Kelompok 2: Ridwan Nur Hakim Kenya Astari .N
Pada tahun 1978 teknologi seluler masih dalam proses uji
coba di Amerika Serikat, namun pada saat ini jutaan orang yang sudah menggunakan piranti telekomunikasi seluler seperti handphone, PDA dan sebagainya. Selain untuk komunikasi suara , penggunaan jaringan seluler telah berkembang ke bentuk komunikasi data seperti video, gambar, animasi dan teks.
Pada dasarnya teknologi seluler merupakan hasil
pengembangan dari teknologi radio yang dikombinasikan dengan teknologi telepon. Dari kombinasi ini dihasilkan teknologi telekomunikasi seluler dengan pirantinya yang bersifat wireless (tanpa kabel), portable (mudah dibawa) dan mobile (dapat dibawa berpindah tempat).
1. Jaringan seluler
Komponen jaringan seluler terdiri dari base station, MTSO
(Mobile Telecommunication Switching Office) dan piranti komunikasi seluler. Fungsi dari base station adalah
memberikan jalur hubungan komunikasi radio dengan
piranti-piranti seluler yang berada dalam suatu wilayah sel.
Sedangkan MTSO bertugas sebagai pengatur lalulintas
komunikasi yang menerima dan menghubungkan
panggilan dari pengguna piranti seluler ke jaringan PSTN (telepon rumah), memonitor kualitas sinyal komunikasi dan mengatur perpindahan base station yang menangani komunikasi dengan suatu piranti seluler.
2.
Prosedur Pemanggilan
Untuk menghubungi suatu piranti seluler dilakukan
dengan melakukan pemanggilan. Prosedur
penanganan panggilan dapat dibedakan menuru jenis
panggilan yakni:
a) Panggilan Aktif b) Panggilan Pasif
3. Teknik Multiplexing
Untuk mengoptimalkan penggunaan kanal
komunikasi pada jaringan seluler digunakan teknik
multiplexing. Multiplexing adalah penempatan
beberapa sinyal komunikasi pada suatu kanal
Teknik multiplexing dapat dibedakan menurut
metoda yang digunakan atas :
a) FDMA (Frequency Division Multiple Access) b) TDMA (Time Division Multiple Access)
1.
AMPS
Ini mungkin teknologi pertama yang
dipakai pada teknologi seluler. AMPS
atau Advanced Mobile Phone Service
adalah sistem analog selular yang
pertama kali digunakan di Amerika
Serikat dan akhirnya dipergunakan
secara luas hingga tahun 1997 sebanyak
72 Negara telah mempergunakan sistem
ini untuk teknologi selulernya. Teknologi
ini rawan untuk dilakukan cloning
2. D-AMPS
Digital AMPS atau sering juga di
sebut sebagai teknologi TDMA
(Time division multiple access)
adalah merupakan teknologi
generasi ke 2 (2G) dari AMPS,
dimana pada teknologi ini
memungkinkan adanya beberapa
user dalam 1 frequensi yang sama
dimana hal ini tidak dimungkinkan
pada teknologi AMPS. Teknologi ini
setara dengan teknologi GSM.
3. CDMA
CDMA atau kependekan dari Code Division Multiple Access adalah merupakan teknologi generasi ke 3 (3G) dari teknologi telepon seluler.
CDMA adalah sebuah teknologi militer yang digunakan pertama kali pada
Perang Dunia II oleh sekutu Inggris untuk menggagalkan usaha Jerman mengganggu transmisi mereka.
Sekutu memutuskan untuk
mentransmisikan tidak hanya pada satu frekuensi, namun pada beberapa frekuensi sehingga menyulitkan
Jerman untuk menangkap sinyal yang lengkap. Sejak lahirnya CDMA telah banyak teknologi yang
mempergunakan sistem ini salah satunya pada teknologi GPS
5. EV-DO
EV-DO merupakan teknologi kelanjutan dari CDMA2000-1x. EV-DO atau Evolution-Data Optimized sering juga disebut Evolution-Data Only. Seperti istilahnya EV-DO merupakan interface data berkecepatan tinggi yang
merupakan bagian dari teknologi 3G. Secara teknis teknologi ini mampu memtransfer data hingga 2.4 megabits per detik. Teknologi EV-DO dari
kecepatan transfer data terbagi menjadi EV-DO Rev 0 (disebut EV-DO) mampu mentransfer data hingga 2.4 megabits per detik, EV-DO Rev A
mampu mentransfer data hingga 3.1 meabits per detik dan EV-DO Rev B yang mampu memtransfer data hingga lebih dari 4.9 megabits per detik
4. CDMA2000-1x
CDMA2000-1x adalah pengembangan dari teknologi CDMA dari segi data transfer. 1x berarti 1xRTT (Single-Carrier Radio Transmission
Technology) atau 1 channel data frekuensi sebesar 1.25MHz data transfer. CDMA2000-1x sering disebut juga IMT Multi-Carrier merupakan keluarga dari generasi ke 3 (3G)
6. GSM
GSM (Global System for Mobile
Communications) merupakan
standar yang umum dipakai
pada teknologi seluler. GSM
merupakan standar untuk
komunikasi selular yang bersifat
digital yang diperkenalkan pada
pertengahan tahun 1991 dan
dijadikan standar yang dipakai
teknologi seluler di seluruh
Eropa. GSM merupakan
7. GPRS
General Packet Radio Service adalah merupakan teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat
dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit Switch Data atau CSD. GPRS merupakan bagian dari teknologi GSM yang lebih mefokuskan pada data transfer. GPRS merupakan bagian dari
generasi 2.5 (2.5 G) 8. EDGE
Teknologi EDGE merupakan teknologi evolusi dari GSM/GPRS. EDGE atau kependekan dari Enhanced Data rates for GSM
dikembangkan untuk meningkatkan transmisi data. Bila pada teknologi GPRS hanya menawarkan kecepatan data transfer sebesar 115 kbps, pada EDGE secara teori mampu memberikan
kecepatan data hingga 473,6 kbps atau tiga klai lipat dari teknologi GPRS.
9. HSDPA
Seiring dengen perkembangan 3G, dimulailah teknologi HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yaitu teknologi generasi 3.5, dimana pada teknologi ini dimungkinkan transfer data hingga 3,6 Mbps.
10. Long Term Evolution (LTE)/4G
Saat ini mungkin 4G adalah
merupakan generasi terakhir dari teknologi seluler. Secara teori
teknologi ini mampu mencapai kecepatan 100Mb/detik sampai
1Gb/detik. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan
kemampuan untuk berinteraksi internet
telephony yang berbasisSession Initiation Protocol (SIP). Salah satu penerapan dari teknologi 4G adalah WiMaX (Worldwide
Interoperability for Microwave Access)
A. SEJARAH ANDROID
Pada Juli 2005, Google mengakuisisi Android, Inc, sebuah perusahaan startup yang berbasis di Palo Alto, California, Amerika Serikat. Android’s co-pendiri yang pergi untuk
bekerja di Google termasuk Andy Rubin (co-pendiri Danger, Rich Miner (co-pendiri Kebakaran liar Communications, Inc , Nick Sears (sekali VP di T-Mobile , dan Chris White
(diketuai desain dan pengembangan antarmuka di webtv. Pada waktu itu, hanya sedikit yang diketahui tentang fungsi Android, Inc lain dari itu mereka membuat perangkat lunak untuk ponsel.Hal ini dimulai desas-desus bahwa Google
berencana untuk memasuki pasar telepon seluler, meskipun tidak jelas apa fungsi itu mungkin tampil di pasar itu.
Di Google, tim yang dipimpin oleh Rubin mengembangkan platform perangkat mobile didukung oleh kernel Linux yang mereka
dipasarkan ke produsen handset dan operator pada premis
memberikan yang fleksibel, sistem upgradeable. Hal ini melaporkan bahwa Google telah berbaris serangkaian komponen perangkat keras dan perangkat lunak dan memberi isyarat untuk mitra operator itu terbuka untuk berbagai tingkat kerjasama pada pihak mereka.Lebih spekulasi bahwa Google akan memasuki pasar telepon seluler
datang pada bulan Desember 2006 .Laporan dari BBC dan The Wall Street Journal mencatat bahwa Google ingin pencariannya dan
aplikasi pada ponsel dan sudah bekerja keras untuk memberikan itu. Cetak dan media online segera melaporkan rumor bahwa Google
sedang mengembangkan handset bermerek Google.Lebih spekulasi diikuti laporan bahwa Google telah menentukan spesifikasi teknis, ini menunjukkan prototipe untuk produsen ponsel dan operator jaringan.
Pada bulan September 2007, InformationWeek menutupi sebuah studi Evalueserve melaporkan bahwa Google telah mengajukan beberapa aplikasi paten di bidang telepon seluler.Akhirnya Google meluncurkan smartphone Nexus Salah satu yang menggunakan open source Android mobile sistem operasi. Perangkat ini
diproduksi oleh Taiwan’s HTC Corporation, dan menjadi tersedia pada 5 Januari 2010.
1.
Handset layout
2.
Storage (Penyimpanan)
3.
Connectivity (Konektivitas)
4.Messaging (Pesan)
5.
Web browser (Web browser)
6.Java support (Dukungan java)
7.
Media support (Dukungan media)
8.
Additional hardware support (Dukungan hardware
tambahan)
9.
Development environment (Lingkungan
pengembangan)
10.
Market (Pasar)
11.Multi-touch
Android bersifat terbuka, karena berbasis linux yang
memang open source jadi bisa dikembangkan oleh
siapa saja
Akses mudah ke Android App Market : Pemilik
android adalah orang yang gemar utak atik
handphone, dengan Google Android App Market anda
bisa mendownload berbagai aplikasi dengan gratis
Sistem Operasi Merakyat : Ponsel Android, beda sekali
dengan iOS yang terbatas pada iphone dari Apple,
maka Android punya banyak produsen, dengan gadget
andalan masing masing mulai HTC hingga Samsung
Fasilitas penuh USB. Anda bisa mengganti baterai,
Terhubung dengan internet : Android bisa dibilang sangat
memerlukan koneksi internet yang aktif. Setidaknya harus ada koneksi internet GPRS di daerah anda, agar perangkat siap untuk online sesuai dengan kebutuhan kita.
Perusahaan perangkat kadang lambat mengeluarkan versi
resmi dari Android milik anda. Meskipun kadang tidak ada perbedaan mencolok dalam hal UI.
Android Market kurang kontrol dari pengelola, kadang
masih terdapat malware.
Sebagai penyedia layanan langsung, terkadang pengguna
sangat sulit sekali terhubung dengan pihak Google.
Kadang sering terdapat iklan : karena mudah dan gratis,
kadang sering diboncengi iklan. Secara tampilan memang tidak mengganggu kinerja aplikasi itu sendiri, karena
Windows Mobile adalah sebuah sistem operasi ponsel yang dikembangkan oleh Microsoft yang digunakan dalam ponsel pintar dan perangkat mobile, namun dikeluarkan untuk pasar tertentu.
Pertama kali Windows Mobile muncul sebagai sistem operasi
Pocket PC 2000, sebagian besar perangkat yang
menggunakan Windows Mobile memiliki stylus pen yang digunakan sebagai alat untuk memberi perintah dengan menyentuhkannya pada layar. Microsoft meluncurkan konsep yang benar-benar baru yaitu Windows Phone 7
dalam Mobile World Congress di Barcelona pada 15 Februari 2010. Ponsel yang menggunakan Windows Mobile versi 6.x tidak bisa dinaiktingkatkan ke versi 7.