PERANGKAT PEMBELAJARAN KE-2
KELAS III TEMA 2
( MENYAYANGI TUMBUHAN DAN HEWAN) SUBTEMA 4
( MENYAYANGI HEWAN )
OLEH : SARPIAH NIM : 2005220653
PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN ANGKATAN 1
KELAS 16, KELOMPOK A UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
TAHUN 2022
A. Kompetensi Inti (KI)
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menunjukkan keterampilan berpikir dan bertindak kreatif, produktif,kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam bahasa yang jelas,sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.5 Menggali informasi tentang cara-cara
perawatan tumbuhan dan hewan melalui wawancara dan/atau eksplorasi
lingkungan
3.5.1. Menganalisis tata cara perawatan hewan peliharaan melalui teks yang disajikan
4.5 Menyajikan hasil wawancara tentang cara- cara perawatan tumbuhan dan hewan dalam bentuk tulis dan visual
menggunakan kosa kata baku dan kalimat efektif
4.5.1 Menyajikan tata cara perawatan hewan peliharaan dengan kaidah PUEBI
RENCANA PELAKSANAAN PEBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SD YPPGI Hitadipa Kelas/Semester : III (TIGA)/ Ganjil
Tema : 2. Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup
Subtema : 4. Menyayangi Hewan
Pembelajaran ke : 1
Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan ( 5 x 35 menit)
Matematika
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi 3.2 Menjelaskan bilangan cacah dan pecahan
sederhana (seperti , ,dan ) yang disajikan pada garis bilangan
3.2.1 Menyimpulkan pecahan sederhana dari gambar yang disajikan.
4.2 Menggunakan bilangan cacah dan pecahan sederhana (seperti , ,dan ) yang disajikan pada garis bilangan
4.2.1 Menentukan gambar pecahan dari nilai pecahan yang disajikan
SBdP
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1 Memahami tekhnik potong, lipat dan
sambung
3.1.1 Menganalisis macam-macam teknik potong, lipat, dan sambung dalam suatu karya keterampilan
4.1 Membuat karya dengan teknik potong, lipat dan sambung.
4.1.1 Menyajikan karya keterampilan yang menggunakan macam- macam teknik potong, lipat dan sambung
C. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah mengamati video tentang cara merawat hewan pada powerpoint, peserta didik dapat menganalisis informasi tentang tata cara perawatan hewan dengan teliti.
2. Dengan membaca teks “ Kelinci kesayangan Dayu” yang disajikan melalui tampilan Powerpoint, peserta didik dapat menyajikan tulisan tata cara merawat hewan berdasarkan kaidah PUEBI dengan mandiri.
3. Melalui kegiatan mengamati gambar pecahan sederhana melalui powerpoint, peserta didik dapat menyimpulkan pecahan sederhana dari gambar yang disajikan dengan mandiri
4. Setelah melakukan kegiatan eksplorasi mengenal pecahan, peserta didik dapat menentukan gambar pecahan dari nilai pecahan yang disajikan dengan mandiri.
5. Setelah mengamati video tentang macam-macam teknik potong, lipat, dan sambung, peserta didik dapat menganalisis macam-macam teknik potong, lipat, dan sambung dalam suatu karya keterampilan dengan teliti
6. Dengan mengamati video tentang cara membuat karya keterampilan dengan teknik potong, lipat dan sambung,peserta didik dapat menyajikan karya keterampilan yang menggunakan macam- macam teknik potong, lipat dan sambung dengan mandiri.
D. Penguatan Pendidikan Karakter
Religiusitas
Nasionalisme
Mandiri
Gotong Royong
Integritas
E. Materi Pelajaran
Bahasa Indonesia : Menggali informasi tentang cara-cara perawatan hewan Matematika : Mengenal pecahan sederhana
SBdP : Membuat karya keterampilan dengan teknik potong, lipat dan sambung
F. Model, Pendekatan dan Metode Pembelajaran
Model : Kontekstual Teaching and Learning, PBL (Problem Based Learning)
Pendekatan : Saintifik dan TPACK
Metode : Ekspositori, diskusi, tanya jawab, penugasan dan ceramah
G. Media, Alat, dan Sumber Belajar a) Media:
Video Pembelajaran cara merawat hewan peliharaan https://bit.ly/2WUW3Uo
Video mengenal pecahan https://bit.ly/3AjI3Ce
Video contoh keterampilan Kolase https://youtu.be/OeiKgOt6nzc dan https://www.youtube.com/watch?v=RSZSal106gE
b) Alat:
LCD Proyektor Laptop
Sound Sistem Papan Tulis c) Bahan
1. Buku Pedoman Guru Tema : Menyayangi Tumbuhan dan Hewan Kelas 3 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018)
2. Buku Peserta didik Tema : Menyayangi Tumbuhan dan Hewan Kelas 3 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, 2018)
3. Materi ajar kelas 3 dapat diakses pada link berikut 4. Bahaan untuk eksplorasi konsep pecahan
- Roti
- Pisau/Catter - Tempat makanan
5. Bahan untuk karya keterampilan - Origami
- Gunting - Lem
H. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu Kegiatan Pendahuluan
1. Guru memberikan salam kepada peserta didik dan menanyakan kabar (Berakhlak mulia)
2. Peserta didik diminta memeriksa kerapihan dan kebersihan kelas, kerapihan dirinya, tempat duduknya serta peralatan sekolahnya untuk memulai pembelajaran dan bersikap disiplin dalam setiap kegiatan pembelajaran(kemandirian, Integritas, PPK)
3. Peserta didik berdoa sebelum memulai pelajaran dipimpin oleh salah satu peserta didik (Religiusitas, PPK)
4. Peserta didik dicek kehadiran dengan melakukan presensi oleh guru 5. Peserta didik menyanyikan lagu Nasional “Garuda Pancasila” dan
mendengarkan penguatan dari guru tentang pentingnya menanamkan rasa Nasionalisme(Nasionalisme.PPK)
6. Peserta didik menyimak Apersepsi dari guru dengan melakukan kegiatan tanya jawab dan menceritakan pegalaman yang berkaitan dengan pelajaran yang akan dipelajari(Collaboration)
7. Peserta didik mendapatkan gambaran dari penjelasan guru tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari(Pedagogical)
8. Peserta didik menyimak penyampaian guru terkait tema, subtema dan pembelajaran yang akan dipelajari serta tujuan pembelajaran
10 Menit
(Communication)
9. Peserta didik melakukan yelyel kelas dan tepuk semangat bersama guru
Guru memberikan komando: Tepuk PPK!
Peserta didik dan guru bertepuk: Prok prok prok Religius..!!
Prok prok prok Nasionalis..!!
Prok prok prok Mandiri!!!
Prok prok prok Gotong royong..!!
Prok prok prok Integritas…!!
Kegiatan Inti
1. Peserta didik diminta untuk mengamati Video tentang cara merawat hewan https://bit.ly/2WUW3Uo (TPACK)
2. Peserta didik diberi stimulus agar cermat dalam mengamati video tentang cara marawat hewan. Guru menstimulus daya analisis peserta didik dengan mengajukan beberapa pertanyaan. ( Mengapa kita perlu merawat hewan peliharaan? Bagaimana agar hewan peliharaan kita terawat dengan baik?) (Comunication and Critical Thinking, HOTS)
3. Peserta didik menyimpulkan tata cara merawat hewan peliharaan berdasarkan video yang diamati.(Creativity)
4. Peserta didik diminta membaca teks “Kelinci Kesayangan Dayu”
melalui powerpoint (Literasi,TPACK)
“Dayu senang memelihara kelinci. Tingkahnya lucu dan memiliki bulu yang halus. Kelinci peliharaan Dayu ada lima ekor, terdiri dari satu ekor induk dan empat anaknya. Induk kelinci berwarna putih, dua anak kelinci berwana putih, dan dua lainnya berwarna abu-abu. Dayu menyiapkan kandang yang nyaman untuk kelinci kesayangannya.
Dayu selalu membersihkan kandang kelinci dengan rutin Setiap hari Dayu memberi makan dan minum. Kelinci suka makan sayur-sayuran seperti wortel, kangkung, dan biskuit khusus kelinci.
Dayu juga membersihkan badan kelinci dan memotong kukunya dengan rutin. Kelinci-kelinci Dayu tumbuh sehat dan bersih. Dayu senang menggendong dan membelai kelinci-kelinci itu. Sungguh menyenangkan bermain bersama kelinci peliharaan.”
5. Peserta didik menerima umpan balik dari guru dengan bertanya jawab dan memberikan tanggapan dari teks yang di tampilkan melalui Powerpoint, Misalnya: Apa yang dilakukan Dayu? Siapa yang senang memelihara kelinci? Berapa banyak kelinci yang dipelihara Dayu? Apa saja makanan yang disukai kelinci? Technological, Crtitical
155 menit
thinking, HOTS)
6. Peserta didik menyalin ke dalam buku tulis pertanyaan yang diajukan oleh guru Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan peserta didik dalam bertanya dan menjawab pertanyaan. (Creativity, Pedagogical)
7. Peserta didik diingatkan kembali tentang hal-hal yang perlu diperhatikan ketika membaca teks dan menulis berupa lafal, tanda baca, serta kaidah PUEBI lainnya dalam menulis seperti penggunaan huruf besar, tanda koma, tanda titik.
8. Setelah membaca teks kelinci kesayangan Dayu tentang tata cara merawat hewan yang ditampilkan pada Powerpoint, Peserta didik didorong untuk menjawab pertanyaan yang diajukan guru berdasarkan catatan-catatan yang telah mereka buat .(Cirtitical thinking, HOTS)
9. Peserta didik secara bergantian mengutarakan pendapatnya.
(Kemandirian, Communication)
10. Peserta didik dibagi dalam 5 kelompok kecil, menggunakan Generator Kelompok acak https://id.rakko.tools/59/ (Technological)
11. Peserta didik dibagikan LKPD oleh guru
12. Peserta didik memperoleh arahan dari guru untuk mengerjakan LKPD secara mandiri untuk nanti didiskusikan secara berkelompok (Comunication and Critical Thinking)
13. Peserta mendengarkan petunjuk dari guru mengenai pengerjaan LKPD. (Communication)
14. Peserta didik melakukan diskusi kelompok dengan bimbingan guru untuk menjawab tugas–tugas yang ada di LKPD yang telah diberikan.
(Communication,Colaboration )
15. Peserta didik mengerjakan LKPD dengan bimbingan dari guru membuat langkah-langkah cara merawat hewan.(Creativity)
16. Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya jawab jika ada kesulitan dalam mengerjakan LKPD.(Communication, Collaboration) 17. Peserta didik mempresentasikan hasil pengerjaan LKPD secara
berkelompok dan memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi.
18. LKPD yang dikerjakan peserta didik dicek oleh guru.
19. Peserta didik diberikan penguatan dengan memberikan jawaban yang seharusnya tentang cara merawat hewan peliharaan.(Collaboration- 4C, Communication)
20. Guru mengaitkan muatan Bahasa Indonesia dengan materi
matematika yang akan dipelajari peserta didik.
21. Peserta didik mengamati teks tentang
22. Peserta didik mengamati video dan gambar pada Powerpoint mengenai pecahan sederhana https://bit.ly/3AjI3Ce (TPACK, Literasi, Critical Thinking)
23. Peserta didik diberi stimulus agar cermat dalam mengamati video tentang pecahan. Guru menstimulus daya analisis peserta didik dengan mengajukan pertanyaan (Bagaimana cara menghasilkan bilangan pecahan)
24. Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan rencana yang akan dilakukan dalam kegiatan eksplorasi mengenal pecahan.
(Communication, Collaboration)
25. Peserta didik memperoleh alat dan bahan dari guru untuk kegiatan yang dilakukan dalam mengenal pecahan sederhana berdasarkan LKPD
26. Peserta didik dengan bimbingan guru melakukan kegiatan membelah roti menjadi beberapa bagian sesuai dengan pecahan sederhana yang ditentukan di lembar kerja. (Creativity, pedagogical, Communication)
27. Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya jawab jika ada kesulitan dalam mengerjakan LKPD.(Communication, Collaboration) 28. LKPD yang dikerjakan peserta didik dicek oleh guru.
29. Peserta didik diberikan penguatan dengan menjelaskan tentang pecahan sederhana, dengan menekankan kembali mana yang dinamakan dengan pembilang dan mana yang dinamakan penyebut (Collaboration-4C, Communication)
30. Peserta didik mengamati contoh-contoh gambar dan bilangan lainnya di media powerpoint
31. Peserta didik menyelesikan soal tentang pecahan sederhana yang dibagikan di LKPD
32. Siswa mengumpulkan tugas LKPD pecahan
33. Peserta didik diberi kesempatan bertanya bagi peserta didik yang masih kurang mengerti tentang materi. (Saintifik, menanya)
34. Guru mengaitkan materi yang sudah dipelajari dengan materi yang akan dipelajari dengan materi yang akan dipelajari tentang yaitu tentang macam-macam teknik potong, lipat dan sambung.
35. Peserta didik menyimak penjelasan tentang macam-macam teknik potong, lipat dan sambung melalui video pembelajaran.
https://youtu.be/OeiKgOt6nzc dan
https://www.youtube.com/watch?v=RSZSal106gE
36. Peserta diberi stimulus agar cermat dalam mengamati video tentang macam-macam teknik potong, lipat dan sambung melalui video pembelajaran. Guru menstimulus daya analisis peserta didik dengan mengajukan pertanyaan (bagaimana cara membuat suatu karya keterampilan dengan menggunakan teknik potong, lipat dan sambung?)
37. Peserta didik menyimak contoh karya keterampilan dengan teknik potong, lipat dan sambung dengan menampilkan video cara membuat aneka karya keterampilan
38. Peserta didik dalam kelompok saling bekerjasama dalam membuat karya keterampilan kelinci dari kertas origami berdasarkan petunjuk dalam LKPD.
39. Peserta didik dalam kelompoknya masing-masing saling mendiskusikan pemecahan masalah tentang cara membuat karya.
40. Selain karya kelinci kertas, peserta didik diharapkan dapat menghasilkan 3 model karya dari kertas origami
41. Peserta didik mengumpulkan tugas karya keterampilan untuk dilakukan penilaian
Penutup 1. Peserta didik diminta mengerjakan tes evaluasi
2. Tindak lanjut tentang hasil tes evaluasi dengan mengoreksi jawaban bersama.
3. Peserta didik diberikan Remedial /Pengayaan
4. Peserta didik bersama guru melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah berlangsung ;
o Apa saja yang telah dipelajari dari kegiatan hari ini?
o Kesulitan/kendala apa yang dialami saat belajar hari ini?
o Bagaimana perasaan selama pembelajaran?(Pedagogical, Communication, Collaboration)
5. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
6. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang aktivitas pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
7. Peserta didik melakukan operasi semut untuk menjaga kebersihan kelas(Gotong Royong)
8. Peserta didik bersama guru menutup kegiatan pembelajaran dengan 10 menit
berdoa dan mengucapkan salam( PPK, Religiusitas)
I. PENILAIAN
No Aspek Prosedur Teknik Jenis Bentuk
1 Sikap Proses Nontes Observasi Subjektif
2 Pengetahuan Hasil Tes Tertulis Subjektif
3 Keterampilan Hasil Tes Praktik/karya Subjektif
J. Bahan Ajar o Terlampir
Intan Jaya, Agustus 2022 Mengetahui,
Kepala SD YPPGI Hitadipa Mahasiswa PPG
Rode Janambani, S. Pd Sarpiah, S. Pd
NIP. 199104182015052001 NIP.198610122015052002
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAHAN AJAR
MEDIA PEMBELAJARAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
INSTRUMEN PENILAIAN, KISI-KISI DAN RUBRIK
PENILAIAN
BAHAN AJAR KELAS III
TEMA 2
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP
SUBTEMA 4
MENYAYANGI HEWAN
PEMBELAJARAN I
BAHASA INDONESIA, MATEMATIKA DAN SBdP
SARPIAH, S.Pd
MAHASISWA PPG PGSD UNJ
KELAS 16 KELOMPOK A
Cara Menggunakan Buku
Perhatikan kebersihan diri dan lingkungan sekitar sebelum menggunakan buku
1. Tetap mematuhi protocol kesehatan dengan memakai masker
2. Cucilah tangan sebelum memasuki lingkungan sekolah 3. Berdoa sebelum belajar 4.
Petunjuk Penggunaan Buku
1. Pelajari materi dan mengerjakan tugas dengan lancer
2. Mengerjakan tugas dengan tertib
3. Merapikan peralatan yang dipakai dalam belajar
4. Berdoa setelah belajar
RUMUSAN KOMPETENSI
PEMETAAN INDIKATOR PEMBELAJARAN
Pokok Materi
Pembelajaran 1
Bahasa Indonesia
Menggali informasi tentang cara-cara perawatan hewan
Matematika
Mengenal pecahan sederhana
SBdP
Membuat karya keterampilan dengan teknik potong,
lipat dan sambung
A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.5 Menggali informasi tentang cara-cara
perawatan tumbuhan dan hewan melalui wawancara dan/atau eksplorasi
lingkungan
3.5.1. Menganalisis langkah-langkah cara perawatan hewan peliharaan melalui teks yang disajikan
4.5 Menyajikan hasil wawancara tentang cara- cara perawatan tumbuhan dan hewan dalam bentuk tulis dan visual
menggunakan kosa kata baku dan kalimat efektif
4.5.1 Menyajikan cara-cara perawatan hewan peliharaan dengan kaidah PUEBI
Matematika
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi 3.2 Menjelaskan bilangan cacah dan pecahan
sederhana (seperti , ,dan ) yang disajikan pada garis bilangan
3.2.1 Menyimpulkan pecahan sederhana dari gambar yang disajikan.
4.2 Menggunakan bilangan cacah dan pecahan sederhana (seperti , ,dan ) yang disajikan pada garis bilangan
4.2.1 Menentukan gambar pecahan dari nilai pecahan yang disajikan
SBdP
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1 Memahami tekhnik potong, lipat dan
sambung
3.1.1 Menganalisis macam-macam teknik potong, lipat, dan sambung dalam suatu karya keterampilan
4.1 Membuat karya dengan teknik potong, lipat dan sambung.
4.1.1 Menyajikan karya keterampilan yang menggunakan macam- macam teknik potong, lipat dan sambung
B. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah mengamati video tentang cara merawat hewan pada powerpoint, peserta didik dapat menganalisis informasi tentang langkah-langkah cara perawatan hewan dengan teliti.
2. Dengan membaca teks “ Kelinci kesayangan Dayu” yang disajikan melalui tampilan Powerpoint, peserta didik dapat menyajikan tulisan cara merawat hewan berdasarkan kaidah PUEBI dengan mandiri.
3. Melalui kegiatan mengamati gambar pecahan sederhana melalui powerpoint, peserta didik dapat menyimpulkan pecahan sederhana dari gambar yang disajikan dengan mandiri.
4. Setelah melakukan kegiatan eksplorasi mengenal pecahan, peserta didik dapat menentukan gambar pecahan dari nilai pecahan yang disajikan dengan mandiri.
5. Setelah mengamati video tentang macam-macam teknik potong, lipat dan sambung, peserta didik dapat menganalisis macam-macam teknik potong, lipat, dan sambung dalam suatu karya keterampilan dengan teliti.
6. Dengan mengamati video tentang cara membuat karya keterampilan dengan teknik potong, lipat dan sambung, peserta didik dapat menyajikan karya keterampilan yang menggunakan macam- macam teknik potong, lipat dan sambung dengan mandiri.
C. Isi Bahan Ajar
1. Bahasa Indonesia
Pengertian Eksplorasi lingkungan
Eksplorasi lingkungan adalah penjelajahan atau pencarian dan tindakan mencari atau melakukan penjelajahan dengan tujuan menemukan sesuatu mengenai lingkungan.
Biasanya berfungsi untuk memberikan kesempatan untuk aktif dan mengenalkan tentang alam sekitarnya melalui kegiatan yang dilakukan secara langsung Eksplorasi juga dapat melatih melakukan proses percobaan terhadap berbagai benda di sekitarnya
Cara Merawat Hewan Peliharaan di Rumah
a. Bersihkan Kotoran Hewan Peliharaan
Cara merawat binatang peliharaan yang pertama adalah dengan
membersihkan kotorannya secara rutin. Langkah ini merupakan salah satu cara agar hewan kesayangan mendapatkan lingkungan yang bersih dan jauh dari penyakit yang dapat menyerangnya.
Sebab, kotoran merupakan tumpukan sisa makanan yang tentu saja dapat mengundang bakteri hingga lalat untuk bersarang. Maka dari itu, bersihkan dan jauhkan kotoran dari kandangnya serta dari jangkauan anggota
keluarga di rumah.
Bila perlu, latih hewan peliharaan Anda untuk terbiasa buang air pada tempat yang telah disediakan. Hal ini jelas akan memudahkan Anda sebagai pemiliknya untuk membersihkan kotoran dan kandangnya.
b. Lakukan Vaksinasi
Hal yang tak kalah penting dari cara merawat binatang adalah dengan memastikan kesehatannya. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan pemberian vaksin yang dilakukan secara rutin.
Dengan melakukan vaksinasi hewan peliharaan secara rutin, Anda sebagai pemilik juga akan ikut menjaga kesehatan lingkungan. Baik di dalam rumah ataupun lingkungan tempat tinggal Anda sendiri.
Periksakan pula kondisi hewan peliharaan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendeteksi sejak dini apabila terjadi gangguan atau masalah kesehatan.
c. Beri Makanan dan Minuman Sehat
Cara merawat binatang peliharaan yang berikutnya adalah dengan
memberikan makanan serta minuman sehat. Tanpa hal ini, mustahil untuk mendapatkan hewan peliharaan yang sehat dan siap untuk menemani Anda.
Usahakan pula untuk mengganti makanan dan minuman secara teratur pada tempat yang telah disediakan. Terkadang, makanan yang tersisa di tempat yang disediakan justru akan mengundang bakteri dan virus untuk hinggap dan menginfeksi hewan peliharaan.
Dengan begitu, berbagai gangguan kesehatan hingga penyakit pun dapat sewaktu-waktu datang menghampiri hewan kesayangan Anda.
d. Beri Produk Hewan yang Aman
Seringkali, pemiliki tidak mengetahui secara pasti produk yang aman bagi kesehatan hewan peliharaannya. Bahkan, seringkali berbagai produk
perawatannya pun diberikan secara sembarangan tanpa mengetahui takaran hingga karakteristik dari produk yang didapatkan.
Hal ini ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter hewan kepercayaan Anda. Selain itu, cara merawat binatang peliharaan lainnya adalah dengan menghindari produk yang mengandung toxic. Selain buruk bagi hewan, kandungan tersebut rupanya juga berbahaya bagi manusia dan lingkungan alam
e. Lakukan Komunikasi Secara Intensif
Cara merawat binatang peliharaan berikutnya yakni dengan melakukan komunikasi secara intensif. Bangun ikatan antara Anda dengan hewan peliharaan kesayangan.
Cara ini dianggap efektif untuk merangsang pertumbuhan hewan Anda.
Selain itu, pemilik pun akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan batin melalui komunikasi dengan hewan peliharaannya
Membangun komunikasi yang intensif tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Anda dapat mengajaknya bicara ataupun cukup menyentuh hingga menggendongnya
f. Jaga Kebersihan Rumah
Cara merawat binatang peliharaan yang terakhir adalah dengan tetap menjaga kebersihan rumah. Bukan hanya kandang dan kesehatan hewan peliharaan, rumah pemiliknya pun juga tetap harus aman, nyaman, dan bebas dari kuman hingga penyakit.
Sebab, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kesehatan manusia ternyata juga memiliki pengaruh terhadap kondisi fisik dan kesehatan hewan
peliharaannya. Terlebih jika hewan tersebut memiliki DNA yang semakin dekat dengan manusia, seperti simpanse dan kera.
2. Matematika
a. Pengertian bilangan pecahan
Pecahan adalah suatu bagian dari satu kesatuan utuh. Bentuk pecahan ditulis dalam bentuk a/b. Dimana a disebut pembilang dan b dinamakan penyebut. Bilangan pecahan terbagi menjadi pecahan biasa dan pecahan campuran. Selain itu, ada juga jenis pecahan desimal dan persen.
Jenis-Jenis Bilangan Pecahan Tahukah kamu terdapat berapa jenis bilangan pecahan?
Bilangan pecahan terbagi menjadi 4 jenis, yaitu : pecahan biasa, pecahan campuran, pecahan desimal, dan pecahan senilai.
1. Pecahan Biasa
Pecahan biasa terbagi menjadi dua macam, yaitu pecahan sejati dan pecahan tidak sejati. Pecahan sejati merupakan bilangan pecahan yang pembilangnya lebih kecil daripada penyebutnya. Sedangkan pecahan tidak sejati merupakan kebalikannya.
Misalkan diketahui sebuah bilangan pecahan a/b, jika a < b disebut pecahan sejati, jika a > b disebut pecahan tidak sejati.
Contoh :
2. Pecahan Campuran
Pecahan campuran dapat diperoleh dari pecahan biasa tidak sejati dengan pembagian porogapit bersisa. Pecahan campuran terdiri dari bilangan bulat dan bilangan pecahan biasa. Pecahan campuran dapat disimbolkan sebagai berikut:
Cara mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran dapat dilakukan dengan menggunakan cara porogapit. Contoh :
Selain mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran, kalian juga bisa mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa dengan cara berikut:
3. Pecahan Desimal
Pecahan desimal merupakan bilangan pecahan yang penyebutnya bilangan kelipatan 10, yaitu 10, 100, 100, dst. Penulisan dari bilangan ini menggunakan tanda koma (,). Contoh :
4. Pecahan Senilai
Pecahan senilai merupakan dua atau lebih bilangan pecahan yang memiliki perbandingan yang sama antara pembilang dan penyebutnya.
Contoh:
1/2 senilai dengan 4/8, karena perbandingan pembilang dan penyebutnya sama, yaitu 1/2.
Perbandingan Bilangan Pecahan
Dalam membandingkan dua atau lebih bilangan pecahan, Sobat Pintar perlu menyamakan terlebih dahulu penyebut dari bilangan-bilangan pecahannya. Untuk menyamakan penyebutnya, diperlukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari bilangan-bilangan yang menjadi penyebutnya.
Perhatikan contoh menyamakan penyebut sebagai berikut!
setelah penyebutnya sama, maka pembilang dapat dibandingkan nilainya.
Operasi Bilangan Pecahan
Dalam operasi bilangan pecahan, terdapat aturan yang perlu diperhatikan, yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Berikut penjelasan dari operasi-operasi tersebut, termasuk contoh soal penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan.
Penjumlahan dan Pengurangan
Penjumlahan bilangan pecahan disimbolkan dengan tanda tambah (+). Sedangkan pengurangan disimbolkan dengan tanda (–). Dalam penjumlahan bilangan pecahan yang memiliki penyebut yang sama, bilangan yang dijumlahkan hanya bilangan pada pembilang saja. Sedangkan penjumlahan bilangan pecahan yang berbeda penyebutnya, tidak dapat dilakukan secara langsung. Namun harus menyamakan terlebih dahulu penyebutnya dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari penyebut-penyebutnya. Aturan yang sama juga berlaku untuk operasi pengurangan bilangan pecahan. Cara menyamakan penyebutnya sama dengan menyamakan penyebut untuk perbandingan bilangan pecahan.
Contoh:
Perkalian
Dalam perkalian antar bilangan pecahan tidak perlu menyamakan penyebutnya.
Perkalian dilakukan secara langsung antar pembilang dan antar penyebut. Perkalian dari bilangan pecahan dapat dirumuskan sebagai berikut:
Contoh:
Pembagian
Dalam pembagian antar bilangan pecahan tidak perlu menyamakan penyebutnya.
Pembagian bilangan pecahan dapat diubah menjadi bentuk perkalian bilangan pecahan. Pembagian dari bilangan pecahan dapat dirumuskan sebagai berikut:
Contoh:
3. SBdP
TEKNIK POTONG, LIPAT, DAN SAMBUNG DALAM KARYA KETERAMPILAN 1. Teknik potong adalah teknik dengan cara memotong atau memisahkan
bahan menjadi dua bagian atau lebih dalam membentuk benda
kerajinan. Contoh teknik potong: digunting, disayat, dibelah, dipotong, diraut, digergaji, disobek, dan diiris.
2. Teknik lipat adalah teknik kerajinan tangan yang bertujuan untuk menghasilkan aneka bentuk mainan dan hiasan.
3. Teknik sambung adalah teknik dengan cara menyatukan atau
menggabungkan bahan dari dua bagian atau lebih menjadi satu dalam bentuk benda kerajinan.
Contoh teknik sambung: di lem, di steples, disekrup, dijahit, dianyam, dan disolder.
4. Menggunting adalah teknik dasar untuk membuat aneka bentuk kerajinan, bentuk hiasan dan gambar dari bahan kertas dengan menggunakan bantuan alat pemotong.
5. Alat yang digunakan dalam tahap pemotongan bahan adalah gunting.
6. Berdasarkan cara pembuatannya menggunting dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Menggunting secara langsung
Menggunting lembaran kertas dengan alat gunting sesuai bentuk yang dibuat
b. Menggunting secara tidak langsung
Menggunting dengan melalui tahapan melipat terlebih dahulu pada lembaran kertas
7. Untuk memudahkan dalam teknik menggunting biasanya dibuat pola dalam bentuk garis putus-putus.
8. Dalam teknik menggunting, bahan dasar yang paling mudah digunakan adalah bahankertas. Kertas yang digunakan juga beraga. Ada kertas koran, kardus, kerta lipat, kertas manila, kertas krep, dan sebagainya.
9. Mengguntingk kertas kardus lebih sulit daripada kertas koran, karena kertas kardus lebih tebal daripada kertas koran.
10. Melipat adalah sebuah seni dengan cara melipat kertas menjadi bentuk tertentu. Jadi dengan bahan dasar kertas, seni ini dibuat dan dikembangkan
11. Kertas yang digunakan beragam. Kita dapat menggunakan kertas koran, kertas bekas, dan kertas lipat
12. Teknik melipat kertas disebut juga origami. Biasanya menggunakan kertas lipat warna-warni.
13. Contoh hasil karya dari hasil melipat : bentuk kapal, bentuk burung, pesawat, bentuk kipas, dan sebagainya.
14. Anggota tubuh yang dapat membantu dalam kegiatan melipat adalah tangan.
15. Bahan dasar untuk membuat kincir angin harus memiliki sifat ringan.
Bahan ringan adalah bahan yang dapat diterbangkan oleh angin.
Contohnya : menggunakan kertas.
16. Teknik kerajinan yang dapat digunakan saat cuaca panas adalah kipas 17. Kerajinan yang mudah dibuat dari bahan kertas adalah kipas, kincir angin,
dsb.
18. Bahan kerajinan antara lain: kertas, kain, bambu, rotan, daun kering, plastik, kulit kerang, kaleng, kayu, batu, logam, bulu unggas, dsb.
19. Kertas ada bermacam-macam, yaitu : kertas karton, kertas HVS, kertas lipat/origami, kardus manila, dsb
20. Bahan-bahan yang mudah diterbangkan oleh angin, misalnya : plastik, kertas, serat tumbuhan, bulu ungags, dan rautan kayu. Untuk mengetahui apakah suatu benda dapat digerakkan oleh angin atau tidak, dengan cara meniup, melepas ke udara, dan mengapungkan di air.
Contoh teknik melipat dan memotong juga disebut dengan mozaik. Mozaik adalah karya seni rupa yang memanfaatkan berbagai macam material. Karya ini bisa berupa karya seni rupa dua dimensi maupun tiga dimensi. Kamu bisa menggunakan bahan-bahan kecil seperti batu, daun, keramik, potongan kayu, kertas, dan lain-lain dalam membuat mozaik.
Pembuatan mozaik yang menggunakan bahan-bahan kepingan atau sudah berbentuk potongan ini membuatnya menarik untuk dipelajari. Kepingan atau potongan-potongan tersebut nantinya ditempelkan pada bidang datar dengan lem.
Mozaik adalah sebuah karya yang dibuat dengan menempelkan berbagai potongan bahan yang lebih kecil, seperti pecahan kaca, keramik, sisa potongan kayu, hingga sobekan kertas. Media yang dihias pada karya seni mozaik ini tergantung pada bahannya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mozaik atau mosaik adalah seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disusun dan
ditempelkan dengan perekat. Mozaik adalah gambar yang terdiri dari bagian-bagian kecil yang secara tradisional merupakan ubin kecil yang terbuat dari terakota, pecahan kaca, keramik atau marmer dan biasanya ditempelkan ke lantai dan dinding.
Menurut Tate Gallery, mozaik adalah media dekoratif yang telah digunakan selama lebih dari lima ribu tahun. Dari jauh, seni mozaik berkilau dengan rangkaian warna dan pola yang mengesankan. Dari dekat, seluk-beluk yang membentuk karya ini bisa terungkap, dan kamu dapat melihat berapa banyak waktu dan tenaga yang harus dikeluarkan untuk menciptakan karya seni.
Mozaik adalah karya seni yang menggabungkan potongan-potongan kecil benda seperti batu, kaca, atau keramik sehingga membentuk gambar yang indah.
Potongan-potongan kecil tersebut direkatkan menggunakan lem khusus sehingga terbentuk pola yang diinginkan.
Media yang dihias pada karya seni mozaik ini tergantung pada bahannya.
Misalnya, jika bahan yang kamu gunakan adalah kertas, maka kamu cukup menempelkannya di kertas juga. Sedangkan jika kamu menggunakan bahan kayu atau keramik, biasanya digunakan untuk menghias lantai atau dinding
Teknik dan Cara Membuat Mozaik
Teknik Pembuatan Mozaik
Teknik pembuatan mozaik adalah sebagai berikut:
- Metode langsung. Metode langsung adalah teknik dengan menempelkan satu per satu potongan benda yang digunakan pada permukaan benda tiga dimensi lain.
- Metode tidak langsung. Teknik mozaik dengan menyusun kepingan mozaik terlebih dahulu di suatu tempat kemudian diletakkan pada permukaan benda tiga dimensi.
- Metode tidak langsung dua kali. Pada teknik ini sama seperti metode tidak langsung namun dengan dua kali pengerjaan. Sehingga setelah metode pertama selesai, dilanjutkan dengan menerapkan metode yang sama.
Adapun cara dan langkah-langkah membuat mozaik adalah sebagai berikut:
1. Tentukan tema yang akan digunakan dalam karya.
2. Siapkan bahan yang dibutuhkan sesuai dengan tema yang diinginkan.
3. Menyiapkan peralatan untuk membuat mozaik.
4. Menentukan pola dari tema yang akan digambar.
5. Setelah mengetahui tema dan pola yang diinginkan, kemudian tempel potongan- potongan benda yang telah disiapkan sebelumnya.
6. Gunakan lem khusus untuk merekatkanya agar tidak mudah lepas.
7. Berikan sentuhan akhir dengan merapikan bagain-bagian tepi agar terlihat lebih indah.
ahan yang digunakan dalam seni mozaik adalah sebagai berikut:
Keramik. Adapun keramik yang digunakan dalam seni mozaik adalah kepingan keramik. Biasanya keramik ini terdiri dari beragam warna dan motif yang dapat dijadikan sebuah karya mozaik.
Kaca. Kaca yang dapat digunakan dalam seni mozaik adalah kepingan-kepingan kaca dengan beragam bentuk dan ukuran sesuai kebutuhan.
Kertas. Kertas yang biasa digunakan dalam mozaik adalah kertas warna atau origami yang telah dipotong sesuai kebutuhan.
Batu. Batu yang kerap digunakan pada seni mozaik adalah kepingan batu bata, kepingan batu alam, kepingan, batu pualam, batu kerikil, atau batu ubin.
Biji. Biji yang kerap digunakan pada seni mozaik adalah beragam biji-bijian yang berasal tumbuh-tumbuhan.
Daun. Daun yang dapat digunakan untuk seni mozaik adalah beragam daun- daunan yang berasal dari tumbuhan.
Karet. Umumnya, karet yang digunakan dalam seni mozaik adalah karet hasil olahan seperti ban bekas yang dibuat kepingan-kepingan atau dipotong kecil-kecil dengan bentuk dan ukuran yang sesuai kebutuhan.
Logam. Jenis logam yang dapat digunakan dalam seni mozaik adalah kuningan, seng, dan aluminium. Logam tersebut dipotong sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.
Mika. Mika atau batu cermin yang biasa digunakan dalam seni mozaik adalah bahan galian seperti silikat aluminium atau magnesium kaca yang biasanya digunakan sebagai isolasi listrik.
Kulit. Kulit yang dimaksud adalah lapisan terluar pada buah atau batang tumbuhan. Selain tumbuhan, jenis kulit lainnya yang dapat dijadikan bahan pada seni mozaik adalah kulit telur
Fungsi Seni Mozaik
Sebagai sebuah karya seni, fungsi mozaik adalah sebagai berikut:
Fungsi praktis estetis. Dalam fungsi seni, mozaik adalah karya yang dapat digunakan sebagai hiasan atau dekorasi untuk mempercantik ruangan.
Fungsi ekspresi. Dalam fungsi ekspresi, mozaik adalah karya didasarkan dari ide- ide kreatif pembuatnya.
Fungsi edukatif. Mozaik adalah karya seni rupa yang dapat membantu meningkatkan kemampuan fungsi motorik, daya fikir, daya serap, emosi, cita rasa keindahan serta kreativitas.
Fungsi psikologis. Dalam fungsi psikologis, mozaik adalah karya seni yang dapat menjadi media untuk menyalurkan berbagai macam emosi yang dialami seseorang.
Fungsi sosial. Mozaik juga dapat berfungsi sosial yaitu sebagai sarana untuk mengembangan kebudayaa sehingga dapat menjadi hiburan dan edukasi bagi masyarakat
Pengertian Kolase
Kolase adalah karya seni rupa yang dibuat dengan cara menempelkan benda-benda pada permukaan gambar. Benda-benda yang ditempelkan bisa berupa kertas, kerikil, biji-bijian, kayu, kain, dan sebagainya
Berdasarkan Buku Ajar Metode Perkembangan Fisik Anak Usia Dini, kolase dibagi menurut segi fungsi, dimensi, corak, dan material. Jenis kolase dibagi menjadi empat, yaitu:
1. Menurut Fungsi
Seni murni: Suatu karya yang dibuat hanya untuk memenuhi kebutuhan artistik. Karya seni murni diciptakan untuk mengekspresikan keindahan semata
Seni pakai: Karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan praktis.
Penciptaan karya seni pakai lebih menampilkan komposisi dan manfaatnya.
Unsur artistik hanya bersifat dekoratif.
2. Menurut Dimensi
Berdasarkan dimensi, jenis kolase dibagi dua, yaitu kolase pada permukaan bidang dua dimensi (dwimatra) dan kolase pada permukaan bidang tiga dimensi (trimatra).
3. Menurut Corak
Kolase dibagi menjadi dua jenis menurut corak, yaitu representatif dan non representatif.
Representatif, yaitu menggambarkan wujud nyata yang bentuknya masih dikenali. Non Representatif, yaitu dibuat tanpa menampilkan bentuk yang nyata,bersifat abstrak, dan hanya menampilkan unsur visual yang indah.
4. Menurut material
Secara umum, bahan baku kolase dikelompokkan menjadi dua, yaitu bahan alam dan buatan.
Bahan alam contohnya daun, ranting, bunga kering, kerang, biji-bijian, kulit, batu dan sebagainya. Sedangkan bahan buatan terdiri dari plastik, serat sintesis, logam, kertas, tutup botol, bungkus permen dan sebagainya
Simak cara membuat kolase berikut ini.
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan Pilih bahan baku kolase dan tambahkan unsur warna menggunakan jenis pewarna, seperti crayon atau pensil warna sesuai bahan yang digunakan. Sediakan juga permukaan untuk menempel kolase. Jika akan membuat kolase dengan anak, pastikan seluruh alat dan bahan aman. BACA JUGA Kolase.com, Situs Crowdfunding untuk Modal Musisi
2. Buat tema dan konsep gambar kolase Tentukan tema kolase. Tidak ada batasan dalam karya seni rupa, sehingga kreativitas dan imajinasi merupakan faktor utama dalam pembuatan kolase yang menarik.
3. Tempelkan bahan pada permukaan kolase Mulai menempelkan bahan pada permukaan kolase menggunakan bahan perekat pilihan. Biarkan kolase mengering selama beberapa saat
Perkembangan teknologi menciptakan kolase digital, yaitu teknik
menggunakan teknologi untuk menciptakan elemen visual yang berbeda.
Contohnya adalah Photoshop
D. Daftar Pustaka
Laily, I.N. (2021, Desember). Memahami Kolase, Jenis, Peralatan, Teknik dan Cara Membuatnya https://katadata.co.id/intan/berita/61b9a39a8d15a/memahami- kolase-jenis-peralatan-teknik-dan-cara-membuatnya
Lianingsih, Fitri. (2020:67)(dikutip dari buku LIBAS AKM untuk SD/MI.
diakses dari https://m.kumparan.com/amp/berita- update/pengertian-bilangan-cacah-dan -contohnya/
Kurniaingsih, Yanti, dkk. 2018. Buku Siswa “Menyayangi Tumbuhan dan Hewan” Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 untuk SD/MI Kelas III. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kurniaingsih, Yanti, dkk. 2018. Buku Guru “Menyayangi Tumbuhan dan Hewan” Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 untuk SD/MI Kelas III. Jakara: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
https://brainly.co.id/tugas/31310053#:~:text=2.%20Eksplorasi%20lingk ungan%20adalah%20penjelajahan,tujuan%20menemukan%20sesua tu%20mengenai%20lingkungan
https://sepuluhteratas.com/teknik-potong-sambung-dan-lipat- merupakan-dasar-membuat-karya
https://hot.liputan6.com/read/4893098/mozaik-adalah-karya-seni- rupa-kenali-bahan-fungsi-dan-cara-membuatnya
https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/bilangan-pecahan-pengertian- jenis-perbandingan-operasi-dan-contoh
MEDIA PEMBELAJARAN
KELAS III TEMA 2
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP
SUBTEMA 4
MENYAYANGI HEWAN
PEMBELAJARAN I
BAHASA INDONESIA, MATEMATIKA DAN SBdP SARPIAH, S.Pd
MAHASISWA PPG PGSD UNJ
KELAS 16 KELOMPOK A
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
KELAS III TEMA 2
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP
SUBTEMA 4
MENYAYANGI HEWAN
PEMBELAJARAN I
BAHASA INDONESIA, MATEMATIKA DAN SBdP SARPIAH, S.Pd
MAHASISWA PPG PGSD UNJ
KELAS 16 KELOMPOK A
Muatan Pembelajaran Bahasa Indonesia
No KD Indikator
1 4.5 Menyajikan hasil wawancara tentang cara-cara perawatan tumbuhan dan hewan dalam bentuk tulis dan visual
menggunakan kosa kata baku dan kalimat efektif
4.5.1 Menyajikan cara-cara perawatan hewan peliharaan dengan kaidah EYD.
Perhatikan kembali teks bacaan sebelumnya!
Tuliskan kembali cara merawat kelinci!
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
NAMA :
KELAS/SEMESTER :
TEMA 2 : Menyayangi Tumbuhan dan Hewan SUBTEMA : Menyayangi Hewan
PEMBELAJARAN : 1
Muatan Pembelajaran Matematika
No KD Indikator
1 4.2 Menggunakan bilangan cacah dan pecahan sederhana (seperti ,
,dan ) yang disajikan pada garis bilangan
4.2.1 Menyajikan nilai pecahan berdasarkan gambar dengan tepat
Perhatikan kembali teks bacaan sebelumnya!
Tuliskan kembali cara merawat kelinci!
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
NAMA :
KELAS/SEMESTER :
TEMA 2 : Menyayangi Tumbuhan dan Hewan SUBTEMA : Menyayangi Hewan
PEMBELAJARAN : 1
Tuliskan pecahan biasa pada gambar berikut ini!
Muatan Pembelajaran SBdP
No KD Indikator
1 4.1 Membuat karya dengan teknik potong, lipat dan sambung.
4.1.1 Menyajikan karya ketrampilan yang menggunakan macam- macam teknik kolase
Membuat Kolase
Guntinglah kertas warna warni menjadi potongan kecil-kecil Tempelkan pada pola kelinci di bawah ini
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
NAMA :
KELAS/SEMESTER :
TEMA 2 : Menyayangi Tumbuhan dan Hewan SUBTEMA : Menyayangi Hewan
PEMBELAJARAN : 1
INSTRUMEN PENILAIAN, KISI- KISI DAN RUBRIK PENILAIAN
KELAS III TEMA 2
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP
SUBTEMA 4
MENYAYANGI TUMBUHAN
PEMBELAJARAN I
BAHASA INDONESIA, MATEMATIKA DAN SBdP SARPIAH, S.Pd
MAHASISWA PPG PGSD UNJ
KELAS 16 KELOMPOK
Nama : Sarpiah, S. Pd Kelompok/kelas : A/ 16
NIM : 2005722654
A. Penilaian Sikap Spritual
No Nama Peserta Disik
Perubahan Tingkah Laku
Berdoa Bersyukur Toleransi
K C B SB K C B SB K C B SB
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Keterangan :
Kurang : Jika tidak satupun descriptor muncul Cukup : Jika satu descriptor muncul
Baik : jika dua descriptor muncul Sangat Baik : Jika tiga descriptor muncul
Indikator sikap yang diamati Berdoa
Berdoa sebelum memulai pelajaran Bersyukur
Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat presentasi Mengungkapkan kekaguman secara lisan maupun tulisan terhadap Tuhan Toleransi
Menghrgai teman yang berpendapat
Memberikan kesempatan kepada teman untuk berpendapat
Rubrik
Rubrik Penskoran Sikap spritual
1 2 3 4
Tidak pernah menunjukkan sikap yang diamati
Kadang-kadang menunjukkan sikap yang diamati
Sering
menunjukkan sikap yang diamati
Selalu
menunjukkan sikap yang diamati
B. Penilaian Sikap Sosial
No Nama Peserta Disik
Perubahan Tingkah Laku
Santun Tanggung Jawab Disiplin K C B SB K C B SB K C B SB
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Indikator sikap yang diamati Santun
Menggunakan bahsa santun saat menyampaikan pendapat Berdoa saat mengakhiri pembelajaran
Tanggung Jawab
Melaksanakan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan Menenpati Janji
Disiplin
Datang ke sekolah tepat waktu Mengerjakan tugas tepat waktu
C. Penilaian Keterampilan a. Penilaian: Unjuk Kerja
Rubrik Penilaian Membuat Karya dengan teknik menggunting atau merobek
instrument penilaian membuat karya dengan Tehnik merobek atau menggunting
D. Penilaian Pengetahuan 1. Kisi-kisi Soal
Jenjang Pendidikan : SD YPPGI Hitadipa Kelas/Semester : III/Ganjil
Tema : 2. Menyayangi Tumbuhan dan Hewan Subtema : 4. Menyayangi Hewan
Pembelajaran : 1
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, Matematika dan SBdP
Tahun : 2022/2023
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator Soal
Tingkat Kognitif
Nomor Soal
Bentuk Soal
3.5 Menggali informasi tentang cara-cara perawatan tumbuhan dan hewan melalui wawancara
dan/atau eksplorasi lingkungan
3.5.1 Menganalisis langkah-langkah cara perawatan hewan peliharaan
Disajikan sebuah teks
“Hewan kesayangan Dayu”, peserta didik dapat
menganalisis isi bacaan
C4 1
2
3
4
Essay
3.2 Menjelaskan bilangan cacah dan pecahan sederhana (seperti , ,dan ) yang disajikan pada garis bilangan
3.2.1Menyimpulkan pecahan sederhana dari gambar yang disajikan.
Disajikan gambar biscuit dan Balok berwarna, peserta didik dapat menyimpulkan pecahan sederhana
C4 5
6 7 8
Essay
3.1 Memahami tekhnik potong, lipat dan sambung
3.1.1 Menganalisis macam-macam teknik Kolase
Disajikan gambar
keterampilan kolase, peserta didik dapat menganalisis macam-macam teknik kolase
C5 9
10
Essay
Bacalah teks bacaan di bawah ini
“Dayu senang memelihara kelinci. Tingkahnya lucu dan memiliki bulu yang halus.
Kelinci peliharaan Dayu ada lima ekor, terdiri dari satu ekor induk dan empat anaknya. Induk kelinci berwarna putih, dua anak kelinci berwana putih, dan dua lainnya berwarna abu-abu. Dayu menyiapkan kandang yang nyaman untuk kelinci kesayangannya. Dayu selalu membersihkan kandang kelinci dengan rutin Setiap hari Dayu memberi makan dan minum. Kelinci suka makan sayur-sayuran seperti wortel, kangkung, dan biskuit khusus kelinci.
Dayu juga membersihkan badan kelinci dan memotong kukunya dengan rutin.
Kelinci-kelinci Dayu tumbuh sehat dan bersih. Dayu senang menggendong dan membelai kelinci-kelinci itu. Sungguh menyenangkan bermain bersama kelinci peliharaan.”
Berdasarkan teks diatas, kerjakanlah nomor 1 sampai dengan nomor 4 1. Judul yang tepat untuk teks di atas adalah…….
2. Selain makanan kelinci yang telah disebutkan pada teks di atas, Makanan lain apa yang disuka oleh kelinci!
3. Bagaimana tata cara merawat hewan berdasarkan teks diatas!
4. Bagaimana cara membuat tubuh kelinci tetap bersih?
5.
6.
Tulislah nama pecahan biasa pada bagian yang berwarna biru
7.
Tulislah nama pecahan biasa pada bagian berwarna merah 8.
9. Sebutkan alat-alat apa saja yang digunakan untuk membuat kolase 10. Apa perbedaan antara teknik potong, teknik lipat dan teknik sambung
Kunci Jawaban
1. Hewan Kesayangan Dayu
2. Kelinci suka makan sayur-sayuran seperti wortel, kangkung, dan biskuit khusus kelinci.
3. Langkah-langkah merawat hewan yaitu:
- Membersihkan kandang dengan rutin - Member makan dan minum
- Memotong kukunya
4. Membersihkan badan kelinci dan memotong kukunya dengan rutin.
5. 2
6.
2/5 7. 3/5 8. 49. Kertas, gunting, dan lem
10. - Teknik potong adalah teknik dengan cara memotong atau memisahkan bahan menjadi dua bagian atau lebih dalam membentuk benda kerajinan. Contoh teknik potong: digunting, disayat, dibelah, dipotong, diraut, digergaji, disobek, dan diiris.
- Teknik lipat adalah teknik kerajinan tangan yang bertujuan untuk menghasilkan aneka bentuk mainan dan hiasan.
- Teknik sambung adalah teknik dengan cara menyatukan atau
menggabungkan bahan dari dua bagian atau lebih menjadi satu dalam bentuk benda kerajinan.