Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
STUDI KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN
KEARSIPAN ANTARA MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED
INDIVIDUALIZATION) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DI KELAS X
PROGRAM KEAHLIAH ADMINISTRASI PERKANTORAN
SMK NASIONAL BANDUNG TAHUN AJARAN 2013/2014
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Oleh:
RIZKI SUCI RAMDHANI 1001224
RPOGRAM STUDI PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
2014
STUDI KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN
KEARSIPAN ANTARA MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED
INDIVIDUALIZATION) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DI KELAS X
PROGRAM KEAHLIAH ADMINISTRASI PERKANTORAN
SMK NASIONAL BANDUNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Oleh:
RIZKI SUCI RAMDHANI
Sebuahskripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pada fakultas pendidikan ekonomi dan bisnis
© Rizki Suci Ramdhani Universitas Pendidikan Indonesia
Juni 2014
Hak Cipta dilindungi Undang-undang.
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
RIZKI SUCI RAMDHANI
STUDI KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN
KEARSIPAN ANTARA MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED
INDIVIDUALIZATION) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DI KELAS X
PROGRAM KEAHLIAH ADMINISTRASI PERKANTORAN
SMK NASIONAL BANDUNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Disetujui dan disahkan oleh:
Pembimbing
Drs. Hendri Winata, M.Si. NIP. 196206171988031003
Mengetahui,
Ketua Program Studi
Pendidikan Manajemen Perkantoran
FPEB UPI
Dr. Rasto, M.Pd.
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
ABSTRAK
STUDI KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DI KELAS X PROGRAM KEAHLIAH ADMINISTRASI PERKANTORAN
SMK NASIONAL BANDUNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Oleh:
RIZKI SUCI RAMDHANI 1001224
Skripsiinidibimbingoleh:
Drs. Hendri Winata, M.Si.
Kajian dalam penelitian akan membahas mengenai masalah hasil belajar siswa.Inti dari kajian ini difokuskan pada bagaimana perbedaan hasil belajar siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Asissted Individualization dengan hasil belajar siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together.
Penelitian ini terdiri dari dua variable yaitu model pembelajaran TAI (X) dan hasil belajar siswa (Y). Desain penelitian dalam kajian ini adalah True Experimental Design dengan bentuk Posttest-Only Control Groupn Design. Teknik pengumpulan data dengan metode dokumentasi, tes dan observasi. Responden dalam penelitian ini adalah kelas X AP 1 yang menjadi kelompok eksperimen 1 dan kelas X AP 2 yang menjadi kelompok eksperimen 2. Masing-masing kelas berjumlah 20 orang siswa.
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan informasi bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas ekseprimen 1 yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Asissted Individualization dengan hasil belajar siswa kelas eksperimen 2 yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together pada mata pelajaran Kearsipan di Kelas X Administrasi Perkantoran SMK Nasional Bandung.
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
ABSTRACT
COMPARATIVE STUDY OF STUDENTS LEARNING OUTCOMES ON SUBJECTS OF ARCHIVES BETWEEN COOPERATIVE LEARNING
MODEL TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION)WITH COOPERATIVE LEARNING MODEL TIPELEARNING TOGETHER IN
GRADE X OFFICE ADMINISTRATION SKILLS PROGRAM SMK NATIONAL BANDUNG SCHOOL YEAR 2013/2014
by:
RIZKI SUCI RAMDHANI 1001224
Guidedby:
Drs. HendriWinata, M.Si.
This study analyzes the issue of student learning outcomes. The main focus of the study is on the differences between students learning outcomes that employ Team Assisted Individualization cooperative learning model and those that employ Learning Together cooperative learning model.
The study consistoftwovariables: those are TAI(X) learning modeland (Y) student learning outcomes. Researchdesignin this studyisTrueExperimentalDesignand Posttest-Only Control GroupnDesign is chosen. The data are collected by using documentation, testingandobservation. The respondents are class X AP 1asexperimentalgroup1andclass X AP 2asexperimentalgroup 2. Each classconsists of20 students.
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
DAFTAR ISI
LEMBAR PERNYATAAN ... Error! Bookmark not defined. ABSTRAK ... Error! Bookmark not defined. ABSTRACT... Error! Bookmark not defined. KATA PENGANTAR... Error! Bookmark not defined. UCAPAN TERIMA KASIH... Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI ...1 DAFTAR TABEL ... Error! Bookmark not defined. DAFTAR GAMBAR ... Error! Bookmark not defined. BAB I PENDAHULUAN... Error! Bookmark not defined. 1.1. Latar Belakang Masalah ... Error! Bookmark not defined. 1.2. Indentifikasi dan Pembatasan Masalah ... Error! Bookmark not defined. 1.3. Rumusan Masalah... Error! Bookmark not defined. 1.4. Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 1.5. Kegunaan Penelitian ... Error! Bookmark not defined. BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS ...Error! Bookmark not defined.
2.1. Landasan Teori ... Error! Bookmark not defined. 2.1.1.Pengertian Model Pembelajaran ... Error! Bookmark not defined. 2.1.2.Model Pembelajaran Kooperatif... Error! Bookmark not defined. 2.1.3.Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI ... Error! Bookmark not defined.
2.1.4.Metode Pembelajaran Learning Together ... Error! Bookmark not defined.
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
3.3. Unit Analisis ... Error! Bookmark not defined. 3.4. Skenario Pembelajaran ... Error! Bookmark not defined. 3.5. Instrumen Penilaian ... Error! Bookmark not defined. 3.5.1.Uji Validitas Instrumen ... Error! Bookmark not defined. 3.5.2.Uji Reliabilitas Instrumen ... Error! Bookmark not defined. 3.5.3.Uji Tingkat Kesukaran Intsrumen ... Error! Bookmark not defined. 3.5.4.Daya Pembeda Instrumen ... Error! Bookmark not defined. 3.6. Prosedur Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 3.7. Teknik Analisis Data... Error! Bookmark not defined. 3.7.1.Uji Normalitas Data ... Error! Bookmark not defined. 3.7.2.Uji Homogenitas... Error! Bookmark not defined. 3.7.3.Uji Beda (Uji-t) ... Error! Bookmark not defined. 3.8. Pengujian Hipotesis ... Error! Bookmark not defined. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .... Error! Bookmark not defined. 4.1. Deskripsi Hasil Uji Instrument... Error! Bookmark not defined. 4.1.1.Hasil Uji Validitas ... Error! Bookmark not defined. 4.1.2.Hasil Uji Reliabilitas ... Error! Bookmark not defined. 4.1.3.Indeks Kesukaran dan Daya Pembeda ... Error! Bookmark not defined. 4.2. Deskripsi Data Hasil Penelitian... Error! Bookmark not defined. 4.2.1.Data Kelas Eksperimen 1 ... Error! Bookmark not defined. 4.2.2.Data Kelas Eksprimen 2 ... Error! Bookmark not defined. 4.3. Analisis Data ... Error! Bookmark not defined. 4.3.1.Uji Data Ulangan Harian Kelas Eksperimen 1... Error! Bookmark not defined.
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) merupakan sistem pendidikan
yang mempersiapkan seseorang agar lebih mampu bekerja pada suatu
kelompok pekerjaan atau satu bidang pekerjaan daripada bidang-bidang
pekerjaan lainnya. Atau dengan kata lain SMK merupakan sistem
pendidikan kejuruan.
Departemen pendidikan budaya,1995 Mengemukakan :
Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. Pengertian ini mengandung pesan bahwa setiap institusi yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan harus berkomitmen menjadikan tamatannya mampu bekerja dalam bidang tertentu.
Pada dasarnya, pendidikan kejuruan memiliki manfaat yang besar
bagi dunia kerja yaitu dengan adanya pendidikan kejuruan maka dunia
kerja akan memperoleh tenaga kerja yang berkualitas, meringankan biaya
usaha, dan dapat membantu memajukan serta mengembangkan usaha.
Oleh karena itu, penulis akan melakukan penelitian di salah satu
SMK dalam penerapan model pembelajaran yang nantinya akan dilihat
melalu hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa dapat dikatakan sebagai
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
kemampuan tersebut bisa terlihat pada ranah kognitif (sesuai bidang studi),
ranah afektif (sesuai jenis nilai, norma, dan perilaku). Hal tersebut sejalan
dengan pernyataan dari Dimyati dan Mudjiono (2006,250-251) yang
mengungkapkan bahwa:
Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi, yaitu dari sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan “tingkat perkembangan mental” yang lebih baik bila dibandingkan pada saat pra-belajar. “Tingkat perkembangan mental” tersebut terkait dengan bahan pelajaran. Tingkat perkembangan menata tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif,afektif dan psikomotor. Dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesaikannya bahan pelajaran.
Sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu penulis melakukan
observasi pendahuluan di tempat objek penelitian. Dari hasil observasi
tersebut, didapatkan bahwa hasil belajar kelas X jurusan Administrasi
Perkantoran (AP) di SMK Nasional Bandung untuk standar kompetensi
mengelola sistem kearsipan masih rendah.
Hasil belajar siswa pada setiap standar kompetensi baru dapat
dikatakan terpenuhi apabila telah mencapai nilai sesuai KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimum), namun saat ini, di SMK Nasional Bandung masih
terdapat fenomena yang menunjukkan masih belum optimalnya proses
belajar mengajar, hal tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang belum
mampu mencapai nilai sesuai dengan KKM pada mata pelajaran tertentu.
Hal tersebut dapat dilihat dari nilai ulangan harian untuk standar
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
Tabel 1
Nilai Ulangan Harian Standar Kompetensi Mengelola Sistem KearsipanTahun Ajaran 2013/2014
Sumber: Data Pra-Penelitian yang diolah
Dari data diatas dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa masih
rendah. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya siswa yang memperoleh
nilai dibawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah
ditetapkan oleh pihak sekolah.
Berdasarkan pada perolehan nilai yang masih di bawah KKM maka
peneliti menyimpulkan bahwa belum terlaksana dengan baik atau belum
optimalnya pengajaran mata pelajaran Kearsipan. Hal tersebut di duga
terjadi akibat siswa tidak memahami materi yang diajarkan oleh guru, siswa
merasa jenuh ketika kegiatan belajar yang berdampak pada berkurangnya
minat belajar siswa sehingga materi yang disampaikan oleh guru tidak
dapat dipahami dengan jelas. Hal tersebut dapat terjadi karena metode
pembelajaran yang dipakai belum tepat dimana guru hanya menggunakan
metode belajar konvensional dengan metode ceramah. Metode ceramah
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
bagi guru, namun disamping itu metode ceramah hanya terfokus terhadap
guru tanpa adanya peran aktif dari siswa. Metode ceramah juga tidak secara
efektif menarik dan mempertahankan perhatian siswa. Tentunya hal
tersebut dapat menghambat seorang siswa untuk mendapatkan nilai yang
baik atau nilai KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah.
Belum optimalnya proses belajar mengajar di SMK Nasional
Bandung (Kelas X Administrasi Perkantoran) selama ini, sebagaimana
ditunjukkan oleh fenomena-fenomena yang terjadi, seperti masih
banyaknya jumlah siswa yang belum mencapai nilai KKM diduga karena
masih belum optimalnya penggunaan metode pembelajaran yang
diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar yang dilakukan di
kelas. oleh karena itu dalam upaya memahami dan memecahkan fenomena
tersebut dan hubungannya dengan masalah penggunaaan metode
pembelajaran, maka diperlukan pendekatan tertentu untuk memecahkan
masalah tersebut. Berdasarkan masalah yang dikaji maka pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teori belajar menurut
Vygotsky.
Vygotsky dalam Isjoni, (2013:40) mengemukakan bahwa:
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
Menurut Slameto (2002:65) salah satu faktor yang menunjang
keberhasilan belajar siswa adalah faktor metode mengajar guru, “Metode
mengajar adalah suatu cara/jalan yang harus dilalui dalam mengajar”. Salah
satu metode mengajar yang dianggap efektif untuk meningkatkan hasil
belajar siswa menurut M. Huda adalah model pembelajaran kooperatif,
dalam bukunya disebutkan bahwa “Metode pembelajaran kooperatif
dipandang sebagai sarana ampuh untuk meningkatkan prestasi belajar
siswa” (Huda, 2012:67).
Model pembelajaran Kooperatif terdiri dari beberapa tipe.
Masing-masing tipe tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam
hal ini seorang guru dituntut untuk dapat menerapakan suatu metode
pembelajaran yang baru sehingga memilliki keterampilan dalam
menerapkan suatu model pembelajaran kedalam materi yang nantinya akan
diberikan kepada siswa. Dan bagaimana caranya agar materi yang telah
disampaikan oleh guru dapat diingat dan dipahami oleh siswa sehingga
siswa dapat mengerjakan soal-soal yang diberikan ketika evaluasi
pembelajaran dilakukan dan hasil belajar siswa baik dan mencapai KKM
yang ditentukan. Hal itu tergantung pada model pembelajaran yang
diterapkan oleh guru. Tidak semua model pembelajaran kooperatif efektif
diterapkan. Oleh karena itu seorang guru harus pintar-pintar memilih model
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
diterapkan dikelas sehingga menjadi satu kesatuan yang sesuai dengan mata
pelajarannya.
Berdasarkan pada fenomena yang telah penulis uraikan, maka
model pembelajaran kooperatif yang penulis ambil yaitu model
pembelajaran Kooperatif tipe TAI (Team Assisted
Individualization).Penulis mengambil model pembelajaran tersebut karena model pembelajaran TAI ini mengkobinasikan keunggulan pembelajaran
kooperatif dan individual yang dirasa cocok diterapkan pada siswa yang
mengalami kesulitan belajar.
Model pembelajaran TAI dirasa tepat diterapkan pada
Kompetensi Dasar Menentukan Sistem Kearsipan karena model TAI
mengkobinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dengan individual.
Dimana setiap siswa dapat membawa hasil belajar secara individual ke
kelompok dan anggota kelompok akan mengkoreksi kekurangan-keurangan
dalam tugas yang telah dikerjakan secara individual sehingga siswa dapat
lebih mengingat dan memahami materi yang diberikan oleh guru.
Dikarenakan penelitian ini bebrbentuk studi komparatif maka di
butuhkan model pembelajaran pembanding. Untuk model pembelajaran
pembanding, penulis mengambil model pembelajaran yang serumpun yaitu
model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together.
Dalam penelitian ini, penulis merancang penerapan metode ini
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
menentukan sistem kearsipan atau sebanyak 4 kali pertemuan, dan hasil
belajar yang difokuskan adalah hasil belajar pada ranah kognitif.
Berdasarkan hal tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian eksperimen mengenai permasalahan diatas, Untuk mencapai
tujuan tersebut maka penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul
“Studi Komparatif Hasil Belajar Mata Pelajaran Kearsipan Antara
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted
Individualization) Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Learning Together Di Kelas X Program Keahliah Administrasi
Perkantoran SMK Nasional Bandung Tahun Ajaran 2013/2014”
1.2.Indentifikasi dan Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan di atas ,maka
masalah yang akan diteliti adalah masalah hasil belajar siswa yang rendah di
SMK Nasional Bandung. Hasil belajar rendah tersebut diduga karena model
pembelajaran yang digunakan kurang tepat.
Masalah yang hendak dipecahkan dalam penelitian ini adalah:
Hasil belajar siswa yang rendah, dikarenakan model pembelajaran yang
diterapkan oleh guru kurang tepat dan belum terlaksana dengan baik.
1.3.Rumusan Masalah
Bedasarkan pada fenomena yang penulis uraikan pada sub-sub
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
Adakah perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif tipe TAI (Team Assited Individualization) dengan metode pembelajaran Learning Together pada kompetensi dasar Menentukan Sistem Kearsipan di kelas X AP SMK Nasional Bandung.
1.4.Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
Mengetahui adakah perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan
Model Pembelajaran Kooperatif tipe TAI (Team Asissted
Individualization) dengan metode belajar Learning Together pada kompetensi dasar Menentukan Sistem Kearsipan di kelas X AP SMK
Nasional Bandung.
1.5.Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi yang
membutuhkannya maupun pembaca kegunaan penelitian ini berupa :
1. Secara Teoritis (akademik)
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi sebagai
bahan kajian lebih lanjut mengenai model pembelajaran dengan lebih
mendalam ataupun objek yang lebih luas.
2. Manfaat Empiris (praktis)
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
Dapat memperluas pengetahuan tentang pengaruh penerapan
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI dan dapat membedakannya
dengan metode belajar lainnya terhadap hasil belajar siswa.
b.Bagi Sekolah
Sebagai bahan pertimbangan bagi peningkatan kualitas prestasi
belajar siswa agar lebih meningkat dari sebelumnya agar lebih
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
BAB III
METODE PENELITIAN
1.1.Objek Penelitian
Penelitian ini membahas mengenai Studi Komparatif Hasil Belajar
Mata Pelajaran Kearsipan Antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI
(Team Assisted Individualization) Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning Together di Kelas X Program Keahliah Administrasi Perkantoran SMK Nasional Bandung Tahun Ajaran 2013/2014Program
Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Nasional Bandung).
Subjek dan objek (sasaran) penelitian merupakan orang yang dapat
memberikan data dan informasi yang dibutuhkan peneliti selama melakukan
penelitian, adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa/i SMK
Nasional Bandung Jurusan Administrasi Perkantoran Kelas X.
1.2.Metode/Jenis Peneleitian
Metode penelitian menggunakan metode True Experimental Design
dengan bentuk Posttest-Only Control Groupn Design . Dalam penelitian ini,
penulis akan menggunakan dua kelompok eksperimen secara random yang
akan diberikan perlakuan yang berbeda. Kelompok 1 di pilih kelas X AP 1
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
sedangkan kelompok 2 dipilih kelas X AP 2 yang akan diberikan perlakuan
dengan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together.
Menetapkan metode yang digunakan dalam suatu penelitian
merupakan hal yang sangat penting, karena metode penelitian berguna dalam
memberikan gambaran kepada peneliti bagaimana langkah-langkah penelitian
yang dilakukan sehingga permasalahan dapat dipecahkan.menurut Sugiyono
(2008 : 3) “metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data
dengan tujuan dan kegunaan tertentu”.
Untuk lebih jelasnya rancangan desain penelitian desain ini
digambarkan sebaai Berikut:
Tabel 1
Desain Only-Posttest Control Design
Kelompok Perlakuan Posttest
Acak Eksperimen1 X1 T
Acak Eksprimen 2 X2 T
(Sugiyono, 2010:112)
Keterangan :
X1 : Penerapan Model Pembelajaran TAI
X2 : Penerapan Model Pembelajaran LT
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
1.3.Unit Analisis
Dalam melakukan penelitian, kegiatan pengumpulan data merupakan
hal yang sangat penting guna mengetahui karakteristik dari bagian-bagian
yang menjadi objek dan subjek penelitian.
Dalam penelitian ini yang dijadikan sebagai pertimbangan dalam
memilih subjek penelitian yaitu kesamaan dari rata-rata nilai ulangan harian
siswa yang tidak jauh berbeda dimana rata-rata nilai ulangan harian kelas X
AP1 62,43 dan kelas X AP2 61, 38.
1.4.Skenario Pembelajaran
Adapun langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif
tipe TAI (kelas eksperimen) dan penerapan model pembelajran Learning Together (kelas kontrol)adalah sebagai berikut :
Tabel 2
Skenario Pembelajaran
Model Pembelajaran Team Assisted Individualization
(Kelas Eksperimen)
Model Pembelajaran Learning
Together
(Kelas Kontrol)
1. Tahap Persiapan
a) Guru membuat Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
b) Guru mempersiapkan materi yang
akan dibahas
c) Menyiapkan soal-soal untuk Post test.
c) Menyiapkan soal untuk post test
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu a) Orientasi
1. Guru mempersiapkan materi yang
akan dibahas
2. Guru mempersilahkan siswa untuk
berdoa sebelum belajar
3. Guru memeriksa kehadiran siswa
4. Guru memusatkan perhatian siswa
dengan memperlihatkan gambar
yang menarik sesuai dengan materi
yang akan dibahas.
b) Apersepsi
1. Guru menanyakan materi pada
pertemuan sebelumnya.
2. Guru memberikan pre-test
c) Motivasi
1. Guru memberitahu manfaat materi
yang akan dibahas
d) Pemberi Acuan
1. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
2. Guru menyampaikan kajian ilmu
3. Guru memberikan garis besar materi
yang akan dibahas.
4. Guru membagi kelompok belajar.
5. Guru menjelaskan mengenai sistem
penilaian.
6. Guru memberi tahu mengenai
sumber belajar.
a) Orientasi
1. Guru mempersiapkan materi yang
akan dibahas
2. Guru mempersilahkan siswa untuk
berdoa sebelum belajar
3. Guru memeriksa kehadiran siswa
4. Guru memusatkan perhatian siswa
dengan memperlihatkan gambar
yang menarik sesuai dengan materi
yang akan dibahas.
e) Apersepsi
1. Guru menanyakan materi pada
pertemuan sebelumnya.
2. Guru memberikan pre-test
f) Motivasi
1. Guru memberitahu manfaat materi
yang akan dibahas
2. Pemberi Acuan
3. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
4. Guru menyampaikan kajian ilmu
5. Guru memberikan garis besar
materi yang akan dibahas.
6. Guru membagi kelompok belajar.
7. Guru menjelaskan mengenai sistem
penilaian.
8. Guru memberi tahu mengnai
sumber belajar.
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu a) Tahap mempelajari materi pelajaran,
guru memberikan tugas kepada
siswa untuk mempelajari materi
pembelajaran secara individual yang
sudah dipersiapkan oleh guru.
b) Tahap Penempatan, Guru
memberikan kuis secara individual
untuk mendapatkan skor dasar atau
skor awal.
c) Tahap pembentukan kelompok, guru
membentuk beberapa kelompok
yang terdiri dari 4-5 orang setiap
kelompoknya.
d) Tahap belajar kelompok, siswa
membawa hasil penyelesaian tugas
secara individual, siswa menuju
kelompok belajar sesuai dengan
kelompok yang telah diinformasikan
oleh guru.
e) Siswa mendiskusikan hasil
pekerjaannya dengan teman satu
kelompok, dengan cara saling
memeriksa, mengoreksi dan
memberikan masukan.
Masing-masing tim harus dapat memastikan
bahwa teman satu tim telah
memahami materi pelajaran dan
bertanggung jawab terhadap
jawaban temannya.
a) Tahap penyampaian pelajaran,
guru menyajikan pelajaran
b) Tahap pembentukan kelompok,
guru membentuk kelompok
yang terdiri dari 4-5 orang
siswa
c) Masing-masing kelompok
menerima lembar tugas untuk
bahan diskusi dan
menyelesaikannya
d) Masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil
kerjanya
e) Guru memberikan penghargaan
terhadap kelompok yang
menyelesaikan tugas dengan
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu f) Skor tim dan Rekognisi Tim, Guru
memberikan skor setiap minggunya
dan penghargaan kepada setiap tim
sesuai dengan kinerja siswa didalam
tim dan selama proses pembelajaran
berlangsung.
g) Tahap refleksi, Guru memberikan
penegasan terhadap materi yang
telah dipelajari. Guru menjelaskan
materi telah dipelajari agar siswa
yakin mengenai apa yang mereka
pelajari dalam kelompoknya
masing-masing.Tahap tes akhir,
guru memberikan posttest yang dikerjakan secara individu untuk
mengukur seberapa pemahamaan
siswa terhadap materi yang sudah
dipelajari.
h) Tahap unit keseluruhan kelas, Pada
akhir pertemuan guru membahas
materi pelajaran secara keseluruhan
dan memberikan evaluasi terhadap
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu siswa.
4. Kegiatan Penutup
a) Guru membimbing siswa
untuk membuat kesimpulan
atas materi pelajaran secara
keseluruhan.
b) Guru memberikanPost-test
secara perseorangan.
4. Kegiatan Penutup
a) Guru memberikan kesimpulan
atas materi pelajaran secara
keseluruhan
b) Guru memberikan post-test
1.5.Instrumen Penilaian
Instrumen penilaian dibuat oleh peneliti dengan tujuan untuk
mendapatkan data yang dibutuhkan. Instrumen penilaian disebut juga dengan
instrument tes.
Sudjana (2005:35) mengemukakan bahwa “Tes pda umumnya
digunakan untuk menilai, mengukur, hasil belajar siswa terutama hasil belajar
kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan ajar sesuai dengan tujuan
pendidikan dan pegajaran”.
Instrumen tes dalam penelitian ini terdiri dari pre-test dan post-test. Pre-test bertujuan untuk mengetahu kemampuan awal kelas ekseperimen dan kelas kontrol. Sementara post-test bertujuan untuk mengetahui hasil belajar sisa kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah keduanya diberikan perlakuan.
Selanjutnya, sebelum intrumen tes diberikan pada kelas eksperimen
dan kelas kontrol maka akan dilakukan pengujian terhadap instrumen tes
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
1.5.1.Uji Validitas Instrumen
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan
atau kesahihan suatu instrumen(Arikunto; 1998:160). Suatu instrument
dikaatakan valid apabila mampu mengukur apa yang hendak diukur dan
mampu mengungkap data dari variable yang diteliti secara tepat. Sebuah tes
dikatakan memiliki validitas jika hasilnya memiliki kesejajaran antara hasil tes
tersebut dengan kriterium.
Uji validitas dilakukan dengan cara melihat kesesuaian antara
instrument dengan tujuan pembelajaran yang tertuang didalam Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran. Untuk melihat kesesuaian antara instrument
dengan tujuan pembelajaran dilakukan dengan cara beberapa kali penilaian
instrument oleh dosen pembimbing penulis dan guru pamong yang berada di
sekolah tempat penulis melakukan penelitian.
1.5.2.Uji Reliabilitas Instrumen
Uji reliabilitas dilakukan untuk memperoleh gambaran kebaikan
suatu instrumen penilitian yang akan digunakan sebagai alat pengumpul data.
Sama hal dengan uji validitas, uji reliabilitas pun dilakukan dengan cara
melihat kesesuaian antara instrument dengan tujuan pembelajaran yang
tertuang didalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Untuk melihat
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
cara beberapa kali penilaian instrument oleh dosen pembimbing penulis dan
guru pamong yang berada di sekolah tempat penulis melakukan penelitian.
1.5.3.Uji Tingkat Kesukaran Intsrumen
Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu
sukar. Derajat kesukaran tiap butir soal dinyatakan dengan bilangan yang
disebut indeks kesukaran (Arikunto, 2008).
Untuk mengetahui tingkat/indeks kesukaran dari tiap butir soal,
digunakan rumus sebagai berikut :
IK =
�
Arikunto (2008)
Keterangan :
- IK = Indeks kesukaran
- B = Banyaknya siswa yang menjawab benar soal tersebut
- JS = Jumlah siswa peserta tes
Selanjutnya indeks kesukaran yang diperoleh dari perhitungan
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
Tabel 3
Interprestasi Indeks Kesukaran
Indeks Kesukaran Interprestasi
0,00 ≤ IK ≤0,30 Sukar
0,30 < IK ≤ 0,70 Sedang
0,70 < IK ≤ 1,00 Mudah
Arikunto (2008)
1.5.4.Daya Pembeda Instrumen
Daya pembeda berkaitan dengan kemampuan soal untuk
membedakan siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang
berkemampuan rendah. Dalam mengukur daya pembeda ini, peserta dibagi
menjadi dua kelompok, yaitu kelompok atas (A) yang memperoleh skor
lebih dari 60% dan kelompok bawah (B) yang memperoleh 60% atau kurang
dari 60%. Rumus untuk mencari daya pembeda ini adalah
� = � −� = � − �
Arikunto (2008)
Keterangan:
- JA = banyaknya peserta kelompok atas
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
- BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan
benar
- BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab dengan benar
- PA = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar
- PB = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar
Daya pembeda ini dapat diklasifikasikan dengan melihat tabel di bawah ini.
Tabel 4
Tabel 6 Klasifikasi Daya Pembeda
Arikunto (2008)
1.6.Prosedur Penelitian
1.6.1.Tahapan Perencanaan
1. Telaah kurikulum mata Kearsipan SMK, Peneliti menelaah kurikulum
mata pelajaran SMK. Khususunya mata pelajaran kearsipan. Hal
dilakukan untuk mengetahui model pembelajaran apa yang cocok
diterapkan.
D Daya Pembeda
0,00 ≤ D ≤ 0,20
0,20 < D ≤ 0,40
0,40 < D ≤ 0,70
0,70 < D ≤ 1,00
Jelek (poor)
Cukup (stisfactory)
Baik (good)
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
2. Telaah pembelajaran Kearsipan SMK, hal ini dilakukan untuk
mengetahui apa saja yang menjadi hambatan dalam pembelajaran
kearsipan.
3. Menentukan sekolah yang akan dijadikan tempat penelitian. Hal ini
dilakukan agar peneliti melakukan penelitian di tempat yang tepat.
4. Perumusan masalah penelitian. Peneliti merumuskan masalah penelitian
agar masalah penelitian tidak terlalu meluas.
5. Membuat hipotesis, peneliti membuat hipotesis yang digunakan sebagai
jawaban sementara dari suatu permasalahan yang harus dibuktikan
kebenarannya. Hal itu sejalan dengan pendapat Suharsimi Arikunto
(2002:22) yang mengatakan bahwa “Hipotesis adalah kebenaran
sementara yang ditentukan oleh peneliti, tetapi masih harus dibuktikan
atau di tes atau di uji kebenarannya”
6. Studi literature buku, artikel, dan laporan peneltian mengenai model
pembelajaran TAI agar peneliti lebih memahami tentang model
pembelajaran TAI.
7. Menyusun silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan instrument
penelitian. Agar penelitian berjalan secara terstruktur dan jelas, maka
peneliti menyususn RPP dan instrument penelitian.
8. Meminta penilaian dari dosen dan guru SMK tempat melakukan
penelitian tentang instrument-instrumen yang telah disiapkan. Peneliti
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
melakukan penelitian tentang instrument penilaian sampai instrument
penilaian yang telah di buat oleh peneliti dirasa layak.
9. Merevisi instrument penelitian. Setelah menerima penilaian instrument
penilaian, peneleiti melakukan revisi atau memperbaiki instrument
penilaian sesuai dengan koreksi yang diberikan oleh dosen dan guru
SMK,
1.6.2.Proses Pelaksanaan
1. Penentuan kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Peneliti
menjadikan kelas X AP 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas X AP2
sebagai kelas eksperimen 2.
2. Meminta nilai ulangan harian kedua kelas kepada guru, selanjutnya nilai
ulangan di uji normalitas dan homogenitas.
3. Pada kelas eksperimen 1 diterapkan model pembelajaran Kooperatif tipe
TAI.
4. Pada kelas eksprimen 2 perlakuan berupa pembelajaran dengan model
learning together.
1.6.3. Tahap Akhir
1. Mengolah data hasil tes instrumen dari kelas eksperimen 1 dan kelas
eksperimen 2. Setelah peneliti mendapatkan hasil tes instrument dari
kelas eksprimen 1dan eksperimen 2, peneliti mengolah data tersebut
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
2. Menganalisis hasil temuan penelitian. Peneliti menganalisis hasil temuan
dengan beberapa pengujian statistika yang akan tercantum pada
pembahasan teknis analisis data.
3. Menarik kesimpulan. Setelah peneliti melaksanakan seluruh prosedur
penelitian, barulah peneliti menarik kesimpulan.
3.7.Teknik Analisis Data
3.7.1.Uji Normalitas Data
Uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data
berdistribusi normal atau tidak, jika data berdistribusi normal maka proses
selanjutnya menggunakan perhitungan statistik parametrik, sebaliknya jika
data tidak berdistribusi normal maka untuk perhitungannnya menggunakan
statistik non parametrik. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan
pengujian normalitas dengan uji Liliefors. Kelebihan dari teknik ini adalah penggunaan/perhitungannya yang sederhana, serta cukup kuat sekalipun
dengan ukuran sampel kecil, n = 4 (Harun Al Rasyid,2004).
Langkah kerja uji normalitas dengan metode Liliefors menurut (Sambas Ali Muhidin 2010:93), sebagai berikut:
1. Susunlah data dari kecil ke besar. Setiap data ditulis sekali, meskipun ada beberapa data.
2. Periksa data, berapa kali munculnya bilangan-bilangan itu (frekuensi harus ditulis).
3. Dari frekuensi susun frekuensi kumulatifnya.
4. Berdasarkan frekuensi kumulatif, hitunglah proporsi empirik (observasi).
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu 6. Menghitung theoritical proportion.
7. Bandingkan empirical proportion dengan theoritical proportion kemudian carilah selisih terbesar titik observasinya.Buat kesimpulan, dengan kriteria uji, tolak h0 jika
D > D (n,α).
Berikut ini adalah tabel distribusi pembantu untuk penguji
normalitas data.
Tabel 5
Pembantu Pengujian Normalitas
Keterangan :
Kolom 1 : Susunan data dari kecil ke besar
Kolom 2 : Banyak data ke I yang muncul
Kolom 3 : Frekuensi kumulatif, Formula,fk = f + fksebelumnya
Kolom 4 : Proporsi empirik (observasi) Formula,Sn(Xi) = fk/n
Kolom 5 : Nilai Z,formula, Z =� −�̅ �
Dimana :�̅ = ∑ Xi
n dan S = √
∑Xi – ∑ Xin n−
X F Fk Sn(Xi) Z Fo(Xi) Sn(Xi)- F0(Xi) Sn(Xi-1)- Fo(Xi)
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
Kolom 6 : Theoritical Proportion (tabel z): Proporsi Kumulatif Luas Kurva Normal Baku dengan cara melihat nilai z pada tabel distribusi
normal.
Kolom 7 : Bandingkan empirical proportion dengan theoretical proportion, (selisih kolom 4 dan 6 )
Kolom 8 : Nilai mutlak (semua nilai harus bertanda positif). Tanda
selisih mana yang paling besar nilainya. Nilai tersebut adalah D hitung.
Selanjutnya menghitung D table pada a = 0,05 dengan cara ,886
√�
Kriteria kesimpulan:
D hitung < D table, maka H0 diterima = Data berdistribusi normal.
D hitung > D table, maka H0 ditolak = Data tidak berdistribusi normal.
3.7.2.Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk kepentingan akurasi data dan
keterpercayaan terhadap hasil penelitian. Uji homogenitas ini dimaksudkan
untuk menguji perbedaan antara dua kelompok, yaitu dengan melihat
perbedaan varians kelompoknya.
Uji homogenitas dilakukan dengan Uji Fisher. Uji ini dilakukan untuk mengetahui kesamaan antara dua kesamaan antara dua keadaan atau
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan oleh Sudjana (2005:249)
sebagai berikut:
1. Tentukan Hipotesis dengan bunyi hipotesis sebagai berikut: Ho : Varians pada tiap kelompok Homogen
H1 : Varians pada tiap kelompok tidak Homogen
2. Bagi data menjadi dua kelompok
3. Tentukan simpangan baku dari masing- masing kelompok 4. Tentukan F hitung dengan rumus
5. Tentukan taraf nyata yang akan digunakan
6. Tentukan db pembilang (varians terbesar) dan db penyebut (varians terkecil)
7. Tentukan Kriteria pengujian
8. Untuk menetapkan homogenitas digunakan digunakan pedoman:
a. Fhitung < Ftabel, maka varians setiap sampel homogen
b. Fhitung ≥ Ftabel, maka varians setiap sampel tidak homogeny
3.7.3.Uji Beda (Uji-t)
Pengujian terakhir yaitu pengujian hipotesis dimana peneliti
ingin mengetahui apakah pembelajaran dengan penerapan model
pembelajaran Team Assisted Individualization lebih baik dari pada model pembelajaran Learning Together. Menghitung perbedaan dua rata-rata dari kedua model dan dalam penghitungannya dapat menggunakan rumus
berikut:
� = �̅ − �̅
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
(Sugiyono, 2006:118)
Keterangan :
X1 : rata-rata skor gain kelompok eksperimen
X2 : rata-rata skor gain kelompok kontrol
N1 : jumlah siswa kelas eksperimen
N2 : jumlah siswa kelas kontrol
� : varians skor kelompok Eksperimen
� : varians skor kelompok Kontrol
Uji beda (uji-t) ini akan digunakan untuk mencari perbedaan
pada soal pretest, perbedaan pada saat proses ketika terjadi perlakuan, dan juga perbedaan pada soal postest. Uji beda ini dilakukan agar mengetahui kesignifikansian statistik perbedaan atau perubahan yang terjadi
3.8.Pengujian Hipotesis
Pengujian terakhir dalam penelitian ini yaitu pengujian hipotesis
untuk melihat apakah hipotesis yang sudah diduga terbukti atau tidak.
Menurut Ating Somantri dan Sambas Ali M (2006:161) langkah-langkah yang
dapat dilakukan dalam rangka menguji hipotesis yang dapat di ajukan dapat
mengikuti langkah-langkah berikut :
1. Nyatakan hipotesis statistik (H0 dan H1) yang sesuai dengan hipotesis
penelitian yang diajukan
2. Menentukan taraf kemaknaan/nyata alpha (level of significance alpha) 3. Gunakan statistik uji yang tepat, dalam penelitian ini statistik uji yang
digunakan adalah uji perbedaan dua rata-rata.
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu 5. Apakah nilai statistik uji berdasarkan data yang dikumpulkan. 6. Berikan kesimpulan.
� = �̅̅̅ − �̅̅̅
√ � − �� − � − – � − � � − �
(Sugiyono, 2006:118)
Keterangan:
� : rata-rata skor gain kelompok eksperimen � : rata-rata skor gain kelompok kontrol � : jumlah siswa kelas eksperimen
� : jumlah siswa kelas kontrol
� : varians skor kelompok eksperimen � : varians skor kelompok kontrol
Kemudian t hitung di hubungkan dengan t tabel. Cara hitung
menghubungkannya adalah sebagai berikut:
1. Menentukan derajat kebebasan (dk) = N1 + N2 -2
2. Melihat tabel distribusi t untuk tes satu skor pada taraf signifikasi
tertentu misalnya pada taraf 0,005 atau tingkat kepercayaan 95 %
sehingga akan diperoleh nilai t dari Tabel distribusi t dari Tabel
distribusi t dengan persamaan
t
tabel =t
(1-�
)(dk).bila nilai t untuk dkyang diinginkan tidak ada pada tabel, maka dilakukan proses interpolasi.
Dengan hipotesis uji sebagai berikut :
: Ada Perbedaan Hasil Belajar Siswa antara Kelompok Eksperimen
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
Together pada Kompetensi Dasar Menentukan Sistem Kearsipan di Kelas X AP SMK Nasional Bandung. Kriteria pengambilan
keputusan untuk uji perbedaan dua rata-rata adalah sebagai
berikut :
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
1.1.Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, maka penulis
memperoleh kesimpulan sebagai berikut:
Adanya perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model
pembelajaran Team Assisted Individualization dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Learning Together pada Standar Kompetensi Menentukan Sistem Kearsipan di SMK Nasional Bandung,
hasil uji beda kedua kelas tersebut bermakna atau meningkat signifikan.
1.2.Saran
Model pembelajaran TAI dan Learning Together pada dasarnya dapat diterapkan pada kompetensi dasar menentukan sistem kearsipan.
Jika kompetensi dasar atau materi pelajaran berskala besar atau luas, dan
pihak pengajar lebih membutuhkan kecepatan penyelesaian tugas dan
kerjasama tim dari peserta didik maka yang cocok diterapkan adalah
model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together. Akan tetapi jika pihak pengajar atau guru menginginkan ke-detailan pengerjaan tugas dan
Rizki Suci Randhani, 2014
STUD I KOMPARATIF HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEARSIPAN ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED IND IVIDUALIZATION) D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER D I KELAS X PROGRAM KEAHLIAH AD MINISTRASI PERKANTORAN SMK NASIONAL BAND UNG TAHUN AJARAN 2013/2014
Universitas Pendidikan Indonesia |repository.upi.edu |perpustakaan.upi.edu
cara belajar kelompok, maka yang cocok diterapkan adalah model
Al Rasyid, Harun. 2004. Statistika Sosial. Bandung: Program Pasca Sarjana UNPAD Aneka Cipta
Anita Lie. 2007. Cooperative Learning. Jakarta :Grasindo.
Arif Rohman. 2009. Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. Yogyakarta:
Ating Somantri dan Sambas Ali Muhidin, (2011). Desain Peneleitian Kuantitatif. Bandung:Karya Adhika Utama.
Dimyati dkk, (2006). belajar dan pembelajaran. Rhineka Cipta : Jakarta
Gora, Winastawan. 2010. Strategi Pembelajaran Inovatif Berbasis TIK. PT Elex Media Komputindo:Jakarta
Hendri Winata, (2014). Langkah-langkah Penelitian Metode Eksperimen.
Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
Hisyam Zaini, Bernawy Munthe, Sekar Ayu Aryani. 2004. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta:CTSD
Huda, M. 2012. Cooperative Learning, Metode, Teknik, Struktur dan Model
Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Isjoni. 2013. Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Pekan
Baru: Alfhabeta.
Latifah Dea 2013 Penerepan Model Pembelajaran Cooperatif Tipe TGT pada Materi Bangun Ruang Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa: Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
M. Nazir. 2003. Metode Penelitian.Jakarta: Ghalia Indonesia
Muhidin, S.A. 2010. Statistika 1 Pengnatar Untuk Penelitian. Bandung: Karya Andhika Utama.
Muhidin, S.A. 2010. Statistika 2 Pengantar untuk Penelitian. Bandung: Karya Andhika Utama
Mulyani Sumatri, dkk. 2000. Strategi Belajar Mengajar. Proyek Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan SD di Jawa Tengah 1999/2000.
Semarang:Depdikbud Dirjen Pendidikan Tinggi Jawa Tengah
Nana Sudjana (2004). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nana Sudjana, (2003). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya
Nur Asma. 2006. Model Pembelajaran Kooperatif. Jakarta: Direktorat Jenderan
Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan
Radno Harsanto, (2007). Pengelolaan Kelas yang Dinamis, Paradigma Baru Pembelajaran Menuju Kompetensi Siswa. Yogyakarta:Kanisius.
Slameto, (2002). Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta : PT Pustaka LP3S Indonesia.
Slameto, 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta : PT Pustaka LP3S Indonesia.
Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media
Slavin, Robert E. 2008. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Indah.
Slavin, Robert E. 2009. Cooperative Learning Teori Riset dan Praktek. Bandung: Nusa Media.
Sugiyono, (2008). Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta.
Sugiyono, (2009). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung:
Sugiyono, (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi Arikunto, (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara
Suharsimi Arikunto, (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, PT.
Suharsimi Arikunto, (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Suharsimi Arikunto, (2009). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta :Aneka Cipta
Syaiful Sagala, (2012). Konsep dan Makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta
Yuliartiningsih, M.S. (2003). Model-Model Pembelajaran. Bandung: Rosda Karya
Firmansyah, Aswad, (2013), Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI
(Online)
http://aswadfirmansyahmh.blogspot.com/2013/03/metode-pembelajaran-kooperatif-tipe.html [24 Oktober 2013]
Yusriza, (2011), Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning Together
(Online)