• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

49 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Data

Deskripsi data yang akan disajikan dari hasil penelitian ini adalah untuk memaparkan secara umum mengenai penyebaran data yang diperoleh di lapangan. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel bebas yaitu Pelaksanaan Magang (X1) dan Keikutsertaan dalam Berorgansasi (X2), dan satu variabel terikat yaitu Pengembangan Soft Skills (Y).

Deskripsi data pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1 Deskripsi Data Penelitian

Descriptive Statistics

N Min Max Mean Std.

Deviation Pelaksanaan

Magang

20.00 28.00 22.6167 2.24055 Keikutsertaan

dalam

Berorganisasi

60 19.00 27.00 22.1667 1.82419

Pengembangan Soft Skills

60 55.00 80.00 64.4833 6.13545 Valid N

(listwise)

60

Sumber : Data yang diolah (2018)

Berikut adalah rincian deskripsi data dari masing-masing variabel : a. Deskripsi Data Pengembangan Soft Skills (Y)

Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah Pengembangan Soft Skills. Pengumpulan data dalam vaiabel ini menggunakan teknik angket.

Angket ini berisi 21 item pernyataan yang telah disebarkan pada 60 mahasiswa Prodi Administrasi Perkantoran FKIP UNS angkatan 2014.

(2)

commit to user

Berdasarkan data hasil penelitian yang telah diolah, dapat diketahui skor terendah dari variabel pengembangan soft skills adalah 55 dan skor tertingginya 80 dengan rata-rata 63,48 dan standar deviasi 6,135. Dalam angket ini, setiap item pernyataan mempunyai skor tertinggi 4 dan skor terendah 1, maka nilai tertinggi dalam variabel pengembangan soft skills adalah jumlah skor jawaban maksimal yaitu 84 dan responden berjumlah 60, sehingga dapat diketahui jumlah skor maksimalnya adalah 5040. Sedangkan jumlah nilai pada variabel ini berdasarkan penelitian adalah 3809.

Apabila dibuat persentase, maka tingkat pencapaian keikutsertaan dalam berorganisasi pada mahasiswa Prodi Administrasi Perkantoran FKIP UNS angkatan 2014 adalah sebesar 75,57%.

Berikut adalah tabel distribusi frekuensi sebaran data:

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Variabel Pengembangan Soft Skills (Y)

Sumber: Data yang diolah (2018)

Dari tabel 4.2 di atas terlihat bahwa data disajikan dalam 5 kelas, dengan skor terbanyak pada interval 61 sampai dengan 65 yaitu 25 orang atau 41,67%. Berdasarkan tabel 4.2 maka dapat digambarkan histogram variabel pengembangan soft skills sebagai berikut:

Kelas Interval Frekuensi Persentase

55-60 19 31,67%

61-65 25 41,67%

66-70 10 16,67%

71-75 2 3,34%

76-80 4 6,67%

60 100%

(3)

commit to user

Gambar 4.1 Histogram Frekuensi Variabel Pengembangan Soft Skills

b. Deskripsi Data Variabel Pelaksanaan Magang (X1)

Variabel bebas pertama (X1) dalam penelitian ini adalah pelaksanaan magang. Pengumpulan data dalam variabel ini menggunakan teknik angket.

Angket ini berisi 7 item pernyataan yang telah disebarkan pada 60 mahasiswa Prodi Administrasi Perkantoran FKIP UNS angkatan 2014.

Berdasarkan data hasil penelitian yang telah diolah, dapat diketahui skor terendah dari variabel pelaksanaan magang adalah 20 dan skor tertingginya 28 dengan rata-rata 22,61 dan standar deviasi 2,240. Dalam angket ini, setiap item pernyataan mempunyai skor tertinggi 4 dan skor terendah 1, maka nilai tertinggi dalam variabel pelaksanaan magang adalah jumlah skor jawaban maksimal yaitu 28 dan responden berjumlah 60, sehingga dapat diketahui jumlah skor maksimalnya adalah 1680. Sedangkan jumlah nilai pada variabel ini berdasarkan penelitian adalah 1357.

Apabila dibuat persentase, maka tingkat pencapaian pelaksanaan magang pada mahasiswa Prodi Administrasi Perkantoran FKIP UNS angkatan 2014 adalah sebesar 80,77%.

Berikut adalah tabel distribusi frekuensi sebaran data:

0 5 10 15 20

19 20 21 22 23 24

Frequency

Pengembangan Soft Skills

(4)

commit to user

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Variabel Pelaksanaan Magang (X1)

Sumber: Data yang diolah (2018)

Dari tabel 4.3 di atas terlihat bahwa data disajikan dalam 9 kelas, dengan skor terbanyak pada interval 21 yaitu 22 orang atau 36,67%.

Berdasarkan tabel 4.3 maka dapat digambarkan histogram variabel pelaksanaan magang sebagai berikut:

Gambar 4.2 Histogram Frekuensi Variabel Pelaksanaan Magang

c. Deskripsi Data Variabel Keikutsertaan dalam Berorganisasi (X2)

Variabel bebas kedua (X2) dalam penelitian ini adalah keikutsertaan dalam berorganisasi. Pengumpulan data dalam vaiabel ini menggunakan

0 5 10 15 20

19 20 21 22 23 24 25 26 27 More

Frequency

Pelaksanaan Magang

Frequency

Kelas Interval Frekuensi Persentase

20 7 11,67%

21 22 36,67%

22 6 10,00%

23 6 10,00%

24 4 6,67%

25 6 10,00%

26 6 10,00%

27 1 1,67%

28 2 3,34%

60 100%

(5)

commit to user

teknik angket. Angket ini berisi 7 item pernyataan yang telah disebarkan pada 60 mahasiswa Prodi Administrasi Perkantoran FKIP UNS angkatan 2014.

Berdasarkan data hasil penelitian yang telah diolah, dapat diketahui skor terendah dari variabel keikutsertaan dalam berorganisasi adalah 19 dan skor tertingginya 27 dengan rata-rata 22,16 dan standar deviasi 1,824.

Dalam angket ini, setiap item pernyataan mempunyai skor tertinggi 4 dan skor terendah 1, maka nilai tertinggi dalam variabel pelaksanaan magang adalah jumlah skor jawaban maksimal yaitu 28 dan responden berjumlah 60, sehingga dapat diketahui jumlah skor maksimalnya adalah 1680. Sedangkan jumlah nilai pada variabel ini berdasarkan penelitian adalah 1330.

Apabila dibuat persentase, maka tingkat pencapaian keikutsertaan dalam berorganisasi pada mahasiswa Prodi Administrasi Perkantoran FKIP UNS angkatan 2014 adalah sebesar 79,16%.

Berikut adalah tabel distribusi frekuensi sebaran data:

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Variabel Keikutsertaan dalam berorganisasi (X2)

Sumber: Data yang diolah (2018)

Kelas Interval Frekuensi Persentase

19 1 1,67%

20 8 13,34%

21 19 31,67%

22 9 15,00%

23 12 20,00%

24 5 8,34%

25 1 1,67%

26 3 5%

27 2 3,34%

60 100%

(6)

commit to user

Dari tabel 4.4 di atas terlihat bahwa data disajikan dalam 9 kelas, dengan skor terbanyak pada interval 21 yaitu 19 orang atau 31,67%.

Berdasarkan tabel 4.4 maka dapat digambarkan histogram variabel keikutsertaan dalam berorganisasi sebagai berikut:

Gambar 4.3 Histogram Frekuensi Variabel Keikutsertaan dalam Berorganisasi

2. Hasil Uji Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Jika nilai Signifikansi pada Unstandardized Residual Regresi lebih dari 0,05 maka nilai residual berdistribusi normal.

Begitupun sebaliknya, jika nilai signifikansi pada Unstandardized Residual Regresi kurang dari 0,05 maka nilai residual tidak berdistribusi normal.

0 5 10 15 20

19 20 21 22 23 24 25 26 27 More

Frequency

Keikutsertaan Dalam Berorganisasi

Histogram

Frequency

(7)

commit to user Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Sumber: Data yang diolah (2018)

Dari tabel di atas didapatkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,200.

Berdasarkan dasar pengambilan keputusan bisa diketahui bahwa nilai signifikansi data yang diperoleh jauh di atas 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa nilai residual berdistribusi normal.

b. Uji Linieritas

Uji linieritas digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas dan variabel terikat memiliki hubungan yang linier secara signifikan atau tidak.

Data yang baik seharusnya terdapat hubungan yang linier antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil dari uji linieritas dapat dilihat pada ANOVA Table pada kolom Linearity dan kolom Deviation from Linearity dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Dua variabel dikatakan memiliki hubungan linier apabila nilai Linearity kurang dari 0,05 dan nilai Deviation from Linearity lebih dari 0,05. Berikut hasil uji linieritas:

Unstandardized Residual N

Normal Parametersa,b

Most Extreme Differences Test Statistic

Asymp. Sig. (2-tailed)

Mean Std.

Deviation Absolute Positif

Negative 60 .0000000 4,34572346 .072 .062 -.072

.072 .200c,d

(8)

commit to user

Tabel 4.6 Hasil Uji Linieritas Pelaksanaan Magang (X1) Terhadap Pengembangan Soft Skills (Y)

Sumber: Data yang diolah (2018)

Tabel di atas menunjukkan hasil linieritas variabel pelaksanaan magang (X1) terhadap variabel pengembangan soft skills (Y). Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai signifikansi linearity adalah 0.004 dan nilai signifikansi deviation from linearity sebesar 0.475. Berdasarkan dasar pengambilan keputusan di atas bahwa nilai signifikansi linearity yang kurang dari 0,05 dan nilai signifikansi deviation from linearity yang lebih besar dari 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang linier.

Tabel 4.7 Hasil Uji Linieritas Keikutsertaan dalam Berorganisasi (X2) Terhadap Pengembangan Soft Skills (Y)

Sumber: Data yang diolah (2018)

Tabel di atas menunjukkan hasil linieritas variabel Keikutsertaan dalam Berorganisasi (X2) terhadap variabel pengembangan soft skills (Y).

Sig.

Pengembangan Soft Skills * Pelaksanaan Magang

Between Groups

(Combined) .051

Linearity .004

Deviation from Linearity

.475 Within Groups

Total

Sig.

Pengembangan Soft Skills *

Keikutsertaan dalam Berorganisasi

Between Groups

(Combined) .047

Linearity .002

Deviation from Linearity

.454 Within Groups

Total

(9)

commit to user

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai signifikansi linearity sebesar 0.042 dan nilai signifikansi deviation from linearity sebesar 0.454.

Berdasarkan dasar pengambilan keputusan di atas bahwa nilai signifikansi linearity yang kurang dari 0,05 dan nilai signifikansi deviation from linearity yang lebih dari 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang linier.

c. Uji Multikolinieritas

Pengujian multikolinieritas dilakukan untuk melihat apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas.

Dalam penelitian ini, untuk menguji multikolinieritas digunakan nilai Tolerance dan besaran VIF (Variance Inflation Factor). Apabila nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 atau sama dengan nilai VIF lebih kecil dari 10,00 maka artinya tidak terjadi multikolinieritas. Berikut adalah tabel hasil uji multikolinieritas:

Tabel 4.8 Hasil Uji Multikolinieritas

Sumber: Data yang diolah (2018)

Tabel di atas menunjukkan hasil uji multikolinieritas antar variabel bebas. Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa variabel pelaksanaan magang dan keikutsertaan dalam berorganisasi masing-masing memiliki nilai tolerance lebih besar dari 0,10 yaitu 0,893 dan nilai VIF pada kedua variabel masing-masing kurang dari 10,00 yaitu 1,120. Berdasarkan dasar

Coefficientsa

Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF 1 (Constant)

Pelaksanaan Magang .893 1.120

Keikutsertaan dalam Berorganisasi

.893 1.120 a. Dependent Variable: Pengembangan Soft Skills

(10)

commit to user

pengambilan keputusan di atas bahwa nilai tolerance yang lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF yang lebih kecil dari 10,00, maka dapat dinyatakan bahwa kedua variabel bebas dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas.

3. Hasil Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis merupakan langkah untuk membuktikan pernyataan yang dikemukakan dalam perumusan hipotesis. Hipotesis akan diterima apabila hasil penelitian dapat mendukung pernyataan hipotesis dan sebaliknya hipotesis akan ditolak apabila hasil penelitian tidak mendukung pernyataan hipotesis. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda.

a. Uji Hipotesis I dan II

Uji hipotesis yang digunakan pada hipotesis pertama dan kedua ini adalah untuk mengetahui apakah variabel bebas secara parsial mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat.

1) Koefisien korelasi X1 terhadap Y dan X2 terhadap Y

Pengujian ini digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi sederhana antara variabel pelaksanaan magang (X1) dengan variabel pengembangan soft skills (Y), dan variabel keikutsertaan dalam berorganisasi (X2) dengan variabel pengembangan soft skills (Y), dengan menggunakan analisis korelasi product moment dari Pearson. Nilai koefisien parsial dalam penelitian ini dapat dilihat pada nilai pearson correlation dalam tabel correlation. Jika nilai rhitung > rtabel dan nilai Sig.

< 0,05, maka terdapat pengaruh antara variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Nilai rtabel untuk N=60 dengan taraf signifikansi 0,05 adalah 0,254. Berikut adalah hasil koefisien korelasi sederhana antara variabel X1 dengan variabel Y, dan variabel X2 dengan variabel Y:

(11)

commit to user

Tabel 4.9 Hasil Perhitungan Korelasi Sederhana antara X1 dengan Y

Sumber: Data yang diolah (2018)

Dari tabel Correlation di atas dapat diketahui bahwa nilai rhitung

antara variabel pelaksanaan magang (X1) dan pengembangan soft skills (Y) adalah 0,604 dengan nilai signifikansi 0,000. Berdasarkan dasar pengambilan keputusan di atas bahwa nilai rhitung yang lebih besar dari rtabel yaitu 0,604>0,254, dan nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 yaitu 0,000<0,05, maka dapat dinyatakan bahwa variabel pelaksanaan magang (X1) berkorelasi dengan variabel pengembangan soft skills (Y).

Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Korelasi Sederhana antara X2 dengan Y Correlations

Pengembangan Soft Skill

Keikutsertaan dalam Berorganisasi Pengembangan

Soft Skill

Pearson Correlation 1 .542

Sig. (2-tailed) .000

N 60 60

Keikutsertaan dalam

Berorganisasi

Pearson Correlation .542 1

Sig. (2-tailed) .000

N 60 60

Sumber: Pengolahan Data Primer

Dari tabel Correlation di atas dapat diketahui bahwa nilai rhitung

antara variabel keikutsertaan dalam berorganisasi (X2) dan Correlations

Pelaksanaan Magang

Pengembangan Soft Skills Pelaksanaan

Magang

Pearson Correlation 1 .604

Sig. (2-tailed) .000

N 60 60

Pengembangan Soft Skills

Pearson Correlation .604 1

Sig. (2-tailed) .000

N 60 60

(12)

commit to user

pengembangan soft skills (Y) adalah 0,542 dengan nilai signifikansi 0,000. Berdasarkan dasar pengambilan keputusan di atas bahwa nilai rhitung yang lebih besar dari rtabel yaitu 0,542 >0,254, dan nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 yaitu 0,000<0,05, maka dapat dinyatakan bahwa variabel keikutsertaan dalam berorganisasi (X2) berkorelasi dengan variabel pengembangan soft skills (Y).

2) Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara parsial berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel dependen. Nilai signifikansi dapat dilihat pada nilai t dalam tabel coefficients. Jika nilai thitung > ttabel dan nilai sig. < 0,05, maka variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Nilai ttabel untuk N=60 dengan taraf signifikansi 0,05 adalah 2,002. Berikut adalah hasil uji t:

Tabel 4.11 Hasil Uji t

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 5.089 7.947 .640 .524

Pelaksanaan Magang

1.309 0.272 .478 4.816 .000

Keikutsertaan dalam

Berorganisasi

1.299 0.334 .386 3.889 .000

a. Dependent Variable: Pengembangan Soft Skills Sumber: Pengolahan Data Primer

Dari tabel di atas hasil uji t pada variabel pelaksanaan magang adalah sebesar 4,816 dengan nilai signifikansi 0.000. Berdasarkan dasar pengambilan keputusan di atas bahwa nilai thitung yang lebih besar dari ttabel yaitu 4,816>2,002 dan nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 yaitu 0,000<0,05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang

(13)

commit to user

signifikan antara variabel pelaksanaan magang (X1) dan variabel pengembangan soft skills (Y).

Sedangakan pada variabel keikutsertaan dalam berorganisasi diperoleh hasil uji t sebesar 3,889 dengan nilai signifikansi 0.000.

Berdasarkan dasar pengambilan keputusan di atas bahwa nilai thitung yang lebih besar dari ttabel yaitu 3,889>2,002 dan nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 yaitu 0,000<0,05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel keikutsertaan dalam berorganisasi (X2) dan variabel pengembangan soft skills (Y).

b. Uji Hipotesis III

Uji hipotesis III digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat.

Pengujian pada hipotesis III ini menggunakan regresi linier berganda, uji F, dan koefisien determinasi (R2).

1) Analisis Regresi Linier Berganda

Pengujian ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh secara simultan antara variabel bebas X1 (pelaksanaan magang) dan X2

(keikutsertaan dalam berorganisasi) terhadap kelompok data variabel tak bebas Y (pengembangan soft skills). Berikut adalah hasil perhitungan koefisien regresi:

Tabel 4.12 Hasil Perhitungan Koefisien Regresi Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 5.089 7.947 .640 .524

Pelaksanaan Magang

1.309 0.272 .478 4.816 .000

Keikutsertaan dalam

Berorganisasi

1.299 0.334 .386 3.889 .000

a. Dependent Variable: Pengembangan Soft Skills Sumber: Data yang diolah (2018)

(14)

commit to user

Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat diperoleh persamaan regresi linier ganda yaitu sebagai berikut:

𝑌̂ = 5.089 + 1.309 𝑋1+ 1.299 𝑋2 Keterangan:

Y = Pengembangan Soft Skills X1 = Pelaksanaan Magang

X2 = Keikutsertaan dalam Berorganisasi

Persamaan regresi linier berganda tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a) Nilai konstanta sebesar 5.089, secara matematis menyatakan bahwa jika nilai variabel bebas X1 (pelaksanaan magang) dan X2

(keikutsertaan dalam berorganisasi) sama dengan nol, maka nilai Y (pengembangan soft skills) adalah 5.089.

b) Nilai koefisien variabel pelaksanaan magang (X1) sebesar 1,309 artinya pelaksanaan magang mempunyai pengaruh yang positif terhadap variabel pengembangan soft skills sebesar 1.309. Hal itu menunjukkan bahwa jika terjadi peningkatan 1 (satu) unit pada variabel pelaksanaan magang dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan, maka akan terjadi peningkatan pada pengembangan soft skills sebesar 1,309.

c) Nilai koefisien variabel keikutsertaan dalam berorganisasi (X2) sebesar 1.299 artinya keikutsertaan dalam berorganisasi mempunyai pengaruh yang positif terhadap variabel pengembangan soft skills sebesar 1.299. Hal itu menunjukkan bahwa jika terjadi peningkatan 1 (satu) unit pada variabel keikutsertaan dalam berorganisasi dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan, maka akan terjadi peningkatan pada pengembangan soft skills sebesar 1.299.

(15)

commit to user 2) Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai Fhitung > Ftabel dan nilai Sig. < 0,05, maka terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel pelaksanaan magang (X1) dan keikutsertaan dalam berorganisasi (X2) terhadap pengembangan soft skills (Y). Nilai Ftabel untuk N=60 dengan taraf signifikansi 0,05 adalah 3,16. Berikut adalah hasil uji F:

Tabel 4.13 Hasil Uji F

ANOVAa

Model Sum of

Squares

df Mean

Square

F Sig.

1 Regression 1106.750 2 553.375 28.309 .000b Residual 1114.233 57 19.548

Total 2220.983 59

a. Dependent Variable: Pengembangan Soft Skills

b. Predictors: (Constant), Pelaksanaan Magang, Keikutsertaan dalam Berorganisasi

Sumber: Pengolahan Data Primer

Dari tabel ANOVA di atas dapat diketahui bahwa Fhitung antara variabel pelaksanaan magang dan keikutsertaan dalam berorganisasi adalah 28,309 dengan nilai signifikansi 0,000. Berdasarkan dasar pengambilan keputusan di atas bahwa nilai Fhitung yang lebih besar dari Ftabel yaitu 28,309>3,16 dan nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 yaitu 0,000<0,05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel pelaksanaan magang (X1) dan keikutsertaan dalam berorganisasi (X2) terhadap pengembangan soft skills (Y).

(16)

commit to user 3) Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel bebas terhadap variabel terikat. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Nilai (R2) yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel bebas dalam menjelaskan variasi variabel terikat amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel terikat.

Untuk mengetahui nilai koefisien determinasi (R2) yaitu dengan melihat nilai R pada Model Summary. Sedangkan untuk melihat sejauh mana persentase variabel-variabel bebas mempengaruhi variabel terikat dapat dilihat pada R Square. Berikut adalah tabel koefisien determinasi:

Tabel 4.14 Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi Model Summary

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .706a .498 .481 4.42131

a. Predictors: (Constant), Keikutsertaan dalam Berorganisasi, Pelaksanaan Magang

Sumber: Pengolahan Data Primer

Dari tabel tersebut diketahui nilai R dalam Model Summary adalah sebesar 0,706. Hal itu menunjukkan bahwa korelasi antara pelaksanaan magang dan keikutsertaan dalam berorganisasi mempunyai hubungan yang erat karena nilai R mendekati angka 1. Sedangkan nilai R Square dalam Model Summary tersebut adalah 0.498, yang menunjukkan bahwa pelaksanaan magang dan keikutsertaan dalam berorganisasi secara bersama- sama memberikan kontribusi terhadap pengembangan soft skills sebesar 49,8%, sedangkan 50,2% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.

(17)

commit to user B. Pembahasan

Berdasarkan pada analisis data di atas, maka dapat dijelaskan pembahasan sebagai berikut:

1. Pengaruh Pelaksanaan Magang (X1) terhadap Pengembangan Soft Skills (Y)

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan pelaksanaan magang terhadap pengembangan soft skills yang ditunjukkan dengan nilai rhitung > rtabel yaitu 0,604>0,254 dan Sig.<0,05 yaitu 0,000<0,05, serta signifikansi yang ditunjukkan dengan thitung > ttabel yaitu 4,816>2,002 dan nilai Sig.<0,05 yaitu 0,000<0,05. Nilai koefisien sebesar 1,309 menunjukkan bahwa dengan meningkatkan satu unit variabel pelaksanaan magang dengan asumsi nilai variabel keikutsertaan dalam berorganisasi tetap, maka akan meningkatkan pegembangan soft skills pada mahasiswa Prodi Administrasi Perkantoran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret angkatan 2014 sebesar 1,309.

Hasil penelitian ini didukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Chandra Suharyati,dkk (2013) yang berjudul Pengaruh Proses Pembelajaran dan Program Kerja Praktik terhadap Pengembangan Soft Skills Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP UNS Angkatan 2009 .Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara program kerja praktik (magang) terhadap pengembangan soft skills mahasiswa.

Dari hasil pengumpulan data, tingkat pencapaian pelaksanaan magang sebesar 1357:1689 = 0,8077 atau 80,77% sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pencapaian pelaksaan magang mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran hampir mencapai titik maksimal dan masih bisa ditingkatkan.

Ketercapaian sebesar 80,77% menunjukkan berarti masih ada hal-hal yang belum terpenuhi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil angket dalam tabulasi data yang nilainya rendah yaitu pada item pernyataan nomor 5, yang mana pernyataan tersebut berbunyi “Saya dapat mengurus dan mengolah surat masuk dan surat keluar dengan baik dan benar”. Sebagian dari mahasiswa menjawab tidak setuju. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa sebagian siswa

(18)

commit to user

kurang siap ketika mengikuti kegiatan pelaksanaan magang. Hal ini bisa dikarenakan kurangnya penguasaan materi atau pemahaman teori maupun prakteknya sehingga pada saat kegiatan pelaksanaan magang mahasiswa masih merasa kesulitan untuk dapat menyelesaikan permasalahan dalam pekerjaan yang diberikan.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa kurang memahami materi tentang mengurus dan mengolah surat masuk dan surat keluar. Kurangnya pemahaman tersebut bisa dikarenakan mahasiswa kurang memperhatikan materi yang diberikan pada saat kegiatan belajar mengajar, atau bisa dikarenakan kurangnya informasi yang diberikan pembimbing di tempat kegiatan pelaksanaan magang. Menurut Suharyanti dkk (2013) mahasiswa hendaknya bertanya tentang materi yang belum jelas.

2. Pengaruh Keikutsertaan dalam Berorganisasi (X2) terhadap Pengembangan Soft Skills (Y)

` Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan keikutsertaan dalam berorganisasi terhadap pengembangan soft skills yang ditunjukkan dengan nilai rhitung > rtabel yaitu 0,542 >0,254dan Sig.<0,05 yaitu 0,000<0,05, serta signifikansi yang ditunjukkan dengan thitung > ttabel yaitu 3,889>2,002 dan nilai Sig.<0,05 yaitu 0,000<0,05. Nilai koefisien sebesar 1.299 menunjukkan bahwa dengan meningkatkan satu unit variabel keikutsertaan dalam berorganisasi dengan asumsi nilai variabel lainnya tetap, maka akan meningkatkan pegembangan soft skills pada mahasiswa Prodi Administrasi Perkantoran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret angkatan 2014 sebesar 1.299.

Hasil penelitian ini didukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Amzar Yulianto (2015) yang berjudul Pengaruh Keaktifan Berorganisasi terhadap Peningkatan Soft Skills dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah Prambanan Tahun Ajaran 2014/2015. Hasil penelitian tersebut menjelaskan

(19)

commit to user

bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keaktifan berorganisasi terhadap peningkatan soft skills.

Dari hasil pengumpulan data, tingkat pencapaian keikutsertaan dalam berorganisasi sebesar 1330:1689 = 0,7916 atau 79,16% sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pencapaian keikutsertaan dalam berorganisasi mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran belum mencapai titik maksimal dan masih bisa ditingkatkan.

Ketercapaian sebesar 79,16% menunjukkan berarti masih ada hal-hal yang belum terpenuhi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil angket dalam tabulasi data yang nilainya rendah yaitu pada item pernyataan nomor 4, yang mana pernyataan tersebut berbunyi “Saya dapat memecahkan kesulitan belajar”. Sebagian dari mahasiswa menjawab tidak setuju. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa keikutsertaan dalam berorganisasi belum sepenuhnya meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal menyelesaikan masalah. Hal ini bisa dikarenakan kurangnya keaktifan mahasiswa mengikuti kegiatan yang ada dalam organisasi sehingga ketika ada suatu permasalahan maka akan merasa kesulitan untuk memecahkan atau menyelesaikannya.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa kurang mempunyai kemampuan menyelesaikan masalah. Kurangnya kemampuan tersebut bisa dikarenakan mahasiswa kurang aktif dalam kegiatan organisasi atau bisa dikarenakan mahasiswa mudah bergantung pada orang lain.

3. Pengaruh Pelaksanaan Magang (X1) dan Keikutsertaan dalam Berorganisasi (X2) terhadap Pengembangan Soft Skills (Y)

Setelah dilakukan analisis bersama-sama antara kedua variabel bebas dengan satu variabel terikat, maka diperoleh hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh positif yang signifikan pelaksanaan magang dan keikutsertaan dalam berorganisasi terhadap pengembangan soft skills yang ditunjukkan dengan Fhitung > Ftabel yaitu 28,309>3,16 dan < 0,05, yaitu 0,000 < 0,05, maka H0

ditolak dan Ha diterima. Sedangkan pelaksanaan magang dan keikutsertaan dalam berorganisasi secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap

(20)

commit to user

pengembangan soft skills sebesar 49,8%, sedangkan 50,2% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.

Penelitian ini membuktikan bahwa variabel pelaksanaan magang dan keikutsertaan dalam berorganisasi secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap pengembangan soft skills mahasiswa Prodi Administrasi Perkantoran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret angkatan 2014. Hal ini sesuai dengan pendapat Rasyid dalam Shinta (2012) yang menyatakan bahwa soft skills bisa dikembangkan melalui learning by doing, mengikuti pelatihan, dan berinteraksi dan melakukan aktivitas dengan orang lain. Diperkuat dengan pendapat Sailah (2008 : 21) yang menyatakan bahwa soft skills di perguruan tinggi dapat dilakukan melalui kegiatan proses pembelajaran dan juga kegiatan kemahasiswaan dalam kegiatan ekstra kurikuler atau ko-kurikuler. Kemudian Sailah menambahkan pengembangan soft skills dalam proses pembelajaran dapat dilakukan melalui kegiatan belajar melalui tatap muka di dalam kelas maupun praktek di lapangan seperti kerja praktek, atau di perguruan tinggi biasa disebut dengan magang. Seringnya melakukan interaksi dan aktivitas dengan orang lain secara tidak langsung dapat meningkatkan kemampuan komunikasi individu. Salah satunya yaitu dengan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler atau organisasi kemahasiswaan. Karena dalam suatu organisasi individu akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang dengan berbagai sifat dan karakternya masing-masing.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F hitung 119,389 lebih besar dari nilai F tabel 2,200 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat

Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (0,006&lt;0,05) dan nilai F hitung lebih besar dari F tabel (3,888&gt;2,59)

Dari hasil uji F dapatdilihat bahwa F hitung &gt;F tabel yaitu 32,340&gt;2,75 dengan signifikansi lebih kecil daripada nilai signifikan yang ditetapkan

Didalam upaya meredam konflik antar anggota ataupun dengan lembaga diluar kelompok kondisi lahan kelola harus jelas, tegas batas-batasnya di dalam bahsa lain adalah harus “clean

Berdasarkan hasil uji F (simultan) diketahui nilai F hitung yang diperoleh sebesar 12,002 yang berarti nilai F hitung lebih besar dari F tabel yaitu 3,35 serta

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan proses pembuatan biodiesel dari minyak jarak pagar ( Jatropha curcas L) yang disertai dengan penambahan cosolvent

Dari hasil uji F dapat dilihat bahwa F hitung &gt;F tabel yaitu 6.555&gt; 2.46 dengan signifikansi variabel konservatisme akuntansi lebih kecil daripada nilai

Memperhatikan identifikasi masalah yang ada, maka permasalahan yang diteliti dibatasi pada pengaruh penerapan metode pembelajaran Improve terhadap hasil belajar