Aksi Puasa Pembangunan 2022 Keuskupan Bogor
© 2022
Perancang sampul & tata letak: Peter Suriadi & Tim GMY
Untuk kalangan sendiri
Isi di luar tanggung jawab Percetakan Grafika Mardi Yuana, Bogor
DAFTAR ISI
Daftar Isi ... iii Kata Pengantar ... iv Kerangka Dasar ... 1
BAHAN PENDALAMAN IMAN DEWASA
Pertemuan I : Manfaat Bahan Bakar Minyak dalam Kehidupan
Sehari-Hari ... 13 Pertemuan II : Dampak Buruk Penggunaan Bahan Bakar Minyak
Terhadap Lingkungan ... 20 Pertemuan III : Sikap Baru dalam Penggunaan Bahan Bakar Minyak ... 28 Pertemuan IV : Bijak Menggunakan Bahan Bakar Minyak ... 34 BAHAN PENDALAMAN IMAN OMK
Pertemuan I : Manfaat Bahan Bakar Minyak dalam Kehidupan
Sehari-Hari ... 41 Pertemuan II : Dampak Buruk Penggunaan Bahan Bakar Minyak
Terhadap Lingkungan ... 48 Pertemuan III : Sikap Baru dalam Penggunaan Bahan Bakar Minyak... 55 Pertemuan IV : Bijak Menggunakan Bahan Bakar Minyak ... 61
BAHAN PENDALAMAN IMAN ANAK-ANAK
Pertemuan I : Manfaat Bahan Bakar Minyak ... 68 Pertemuan II : Dampak Pemakaian Bahan Bakar Minyak
Terhadap Lingkungan ... 73 Pertemuan III : Membangun Sikap Baru dalam Menggunakan
Bahan Bakar Minyak ... 79 Pertemuan IV : Bijak Menggunakan Bahan Bakar Minyak ... 86
Kata Pengantar
Mapay. Kata Sunda yang berarti menelusuri ini kiranya cocok untuk mengungkapkan benang merah tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2021, Aksi Aksi Pembangunan (AAP) 2021 dan Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2022 Keuskupan Bogor. APP 2021 yang bertema “Hemat Listrik : Sebuah Kenormalan Baru”, AAP 2021 yang bertema “Hemat Kertas Demi Menyelamatkan Bumi Rumah Kita Bersama” dan kini APP 2022 bertema
“Bijak Memanfaatkan Bahan Bakar Minyak” memiliki satu benang merah yaitu Gereja Keuskupan Bogor mengajak seluruh insan keuskupan untuk hemat atau bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Ketiga obyek yang disasar dalam tiga gelaran terakhir APP/AAP memiliki dampak buruk terhadap bumi rumah kita bersama ketika mereka digunakan tidak secara bijak atau tidak hemat. Nah di sinilah letak mapay-nya. Kita mapay penggunaan listrik, kertas dan bahan bakar minyak (BBM) agar bumi tetap nyaman untuk kita tinggali,
Benang merah lainnya adalah tiga gelaran terakhir APP/AAP ini dilaksanakan dalam situasi pandemi Covid-19. Dalam situasi yang masih tidak normal ini, pertobatan yang diwujudkan dalam aksi nyata tetap masih dan harus bisa dilaksanakan dengan mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang ditentukan oleh pihak berwenang. Aksi nyata lebih berfokus pada pribadi atau komunitas kecil. Mapay penggunaan listrik, kertas dan bahan bakar minyak (BBM) masih bisa kita laksanakan.
Mudah-mudahan mapay penggunaan bahan bakar minyak (BBM), seperti penggunaan listrik dan kertas, dapat menjadi langkah bijak dan nyata untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global dan berbagai dampaknya. Selamat memasuki Masa Prapaskah 2022. Tuhan memberkati kita semua.
Bogor, 23 Januari 2022 Salam,
Peter Suriadi Ketua Biro APP/AAP
Keuskupan Bogor
RD J.M. Ridwan Amo Ketua Komisi PSE Keuskupan Bogor
Kerangka Dasar
Kendaraan apapun termasuk pesawat terbang tanpa bahan bakar tidak akan bisa jalan. Demikian pula dengan pembangkit listrik tanpa bahan bakar, tidak akan bisa menghasilkan listrik yang kita gunakan.
Lebih jauh lagi, tahukah Anda kalau pembuatan plastik, kosmetik, bahkan obat-obatan tertentu juga menggunakan bahan bakar?
Ngomong-ngomong, ini bahan bakar apa, sih? Bensin? Solar? Bukan. Ini adalah nenek moyang dan asal muasal dari seluruh bahan bakar yang ada, yaitu bahan bakar fosil.
Apa saja bentuk bahan bakar fosil? Bahan bakar fosil meliputi minyak mentah1, batu bara, gas alam dan minyak kental. Sepanjang sejarah peradaban manusia, penggunaan bahan bakar fosil dengan segala macam bentuknya begitu luas dan mendalam. Boleh dibilang hampir dalam segala sisi kehidupan, bahan bakar fosil ini, baik kita sadari atau tidak, menjadi kebutuhan ‘pokok’.
Tetapi para ilmuwan dan pemerhati lingkungan di seluruh dunia terus menerus berjuang keras dan mendesak untuk mengakhiri penggunaan dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil ini dan menggantinya dengan sumber lain seperti energi matahari dan angin.
Apa alasannya?
Menurut penelitian ilmiah, penggunaan bahan bakar fosil banyak merugikan lingkungan, keseluruhan ekosistem, dan kesehatan bumi.
Kerugian yang ditimbulkan sangat luas, baik yang mudah terlihat dan dievaluasi maupun kerugian yang tersembunyi dan sulit diukur. Pada intinya para ilmuwan berkesimpulan bahwa penggunaan bahan bakar fosil secara terus menerus akan memiliki dampak mengerikan terhadap bumi dan seluruh kehidupan di dalamnya.
Kita dapat melihat kerugian yang disebabkan oleh peningkatan polusi dan kemerosotan lahan. Namun secara tidak kita sadari, berbagai penyakit seperti asma dan kanker, juga merupakan efek dari penggunaan
1 Bahan bakar minyak (BBM) yang akan menjadi fokus kita kali ini termasuk minyak mentah.
bahan bakar fosil dalam jangka panjang. Belum lagi berbagai dampak bencana alam yang disebabkan karena kenaikan permukaan air laut.2
Bahan Bakar Fosil, Penyebab Utama Pemanasan Global
Mengetahui sistem produksi dan perubahan bentuk bahan bakar fosil dalam industri sangat penting untuk lebih memahami dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Padahal, bahan bakar fosil adalah sumber daya alam yang terbatas dan manusia pada akhirnya akan terpaksa mencari sumber energi lain.
Pemahaman terhadap pengolahan dan penerapan bahan bakar fosil sangat penting agar kita semakin mengerti tentang dampak mengerikan yang ditimbulkannya terhadap lingkungan. Selain itu, bahan bakar fosil tidak selalu ada. Pada akhirnya akan habis. Manusia terpaksa mencari sumber energi lain.
Mengapa bisa habis? Karena bahan bakar fosil berasal dari tumbuhan dan hewan yang mati jutaan tahun yang lalu yang terurai sebagian atau seluruhnya dalam jangka waktu yang lama, lalu menjadi bagian dari kerak bumi. Akibat terkena panas dan tekanan, melalui reaksi kimia karbon, tumbuhan dan hewan yang mati tersebut berubah menjadi bahan bakar fosil dan dapat digunakan sebagai sumber energi bagi manusia.
Bahan bakar fosil, ketika dibakar, melepaskan gas dan partikel yang dapat menyebabkan polusi jika tidak terkelola dengan baik. Karbon dioksida (CO2), gas yang dilepaskan dari pembakaran bahan bakar fosil adalah salah satu penyumbang utama pemanasan global.
Inilah mengapa para ilmuwan dan pemerhati lingkungan hidup bersikeras untuk menggunakan sumber energi baru yang tidak bisa habis, berkesinambungan, dan aman bagi bumi dan seluruh kehidupan di dalamnya.
2 Biaya Tersembunyi Bahan Bakar Fosil. Biaya sebenarnya dari batu bara, gas alam, dan bahan bakar fosil lainnya tidak selalu jelas, tetapi dampaknya dapat menjadi bencana. Union of Concerned Scientists.
Bumi yang Berubah Memburuk Dengan Cepat
Dampak lingkungan dari produksi, pengubahan bentuk dan pema- kaian energi bahan bakar fosil dapat dilihat dengan jelas dalam laporan statistik tentang perubahan iklim.
Bumi berubah dengan cepat. Menurut pencatatan yang dimulai dari tahun 1880, Februari 2016 adalah Februari terpanas sekaligus merupakan bulan terpanas dalam sejarah pencatatan. Mei 2016 adalah Mei terpanas dan bulan pemecahan rekor 13 kali berturut-turut.
Dampak industri bahan bakar fosil dapat terlihat pada seluruh jaringan rantai pasokannya (85% emisi karbon dioksida, berasal dari pembakaran bahan bakar fosil).
Menurut Union of Concerned Scientists, proses ekstraksi dapat menyebab kan polusi udara dan air, dan membahayakan masyarakat lokal.3 Sedangkan, bahan bakar transportasi yang berasal dari tambang atau sumur minyak dapat menyebabkan polusi udara dan menyebabkan kecelakaan serius dan tumpahan.
Proses pembakaran bahan bakar mengeluarkan racun dan emisi pemanasan global. Seluruh prosedur bahan bakar fosil menghasilkan limbah berbahaya yang membahayakan kesehatan masyarakat dan lingkungan tempat kita tinggal.
Konsekuensi pada Pembangunan Berkelanjutan
Industri bahan bakar fosil termasuk batu bara, gas alam, minyak dan bahan bakar nuklir memiliki dampak buruk terhadap keanekaragaman hayati planet ini dan merupakan faktor utama dalam perubahan iklim.
Bahan bakar fosil berdampak terhadap tingkat ekonomi, lingkungan dan sosial. Padahal, menurut penelitian yang dilakukan oleh Carol Olson dan Frank Lenzmann dari Pusat Penelitian Energi Belanda, dampak bahan bakar fosil bukan hanya pada jumlah emisi karbon dioksida seperti yang diinformasikan kepada publik.4
3 Dampak Lingkungan dari Gas Alam. Union of Concerned Scientists.
4 Carol Olson and Frank Lenzmann. Konsekuensi Sosial dan Ekonomi dari Rantai Pasokan Bahan Bakar Fosil. MRS Energi & Keberlanjutan : Jurnal Tinjauan halaman 1 dari 32 halaman
© Materials Research Society, 2016 doi:10.1557/mre.2016.7
Bahan bakar fosil memiliki konsekuensi pada tiga pilar pem- bangunan berkelanjutan5. Dalam makalahnya yang berjudul
“Konsekuensi Sosial dan Ekonomi dari Rantai Pasokan Bahan Bakar Fosil”, Carol Olson dan Frank Lenzmann menyatakan : “Bahan bakar adalah sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebu- tuhan masyarakat. Sekilas, kelimpahan sumber daya ini akan meng- arah pada peningkatan ekonomi dan negara-negara menjadi lebih stabil.
Tetapi hal ini jelas tidak berlaku untuk sumber daya minyak dan gas. Dari 34 negara yang Pendapatan Domestik Bruto (PDB)-nya lebih dari 5% berasal dari ekspor minyak, hanya 9 negara yang tergolong negara yang stabil”.
Risiko Bencana bagi Perekonomian
Saat ini 80 persen dari permintaan energi primer global didasarkan pada bahan bakar fosil. Sistem energi tersebut, secara rata-rata, menghasilkan dua per tiga emisi karbon dioksida global. Sayangnya, jika produksi dan konsumsi energi saat ini berlangsung pada tingkat yang sama, permintaan diperkirakan akan berlipat ganda pada tahun 2050 dan emisi akan jauh melampaui jumlah karbon yang dapat dipancarkan jika kenaikan suhu rata-rata global dibatasi hingga 2oC6. Tingkat emisi gas karbon dioksida ini boleh dibilang menakutkan dan memiliki konsekuensi iklim yang berdampak buruk bagi planet bumi.
Perjanjian Paris yang ditandatangani pada Desember 2015 telah memperkuat kesepakatan bahwa dunia harus mengatasi perubahan iklim dan telah menyuarakan peringatan bahwa kelambanan terhadap perubahan iklim membawa potensi risiko bencana bagi ekonomi global.
Meskipun sebagian besar pemerintah semakin merangkul energi terbarukan, bahan bakar fosil masih menjadi sumber energi dunia yang dominan karena kepadatan energinya tinggi. Oleh karena itu, kini
5 Bdk. https://www.cambridge.org/core/journals/mrs-energy-and-sustainability/article/social- and-economic-consequences-of-the-fossil-fuel-supply-chain/181CB4D021BA549E64D87B667D3 FB987
6 Menurut sebuah studi yang tak tercatat sumbernya.
sangatlah penting untuk melakukan perubahan dan mulai meniti masa depan baru produksi dan perubahan bentuk energi.7
Berangkat dari keprihatinan inilah, bahan bakar minyak (BBM), yang termasuk bahan bakar fosil, akan menjadi fokus Aksi Puasa Pembangunan 2022 Keuskupan Bogor. Dengan mengusung tema “Bijak Bahan Bakar Minyak, Pilihan Kita Semua untuk Kelangsungan Bumi”, Gereja Keuskupan Bogor mengajak seluruh insan keuskupan untuk mengupaya pencegahan dan meminimalisirkan dampak buruk penggunaan BBM yang tidak semestinya demi lestarinya bumi rumah kita bersama. Untuk itu, ada baiknya kita menjumput pesan dari Kitab Suci agar pola pikir bijak terhadap bumi dan kehidupan di dalamnya dimulai dari dalam diri kita.
Menjumput Makna dari Kisah Bencana dalam Kitab Suci (Perjanjian Lama)8
Kita dapat menemukan berbagai bencana ketika membuka-buka lembaran Kitab Suci, terutama dalam Perjanjian Lama. Perjanjian Lama biasanya menggambarkan bencana yang terjadi sebagai peristiwa yang sangat dahsyat, apalagi ketika bencana tersebut dinyatakan sebagai hukuman Tuhan atas dosa-dosa manusia, dan juga dampak luar biasa besar yang ditimbulkannya, seperti kehancuran yang parah dan korban jiwa yang amat sangat banyak.
Kita akan mendapati kisah air bah yang menenggelamkan seluruh bumi pada zaman Nuh, tulah demi tulah yang secara beruntun menimpa Mesir pada zaman Musa, serangan ular terhadap orang Israel di padang gurun, misalnya.
Kisah banjir besar pada zaman Nuh (Kej 7-9) kiranya merupakan contoh yang paling jelas. Banjir besar yang berlangsung dalam waktu
7 Bdk. Andrew J. Chapman, Kenshi Itaoka Transisi energi menuju masyarakat masa depan dengan energi rendah karbon di pasar kelistrikan bebas Jepang : Teladan, kebijakan, dan faktor keberhasilan transisi. Ulasan Energi Terbarukan dan Berkelanjutan, Volum 81, Bagian 2, Januari 2018, halaman 2019-2027.
8 Pokok pikiran mengacu pada artikel Kelaparan, Kemarau Panjang, dan Kehadiran Allah karya Jarot Hadianto dalam buku Mewartakan Kabar Gembira di Tengah Krisis Lingkungan Hidup, terbitan Lembaga Biblika Indonesia, 2019, halaman 38-40, 49-51.
lama ini meluluhlantakkan sełuruh permukaan bumi, sehingga mene- waskan segenap makhluk, kecuałi mereka yang berada di dalam bahtera Nuh.
Selain bencana alam yang memang tak terhindar, bencana ke- la paran, yang tampaknya cukup sering terjadi, patut mendapat perhatian khusus. Abraham mengalaminya, sehingga ia dan Sara harus mengungsi ke Mesir (Kej. 12:10). Pada masa selanjutnya, bencana kelaparan menimpa daerah tempat tinggal Ishak, sehingga anak laki- laki Abraham ini juga harus mengungsi ke daerah lain (Kej. 26:1).
Pada zaman Yakub, hal yang sama kembali terjadi. Bencana kelaparan kali ini bahkan begitu hebat, sampai-sampai dikatakan bahwa
“kelaparan itu merajalela di seluruh bumi” (Kej. 41:56). Akibatnya, seperti Abraham, Yakub pun akhirnya terpaksa mengungsi ke Mesir.
Sayangnya, Perjanjian Lama tidak selalu menyatakan dengan jelas penyebab bencana. Kita tidak mendapatkan data apa pun berkaitan dengan penyebab terjadinya bencana kelaparan pada zaman Abraham, Ishak, dan Yakub, dan juga pada zaman Naomi (Rut. 1:1) dan Elisa (2Raj.
4:38).
Mengingat tulisan Perjanjian Lama dimaksudkan untuk kepentingan religius dan pola pikir manusia masa itu yang selalu mengaitkan bencana dengan kehendak Allah, ketidakpedulian para penulis Perjanjian Lama terhadap penyebab bencana sangatlah wajar. Mereka memandang bencana kelaparan sebagai bagian dari rencana ilahi.
Hal ini jelas dałam pernyataan Yusuf bahwa tujuh tahun masa kelimpahan dan tuiuh tahun masa kelaparan yang tidak lama lagi akan mereka alami merupakan kehendak Allah (Kej. 41:25-32). Kelaparan yang ditimpakan Allah kepada manusia terutama sebagai hukuman atas dosa dan kejahatan mereka (2Sam. 21:1; 1Raj. 17:1).
Kalau aspek religius kita kesampingkan, secara kasat mata kita dapat melihat kelaparan terjadi akibat ketiadaan persediaan makanan.
Persediaan makanan menjadi krisis bisa jadi karena panen gagal akibat diserang penyakit maupun hama, seperti yang terjadi di Mesir ketika pasukan belalang melahap habis segala macam tanaman yang tumbuh di sana (Kel 10:12-15). Panen juga bisa gagal gara-gara musim kering
yang berkepanjangan, dan kiranya ini yang lebih sering muncul dalam Perjanjian Lama.
Kisah Elia menggambarkan situasi tersebut dengan baik (1 Raj 17:1- 24). Tidak adanya hujan dalam waktu yang sangat lama membuat sungai- sungai kering dan makanan habis akibat matinya semua tanaman. Sang janda yang dijumpai Elia sedang bersiap mengolah makanan terakhir mereka, untuk kemudian menyongsong ajal sebab sesudah itu tidak ada lagi yang bisa dimakan.
Kisah-kisah bencana dalam Perjanjian Lama menyentil dan meng- ajar kita bahwa makhluk hidup, manusia pada khususnya, dan bumi memiliki hubungan erat yang tidak bisa dipisahkan. Apa yang terjadi pada bumi - sekecil apa pun itu - pasti akan berpengaruh pada kehidupan segenap makhluk.
Yang menyedihkan, fakta dan data menunjukkan bahwa bumi, sebagai tempat berlangsungnya kehidupan, semakin lama semakin rusak. dan pelaku utama kerusakannya tidak lain adalah manusia.
Berkaitan dengan tema APP kita, pemakaian BBM sesedikit apa- pun pasti berdampak pada bumi sebagaimana sudah dijelaskan di atas. Ketika BBM digunakan secara berlebih, dampaknya pasti akan sangat mempengaruhi kelangsungan bumi, terutama ekosistemnya.
Jika dibiarkan tanpa upaya pengendalian, bisa-bisa bencana dahsyat sebagaimana dikisahkan dalam Perjanjian Lama kembali terulang.
Keprihatinan Gereja
Selain Kitab Suci, keprihatinan akan kelangsungan bumi akhir- akhir ini memang semakin gencar disuarakan oleh berbagai pihak.
Paus Fransiskus menyuarakannya lewat Ensiklik Laudato Si’, yang dikeluarkan pada 2015. Ensiklik ini berbicara tentang bagaimana merawat bumi rumah kita bersama karena bumi saat ini sudah menjerit dalam kesedihan akibat menanggung banyak kerusakan.9 Bumi dirusak justru oleh manusia, pihak yang dipercaya Allah untuk merawatnya.
Manusia mengeksploitasi alam dengan sewenang-wenang, sehingga alih-alih merawat, mereka ini lebih tepat disebut menjarah.
9 Bdk. Laudato Si’ no. 2
Kerusakan alam pada akhirnya berujung pada perubahan iklim, dan inilah yang membuat potensi terjadinya bencana menjadi semakin besar.
Pergantian musim menjadi tidak teratur. Musim kemarau lebih panjang dari biasanya dan musim hujan turun tidak pada waktunya. Akibatnya, sektor pertanian menjadi kacau, panen banyak yang gagal, dan bahan makanan menjadi langka. Negara-negara berkembang, negara-negara yang bergantung pada pendapatan dari sektor perhutanan, pertanian, dan perikanan, paling merasakan dampaknya.10 Karena bahan pangan menjadi langka dan, kalaupun ada, harganya menjadi mahal, kelompok masyarakat di sana yang paling menderita dalam hal ini tentu saja orang-orang miskin yang serbaberkekurangan.
Pentingnya Keberlangsungan11
Kita harus memutuskan dunia seperti apa yang ingin kita wariskan kepada generasi mendatang. Allah memberi mandat : ‘Pilihlah kehi- dupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu’ (Ul 30:19).
Kita harus memilih untuk hidup secara berbeda; kita harus memilih kehidupan. Kita harus berusaha mendengarkan jeritan bumi, memeriksa perilaku kita dan menjanjikan pengorbanan yang berarti demi bumi yang telah diberikan Allah kepada kita.
Kita diajak untuk mengedepankan konsep penatalayanan — konsep tanggung jawab perorangan maupun bersama atas anugerah yang diberikan Allah kepada kita — sebagai titik awal yang vital bagi keberlangsungan lingkungan, dan juga sosial-ekonomi.
Dalam Perjanjian Baru, kita membaca tentang orang kaya yang bodoh yang menyimpan segenap gandumnya seraya melupakan akhir hidupnya yang terbatas (Luk 12:13-21). Kita belajar tentang anak yang hilang yang mengambil warisannya lebih awal, hanya untuk menyia- nyiakannya dan akhirnya kelaparan (Luk 15:11-32).
10 Bdk. Laudato Si’ no. 25
11 Gagasan diambil dari Pesan Bersama Paus Fransiskus, Patriark Bartholomew dan Uskup Agung Justin Welby untuk Perlindungan Ciptaan, 1 September 2021.
Kita diperingatkan agar tidak mengadopsi pilihan jangka pendek yang tampaknya murah dengan membangun rumah kita bersama di atas pasir, ketimbang di atas batu guna menahan angin kencang (Mat 7:24–
27). Kisah-kisah ini mengundang kita untuk mengadopsi pandangan yang lebih luas dan mengakui tempat kita dalam kisah umat manusia yang diperluas.
Dengan kata lain, jangan sampai kita memaksimalkan kepentingan kita dengan mengorbankan generasi mendatang. Dengan berkonsentrasi kepentingan kita, aset jangka panjang, termasuk bahan bakar minyak sebagai anugerah alam, habis untuk kenikmatan jangka pendek.
Teknologi memang telah membuka kemungkinan baru untuk kemajuan tetapi juga untuk mengumpulkan kekayaan dan menikmati kepuasan yang tanpa batas, dan kebanyakan dari kita berperilaku dengan cara yang menunjukkan sedikit kepedulian terhadap orang lain atau planet bumi ini.
Sekarang, pada saat ini, kita memiliki kesempatan untuk bertobat, bertekad untuk berbalik, menuju ke arah yang berlawanan. Kita harus mengejar kemurahan hati dan keadilan dalam cara kita hidup, bekerja dan mempergunakan aset alam, bukan keuntungan dan kenikmatan egois.
Keharusan Bekerjasama
Selama pandemi, kita telah belajar betapa rentannya kita. Sistem sosial kita rusak, dan kita menemukan bahwa kita tidak dapat mengen- dalikan segalanya. Kita mendapati diri lemah dan cemas, tenggelam dalam serangkaian krisis kesehatan, lingkungan, pangan, ekonomi dan sosial, yang semuanya saling berhubungan secara mendalam.
Krisis ini memberi kita pilihan. Kita berada dalam posisi yang unik. Pilihan antara menanganinya dengan kepicikan dan mencari keuntungan dan kenikmatan atau memanfaatkan hal ini sebagai kesempatan untuk bertobat dan berubah rupa.
Jika kita menganggap umat manusia sebagai sebuah keluarga dan bekerjasama menuju masa depan berdasarkan kebaikan bersama, kita dapat menemukan diri kita hidup di dunia yang sangat berbeda.
Semua ini harus dijawab dengan melakukan perubahan. Kita masing-masing, secara pribadi, harus bertanggung jawab terhadap cara kita menggunakan sumber daya alam. Cara ini membutuhkan kerjasama yang semakin erat di antara seluruh Gereja dengan ketetapan hati untuk merawat ciptaan.
Bersama-sama, sebagai komunitas, Gereja, kota, dan negara, kita harus mengubah rute dan menemukan cara baru untuk bekerjasama guna mendobrak batasan tradisional antarmasyarakat, berhenti ber- saing memperebutkan sumber daya, dan mulai bekerjasama.
Kita semua — siapa pun dan di mana pun kita berada — dapat berperan dalam mengubah tanggapan bersama kita terhadap ancaman perubahan iklim dan kemerosotan lingkungan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Merawat ciptaan Allah adalah tugas rohani yang membutuhkan tanggapan yang berketetapan hati. Ini adalah saat yang kritis. Masa depan anak-anak kita dan masa depan rumah kita bersama bergantung pada tanggapan kita. Berkaitan dengan tema APP 2022, tanggapan kita adalah bijak menggunakan bahan bakar minyak agar kelangsungan bumi, rumah kita bersama, tetap terpelihara.*** (Peter Suriadi)
Bogor, 4 Oktober 2021 pada Pesta Santo Fransiskus dari Asisi Biro APP/AAP Komisi PSE Keuskupan Bogor
1.
1.
BAHAN PENDALAMAN IMAN (DEWASA)
PERTEMUAN I
MANFAAT BAHAN BAKAR MINYAK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Tujuan
Umat menyadari manfaat bahan bakar minyak dalam kehidupan sehari- hari.
RITUS PEMBUKA Nyanyian Pembuka Salam
P : † Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Tuhan beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
Kata Pengantar
Bapak, Ibu dan Saudara-saudari terkasih, kita mengetahui bahwa alam mempunyai berbagai sumber daya yang sangat bermanfaat.
Salah satu sumber daya yang tidak kalah penting dan bermanfaat bagi kehidupan manusia adalah minyak bumi atau yang lebih kita kenal dengan istilah Bahan Bakar Minyak (BBM). Meski BBM sangat penting dan bermanfaat bagi kehidupan manusia, ternyata penggunaan BBM juga memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan, ekosistem dan kesehatan. Pemanasan global adalah salah satu dampaknya. Selain itu,
BBM merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui sehingga suatu ketika akan habis apabila tidak digunakan secara hemat.
Berangkat dari keprihatinan inilah, bahan bakar minyak (BBM), yang termasuk bahan bakar fosil, akan menjadi fokus Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2022 Keuskupan Bogor. Dengan mengusung tema
“Bijak Memanfaatkan Bahan Bakar Minyak”, Gereja Keuskupan Bogor mengajak seluruh insan keuskupan untuk mengupayakan pencegahan dan meminimalkan dampak buruk penggunaan BBM yang tidak semestinya demi lestarinya bumi rumah kita bersama.
Dalam Pertemuan I APP 2022 ini, kita diajak untuk terlebih dahulu menyadari manfaat BBM dalam kehidupan kita. Dengan mengetahui manfaat BBM maka kita diharapkan dapat lebih menyadari kapan saja kita menggunakan BBM sehingga pada akhirnya kita dapat semakin bijak dalam menggunakan BBM.
Pernyataan Tobat
P : Bapak, Ibu dan Saudara-saudari yang terkasih, sebelum kita mendengarkan Sabda Allah dan merenungkannya, marilah kita menyiapkan diri dengan mohon ampun kepada Allah atas dosa- dosa kita.
− hening sejenak – P : Kasihanilah kami, ya Tuhan
U : Sebab kami orang yang berdosa
P : Tunjukkanlah belas kasihan kepada kami, ya Tuhan U : Dan anugerahkanlah keselamatan kepada kami
P : Semoga Allah yang Maharahim mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
Doa Pembuka
P : Marilah kita berdoa
P+U : Allah Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur karena dapat kembali mempersiapkan diri untuk menyambut Paskah tahun ini. Berkatilah kami agar dapat menghayati dan mewujudkan tema APP 2022. Bantulah kami agar mampu menyadari manfaat bahan bakar minyak dalam kehidupan kami sehari-hari. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin
PENDALAMAN IMAN Kisah Kehidupan
Sepuluh Manfaat Minyak Bumi bagi Kehidupan, sebagai Bahan Bakar hingga Produk Kecantikan
Salah satu sumber daya yang tidak kalah penting dan bermanfaat bagi kehidupan manusia adalah minyak bumi. Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang berasal dari berbagai macam sisa-sisa organisme laut, seperti tumbuhan atau hewan, yang mengendap di dasar laut kemudian tertutup oleh lumpur. Proses pembentukan minyak bumi ini memerlukan waktu yang sangat lama.
Dilansir dari situs International Association of Oil and Gas Producers, berikut beberapa manfaat minyak bumi bagi kehidupan yang perlu Anda ketahui.
1. Kendaraan
Minyak bumi digunakan sebagai bahan pembuatan oli yang berfungsi sebagai pelumas kendaraan supaya dapat melaju atau bekerja secara optimal. Pelumas oli ini biasanya ditemui pada bagian jok, ban, hingga bumper mobil.
2. Konstruksi
Minyak bumi menjadi salah satu bahan utama yang digunakan untuk membuat cat, pipa, atap, hingga aspal.
3. Pakaian
Minyak bumi menjadi salah satu bahan untuk membuat serat pakaian seperti nilon, polyester, akrilik, dan spandeks. Kain atau bahan tekstil yang terbuat dari minyak bumi ini memungkinkan pemakainya untuk tetap hangat di musim dingin, dan tetap merasa sejuk di cuaca panas.
4. Aksesoris
Banyak aksesoris yang sebagian besar terbuat dari plastik seperti kacamata, tas, kotak telepon, hingga perhiasan. Semua barang yang terbuat dari plastik ini tidak lain juga terbuat dari minyak bumi.
5. Bahan Bakar
Minyak bumi juga digunakan sebagai bahan bakar kompor seperti gas, penghangat atau pendingin ruangan, serta sebagai bahan bakar transportasi, baik darat, laut, maupun udara.
6. Perabotan Rumah
Berbagai barang atau perabotan rumah, seperti alat memasak hingga produk pembersih membutuhkan minyak bumi sebagai salah satu bahan pembuatnya, baik itu berupa logam maupun plastik.
7. Produk Kecantikan
Minyak bumi ternyata juga digunakan sebagai bahan untuk membuat beberapa produk kecantikan, mulai dari cat kuku, parfum, make-up, hingga produk pewarna rambut.
Bukan hanya itu, beberapa produk yang sering digunakan seperti sabun mandi, sikat gigi, dan sampo juga membutuhkan minyak bumi sebagai salah satu bahan pembuatnya.
8. Bidang Kesehatan
Minyak bumi digunakan sebagai bahan pembuatan produk pembersih dan alat pelindung dan keamanan tenaga medis. Bukan hanya itu, aspirin dan berbagai jenis obat-obatan lainnya juga diketahui mengandung minyak bumi.
9. Bidang elektronik.
Minyak bumi berperan penting sebagai bahan pembuat plastik, termasuk plastik yang sebagian besar digunakan oleh produk- produk elektronik, seperti ponsel, televisi, komputer, dan berbagai produk elektronik lainnya.
10. Bidang Pertanian
Berbagai jenis pupuk, pestisida, insektisida, hingga bahan-bahan pertanian lainnya juga dibuat dengan menggunakan minyak bumi.
Bahan-bahan kimia ini sangat penting digunakan untuk kegiatan pertanian agar menghasilkan produk makanan yang berkualitas tinggi.
(Disadur seperlunya dari https://www.merdeka.com/jateng/10-manfaat- minyak-bumi-bagi-kehidupan-sebagai-bahan-bakar-hingga-produk- kecantikan-kln.html?page=3)
Bacaan Kitab Suci (Keluaran 27:20-21)
P : Marilah kita mendengarkan sabda Tuhan.
20”Haruslah kauperintahkan kepada orang Israel, supaya mere- ka membawa kepadamu minyak zaituntumbuk yang murni untuk lampu, supaya orang dapat memasang lampu agar tetap menyala. 21Di dalam Kemah Pertemuandi depan tabir yang menutupi tabut hukum, haruslah Harun dan anak-anaknya mengaturnya dari petang sampai pagi di hadapan TUHAN.
Itulah suatu ketetapanyang berlaku untuk selama-lamanya bagi orang Israel turun-temurun.”
Demikianlah Sabda Tuhan U : Syukur kepada Allah
Dialog Interaktif Berdasarkan Kisah Kehidupan dan Bacaan Kitab Suci
1. Berasal dari apakah minyak bumi?
2. Produk olahan minyak bumi apa saja yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari?
3. Apa yang diperintahkan Tuhan kepada orang Israel?
4. Mengapa Tuhan memberi perintah tersebut?
5. Berdasarkan kisah kehidupan dan bacaan Kitab Suci, sehubungan dengan bahan bakar minyak dan kehidupan manusia, apa yang dapat Anda maknai?
RANGKUMAN
Pemandu merangkum pokok-pokok dialog interaktif.
DOA UMAT PENUTUP Doa Penutup
P : Marilah kita berdoa.
U : Allah Bapa yang Mahakuasa, kami bersyukur atas minyak bumi yang Engkau anugerahkan bagi manusia. Dari minyak bumi ini kami dapat menghasilkan berbagai macam produk olahan yang dapat digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
Ajarilah kami untuk dapat memanfaatkan bahan bakar minyak dengan baik. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.
Pengutusan
P : Marilah kita mohon berkat Tuhan, supaya segala upaya kita dalam menyiapkan diri untuk menyambut Paskah dapat mencapai hasil seperti yang kita harapkan dan kita dapat semakin bijak dalam memanfaatkan bahan bakar minyak dalam kehidupan kita sehari-hari.
− hening sejenak –
P : Semoga dalam Masa Prapaskah ini Allah meneguhkan iman kita.
U : Amin.
P : Semoga Allah mendorong kita untuk menyadari manfaat bahan bakar minyak dalam kehidupan kita sehari-hari.
U : Amin.
P : Semoga kita semua yang hadir di sini dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Ibadat Pertemuan I Aksi Puasa Pembangunan 2022 sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
Nyanyian Penutup
PERTEMUAN II
DAMPAK BURUK PENGGUNAAN BAHAN BAKAR MINYAK TERHADAP LINGKUNGAN
Tujuan
Umat memahami penggunaan bahan bakar minyak yang berlebihan dapat berakibat buruk pada lingkungan.
RITUS PEMBUKA Nyanyian Pembuka Salam
P : † Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Tuhan beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
Kata Pengantar
Bapak, Ibu dan Saudara-saudari terkasih, pada pertemuan I kita telah melihat manfaat bahan bakar minyak (BBM) dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun memiliki banyak manfaat, tetapi BBM juga memiliki dampak negatif bagi kehidupan manusia, lingkungan dan alam. Yang menyedihkan, fakta dan data menunjukkan bahwa bumi, sebagai tempat berlangsungnya kehidupan, semakin lama semakin rusak. Pelaku utama kerusakannya tidak lain adalah manusia. Salah satu kerusakan tersebut akibat manusia yang tidak mau menggunakan BBM dengan bijak.
Dalam Pertemuan II APP 2022 ini, kita diajak untuk memahami apa yang akan terjadi pada manusia, lingkungan dan alam sekitar
bila menggunakan BBM secara berlebihan. Kita juga akan melihat kisah bencana dalam Perjanjian Lama yang mengajarkan kita bahwa makhluk hidup, manusia pada khususnya, dan bumi memiliki hubungan erat yang tidak bisa dipisahkan. Apa yang terjadi pada bumi - sekecil apa pun itu - pasti akan berpengaruh pada kehidupan segenap makhluk.
Pernyataan Tobat
P : Bapak, Ibu dan Saudara-saudari yang terkasih, sebelum kita mendengarkan Sabda Allah dan merenungkannya, marilah kita menyiapkan diri dengan mohon ampun kepada Allah atas dosa- dosa kita.
− hening sejenak – P : Kasihanilah kami, ya Tuhan
U : Sebab kami orang yang berdosa
P : Tunjukkanlah belas kasihan kepada kami, ya Tuhan U : Dan anugerahkanlah keselamatan kepada kami
P : Semoga Allah yang Maharahim mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
Doa Pembuka
P : Marilah kita berdoa
P+U : Allah Bapa yang Mahakuasa, kami bersyukur karena Engkau memberikan kami kesempatan untuk dapat melaksanakan pertemuan ini. Berkatilah kami agar melalui pertemuan ini kami dapat semakin menyadari dampak negatif penggunaan BBM bagi manusia, lingkungan dan alam sekitar. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.
PENDALAMAN IMAN Kisah Kehidupan
Dampak Negatif Penggunaan Energi Fosil dari Sektor Transportasi dan Industri
Jumlah penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya, se- hingga peningkatan kebutuhan energi pun tak dapat dielakkan.
Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh dari konversi sumber energi fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya.
Secara langsung atau tidak langsung, hal ini mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran energi fosil ini menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya.
Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar, di samping kegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian di beberapa kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukkan bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara.
Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menim- bulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan:
Dampak Terhadap Udara dan Iklim
Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen dioksida (NO2) dan sulfur dioksida
(SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global).
Emisi NO2 (nitrogen dioksida) adalah pelepasan gas NO2 ke udara.
Di udara, setengah dari konsentrasi NO2 berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara, sebagian NO2 tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi SO2 (belerang dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam.
Seperti kadar NO2 di udara, setengah dari konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi gas NO2 dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun hujan, air hujan tersebut bersifat asam (PH-nya lebih kecil dari 5,6 yang merupakan pH “hujan normal”), yang dikenal sebagai “hujan asam”. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam.
Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk).
Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NO2, SO2, O3 di udara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang.
Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. CO2 tersebut menyerap sinar matahari (radiasi
inframerah) yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.
Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal, antara lain, dari gas bumi yang tidak dibakar, karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.
Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi, juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama, jumlah karbon dioksida yang dilepas oleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1,5 ton.
Dampak Terhadap Perairan
Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidak layak, misalnya: bocornya tanker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.
Dampak Terhadap Tanah
Dampak penggunaan energi terhadap tanah dapat diketahui, misalnya dari pertambangan batu bara. Masalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (Open Pit Mining). Pertambangan ini memerlukan lahan yang sangat luas.
Perlu diketahui bahwa lapisan batu bara terdapat di tanah yang subur, sehingga bila tanah tersebut digunakan untuk pertambangan batu bara maka lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutan selama waktu tertentu.
Sumber : https://environment-indonesia.com/dampak-negatif-penggunaan- energi-fosil-dari-sektor-transportasi-dan-industri/
Bacaan Kitab Suci (Amos 4:6-11)
P : Marilah kita mendengarkan sabda Tuhan.
6”Sekalipun Aku ini telah memberi kepadamu gigi yang tidak disentuh makanan di segala kotamu dan kekurangan roti di segala tempat kediamanmu, namun kamu tidak berbalik kepada- Ku,” demikianlah firman TUHAN. 7”Aku pun telah menahan hujan dari padamu, ketika tiga bulan lagi sebelum panen; Aku menurunkan hujan ke atas kota yang satu dan tidak menurunkan hujan ke atas kota yang lain; ladang yang satu kehujanan, dan ladang, yang tidak kena hujan, menjadi kering; 8penduduk dua tiga kota pergi terhuyung-huyung ke satu kota untuk minum air, tetapi mereka tidak menjadi puas; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN. 9”Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum, telah melayukan taman-tamanmu dan kebun-kebun anggurmu, pohon-pohon ara dan pohon-pohon zaitunmu dimakan habis oleh belalang, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN. 10”Aku telah melepas penyakit sampar ke antaramu seperti kepada orang Mesir; Aku telah membunuh terunamu dengan pedang pada waktu kudamu dijarah; Aku telah membuat bau busuk perkemahanmu tercium oleh hidungmu; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN.
11”Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu, seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN.
Demikianlah Sabda Tuhan U : Syukur kepada Allah
Dialog Interaktif Berdasarkan Kisah Kehidupan dan Bacaan Kitab Suci
1. Sumber energi fosil apa sajakah yang sering kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari?
2. Dampak buruk apa sajakah yang dapat ditimbulkan pada lingkungan akibat pemakaian sumber energi fosil yang semakin meningkat setiap tahunnya?
3. Dalam Bacaan Kitab Suci, kesusahan apa sajakah yang ditimpakan Allah kepada orang Israel?
4. Mengapa Allah menimpakan kesusahan-kesusahan tersebut?
5. Menurut Anda, apa dampak kesusahan yang ditimpakan Allah terhadap kehidupan orang Israel?
6. Dalam masa sekarang ini, sejauh mana ulah manusia yang memakai bahan bakar fosil secara tidak bijak dapat menimbulkan kesusahan- kesusahan yang berimbas pada kerusakan lingkungan?
RANGKUMAN
Pemandu merangkum pokok-pokok dialog interaktif.
DOA UMAT PENUTUP Doa Penutup
P : Marilah kita berdoa.
U : Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur karena melalui pertemuan hari ini kami diingatkan akan dampak negatif penggunaan BBM. Bantulah kami agar semakin menyadari bahwa perilaku menggunakan BBM yang tidak bijak dapat mempengaruhi kelangsungan bumi, terutama ekosistemnya, bahkan dapat mendatangkan bencana bagi alam ini. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.
Pengutusan
P : Marilah kita mohon berkat Tuhan, supaya segala upaya kita dalam menyiapkan diri untuk menyambut Paskah dapat
mencapai hasil seperti yang kita harapkan dan kita dapat semakin bijak dalam memanfaatkan bahan bakar minyak dalam kehidupan kita sehari-hari.
− hening sejenak –
P : Semoga dalam Masa Prapaskah ini Allah meneguhkan iman kita.
U : Amin.
P : Semoga Allah mendorong kita untuk menyadari dampak negatif bahan bakar minyak terhadap lingkungan.
U : Amin.
P : Semoga kita semua yang hadir di sini dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Ibadat Pertemuan II Aksi Puasa Pembangunan 2022 sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
Nyanyian Penutup
PERTEMUAN III
SIKAP BARU DALAM PENGGUNAAN BAHAN BAKAR MINYAK
Tujuan
Umat memiliki sikap baru yang memungkinkannya bertindak bijak dalam penggunaan bahan bakar minyak.
RITUS PEMBUKA Nyanyian Pembuka Salam
P : † Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Tuhan beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
Kata Pengantar
Bapak, ibu, dan saudara-saudari yang terkasih, kita telah menge- tahui manfaat BBM dalam hidup sehari-hari. Selain memiliki manfaat, ternyata penggunaan BBM yang tidak bertanggung jawab memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia, kelestarian lingkungan dan alam sekitar. Salah satu tindakan tak bertanggung jawab itu adalah ketamakan saat menggunakan BBM. Karena tamak maka kita menjadi egois, tidak memikirkan orang lain dan alam sekitar.
Pada pertemuan ketiga ini, kita akan membangun sikap baru dalam menggunakan BBM agar setiap pribadi mau ikut serta ber- tang gung jawab saat menggunakan BBM dengan mengupayakan penghematan Jangan sampai kita memaksimalkan kepentingan kita dengan mengorbankan generasi mendatang.
Pernyataan Tobat
P : Bapak, Ibu dan Saudara-saudari yang terkasih, sebelum kita mendengarkan Sabda Allah dan merenungkannya, marilah kita menyiapkan diri dengan mohon ampun kepada Allah atas dosa- dosa kita.
− hening sejenak – P : Kasihanilah kami, ya Tuhan
U : Sebab kami orang yang berdosa
P : Tunjukkanlah belas kasihan kepada kami, ya Tuhan U : Dan anugerahkanlah keselamatan kepada kami
P : Semoga Allah yang Maharahim mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
Doa Pembuka
P : Marilah kita berdoa
P+U : Allah Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur atas segala manfaat BBM yang telah Engkau berikan atas hidup kami. Kami mohon ampun karena kami sering menggunakannya dengan tidak bijak. Kami mohon terangilah iman kami agar dapat mengubah cara pandang kami terhadap BBM dan dapat menggunakannya dengan bijak demi kelestarian seluruh ciptaan. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.
PENDALAMAN IMAN Kisah Kehidupan
Ini Dia Alasan Mengapa Kita Perlu Menghemat Energi Energi yang telah tersedia di bumi harus benar-benar dijaga dengan baik. Hal tersebut dikarenakan energi pada bumi memiliki peranan penting bagi kehidupan makhluk hidup di dalamnya. Maka dari itu, penghematannya pun harus dilakukan oleh seisi bumi. Alasan mengapa kita perlu menghemat energi itu apa ya? Bila digunakan terus menerus, sumber energi pun akan habis. Maka selanjutnya apa yang akan terjadi?
Sumber energi yang dihasilkan oleh bumi pun bermacam-macam dan tak terbatas. Ini yang menjadikan kita sebagai makhluk hidup di dalamnya lebih mengerti dan menjaga kelestariannya agar tidak habis.
Berbagai macam alasan dapat dipaparkan agar kita lebih menjaga bumi tercinta ini. Dengan adanya penjelasan terlampir, diharapkan kamu dapat secara sadar menyayangi bumi beserta isinya.
Penipisan sumber daya energi yang dihasilkan bumi dapat terlihat dari beberapa tanda yang sudah diperlihatkan. Kekeringan di beberapa wilayah bagian bumi yang mengakibatkan minimnya pasokan air untuk dikonsumsi, polusi udara sampai kepunahan habitat dan ekosistem. Ini menjadi pertanda bahwa bumi mulai memberi sirene tanda bahaya.
Inilah mengapa kita perlu hemat energi. Bila makhluk hidup di dalamnya masih acuh tak acuh, kerusakan lingkungan bisa terjadi seiring dengan kebiasaan manusia.
Selain dapat menimbulkan kerusakan lingkungan alasan mengapa kita perlu hemat energi juga terletak pada udara yang kita hirup. Indeks Kualitas Udara (AQI) pun sudah menginformasikan pada awal April 2021 bahwa kualitas udara di Jakarta kembali memburuk hingga mencapai angka 174 US AQI, ini menjadikannya peringkat ke-4 terburuk di dunia.
Maka dari itu, dengan kita dapat menghemat pemakaian bahan bakar berlebih, maka udara di bumi akan jauh lebih baik.
Pada intinya mengapa kita perlu hemat energi terletak pada kehidupan selanjutnya. Apa saja yang sudah kita lakukan untuk bumi ini nantinya akan dapat dirasakan oleh generasi setelah kita. Apa kita mau membuat anak dan cucu menderita kelak? Tentu tidak bukan. Maka
dari itu, mulailah sekarang sebelum terlambat. Kita harus hemat energi karena bila kita care dengan bumi tempat kita hidup, kelak bumi pun akan bahagia.
(Disadur seperlunya dari : https://www.pinhome.id/blog/ini-dia-alasan- mengapa-kita-perlu-menghemat-energi/)
Bacaan Kitab Suci (Luk 12:13-21)
P : Marilah kita mendengarkan sabda Tuhan.
13Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan de - ngan aku.” 14Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Saudara, si- apa kah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pe ngan tara atas kamu?” 15Kata-Nya lagi kepada mereka:
“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” 16Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 17Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 18Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 19Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 20Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”
Demikianlah Sabda Tuhan U : Syukur kepada Allah
Dialog Interaktif Berdasarkan Bacaan Kitab Suci
1. Mengapa kita harus menghemat energi, khususnya bahan bakar minyak?
2. Mengapa tindakan menghemat energi dikatakan dapat menyelamat- kan bumi?
3. Sifat apakah yang dimiliki orang kaya dari bacaan Kitab Suci sehingga Allah menyebutnya sebagai orang bodoh?
4. Bagaimana Anda memaknai pesan Yesus untuk “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan” berkaitan dengan bahan bakar minyak yang Anda gunakan?
5. Perubahan sikap seperti apa yang dapat Anda lakukan dalam memanfaatkan energi bahan bakar minyak dalam hidup sehari- hari?
RANGKUMAN
Pemandu merangkum pokok-pokok dialog interaktif.
DOA UMAT PENUTUP Doa Penutup
P : Marilah kita berdoa.
U : Allah Bapa yang Mahapengasih, jauhkanlah kami dari sifat tamak dan berilah kami kerendahan hati agar mau ikut serta dalam membangun sikap bijak dalam menggunakan BBM. Berkatilah kami dengan Roh Kudus-Mu agar kami mau mengubah perilaku kami dan lebih peduli terhadap ancaman perubahan iklim dan kemerosotan lingkungan. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.
Pengutusan
P : Marilah kita mohon berkat Tuhan, supaya segala upaya kita dalam menyiapkan diri untuk menyambut Paskah dapat mencapai hasil seperti yang kita harapkan dan kita dapat semakin bijak dalam memanfaatkan bahan bakar minyak dalam kehidupan kita sehari-hari.
− hening sejenak –
P : Semoga dalam Masa Prapaskah ini Allah meneguhkan iman kita.
U : Amin.
P : Semoga Allah mendorong kita untuk membangun sikap baru dalam penggunaan BBM dalam kehidupan sehari-hari.
U : Amin.
P : Semoga kita semua yang hadir di sini dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Ibadat Pertemuan III Aksi Puasa Pembangunan 2022 sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
Nyanyian Penutup
PERTEMUAN IV
BIJAK MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR MINYAK
Tujuan
Umat dapat membangun sikap bijak dengan cara mengurangi pemakaian bahan bakar minyak yang tidak semestinya dalam kehidupan sehari-hari
RITUS PEMBUKA Nyanyian Pembuka Salam
P : † Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Tuhan beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
Kata Pengantar
Bapak, Ibu dan Saudara-saudari terkasih, dalam pertemuan yang lalu kita diingatkan untuk membangun sikap baru, yaitu sikap bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan sumber daya alam, khususnya BBM. Kita masing-masing, secara pribadi, harus bertanggung jawab terhadap cara kita menggunakan sumber daya alam.
Dalam pertemuan IV ini, kita akan mendalami cara mewujudkan sikap bijak dalam penggunaan BBM dalam tindakan sehari-hari.
Apabila setiap individu mampu mewujudkannya maka gerakan ini diharapkan menjadi gerakan bersama Keuskupan Bogor dalam berpartisipasi untuk menghindari ancaman perubahan iklim dan kemerosotan lingkungan.
Pernyataan Tobat
P : Bapak, Ibu dan Saudara-saudari yang terkasih, sebelum kita mendengarkan Sabda Allah dan merenungkannya, marilah kita menyiapkan diri dengan mohon ampun kepada Allah atas dosa- dosa kita.
− hening sejenak – P : Kasihanilah kami, ya Tuhan
U : Sebab kami orang yang berdosa
P : Tunjukkanlah belas kasihan kepada kami, ya Tuhan U : Dan anugerahkanlah keselamatan kepada kami
P : Semoga Allah yang Maharahim mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
Doa Pembuka
P : Marilah kita berdoa
P+U : Allah Bapa sumber kehidupan, kami bersyukur karena Engkau menganugerahkan sumber daya alam yang sangat bermanfaat.
Salah satu sumber daya tersebut adalah BBM. Terima kasih karena melalui pertemuan APP yang lalu kami diingatkan agar tidak hanya memanfaatkan BBM tetapi juga harus bersikap bijak dalam menggunakannya sehingga dampak negatif penggunaan BBM dapat dikurangi. Berkatilah agar melalui pertemuan ini kami dapat mengurangi pemakaian bahan bakar minyak yang tidak semestinya dalam kehidupan sehari-hari. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.
PENDALAMAN IMAN Kisah Kehidupan
Yuk, Naik Transportasi Umum
Akhir-akhir ini suhu di lingkungan sekitar kita semakin panas, bukan? Bahkan suhu di tempat penulis saat menulis artikel ini mencapai 28°C, padahal daerah ini termasuk daerah dataran tinggi. Tahukah kalian bahwa meningkatnya suhu di bumi ini disebabkan karena pemanasan global?
Pemanasan global merupakan salah satu masalah dunia yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Menurut Wikipedia, pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18°C selama seratus tahun terakhir. Penyebab utama pemanasan global adalah gas rumah kaca yang konsentrasinya semakin meningkat di atmosfer bumi. Salah satu yang termasuk gas rumah kaca adalah karbon dioksida, yang jumlahnya paling banyak di atmosfer. Akan tetapi, karbon dioksida merupakan yang paling rendah dampaknya terhadap pemanasan global.
Pemanasan global ini dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi Iklim pada tahun 2015 yang diselenggarakan di Paris, Perancis.
Negara-negara anggota PBB dalam konferensi tersebut setuju untuk mewajibkan negara maju dan negara industri untuk mencapai net-zero emission pada tahun 2050.
Mungkin muncul pertanyaan bagi kalian, net-zero emission itu apa, sih? Net-zero emission atau nol-bersih emisi bukan berarti tidak ada emisi sama sekali di dunia, tetapi lebih ke bagaimana cara mengurangi sebanyak mungkin emisi yang ada di udara. Sebab, kita akan selalu menghasilkan emisi, seperti ketika bernapas yang akan menghasilkan karbon dioksida atau CO2. Selain itu, ada juga gas karbon monoksida (CO) yang banyak dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor. Oleh karena itu, penyerapan dan pengurangan emisi karbon penting untuk dilakukan.
Nah, salah satu cara mudah yang bisa kita lakukan adalah meng- gunakan transportasi umum. Dengan tidak menggunakan kenda raan bermotor pribadi dan beralih ke transportasi umum akan membantu mengurangi polusi udara dan karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran mesin. Memang, tidak akan serta merta membuat emisi karbon yang dihasilkan menjadi habis, tetapi aksi ini dapat mengurangi emisi karbon tersebut.
Pemerintah telah memberikan berbagai macam fasilitas, sarana, dan prasarana untuk transportasi umum selain angkutan umum (angkot) di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Malang, dan lain-lain. Misalnya, di Jakarta yang terkenal dengan kemacetan serta kepadatan penduduknya, pemerintah menyediakan bus Transjakarta yang memiliki jalurnya sendiri. Bus yang telah beroperasi sejak tahun 2004 ini telah memiliki 243 halte yang tersebar di seluruh penjuru kota Jakarta. Tarifnya pun sangat terjangkau, yakni dari Rp 2.000,00 hingga Rp 3.000,00.
Selain itu, ada juga Commuter Line atau kereta rel listrik komuter yang telah ada sejak tahun 1925 di Jakarta. Saat ini, rute KRL telah menjangkau daerah Jabodetabek. Bahkan, pada bulan Maret lalu telah diresmikan KRL yang beroperasi di Jogja-Solo. Penulis sendiri sangat senang menggunakan transportasi umum yang satu ini. Selain karena cepat, harganya juga ramah di kantong mahasiswa. Untuk menaiki KRL, perlu menggunakan kartu sebagai tiket. Ada tiket harian berjamin (THB), kartu multi trip, serta bisa juga menggunakan kartu prabayar yang disediakan oleh beberapa bank, seperti e-money milik Bank Mandiri. Seperti yang telah dikatakan, tarifnya sangat murah. Untuk jarak tempuh 1-25 km pertama per orang cukup membayar Rp 3.000,00 dan untuk 10 km berikutnya (berlaku kelipatan) dikenakan tarif Rp 1.000,00 per orang.
Masih banyak lagi transportasi-transportasi umum yang telah disedia kan oleh pemerintah sebagai wujud upaya pengurangan emisi di Indonesia. Semua itu juga dibuat/dibangun salah satunya dengan menggunakan uang rakyat (kita) melalui pajak yang telah kita bayar.
Menggunakan transportasi umum juga dapat menghemat penge- luaran kita. Biaya yang dikeluarkan untuk menaiki transportasi umum
lebih kecil dibandingkan dengan biaya yang diperlukan untuk membeli bahan bakar kendaraan bermotor pribadi. Selain itu, penggunaan bahan bakar yang terbuat dari fosil yang juga dapat menimbulkan emisi pun dapat semakin berkurang bila menggunakan transportasi umum.
Oleh karena itu, mari kita gunakan transportasi umum untuk mengurangi emisi, terutama emisi karbon, sehingga dapat menurunkan risiko meningkatnya suhu bumi akibat pemanasan global yang telah terjadi bertahun-tahun lamanya.
Sumber: https://www.kompasiana.com/gadistiara/61753e320631 0e2638753562/yuk-naik-transportasi-umum
Bacaan Kitab Suci (Mat 25:1-13)
P : Marilah kita mendengarkan sabda Tuhan.
1”Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. 2Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
3Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, 4sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
5Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. 6Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang!
Songsonglah dia! 7Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. 8Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. 9Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. 10Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. 11Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah
kami pintu! 12Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. 13Karena itu, berjaga- jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”
Demikianlah Sabda Tuhan U : Terpujilah Kristus.
Dialog Interaktif Berdasarkan Kisah Kehidupan dan Bacaan Kitab Suci
1. Apa keuntungan kita menggunakan transportasi umum?
2. Mengapa menggunakan transportasi umum dapat mengurangi emisi karbon?
3. Dalam Bacaan Kitab Suci, mengapa lima gadis yang bijaksana tidak mau berbagi minyak dengan lima gadis yang bodoh?
4. Dengan bersikap demikian, apa yang dialami kelima gadis yang bijaksana tersebut selanjutnya?
5. Berdasarkan kisah kehidupan dan bacaan Kitab Suci, cara bijak apakah yang akan Anda lakukan dalam memanfaatkan bahan bakar minyak agar kelangsungan bumi, rumah kita bersama dapat tetap terjaga?
RANGKUMAN
Pemandu merangkum pokok-pokok dialog interaktif.
DOA UMAT PENUTUP Doa Penutup
P : Marilah kita berdoa.
U : Allah Bapa yang mahabaik, kami bersyukur karena dalam Masa Prapaskah ini Gereja mengingatkan dan mengajak kami untuk lebih peduli dengan orang lain, lingkungan dan alam ciptaan-Mu. Bantulah kami agar mampu mewujudkan sikap
bijak dalam menggunakan BBM agar kelangsungan bumi, 1.
rumah kita bersama, tetap terpelihara. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin
Pengutusan
P : Marilah kita mohon berkat Tuhan, supaya segala upaya kita dalam menyiapkan diri untuk menyambut Paskah dapat mencapai hasil seperti yang kita harapkan dan kita dapat semakin bijak dalam memanfaatkan bahan bakar minyak dalam kehidupan kita sehari-hari.
− hening sejenak –
P : Semoga dalam Masa Prapaskah ini Allah meneguhkan iman kita.
U : Amin.
P : Semoga Allah mendorong kita untuk berlaku hemat dalam menggunakan bahan bakar minyak dalam kehidupan kita sehari-hari.
U : Amin.
P : Semoga kita semua yang hadir di sini dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Ibadat Pertemuan IV Aksi Puasa Pembangunan 2022 sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
Nyanyian Penutup
1.
BAHAN PENDALAMAN IMAN (KAUM MUDA)
PERTEMUAN I
MANFAAT BAHAN BAKAR MINYAK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Tujuan
Orang muda Katolik menyadari manfaat bahan bakar minyak dalam kehidupan sehari-hari.
RITUS PEMBUKA Nyanyian Pembuka Salam
P : † Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Tuhan beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
Kata Pengantar
Orang muda Katolik yang terkasih, setiap kali kita akan meng- gunakan motor atau mobil, kita tentu membutuhkan bensin agar kendaraan bisa digunakan. Kita juga pasti mengetahui bahwa bensin yang kita gunakan setiap hari itu berasal dari minyak bumi yang sudah diproses sedemikian rupa hingga bisa menjadi bahan bakar kendaraan.
Proses pembentukan minyak bumi membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebelum diolah, minyak bumi adalah bahan mentah atau crude oil yang berbentuk cairan kental berwarna hitam. Bentuk minyak bumi
yang seperti itu masih belum bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Oleh karena itu, minyak bumi yang masih mentah tersebut diolah lebih lanjut agar menghasilkan produk-produk minyak bumi yang penting dan berguna bagi kehidupan kita sehari-hari.
Dalam Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2022 yang bertemakan
“Bijak Memanfaatkan Bahan Bakar Minyak”, Gereja Keuskupan Bogor mengajak seluruh insan keuskupan untuk mengupayakan pencegahan dan meminimalkan dampak buruk penggunaan BBM yang tidak semestinya demi lestarinya bumi rumah kita bersama.
Dalam Pertemuan I APP 2022 ini, kita diajak untuk terlebih dahulu menyadari manfaat BBM dalam kehidupan kita.
Pernyataan Tobat
P : Orang muda Katolik yang terkasih, sebelum kita mendengarkan Sabda Allah dan merenungkannya, marilah kita menyiapkan diri dengan mohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita.
− hening sejenak –
P : Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami supaya berbuat yang benar. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
P : Tuhan Yesus Kristus, Engkau menanggung dosa kami supaya kami bebas dari kekuasaan dosa dan dapat hidup menurut kehendak Allah. Kristus, kasihanilah kami.
U : Kristus, kasihanilah kami.
P : Tuhan Yesus Kristus, Engkau menderita bagi kami supaya kami selamat dan mengikuti jejak-Mu. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
P : Semoga Allah yang Maharahim mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
Doa Pembuka
P : Marilah kita berdoa
P+U : Allah Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur atas segala rah- mat yang telah Engkau berikan kepada kami. Engkau telah menciptakan alam semesta sebagai kediaman umat manusia.
Engkau telah menciptakan bumi beserta isinya sebagai tempat keberlangsungan hidup manusia. Kami bersyukur atas tanah air kami, Indonesia, yang luas dan kaya akan hasil bumi.
Salah satunya adalah minyak bumi yang kami gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup kami. Bantulah kami agar kami mampu menyadari manfaat minyak bumi yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin
PENDALAMAN IMAN Kisah Kehidupan
Lima Manfaat BBM untuk Kehidupan Sehari-Hari
BBM tidak bisa dimungkiri lagi kegunaannya saking krusialnya untuk kehidupan manusia. Nah, berikut 5 manfaat BBM yang biasa Sahabat jumpai setiap harinya.
1. Bahan Bakar Kendaraan
Manfaat BBM yang tidak bisa terelakkan tentu saja untuk menjadi bahan bakar kendaraan. Mobilitas manusia yang tinggi tentu saja membutuhkan kemudahan dalam bergerak. BBM yang tersedia di SPBU, mulai dari pertalite, pertamax, premium, hingga solar adalah contohnya. Semua jenisnya sangat pemanfaatan demi keber- langsungan kendaraan untuk tetap bergerak.
2. Keperluan Rumah Tangga
Bahan minyak bumi sebelum menjadi BBM tentu saja bisa diolah menjadi berbagai keperluan manusia. Pemanfaatan semaksimal mungkin dalam pengolahan memang terasa menakjubkan. Jika