KEMENTERIAN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
KEBIJAKAN PENGELOLAAN DANA DESA
Direktur Pembiayaan dan Transfer Non Dana Perimbangan
Pada Acara Diseminasi Dana Desa
OUTLINE
KEBIJAKAN PENGALOKASIAN
Dana Desa Tahun 2015-2017
KEBIJAKAN PENYALURAN
Dana Desa: Penyerapan dan Evaluasi 2015-2016
TRANSFORMASI KEBIJAKAN
Reformulasi Kebijakan Untuk Akselerasi
Pengentasan Kemiskinan dan Mengurangi
Kesenjangan, serta Akuntabilitas Pelaksanaan
Dana Desa
2
KEBIJAKAN PENGGUNAAN
Dana Desa: Prioritas, Output, dan Evaluasi 2015-2016
TANTANGAN PENGELOLAAN
KEMENTERIAN KEUANGAN
Kebijakan Dana Desa: Dasar Hukum
PP 47/2015 tentang
Perubahan atas PP 43/2014
UU 6/2014
tentang
Desa
PP 43/2014
tentang Peraturan
Pelaksanaan
UU 6/2014
PP 60/2014tentang Dana Desa Bersumber dari APBN
PERMENDAGRI:
1. Permendagri No. 111/2014 tentang Pedoman Teknis Peraturan di Desa
2. Permendagri No. 112/2014 tentang Pemilihan Kepala Desa
3. Permendagri No. 113/2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa
4. Permendagri No. 114/2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa
PERMENDES:
1. Permendes No.1/205 tentang Pedoman Kewenangan Lokal Berskala Desa
2. Permendes No.2/2015 tentang Musyawarah Desa 3. Permendes No.3/2015 tentang Pendampingan Desa 4. Permendes No.4/2015 tentang Pendirian, Pengurusan,
Pengelolaan,dan Pembubaran BUMDes
5. Permendes No.4/2017 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa TA 2017
PP 22/2015 tentang Perubahan atas PP 60/2014
PMK Nomor 49/PMK.07/2016
Tentang Tatacara Pengalokasian, Penyaluran, Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Desa
PMK Nomor 257/PMK.07/2015
Tentang Tata Cara Penundaan dan/atau Pemotongan Dana Perimbangan terhadap Daerah Yang Tidak Memenuhi Alokasi Dana Desa (ADD)*).
PP 8/2016 tentang
Perubahan Kedua atas PP 60/2014
3
PMK Nomor 50/PMK.07/2017
4
Pendapatan Desa
2. Alokasi APBN :
• Dari realokasi anggaran pusat berbasis desa
•10% dari dan diluar dana transfer ke daerah secara bertahap
3. Bagian dari Pajak Daerah & Retribusi Daerah (PDRD) kab/kota
Paling sedikit 10%
4. Alokasi Dana Desa (ADD)
• Minimal 10% dari Dana Perimbangan yang diterima kab/kota dikurangi Dana Transfer Khusus
5. Bantuan keuangan dari APBD
7. Lain-lain Pendapatan yang sah
6. Hibah dan Sumbangan pihak ketiga
1. Pendapatan Asli Desa
0 20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 2015 2016 2017
DD ADD BAGI HASIL PDRD
Pendapatan Desa 2015 2016 2017
DANA DESA (DD) 20.766 M 46.982 M 60.000 M
ADD 33.835 M 35.455 M 34.068 M BAGI HASIL PDRD 2.650 M 2.849 M 3.171M TOTAL 57.251 M 85.286 M 97.239 M JUMLAH DESA 74.093 Desa 74.754 Desa 74.954 Desa RATA-RATA TOTAL
PER DESA 772,6 Jt 1.140,8 Jt 1.297,3 Jt Pendapatan Desa DD, ADD, dan Bagi Hasil PDRD
Sesuai Pasal 72 ayat (1) UU 6/2014 tentang Desa, ada 7 (tujuh) sumber Pendapatan Desa, dari ketujuh sumber pendapatan Desa tersebut terdapat 3 (tiga) sumber utama pendapatan Desa, yaitu Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), serta Bagi Hasil PDRD Kab/Kota, yang dalam tahun 2017 mencapai Rp97,2 triliun;
Dari 3 (tiga) sumber utama Pendapatan Desa tersebut, rata-rata per Desa menerima alokasi Rp1,3 miliar.
5
CARA PENGHITUNGAN Proporsi dan bobot formula:
90% Alokasi Dasar (Pemerataan), 10% Berdasarkan variabel:
- jumlah penduduk desa (25%), - angka kemiskinan desa (35%), - luas wilayah desa (10%), dan
- tingkat kesulitan geografis desa (30%)
PERTIMBANGAN
memerhatikan aspek pemerataan dan
keadilan
rasio penerima Dana Desa terkecil dan terbesar adalah paling rendah, yakni 1:4
standar deviasi yang paling rendah.
DIALOKASIKAN UNTUK SELURUH DESA
Berdasarkan:
jumlah penduduk desa
,
angka kemiskinan desa
, luas
wilayah desa, dan
tingkat kesulitan geografis
desa.
“Dana Desa adalah anggaran yang diperuntukkan bagi Desa dan Desa Adat yang ditransfer melalui
APBD Kabupaten/Kota, dan dialokasikan kepada setiap desa secara merata dan berkeadilan”
KEBIJAKAN PENGALOKASIAN DANA DESA PADA APBN 2015 - 2017
Proporsi 90:10 dipilih dengan pertimbangan sbb:
• Proporsi 90:10 tsb mshmengindikasikan kebutuhan anggaran APBN terendahjika dikaitkan dengan Dana Desa Rp1,4 miliar/desa.
• Proporsi 90: 10 tsb menunjukkanrasioperbedaan antara desa penerima terkecil dan terbesar,
paling kecil, (1:4) jika dibandingkan dengan opsi lainnya, sehingga tetap menjaga stabilitas .
• Cara perhitungan konsistenselama tiga tahunmemberikan kepastianbagi daerah dan desa.
Proporsi (Alokasi Dasar: Formula) TA 2015 Rp20,7 Triliun TA 2016 Rp46,9 Triliun Rp60,0 TriliunTA 2017 Rata-rata/Desa (juta) Alokasi max (juta) Alokasi min (juta) Rasio Rata-rata/Desa (juta) Alokasi max (juta) Alokasi min (juta) Rasio Rata-rata/Desa (juta) Alokasi max (juta) Alokasi min (juta) Rasio 90:10 280 1.121 254 1:4 628 2.221 570 1:4 800 2.819 726 1:4 80: 20 280 1.961 228 1:8 628 3.813 512 1:8 800 4.838 652 1 : 7 75: 25 280 2.382 215 1:11 628 4.610 483 1:10 800 5.848 616 1:10 0:100 (full formula) 280 8.768 13 1:662 628 16.555 48 1:340 800 20.992 62,670 1:335
KEMENTERIAN KEUANGAN 6
Transfer ke
Daerah
Dana Desa
APBN
DANA DESA PER KAB/KOTA
DANA DESA PER DESA
10 %
Formula
25% x Jumlah Penduduk Desa 35% x Jumlah Penduduk
Miskin Desa
10% x Luas Wilayah Desa 30% x IKK
MENTERI KEUANGAN
BUPATI/WALIKOTA
25% x Jumlah Penduduk Desa 35% x Jumlah Penduduk
Miskin Desa
10% x Luas Wilayah Desa 30% x IKG
Alokasi Dasar
Formula = PAGU DD-ALOKASI DASAR ALOKASI DASAR/DESA X JUMLAH DESA
90%
Alokasi Dasar
“Dana Desa
adalah anggaran yang diperuntukkan bagi Desa dan Desa Adat yang
ditransfer melalui APBD Kabupaten/Kota
dialokasikan secara
merata dan berkeadilan”
KEBIJAKAN PENGALOKASIAN DANA DESA PADA APBN 2015 - 2017
7
SUMATERA
KALIMANTAN
SULAWESI
PAPUA & MALUKU
BALI & NUSA TENGGARA
JAWA
Provinsi Jumlah Desa Pagu (trliiun) share pulau share nasional Aceh 6.497 4,9 27,2% 8,2% Sumut 5.418 4,2 23,3% 7,0% Sumbar 928 0,8 4,4% 1,3% Riau 1.592 1,3 7,2% 2,2% Jambi 1.399 1,1 6,1% 1,8% Sumsel 2.859 2,3 12,8% 3,8% Babel 309 0,3 1,7% 0,5% Kepri 275 0,2 1,1% 0,3% Bengkulu 1.341 1,0 5,6% 1,7% Lampung 2.435 2,0 11,1% 3,3% Total 23.053 18,0 100% 30,0% Provinsi Jumlah Desa Pagu (triliun) share pulau Share nasional Jabar 5.312 4,5 24,2% 7,5% Jateng 7.809 6,4 34,4% 10,7% DIY 392 0,4 2,2% 0,7% Jatim 7.724 6,3 33,9% 10,5% Banten 1.238 1,0 5,4% 1,7% Total 22.475 18,6 100% 31,0% Provinsi Jumlah Desa Pagu (triliun) share pulau share nasional Bali 636 0,5 13,2% 0,8% NTB 995 0,9 23,7% 1,5% NTT 2996 2,4 63,2% 4,0% Total 4.627 3,8 100% 6,3% Provinsi Jumlah Desa Pagu (triliun) Share pulau share nasional Kalbar 2.031 1,6 30,8% 2,7% Kalteng 1.434 1,1 21,2% 1,8% Kalsel 1.865 1,4 26,9% 2,3% Kaltim 841 0,7 13,5% 1,2% Kaltara 447 0,4 7,7% 0,7% Total 6.618 5,2 100,% 8,7% Provinsi Jumlah Desa Pagu (triliun) share pulau share nasional Maluku 1.198 1,0 13,3% 1,7% Malut 1.064 0,8 10,7% 1,3% Papua 5.420 4,3 57,3% 7,2% Papbar 1.743 1,4 18,7% 2,3% Total 9.425 7,5 100% 12,5% Provinsi Jumlah Desa Pagu (triliun) share pulau share nasional Sulut 1.508 1,2 17,4% 2,0% Sulteng 1.842 1,4 20,3% 2,3% Sulsel 2.257 1,8 26,1% 3,0% Sultra 1.917 1,5 21,7% 2,5% Gorontalo 657 0,5 7,25% 0,8% Sulbar 575 0,5 7,25% 0,8% Total 8.756 6,9 100% 11,5%Wilayah Jumlah Desa (miliar)Nilai % Jawa-Bali 23.111 19,1 31,83% Luar Jawa-Bali 51.843 40,9 68,17%
Jumlah 74.954 60,00 100,00%
DISTRIBUSI DANA DESA TAHUN 2017 ANTAR WILAYAH
8
“Untuk mempercepat penggunaan Dana Desa di Desa, penyaluran Dana Desa tahun 2016 dilakukan dalam 2 (dua) tahap (Tahap 1: 60% dan Tahap 2: 40%), dari sebelumnya tahun 2015 dalam 3 (tiga) tahap”
KEBIJAKAN PENYALURAN DANA DESA: EVALUASI TAHUN 2015-2016
Kendala penyaluran DD dari RKUD ke Rekening Kas Desa:
• APBDesa belum/terlambat ditetapkan
• Laporan penggunaan belum dibuat
• Dokumen perencanaan belum ada
• Pergantian kepala desa
Kendala penyaluran Dana Desa dari
RKUN ke RKUD:
• Peraturan Bupati/Walikota ttg tata cara penghitungan DD setiap Desa belum sesuai dengan ketentuan.
• Penyampaian laporan penyaluran dan penggunaan belum tertib.
9
membiayai pembangunan
pemberdayaan masyarakat
Prioritas Penggunaan
Swakelola dengan bahan baku lokal
dan tenaga kerja setempat.
Kegiatan yang mendorong
masyarakat produktif secara ekonomi.
Prioritas Pelaksanaan
EVALUASI PENGGUNAAN
Penggunaan Dana Desa di luar bidang prioritas.
Pengeluaran Dana Desa tidak didukung dengan bukti yang
memadai.
Pekerjaan yang diutamakan secara swakelola dengan memberdayakan masyarakat setempat dan bahan baku lokal, dikerjakan seluruhnya oleh pihak ketiga/penyedia jasa.
Pemungutan dan penyetoran pajak tidak sesuai.
Desa belum mengenal mekanisme uang persediaan, sehingga
dana yang telah disalurkan ke RKDesa, ditarik dan disimpan di luar RKDesa.
Belanja di luar yang telah dianggarkan dalam APBDesa.
KEBIJAKAN PENGGUNAAN DANA DESA: PRIORITAS DAN EVALUASI
“Penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, terutama
untuk peningkatan kualitas hidup, penanggulangan kemiskinan, kesejahteraan masyarakat, serta perluasan
“Dana Desa berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan perbaikan layanan publik”
EVALUASI: OUTPUT DAN OUTCOME DANA DESA
OUTPUT
OUTCOME
BIDANG PEMBANGUNAN 2016 Rp 40,8 T
BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 2016 Rp 3,1 T
Kursus pelatihan kerajinan tangan (handycraft)
Pelatihan kewirausahaan desa untuk pemuda
Pelatihane-marketing & pembuatan
website industri rumah tangga
Pelatihan benih kerapu, tukik serta budidaya cemara & bakau
Pelatihan kuliner & pengembangan makanan lokal
Pelatihan pengolahan & pemasaran hasil pertanian
Pelatihan pemanfaatan limbah organik rumah tangga INFRASTRUKTUR Rp 30,7 T Jalan Desa 66.179 Km Jembatan 511.484 M Unit Embung 686
Unit Drainase & Irigasi 65.573
MCK 36.951 Unit
Air Bersih 15.948 Unit
Pasar Desa : 1.810 Unit Polindes : 3.100 Unit Posyandu : 7.428 Unit PAUD : 11.221 Unit Jalan Nasional 14.983,1 km Jembatan 10.590,73 m Bendungan 37 unit Irigasi 1.025 km Sanitasi 983.250 KK Air Bersih SPAM Perkotaan :2.924 lt/dt
SPAM Kawasan Khusus :75 lt/dt SPAM Regional :300 lt/dt
Perumahan 14.795 unit
BELANJA K/L DANA DESA DANA DESA
Pelatihanbusiness plan
Rasio Gini
Setelah diberlakukannya Dana Desa, terjadi perbaikan pemerataan pendapatan di perdesaan, yang ditunjukkan dengan menurunnya rasio Gini di perdesaan dari 0,34 pada tahun 2014 menjadi 0,32 pada tahun 2016.
Penurunan rasio Gini tersebut diikuti dengan menurunnya persentase dan jumlah penduduk miskin di perdesaan, yang berarti naiknya tingkat kesejahteraan yang
11
TANTANGAN
Penggunaan Dana Desa belum Optimal
Kapasitas Perangkat Desa belum memadai
Penyediaan Pendamping Desa:
•Kompetensi belum memadai •Proses rekuitmen lama
•Mobilisasi yang terlambat Meningkatkan pemantauan
dan evaluasi pelaksanaan dana desa
KEBIJAKAN
Mendorong pertumbuhan ekonomi dengan prioritas kegiatan
pembangunan pelayanan dasar desa dan pemberdayaan masyarakat desa
Sinergi penyelenggaraan pelatihan tatakelola desa & pelatihan
pengelolaan dana desa
Percepatan rekrutmen pendamping desa yang berkompeten
Mengoptimalkan peran perwakilan Kemenkeu di daerah dalam hal
penyaluran dan monev
IMPLIKASI
Peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan
masyarakat desa
Peningkatan kualitas dan akuntabilitas pelaporan
Pengelolaan Dana Desa lebih baik
Optimalisasi penggunaan Dana Desa untuk
percepatan pembangunan dan perekonomian
TANTANGAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN DANA DESA
“Diperlukan penguatan peran dan sinergi antarkementerian untuk menghadapi tantangan
pengelolaan Dana Desa”.
Kementerian Keuangan
• Penganggaran Dana Desa dalam
APBN sebesar 10% dari dan di luar TKDD;
• Reformulasi kebijakan pengalokasian
Dana Desa:
memerhatikan pemerataan dan
keadilan;
afirmasi kepada Desa sangat
tertinggal, tertinggal, serta desa-desa di daerah tertinggal,
kepulauan, dan perbatasan;
mengurangi kesenjangan
penyediaan infrastruktur dasar publik dan kemiskinan
• Penyaluran Dana Desa berbasis
kinerja pelaksanaan;
• Dapat melakukan penundaan
dan/atau pemotongan DAU
dan/atau DBH ke Pemda yang tidak menganggarkan ADD ≥10% dari Dana Perimbangan minus Dana Transfer Khusus.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, & Transmigrasi
• Supervisi penyelengaraan
musyawarah Desa;
• PenyusunanpPedoman
Penggunaan Dana Desa melalui koordinasi dengan kementerian terkait; • Penyusunan konsep pendampingan yang berorientasi kepada pemberdayaan masyarakat desa; • Melakukan perjanjian
kerjasama dengan kemenkop UKM dalam pelaksanaan BUMDes dan mendorong
penyertaan modal masyarakat Desa.
Kepala Bappenas
• Koordinasi dalam sinkronisasi perencanaan pembangunan desa dan kawasan
perdesaan.
• Pemantauan & evaluasi bersama K/L terkait
pencapaian sasaran RPJMN 2015-2019
1. Mengurangi desa tertinggal sampai 5.000 Desa
2. Meningkatkan desa mandiri sedikitnya 2.000 Desa 3. Menguatkan sedikitnya 39
pusat pertumbuhan • Koordinasi bersama
Kemendes dalam
pembangunan desa dan kawasan pedesaan bersama OPD kabupaten/kota untuk tercapainya pelayanan dasar, penurunan kemiskinan, dan penguatan lembaga ekonomi.
Kementerian Dalam Negeri
• Menyusun Panduan Teknis mekanisme
Musyawarah Desa
• Menugaskan Gubernur, untuk:
1. Mengevaluasi pemenuhan ADD minimum 10% dalam APBD; 2. Memfasilitasi kab/kota dalam
penyelerasan prioritas Dana Desa.
• Mendorong Bupati/Walikota, untuk:
1. Sinkronisasi kegiatan yang dibiayai dari dana Desa dan APBD;
2. Supervisi dalam perencanaan, penggunaan Dana Desa dan penyusunan APBDesa;
3. Mengalokasikan dan menyalurkan Daan Desa, ADD, dan PDRD;
4. Fasilitasi penyusunan APBDesa dan RKP Desa.
• Penerbitan SE Penataan Desa untuk
pembentukan Desa baru.
12
“Dalam rangka optimalisasi penggunaan Dana Desa diperlukan penyelarasan dan penguatan
kebijakan peraturan pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa”
CARA PENGHITUNGAN Proporsi dan bobot formula:
90% Alokasi Dasar (Pemerataan), 10% Berdasarkan variabel:
- jumlah penduduk desa (25%), - angka kemiskinan desa (35%), - luas wilayah desa (10%), dan
- tingkat kesulitan geografis desa (30%)
PERTIMBANGAN
memperhatikan aspek pemerataan dan
keadilan
rasio penerima Dana Desa terkecil dan terbesar adalah paling rendah, yakni 1:4
standar deviasi yang paling rendah.
“Reformulasi kebijakan Dana Desa diperlukan untuk akselerasi pengentasan kemiskinan, pengurangan
kesenjangan, dan pemberian afirmasi bagi desa sangat tertinggal dan desa tertinggal dengan jumlah
penduduk miskin tinggi”
• Menyempurnakan kebijakan pengalokasian, untuk:
Pengentasan kemiskinan
Perbaikan kualitas hidupmasyarakat Desa
Mengatasi kesenjangan penyediaan sarpras pelayanan publik
antardesa.
Afirmasi bagi desa sangat tertinggal dan desa tertinggal yang mempunyai jumlah penduduk miskin (JPM) tinggi.
• Penyempurnaan formula alokasi dilakukan melalui:
Penyesuaian bobot:
1. variabel jumlah penduduk miskin; dan
2. indeks kesulitan geografis.
mengurangi proporsi AD dan menambah proporsi AF.
Kebijakan afirmasi dalam perhitungan Dana Desa kepada Desa sangat tertinggal dan tertinggal yang mempunyai jumlah penduduk miskin (JPM) tinggi.
EXISTING REFORMULASI
Pada sisi yang lain juga harus dilakukan:
Perkuatan pemantauan atas efektifitas pelaksanaan Dana Desa; dan
Penajaman dan refocusing prioritas penggunaan Dana Desa untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, yang diarahan pada upaya
untuk mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan dalam penyediaan infrastruktur dasar, serta memperluas kesempatan kerja.
13
REFORMULASI PENGALOKASIAN
DANA DESA PER KAB/KOTA 10 % Formula 25% x JP Desa 35% x JPM Desa 10% x LW Desa 30% x IKK 2017 90% Alokasi Dasar DANA DESA PER KAB/KOTA 3% Alokasi Afirmasi REFORMULASI 77% Alokasi Dasar 20% Alokasi Formula 10% x JP Desa 50% x JPM Desa 15% x LW Desa 25% x IKK 2018 Desa Tertinggal Desa Sangat Tertinggal Yang termasuk dalam kelompok desa dengan JPM terbesar Keterangan:JP : Jumlah Penduduk LW : Luas Wilayah
JPM : Jumlah Penduduk Miskin IKK : Indeks Kemahalan Konstruksi
Keberpihakan terhadap pengurangan kemiskinan dan ketimpangan :
Alokasi afirmasi terhadap desa tertinggal dan desa sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin besar.
Porsi alokasi formula meningkat dari 10% menjadi 20% , dengan bobot jumlah penduduk miskin yang juga meningkat dari 35% menjadi 50%
Distribusi DD lebih merata, yang ditunjukkan dengan rasio ketimpangan distribusi DD perkapita antardesa yang menurun
KEMENTERIAN KEUANGAN 15
EXISTING
MENJADI
Dari RKUN ke RKUD (KPPN JAKARTA II) Tahap I : 60%, bulan Maret Syarat:1. Perda mengenai APBD TA berjalan; Dari RKUN ke RKUD (KPPN DAERAH) Tahap I : 60%, paling cepat bulan Maret, paling lambat bulanJuli Syarat :
1. PerdaAPBD TA berjalan;
2. Perkada mengenai tata cara pembagian dan penetapan rincian DD setiap Desa; dan
2. Perkada mengenai tata cara pembagian dan penetapan rincian DD setiap Desa; dan
3. Laporan realisasi penyaluran dan konsolidasi penggunaan DD TA sebelumnya.
3. Laporan konsolidsi realisasi penyaluran dan realisasi penyerapan DD TA
sebelumnya.
Tahap II : 40%, bulan Agustus
Syarat:
1. Laporan DD Tahap I telah
disalurkan paling kurang 50%; Tahap II : 40%, bulan Agustus
Syarat :
1. Laporan DD Tahap I telah disalurkan ke RKD paling kurang 90%;
2. Laporan DD Tahap I telah digunakan oleh desa paling kurang paling kurang 50%.
2. Laporan DD Tahap I telah diserap oleh desa rata-rata paling kurang 75%; rata-rata capaian output paling kurang 50%.
Dari RKUD ke RKD (Oleh Walikota/ Bupati) Tahap I : 60% 7 hari kerja setelah diterima dari RKUN
Syarat:
1. Perdes APB Desa;
Dari RKUD ke RKD (Oleh Walikota/ Bupati) Tahap I : 60% 7 hari kerja setelah diterima dari RKUN
Syarat:
1. Perdes APB Desa; dan 2. Laporan realisasi penggunaan DD
tahun anggaran sebelumnya 2. Laporan realisasi penyerapan DD tahun anggaran sebelumnya.
Tahap II : 40% 7 hari kerja setelah diterima dari RKUN
Syarat:
1. Laporan penggunaan DD Tahap I paling kurang 50% DD Tahap I telah digunakan.
Tahap II : 40% 7 hari kerja setelah diterima dari RKUN
Syarat:
1. Laporan penyerapan DD Tahap I menunjukkan rata-rata paling kurang 75%; dan capaian output rata-rata paling kurang 50%.
“Penyaluran berbasis kinerja memotivasi Desa
melaksanakan kegiatan dan menyerap anggaran lebih optimal
serta lebih baik sehingga dampak dari
pemanfaatan Dana Desa dapat segera dirasakan
oleh masyarakat desa”
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
16
Mendekatkan pelayanan Kementerian
Keuangan kepada Pemerintah Daerah
melalui
171 KPPN
yang tersebar di
seluruh Indonesia
PAPUA 2 KPPN SUMUT 11 KPPN ACEH 7KPPN RIAU 3 KPPN SUMBAR 6KPPN JAMBI 5 KPPN BABEL 2KPPN SUMSEL 5KPPN BENGKULU 4KPPN LAMPUNG 4KPPN BANTEN 3KPPN JABAR 12 KPPN DIY 3KPPN JATENG 15KPPN JATIM 15 KPPN BALI 3KPPN KEPRI 2KPPN KALBAR 6KPPN KALTENG 4KPPN KALSEL 5KPPN KALTIM 5KPPN PAPUA BARAT 3 KPPN MALUKU 4 KPPN MALUKU UTARA 2 KPPN SULBAR 2 KPPN SULSEL 9 KPPN SULTENG 4 KPPN SULTRA 4 KPPN GORONTAL O 2 KPPN SULUT 4 KPPN NTT 6 KPPN NTB 4 KPPNMeningkatkan efisiensi koordinasi dan
konsultasi antara Pemerintah Daerah
dengan Kementerian Keuangan
Meningkatkan efektivitas monitoring
dan evaluasi serta analisis kinerja
pelaksanaan anggaran pusat dan
daerah
Tujuan
penyaluran
DAK Fisik dan Dana
Desa melalui KPPN
diseluruh Indonesia
Kantor Pusat
Pemda
KPPN Setempat
Pemda
PMK 50/2017
Sebelumnya: PMK 48/2016, PMK 49/2016 & PMK 187/2016KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
17 Jumlah Daerah sudah salur : 434
Jumlah Daerah sudah di rekomendasikan tapi belum
salur :
-Pagu Dana Desa TA 2017 : Rp60.000,0 M Pagu Tahap I (60%) : Rp36.000,0 M Penyaluran Pagu Tahap I : Rp(99,5%)35.838,9 M
Dari RKUN ke RKUD 1. Penyaluran dari RKUN ke RKUD:• Realisasi penyaluran sebesar Rp35,8 T atau 99,5% dari pagu Tahap I Rp36 T, untuk 434 daerah (100%) yang terdiri dari 74.910 desa.
• Sisa Dana Desa sebesar Rp161,2 M, antara lain karena masih terdapat sisa Dana Desa di RKUD yang diperhitungkan dalam penyaluran Tahap I
2. Penyaluran dari RKUD ke RKD:
• Realisasi penyaluran sebesar Rp31,1T (86,3% dari pagu Tahap I
Rp36T), untuk 65.324 desa (87,2% dari 74.910 desa penerima Dana Desa)
3. Kendala penyaluran dari RKUD ke RKD:
• APBDesa belum/terlambat ditetapkan;
• Laporan penggunaan belum dibuat.
Jumlah Desa sudah salur : 65.324 Jumlah Desa belum salur : 9.586
Pagu Dana Desa TA 2017 : Rp60.000,0 M Pagu Tahap I (60%) : Rp36.000,0 M Penyaluran Pagu Tahap I : Rp(86,3%)31.096 M
Dari RKUD ke RKD
PERKEMBANGAN PENYALURAN DANA DESA TAHAP I TA 2017
Per 16 Agustus 2017
KEMENTERIAN KEUANGAN 18
•
Penetapan
perkada
mengenai tata
cara
pembagian
dan penetapan
DD setiap
Desa
Untuk
memastikan
hak keuangan
desa
terpenuhi
Untuk
memastikan
penyaluran DD
tepat waktu dan
tepat jumlah
•
Laporan
Realisasi
Penyaluran dan
Laporan
Konsolidasi
Penyerapan DD
Untuk
menghindari
penundaan
penyaluran DD
tahap
berikutnya
•
Sisa DD di
RKUD
Untuk
mengetahui
besaran DD yg
belum
disalurkan dari
RKUD ke RKD
TA sebelumnya
•
Capaian
output
Untuk
mengetahui
pemanfaatan
Dana Desa
“Pengalihan penyaluran melalui kppn daerah akan mendekatkan pelayanan
di daerah dan memperkuat
governance
& akuntabilitas dana desa”
KEMENTERIAN KEUANGAN 19
Pemotongan
Dana Desa
MENKEU
JENIS SANKSI
PEMBERI SANKSI
JENIS PELANGGARAN
Penundaan Penyaluran Dana Desa
Kab./Kota
Penundaan DAU dan/atau DBH
Kab./Kota sebesar selisih kewajiban
DD yg harus disalurkan ke Desa
Bupati/walikota tidak menyampaikan persyaratan penyaluran setiap Tahap;
Bupati/walikota tidak menyampaikan perubahan perkada mengenai tata cara pembagian dan penetapan rincian Dana Desa setiap Desa yang dalam perkada sebelumnya tidak sesuai ketentuan.
Bupati/walikota tidak menyalurkan Dana Desa tepat waktu dan
tepat jumlah sesuai yang telah ditentukan
BUPATI/
WALIKOTA
Laporan penundaan penyaluran dari bupati/walikota;
Laporan pemotongan penyaluran Dana Desa dari bupati/walikota
Berdasarkan penjelasan dan hasil pemeriksaan ditemukan
penyimpangan berupa SiLPA tidak wajar
Penundaan Penyaluran Dana
Desa ke Desa
Kepala Desa tidak menyampaikan Peraturan Desa mengenai APB Desa;
Kepala Desa tidak menyampaikan laporan realisasi penggunaan Dana Desa tahap sebelumnya; dan
Terdapat usulan dari aparat pengawas fungsional daerah. Terdapat Sisa Dana Desa > 30% selama 2 tahun berturut-turut
Bupati/walikota tidak dapat memenuhi persyaratan penyaluran
Tahap II sampai dengan berakhirnya tahun anggaran
Sisa angggaran DD Tahap II menjadi SAL pada RKUN dan tidak disalurkan kembali
Pemotongan
Dana Desa ke Desa
KEMENTERIAN KEUANGAN 20
Sisa Dana
Desa di
RKUN
Apabila kab/kota blm menyampaikan
dokumen sebagai persyaratan
penyaluran Dana Desa tahap I paling
lambat bulan Juli dan tahap II sampai
dengan berakhirnya tahun anggaran
•
Sisa Dana Desa tidak dapat disalurkan.
•
Dana Desa yang tidak disalurkan tsb menjadi
sisa Dana Desa di RKUN.
•
Sisa Dana Desa tsb merupakan Sisa
Anggaran Lebih (SAL) APBN
Sisa Dana
Desa di RKD
Apabila Sisa Dana Desa di RKD kurang
dari/sama dengan 30% Apabila Sisa Dana Desa
di RKD lebih dari 30%
Dana Desa tahap I TA berikutnya disalurkan sesuai besaran dan waktu
yg ditentukan
Dana Desa tahap I TA berikutnya
ditunda penyalurannya sebesar
sisa tsb
Dana Desa tahap I yg ditunda, dapat disalurkan kembali sebelum bulan Juli TA berikutnya apabila Sisa Dana Desa tsb telah digunakan sehingga sisanya kurang
dari30%
Apabila sampai bulan Juli TA berikutnya Sisa Dana Desa masih lebih besar dari
30%, maka Dana Desa tahap I yang ditunda tsb tidak disalurkan.
Januari - Maret
Desember
April - Juli
Setelah Juli
• Sisa DD dianggarkan dalam APBD TA 2017
• Jika APBD 2017 telah ditetapkan, dilakukan perubahan penjabaran APBD 2017, kemudian
dimasukkan dalam APBD-P
• Melaporkan Sisa DD ke Dirjen PK
• Menyalurkan ke RKD jika Desa telah menyampaikan persyaratan
• Melaporkan penyaluran Sisa DD kepada Dirjen PK
• Jika belum menyalurkan s.d. penyaluran tahap I, Transfer Tahap I dikurangi sebesar Sisa DD 2016 yang belum
disalurkan
• Menyalurkan kembali DD yang diperhitungkan berdasarkan permintaan bupati/walikota
• Sisa DD 2016 di RKUD yang tidak disalurkan menjadi SAL di RKUN
Sisa Dana
Desa di
RKUD
KEMENTERIAN KEUANGAN 21
tata cara penghitungan pembagian Dana Desa
penetapan rincian Dana Desa
mekanisme dan tahap penyaluran Dana Desa
prioritas penggunaan Dana Desa
penyusunan dan penyampaian laporan realisasi penggunaan Dana Desa
sanksi administratif
jumlah desa (tambahan)
Evaluasi
terhadap
peraturan
bupati/walikota,
dilakukan paling
sedikit terhadap
unsur:
22
UU 6 Tahun 2014 Pasal 112 ayat (1) dan (2):
Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota membina dan
mengawasi penyelenggaraan pemerintahan Desa yang pelaksanaannya dapat didelegasikan kepada
perangkat daerah
Provinsi (Psl 114)
Antara lain:
1. Melakukan pembinaan dalam rangka penyusunan Perda
Kabupaten/Kota yang mengatur Desa.
2. Melakukan pembinaan
peningkatan kapasitas Kepala Desa dan Pperangkat Desa, Badan
Permusyawaratan Desa, dan lembaga kemasyarakatan. 3. Melakukan pembinaan upaya
percepatan pembangunan desa melalui bantuan keuangan, bantuan pendampingan, dan bantuan teknis.
4. Melakukan pembinaan dan pengawasan atas penetapan RAPBD Kabupaten/Kota dalam pembiayaan Desa.
Pemerintah (Psl 113)
Antara lain:
1. memberikan pedoman dan standar pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintahan Desa
2. Memberikan bimbingan, supervisi dan konsultasi penyelenggaraan
Pemerintahan Desa, Badan
Permusyawaratan Desa, dan lembaga kemasyaratan
3. Menyusun dan memfasilitasi petunjuk teknis bagi BUM Desa dan lembaga kerjasama Desa
Kab/Kota (Psl 115)
Antara lain:
1. Mengawasi pengelolaan keuangan desa dan
pendayagunaan asset desa. 2. Melakukan pembinaan dan
pengawasan penyelenggaraan pemerintahan desa.
3. Melakukan upaya percepatan pembangunan desa melalui bantuan keuangan, bantuan pendampingan, dan bantuan teknis.
4. Memberikan sanksi atas
penyimpangan yang dilakukan oleh Kepala Desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
23
Pengawasan atas penyaluran Dana Desa tidak hanya dilakukan oleh kementerian Keuangan,
namun juga memerlukan sinergi antar pemangku kepentingan, baik di pusat maupun di daerah.
SINERGI PENGAWASAN PENYALURAN DANA DESA
Memantau dan
mengevaluasi penyaluran
Dana Desa
mendorong Bupati/Walikota untuk:
• memfasilitasi penyusunan RKPDesa & APBDesa
• mengoptimalkan peran OPD kab/kota & kecamatan dalam pendampingan penyelenggaraan Pemerintahan Desa
• memberdayakan aparat pengawas fungsional
• membina pelaksanaan keterbukaan informasi di desa.
• menyusun kerangka pendampingan untuk peningkatan kapasitas masyarakat desa
• pemantauan dan evaluasi kinerja pendamping
profesional setiap triwulan
bersinergi dalam pemantauan dan evaluasi terhadap:
• peraturan bupati/walikota mengenai tata cara pembagian dan penetapan besaran Dana Desa setiap desa;
• realisasi penyaluran dari RKUD ke RKD;
• sisa Dana Desa di RKUD dan RKD;
• penggunaan Dana Desa sesuai dengan prioritas yang ditetapkan;
ALOKASI DANA DESA (ADD)
24 Pemenuhan ADD paling sedikit 10%
Dana Transfer Umum (DTU)
Dasar Hukum ADD:
•
Pasal 72 Ayat (1) huruf d dan
Ayat (4) UU Nomor 6 Desa
Tahun 2014:
Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan bagian dari Dana Perimbangan yang diterima Kab/Kota. ADD paling sedikit 10% dari Dana Perimbangan yang diterima Kab/Kota dalam APBD setelah dikurangi DAK.
•
Pasal 96 Ayat (6) PP Nomor 47
Tahun 2015:
Dalam hal kab/kota tidak
mengalokasikan ADD paling
sedikit 10%, menkeu dapat
melakukan penundaan
dan/atau pemotongan
alokasi Daper setelah
dikurangi DAK yang
seharusnya disalurkan ke Desa
1
2
Dari total 434 kab/kota penerima Dana Desa, sebanyak 347 Kab/kota (80%) telah memenuhi ketentuan minimum ADD 10% DTU dalam APBD TA 2017
Sesuai dengan PMK Nomor 257/PMK.07/2015 tentang Tata Cara Penundaan dan/atau Pemotongan Dana Perimbangan Terhadap Daerah Yang Tidak MemenuhiAlokasi Dana Desa, diatur bahwa bagi daerah yang tidak memenuhi ADD minimal 10% dari Dana Perimbangan
25
TATA CARA PEMOTONGAN/PENUNDAAN DAU/DBH TERHADAP DAERAH YANG TIDAK
MEMENUHI ADD (PMK257/PMK.07/2015)
25 25
DJPK
KAB/KOTA
PROVINSI
DESA
Melakukan evaluasi I thd penganggaran ADD dalam perkada / APBD
Menyampaikan perkada/perubahan perkada tentang ADD
• Memenuhi 10 % dari DAU + DBH • Tidak menyampaikan komitmen • Surat Pemberitahuan • Menunda penyaluran DAU/DBH • Memotong DAU/DBH ADD dalam P-APBD kurang dari 10% dari DAU+DBH • Menampung dalam rekening transito • Menyalurkan ke RKD • Mencatat Penerimaan APB Desa Keterangan:
•Evaluasi I Perbup/Perwali tentang ADD dilakukan bulan Jan-April
•Pemberitahuan kepada Pemda ttg hasil evaluasi Perbup/Perwali: Januari - April
•Penundaan tahap I penyaluran DAU/DBH bulan September dan tahap II bulan Oktober
•Pemotongan DAU/DBH setelah melalui rapat koordinasi Kemenkeu, Kemendagri, dan Kemendes bulan November
•Dana hasil pemotongan ditransfer ke RKUD Provinsi bulan Desember
•Gubernur menyalurkan dana hasil pemotongan DAU/DBH tsb ke Desa bulanDesember dan melaporkan kepada DJPK • Kurang dari 10 % dari DAU + DBH • Surat Peringatan • Surat Komitmen Melakukan evaluasi II thd pengalokasian ADD dalam perkada/perkada-P/APBD-P Menyampaikan perkada/perkada-P tentang ADD
T
e
ri
m
a
K
a
s
i
h
27
PROFIL DANA DESA DAN ALOKASI DANA DESA KAB. KLATEN
DANA DESA ALOKASI DANA DESA
DBH 36,099,972,000 DAU 1,237,967,327,000 DBH + DAU 1,274,067,299,000 10% (DBH + DAU) 127,406,729,900 Dana Desa 311,087,447,000 Belanja Bantuan keuangan kpd Pemdes 572,546,658,000 Belanja Bagi hasil kpd Pemdes 9,445,017,800 Belanja Bantuan Keuangan dikurangi DD (ADD Perhitungan) 261,459,211,000 STATUS ADD MEMENUHI JUMLAH DESA 391 PAGU PERPRES 311,087,447,000 KPPN KLATEN TAHAP I (60%) 186,652,468,200 SISA DD DI RKUD 1000 PENYALURAN TAHAP I 186,652,467,200
PENGGUNAAN DANA DESA
PEMERINTAHAN (0,7%) PEMBANGUNAN (91,9%) PEMBERDAYAAN (4,9%) KEMASYARAKATAN (2,5%)
TAK TERDUGA (0,0%) IDM
NAMA DAERAH JPM Desa Sangat Tertinggal Desa Tertinggal Desa Berkemba ng Desa Mandiri Desa Maju Kab. Klaten 222,478 1 97 213 77 3