• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Peranan Statistika dalam Industri Farmasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. Peranan Statistika dalam Industri Farmasi"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

1.1 Pendahuluan

Gaya analisis statistik dari waktu ke waktu bisa saja berubah, akan tetapi pada dasarnya statistika untuk menganalisis data menjadi informasi dan menyajikannya tidak berubah. Dibandingkan dengan perkembangan ilmu-ilmu lainnya, statistika masih relatif muda. Metode-metode statistika yang sempat populer pada suatu waktu dapat diganti oleh metode lainnya pada waktu berikutnya yang terlihat lebih menarik dan fashionable. Saat ini dengan adanya kemajuan dalam bidang komputer, statistika juga telah berkembang dengan sangat cepat.

Pada umumnya statistika dikenal mempunyai dua cabang yang satu sama lainnya sebenarnya saling berkaitan, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensia. Statistika deskriptif berfokus pada perumusan set data yang difungsikan dalam terminologi statistika deskriptif seperti ukuran pemusatan (rata-rata, median dan modus), dispersi (deviasi standar dan variansi), moment, indeks dan grafik (histogram, diagram batang atau diagram-diagram yang lain). Di dalam statistika deskriptif tidak terlalu menekankan kepada aspek stokastik yang berbasiskan teori probabilitas. Analisis statistika yang dikenal dalam kelompok ini adalah Descriptive Data Analysis (DDA).

Statistika inferensia selalu dikaitkan kepada keluarga distribusi probabilitas untuk membangkitkan data. Oleh karena itu model-model dari statistika inferensia memberikan ruang bagi faktor stokastik dan distribusi probabilitas tersebut dipergunakan untuk mendeteksi adanya ketidakpastian untuk menarik suatu kesimpulan dari parameter yang tidak diketahui. Analisis statistika yang dikenal dalam kelompok ini adalah Inferential Data Analysis (IDA).

1.2 Definisi Statistika

Statistik adalah kumpulan keterangan yang disusun atau disajikan dalam daftar atau gambar yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu. Oleh karena itu timbul berbagai sebutan statistik, misalnya:

a. Statistik produksi obat

Data yang tersaji menggambarkan banyaknya produksi obat dari berbagai jenis barang yang telah dihasilkan.

b. Statistik ekspor impor obat

Data yang tersaji menggambarkan banyaknya ekspor dan impor obat yang telah dilakukan.

c. Statistik penerimaan dan pengeluaran obat

Data yang tersaji menggambarkan banyaknya penerimaan dan pengeluaran obat dari suatu perusahaan.

(2)

d. Statistik perdagangan obat

Data yang tersaji memberikan informasi mengenai jenis dan volume perdagangan obat yang telah dijalankan.

Istilah statistik di atas memberikan suatu keterangan atau informasi yang berhubungan dengan bidang farmasi. Dalam bidang lain sering kita jumpai misalnya statistik kependudukan, statistik kecelakaan, statistik kepegawaian, statistik kejahatan, statistik hasil pertandingan dan lain-lain.

Statistik sebagai ilmu atau biasa disebut dengan statistika atau metode statistik adalah prosedur- prosedur yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan, pengolahan, penganalisaan dan penyajian data serta menarik suatu kesimpulan berdasarkan dari analisis yang dilakukan. Data dapat diambil dari populasi atau sampel. Populasi adalah seluruh obyek atau unit dalam penelitian atau observasi, sementara sampel adalah sebagian dari populasi. Di dalam statistika sampel diambil secara random, yaitu pengambilan sampel dimana setiap obyek atau unit mempunyai probabilitas yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Gambaran tentang konsep sampel dan populasi dapat di lihat pada gambar di bawah ini.

Contoh

1. Sebuah perusahaan farmasi dapat memproduksi 10000 tablet obat tiap bulannya. Untuk mendeteksi seberapa banyak produksi tablet obat yang rusak, maka diambillah sampel secara random sebanyak 100 tablet obat. Ke-100 tablet obat tersebut diteliti apakah rusak (cacat) atau tidak.

2. Sebuah industri yang bergerak dalam bidang farmasi memproduksi obat generik untuk sakit kepala sebanyak 25000 tablet. Akan diteliti seberapa banyak tablet obat tersebut efektif dapat menyembuhkan sakit kepala. Untuk tujuan tersebut diambil sampel sebanyak 75 tablet obat sebagai sampel.

3. Kepala produksi PT Sarimex, sebuah perusahaan yang memproduksi obat sakit perut, ingin meneliti kualitas obat sakit perut yang diproduksinya selama tahun ini. Populasi dan sampel dalam kasus ini adalah:

Populasi : Seluruh obat sakit perut yang diproduksi oleh PT Sarimex selama tahun ini.

Sampel : Sebagian obat sakit perut yang diproduksi oleh PT Sarimex selama tahun ini (misalkan 5 % dari jumlah produksi).

4. Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Farmasitika ingin mengukur produktifitas dari seluruh karyawan PT tersebut. Populasi dan sampelnya adalah:

populasi sampel

(3)

Populasi : Seluruh karyawan PT Farmasitika.

Sampel : Sebagian karyawan PT Farmasitika.

Dalam setiap pengukuran atau perhitungan, populasi merupakan satu kesatuan. Hal ini disebabkan seluruh unit yang menjadi obyek merupakan populasi. Sedangkan yang menjadi sampel bisa berbeda-beda, karena sampel diambil dari sebagian unit yang menjadi obyek.

Metode statistika sebenarnya memberikan cara-cara yang berguna untuk menarik kesimpulan tentang ciri-ciri populasi yang tertentu dari hasil analisis serangkaian sampel yang diambil dari populasi tersebut.

Sebelum data yang berbentuk sampel dapat dipakai untuk menarik suatu kesimpulan tentang populasi, maka data tersebut perlu disederhanakan secara sistematis, misalnya dilakukan dengan jalan menyusun distribusi frekuensi, menghitung rata-rata dan deviasi standarnya. Pengumpulan data secara sampling bertujuan untuk menarik suatu kesimpulan tentang suatu peristiwa yang sedang diteliti dengan jalan menganalisis data sampel yang bersangkutan.

Syarat utama dalam menyajikan data atau menyajikan hasil analisis data statistik adalah kejujuran. Data atau hasil analisis data statistik yang diperoleh harus ditampilkan dan dijelaskan apa adanya tanpa ada yang disembunyikan dengan maksud tertentu, misalkan demi menyenangkan pihak tertentu.

Syarat utama yang lain dalam menyajikan data atau menyajikan hasil analisis data statistik adalah kebebasan. Dengan adanya campur tangan dari pihak lain, maka analisis statistik menjadi berpihak atau tidak independen lagi. Dengan demikian suatu keharusan bahwa kejujuran dan kebebasan sangat diperlukan dalam statistika. Tanpa kejujuran dan kebebasan, semuanya akan menjadi kabur (vague) dan bias.

1.3 Statistika sebagai Ilmu, Teknologi dan Seni

Statistika atau metode statistik dapat dipandang sebagai ilmu, teknologi atau seni. Statistika sebagai ilmu (sains, science) dalam pengertian bahwa statistika mempunyai identitas diri yang unik dengan berbagai teknik-tekniknya yang dibangkitkan dari prinsip-prinsip dasar. Teknik- teknik yang dikembangkan tersebut tidak dapat dipergunakan secara sembarang. Para pengguna harus mempunyai kepakaran khusus dalam memilih teknik-teknik statistika yang tepat pada situasi dan kondisi tertentu dengan berbagai modifikasi teknis andaikata dibutuhkan.

Dalam perkembangan ilmu-ilmu lunak (soft sciences) seperti ilmu sosial, psikologi, hukum, politik dan statistika banyak memberikan andil dalam pengembangan hukum-hukum atau ketentuan-ketentuan empiris. Filosofi yang mendasari pengembangan statistika sebagai sains adalah pengkuantitatifan dan pengekspresian ketidakpastian. Dengan demikian statistika dapat dikatakan sebagai cabang tersendiri dari pohon keilmuan.

Di dalam Statistika dipelajari adanya teorema-teorema, definisi-definisi, rumus-rumus, sifat-sifat dan hukum-hukum tertentu yang mencerminkan statistika sebagai ilmu.

(4)

Statistika sebagai teknologi mengandung arti bahwa metode statistika dapat dimasukkan ke dalam berbagai sistem secara operasional untuk menjaga kestabilan sistem sesuai dengan baku mutu yang diharapkan. Peranan statistika dalam proses industri, manajemen modern, pendidikan, kedokteran, farmasi, pertanian dan ilmu-ilmu terapan lainnya telah nyata bahkan berkembang secara cepat. Sebagai contoh, seorang Farmasis menggunakan rancangan percobaan dan uji hipotesis untuk menguji jenis obat mana yang paling efektif. Sebuah industri farmasi menggunakan pengendalian kualitas statistik untuk mengendalikan dan mengoptimalkan produknya. Jadi apabila bagian tersebut diterapkan dalam bidang ilmu yang lain, maka statistika dapat dipandang sebagai teknologi. Pada intinya metode statistika dapat dipergunakan untuk mengontrol, memperkecil dan mengalokasikan secara wajar faktor ketidakpastian (uncertainly) itu sehingga akhirnya diperoleh efisiensi maksimum dari hasil usaha individu ataupun lembaga.

Statistika juga dapat dikatakan sebagai seni (art), sebab metodologi dalam statistika tidak terlepas dari penalaran induktif yang tentunya hal ini tidak bebas dari kontroversi. Sebagaimana layaknya seni selalu syarat dengan kontroversi, tidak jarang pakar statistika memberikan rekomendasi yang berbeda dengan pakar statistika lainnya untuk suatu masalah dengan menggunakan data yang sama.

Dalam menginterpretasikan data, para pakar statistika hendaknya selalu melakukan diskusi- diskusi agar keanekaragaman dalam analisis dapat didiskusikan sehingga diperoleh hasil yang paling baik yang didukung oleh teori dan analisis yang tajam. Para pakar statistika yang dipelopori oleh penemu metode jackknife dan bootstrap, seperti Quennuille, Efron dan aliran jakkcnife dan bootstrap lainnya sering mengatakan “ let the data speak for themselves “. Dengan perkembangan penyajian grafik yang lebih bagus, seperti diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran dengan penyajian berdimensi tiga, maka statistika semakin menjadi seni yang mengasikkan. Setiap orang akan bebas mengekspresikan data sesuai dengan jiwa seninya.

1.4 Peran Statistika dalam Industri Farmasi

Metode statistika mengandalkan konsep probabilitas untuk dapat menyatakan arti dan interpretasi dasar dari suatu masalah menjadi bahan baru dalam menyatakan suatu kondisi dengan ketidaklengkapan dan ketidaksempurnaan informasi.

Masuknya pendapat dan perilaku manusia dalam penilaian dan persepsi tentang kualitas, menyebabkan munculnya keragaman yang sangat menentukan terjadinya pola ketidakpastian.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pemodelan dan pendekatan pendugaan secara statistik yang sangat kuat dan memberikan dukungan terhadap kemajuan penerapan manajemen informasi dalam industri farmasi.

Peran statistika dalam industri farmasi dimulai dari pengendalian bahan baku obat, proses produksi sampai menjadi obat. Statistika juga berperan dalam mengembangkan obat dan mencari gagasan untuk menciptakan obat melalui riset pasar. Secara garis besar, kenapa statistika sangat dibutuhkan dalam industri farmasi, antara lain disebabkan oleh:

a. Perilaku konsumen

Konsumen selalu menginginkan adanya obat yang cepat menyembuhkan penyakit, tidak ada efek samping, dikemas dengan baik dan harganya murah.

(5)

b. Sumber alam untuk membuat obat terbatas

Dengan sumber alam untuk membuat obat terbatas, maka manusia berusaha untuk efisiensi di dalam memanfaatkan sumber alam tersebut.

c. Kemajuan teknologi membuat obat

Kemajuan teknologi membuat obat dewasa ini mendorong untuk menciptakan obat yang mempunyai daya saing tinggi dan harganya murah.

d. Proses produksi obat

Proses produksi obat perlu dikendalikan agar sebab-sebab terduga yang menjadi kendala produksi dapat dideteksi dan diperbaiki. Sebab-sebab terduga antara lain bahan baku, operator/pekerja dan mesin produksi.

e. Pemasaran (distribusi) obat

Agar obat dapat tersebar, maka diperlukan adanya distribusi atau pemasaran. Tujuan lain dari pemasaran adalah memperkenalkan suatu obat agar obat tersebut dikenal oleh masyarakat.

f. Limbah

Sebuah industri farmasi yang besar pasti mengeluarkan limbah. Limbah tersebut perlu penanganan yang lebih serius dan seksama agar tidak mengganggu.

Keterlibatan pola berpikir secara statistik antara lain dalam bidang:

a. bahan baku, b. riset pasar,

c. perilaku konsumen, d. perancangan produk, e. perancangan mutu, f. manajemen produksi, g. penerapan pola distribusi, h. pengukuran produktivitas, i. perhitungan finansial, j. manajemen limbah, k. penyimpanan produksi, l. sumber daya manusia, m. lain-lain.

Metode statistika yang sering digunakan dalam industri farmasi antara lain:

a. teori sampling, b. desain eksperimen, c. pemodelan,

d. pengujian hipotesis, e. interval konfidensi, f. pengendalian kualitas,

g. analisis uji hidup (survival analysis, reliability), h. metode non parametrik,

i. simulasi,

(6)

j. ilmu probabilitas, k. riset operasi,

l. analisis korelasi dan regresi, m. metode statistika yang lain.

Industri farmasi yang baik harus menerapkan dan memelihara prosedur-prosedur yang didokumentasikan untuk melaksanakan dan mengendalikan penerapan dari teknik statistik yang telah diidentifikasikan. Agar suatu industri farmasi dapat berhasil secara efektif dan efisien dalam melaksanakan pengendalian proses statistik (statistical process control), maka industri farmasi tersebut harus mempunyai pemahaman tentang proses dan menguasai penerapan metode statistik dalam pengendalian proses industri tersebut.

Penggunaan metode statistik dalam industri farmasi tidak hanya sekedar menerapkan alat-alat statistik, akan tetapi lebih diutamakan untuk mengendalikan proses industri farmasi yang berguna untuk meningkatkan performansi sistem industri tersebut. Dengan demikian pengendalian proses statistik lebih ditekankan kepada pengendalian proses berdasarkan data yang dianalisis dengan menggunakan alat statistik.

1.5 Skala Pengukuran

Seorang peneliti yang menganalisis data farmasi senantiasa berkepentingan dengan sifat dasar skala yang digunakan untuk pengukuran. Pengukuran didefinisikan sebagai pemberian angka- angka terhadap benda-benda atau peristiwa menurut kaedah tertentu dan menunjukkan bahwa kaidah-kaidah yang berbeda menghendaki skala-skala serta pengukuran-pengukuran yang berbeda. Ada empat macam skala pengukuran, yaitu:

a. skala nominal, b. skala ordinal, c. skala interval, d. skala rasio.

a. Skala Nominal

Skala ini merupakan skala yang paling lemah di antara keempat skala pengukuran. Sesuai dengan nama atau sebutannya, skala nominal membedakan benda atau peristiwa yang satu dengan lainnya berdasarkan nama (predikat).

Dalam skala nominal, angka yang diberikan berupa kategorisasi dan tidak menggambarkan kedudukan kategori tersebut terhadap kategori lainnya akan tetapi hanya sekedar kode maupun label.

Contoh

1. Nomor induk kepegawaian atau karyawan suatu industri farmasi

Nomor yang digunakan hanyalah sebagai idensitas untuk membedakan antara pegawai yang satu dengan pegawai yang lain dan tidak untuk memberikan nilai terhadap mereka.

(7)

2. Jenis pekerjaan

Untuk mempermudah analisis data biasanya jenis pekerjaan dikategorikan ke dalam angka tertentu, misalkan 1 untuk pegawai administratif, 2 untuk pegawai di bagian produksi, 3 untuk pegawai bagian penyimpanan (gudang) dan 4 untuk pegawai keuangan. Angka ini hanya digunakan untuk mengklasifikasikan jenis pekerjaan saja dan tidak mengandung arti, misalkan semakin kecil angkanya, maka penghasilannya semakin besar.

3. Nomor identitas obat

Jika kita membeli obat biasanya obat tersebut mempunyai kode identitas tertentu. Kode ini dibuat untuk mempermudah dalam melacak obat dan mempersingkat pekerjaan kasir.

b. Skala Ordinal

Pengukuran ordinal memungkinkan segala sesuatu disusun menurut peringkatnya masing- masing.

Contoh

1. Kualitas obat

Kualitas obat biasanya dikategorikan dengan angka 1 untuk obat yang sangat bagus, 2 biasa saja dan 3 tidak bagus. Pemberian angka tersebut dimaksudkan untuk memberikan peringkat kualiatas obat. Jarak antara kualitas yang satu dengan kualitas yang lain belum tentu sama.

2. Rangking pegawai/karyawan

Sebuah perusahaan farmasi ingin mengetahui produktivitas karyawannya. Rangking 1 diberikan kepada karyawan yang sangat produktif, 2 kurang produktif dan 3 tidak produktif. Peringkat ini tidak boleh diterjemahkan sebagai perbedaan antara peringkat 1 dengan 2 akan sama dengan perbedaan antara peringkat 2 dengan 3.

3. Asuransi

Industri asuransi berkaitan dengan klem asuransi. Untuk menentukan klem asuransi dan biaya premi yang harus dibayar biasanya mengacu kepada resiko kerusakan atau kematian barang yang diasuransikan. Biasanya pihak asuransi memberikan peringkat terhadap resiko tersebut misalkan dengan angka 1 untuk resiko yang tinggi, 2 sedang dan 3 tidak beresiko.

c. Skala interval

Skala interval dapat diterapkan apabila benda-benda atau peristiwa-peristiwa yang diselidiki, setelah diurutkan dapat dibeda-bedakan antara yang satu dengan yang lain dan perbedaan tersebut mempunyai arti. Skala ini mengurutkan benda atau peristiwa berdasarkan suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara benda atau peristiwa yang satu dengan benda atau peristiwa yang lainnya.

(8)

Contoh

Tes calon pegawai pada perusahaan farmasi

Berdasarkan tes calon pegawai pada perusahaan farmasi diketahui bahwa calon pegawai dengan nomor urut 1 memperoleh nilai 75, nomor urut 2 dengan nilai 55, nomor urut 3 dengan nilai 65 dan nomor urut 4 dengan nilai 90 dan nomor urut 5 dengan nilai 45.

Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa beda antara nilai 45 dengan nilai 55 akan sama dengan beda antara nilai 65 dengan nilai 75. Dengan demikian, jarak yang sama antara anggota masing-masing pasangan nilai tersebut menunjukkan beda yang sama dalam hal kadar ciri atau sifat yang diukur. Namun begitu tidak dapat disimpulkan bahwa nilai 90 yang diraih oleh nomor urut 4 dan nilai 45 yang diraih oleh nomor urut 5 mengandung arti bahwa ciri atau sifat yang dimiliki oleh nomor urut 4 adalah dua kali lipat yang dimiliki oleh nomor urut 5.

d. Skala rasio

Skala ini mencakup ketiga skala di atas ditambah dengan sifat lain, yaitu bahwa ukuran ini mempunyai nilai nol yang sama dan dapat diperbandingkan. Oleh karena ada titik nol, maka ukuran rasio dapat dibuat perkalian maupun pembagian.

Contoh

1. Produksi obat

Sebuah perusahaan farmasi mempunyai 4 mesin produksi yang masing-masing dapat memproduksi obat sebanyak 100 kg (mesin 1), 200 kg (mesin 2), 300 kg (mesin 3) dan 400 kg (mesin 4) tiap harinya. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa produksi obat mesin 3 adalah 3 kali lipat mesin 1.

2. Pendapatan

Pada bulan Januari sebuah perusahaan farmasi memperoleh pendapatan Rp. 30 juta, bulan Februari Rp. 45 juta dan bulan Maret Rp. 60 juta. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendapatan bulan Februari adalah 1,5 kali pendapatan bulan Januari.

3. Isi

Sebuah perusahaan farmasi mengeluarkan obat batuk baru dalam bentuk sirup dengan 3 ukuran kemasan, yaitu masing-masing 30 mili liter (ml), 60 ml dan 90 ml. Apabila kita ingin mengisi kemasan ukuran 90 ml dengan ukuran 30 ml, maka diperlukan 3 buah.

1.6 Pengumpulan Data

Pengumpulan dan pengolahan data statistik tidak terlepas dari prosedur eksperimen secara statistik. Langkah-langkah yang sering dilakukan dalam eksperimen secara statistik antara lain perencanaan eksperimen, pengumpulan data, pengolahan dan penataan data serta penyajian data dan analisis data.

(9)

1. Perencanaan eksperimen

Pengumpulan data yang efisien hanya dapat dilakukan apabila kita mengerti permasalahan yang menjadi obyek eksperimen. Pokok permasalahan harus dirumuskan secara cermat sehingga perencanaan eksperimen mutlak dibutuhkan. Setiap perencanaan eksperimen selalu bertumpu pada dana yang tersedia. Seringkali permasalahan yang diteliti membutuhkan biaya yang banyak, sehingga perencanaan eksperimen perlu diubah atau ditangguhkan. Tanpa perencanaan, pengumpulan data statistik menjadi tidak terarah.

2. Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan seharusnya akurat, up to date, komprehensif dan cocok dengan permasalahan yang akan diteliti. Cara pengumpulan data sebenarnya merupakan suatu prosedur yang sistematis dan standar yang berguna untuk memperolah data kuantitatif.

Beberapa statistik menganggap bahwa cara pengumpulan data sebagai suatu kelanjutan dari teori pengukuran dan cara pengukuran. Pengukuran dirumuskan sebagai pemberian angka- angka pada obyek berdasarkan peraturan yang berlaku. Teknik pengumpulan data yang sering digunakan untuk pengumpulan data kuantitatif adalah wawancara, kuesioner, tes skala obyektif dan observasi tingkah laku.

a. Wawancara

Wawancara merupakan suatu bentuk kegiatan untuk memperoleh keterangan-keterangan dan cara ini sudah dikenal sejak berabad-abad lamanya. Wawancara telah dianggap baik oleh karena sebagian besar keterangan-keterangan yang dibutuhkan dapat diperoleh secara langsung.

Wawancara biasanya berbentuk daftar pertanyaan yang direncanakan untuk mendapatkan jawaban yang cocok dengan maksud dan tujuan orang yang akan eksperimen.

Daftar lampiran pertanyaan dalam wawancara sebenarnya merupakan suatu rencana wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada responden.

Ada 3 sifat pertanyaan dan jawaban pada wawancara.

- Pertanyaan dengan jawaban alternatif tertentu (tertutup)

Bentuk yang paling umum dari pertanyaannya bersifat dikotomi. Hal tersebut disebabkan setiap jawaban dapat diklasifikasikan ke dalam bentuk ya/tidak, setuju/tidak setuju atau suka/tidak suka.

Contoh

1. Bagaimana sikap saudara tentang pergantian direksi setuju/tidak setuju 2. Apakah saudara pernah minum obat tidur ya/tidak

- Pertanyaan dengan jawaban yang bersifat terbuka

Pertanyaan yang bersifat terbuka sebenarnya merupakan bentuk pertanyaan yang memberi kerangka bagi jawaban responden dengan batas-batas minimal pada cara responden menjawab.

Contoh

1. Bagaimana sikap saudara tentang pergantian direksi

(10)

2. Apakah saudara pernah minum obat tidur

- Pertanyaan dengan jawaban berbentuk skala

Pemakaian pertanyaan yang jawabannya berupa skala akan memperoleh daya guna yang besar sekali apabila digabung dengan pertanyaan yang bersifat terbuka

Contoh

Bagaimana sikap saudara tentang pergantian direksi setuju (5)

tidak setuju (10)

Apakah saudara pernah minum obat tidur ya (5)

Tidak (10)

Di bawah ini beberapa contoh tentang pentingnya melakukan wawancara

1. Sebuah perusahaan farmasi telah melakukan wawancara langsung kepada konsumen berkaitan dengan penelitian tentang keluhan-keluhan konsumen dan apa saja yang dikehendaki oleh konsumen.

2. Kepala bagian kepegawaian telah melakukan wawancara kepada seluruh karyawannya dalam rangka untuk mengetahui kepuasan karyawan.

3. Bagian seleksi penerimaan karyawan harus melakukan wawancara kepada calon karyawan dalam rangka untuk mengetahui motivasi kerja.

b. Kuesioner

Kuesioner merupakan serangkaian pertanyaan yang dikirimkan lewat pos atau diserahkan secara langsung guna diisi. Jawaban pertanyaan dari kuesioner dilakukan sendiri oleh responden tanpa bantuan dari pencari data sehingga pencari data harus dapat membuat pertanyaan yang benar- benar jelas dan tidak meragukan bagi responden. Jawaban serta pengiriman kembali kuesioner sangat bergantung pada kesediaan responden dan pencari data tidak dapat memaksakan responden untuk mengisi dan mengembalikan kuesioner tersebut.

Kekurangan dari kuesioner antara lain pencari data tidak memperoleh jawaban dari responden dan atau pencari data tidak dapat mengecek kebenaran dari jawaban yang diisi oleh responden.

Contoh kuesioner antara lain:

1. Sering dijumpai di supermarket kita diberi selebaran kertas yang harus diisi dan biasanya dimotivasi dengan pemberian hadiah atau door prize,

2. Sering kita diberi angket dan biasanya agar angket tersebut diisi, maka diberikan harapan dapat hadiah atau undian berhadiah,

c. Tes skala obyektif

Cara pengumpulan data dapat juga merupakan serangkaian tes skala yang obyektif, dimana cara tersebut untuk menarik suatu kesimpulan tentang ciri-ciri individu atas dasar angka-angka yang diberikan kepada individu tersebut melalui tes tertentu.

Contoh bentuk pengukuran yang bersifat tes skala obyektif adalah tes kecerdasan dan bakat, tes prestasi, tes kepribadian, tes skala sikap, tes potensi akademik dan tes Toefl.

(11)

d. Observasi tingkah laku

Observasi tingkah laku sebenarnya juga bersifat penarikan kesimpulan tentang ciri-ciri individu dengan cara melihat atau mengamati sendiri peristiwanya.

Teknik pengumpulan data ini banyak dipergunakan pada riset psikologi, sosiologi dan ekonomi.

Sebagai contoh, apabila kita ingin meneliti tentang tingkah laku pemakai obat-obatan terlarang, anak kecil, orang gila atau dunia binatang.

1.7 Grafik Statistik

- Data statistik dapat disajikan dalam bentuk tabel atau grafik. Penyajian data dalam bentuk grafik umumnya lebih menarik perhatian dan mengesankan.

- Penyajian data statistik secara grafik mempunyai berbagai macam kegunaan, misalnya grafik seringkali digunakan dalam iklan dengan tujuan agar konsumen memperoleh kesan yang mendalam terhadap ciri-ciri produk yang diiklankan.

- Dalam prakteknya bentuk grafik statistik yang sering digunakan dalam penyusunan data adalah diagram garis, diagram batang, diagram lingkar dan scatter plot.

Contoh

Hasil produksi obat (dalam ton) tiap bulan dari PT Sehati dalam satu tahun terakhir adalah:

Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Hasil produksi 29 25 17 21 14 35 27 16 23 14 28 16

a. Diagram garis

Apabila data tentang hasil produksi obat (dalam ton) tiap bulan dari PT Sehati dalam satu tahun terakhir dan ditampilkan dalam bentuk diagram garis, maka diperoleh:

29 25

17 21

14 35

27

16 23

14 28

16

0 5 10 15 20 25 30 35 40

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

(12)

b. Diagram batang

Apabila data tentang hasil produksi obat (dalam ton) tiap bulan dari PT Sehati dalam satu tahun terakhir dan ditampilkan dalam bentuk diagram batang, maka diperoleh:

c. Scatter plot

Apabila data tentang hasil produksi obat (dalam ton) tiap bulan dari PT Sehati dalam satu tahun terakhir dan ditampilkan dalam bentuk scatter plot, maka diperoleh:

29 25

17 21

14 35

27

16 23

14 28

16

0 5 10 15 20 25 30 35 40

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

29 25

17 21

14 35

27

16 23

14 28

16

0 5 10 15 20 25 30 35 40

0 2 4 6 8 10 12 14

(13)

d. Diagram lingkaran

Apabila data tentang hasil produksi obat (dalam ton) tiap bulan dari PT Sehati dalam satu tahun terakhir dan ditampilkan dalam bentuk diagram lingkaran, maka diperoleh:

e. Diagram bar

Apabila data tentang hasil produksi obat (dalam ton) tiap bulan dari PT Sehati dalam satu tahun terakhir dan ditampilkan dalam bentuk diagram bar, maka diperoleh:

29

25 17

21 35 14

27 16

23 14

28 16

29 25 17

21 14

35 27

16

23 14

28 16

0 5 10 15 20 25 30 35 40

1 3 5 7 9 11

(14)

Latihan

1. Data berikut menyajikan hasil produksi (dalam ton) 20 mesin produksi obat dari PT Bugar, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan:

36 23 37 28 35 29 22 35 26 26 23 33 40 30 32 35 42 28 39 30 Buatlah grafik dalam bentuk diagram batang, diagram garis dan scatter plot!

2. Sebuah lembaga penelitian mengadakan suatu penelitian tentang jumlah konsumsi narkoba tiap tahun (dalam gram) dari para pengguna narkoba. Jumlah pengguna narkoba yang diambil sebagai sampel ada 30 orang dan diperoleh data:

32 45 31 42 24 34 69 48 41 60 29 30 48 47 51 17 44 63 42 32 49 57 18 19 20 42 45 26 52 23 Buatlah grafik dalam bentuk diagram batang, diagram garis dan scatter plot !

3. Data di bawah ini menunjukkan hasil rata-rata produksi (dalam bungkus) ramuan tradisional dalam 40 hari

286 316 300 257 703 508 393 170 322 657

299 697 476 849 143 340 703 357 977 380

480 546 535 800 750 254 478 603 640 400

685 549 400 398 467 695 332 699 462 447

Buatlah grafik dalam bentuk diagram batang, diagram garis dan scatter plot !

4. Banyaknya produk yang cacat selama 10 bulan terakhir (dalam kg) dari PT Sejahtera adalah:

75 71 65 76 85 78 97 67 62 79

Buatlah grafik dalam bentuk diagram batang, diagram garis dan scatter plot !

Referensi

Dokumen terkait

Ilmu statistik ; yaitu Ilmu pengetahuan yang membahas (mempelajari) dan memperkembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam

• Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan penganalisisannya, dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data

Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka

Bagian dari Statistika yang berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, pembuatan tabel, grafik atau diagram disebut statistika

Statistik = Ilmu yang mempelajari cara pengumpulan data, pengolahan data, analisis data serta penyajian data sehingga menjadi suatu informasi yang berguna bagi pengambilan

Bagian dari Statistika yang berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, pembuatan tabel, grafik atau diagram disebut statistika deskriptif..

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa statistika adalah suatu ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan data statistik dan fakta yang benar atau suatu kajian ilmu

Bagian dari Statistika yang berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, pembuatan tabel, grafik atau diagram disebut statistika