• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ikan Mas 2.1.1 Klasifikasi Ikan Mas (Cyprinus carpio) - PENGARUH PEMBERIAN SIMPLISIA LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP DIFERENSIAL LEUKOSIT DAN JUMLAH ERITROSIT PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) - repository perpustakaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ikan Mas 2.1.1 Klasifikasi Ikan Mas (Cyprinus carpio) - PENGARUH PEMBERIAN SIMPLISIA LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP DIFERENSIAL LEUKOSIT DAN JUMLAH ERITROSIT PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) - repository perpustakaan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1 Morfologi Ikan mas (Cyprinus carpio). A: Sirip dada, B: sirip
Gambar 2.2 Lidah Buaya (Aloe vera)
Tabel 2.1. Kandungan Zat Gizi Lidah Buaya per 100 gram

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak lidah buaya (Aloe vera) efektif untuk pengobatan ikan mas (Cyprinus carpio) yang terinfeksi bakteri Pseudomonas aerogenosa,

Produksi ikan mas menurun semenjak kasus kematian massal akibat serangan penyakit koi herpesvirus (KHV). Oleh karena itu, dibutuhkan pencegahan yang bersifat

Pemberian senyawa total fenol dari teripang dapat meningkatkan jumlah leukosit dan diferensial leukosit ikan mas yaitu Monosit dan Neutrofil.. Konsentrasi senyawa

Total leukosit yang meningkat pada ikan yang divaksinasi menunjukan bahwa vaksin yang masuk ke dalam tubuh ikan memberikan efek positif terhadap peningkatan

Sedangkan ektoparasit merupakan golongan dari parasit yang hidup menempel pada permukaan tubuh ikan (Anshary, 2008 dalam Yuliartati, 2011).. Menurut Widyastuti (2002),

Kesimpulan yang diperoleh adalah penambahan serbuk lidah buaya memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kelulushidupan ikan mas pasca infeksi bakteri, penambahan serbuk

Total leukosit yang meningkat pada ikan yang divaksinasi menunjukan bahwa vaksin yang masuk ke dalam tubuh ikan memberikan efek positif terhadap peningkatan

Imunostimulan berfungsi untuk meningkatkan kesehatan tubuh dengan cara sistem pertahanan terhadap penyakit yang disebabkan bakteri, cendawan, dan virus (Ahmad,