• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Identifikasi Variabel - 13.42.0027 Rosalia Putri Ayu Wijayati BAB III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "A. Identifikasi Variabel - 13.42.0027 Rosalia Putri Ayu Wijayati BAB III"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

39

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat ada tidaknya hubungan antara dukungan sosial dan kepercayaan diri terhadap kecemasan perempuan dewasa awal yang belum menikah.

A. Identifikasi Variabel

1. Variabel tergantung : Kecemasan perempuan dewasa awal yang belum menikah.

2. Variabel bebas : a. Kepercayaan diri b. Dukungan sosial

B. Definisi Operasional

(2)

oleh peneliti sendiri dan berdasarkan gejala-gejala kecemasan, yaitu gejala secara fisik (fisiologis) dan mental (psikologis). Kecemasan perempuan dewasa awal yang belum menikah dapat dilihat dari nilai yang diperoleh dari skala tersebut. Semakin tinggi nilai skala kecemasan, maka semakin tinggi kecemasan perempuan dewasa awal yang belum menikah, dan demikian sebaliknya.

2. Kepercayaan Diri

(3)

3. Dukungan Sosial

Dukungan sosial adalah keberadaan orang lain yang dapat diandalkan untuk memberi bantuan, semangat, perhatian, dan penerimaan sehingga individu merasa ada yang peduli dan menyayanginya. Dukungan sosial diukur dengan skala dukungan sosial yang disusun oleh peneliti sendiri dan berdasarkan jenis-jenis dukungan sosial, yaitu dukungan emosional, instrumental, penghargaan, dan informatif. Dukungan sosial dapat dilihat dari nilai yang diperoleh dari skala tersebut. Semakin tinggi nilai skala dukungan sosial, maka semakin tinggi dukungan sosialnya, dan demikian sebaliknya.

C. Subjek Penelitian

Populasi di dalam penelitian ini yaitu perempuan dewasa awal yang belum menikah. Menurut the National Center for Health Statistics (Marbun, 2016), mencatat bahwa usia pernikahan yang ideal yaitu antara usia 25-27 tahun. Usia pernikahan yang ideal ini membuat seseorang memiliki batasan untuk dapat menikah di usia tersebut, sehingga jika seseorang belum memiliki pasangan dan belum menikah diusia tersebut, maka ini akan menimbulkan kecemasan bagi dirinya.

(4)

bahwa usia 30 tahun merupakan usia kritis bagi wanita yang belum menikah, sehingga jika seseorang yang belum menikah di usia tersebut, maka akan menimbulkan kecemasan bagi dirinya. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Cole membuktikan bahwa beberapa wanita mengalami keraguan, kecemasan, dan keputusasaan dalam menghadapi masa lajangnya (dalam Spielmann, dkk., 2013). Pertiwi (2011) juga menyatakan bahwa dinamika emosi pada wanita lajang usia dewasa awal menunjukkan perasaan mulai cemas ketika menginjak usia 26-28 tahun, lalu pada usia 29 tahun semakin merasa cemas, dan mulai merasa tenang pada usia 30 tahun, kemudian pada usia 40 tahun mulai pasrah terhadap keadaannya. Oleh sebab itu, pada penelitian ini populasi yang digunakan yaitu perempuan dewasa awal yang belum menikah dan berusia 26-30 tahun.

(5)

yaitu perempuan dewasa awal yang belum pernah menikah dan belum memiliki pasangan, serta berusia 26-30 tahun.

D. Metode Pengambilan Data

1. Skala Kecemasan Perempuan Dewasa Awal yang Belum Menikah

Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala. Skala yang digunakan untuk mengukur kecemasan perempuan dewasa awal yang belum menikah adalah berdasarkan gejala-gejala kecemasan, yaitu gejala kecemasan secara fisik (fisiologis) dan mental (psikologis). Skala ini merupakan skala tertutup dan memiliki empat pilihan jawaban, yaitu Sl (Selalu), Sr (Sering), J (Jarang), TP (Tidak Pernah). Penilaian pada skala ini yaitu Sl (Selalu) diberi skor 3, Sr (Sering) diberi skor 2, J (Jarang) diberi skor 1, TP (Tidak Pernah) diberi skor 0.

Tabel 1

Blueprint Skala Kecemasan Perempuan Dewasa Awal yang

Belum Menikah

No. Gejala Kecemasan Jumlah

1. Fisik (Fisiologis) 11

2. Mental (Psikologis) 9

(6)

2. Skala Kepercayaan Diri

Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala. Skala yang digunakan untuk mengukur kepercayaan diri adalah berdasarkan ciri-ciri dari kepercayaan diri, yaitu percaya kepada kemampuan sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki rasa positif terhadap diri sendiri, dan berani mengungkapkan pendapat. Skala ini merupakan skala tertutup dan memiliki empat pilihan jawaban yaitu SS (Sangat Sesuai), S (Sesuai), TS (Tidak Sesuai), STS (Sangat Tidak Sesuai).

Pada skala ini terdiri dari dua pernyataan, yaitu favorable dan unfavorable. Penilaian untuk sub-skala favorable yaitu SS (Sangat Sesuai) diberi skor 4, S (Sesuai) diberi skor 3, TS (Tidak Sesuai) diberi skor 2, STS (Sangat Tidak Sesuai) diberi skor 1. Kemudian penilaian untuk sub-skala unfavorable yaitu SS (Sangat Sesuai) diberi skor 1, S (Sesuai) diberi skor 2, TS (Tidak Sesuai) diberi skor 3, STS (Sangat Tidak Sesuai) diberi skor 4.

Tabel 2

3 Memiliki rasa positif terhadap diri

sendiri 2 2 4

4 Berani mengungkapkan pendapat 2 2 4

(7)

3. Skala Dukungan sosial

Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala. Skala yang digunakan untuk mengukur dukungan sosial adalah berdasarkan jenis-jenis dukungan sosial, yaitu dukungan emosional, instrumental, penghargaan, dan informatif. Skala ini merupakan skala tertutup dan memiliki empat pilihan jawaban yaitu SS (Sangat Sesuai), S (Sesuai), TS (Tidak Sesuai), STS (Sangat Tidak Sesuai).

Pada skala ini terdiri dari dua pernyataan, yaitu favorable dan unfavorable. Penilaian untuk sub-skala favorableyaitu SS (Sangat Sesuai) diberi skor 4, S (Sesuai) diberi skor 3, TS (Tidak Sesuai) diberi skor 2, STS (Sangat Tidak Sesuai) diberi skor 1. Kemudian penilaian untuk sub-skala unfavorable yaitu SS (Sangat Sesuai) diberi skor 1, S (Sesuai) diberi skor 2, TS (Tidak Sesuai) diberi skor 3, STS (Sangat Tidak Sesuai) diberi skor 4.

(8)

E. Uji Coba 1. Validitas

Validitas adalah seberapa tepat suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2009). Valid tidaknya suatu alat ukur tergantung pada mampu tidaknya alat ukur tersebut mencapai tujuan pengukuran yang dikehendaki dengan tepat (Azwar, 2009). Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas item. Validitas item yaitu derajat kesesuaian antara sesuatu soal dengan perangkat soal-soal lain. Ukuran validitas item adalah korelasi antara skor pada soal itu dengan skor pada perangkat soal (item total correlation).

Cara yang digunakan untuk menghitung korelasi antara skor masing-masing item dengan skor total yaitu dengan teknik korelasi

product moment dari Pearson. Kemudian untuk menghindari over

estimate (angka korelasi yang kelebihan bobot), rumus korelasi tersebut perlu dikoreksi dengan menggunakan teknik korelasi part whole.

2. Reliabilitas

Reliabilitas suatu alat ukur adalah konsistensi hasil

(9)

maka skala tersebut semakin reliabel untuk digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian, sebaliknya jika koefisien alpha semakin mendekati angka 0,00 maka skala tersebut semakin rendah reliabilitasnya (Azwar, 2001).

F. Analisis Data

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara konsep diri akademik dengan

Hubungan antara Dukungan Sosial Keluarga dengan Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lansia. Berdasarkan pengertian dari Sarafino& Smith (2011) tentang

dukungan sosial adalah derajat dukungan yang diberikan kepada pasien kanker khususnya sewaktu dibutuhkan oleh orang-orang yang memiliki hubungan emosional yang Pengukuran

Harga diri dalam penelitian ini diukur menggunakan skala yang dibuat peneliti sendiri dengan mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Gecas (1971) yang terdiri dari dimensi

Dari hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan dukungan sosial dengan kepercayaan diri remaja tunanetra di Panti Rehabilitasi Bina Sosial Cacat Netra Budi Mulya Malang

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Utami (2013) dengan judul hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan penerimaan diri individu yang mengalami asma dengan

Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dan komunikasi interpersonal dalam keluarga dengan prokrastinasi akademik adalah analisis

Penelitian mengenai hubungan dukungan sosial orangtua dengan kepercayaan diri pada anak anak berkebutuhan khusus di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Jember merupakan