i
MINAT SISWA UNTUK MENGIKUTI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA
DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
Studi Kasus Pada Siswa Kelas XII SMA Pangudi Luhur St.Yosef Surakarta Th Ajaran 2007/2008
Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Akuntansi
Oleh:
Vinsensa Gerosa Santati NIM : 021334009
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA
iv
PERSEMBAHAN
Kupersembahkan skripsi ini untuk :
☺ Bapak Ibu yang selalu memberikan doa dan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini
☺ Mba’ Nian, Mba’ Tyas dan adikku Patrick thanks ya buat semangat dan bantuannya
sehingga skripsi ini dapat diselesaikan
☺ Mas ku “Wawan Setyawan N.D.”, thanks buat kasih sayang, kesabaran dan perhatian
v
MOTTO
♥
Buah dari kesabaran adalah segala sesuatu yang merupakan impian
untuk bisa diraih nantinya, akhirnya pasti akan memperoleh hasil yang
sempurna
♥
Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak
karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk Tuhan, karena Ia
telah berbuat baik kepadaku (Mzm 13: 6)
viii
ABSTRAK
MINAT SISWA UNTUK MENGIKUTI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA
DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
Studi Kasus : Siswa kelas XII SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta Vinsensa Gerosa Santati
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
2008
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta pada bulan September – Oktober 2007.
Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 233 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 141 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Teknik analisis data yang digunakan adalah Kruskal-Wallis (H test) dan Uji-T.
ix
ABSTRACT
STUDENTS’ INTEREST TO FOLLOW
LEARNING GUIDANCE PROGRAM PERCEIVED FROM PARENTS’ SOCIAL AND ECONOMIC STATUS
AND STUDENTS’ ACHIEVEMENT
A Case Study : at the 12th Grade students
of Pangudi Luhur Santo Yosef Senior High School Surakarta Vinsensa Gerosa Santati
University of Sanata Dharma Yogyakarta
2008
The objective of this study is to find out the differences of the students’ interest to follow learning guidance program perceived from parents’ social and economic status and students’ achievement. This study was conducted at Pangudi Luhur Santo Yosef Senior High School Surakarta from September to October 2007.
The population of this study are 233 students of the 12th grade and 141 of them were the samples. The technique of taking the samples was simple random sampling. The data analysis techniques were Kruskal-Wallis (H test) and T-test.
x
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Bapa di Surga atas berkat dan kasih-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul Minat Siswa Untuk Mengikuti Program Bimbingan Belajar Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Prestasi Belajar Siswa di SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta.
Tujuan skripsi ini diajukan adalah untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Banyak pihak yang telah memberi kasih dan perhatian untuk membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, sehingga pada kesempatan ini penulis hendak menyampaikan ungkapan terima kasih dan penghormatan kepada:
1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
2. Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
3. Bapak Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi.
4. Bapak S. Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si., selaku Dosen Pembimbing I yang telah berkenan memberi pengarahan dan bimbingan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
5. Ibu Natalina Premastuti Brataningrum, S.Pd., selaku dosen tamu yang telah memberikan saya masukan dalam penulisan skripsi.
6. Ibu Cornelio Purwantini, S.Pd., M.SA., selaku dosen tamu yang telah memberikan saya masukan dalam penulisan skripsi.
7. Bapak Joko Wicoyo yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
xi
9. Ibu Dra. Pe.Agustin Setyaningsing, selaku pengajar bimbingan konseling di SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta yang telah memberikan informasi dan data-data yang diperlukan untuk menyusun skripsi ini.
10.Bapak – Ibu guru maupun segenap karyawan SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta yang telah memberikan informasi tambahan untuk menyusun skripsi ini.
11.Bapak, Ibu, Kakak-kakakku beserta adik yang selalu memberikan doa restu, kasih sayang, dukungan dan perhatian yang melimpah.
12.Mas Wawan “My Love” untuk semua bantuan, perhatian, pengertian dan begitu banyak kasih yang diberikan untukku.
13.Sahabat-sahabatku seperjuangan PAK A”02, buat Ninoex, Emi, Wiwie, Erni dan semua teman-teman yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan semangat dan dukungannya.
14.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan dukungan dan dorongan kepada penulis baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Semoga Tuhan Yang Maha Kasih berkenan memberikan berkat dan selalu melindungi semua pihak yang telah membantu dan mendukung penulisan skripsi.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa karya ini masih jauh dari sempurna, namun penulis tetap berharap semoga karya ini memberi manfaat bagi pembaca.
Penulis
xii
DAFTAR ISI
Hal
HALAMAN JUDUL... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii
HALAMAN PENGESAHAN... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN... iv
HALAMAN MOTTO... v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA... vi
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS... vii
ABSTRAK... viii
ABSTRACT... ix
KATAPENGANTAR... x
DAFTAR ISI... xii
DAFTAR TABEL... xv
DAFTAR LAMPIRAN... xvi
BAB I PENDAHULUAN... 1
A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Batasan Masalah ... 3
C. Rumusan Masalah ... 3
D. Tujuan Penelitian ... 4
E. Manfaat Penelitian ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 5
A. Tinjauan Teoritik... 5
xiii
2. Faktor-faktor yang membedakan minat siswa untuk
mengikuti program bimbingan belajar ... 6
a. status sosial ekonomi orang tua... 7
1) tingkat pendidikan orang tua... 7
2) tingkat pendapatan orang tua ... 9
3) jenis pekerjaan orang tua... 10
b. prestasi belajar... 13
1) pengertian belajar ... 13
2) prestasi belajar... 14
B. Kajian Hasil Penelitian Yang Relevan... 16
C. Kerangka Berpikir... 17
D. Hipotesis Penelitian... 22
BAB III METODE PENELITIAN... 23
A. Jenis Penelitian... 23
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 23
C. Populasi dan Sampel ... 23
D. Variabel Penelitian dan Pengukurannya ... 24
E. Teknik Pengumpulan Data... 28
F. Uji Instrumen Penelitian ... 30
G. Uji Prasyarat Analisis... 36
H. Pengujian Hipotesis Penelitian... 36
BAB IV HASIL TEMUAN LAPANGAN... 43
A. Gambaran Umum Sekolah ... 43
1. Data Kelembagaan SMA Pangudi Luhur St.Yosef... 43
2. Sejarah SMA Pangudi Luhur St. Yosef ... 46
3. Visi dan Misi SMA Pangudi Luhur St.Yosef ... 48
4. Struktur Organisasi SMA Pangudi Luhur St.Yosef ... 49
5. Sumber Daya Manusia ... 51
6. Siswa ... 53
xiv
a. Keadaan Gedung ... 54
b. Sarana / prasarana ... 55
c. Kegiatan Ekstrakurikuler ... 56
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN... 58
A. Deskripsi Data... 58
B. Analisa Data ... 72
1. Uji Prasyarat Analisis... 72
2. Pengujian Hipotesis Penelitian... 73
C. Pembahasan... 83
BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN... 95
A. Kesimpulan ... 95
B. Keterbatasan Penelitian... 97
C. Saran... 97
DAFTAR PUSTAKA... 100
xv
DAFTAR TABEL
Hal
Tabel 3.1 Kisi-kisi Kuesioner ... 29
Tabel 3.2 Hasil Pengujian Validitas Variabel Tingkat Pendidikan Orang Tua 31
Tabel 3.3 Hasil Pengujian Validitas Variabel Tingkat Pendapatan Orang Tua 31 Tabel 3.4 Hasil Pengujian Validitas Variabel Jenis Pekerjaan Orang Tua .... 31
Tabel 3.5 Hasil Pengujian Validitas Variabel Minat Siswa untuk Mengikuti Progrm Bimbingan Belajar ... 32
Tabel 3.6 Hasil Pengujian Reliabilitas ... 34
Tabel 4.1 Pembagian Tugas Mengajar SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta Tahun Pelajaran 2007/ 2008 ... 52
Tabel 4.2 Jumlah Seluruh Siswa SMA Pangudi Luhur Santo Yosef ... 53
Tabel 5.1 Komposisi Responden Menurut Tingkat Pendidikan Orang Tua .. 58
Tabel 5.2 Penilaian dan Pengkategorian Tingkat Pendidikan Orang Tua... 59
Tabel 5.3 Komposisi Responden Menurut Tingkat Pendapatan Orang Tua.. 60
Tabel 5.4 Penilaian dan Pengkategorian Tingkat Pendapatan Orang Tua ... 61
Tabel 5.5 Komposisi Responden Menurut Jenis Pekerjaan Orang Tua... 62
Tabel 5.6 Penilaian dan Pengkategorian Jenis Pekerjaan Orang Tua ... 63
Tabel 5.7 Tabel Distribusi Frekuensi ... 65
Tabel 5.8 Tabel Perhitungan Mean ... 68
Tabel 5.9 Tabel Perhitungan Standar Deviasi... 68
Tabel 5.10 Penilaian dan Pengkategorian Prestasi Belajar Siswa... 70
Tabel 5.11 Distribusi Frekuensi Minat Siswa Mengikuti Bimbingan Belajar . 71
Tabel 5.12 Penilaian dan Pengkategorian Minat Siswa Mengikuti Bimbingan Belajar ... 71
Tabel 5.13 Hasil Pengujian Normalitas ... 72
Tabel Chi Kuadrat ... 137
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Hal
Surat Ijin Penelitian... 102
Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ... 103
Lampiran 1 Kuesioner Penelitian ... 104
Lampiran 2 Data Mentah untuk Uji Validitas dan Reliabilitas; Tingkat Pendidikan Orang Tua ... 109
Lampiran 3 Data Jenis Pekerjaan Orang Tua ... 111
Lampiran 4 Data Tingkat Pendapatan Orang Tua ... 113
Lampiran 5 Data Minat Siswa Mengikuti Program Bimbingan Belajar ... 115
Lampiran 6 Data Induk Variabel Minat Siswa untuk Mengikuti Program Bimbingan Belajar ... 119
Lampiran 7 Data Variabel Tingkat Pendidikan Orang Tua... 123
Lampiran 8 Data Variabel Jenis Pekerjaan Orang Tua ... 125
Lampiran 9 Data Variabel Tingkat Pendapatan Orang Tua ... 126
Lampiran 10 Data Variabel Prestasi Belajar Siswa... 127
Lampiran 11 Perhitungan Uji Normalitas... 128
Lampiran 12 Perhitungan Tingkat Pendidikan Orang Tua (ayah)... 129
Lampiran 13 Perhitungan Tingkat Pendidikan Orang Tua (ibu) ... 130
Lampiran 14 Perhitungan Tingkat Pendapatan Orang Tua (ayah) ... 131
Lampiran 15 Perhitungan Tingkat Pendapatan Orang Tua (ibu)... 132
Lampiran 16 Perhitungan Tingkat Pendapatan Sampingan Orang Tua ... 133
Lampiran 17 Perhitungan Jenis Pekerjaan Orang Tua (ayah) ... 134
Lampiran 18 Perhitungan Jenis Pekerjaan Orang Tua (ibu)... 135
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini banyak sekali bermunculan media-media belajar bagi siswa yang berperan dan mendukung dalam program pendidikan yang berada di luar sekolah. Salah satu media pembelajaran yang saat ini sedang menjamur adalah bimbingan belajar atau sering disebut bimbel. Bimbel sendiri tidak jauh berbeda dengan pembelajaran yang berada di sekolah. Hanya saja dalam bimbel biasanya lebih difokuskan pada mata pelajaran yang penting-penting saja atau mata pelajaran yang akan menjadi bahan ujian akhir nasional saja. Selain itu murid dalam bimbel lebih sedikit, sehingga murid dapat lebih terfokus, dan guru atau tutor yang mendampingi atau membimbing lebih mudah mengetahui kemampuan muridnya.
Mengikuti bimbel menjadi salah satu kebutuhan siswa untuk menunjang pengetahuan yang didapatkan dari sekolah. Pasalnya penjelasan dari guru di sekolah saja tidak cukup untuk memahami semua mata pelajaran. Kebanyakan pelajar sekarang lebih memilih untuk belajar lebih mendalami berbagai mata pelajaran ditempat lembaga bimbingan belajar yang telah banyak disediakan. Namun, apakah bagi siswa yang kurang mampu baik dilihat dari kondisi perekonomian orangtuanya maupun prestasi belajarnya dapat mengikuti program bimbingan belajar, karena banyak faktor yang mempengaruhi minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ini.
Dalam memperoleh pendidikan sangat memerlukan biaya yang tidak kecil jumlahnya. Biaya pendidikan yang sangat tinggi kadang menjadi kendala bagi mereka yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Sering sekali ada anak yang ingin sekali mengikuti program bimbingan belajar tetapi terbentur dengan ekonomi si orang tua, alhasil harapannya atau keinginannya untuk mengikuti program bimbingan belajar tidak terwujud. Tetapi bagi orang tua yang mampu secara finansial, mereka akan menuruti keinginan anaknya untuk memasukkannya ke lembaga bimbingan belajar dengan harapan prestasi dari anaknya dapat meningkat dan berhasil untuk masuk perguruan tinggi yang bermutu.
Sedangkan bagi siswa yang ingin lebih meningkatkan prestasi belajarnya, mereka mencari lembaga bimbingan belajar yang dianggap paling baik untuk memecahkan masalahnya yaitu kesulitan dalam proses belajarnya di sekolah. Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa minat siswa untuk mengikuti bimbingan belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Dalam penelitian ini dipilih hanya 2 faktor saja yang mempengaruhi minat siswa yaitu status sosial ekonomi orang tua dan prestasi belajar siswa.
mengikuti bimbingan belajar atau tidak akan dipengaruhi oleh status sosial ekonomi orangtuanya.
Dipilihnya prestasi belajar siswa didasarkan pada pertimbangan bahwa dengan adanya prestasi belajar siswa selama ini dijadikan sebagai alat seleksi untuk masuk ke dalam sebuah perguruan tinggi negeri, sehingga prestasi belajar siswa diperkirakan akan ikut terpengaruh dalam pembentukan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar.
B. Batasan Masalah
Dalam penelitian ini, peneliti hanya akan membahas mengenai minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua (tingkat pendidikan orang tua, tingkat pendapatan orang tua dan jenis pekerjaan orang tua) dan prestasi belajar siswa.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua?
2. Apakah ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari tingkat pendapatan orang tua?
3. Apakah ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua?
D. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua. 2. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti
program bimbingan belajar ditinjau dari tingkat pendapatan orang tua. 3. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti
program bimbingan belajar ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua.
4. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari prestasi belajar siswa.
E. Manfaat Penelitian
1. Bagi Siswa
Dapat memberikan dorongan atau motivasi agar siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya di sekolah.
2. Bagi Lembaga Bimbingan Belajar
Untuk lebih meningkatkan proses kegiatan belajarnya agar dapat menarik lebih banyak lagi siswa yang ingin mengikuti program bimbingan belajar agar prestasi belajarnya lebih meningkat.
3. Bagi Peneliti
Memperoleh pengalaman serta menerapkannya ke dalam keadaan yang sebenarnya yaitu pengetahuan yang pernah didapatkan di bangku kuliah. 4. Bagi Universitas
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritik
1. Minat Belajar
Minat merupakan faktor psikologis yang dapat menentukan suatu pilihan seseorang. Minat juga merupakan salah satu faktor penting untuk kemajuan dan keberhasilan seseorang. Jika seseorang cenderung mengerjakan sesuatu dengan disertai minat maka hasil yang akan diperoleh akan lebih baik dibanding dengan mereka yang tanpa disertai minat. Minat juga dapat diartikan sebagai kecenderungan subyek yang menetap untuk merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi itu (Winkel, 1987: 105).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1976: 150) bahwa minat berarti perhatian, kesukaan (kecenderungan hati) dan keinginan kepada sesuatu. Minat juga merupakan suatu keadaan dimana seseorang menaruh perhatian terhadap suatu objek disertai dengan adanya kecenderungan untuk berhubungan secara aktif dengan subyek tersebut (Bimo 1977: 38).
Seseorang yang mempunyai minat yang tinggi kemungkinan akan memperoleh hasil yang maksimal tetapi tidak dapat disangkal juga seseorang yang mempunyai minat yang tinggi pun dapat memperoleh hasil yang kurang maksimal karena faktor-faktor sebagai berikut:
a. Sebab internal (dari dalam diri)
1) Psikologis, misalnya: kecerdasan, minat. 2) Biologis, misalnya: kesehatan, cacat tubuh. b. Sebab eksternal (dari luar diri)
1) Keluarga, misalnya: orang tua, lingkungan rumah.
2) Faktor sekolah, misalnya: masyarakat, lingkungan sekitar.
Atas dasar beberapa pengertian yang telah ada dapat disimpulkan bahwa minat adalah suatu ketertarikan pada suatu obyek tertentu dan merasa senang terhadap objek tersebut. Dalam hal minat untuk mengikuti program bimbingan belajar dapat diartikan sebagai kecenderungan hati untuk tertarik terhadap suatu program bimbingan belajar agar memperoleh hasil yang maksimal dalam prestasi belajarnya dan dapat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
2. Faktor-faktor yang membedakan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar
mempunyai peran yang begitu besar karena segala hal yang menyangkut kebutuhan seorang anak menjadi kewajiban orang tua untuk bisa memenuhinya. Status sosial ekonomi orang tua yang meliputi tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan jenis pekerjaan orang tua menjadi syarat bagi seorang anak, dimana anak itu bisa mengembangkan pengetahuannya dan mempunyai minat untuk bisa mengikuti program bimbingan belajar atau tidak. Sedangkan untuk prestasi belajar siswa, penulis menduga bahwa seorang anak yang kemampuan dalam hal prestasi belajarnya kurang baik dimungkinkan mereka akan mempunyai minat untuk mengikuti program bimbingan belajar untuk meningkatkan hasil belajarnya maupun bisa lolos dalam memasuki perguruan tinggi favorit. a. Status sosial ekonomi orang tua
1) Tingkat pendidikan orang tua
Orang tua yang sering kita sebut sebagai bapak ibu adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap seluruh anggota keluarganya di dalam suatu rumah tangga. Tingkat pendidikan orang tua disini dimaksudkan sebagai tingkat pendidikan formal orang tua yang telah dicapainya. Dalam hal ini adalah tingkat pendidikan formal yaitu SD, SLTP, SMU/SMK, Akademi maupun Perguruan Tinggi.
diberikan oleh pendidik itu berupa pendampingan, yang menjaga agar anak didik belajar hal-hal yang positif sehingga sungguh-sungguh menunjang perkembangannya.
Pendidikan tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak saja tetapi orang dewasa juga berhak mengenyam pengetahuan. Setiap orang yang telah mendapatkan pendidikan pastilah akan berkembang kemampuan berpikirnya, tingkah lakunya berubah menjadi lebih dewasa dan kemampuan intelektualnya, dan kecakapannya sebagai manusia yang bertanggung jawab dan berguna bagi individu itu sendiri dalam kehidupannya maupun bagi masyarakat, bangsa dan negara. Segala pengetahuan dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun di luar pendidikan formal.
Pendidikan yang diperoleh semakin baik atau tinggi maka makin mampu pula seseorang menghadapi kehidupan dalam masyarakat karena dapat memenuhi kebutuhannya sendiri secara nyata. Oleh karena itu pendidikan sangatlah diperlukan terutama untuk mencapai masa depan yang lebih baik melalui potensi yang ada pada masing-masing individu.
pendidikan yang telah diraihnya seseorang akan dengan mudah memperoleh pekerjaan yang layak dan sesuai dengan tingkat pendidikannya. Alhasil para orang tua pun mampu untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya baik untuk pendidikan anak-anaknya ataupun kebutuhan rumah tangganya.
2) Tingkat pendapatan orang tua
Pengertian pendapatan sangat erat hubungannya dengan penghasilan, bahkan kebanyakan orang menyamakan kedua pengertian tersebut. Menurut San S. Hutabarat (1978: 92) pengertian pendapatan dan penghasilan dibedakan, yakni sebagai berikut:
a) Penghasilan adalah setiap hasil yang diperoleh dari kegiatan usaha tertentu, misalnya gaji yang diperoleh dari bekerja.
b) Pendapatan adalah suatu hasil yang diperoleh dalam jangka waktu tertentu, misalnya bunga simpanan di bank.
Sedangkan menurut Gilarso (1992: 63) pengertian penghasilan dan pendapatan tidak dibedakan yakni segala bentuk balas-karya yang diperoleh sebagai imbalan atau balas-jasa atas sumbangan seseorang terhadap proses produksi. Pendapatan keluarga dapat bersumber pada usaha sendiri, bekerja pada orang lain maupun hasil dari milik sendiri.
a) Besarnya jumlah pendapatan
b) Besarnya keluarga (jumlah anggota keluarga dan umurnya) c) Tingkat harga kebutuhan hidup
d) Tingkat pendidikan keluarga
e) Lingkungan sosial ekonomi keluarga
f) Kebijaksanaan mengelola dan mengendalikan keuangan keluarga
3) Jenis pekerjaan orang tua
Yang dimaksud jenis pekerjaan adalah bentuk kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu penghasilan. Jenis pekerjaan antara orang yang satu dengan yang lainnya tentunya berbeda tergantung dari tingkat pendidikannya.
Jenis pekerjaan seseorang dibedakan menjadi dua (Biro Pengembangan Sosial Budaya, hal.12) yakni:
a) Pekerjaan Pokok
b) Pekerjaan Sampingan atau Sambilan
Pekerjaan sampingan atau sambilan adalah pekerjaan yang dimiliki atau dilakukan oleh seseorang sebagai pekerjaan tambahan untuk memperoleh penghasilan tambahan guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pekerjaan sampingan ini sifatnya hanya melengkapi pekerjaan pokok dan jenis pekerjaan ini berbeda antara masing-masing orang.
Jenis pekerjaan seseorang sering menjadi kendala terhadap status sosial ekonomi orang yang bersangkutan karena terpengaruh dengan adanya jumlah penghasilan yang didapat dan menjadikannya status kekayaan seseorang. Orang tua dengan jenis pekerjaan yang menghasilkan penghasilan yang cukup atau besar kemungkinan besar menginginkan anaknya untuk mengikuti bimbingan belajar karena tidak adanya kesulitan dalam hal biaya tetapi bagi orang tua siswa yang hanya menghasilkan penghasilan yang pas-pasan untuk berpikir dua kali untuk memasukkan anaknya ke lembaga bimbingan belajar.
bimbingan belajar dan sebaliknya orang tua yang jenis pekerjaannya rendah sulit untuk memasukkan anaknya ke lembaga bimbingan belajar.
Jenis pekerjaan orang tua yaitu bidang pekerjaan pokok yang ditekuni orang tua (kepala keluarga) tiap harinya berdasarkan penggolongan dari Spillane, S.J (1982: 14) yang dimodifikasi dengan keadaan sekarang, yaitu:
a) Golongan A, misal: meninggal dunia (janda/ duda), pensiun, tidak punya pekerjaan tetap.
b) Golongan B, misal: buruh nelayan, buruh tani, petani kecil, penebang kayu.
c) Golongan C, misal: buruh tidak tetap, petani penyewa, tukang/ penarik becak.
d) Golongan D, misal: pembantu, penjual keliling, tukang cuci. e) Golongan E, misal: seniman, buruh tetap, montir, pandai besi/
emas/ perak, penjahit, penjaga pabrik, sopir bus/colt, tukang kayu, tukang listrik,tukang mesin.
f) Golongan F, misal: mandor, pedagang, pegawai kantor, pegawai sipil ABRI, pemilik perusahaan/ toko/ pabrik/ perikanan, pemilik bus/ colt, penggarap tanah, pengawas keamanan, petani pemilik tanah, peternak, tuan tanah.
pamong praja, pegawai badan hukum, pegawai negeri (golongan Ia s/d Id), supervisor/ pengawas.
h) Golongan H, misal: guru (SLTP, SLTA), juru rawat, pekerja sosial, kepala sekolah, kontraktor kecil, pegawai negeri (golongan IIa s/d IId), perwira ABRI (Letnan II, Letnan I dan Kapten), wartawan.
i) Golongan I, misal: ahli hukum, ahli tanah/ahli ukur tanah, apoteker, arsitek, dokter, dosen/ guru besar, gubernur, insinyur, kepala kantor pos (pusat), kontraktor besar, manager perusahaan, menteri, pegawai negeri (golongan IIIa keatas), pengarang, peneliti, penerbang, perwira ABRI (Mayor s/d Jenderal), walikota/ bupati.
Selanjutnya untuk menentukan jenis pekerjaan orang tua (kepala keluarga) dapat dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yaitu: a) Golongan Atas yaitu golongan G, H, I.
b) Golongan Menengah yaitu golongan D, E, F. c) Golongan Rendah yaitu golongan A, B, C.
b. Prestasi belajar 1) Pengertian belajar
Ada beberapa pendapat mengenai definisi dari belajar:
Mengalami dan senantiasa mengadakan reorganisasi pengalaman penggunaan, pemahaman dan berlangsung secara keseluruhan.
b) Menurut WS.Winkel (1987: 36) belajar adalah:
Suatu aktivitas mental/ psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, ketrampilan dan nilai-sikap.
Seseorang yang telah mengalami proses belajar pastilah mengalami perubahan yang relatif konstan dan berbekas. Proses belajar di lembaga bimbingan belajar tidak jauh berbeda dengan proses belajar di sekolah formal. Tujuan kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan adalah:
a) Mengetahui suatu pengetahuan, kecakapan atau konsep yang sebelumnya belum diketahui.
b) Mengajarkan kepada seseorang sesuatu yang sebelumnya tidak dapat berbuat, baik tingkah laku maupun ketrampilan.
c) Mengkombinasikan dua pengetahuan ke dalam suatu pengertian baru, baik pengetahuan, ketrampilan maupun tingkah laku.
d) Memahami atau menerapkan pengetahuan yang telah diperolehnya.
2) Prestasi belajar
dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi belajar sering dikaitkan dengan tes hasil belajar atau tes prestasi.
Prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa selama mengalami proses belajar di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh melalui tes dari sejumlah mata pelajaran. Keberhasilan siswa selama proses belajar di sekolah akan tampak dalam prestasi belajar yang diraihnya. Jadi secara umum prestasi belajar adalah hasil tertinggi yang dicapai seseorang dalam bidang tertentu.
B. Kajian Hasil Penelitian yang Relevan
Beberapa penelitian sebelumnya yang juga meneliti tentang perbedaan status sosial ekonomi orang tua dan prestasi belajar terhadap minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar telah memperoleh hasil yang sama namun ada pula yang cenderung memperlihatkan suatu perbedaan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa variabel status sosial ekonomi direpresentasikan dengan variabel tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan.
belajar, motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua maka semakin tinggi pula minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Dan terakhir penelitian yang dilakukan oleh Tri Ismiati (2006) dengan judul “Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Prestasi Siswa Terhadap Minat Siswa Untuk Mengikuti Program Bimbingan Belajar” menunjukkan hasil bahwa semakin tinggi status sosial ekonomi orang tua dan prestasi siswa maka semakin tinggi pula minat siswa mengikuti program bimbingan belajar.
Dari keempat penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa status sosial ekonomi orang tua yang meliputi tingkat pendidikan orang tua, tingkat pendapatan orang tua, jenis pekerjaan orang tua dan prestasi siswa merupakan faktor yang membedakan minat siswa dalam mengikuti bimbingan belajar maupun dalam melanjutkan studi. Dalam penelitian sebelumnya ada pula yang menunjukkan hasil bahwa faktor prestasi belajar siswa tidak membedakan minat siswa mengikuti bimbingan belajar, hal ini dimungkinkan karena faktor lingkungan pergaulan siswa yang tidak berminat mengikuti bimbingan belajar yang dimungkinkan karena prestasi akademiknya yang tidak terlalu baik dan masa bodoh terhadap nilai akademiknya.
C. Kerangka Berpikir
1. Perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua.
lainnya. Setiap anak yang orang tuanya berbeda tingkat pendidikannya pastilah akan menentukan kemampuannya dalam hal minatnya mengikuti program bimbingan belajar. Tingkat pendidikan orang tua akan mencerminkan cakrawala pengetahuan pendidikan yang diperolehnya, yang pada gilirannya akan menentukan kemampuan dalam mendidik anak.
Tingkat pendidikan orang tua bisa membedakan minat siswa untuk mengikuti bimbingan belajar dengan anggapan bahwa orang tua yang pendidikannya tinggi ingin selalu berusaha menambah ilmu dan kemampuannya. Orang tua yang selalu menimba ilmu inilah yang menjadikan teladan bagi anaknya untuk selalu giat dalam belajarnya agar prestasi akademiknya baik. Siswa yang memiliki orang tua yang pendidikannya tinggi dapat memberi pengaruh yang besar bagi proses belajarnya karena pengetahuan yang luas yang dimiliki orangtuanya dapat membuat siswa untuk bersemangat meneladani orangtuanya. Sebaliknya, orang tua yang memiliki pendidikan rendah kemungkinan pengalaman belajarnya hanya sedikit sehingga pengaruh terhadap anaknya menjadi sangat terbatas. Cita-cita bagi orang tua yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi mengharapkan agar anaknya kelak dapat meneruskan cita-citanya atau paling tidak juga mempunyai pendidikan yang tinggi pula.
Kehidupan sebuah keluarga mempunyai banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dan berusaha untuk semaksimal mungkin dapat tercukupi. Sebuah keluarga yang orangtuanya mempunyai penghasilan yang terbilang cukup atau besar akan dengan mudah memenuhi kebutuhan yang diinginkan, termasuk kebutuhan akan pendidikan anak-anaknya. Bagi keluarga yang tingkat pendapatannya rendah akan mengalami kekurangan yang sering dikatakan dengan status sosial yang ekonominya rendah. Untuk membangun bangsa yang maju dibutuhkan manusia yang cerdas yakni melalui pendidikan yang tinggi dan tentunya berbagai fasilitas yang mendukung, karena dengan jaman globalisasi seperti sekarang ini mau tidak mau pendidikan adalah kunci untuk meraih keberhasilan. Disini peran orang tua pun ikut mengambil andil dalam membantu anak-anaknya untuk dapat berhasil dalam meraih cita-citanya. Para orang tua pun bekerja keras untuk menyekolahkan anak-anaknya agar memperoleh pendidikan yang baik, dengan pendapatan yang besar diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan pendidikan.
dirinya melalui kegiatan di luar sekolah yakni dengan mengikuti program bimbingan belajar. Dengan berbagai macam fasilitas yang disediakan orang tua dari buku-buku sampai dengan peralatan modern seperti komputer dapat mendukung proses belajarnya. Sebaliknya bagi orang tua yang mempunyai pendapatan rendah maka kemungkinan besar anak atau siswa dapat terhambat minatnya untuk mengembangkan pengetahuannya dengan tidak mengikuti program bimbingan belajar.
3. Perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua.
Jenis pekerjaan yang ditekuni oleh orang tua merupakan hasil yang diperoleh dari pendidikannya pada masa mereka bersekolah yakni jika sebagian orang tua hanya menempuh pendidikan sampai dibangku sekolah dasar dimungkinkan jenis pekerjaannya tergolong dalam pekerjaan kelas bawah, misalnya hanya sebagai sopir, petani ataupun pembantu rumah tangga. Sebaliknya dengan pendidikan yang ditempuh hingga sampai perguruan tinggi dimungkinkan jenis pekerjaannya tergolong kelas atas, misalnya saja pengusaha, guru ataupun dokter. Alhasil jenis pekerjaan orang tua yang ditekuni akan memberikan perbedaan terhadap minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar.
sehingga hal ini akan memberikan pengaruhnya kepada siswa atau anaknya untuk ikut jejak orang tuanya. Agar pengetahuan anak ini dapat berkembang maka ia ingin mewujudkannya dengan mengikuti program bimbingan belajar. Tetapi dengan jenis pekerjaan orang tua yang rendah akan membatasi pula pengalaman orang tua dalam bekerja sehingga pengaruh terhadap anaknya akan terbatas pula.
Dengan segala hal yang dibimbing oleh orang tuanya, siswa paling tidak akan meniru segala tingkah laku orang tuanya, misalnya dalam hal belajar. Akhirnya siswa menjadi terdorong untuk terus belajar hingga mencapai apa yang diinginkan, paling tidak sama dengan pekerjaan orang tuanya atau di atasnya.
4. Perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari prestasi belajar siswa.
Prestasi belajar seorang siswa akan tampak dalam hasil studi yang berupa nilai-nilai pelajaran yang tercermin dalam buku rapornya. Dengan prestasi belajar tersebut siswa akan tubuh rasa kepercayaan diri, harapan maupun cita-citanya tetapi hal ini tergantung dari baik atau buruknya prestasinya di sekolah.
dan mengisi waktunya dengan mengikuti program bimbingan belajar yang sudah banyak ditawarkan.
D. Hipotesis Penelitian
1. H1 : Ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan
belajar (Y) ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua (X1).
2. H2 : Ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan
belajar (Y) ditinjau dari tingkat pendapatan orang tua (X2).
3. H3 : Ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan
belajar (Y) ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua (X3).
4. H4 : Ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada SMA Pangudi Luhur St.Yosef Surakarta yaitu suatu penelitian terhadap objek tertentu dan kesimpulan hanya berlaku bagi objek yang diteliti dan tidak dapat ditarik kesimpulan secara umum.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Penelitian dilaksanakan di SMA Pangudi Luhur St.Yosef Jl. LU. Adisucipto Surakarta.
2. Waktu yang dibutuhkan dalam penelitian yaitu bulan September - Oktober 2007.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah kumpulan yang lengkap dari seluruh elemen yang sejenis akan tetapi dapat dibedakan satu sama lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya karakteristik yang berlainan (Supranto, 1986: 24). Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa-siswi SMA Pangudi Luhur St.Yosef Surakarta kelas XII IA (IPA) 1 berjumlah 38 orang, XII IA 2 berjumlah 38 orang, XII IS (IPS) 1 berjumlah 42 orang, XII IS 2 berjumlah 41 orang, XII IS 3 berjumlah 41 orang, XII BAHASA berjumlah 33 orang, total populasinya berjumlah 233 orang.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sampel dalam penelitian ini ditetapkan hanya beberapa kelas saja dengan simple random sampling. Simple random sampling adalah teknik sampling yang digunakan oleh peneliti karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 1999: 74). Karena populasi terdiri atas beberapa kelas maka peneliti hanya mengambil 4 kelas saja yang terdiri dari kelas XII IA 1 yang berjumlah 38 orang, IS 1 yang berjumlah 42 orang, IS 3 yang berjumlah 41 orang dan BAHASA yang berjumlah 33 orang dengan total sampel yang berjumlah 154 orang, dengan pertimbangan bahwa sampel tersebut dapat mewakili populasi.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Peneliti menggunakan metode ini dalam penelitian dengan alasan agar setiap elemen sampel dapat dipilih secara acak untuk mewakili populasi dengan tujuan memperoleh sampel yang sesuai karakteristik penilaian yang meliputi tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan jenis pekerjaan orang tua serta prestasi belajar siswa.
D. Variabel Penelitian dan Pengukurannya
1. Variabel penelitian
1992: 102). Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah sebagai berikut:
a. Variabel bebas adalah variabel yang mendahului atau mempengaruhi variabel terikat. Variabel bebas meliputi:
1. Status sosial ekonomi orang tua
a) Tingkat pendidikan orang tua siswa (X1)
b) Tingkat pendapatan orang tua siswa (X2)
c) Jenis pekerjaan orang tua siswa (X3)
2. Prestasi belajar siswa (X4)
b. Variabel terikat adalah variabel yang merupakan akibat atau tergantung pada variabel yang mendahului. Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah minat siswa kelas XII SMA Pangudi Luhur St.Yosef untuk mengikuti program bimbingan belajar, yang dinyatakan dalam (Y).
2. Teknik pengukuran
a) Tingkat pendidikan orang tua siswa
Tingkat pendidikan orang tua yaitu tingkat pendidikan tertinggi yang berhasil diselesaikan oleh orang tua siswa, dikelompokkan dan diberi skor sebagai berikut:
5) Tamat Akademi/ PT : skor 5 b) Tingkat pendapatan orang tua siswa
Tingkat pendapatan orang tua siswa yaitu seluruh penghasilan yang diterima dari pekerjaan pokok orang tua selama 1 bulan, dikelompokkan dan diberi skor sebagai berikut:
1) Kurang dari Rp 500.000,00 : skor 1 2) Antara Rp 500.000,00 - < Rp 750.000,00 : skor 2 3) Antara Rp 750.000,00 - < Rp 1.000.000,00 : skor 3 4) Antara Rp 1.000.000,00 - < Rp 1.250.000,00 : skor 4 5) Lebih dari Rp 1.250.000,00 : skor 5 c) Jenis pekerjaan orang tua siswa
Jenis pekerjaan orang tua siswa adalah bidang pekerjaan pokok yang ditekuni orang tua siswa setiap harinya. Dalam penelitian ini, peneliti membedakan jenis pekerjaan orang tua siswa berdasarkan golongan rendah, menengah dan atas dalam masyarakat dan diberi skor sebagai berikut:
1) Golongan Rendah yaitu golongan A, B, C : skor 1 2) Golongan Menengah yaitu golongan D, E, F : skor 2 3) Golongan Atas yaitu golongan G, H, I : skor 3 d) Prestasi belajar
nilai rata-rata raport masing-masing siswa. Prestasi siswa dikelompokkan dengan menggunakan PAP tipe II. Dalam tipe II batas penguasaan minimal yang dianggap dapat meluluskan dari derajat penguasaan kompetensi yang dituntut 56%. Derajat penguasaan kompetensi minimal 56% diberi nilai cukup (Masidjo, 1985: 40)
1) 81% - 100% = A, sangat baik 2) 66% - 80% = B, baik
3) 56% - 65% = C, cukup 4) 46% - 55% = D, kurang 5) Dibawah 46% = E, sangat kurang e) Minat mengikuti bimbingan belajar
Minat mengikuti bimbingan belajar adalah kecenderungan yang mengarahkan siswa untuk mengikuti bimbingan belajar yang ditandai dengan adanya perasaaan senang, tertarik perhatiannya dan perasaan bahwa mengikuti bimbingan belajar adalah kebutuhannya. Untuk mengukur minat siswa dalam mengikuti bimbingan belajar, cara yang digunakan peneliti adalah dengan kuesioner tipe pilihan yang disusun seperti model Likert dengan tiga alternatif jawaban. Adapun pedoman untuk memberikan skor pada alternatif jawaban adalah:
E. Teknik Pengumpulan Data
Sesuai dengan keadaan responden yang sebenarnya. Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
1. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab secara langsung kepada sumber data yakni dalam penelitian ini adalah guru dan karyawan. Dilakukan untuk mendapatkan data mengenai gambaran umum sekolah.
2. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan dan mempelajari catatan atau dokumen yang ada di SMU Pangudi Luhur St.Yosef Surakarta yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Dilakukan untuk memperoleh data seperti jumlah siswa, arsip SK pendirian sekolah, daftar karyawan, fasilitas, dsb.
3. Kuesioner
Kisi-kisi pertanyaan dari tiap-tiap variabel dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:
Tabel 3.1
Kisi-kisi Kuesioner
Variabel Indikator No.
Status sosial ekonomi orang tua
Pendidikan terakhir Ayah Pendidikan terakhir Ibu Jenis pekerjaan Ayah Jenis pekerjaan Ibu Jumlah pendapatan Ayah Jumlah pendapatan Ibu
Jumlah pendapatan sampingan Ayah dan Ibu
1 2 3 4 5 6 7 Prestasi belajar siswa Nilai rata-rata raport 1 Minat siswa mengikuti
program bimbingan belajar
Ketertarikan dari dorongan teman
Ketertarikan dari diri siswa sendiri
Ketertarikan karena faktor media
Ketertarikan untuk peningkatan prestasi
Ketertarikan karena kemudahan dan fasilitas yang diberikan Ketertarikan karena faktor orang tua
1, 3
5, 7, 14
2, 11
4, 6, 12
8, 13, 15
F. Uji Instrumen Penelitian
1. Pengujian Validitas Kuesioner
Suatu alat ukur dikatakan valid atau sahih apabila suatu alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang ingin diukur dengan tepat atau teliti. Kevalidan alat ukur diuji dengan menggunakan metode analisis butir dengan menguji apakah item telah mengungkapkan faktor atau indikator yang ingin diselidiki. Perhitungan korelasi Product Moment dari Karl Pearson dengan rumus: (Suharsimi, 1991: 69)
Rxy =
( )( )
( )
{
2 2}
{
2( )
2}
y y
N x x
N
y x xy N
∑ − ∑ ∑
− ∑
∑ ∑ − ∑
Keterangan:
N = Total responden ∑Y = Total nilai Y ∑X = Total nilai X
Rxy = Koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y
valid. Perhitungan validitas butir pada penelitian ini menggunakan bantuan SPSS 11.5 for Windows. Berikut disajikan hasil pengujian validitas di bawah ini:
Tabel 3.2
Hasil Pengujian Validitas Variabel Tingkat Pendidikan Orang Tua
Butir Item Corrected Item-Total Correlation
rtabel Keterangan
1 0,5562 0,239 Valid
2 0,5562 0,239 Valid
Berdasarkan tabel 3.2 di atas menunjukkan bahwa untuk variabel tingkat pendidikan orang tua siswa valid atau sahih karena rhitung (0,5562) > rtabel
(0,239).
Tabel 3.3
Hasil Pengujian Validitas Variabel Tingkat Pendapatan Orang Tua
Butir Item Corrected Item-Total Correlation
rtabel Keterangan
5 0,2476 0,239 Valid
6 0,4641 0,239 Valid
7 0,2939 0,239 Valid
Berdasarkan tabel 3.3 di atas menunjukkan bahwa untuk variabel tingkat pendapatan orang tua siswa valid atau sahih karena rhitung (0,2476) > rtabel
(0,239), rhitung (0,4641) > rtabel (0,239), dan rhitung (0,2939) > rtabel (0,239). Tabel 3.4
Hasil Pengujian Validitas Variabel Jenis Pekerjaan Orang Tua
Butir Item Corrected Item-Total Correlation
rtabel Keterangan
3 0,2438 0,239 Valid
Berdasarkan tabel 3.4 di atas menunjukkan bahwa untuk variabel jenis pekerjaan orang tua siswa valid atau sahih karena rhitung (0,2438) > rtabel
(0,239).
Tabel 3.5
Hasil Pengujian Validitas Variabel Minat Siswa Untuk Mengikuti Program Bimbingan Belajar
Butir Item Corrected Item-Total Correlation
rtabel Keterangan
1 0,5697 0,239 Valid
2 0,6608 0,239 Valid
3 0,4573 0,239 Valid
4 0,3622 0,239 Valid
5 0,6922 0,239 Valid
6 0,6160 0,239 Valid
7 0,4975 0,239 Valid
8 0,6697 0,239 Valid
9 0,6379 0,239 Valid
10 0,5259 0,239 Valid
11 0,5436 0,239 Valid
12 0,4298 0,239 Valid
13 0,6659 0,239 Valid
14 0,6697 0,239 Valid
15 0,6862 0,239 Valid
Berdasarkan tabel 3.5 di atas menunjukkan bahwa untuk variabel minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar valid atau sahih karena rhitung (0,5697) > rtabel (0,239), rhitung (0,6608) > rtabel (),239), rhitung (0,4573)
> rtabel (0,239), rhitung (0,3622) > rtabel (0,239), rhitung (0,6922) > rtabel (0,239),
rhitung (0,6160) > rtabel (0,239), rhitung (0,4975) > rtabel (0,239), rhitung (0,6697)
> rtabel (0,239), rhitung (0,6379) > rtabel (0,239), rhitung (0,5259) > rtabel (0,239).
rhitung (0,5436) > rtabel (0,239), rhitung (4298) > rtabel (0,239), rhitung (0,6659) >
rtabel (0,239), rhitung (0,6697) > rtabel (0,239) dan rhitung (0,6862) > rtabel
2. Pengujian Reliabilitas Kuesioner
Pengujian ini adalah sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan, yang dilakukan dengan menggunakan koefisien Alpha Cronbach dengan taraf signifikan 5% (Suharsimi Arikunto, 1987: 236). Rumus Alpha:
r11 =
⎥ ⎥ ⎦ ⎤ ⎢ ⎢ ⎣ ⎡ ∑ − ⎥⎦ ⎤ ⎢⎣ ⎡ − = 2 2 1 1 t b k k σ σ α Keterangan:
r11 = reliabilitas instrument
k = banyaknya butir pertanyaan/ banyaknya soal 2
b σ
∑ = jumlah varians butir 2
t
∑ = varians total
Dalam pengujian koefisien ini digunakan taraf signifikansi 5%. Jika rhitung
> rtabel, maka suatu butir instrument tersebut cukup dapat dipercaya sebagai
alat pengumpul data karena suatu butir instrument tersebut sudah baik/ bersifat reliable. Sebaliknya jika rhitung < rtabel maka suatu butir instrument
Tabel 3.6
Hasil Pengujian Reliabilitas
Variabel rhitung (Alpha) rtabel Keterangan
Tingkat pendidikan 0,7117 0,239 Reliabel Tingkat pendapatan 0,4858 0,239 Reliabel
Jenis pekerjaan 0,2543 0,239 Reliabel
Minat siswa 0,8974 0,239 Reliabel
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa rhitung (alpha) > rtabel (0,239)
yang berarti hasil dari pengujian instrument kuesioner tersebut adalah reliabel.
Untuk mengadakan intepretasi mengenai besarnya koefisien korelasi adalah sebagai berikut :
a) Antara 0,800 sampai dengan 1,00 : sangat tinggi b) Antara 0,600 sampai dengan 0,799 : tinggi c) Antara 0,400 sampai dengan 0,599 : cukup d) Antara 0,200 sampai dengan 0,399 : rendah
e) Antara 0,000 sampai dengan 0,199 : sangat rendah (Suharsimi 1990: 237).
Untuk proses perhitungan reliabilitas, penulis menggunakan komputer program SPSS. Hasil perhitungan tersebut adalah sebagai berikut:
1) Untuk variabel tingkat pendidikan orang tua
tingkat pendidikan orang tua serta besarnya koefisien korelasinya berada pada skala tinggi.
2) Untuk variabel tingkat pendapatan orang tua
Variabel tingkat pendapatan orang tua mempunyai nilai r hitung sebesar 0,4858. Kemudian dibandingkan dengan r tabel pada taraf signifikansi 5% dan df = 30 – 2 = 28 yang bernilai 0,239. Nilai r hitung lebih besar dari r tabel, maka dapat disimpulkan bahwa instrument tersebut reliabel atau handal sehingga dapat dipercaya untuk mengukur tingkat pendapatan orang tua serta besarnya koefisien korelasinya berada pada skala cukup.
3) Untuk variabel jenis pekerjaan orang tua
Variabel jenis pekerjaan orang tua mempunyai nilai r hitung sebesar 0,2543. Kemudian dibandingkan dengan r tabel pada taraf signifikansi 5% dan df = 30 – 2 = 28 yang bernilai 0,239. Nilai r hitung lebih besar dari r tabel, maka dapat disimpulkan bahwa instrument tersebut reliabel atau handal sehingga dapat dipercaya untuk mengukur jenis pekerjaan orang tua serta besarnya koefisien korelasinya berada pada skala rendah.
4) Untuk variabel minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar
bernilai 0,239. Nilai r hitung lebih besar dari r tabel, maka dapat disimpulkan bahwa instrument tersebut reliabel atau handal sehingga dapat dipercaya untuk mengukur minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar serta besarnya koefisien korelasinya berada pada skala sangat tinggi.
G. Uji Prasyarat Analisis
1. Pengujian Normalitas Kuesioner
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Untuk mengetahui hal tersebut digunakan rumus Kolmogorov – Smirnov. Menurut Sugiyono (1999: 255) yang dinyatakan dengan rumus:
D maksimum =
[
Sn( )
X1 −Sn( )
X2]
Dimana :D maksimum : Deviasi maksimum
Sn (X1) : Distribusi kumulatif yang ditentukan
Sn (X2) : Distribusi kumulatif yang diobservasi H. Pengujian Hipotesis Penelitian
Untuk pengujian hipotesis penelitian penulis menggunakan uji statistis Kruskal-Wallis dan T-Test. Hipotesis pertama sampai ketiga menggunakan uji statistis Kruskal-Wallis sedangkan untuk hipotesis keempat menggunakan uji statistis T-Test.
1) Merumuskan Ho dan Ha
Ho: Tidak ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua. Ha: Ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan
belajar ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua. 2) Menetapkan tingkat signifikansi yang digunakan
Nilai signifikansi pengujian dilambangkan dengan α, nilai α dikontrol oleh peneliti dengan menetapkan sebesar 0,05.
3) Menentukan uji statistis
Uji statistis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Kruskal-Wallis, sebagai berikut:
H =
(
1)
3(
1)
12 1 2 + − −
∑
= N n T N N k j j j Keterangan :Tj = Jumlah rangking-rangking kolom j
nj = Banyaknya kasus pada sampel ke-j
N = ∑wj= Banyaknya kasus keseluruhan k = Banyaknya sampel
Jika ternyata ada sejumlah nilai yang sama, sebaiknya faktor koreksi (C) dihitung dan digunakan untuk mengoreksi nilai H sebagai berikut:
C = 1 -
Keterangan :
G = Banyaknya kumpulan observasi yang memiliki nilai sama ti = Banyaknya nilai sama di sembarang kumpulan i
H’ = H / C
4) Menentukan daerah penerimaan dan penolakan - Ho diterima jika Statistis Hitung < Statistis Tabel - Ho ditolak jika Statistis Hitung > Statistis Tabel Berdasarkan probabilitas :
- Jika probabilitas > 0,05, Ho diterima
- Jika probabilitas < 0,05, Ho ditolak
2. Minat Siswa Untuk Mengikuti Program Bimbingan Belajar Ditinjau Dari Tingkat Pendapatan Orang Tua
a) Merumuskan Ho dan Ha
Ho: Tidak ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari tingkat pendapatan orang tua. Ha: Ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan
belajar ditinjau dari tingkat pendapatan orang tua. b) Menetapkan tingkat signifikansi yang digunakan
Nilai signifikansi pengujian dilambangkan dengan α, nilai α dikontrol oleh peneliti dengan menetapkan sebesar 0,05.
c) Menentukan uji statistis
H =
(
1)
3(
1)
12 1 2 + − −
∑
= N n T N N k j j j Keterangan :Tj = Jumlah rangking-rangking kolom j
nj = Banyaknya kasus pada sampel ke-j
N = ∑wj= Banyaknya kasus keseluruhan k = Banyaknya sampel
Jika ternyata ada sejumlah nilai yang sama, sebaiknya factor koreksi (C) dihitung dan digunakan untuk mengoreksi nilai H sebagai berikut:
C = 1 -
⎪ ⎪ ⎭ ⎪⎪ ⎬ ⎫ ⎪ ⎪ ⎩ ⎪⎪ ⎨ ⎧ − −
∑
N N t t G i i i 2 3 Keterangan :G = Banyaknya kumpulan observasi yang memiliki nilai sama ti = Banyaknya nilai sama di sembarang kumpulan i
H’ = H / C
d) Menentukan daerah penerimaan dan penolakan - Ho diterima jika Statistik Hitung < Statistik Tabel - Ho ditolak jika Statistik Hitung > Statistik Tabel Berdasarkan probabilitas :
- Jika probabilitas > 0,05, Ho diterima
- Jika probabilitas < 0,05, Ho ditolak
3. Minat Siswa Untuk Mengikuti Program Bimbingan Belajar Ditinjau Dari Jenis Pekerjaan Orang Tua
Ho: Tidak ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua.
Ha: Ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua.
b) Menetapkan tingkat signifikansi yang digunakan
Nilai signifikansi pengujian dilambangkan dengan α, nilai α dikontrol oleh peneliti dengan menetapkan sebesar 0,05.
c) Menentukan uji statistis
Uji statistis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Kruskal-Wallis, sebagai berikut:
H =
(
)
3(
1)
1 12 1 2 + − −
∑
= N n T N N k j j j Keterangan :Tj = Jumlah rangking-rangking kolom j
nj = Banyaknya kasus pada sampel ke-j
N = ∑wj= Banyaknya kasus keseluruhan k = Banyaknya sampel
Jika ternyata ada sejumlah nilai yang sama, sebaiknya faktor koreksi (C) dihitung dan digunakan untuk mengoreksi nilai H sebagai berikut:
C = 1 -
⎪ ⎪ ⎭ ⎪⎪ ⎬ ⎫ ⎪ ⎪ ⎩ ⎪⎪ ⎨ ⎧ − −
∑
N N t t G i i i 2 3 Keterangan :H΄ = H / C
d) Menentukan daerah penerimaan dan penolakan - Ho diterima jika Statistik Hitung < Statistik Tabel - Ho ditolak jika Statistik Hitung > Statistik Tabel Berdasarkan probabilitas :
- Jika probabilitas > 0,05, Ho diterima
- Jika probabilitas < 0,05, Ho ditolak
4. Minat Siswa Untuk Mengikuti Program Bimbingan Belajar Ditinjau Dari Prestasi Belajar Siswa
a) Merumuskan Ho dan Ha
Ho: Tidak ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari prestasi belajar siswa.
Ha: Ada perbedaan minat siswa untuk mengikuti program bimbingan belajar ditinjau dari prestasi belajar siswa.
b) Menetapkan tingkat signifikansi yang digunakan
Nilai signifikansi pengujian dilambangkan dengan α, nilai α dikontrol oleh peneliti dengan menetapkan sebesar 0,05.
c) Menentukan uji statistis
Uji statistisyang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Uji-t, sebagai berikut:
t =
(
)
(
)
⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜
⎝ ⎛
+ − − −
2 1 2
2 1 2 1
1 1
n n X X
S
pdengan
(
)
(
)
2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 2 − + − − − = n n nn
S
S
S
pKeterangan: =
1
X nilai rata-rata sampel ke-1 =
2
X nilai rata-rata sampel ke-2
=
1
μ nilai rata-rata populasi sampel ke-1
=
2
μ nilai rata-rata populasi sampel ke-2 S1 = deviasi standar sampel ke-1
S2 = deviasi standar sampel ke-2
=
S
p2
varian dari sampel gabungan
n1 = jumlah observasi di dalam sampel ke-1
n2 = jumlah observasi di dalam sampel ke-2
d) Menentukan daerah penerimaan dan penolakan - Ho diterima jika probabilitas > 0,05
BAB IV
HASIL TEMUAN LAPANGAN
A. Gambaran Umum Sekolah
1. Data Kelembagaan SMA Pangudi Luhur St.Yosef
a. Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta b. Lokasi : Jl. LU. Adisucipto (Jl. Klengkeng 1) Surakarta c. Status : Disamakan
SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta merupakan sekolah swasta bersubsidi yang dikelola oleh Yayasan Pangudi Luhur. Nama SMA Santo Yosef untuk masyarakat Sala lebih terkenal dari pada nama SMA Pangudi Luhur. Yayasan Pangudi Luhur berpusat di Jl. Dr. Sutopo 4 Semarang. Dan seterusnya Yayasan ini menjadi bagian dari kegiatan para Bruder FIC Indonesia. FIC singkatan dari Fratrum Immaculates Conceptionis, yang artinya Kongregasi Para Bruder Diperkandungkan Tak Dengan Noda. Kongregasi ini berpusat di Masstricht di Belanda, sedang pusat propinsi di Indonesia di Jl. Sultan Agung 133 Semarang.
Sesuai dengan Yayasan maupun induk Yayasan yang merupakan anggota Gereja Katholik, maka SMA Santo Yosef ini berasas Katholik. Ini tidak berarti para siswa harus beragama Katholik, tetapi sekolah ini harus menunjukkan suasana Katholik, sebab warna pendidikannya berasas Katholik. Hal ini tercantum juga dalam Akte Notaris dari Yayasan
Pangudi Luhur. Secara administratif atau pun dalam kerangka hukumnya tertulis:
Notaris : Tan A Sioe Semarang
No : 16
Tgl Akte : 6 Oktober 1954
Tercatat : Di Pengadilan Negeri Semarang Tanggal : 2 Maret 1961
Nomor : 105
Bagan 4.1
Struktur Organisasi Yayasan Pangudi Luhur
Pengurus Yayasan Pangudi Luhur
Kepala Kantor
Staf Tenaga Administrasi
Pembina Sekolah
• Kepegawaian • Finansial
• Sarana Prasarana / IPTEK
• Kesekretariatan / Informasi
• Umum / Unit usaha
• Personalia / Kepegawaian • Sekolah /
Kurikulum • Spiritualitas /
(ke-Katolikan / ke FIC-an)
Yayasan Pangudi Luhur Cabang / Ranting
1. Semarang : Randusari, Candi, Ambarawa, Salatiga, Tlogo, Pemalang.
2. Surakarta, : Surakarta, Giriwoyo, Klaten, Wedi, Bayat, Cawas, Gantiwarno. 3. Jogjakarta : Jogjakarta,
Sedayu, Kaliduren, Boro
4. Muntilan : Muntilan, Mandungan.
5. Jakarta : Haji Nawi, Kebon Jeruk, Kampung Sawah, Deltamas, Sukaraja.
2. Sejarah SMA Pangudi Luhur St.Yosef
SMA Pangudi Luhur Santo Yosef merupakan hasil pemisahan dari SMA Kanisius Surakarta. Pemisahan ini terjadi pada tahun 1951. Kala itu yang menjadi Direktrisnya adalah Ibu dari B.G. Smith. Pemisahan ini secara resmi diakui oleh Pemerintah pada tanggal 1 Juli 1952, dengan SK No. 15380/ SUBs. SMA Pangudi Luhur Santo Yosef berdiri pada tanggal 17 Juli 1951. Sekolah ini pertama kali menggunakan tempat di sebuah gedung bekas H.C.S lantai dua, lantai satu digunakan untuk SMP Kanisius II Semarang. Seluruh bangunan ini digunakan oleh SMP Bintang Laut (Pangudi Luhur Surakarta). Alamat SMA Pangudi Luhur Santo Yosef sampai tahun 1965 di Jl. Brigjen Slamet Riyadi No. 74 Surakarta, tepatnya sebelah barat simpang empat Nonongan.
Karena gedung yang dipakai pada waktu itu tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan maka dibelilah sebidang sawah yang letaknya pada waktu itu masih hampir di luar kota. Memang cukup luas dan diperkirakan akan dapat dipakai sebagai kompleks sekolah dan sekaligus Bruderan. Setelah selesai di bangun, gedung yang baru mulai di tempati pada tanggal 5 Agustus 1965, jadi menjelang Gestapu PKI. Secara resmi pembukaan dilakukan oleh Walikota, pada waktu itu Bp.Utomo Ramelan.
mencatatkan diri di Kantor Wilayah, supaya dengan demikian instansi tersebut dapat memberikan sertifikat kepada sekolah itu. SMA Santo Yosef pada tanggal 1 April 1978 menerima sertifikatnya dengan nomor 056/XII/4.A/8 dan pernah pula menerima SK Subsidi dengan nomor Piagam 151.
Sebagai sekolah yang sudah lama berdiri SMA Santo Yosef telah mengalami pergantian Kepala Sekolah dari permulaan sampai sekarang, yakni:
1. Br. Bonifacio tahun 1951 – 1970 2. Bp. Ign. Sutaryo tahun 1971 – 1993
3. Pada tanggal 1 Januari 1975 diadakan perubahan susunan pimpinan Kepala Sekolah terutama menangani urusan luar, misal: urusan dengan pemerintah, dan urusan tersebut adalah sebagai berikut: segala urusan administrasi sekolah yang berhubungan dengan pemerintah merupakan tanggung jawab Kepala Sekolah, sedangkan segala urusan administrasi sekolah yang berhubungan dengan Yayasan adalah merupakan tanggung jawab Direktur Sekolah.
4. Bruder dan Kepala Sekolah yang pernah bertugas sampai sekarang adalah sebagai berikut:
i. Br. Lusius FIC tahun 1994 – 1998 j. Bp. A. Sutaryo tahun 1994 – 1998 k. Br. Drs. Petrus Ponidi FIC tahun 1998 – 2007 l. Br. Agustinus Mujiya, S.Pd. tahun 2007 – sekarang 3. Visi dan Misi Sekolah
Visi dari SMA Pangudi Luhur Santo Yosef adalah sebagai berikut: a. SMA Pangudi Luhur “Santo Yosef” merupakan komunitas iman
kristiani yang meneladani hidup Santo Yosef. Komunitas iman tersebut ditandai dengan semangat persaudaraan sejati, kemitraan, menanggung perutusan bersama, mengembangkan komunikasi dan berpihak pada yang lemah, serta terbuka terhadap perubahan dan perkembangan jaman.
b. SMA Pangudi Luhur “Santo Yosef” merupakan lembaga pendampingan kaum muda untuk berkembang menjadi seorang pribadi yang berkualitas tinggi, beriman, berwatak dan berbudi pekerti luhur.
Misi dari SMA Pangudi Luhur Santo Yosef adalah sebagai berikut: Dari Visi a :
1) Menghidupkan dan mengembangkan SMA Pangudi Luhur “Santo Yosef” sebagai komunitas iman dan persaudaraan sejati.
2) Menghidupkan semangat Santo Yosef yang tekun, pekerja keras, rendah hati, setia dan selalu optimis.
4) Mengupayakan karya kerasulan pendidikan dengan tetap memberikan perhatian istimewa kepada kaum yang lemah, miskin, kekurangan dan tersingkir.
5) Meningkatkan dan mengembangkan komunikasi formal dan informal baik ke dalam maupun ke luar lembaga sekolah.
6) Peka terhadap lingkungan sosial dan perubahan jaman. Dari visi b :
1) Mengupayakan karya kerasulan di SMA Pangudi Luhur “Santo Yosef” sebagai karya pendamping kaum muda.
2) Mengupayakan pengembangan pribadi yang berkualitas, beriman, berwatak, berbudi pekerti luhur, bertanggung jawab dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
3) Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang bermutu, terencana, tertib, disiplin, konsisten dan objektif.
4. Struktur Organisasi Sekolah
Bagan 4.2
Struktur Organisasi Sekolah
SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta
Keterangan :
: Garis Komando : Garis Konsultasi
Kepala Dinas Pendidikan Surakarta
Yayasan PL
Pembina BK Yayasan
Komite Sekolah Kepala Sekolah Tenaga Ahli /
Instansi lain
Wakasek Kesiswaan Wakasek Kurikulum
Tata Usaha
Guru Mata Pelajaran Wali Kelas Konselor Sekolah
5. Sumber Daya Manusia
Kualitas dan kredibilitas suatu sekolah sangat dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas sumber daya manusia (guru dan non guru) yang dimiliki oleh suatu sekolah. Kualitas sumber daya manusia yang baik sangat dominan bagi sekolah karena dengan kualitas yang baik akan menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi tinggi di bidang pendidikan.
Sebagai tenaga pendidik maupun tenaga ketatausahaan, perlu adanya perkembangan agar mereka memiliki kompetensi profesional yang berkualitas. Perkembangan tersebut meliputi dua hal, yaitu perkembangan profesional dan perkembangan kepribadian. Perkembangan profesional guru tersebut dapat diarahkan untuk meningkatkan ragam dan tingkat kompetensi profeional guru agar dapat membelajarkan siswanya pada situasi yang kondusif sehingga kompetensi yang mereka miliki pada akhirnya sesuai dengan kebutuhan. Perkembangan kepribadian atau sikap mental guru dan non guru diarahkan pada peningkatan kepercayaan diri pribadi dan kemampuan pribadi serta kemampuan bekerjasama dengan orang lain. Perkembangan ini dapat meliputi: rapat dinas, rapat pembina, diskusi, seminar, penataran, aktif dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), serta peningkatan kesejahteraan.
status guru tidak tetap yayasan dan 2 orang guru dengan status masih dalam orientasi. SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta juga mempunyai 15 orang karyawan diantaranya 6 orang karyawan TU, 2 orang karyawan Perpustakaan, 1 orang karyawan Koperasi Sekolah, 4 orang karyawan kebersihan dan 2 orang Satpam. Di bawah ini akan disajikan bagan dari para pengajar di SMA Pangudi Luhur St.Yosef Surakarta beserta pembagian tugas mengajar :
Tabel 4.1
Pembagian Tugas Mengajar SMA Pangudi Luhur St.Yosef Surakarta Tahun Pelajaran 2007 / 2008
No. Nama Mengampu Kelas Pengampu Mata Pelajaran Tugas Tambahan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33
Br. Agustinus Mujiya, S.Pd.FIC Drs. Y. Sutrisno
Drs. M. Anton Suroyudo Dra. M.F. Rina Aryani Drs. P. Joko Susilo Drs. St.Gunawan Wibisono Drs. St.Joko Mulyono Drs. L.Heru Purwanto Fx. Suhardi
Dra. C.Suwarni Dra. Dwi Utari
Dra. CH. Nuning Sri Padmiati Drs. S. Muntopo
Drs. T.A.Hendratmo Drs. Adil Ginting
Drs. Fx.Trias Hadi Prihanto Fh.Ekotono Wardoyo, S.Pd. Dra. Pe.Agustin Setyaningsing Ag. Budi Santoso, S.Pd. Dra. Ch. Sriwahyuni A.M.Maria Kusuma Wardani Ag.Heruwanto, S.Pd. Dra.Nunik Dwi Sukowati Dra. Ag. Sri Sunarti Dra. Sri Suwarni Dra. Th. Anik Harjanti Agnes Dyah Permatasari, S.Pd. P.Edi Kristanto, S.Pd.
Amelia Aminingsing, S.Pd. Natalian Kristiyaningsing, S.Pd. Drs. A.Cahyo Hudi Kristoro Yohana Erika, S.Pd. Ag.Wisnu Wahyudi, S.Pd.
- XII-IA-IS X-XII-IA XI-XII B XI-XII X-XI-XII XI-XII-IS XI-XII-B X-XI-XII XI-XII-IA XI-XII-IA X-XII X-XI-XII X-XI-XII X-XI XI-XII X-XI X-XII XI-XII-IA X-XI XI-XII X-XI-XII XI-XII X-XI X-XI XI-XII X-XI X-XI-XII X X-XI-XII X-XI X X - Matematika Pen.Jas.Kes Bhs Ind & Sastra Ind B.Inggris &LabB.Ing TIK Geografi Matematika Bhs.Jawa/Pen.Agama Kimia Biologi B.Inggris&LabB.Ing Ekonomi Sosiologi B.Inggris&LabB.Ing Pend.Kewarganegaraan Kimia Bimbingan Karier Fisika Antro – Geo
B.Indonesia Sejarah Pen.Jas.Kes B.Indonesia PKN dan Sejarah
Matematika B.Inggris&LabB.Ing
34 35 36 37 38 39 40
Agata Nanik Supriyani MF.Dwi Padma Indawati, S.Pd. Dwi Agus Primurtini, S.Pd. Niken Widowati S, S.Pd. Meylina
Drs. Andreas Gunarso Susilo Budi, S.T
X-XI X XI-XII-B X-XI-XIIB X-XI-XIIB XI-XII XI-XII IA1 Lab B.Inggris Pend.Seni Musik Bhs Jepang Bhs Jerman Bhs Mandarin Pend.Seni Musik Proyeksi/Ilmu ukur luk
- - - - - - - 6. Siswa
Pada tahun ajaran 2007 – 2008 jumlah kelas yang ada di SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta yaitu 20 kelas, terdiri dari 7 ruang kelas X, 7 ruang kelas XI dan 6 ruang kelas XII. Sedangkan jumlah keseluruhan siswa SMA Pangudi Luhur Santo Yosef yaitu 792 orang siswa yang terdiri dari 392 orang siswa laki-laki dan 400 orang siswa perempuan. Adapun perinciannya adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2
Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah X – A
X – B X – C X – D X – E X – F X – G
18 20 18 20 18 20 20 26 24 26 21 26 24 23 44 44 44 41 44 44 43 XI IA – 1
XI IA – 2 XI IS – 1 XI IS – 2 XI IS – 3 XI IS – 4 XI BHS 14 14 17 18 19 18 16 20 19 22 22 20 21 15 34 33 39 40 39 39 31 XII IA – 1
XII IA – 2 XII IS – 1 XII IS – 2 XII IS – 3 XII BHS 24 23 24 23 24 24 14 15 18 18 17 9 38 38 42 41 41 33
Jumlah 392 400 792
tergolong siswa yang mempunyai kemampuan akademik yang cukup dan juga keadaan ekonomi keluarga berada di golongan menengah.
7. Keadaan Umum SMA Pangudi Luhur St.Yosef a. Keadaan Gedung
SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta mempunyai keadaan gedung yang baik dan tergolong sangat baik untuk berlangsungnya proses belajar. Gedung sekolah bertingkat dua dengan bangunan yang permanen, berlantai keramik dan ventilasi sekolah pada setiap ruangannya dan menggunakan jendela kaca.
SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta dibangun di atas tanah seluas 6.032 m2 yang diresmikan pada tanggal 5 Agustus 1965. Luas gedung sekolah 3.532 m2 dan halaman seluas 2500 m2. Bangunan sekolah meliputi antara lain:
1) Ruang Kepala Sekolah : 28 m2
2) Ruang Wakil Kepala Sekolah : 40 m2
3) Ruang Guru : 100 m2
4) Ruang Kelas : 1400 m2
5) Ruang Layanan Bimbingan Konseling : 48 m2
6) Ruang Tamu : 49 m2
7) Ruang UKS : 48 m2
8) Ruang Komite Sekolah : 12 m2
9) Ruang OSIS : 35 m2
11)Ruang Penjaga Sekolah : 72 m2 12)Ruang / pos keamanan : 12 m2 13)Aula / Gedung Serba Guna : 560 m2
14)Gudang : 75 m2
15)Kantin Sekolah : 72 m2
16)Halaman Sekolah : 2500 m2
17)Ruang Perpustakaan : 203 m2 18)Ruang / Laboratorium Praktek : 645 m2
(Fisika, Kimia,