• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Ilmiah Cerebral Medika Vol.3.No 2 (2021) p-issn : e-isssn:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Ilmiah Cerebral Medika Vol.3.No 2 (2021) p-issn : e-isssn:"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 Manajemen Asuhan Keperawatan Kegawat Darurata n Pada Perempuan Dewasa Dengan

Diabetes Mellitus Tipe II Dengan Masalah Keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Di RST Reksodiwiryo

Shanti Dafris

Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Padang Email:[email protected]

ABSTRAK

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan asuhan keperawatan kegawatdaruratan pada pasien yang mengalami DM dengan masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah. Desain penelitian yang digunakan adalah Kualitatif. Pada pasien terjadi ketidakstabilan kadar glukosa darah karena faktor pola makan dan pengobatan yang tidak rutin, sering lapar,sering kencing, penurunan berat badan(BB), serta ketidakpatuhan dalam kontrol gula darah. Pasien dilakukan tindakan asuhan keperawatan dengan intervensi dan implementasi yang sama sesuai dengan etiologi masalah. Berdasarkan penelitian, didapatkan hasil masalah teratasi sebagian Oleh karena itu, dalam memberikan tindakan keperawatan guna mengatasi masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah dianjurkan untuk mengetahui faktor penyebab utama dan memperhatikan faktor penyebab lain. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari kambuhnya diabetes mellitus.

Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Diabetes Mellitus Tipe 2, Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah, Perempuan Dewasa, Resistensi Insulin

ABSTRACT

Diabetes Mellitus (DM) is a disease characterized by the occurrence of hyperglycemia and disturbances of carbohydrate, fat, and protein metabolism associated with absolute or relative deficiency of insulin action and/or secretion. The purpose of the study was to provide emergency nursing care to patients with diabetes mellitus with the problem of unstable blood glucose levels.

The research design used is qualitative. In patients there is instability of blood glucose levels due to irregular eating patterns and medication, frequent hunger, frequent urination, weight loss (BB), and non-adherence in blood sugar control. Patients are treated with nursing care with the same intervention and implementation according to the etiology of the problem. Based on the research, the results showed that the problem was partially resolved. Therefore, in providing nursing actions to overcome the problem of unstable blood glucose levels, it is recommended to find out the main causative factors and pay attention to other causal factors. It aims to avoid the recurrence of diabetes mellitus.

Keywords : Diabetes Mellitus, Type 2 Diabetes Mellitus, Blood Glucose Level Instability, Adult Women, Insulin Resistance

(2)

2 PENDAHULUAN

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Gejala yang dikeluhkan pada penderita Diabetes Mellitus yaitu polydipsia, polyuria, polyphagia, penurunan berat badan, dan kesemutan.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) 2019 menyatakan setiap tahun penderita DM mengalami peningkatan dibuktikan dengan data tahun 2014 lebih dari 347 juta penduduk terdiagnosis Diabetes Mellitus dan meningkat pada tahun 2016 menjadi 422 juta penduduk, tipe Diabetes Mellitus yang paling sering terjadi adalah Diabetes Mellitus tipe 2. International Diabetes Federation (IDF) menyatakan data prevalensi penderita DM secara global tiap tahun mengalami peningkatan,hal ini dibuktikan dari hasil penelitian Verawati (2019) sebanyak 415 juta jiwa terdiagnosis pada tahun 20153, ada hasil penelitian Fansuri (2019) penderita DM meningkat sebanyak 425 juta jiwa ditahun 2017, dan pada hasil penelitian Widiastuti (2020) penderita DM tambah meningkat menjadi 578 juta jiwa di tahun 2019.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, didapatkan prevalensi DM di Indonesia sebesar 3,0%, dimana Sumatera barat menempati posisi ke 17 dari 34 provinsi yang ada. Prevalensi terjadinya DM di Sumatera Barat mengalami peningkatan dalam kurun waktu 5 tahun yaitu pada tahun 2013 sebanyak 1,3% dan meningkat di tahun 2018 menjadi 1,6%

Putri Dafriani dalam Jurnal Medika Saintika menyatakan bahwa laporan penderita Diabetes Mellitus pada tahun 2014 terjadi sebanyak 5300 kasus dan mengalami peningkatan pada tahun 2015 sebanyak 1290 (30 %) dari jumlah sebelumnya, pada hasil penelitian Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2017

diketahui jumlah penduduk yang terdiagnosis penyakit Diabetes Mellitus sebanyak 33.436 orang (54,9%).

Berdasarkan beberapa hasil penelitian di atas, menyatakan bahwa jumlah pasien DM terus mengalami peningkatan dan memunculkan berbagai komplikasi seperti neuropati, nefropati, dan retinopati sehingga memerlukan peran perawat sebagai care giver memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif, mulai dari pengkajian sampai evaluasi. Perawat harus bisa menganalisis data dengan benar agar diagnosis keperawatan yang ditegakkan tepat sehingga dalam melaksanakan intervensi yang telah direncanakan masalah keperawatan pasien bisa diatasi. Maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang Asuhan Keperawatan Kegawatdarurata Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Pada Perempuan Dewasa Dengan Masalah Keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah.”

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menyajikan gambaran asuhan keperawatan kepada pasien dengan Diabetes Mellitus. Sampel pada penelitian ini sebanyak 1 orang pasien dengan Diabetes Mellitus dan asuhan keperawatan dilakukan mulai dari Pengkajian sampai Evaluasi

HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Pengkajian

Identitas

Tabel 1. Identitas Pasien

(3)

3 Tabel 2. Pengkajian Kesehatan Riwayat

Tabel 3. Pengkajian Pola Manajemen Kesehatan

Tabel 4. Pengkajian Personal Hygiene

Pemeriksaan Fisik Tanda-Tanda Vital

Tabel 5. Pengkajian Tanda-Tanda Vital

(4)

4 Pemeriksaan Head To Toe

Tabel 6. Hygiene dan Rambut Kepala

Tabel 7. Mata

Tabel 8.Telinga

Tabel 9. Hidung

Tabel 10. Mulut dan Tenggorokan

Tabel 11.

Tabel 12. Abdomen

Tabel 12. Integumen

Tabel 13. Pemeriksaan Genetalia Urinaria

Tabel 14. Pemeriksaan Ekstremitas atas/bawah

Tabel 15. Pemeriksaan Persyarafan

Tabel 16. Pemeriksaan Pemeriksaan Penenunjang

(5)

5 Tabel 17. Program Pengobatan

Diagnosis Keperawatan Nama pasien :Ny.M Umur :43 Th

Data pada tabel diagnosa di atas ditemukan pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II dengan diagnosis Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah b/d resistensi insulin biasanya mengeluhkan lelah, mulut terasa kering,sering merasa haus dan kadar glukosa dalam darah tinggi sehingga masalah yang lebih di prioritaskan adalah Ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin.

pendapat ini juga disampaikan oleh

(Verawati,2019) bahwa diagnosa aktual pada diabetes mellitus tipe II adalah Ketidak Stabilan kadar glukosa darah.pendapat ini juga di dukung oleh (Fansuri,2019) bahwa masalah keperawatan yang harus di lakukan asuhan keperawatan adalah Ketidakstabilan kadar glukosa darah (Hiperglikemia) berhubungan dengan resistensi insulin.

pendapat ini juga diperkuat oleh (Kristinia,2019) bahwa diagnose keperawatan yang diangkat Ketidakstabilan gula darah berhubungan dengan resistensi insulin.

Rencana Asuhan Keperawatan Intervensi

(6)

6 Data pada tabel di atas merupakan data

yang biasanya ditemukan pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II dengan diagnosis Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah yang menyatakan bahwa rencana tindakan yang dilakukan adalah Managemen Hiperglikemia. Identifikasi kemungkinan penyebab hiperglikemia, Identifikasi situasi yang menyebabkan hiperglikemia ), Monitor kadar glukosa darah, jika perlu, Monitor tanda dan gejala hiperglikemia(mis.poliuria, polydipsia, polifagia, kelemahan, malaise, pandangan kabur,sakit kepala, ajarakan pengelolaan diabetes. pendapat ini di dukung oleh (Verawati,2019) intervensi yang di rencanakan harus sesuai dengan kebutuhan masalah keperawatannya pada Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah b/d resistensi insulin dan kriteria hasil yang harus kita capai pada masalah ini adalah : monitor kadar glukosa darah, monitor tanda – tanda hiperglikemia, monitor intake dan output cairan ,berikan asupan cairan oral, anjurkan kepatuhan terhadap diet ,kolaborasi pemberian terapi obat dan insulin Intervensi ini juga di dukung oleh (Fansuri,2019) yang berpendapat Monitor kadar glukosa 102 darah ,Monitor tanda dan gejala hiperglikemi ,Ajarkan pengelolaan diabetes (mengenai pola makan,latihan fisik,monitor gula darah dan terapi dan pendidikan kesehatan) ,Ajarkan indikasi dan pentingnya pengujian keton urin (jika perlu) ,Kolaborasi pemberian insulin. Intervensi ini juga diperkuat oleh (Kristinia,2019) yang berpendapat sama dengan peneliti sebelum nya.

Catatan Keperawatan

Pustaka

Anonim.(2018). Hasil Utama Riskesdas 2018.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses Kamis, 18 Maret 2021 Pada Power Point Presentation (kemenkes.go.id)

Ayuro,Ridha.(2020).Pengaruh Pemberian Air Rebusan Daun Jambu Biji Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah Wilayah Kerja Pukesmas Andalas Padang.

Dafriani,P (2020).Hubungan Obesitas Dan Umur Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II .Jurnal Medika Saintika

(7)

7 Damayanti.S(2017).Diabetes Mellitus

Dan

PenatalaksanaanKeperawatan.Yogyakarta : Nuha Medika

Dinarti,Mulyanti, Yuli. 2017. Dokumentasi Keperawatan.http://bppsdmk.kemkes.go.i d/pusdiksdmk/wpcontent/uploads/2017/1

1 /PRAKTIKA-DOKUMEN

KEPERAWATAN-DAFIS.pdf.

Diaksespada tanggal 15 Februari 2021.

Fansuri,G. (2019). Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Diabetes Melitus (Dm) Tipe II Di Ruang Flamboyan Rsud. Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur Jurusan Keperawatan Prodi D-III

Keperawatan Samarinda.

http://repository.poltekkeskaltim.ac.id/28 9/1/Untitled.pdf. Diakses pada tanggal 15 Februari 2021.

Sihombing, I. M. (2020). ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERDARAHAN ANTEPARTUM. Jurnal Ilmiah Cerebral Medika, 2(1), 1-1.

DISMENORE, P. A. K. M. T., & PUTRI, P.

P. R. (2020). Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Jurnal Akademi Farmasi Prayoga, 5(2).

Wardhani, Inayatur, dkk. 2020.Asuhan Keperawatan Pada Penulis Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Gangguan Integritas

Jaringan. Jurnal

Keperawatan Vol.1 No.1

(8)

8

Gambar

Tabel 1. Identitas Pasien
Tabel 4. Pengkajian Personal Hygiene

Referensi

Dokumen terkait

Evaluasi Tingkat Kerentanan Zona Pengambilan dan Pemanfaatan Airtanah di wilayah CAT Kabupaten Bantul ini dimaksudkan untuk arahan wilayah (zona) yang dapat dilakukan pengambilan

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah paling besar adalah responden.. pengguna Lazada Indonesia adalah usia berkisar 26 – 30 tahun

Jenis primata yang ditemukan di areal kawasan lindung yang berada di dalam perkebunan kelapa sawit yaitu monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan beruk

Informasi resmi mengenai penerimaan CPNS, diumumkan melalui Radio Siaran Pemerintah Kabupaten (RSPK), situs Pemkab Sidoarjo dengan alamat Web Site http://www.sidoarjokab.go.id

Melalui kegiatan aplikatif ini, penulis hanya akan membuat sebuah sistem pengumpulan data baseline pada tingkat rumah tangga menggunakan ODK dan kemudian

21 Tahun 2008 yang memberikan kewenangan kepada Peradilan Umum untuk menyelesaikan sengketa Perbankan Syariah menimbulkan ketidakpastian hukum sekaligus menjurus pada

Berdasarkan perhitungan frekuensi dan persentase jenis bahasa yang digunakan maka dapat terlihat pada Tabel 2., jenis bahasa dokumen yang paling banyak dijadikan sumber untuk

Produktivitas tenaga kerja merupakan suatu ukuran sampai sejauh mana manusia atau angkatan kerja dipergunakan dengan baik dalam suatu proses produksi untuk mewujudkan hasil