• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Debit Banjir Kala Ulang Terhadap Tinggi Muka Air Waduk Krisak Kabupaten Wonogiri.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tinjauan Debit Banjir Kala Ulang Terhadap Tinggi Muka Air Waduk Krisak Kabupaten Wonogiri."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

Air merupakan sumber daya alam yang berharga serta karunia Tuhan yang tidak

habis-habisnya. Air merupakan salah satu pilar penyangga bagi kehidupan makhluk

hidup yang dapat dimanfaatkan demi memenuhi kebutuhan semua makhluk hidup.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan curah hujan yang tinggi di dunia,

dengan kata lain jumlah air sangat berlimpah, namun jumlah air sangat tidak

seimbang menurut tempat dan musim. Berlimpahnya sumber daya alam berupa air

sehingga perlunya ketersediaan bangunan keairan yang baik. Semakin meningkatnya

pembangunan di Indonesia, maka pembangunan di bidang sumber daya keairan

menjadi salah satu perhatian dalam penanganan.

Di Kabupaten Wonogiri selain Waduk Gajah Mungkur juga terdapat beberapa waduk

yang tersebar di berbagai tempat, salah satu diantaranya adalah Waduk Krisak.

Waduk Krisak terletak ± 10 Km dari Kota Wonogiri, tepatnya di Desa Pare,

Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Fungsi utama Waduk Krisak untuk

pengembangan perikanan air tawar, keperluan irigasi yang mencakup wilayah seluas

274 Ha, serta sebagai tempat pariwisata. Berdasar perencanaan, volume tampungan

Waduk Krisak terbagi atas volume normal sebesar 3,72 juta m3, volume minimum

sebesar 1,03 juta m3, serta volume efektif sebesar 2,69 juta m3.

Waduk Krisak dibangun pada tahun 1943 hingga kini masih berfungsi dengan baik.

Pada tahun 1985 mengalami rehabilitasi dengan penambahan tinggi mercu

bendungan sebesar 1,00 meter. Sejalan dengan usia waduk, fungsi dari waduk ada

kecenderungan semakin menurun. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah

kapasitas waduk yang semakin berkurang akibat adanya sedimentasi. Selain faktor

dari bangunan waduk itu sendiri, faktor dari luar seperti perubahan tata guna lahan

dan perubahan iklim jelas akan mempengaruhi terhadap debit banjir yang terjadi.

Debit banjir tersebut menjadi tidak sesuai dengan kondisi saat perencanaan waduk.

Perlu adanya analisis debit banjir dengan kala ulang tertentu untuk mengetahui tinggi

(2)

Debit banjir rencana dapat diketahui dengan cara mengalihragamkan hujan menjadi

aliran. Dalam proses pengalihragaman hujan menjadi aliran memiliki beberapa sifat,

antara lain intensitas curah hujan, lama waktu hujan, frekuensi dan luas daerah

pengaruh hujan. Menurut Dina Nur Febriani (2008), Pada analisis hujan wilayah dari

data hujan harian maksimum DAS Bengawan Solo mempunyai kecenderungan naik,

dan kecenderungan naik tertinggi terdapat pada variasi panjang data 15 (lima belas)

tahunan terakhir.

Saat curah hujan naik, besarnya debit banjir juga akan mengalami kenaikan.

Besarnya debit banjir sangat berpengaruh pada ketinggian muka air pada tampungan

waduk. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis debit banjir kala ulang tertentu

sehingga dapat digunakan untuk evaluasi terhadap tinggi muka air yang terjadi. Hal

ini sangat penting untuk mengetahui apakah muka air waduk yang terjadi masih di

Referensi

Dokumen terkait

Perhitungan kebutuhan air untuk irigasi dilakukan dengan memperhitungkan faktor – faktor seperti evapotranspirasi, perkolasi, koefisien tanaman, curah hujan

Tujuan penelitian ini adalah menganalisa debit puncak rencana akibat intensitas curah hujan pada DAS Air Lelangi dalam menganalisis hidrologi dengan menggunakan

dengan Menganalisis Data Curah Hujan (ARR) dan Tinggi Muka Air (AWLR) Menggunakan Metode Suppor Vector Regression ” maka dapat disimpulkan bahwa, Dalam mengimplementasi

Hujan merupakan komponen yang sangat penting dalam analisis hidrologi.. Pengukuran hujan dilakukan selama 24 jam baik secara manual

Jabung Timur , Provinsi Jambi, periode Januari 2019 - Desember 2021 19 5 Distribusi tinggi muka air dan curah hujan harian di Kabupaten Tanjung Jabung Timur ,

236 Langkah penting yang dapat dibuat adalah dengan menganalisis debit banjir dan tinggi muka air untuk meramalkan seberapa besar debit banjir yang akan terjadi,

Dari gambar 3-4 didapat besarnya koefisien pengaliran yang berdasarkan pada tinggi curah hujan rencana hasil perhitungan dengan cara E.J.. Besarnya

Hasil pengujian kuat tekan dan absorbsi air dengan bahan pengisi batang jerami dan styrofoam menurunkan kuat tekan rata batu bata variasi 0% yaitu 85.04 kg/cm, 3% 82.9 kg/cm, 5% 81.9