposisi penduduk Kabupaten Lamongan munurut kelompok umur, menunjukan bahwa penduduk yang berusia muda (0-14) Tahun sebesar 274.403 jiwa. Sedangkan yang berusia produktif (15-60) tahun sebesar 1.087.458 jiwa, BPS (2018).
Dan berdasarkan data statistik di Lamongan menunjukkan bahwa profesi sebagai Wiraswasta merupakan profesi yang memiliki jumlah cukup banyak yaitu 266,354 jiwa, BPS (2017).
Berdasarkan sektor industri pengolahan, keunggulan potensi sektor banyak ditopang oleh besarnya keberadaan Industri Rumah Tangga (IRT) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Berdasarkan data pada tahun 2018, di Kabupaten Lamongan berkembang menjadi 130.006 unit industri non formal maupun formal yang seluruhnya memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Lamongan, BPS (2018).
Pada tahun 2021, produk lokal dari Lamongan kembali menjadi sorotan di masyarakat karena mengalami peningkatan peminat dengan skala besar dan sebagian besar konsumennya adalahgerenasi milenial. Fenomena baru yang
muncul tentang brand lokal yang saat ini sangat diminati, berimbas dengan adanya gerakan #ayobeliproduklokal yang disampaikan oleh Bapak Bupati Yuhronur Effendi saat menyampaikan pidato di beberapa acara penting maupun di beragam jenis media sosial instansi pemerintah Kabupaten Lamongan, DISKOPERINDAG (2021). Adanya peningkatan daya minat beli brand lokal tersebut menandakan bahwa produk lokal yang ada di Lamongan terutama produk clothing diminati lagi. Produk clothing merupakan sebuah bisnis atau usaha dalam membuat merk atau brand fashion yang dipasarkan secara mandiri. Barang – barang yang diproduksi mulai dari baju, jaket, dan aksesoris lainnya.
Fashion saat ini khususnya clothing memiliki peranan yang penting untuk kaum dewasa maupun milenial dalam berpenampilan, gaya keseharian, dan untuk mengeskpresikan diri. Fashion juga bisa menjadi etalase kecil tentang diri seseorang bagi orang lain, gaya berpakaian atau berbusana merupakan sebuah bahan penilaian awal seseorang, Retno Hendraningrum (2008).
Selanjutnya, salah satu industri kreatif yang prospektif di Kabupaten Lamongan adalah sektor fashion. Data BPS (2020). Menunjukkan industri pengolahan adalah penyumbang ke tiga terbesar pendapatan domestik bruto regional (PDRB) Kabupaten Lamongan untuk dunia industri. Kondisi tersebut dari tahun 2018 hingga 2020 mengalami peningkatan. Hal ini tidak terlepas dari peran parapemilik label lokal yang banyak didominasi generasi muda. Ditengah persaingan yang semakin kompetitif, para pemilik label brand lokal yang dituntut dalam pengembangan inovasi dan kreativitas yang selaras dengan kebutuhan industri. Berikut tabel PDRB Kabupaten Lamongan:
Tabel 1. 1 Data PDRB Lamongan
Sektor PDRB
Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Lamongan
Menurut Lapangan Usaha (Persen)
2018 2019 2020
Pertanian, Kehutanan, dan
154,29 157,87 159,51
Perikanan
Pertambangan dan
154,60 158,38 162,05
Penggalian
Industri Pengolahan 141,17 143,23 145,11
Pengadaan Listrik dan Gas 124,54 126,67 128,70
Pengadaan Air, Pengelolaan
Sampah, dan Daur Ulang 135,19 135,19 136,59
Konstruksi 148,51 146,11 148,05
Perdagangan Besar dan
Eceran; Reparasi Mobil 132,17 134,48 137,59
Transportasi dan 141,59 143,11 144,06
Pergudangan
Penyediaan Akomodasi 146,27 149,22 151,83
dan Makan Minum
Informasi dan 110,15 111,17 111,23
Komunikasi
Jasa Keuangan dan
Asuransi 144,89 146,87 148,80
Sektor PDRB
Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Lamongan
Menurut Lapangan Usaha (Persen)
2018 2019 2020
Real Estate 137,13 140,70 143,62
Jasa Perusahaan 138,35 141,81 144,75
Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib
145,52 148,53 151,49
Jasa Pendidikan 131,26 132,77 133,58
Jasa Kesehatan dan
Kegiatan Sosial 130,48 131,48 133,33
Jasa Lainnya 131,41 132,92 134,38
PDRB 141,65 143,38 145,22
Melalui riset singkat yang telah dilakukan oleh penulis, menunjukkan bahwa di Kabupaten Lamongan saat ini fashion berkembang sangat pesat dibuktikan denganjumlah unggahan yang menggunakan tagar clothing pada 1 platform media sosial, yaitu Instagram. Pada hasil pencarian Instagram
#clothinglamongan memiliki 500 unggahan dan #kaos lamongan merupakan tagar terpopuler dengan total melebihi 17,6 ribu unggahan, Tentu saja unggahan clothing yang marak di media sosial ini berdampak pada perilaku penggunanya.
Gambar 1. 1 Tangkapan Layar Pencarian '#kaoslamongan' Pada Aplikasi Instagram
(Sumber: Instagram.com, diakses pada 18 Desember 2021)
Gambar 1. 2 Tangkapan Layar Pencarian ‘#Lamonganclothing’ Pada Aplikasi Instagram
(Sumber: Instagram.com, diakses pada 18 Desember 2021)
Selain itu juga, melalui riset singkat yang telah dilakukan oleh penulis, menununjukkan bahwa di Kabupaten Lamongan saat ini fashion lokal telah berkembang sangat pesat dibuktikan dengan jumlah data yang diperoleh melalui aplikasi google trend yang mana posisi fashion lokal
Lamongan berada di angka 50%, kemudian untuk fashion lokal diangka 49% dengan preesentaseminat beli kaum remaja (millennial) Lamongan diangka 90%.
Gambar 1. 3 Tangkapan layar pencarian “#tshirtlokallamongan” Pada Aplikasi Google trend
(Sumber: Google Trend, diakses pada 25 Januari 2022)
Dengan dapat terlihat bahwa populernya produk seperti yang telah disampaikan sebelumnya. Konsep brand image sangat mempengaruhi dan juga sangat penting seperti yang dikemukakan oleh Dollak (2004) a brand is an identifiable entity that makes specific promise of value. Manfaat merk sebagai pedoman yang memudahkan konsumen dalam memilih produk tetapberlaku hingga saat ini.
Adapun permasalahan yang dihadapi saat ini adalah berkembangnya produk luar negeri yang sangat cepat atau produk impor khususnya produk pakaian yang menjadi salah satu penyebab konsistensi clothing brand lokal kurang stabil dalam skema bisnis dan perkembangan bisnis lokal didalam negeri yang masih tertinggal terkhususnya di kabupaten Lamongan. Menurut data yang telah disampaikan oleh Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) bahwa 60% konsumen Indonesia daya minat tinggi terhadap merk luar karena kualitasnya yang lebih bagus dan harga terjangkau. Perusahaan fashion di Indonesia juga masih mengedepankan produk luar karena lebih laku di pasaran, hal tersebut menyebabkan pengusaha fashion lokal kesulitan untuk menjadi pusat mode dunia (Ali, 2018).
Selanjutnya permasalahan yang terjadi di Kabupaten Lamongan yaitu
pusat perbelanjaan Lamongan Plaza mengalami mati suri, sepi, kosong. Tidak ada satu toko pun yang bertahan. Semuanya meninggalkan Lamongan Plaza.
Bangunan 3 lantai di Lamongan Plaza bak kuburan, bertahun-tahun. Seiiring berjalannya waktu perlahan satu-persatu UMKM yang melakukan kontrak sewa tempat mulai lepas. Hal ini diketahui bahwa terdapat kendala atau permasalahan di Lamongan Plaza yang menyebabkan tidak lagi berfungsi sehingga menurunkan sisi pendapatan ekonomi. Hal ini disebabkan secara umum dimana Lamongan ini terlalu dekat dengan kota metropolitan Surabaya, yang secara psikologis orang lebih memilih berbelanja di Surabaya dikarenakan banyaknya fasilitas perbelanjaan yang lebih lengkap dan jangkauan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh.(Radar Bojonegoro, 2021) 1.2 Gambaran Ide Bisnis
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, penulis memulai sebuah bisnis yang bergerak di bidang Clothing lokal dengan menargetkan para pengguna fashion di kalangan kaum Milenial maupun kaum dewasa di wilayah Kabupaten Lamongan yang saat ini memiliki peluang untuk berkembang. Namun dengan gerakan yang ada dan permasalahan yang terjadi. Valmor.id hadir dengan konsep yang berbeda sebagai salah satu keunggulan yang ditawarkan. Berdasarkan riset yang telah dilakukan pada aplikasi Instagram dan shopee dimana menjadi e- commerce andalan dalam menjual produk clothing dengan menggunakan tagar ‘Lamongan clothing’ dan ‘Lamongan store’ . Lamongan hanya memilki 1 Lapak store clothing yang menjual clothing Lamongan di menu Shopee dan 1 lapak pada menu Instagram khusus area Lamongan.
Gambar 1. 4 Tangkapan layar pencarian ‘#Lamonganstore” Pada Aplikasi Shopee (Sumber: Shopee, diakses pada 25 Januari 2022
Gambar 1. 5 Tangkapan layar pencarian ‘#Lamongan Clothing” pada aplikasi Instagram
(Sumber: Instagram.com, diakses pada 25 Januari 2022
Selain temuan di atas, pemilik Valmor.id merupakan keturunan Lamongan yang berasal dari Lamongan dan tumbuh di Lamongan, dimana pemilik memiliki akses informasi mengenai kondisi fashion lokal dan life style di Kabupaten Lamongan. Sehingga menjadikan clothing Lamongan sebagai produk utama merupakan pilihan yang logis.
Menawarkan 1 model fashion clothing saja belum memberikan keunggulan yang besar, sehingga Valmor.id akan menawarkan berbagai model design fashion clothing yang banyak digemari oleh masyarakat Lamongan yang dikolaborasi dengan budaya yang ada di Lamongan.
Mengingat akses informasi melalui internet tidak terbatas, gaya hidup sangat berkaitan erat dengan perkembangan zaman dan teknologi. Semakin bertambahnya jaman dan semakin canggihnya teknologi, maka semakin berkembang luas pula penerapan gaya hidup oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari (Uinsa, 2014).
Media sosial akan menjadi salah satu media komunikasi utama dalam memasarkan produk Valmor.id, dalam upaya mempermudah konsumen untuk mendapatkan produk dari Valmor.id. Valmor.id memasarkan produknya melalui online di beberapa market place. Instagram shopping, tokopedia, bukalapak, dan shopee. Marketplace Shopee dipilih menjadi focus pemasaran utama karena pada tahun 2020 memiliki jumlah pengunjung tertinggi, bahkan sejak adanya pandemi Covid- 19. Shopee mengalami peningkatan jumlah pengunjung dari 76,5 juta menjadi 97,7 juta pengunjung per bulan dan mecapai 89,7 juta kunjungan perbulan (Niken, 2020). Selain itu juga dari riset yang dilakukan oleh penulis bahwa di Kabupaten Lamongan masih ada 1 store Clothing lokal brand yang bernama Robinhoodstore.
Gambar 1. 6 Foto Robinhoodstore pada Aplikasi Google (Sumber: Google.com, diakses pada 25 Januari 2022)
Hal tersebut dapat menjadi peluang bagi Valmor.id untuk terjun secara langsung untuk menjangkau pelanggan pada masyarakat Lamongan, Valmor.id merencanakan untuk membuat store sendiri yang nantinya berencana mempunyai konsep berupa produk mengkolaborasikan produk UMKM fashion di Lamongan untuk menarik daya tarik customer untuk datang ke store dan menjadi prioritas masyarakat Lamongan.
Mengingat masih sedikit kompetitor di bidang clothing lokal di Lamongan, maka Valmor.id mengandalkan design autentic yang mengedepankan budaya yang ada di Kabupaten Lamongan dengan harga terjangkau dan tetap berkesan premium melalui design produk elegan yang memperhatikan kelestarian budaya sehingga memberikan kesan yang baik untuk memaksimalkan budaya yang ada di Kabupaten Lamongan, selain itu pelanggan juga akan menjadi pendekatan utama dalam membangun database konsumen dan loyalitas pelanggan. Selain itu, produk clothing lokal bertema budaya Lamongan, yang belum dipasarkan secara online, khususnya pada market place Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak memberikan peluang pada Valmor.id untuk berkembang. Sehingga dengan tag line
“ayobeliprodukLamongan” Valmor.id dapat menjadi pilihan masyarakat Lamongan dalam memilih persediaan Clothing untuk digunakan aktivitas diluar rumah maupun stock clothing di rumah.
1.3 Batasan Sementara Produk dan Pasar 1.3.1 Produk
Sebagai bisnis yang bergerak di bidang clothing lokal, Valmor.id berhadapan dengan trend fashion lokal yang terus berubah dan persaingan kompetitor, sehingga perlu perhatian berupa inovasi dan kreativitas dalam membuat produk yang unggul. Berdasarkan planning kedepan Valmor.id ingin memiliki inovasi yang berbeda dengan kompetitor yang ada, dengan menghadirkan produk clothing yang memiliki konsep budaya yang ada di Kabupaten Lamongan yang bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan ke customer mengenai budaya Lamongan yang disampaikan melalui design produk clothing.
Design 1
Design 2
Design 3
Dalam business plan ini, perencanaan bisnis yang akan dibahas berfokus pada produk clothing lokal yang berdiri di Kabupaten Lamongan dengan mengedepankan budaya yang ada di daerah Kabupaten Lamongan. Dimana produk tersebut memiliki kemampuan untuk didistribusikan lebih luas tanpa perlu penanganan khusus yang merepotkan dan memiliki risiko lebih kecil untuk gagal di perjalanan serta diharapka produk dari Valmor.id ini menjadi brand yang dapat berlangsung secara longlast.
1.3.2 Segmen yang Akan dituju
Membangun branding yang kuat dari segi pemasaran produk maupun dari nama Valmor.id sendiri akan menjadi modal yang kuat untuk membantu kedepannya agar Valmor.id dapat bersaing dan berkompetisi, strategi Marketing Plan yang digunakan dapat membantu Valmor.id untuk membantu pengambilan keputusan. Dalam buku Marketing Plan yang ditulis oleh May Sandy Br Ginting mengatakan bahwa segmentasi pasar ialah suatu usaha untuk mengelompokkan konsumen dalam beberapa kelompok yang secara relatif orang-orangnya cukup homogen. Bahwa produk ini menyasar pasar anak remaja yang memilki rentan usia 17 tahun hingga 25 tahun yang memiliki ketertarikan dalam mementingkan gaya berpakaian. Namun berikut klasifikasi pasar terdiri dari 4 pasar segmen menurut perbedaan manfaat berpakaian:
Tabel 1. 2 Segmen Menurut Perbedaan Manfaat Berpakaian
Nama Segmen
1 2 3 4
Kebutuhan inti
Menutup aurat
Menutup aurat
Menutup aurat
Menutup aurat Membedakan
manfaat
Gaya hidup Kebutuhan pekerjaan
Kebutuhan sehari-hari
Kebutuhan acara Ukuran
segmen
25% 15% 45% 15%
Demografi Remaja 17 tahun-25 tahun
Dewasa 26 tahun-40 tahun
Keluarga, remaja dan dewasa
Reamaja, dewasa
Faktor gaya hidup
Budaya, kelas sosial
Motivasi, kepribadian, kelompok
Budaya, kepribadian
Rujukan
Harga yang dibayar
Kelas atas Kelas Atas Kelas atas, Kelas menengah maupun bawah
Kelas atas, menengah dan bawah
Selain itu Valmor.id memiliki Segmentasi dibagi menjadi empat kategori besar yaitu: Geografi, Demografi, Psikologi dan Prilaku atau Tingkah Laku Untuk segmentasi yang dipilih oleh Valmor.id ini berdasarkan dari empat segmen pasar diatas yang memiliki klasifikasi perbedaan memanfaatkan gaya berpakaian. Dan Valmor.id memilih focus dengan pasar yang mengikuti gaya berpakaian karena dirasa sesuai dengan pasar yang ingin dituju oleh Valmor.id dan dijelaskan pada tabel berikut ini :
Tabel 1. 3 Segementasi Valmor.id
Pengelompokan Segmentasi Dipilih Keterangan Geografis Seluruh Masyarakat
Lamongan, dan seluruh Indonesia yang suka mengikuti gaya berpakaian masa kini
Segmentasi utama Valmor.id merupakan masyarakat kabupaten Lamongan dan seluruh masyarakat Indonesia yang suka mengikuti gaya berpakaian terkhusus kalangan anakmuda dengan usia 17 hingga 25 tahun yang menggunkan pakaian untuk mengikuti zaman dan menampilkan cara berpakaiannya di social media pribadi
Demografis Remaja umur 17-25 tahun dengan gender wanita maupun pria yang memprioritaskan gaya berpakaian
Produk Valmor.id dirancang memiliki kesan kekinian dan menarik dengan kisaran harga 100.000 hingga 130.000 untuk menjangkau pasar anak remaja yang gemar mengikuti zaman dalam berpakaian
Psikografis Fashion style yang dikolaborasi budaya yang ada di Kabupaten Lamongan
Produk Valmor.id merupakan produk fashion clothing yang memiliki design budaya yang ada di kabupaten lamongan yang tetap terlihat kekinian dan menarik Tingkah Laku Atau
Perilaku
Konsumen anak muda yang suka memakai pakaian ketika menjalankan aktifitas
Produk pakaian Valmor.id dirancang memiliki rasa
kenyamanan, menarik, dan elegan ketika digunakan.
Untuk positioning Valmor.id sendiri ialah menjadikan Tempat tolak ukur fashion clothing local yang memiliki peranan penting untuk kaum remaja milenial maupun dewasa dalam berpenampilan, gaya keseharian dan untuk mengekspresikan diri.
1.3.3 Lokasi atau Cakupan Geografis
Pada tahap awal, titik produksi Valmor.id berada di Kabupaten Lamongan dilakukan berdasarkan segmentasi yang akan di distribusikan ke seluruh Indonesia menggunakan jasa pengiriman ekspedisi yang ada seperti JNE, JnT, Lion Express, dan lain sebagainya.