• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROPOSAL KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PELATIHAN PEMBUATAN ALAT MUSIK TRADISI BARU

“GAMBANG PARALON” BAGI SISWA-SISWI SMK YMIK

TIM PELAKSANA Ketua:

Imam Firmansyah. S.Sn., M.Sn. NIDN 0331088303 Anggota:

Rizal Bay Khaqi, S.Ds, M.Sn Ageng Adhi Prasetyo NIM 42318210002

Atha Fawwazi Bibra NIM 42317210045

BIDANG ILMU DESAIN UNIVERSITAS MERCU BUANA

Tahun Akademik 2021

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

1. a. Judul Proposal PkM : Pelatihan Pembuatan Alat Musik Tradisi Baru

“Gambang Paralon” Pada Siswa-siswi SMK YMIK b. Judul Penelitian Terdahulu : Tinjauan Gaya Vokal Ibu Saini Pada Lagu Sayur

Gambang Kromong “Akang Haji”

2. Ketua Pelaksana :

a. Nama Lengkap : Imam Firmansyah S.Sn., M.Sn.

b. NIDN : 0331088303

c. Jabatan Fungsional : Asisten Ahli

d. Fakultas/Program Studi : FDSK/DKV

e. Nomor HP : 081316646480

f. Alamat surel (e-mail) : [email protected] 3. Anggota Tim Pelaksana Dosen :

a. Jumlah Anggota : Dosen 1 Orang

b. Nama/NIDN Anggota I : Rizal Bay Khaqi S.Ds., M.Sn.

c. Nama/NIDN Anggota II :

4. Anggota Tim Pelaksana Mahasiswa

a. Jumlah Mahasiswa : Mahasiswa 1 Orang

b. Nama/NIM Mahasiswa I : Ageng Adhi Prasetyo 42318210002 c. Nama/NIM Mahasiswa II : Atha Fawwazi Bibra 42317210045

5. Lokasi Kegiatan :

a. Wilayah Kegiatan (Desa/kecamatan) : Kelurahan Joglo, kecamatan Kembangan

b. Kabupaten/Kota : Jakarta Barat

c. Propinsi : DKI Jakarta

d. Jarak ke Lokasi Kegiatan : 1.5 KM

6. Luaran yang dihasilkan : Jurnal Nasional, Media massa 7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 bulan

8. Biaya yang diperlukan

a. Sumber dari PkM UMB : Rp. 3.500.000

b. Sumber Mitra (In Kind) : -

Jakarta,25, 12, 2021

Mengetahui, Ketua Program Studi

Ketua Pelaksana

(Rika Hindraruminggar, S.Sn., M.Sn) (Imam Firmansyah S.Sn., M.Sn.)

NIP/NIK: 615760038 NIP/NIK: 16830508

Menyetujui, Kepala Biro

Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi

(Dr. Ir. Sawarni Hasibuan, MT) NIP/NIK: 115650472

(3)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... 2

DAFTAR ISI ... 3

RINGKASAN ... 4

BAB I ... 5

1. 1. Analisa Situasi ... 5

1. 2. Permasalahan Mitra ... 6

bab ii... 9

Tabel 1 Rencana Target Capaian Luaran ... 9

BAB III ... 10

3. 1. Rencana Kegiatan ... 10

3. 2. Solusi Atas Permasalahan ... 10

3. 3. Metode Pendekatan ... 10

3. 4. Partisipasi Mitra dalam Pelaksanaan Program ... 11

3. 5. Mekanisme Evaluasi Kegiatan ... 11

BAB IV ... 12

4. 1. Anggaran Biaya Internal ... 12

4. 2. Jadwal Kegiatan ... 12

Daftar pustaka ... 13

LAMPIRAN 1 BIODATA PENGUSUL ... 14

LAMPIRAN 2 GAMBARAN IPTEK ... 18

LAMPIRAN 3 PETA LOKASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT... 20

(4)

PELATIHAN PEMBUATAN ALAT MUSIK TRADISI BARU GAMBANG PARALON BAGI SISWA-SISWI SMK YMKI

Ringkasan

Di masa sekarang apresiasi remaja terhadap musik tradisional dirasakan sangat minim. Mereka tidak mempunyai akses yang memadai untuk mengapresiasi musik jenis ini. Mereka lebih mengenal musik pop, rock, jazz, dangdut, dibandingkan dengan musik tradisional. Untuk itu pengabdian kepada masyarakat ini akan memperkenalkan pembuatan alat musik tradisi baru Gambang Paralon kepada siswa- siswi SMK YMKI. Gambang Paralon merupakan alat musik kreasi sebagai bentuk pengembangan dari gambang kayu yang terdapat dalam ansambel Gambang Kromong dari Betawi. Alat musik ini dipilih karena bahan utamanya mudah didapatkan dan produk alat musik ini juga dapat dikreasikan dengan berbagai jenis ansambel. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi remaja terhadap musik tradisional.

Kata kunci: alat musik kreasi, gambang paralon, gambang kromong, SMK YMKI

(5)

BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Analisa Situasi

Mitra yang dipilih dalam pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (SMK YMIK) yang mewakili kalangan remaja untuk mendapatkan pelatihan pembuatan alat musik tradisi kreasi baru, yaitu gambang paralon.

SMK YMIK merupakan sekolah kejuruan swasta yang berlokasi di Joglo, Jakarta Barat.

SMK ini didirikan oleh Perkumpulan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (PMIK) diketuai oleh Mr.

Sutan Takdir Alisjahbana. Pada tahun 1998 sekolah ini berdiri dan membuka Program Bisnis Majemen dengan tiga program keahlian yaitu Akuntansi, Sekretaris, dan Manajemen Bisnis. Pada tahun 2010 SMK YMIK kembali menambah program keahlian baru, yaitu Akomodasi Perhotelan dan Teknik Komputer Jaringan.

Gambar 1 SMK YMIK (sumber: smkymik.sch.id)

Mitra yang dipilih dalam Pengabdian kepada Masyarakat kali ini merupakan siswa SMK YMIK yang berusia remaja, yaitu berusia antara 16 hingga 19 tahun. Usia ini masuk dalam kategori remaja menurut WHO1. Rentang usia yang cukup matang dan terbuka untuk mendapatkan wawasan ilmu baru dan sedang mencari identitas diri. Oleh karena itu pelatihan pembuatan gambang paralon

1 https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-reproduksi-remaja.pdf diakses pada tanggal 16 Desember 2021.

(6)

ini dapat menjadi masukan ilmu baru yang bermanfaat serta menjadikan mereka remaja yang mempunyai jatidiri serta menghargai budaya tradisional.

1. 2. Permasalahan Mitra

Perkenalan musik tradisional kepada remaja ini dibuat dalam bentuk pelatihan pembuatan alat musik tradisi kreasi baru gambang paralon. Alat musik ini dipilih karena gambang mempunyai fungsi penting dalam ansambel gambang kromong, yaitu sebagai pengiring melodi utama. Akan tetapi bahan utama yang digunakan bukan kayu swanci sebagai bahan utama aslinya, melainkan peralon logam. Alasannya adalah paralon logam lebih mudah didapatkan dibandingkan dengan kayu suanki terutama di perkotaan. Bahan paralon logam dapat dengan mudah ditemukan di toko- toko material. Kotak resonansinya bisa dibuat dari kayu jati Belanda yang juga mudah ditemukan di toko-toko kayu. Suara yang dihasilkan oleh gambang paralon ini relatif lebih nyaring dibandingkan dengan gambang kayu, sehingga dapat difungsikan sebagai pembawa melodi utama.

Oleh karena itu alat musik tersbut dapat dikategorikan sebagai alat musik tradisi baru.

Gambar 2 Alat Musik Gambang Paralon (sumber: dokumentasi Anusirwan)

(7)

Gambang merupakan alat musik tradisional Betawi yang merupakan bagian dari ansambel gambang kromong. Bentuknya berupa bilah-bilah kayu swanci yang tersusun sebanyak 18 buah yang diletakan pada kotak kayu yang berfungsi sebagai ruang resonansinya. ]Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan sepasang pemukul yang terbuat dari rotan dan kayu yang dilapis dengan bantalan karet.

Istilah gambang kromong sendiri diambil dari dua nama alat musiknya, yaitu gambang dan kromong. Menurut Yampolsky (1999: 7-8) musik gambang kromong berkembang dalam dua kelompok masyarakat, yaitu orang Betawi dan orang Tionghoa peranakan. Orang Betawi merupakan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia yang menetap di Batavia dan melebur menjadi satu. Sedangkan orang Tionghoa Peranakan dan masyarakat Betawi. Yang dimaksud dengan masyarakat Tionghoa peranakan adalah orang-orang yang lahir di Indonesia yang nenek moyangnya merupakan imigran dari Fujian yang merantau ke wilayah Batavia dan sekitarnya (Al Ayubi, 2016: 322-323). Menurut Phoa dalam Yampolsky (1999: 17-18) pada sekitar abad 17 dan awal abad 19, orang-orang Hokkian dari propinsi Fujian membawa serta musiknya ke Batavia.

Mereka memainkan dengan instrumentasi gabungan, yaitu alat musik gesek (Tehyan) dan Suling Tionghoa yang dipadukan dengan gambang pribumi. Gambang pribumi digabungkan dalam ansambel karena karena diyakini menyerupai Yangqin (kecapi pukul Tionghoa). Baru pada sekitar tahun 1880-an ansambel terebut berkembang karena mulai dinikmati oleh masyarakat pribumi.

Ansambel tersebut kemudian berkembang dengan menggabungkan beberapa alat musik pribumi, yaitu Kromong, Gendang, Gong, dan Kecrek. Penggabungan ini menghasilkan ansambel musik yang kita kenal sekarang sebagai Gambang Kromong.

Pada masa kini gambang kromong tidak terlalu dikenal masyarakat secara luas terutama oleh remaja. Musik tradisional identik dengan generasi yang lebih tua sedangkan generasi mudanya lebih akrab dengan musik pop, rock, dangdut, dan lain sebagainya. Hal ini bukan disebabkan oleh remaja yang serta merta menolak keberadaan musik tradisional, akan tetapi mereka yang tidak mempunyai akses untuk mengenal dan menyukai musik tradisional. Media-media mainstream lebih banyak menayangkan memutar musik-musik populer, seperti di televisi, radio, platform streaming musik, youtube, media sosial, di mall, di café, di angkot, dan lain sebagainya. Remaja di jaman lebih mengenal lagu-lagu BTS, Bruno Mars, dan Blackpink dibandingkan lagu-lagu dolanan Jawa, lagu Kroncong, apalagi lagu Gambang kromong. Akses mereka untuk mendengar musik tradisional sangat sedikit sekali.

Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti mencoba untuk memperkenalkan musik tradisional kepada kalangan remaja. Bukan hanya untuk memainkannya, akan tetapi cara membuat

(8)

alat musiknya. Harapannya adalah kalangan remaja bisa berkenalan dengan musik tradisional, mengerti cara pembuatannya, dan memainkannya sehingga mereka lebih menghargai bahkan mencintai budaya tradisional.

(9)

BAB II

SOLUSI DAN TAERGET LUARAN

Solusi: dengan diadakannya pelatihan pembuatan alat musik tradisi baru gambang paralon ini peserta diharapkan dapat mendapatkan akses untuk mengapresiasi musik tradisiona. Selain itu peserta juga diharapkan dapat menularkan semangat dalam menjaga budaya tradisional kepada masyarakat di sekitarnya.

Target luaran: setelah diadakannya pelatihan pembuatan alat musik gambang paralon ini peserta mempunyai kemampuan menciptakan alat musik dan memainkannya. Dengan adanya kemampuan tersebut peserta telah menghasilkan sebuah produk budaya yang dapat dipentaskan / dipertunjukan kepada khalayak baik secara langsung maupun secara daring.

Tabel 1 Rencana Target Capaian Luaran

No Jenis Luaran Indikator

Capaian 1 Publikasi ilmiah pada jurnal ber ISSN/prosiding 1) draft 2 Publikasi pada media masa cetak/online/repocitory PT 6) Draft 3 Peningkatan daya saing (peningkatan kualitas, kuantitas, serta nilai tambah

barang, jasa, diversifikasi produk, atau sumber daya lainnya) 4)

Belum/tidak ada

4 Peningkatan penerapan iptek di masyarakat (mekanisasi, IT, dan manajemen) 4) Produk

5 Perbaikan tata nilai masyarakat (seni budaya, sosial, politik, keamanan, ketentraman, pendidikan, kesehatan) 2)

Produk

6 Publikasi/Seminar/Konferensi internasional 1) Belum/tidak ada

7 Jasa, rekayasa sosial, metode atau sistem, produk/barang 5) Belum/tidak ada 8 Inovasi baru TTG 5)

9 Hak kekayaan intelektual (Paten, Paten sederhana, Hak Cipta, Merek dagang, Rahasia dagang, Desain Produk Industri, Perlindungan Varietas Tanaman, Perlindungan Desain Topografi Sirkuit Terpadu) 3)

Belum/tidak ada

10 Buku ber ISBN 6) Belum/tidak ada

(10)

BAB III

METODE PELAKSANAAN 3. 1. Rencana Kegiatan

Kegiatan pelatihan pembuatan alat musik gambang peralon dilakukan secara daring dengan memanfaatkan teknologi multimedia dan zoom meet. Proses pembuatan gambang paralon secara bertahap direkam melalui video. Hasil dari perekaman kemudian di edit dan ditambahkan narasi, musik ilustrasi, dan animasi baik teks maupun gambar untuk menghasilkan video pembelajaran yang menarik.

3. 2. Solusi Atas Permasalahan

Dengan adanya pelatihan pembuatan gambang peralon, siswa SMK YMIK diharapkan mempunyai ketertarikan untuk membuat alat musik tersebut. Dengan adanya alat musik tersebut diharapkan mempunyai keinginan untuk memainkannya dan menggabungkannya dengan alat musik lainnya. Hal ini akan berujung pada meningkatknya rasa ingin tahu terhadap lagu-lagu gambang kromong yang tradisional.

3. 3. Metode Pendekatan

Kegiatan pembuatan gambang paralon dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom dari jarak jauh dengan menampilkan video pelatihan pembuatan gambang kromong.

Proses metode pendekatan dibbagi menjadiempat tahap seperti digambarkan dalam bagan proses di bawah ini.

Tabel 2 Metode Pendekatan Pelatihan Pembuatan Gambang Peralon

Perkenalan Penyampaian

Materi Diskusi Evaluasi

(11)

11 a. Perkenalan

Pada tahap ini mitra akan diperkenalkan pada alat musik gambang peralon dengan menyajikannya tampil dalam menampilkan video karya musik. Hal ini diharapkan dapat menimbulkan rasa ketertarikan terhadap alat musik ini.

b. Penyampaian Materi

Memberikan materi berupa proses pembuatan alat musik gambang paralon mulai dari tahap persiapan alat dan bahan, memotong, melaras/menyetem, membuat kotak resonansi, hingga tahap finishing.

c. Diskusi

Pada tahapan ini akan dilaksanakan diskusi memberi kesempatan mitra untuk bertanya apabila ada kesulitan ataupun permasalahan.

d. Evaluasi

Pada tahapan ini akan dilakukan monitoring pasca pelatihan untuk melihat ketertarikan mitra dalam membuat alat musik gambang paralon ini.

3. 4. Partisipasi Mitra dalam Pelaksanaan Program

Mitra akan diberikan pelatihan secara daring dengan menggunakan zoom meet. Mitra akan menyaksikan video yang dibuat dengan menarik oleh peneliti. Selain itu ada sesi dimana mitra dapat menyampaikan pertanyaan secara langsung.

3. 5. Mekanisme Evaluasi Kegiatan

Setelah pelatihan dilakukan akan dilakukan evaluasi dengan meotde monitoring kembali untuk melihat kemungkinan mitra mempunyai ketertarikan untuk membuat alat musik tersebut. Apabila hal ini terjadi maka peneliti bersedia melakukan pendampingan secara khusus.

(12)

12 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 1. Anggaran Biaya Internal

Anggaran biaya yang diperlukan dalam pelatihan pembuatan alat musik tradisi baru Gambang Paralon pada Siswa/I SMK YMIK antara lain sebagai berikut:

Tabel 3 Rencana Anggaran Biaya

No Komponen Biaya yang Diusulkan (Rp)

1 Sewa kamera DSLR 2 buah 500.000

2 Sewa lighting 300.000

Biaya editing video 500.000

3 Alat dan Bahan

- Paralon logam 4 buah @Rp.75.000 300.000

- Gerinda 300.000

- Papan jati belanda halus 10 buah @Rp. 15.000 150.000

- Paku 1 kg 30.000

- Amplas 20.000

- Palu 100.000

- Gergaji besi 150.000

- Gergaji Kayu 100.000

- Tang 50.000

- Cat Semprot 2 buah 100.000

4 Transport Ketua Peneliti 300.000

5 Transport Anggota peneliti 300.000

6 Transport Narasumber 500.000

7 Konsumsi 3 orang @100.000 300.000

TOTAL 3.500.000

4. 2. Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan pelatihan pembuatan alat musik tradisi baru Gambang Paralon pada Siswa/I SMK YMIK antara lain sebagai berikut:

Tabel 4 Jadwal Kegiatan

NO KEGIATAN NOV DES JAN FEB

1 Pengajuan Proposal dan Presentasi 2 Survei Lapangan

3 Persiapan Pelaksanaan 4 Pelaksanaan

5 Evaluasi Pelaksanaan 6 Pembuatan Laporan

(13)

13 DAFTAR PUSTAKA

Banoe, Pono. 2003. Kamus Musik. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Firmansyah, Imam. 2020. Gaya Liao Kongahyan Pada Lagu Dalem Gambang Kromong “Pobin Kong Ji Lok. Jurnal Seni Nasional Cikini. Jakarta: Institut Kesenian Jakarta.

Furchan, A. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 2004.

Chulsum, Umi dan Windy Novia. 2006. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya: Kashiko.

Harlandea, Marissa Renimas. 2016. Sejarah dan Enkulturasi Musik Gambang Kromong di Perkampungan Budaya Betawi. Jurnal Seni Musik. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Infodatin: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Diakses melalui www.pusdatin.kemkes.go.id pada tanggal 18 Desember 2021.

Nazir, M. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988.

Parani, Julianti (Ed.). 2017. Bunga Rampai Seni Pertunjukan Kebetawian. Jakarta: IKJ Press.

Profil Sekolah SMK YMKI. Diakses melalui smkymik.sch.ac.id pada tanggal 18 Desember 2021.

Ruchiat, Rahmat. 2014. Tari Sipatmo yang Pernah Jaya. Jakarta: Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta.

Saryono. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Alfabeta.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: PT.Alfabeta.

Sugihartati, Risma. 2014. Cokek: Milik Betawi Namun Asli Cina Benteng. Jakarta: Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta.

Sukotjo. 2012. Musik Gambang Kromong dalam Masyarakat Betawi di Jakarta. Selonding.

Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yoyakarta.

Yampolsky, Phillip. 1999. Musik dari Daerah Pinggiran Jakarta: Gambang Kromong. Jakarta:

Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

(14)

14 LAMPIRAN 1 BIODATA PENGUSUL

(15)

15

(16)

16

(17)

17

(18)

18 LAMPIRAN 2 GAMBARAN IPTEK

Gambang merupakan alat musik tradisional Betawi yang merupakan bagian dari ansambel gambang kromong. Bentuknya berupa bilah-bilah kayu swanci yang tersusun sebanyak 18 buah yang diletakan pada kotak kayu yang berfungsi sebagai ruang resonansinya.

]Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan sepasang pemukul yang terbuat dari rotan dan kayu yang dilapis dengan bantalan karet.

Istilah gambang kromong sendiri diambil dari dua nama alat musiknya, yaitu gambang dan kromong. Menurut Yampolsky (1999: 7-8) musik gambang kromong berkembang dalam dua kelompok masyarakat, yaitu orang Betawi dan orang Tionghoa peranakan. Orang Betawi merupakan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia yang menetap di Batavia dan melebur menjadi satu. Sedangkan orang Tionghoa Peranakan dan masyarakat Betawi. Yang dimaksud dengan masyarakat Tionghoa peranakan adalah orang-orang yang lahir di Indonesia yang nenek moyangnya merupakan imigran dari Fujian yang merantau ke wilayah Batavia dan sekitarnya (Al Ayubi, 2016: 322-323). Menurut Phoa dalam Yampolsky (1999: 17-18) pada sekitar abad 17 dan awal abad 19, orang-orang Hokkian dari propinsi Fujian membawa serta musiknya ke Batavia. Mereka memainkan dengan instrumentasi gabungan, yaitu alat musik gesek (Tehyan) dan Suling Tionghoa yang dipadukan dengan gambang pribumi. Gambang pribumi digabungkan dalam ansambel karena karena diyakini menyerupai Yangqin (kecapi pukul Tionghoa). Baru pada sekitar tahun 1880-an ansambel terebut berkembang karena mulai dinikmati oleh masyarakat pribumi. Ansambel tersebut kemudian berkembang dengan menggabungkan beberapa alat musik pribumi, yaitu Kromong, Gendang, Gong, dan Kecrek.

Penggabungan ini menghasilkan ansambel musik yang kita kenal sekarang sebagai Gambang Kromong.

Pada masa kini gambang kromong tidak terlalu dikenal masyarakat secara luas terutama oleh remaja. Musik tradisional identik dengan generasi yang lebih tua sedangkan generasi mudanya lebih akrab dengan musik pop, rock, dangdut, dan lain sebagainya. Hal ini bukan disebabkan oleh remaja yang serta merta menolak keberadaan musik tradisional, akan tetapi mereka yang tidak mempunyai akses untuk mengenal dan menyukai musik tradisional. Media- media mainstream lebih banyak menayangkan memutar musik-musik populer, seperti di televisi, radio, platform streaming musik, youtube, media sosial, di mall, di café, di angkot, dan lain sebagainya. Remaja di jaman lebih mengenal lagu-lagu BTS, Bruno Mars, dan Blackpink dibandingkan lagu-lagu dolanan Jawa, lagu Kroncong, apalagi lagu Gambang kromong. Akses mereka untuk mendengar musik tradisional sangat sedikit sekali.

(19)

19 Pembuatan alat musik tradisi dengan peralatan yang ada di sekitar diharapkan mampu menambah akses ini, dan menumbuhkan minat remaja terhadap musik tradisional. Apalagi dengan kemudahan menemukan peralatan dan bahan, serta penyampaian materi yang ringan dengan melalui media audio visual.

Gambang paralon merupakan alat musik tradisi kreasi baru yang dikembangkan dari gambang kayu yang terdapat dalam ansambel Gambang Kromong dari Betawi. Alat musik ini dibuat dengan menggunakan bahan bahan utama, yaitu paralon besi. Gambang paralon dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunkaan pemukul yang terbuat dari kayu dan mempunyai karakter suara yang tinggi (high). Hal tersebut membuat alat musik ini dapat berfungsi sebagai pembawa melodi utama. Selain itu cara memainkannya yang relatif mudah juga menjadi faktor yang menarik peserta untuk mempelajarinya dan menggabungkannya dengan berbagai macam ansambel seperti band, EDM (Electronic Dance Music), marching band, marawis, perkusi dan lain sebagainya.

(20)

20 LAMPIRAN 3 PETA LOKASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Gambar

Gambar 1 SMK YMIK  (sumber: smkymik.sch.id)
Gambar 2 Alat Musik Gambang Paralon  (sumber: dokumentasi Anusirwan)
Tabel 1 Rencana Target Capaian Luaran
Tabel 2 Metode Pendekatan Pelatihan Pembuatan Gambang Peralon
+2

Referensi

Dokumen terkait

Manfaat dari kegiatan ini diharapkan masyarakat desa bojong kabupaten bogor semakin mengenal teknik budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dengan metode aquaponik, sehingga

Kontribusi sektor UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 60,34%, Dari sisi tenaga kerja, UMKM mampu menyerap tenaga kerja hingga 57,9 juta yang berarti 97,22%

Tujuan utama dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan kepada warga Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat yaitu :.. 

Salah satu permasalahan yang ada di Indonesia yaitu masih banyaknya masyarakat yang mendirikan bangunan tanpa adanya IMB atau Izin Mendirikan Bangunan. IMB sendiri merupakan

Meningkatkan pengetahuan Guru Dalam Pelatihan Pembelajaran Online Dengan Aplikasi Quizizz Untuk Guru Smp 206 Jakarta Barat Di Wilayah Kelurahan Meruya Selatan dengan

Berdasarkan kriteria yang disebutkan di dalam Permen PU No 14 Tahun 2018 bahwa ciri-ciri dari permukiman kumuh di kota besar diantaranya adalah kondisi bangunan yang tidak teratur

1. Mengetahui jenis layanan pajak online dan manfaat penggunaannya. Paham dan mampu menggunakan layanan pajak online dalam menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya. Manfaat dari

Sehubungan dengan itu, kami bermaksud memberikan pelatihan dan pendampingan pencatatan transaksi keuangan dan penggunaan SiApik kepada pelaku Usaha Kecil, Mikro dan