BUKU PANDUAN KERJA
MAHASISWA
MANAJEMEN KEPERAWATAN
DISUSUN OLEH :
TIM MANAJEMEN KEPERAWATAN
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SAMBUTAN
KETUA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA JAYA PALU
Pertama-tama kita patut memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya perkenan-Nyalah sehingga Buku Panduan Mahasiswa Profesi Ners STIK Indonesia Jaya dapat diselesaikan.
Keberhasilan suatu tujuan sangat tergantung pada kesiapan instrumen-instrumen dalam rangka pelaksanaan kegiatan Praktek Profesi Mahasiswa Ners STIK Indonesia Jaya. Sehingga dengan diterbikan buku panduan ini akan memudahkan Mahasiswa dan Dosen Pembimbing dalam menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai dengan tujuan Praktek Profesi yang diinginkan.
Adapun isi Buku Panduan Mahasiswa Profesi Ners STIK Indonesia Jaya ini menguraikan tentang pengertian-pengertian, tujuan, sasaran, pelaksanaan, serta evaluasi dan juga memuat jadwal pelaksanaan dan tata tertib.
Selanjutnya saya patut berbangga dengan diterbitkannya Buku Panduan Mahasiswa ini, sebagai dasar pelaksanaan kegiatan Praktek Profesi Mahasiswa Ners STIK Indonesia Jaya.
Tentunya sebagai manusia yang penuh kekurangan kami berharap masukan-masukan dan kritikan yang membangun demi kesempumaan buku panduan ini pada masa-masa yang akan datang.
Akhir kata semoga Tuhan yang Maha Kuasa akan selalu memberkati usaha kita.
Palu, April 2018
Ketua STIK Indonesia Jaya
VISI dan MISI PSIK STIK INDONESIA JAYA
VISI
Visi Program Studi Ners adalah “Menghasilkan perawat yang profesional dalam memberikan asuhan keperawatan di daerah pedalaman dan perkotaan pada tahun 2021”.
Penjelasan unsur visi adalah sebagai berikut :
1. Menghasilkan perawat yang profesional adalah meluluskan perawat yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang menjunjung tinggi nilai-nilai dan etika keperawatan.
2. Memberikan asuhan keperawatan adalah melaksanakan pelayanan keperawatan secara kreatif dan inovatif ketika berada di daerah pedalaman maupun di perkotaan, khususnya yang ada di Sulawesi Tengah.
MISI
Dalam rangka mencapai visi tersebut, misi yang akan dilaksanakan oleh Program Studi Ners lima tahun ke depan (tahun 2017–2021) adalah sebagai berikut:
1. Menghasilkan perawat yang bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
2. Menghasilkan perawat yang menjunjung tinggi nilai-nilai dan etika keperawatan.
3. Menyelenggarakan pendidikan keperawatan yang berkualitas. 4. Meningkatkan kemitraan dalam bidang keperawatan komunitas.
5. Melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
MOTTO :
Merawat dengan nurani dengan 5 prinsip dan 7 sikap etis 5 Prinsip:
2. Profesional: Melayani secara profesional sesuai dengan kaidah-kaidah Ilmiah
3. Sopan: Laksanakan sesuai norma-norma susila/etik 4. Adil: Seimbang dan harmonis antara hak dan kewajiban 5. Jujur: Seimbang antara suara hati sesuai keyakin
7 Sikap Etis:
1. Lincah: Mampu menyesuaikan diri/bawa diri dengan orang lain, keadaan, dan situasi
2. Tenang: Tekun, sabar, tabah, dan hati-hati dalam menghadapi masalah maupun keadaan
3. Halus: Lembut, tulus, dan cinta kasih dalam menghadapi orang
4. Berani: Tegas, kuat, dan teguh pada prinsip, pendapat dan ssyakin dalam memperjuangkan kebenaran/kebaikan, serta menerangi masalah
5. Aktif: Giat dalam bekerja
BAB I
PENDIDIKAN PROFESI NERS A. Latar Belakang
Pendidikan Profesi Ners merupakan lanjutan dari tahap akademik sarjana keperawatan. Tahap ini dilaksanakan setelah menyelesaikan program sarjana keperawatan (S.Kep) dengan beban studi minimal 36 SKS. Pendidikan pada tahap profesi ini merupakan tahapan proses adaptasi untuk dapat menerima pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan profesional, memberikan pendidikan kesehatan, menjalankan fungsi advokasi pada klien, membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan hasil penelitian terkini yang berkaitan dengan keperawatan B. Tujuan
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI No. 232/U/2000 Pasal 2 ayat 2 bahwa program pendidikan profesi bertujuan untuk menyiapkan peserta didik mampu melaksanakan fungsi dan peran sebagai Ners dan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional dalam menerapkan, mengembangkan, menyebarkan teknologi dan atau kesehatan serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
C. Profil lulusan pendidikan tahap profesi Ners
1. Care Provider (Profil penelitidan pendidik terintegrasi dalam profil Care Provider)
2. Manager Asuhan Klien 3. Community Leader
D. Kompetensi Lulusan
1. Kompetensi lulusan pendidikan tahap profesi difokuskan pada kemampuan:
a. Berkomunikasi secara efektif dalam menjalin hubungan interpersonal b. Melaksanakan asuhan keperawatan profesional ditatanan profesi dan
komunitas dengan menggunakan hasil penelitian serta menerapkan pembimbingan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan
c. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawatan d. Menggunakan hasil penelitian dalam upaya meningkatkan kualitas
asuhan keperawatan
2. Unit Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi:
a. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhankeperawatan dengan berbagai tingkat usia dalam konteks keluarga.
b. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yangefektif dalamkerja Tim
c. Mampu menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung jawab
d. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien ditatanan klinik dan komunitas
e. Mampu menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan legal
f. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik, agama atau faktor lain dari setiap klien yang unik
g. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien
i. Mampu mengembangkan pola pikir kritis, logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan
j. Mampu memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik, kontinyu dan konsisten
k. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk dirinya
l. Mampu menggunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik
m. Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen resikopada klien anak
n. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan
o. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan p. Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif
q. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional
r. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan s. Mampu menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam
pemberian asuhan keperawatan
t. Mampu bekerjasama dengan unsur terkait di masyarakat dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas
u. Mampu mengembangkan program yang kreatif dan inovatif ditatanan komunitas dalam aspek promotif preventif, kuratif dan rehabilitative v. Mampu melaksanakan terapi modalitas/ komplementari sesuai dengan
kebutuhan klien
w. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawatan x. Mampu merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan
y. Mampu mengorganisasikan manajemen ruangan keperawatan secara berkelompok
z. Mampu mencegah dan menyelesaikan konflik didalam tim aa. Mampu memberikan pengarahan kepada anggota timnya bb. Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota timnya
BAB II
KEPERAWATAN MANAJEMEN
A. Deskripsi Mata Ajar
Praktik profesi manajemen keperawatan merupakan program yang menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk dapat menerapkan konsep-konsep yang berhubungan dengan manajemen & kepemimpinan dalam pelayanan keperawatan yang sesuai dengan keadaan saat ini. Praktik profesi manajemen keperawatan mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dengan menerapkan berbagai gaya kepemimpinan yang efektif. Selama praktik mahasiswa memprakarsai perubahan yang efektif dan inovatif dalam asuhan keperawatan dan pelayanan keperawatan.
B. Capaian Pembelajaran
Setelah mengikuti praktik profesi manajemen keperawatan mahasiswa mampu:
1. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim 2. Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan
bertanggung jawab
3. Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen keperawatan 4. Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ruangan keperawatan
secara berkelompok
5. Mengorganisasikan manajemen ruangan keperawatan secara berkelompok 6. Mencegah dan menyelesaikan konflik di dalam tim
7. Memberikan pengarahan kepada anggota timnya 8. Melakukan supervisi terhadap anggota timnya 9. Melakukan evaluasi terhadap anggota timnya
10. Menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif sesuai dengan kondisi ruangan
12. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen risiko
13. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan
14. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif
15. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan profesional 16. Berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan
17. Menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan dalam pengelolaan klien
Daftar Keterampilan dan tingkat pencapaian
No Keterampilan Klinik Tingkat
pencapaian 1 Berperan sebagai anggota tim /PN
2 Melaporkan kasus kelolaan dengan metode SBAR 3 Berperan sebagai ketua tim
4 Memimpin ronde keperawatan
5 Merencanakan ketenagaan keperawatan sederhana yang sesuai dengan kebutuhan ruang rawat
6 Berperan sebagai kepala ruangan dengan menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif
7 Memimpin laporan antar shift 8 Mengelola konflik
9 Memimpin pre conference dan post conference 10 Mampu berkoordinasi dengan tim lain
11 Mampu berkoordinasi dengan profesi lain 12 Memberikan pengarahan
13 Melakukan supervisi asuhan 14 Melakukan evaluasi kinerja
15 Melakukan perubahan sesuai dengan prioritas masalah diruangan
C. Metoda pembelajaran.
1. Pre dan post conference
2. Tutorial individual yang diberikan preceptor
3. Diskusi kasus
4. Case report dan overan dinas
5. Pendelegasian kewenangan bertahap
6. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologikesehatan/keperawatan terkini
7. Problem solving for better health (PSBH) 8. Belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan
D. Metode Evaluasi
1. Log book.
2. Direct Observasional of Prosedure skill.
3. Case test/uji kasus (SOCA – Student Oral Case Analysis).
4. Critical insidence report.
5. OSCE.
6. Problem solving skill.
7. Kasus lengkap, kasus singkat.
8. Portfolio.
E. Daftar Referensi
1. Sullivan,J.E., et all (2001) Effective leadership and management in nursing . New Jersey: Prentice- Hall
2. Barret Jean et all (1975). The Head Nurse, Her Ladership Role 3. Gilliies, D.A. (1994).Nursing management: A System approach.
4. Kron (1981). The Management ofPatient Care. Putting Leadership Skills to Work.WB Saunders
5. Marriner AT (1996) Nursing Management and Leadership. St. Louis: The CV Mosby
6. Marquis, B. L., (2000). Leadership roles and management functions nursing Philadelphia: Lippincott
7. Swansburg, R. C., & Swansburg, R. J. (1998).Introductory management and Leadership for Nurses. London : Jones and Bartlett Publisher
BAB III
PROSES PEMBIMBINGAN DAN KEGIATAN PRAKTEK PROFESI
A. Proses Bimbingan
Pelaksanaan praktek profesi diselenggarakan melalui ketertiban aktif antara mahasiswa dan pembimbing. Interaksi keduanya senantiasa dibina melalui saling pengertian, saling menghormati, dan menghargai hak-hak kewajiban masing-masing.
1. Persiapan Sebelum Melakukan Program Reseptor
a. Melakukan kegiatan orientasi RS/ruang perawatan, menerima buku pedoman preceptor ship dan program kegiatannya. Memberikan waktu pada peserta didik untuk lebih mengenali ruang rawat dan kliennya pada saat orientasi.
b. Menjalani latihan yang diadakan oleh institusi pendidikan bekerjasama dengan RS selama 2 hari. Pelatihan informal ini meliputi diseminasi informasi terkait:
1) Kebijakan yang berlaku di RS/ruang perawatan 2) Sifat layanan yang di berikan
3) Jenis dan kriteria pasien yang dirawat
4) Aturan dan ketentuan apabila menghadapi situasi yang tidak diharapkan seperti pasien jatuh, salah memberikan obat, kebakaran dll.
5) Kedudukan dan posisi preseptor dan peserta didik.
c. Melakukan pertemuan formal dengan preceptor dan manajer ruang perawatan, untuk :
1) Mendiskusikan peran preceptor dan harapan peserta didik
3) Menetapkan jumlah jam tatap muka untuk berdiskusi antara preceptor dan peserta didik
4) Menetapkan kesempatan periode dan tanggal evaluasi / review peserta didik
5) Menyepakati kontrak belajar mahasiswa kepada preseptor dan manajer ruangan perawatan.
2. Tugas Pokok Preseptor/Mentor
a. Mengidentifikasi kebutuhan belajar klinik peserta didik melalui silabus/ course study guide/ modul praktik dari institusi pendidikan b. Membantu peserta didik menerapkan pengetahuan dalam peraktek c. Membimbing peserta didik selama proses belajar klinik berlangsung
dengan komitmen yang tinggi
d. Membantu menyelesaikan masalah yang bersifat transisi peran dari peserta didik menjadi ners kompeten yang dihadapi oleh peserta didik
e. Bersama peserta didik memformasikan tujuan belajar untuk menjembatani masalah transisional
f. Menyelesaikan masalah, membantu membuat keputusan, dan menumbuhkan akuntabilitas peserta didik selama proses belajar g. Memfasilitasi sosialisasi professional peserta didik kedalam peran
profesi ners
h. Memberikan umpan balik pada peserta didik terkait kemampuan/kelemahan peserta didik selama belajar di klinik
i. Berperan sebagai narasumber dalam memberikan dukungan professional kepada peserta didik
BAB IV
PROSES PELAKSANAAN PRAKTEK
No. Waktu Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Pembimbing
1 FASE PRA INTERAKSI evaluasi. Pada hari yang sama juga di jelaskan tentang penugasan klinik dan seminar terkait dengan semua tujuan pembelajaran kerakteristik lahan praktek, dan strategi pencapaian tujuan mata ajar.
Mendengarkan penjelasan tentang informasi umum mata ajar manajemen keperawatan tahap profesi.
Mendengarkan penjelasan tentang peran sebagi kepala Ruangan, Ketua Tim, dan Anggota Tim, di lahan praktek, cara penulisan laporan pendahuluan, dan laporan akhir praktek klinik serta seminar di lahan praktek.
Mengajukan pertanyaan yang terkait informasi umum tentang
Menjelaskan informasi umum
mata ajar manajemen
keperawatan profesi
Menjelaskan kerakteristik lahan praktek, cara penulisan laporan pendahuluan, dan laporan pelaksanaan di lahan praktek
Mengevaluasi kesiapan fisik, social, dan mental mahasiswa
mata ajar, dan persiapan-persiapan lain yang diperkirakan berhubungan dengan pelaksaan.
Anggota Tim di lahan praktek dan strategi pencapaian tujuan pembelajaran.
Memberikan penugasan klinik pada mahasiswa agar membuat laporan pendahuluan sesuai dengan perannya.
Mengobservasi dan memberikan umpan balik
3 .
KERJA
Setiap hari praktek
Melakukan peran sebagai Kepala Ruangan, Ketua Tim, dan Anggota Tim
Mengevaluasi hasil praktek berperan sebagai Kepala Ruangan, Ketua Tim, dan Anggota Tim.
Post conference 5
.
TERMINASI AKHIR
Pada akhir praktek
Mengevaluasi hasil praktek secara keseluruhan yang telah dicapai induvidu dan kelompok
Seminar
A. Kegiatan Mahasiswa
Pada praktek profesi manajemen keperawatan mahasiswa memperoleh kesempatan : Minggu pertama
1. Melakukan pengkajian data, meliputi:
a. Profil / Gambaran Umum Ruang Keperawatan
b. Unsur Input / Masukan : Pasien & 5M
1) Pasien (Jumlah, 10 penyakit terbanyak, demografi, asal rujukan dll) 2) Ketenagaan (kualitas & kuantitas)
3) Sumber Dana : DIK, DIP (APBN) dan DIK-S (pendapatan fungsional RS) 4) Fasilitas / Alat / Bahan dan obat-obatan
5) Metoda / Standar / Pedoman / Prosedur tetap 6) Mesin
c. Unsur Proses
1) Proses Asuhan Keperawatan
2) Proses Manajemen pelayanan/operasional Keperawatan (penerapan proses manajemen), dengan fungsi-fungsi manajemen: POAC/P1, P2, P3 / teori lain
d. Unsur Out Put / Keluaran
1) Efisiensi ruang rawat (BOR, LOS,< BTO, TOI)
2) Kepuasan kerja karyawan (wawancara mendalam/angket/dll)
2. Menentukan prioritas masalah dengan mengunakan
metode USG (Urgency, Seriousness, Growth)
3. Menganalisis hasil kajian pada setiap sub unsur pada
unsur input, proses, out put tersebut dengan menggunakan SWOT
4. Merumuskan alternatif pemenuhan kebutuhan menggunaka metode CARL (Capability, Accesibility, Readness, Leverage)
5. Menyusun POA, meliputi :
Melaksanakan dan mengevaluasi tindakan sesuai rencana kegiatan, meliputi : a. Pelaksanaan kegiatan berdasar POA
b. Evaluasi kegiatan dengan membandingkan hasil pelaksanaan dengan target yang ada dalam POA
c. Faktor kesulitan dan faktor pendukung yang dialami oleh Pra Ners selama pelaksanaan praktek
d. Kesimpulan dan saran sesuai tujuan dan hasil pelaksanaan praktek di stase Manajemen Keperawatan
Minggu keempat
1. Melakukan kegiatan role play sebagai kepala ruangan, ketua tim, dan perawat pelaksana.
a) Dilaksankan dua hari berturut-turut (senin dan selasa atau rabu dan kamis atau jumat dan sabtu) dan selama program profesi minimal satu kali pelaksanaan.
b) Mahasiswa membuat laporan sesuai dengan uraian tugas Kepala Ruangan/ ketua tim/ perawat pelaksana (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan)
c) Menyusun proposal :
- Di susun sebelum melaksanakan peran dan secara lisan melaporkan rencananya serta di serahkan kepembimbing pagi hari saat berperan (hari senin/rabu/jumat )
Minggu kelima
1. Melakukan seminar
a. Seminar sehari sebagai penyajian hasil akhir praktik manajemen keperawatan sesuai dengan kebutuhan ruangan/unit atau masalah yang ditemukan oleh
mahasiswa dan telah disepakati dengan Kepala Ruangan. Setiap ruangan/unit satu topic.
- Presentase selama 15 menit, diskusi / Tanya jawab selama 30 menit, masukan dari pembimbing selama 10 menit.
BAB V EVALUASI
1. Tujuan
Evaluasi yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian praktik dalam pelaksanaan praktek manjemen keperawatan pada unit pelayanan keperawatan.
2. Bobot Evaluasi a) Seminar : 25%
Merupakan kegiatan mempresentasikan hasil kajian situasi yang menghasilkan rencana tindakan dan action tindakan yang telah dilakukan dan hasil implementasi beserta rencana tindakan lanjutannya.
b) Role Play : 20 %
Merupakan penilaian terhadap 3 tindakan manajemen asuhan keperawatan yang terdiri dari confrerence, ronde keperawatan, operan pasien.
c) Responsi 25 %
Responsi terbagi menjadi 2 jenis, yaitu responsi awal (saat praprofesi) dan responsi akhir setelah program praktik berakhir. Responsi awal berisi pertanyaan-pertanyaan seputar konsep-konsep dasar yang harus dikuasai oleh mahasiswa untuk mengikuti praktik manajemen keperwatan. Penilaian berkaitan level pencapaian untuk masing-masing unit kompetensi ( Kognitif, afektif dan psikomotor). Penilaian dilakukan oleh pembimbing dengan memberikan skor 1 – 4 ( dimana 1 = Kurang. 2 = Cukup. 3 = Baik dan 4 = Sangat baik. Untuk setiap jawaban yang diberikan oleh praktikan.
d) Lahan Praktek : 10 %
Dilakukan oleh pembimbing klinik terhadap aktifitas mahasiswa selama praktik dengan memberikan skor 1 – 4 (dimana 1 = Kurang. 2 = Cukup. 3 = Baik dan 4 = Sangat baik. Untuk tiap item penilaian.
e) Laporan : 15 %
3. Kriteria Kelulusan
BAB VI
TATA TERTIB PROGRAM PROFESI NERS
Dalam melaksanakan pendidikan program profesi ners, mahasiswa harus mengikuti tata tertib yang berlaku :
B. Kehadiran
1. Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan Praktek Profesi ners 100 % pada seluruh seluruh stase
2. Apabila mahasiswa tidak bisa hadir sesuai jadwal yang telah dibuat, maka mahasiswa bersangkutan wajib mengganti praktek di hari lain setelah seluruh kegiatan praktek berakhir atas persetujuan pembimbing akademik dan pembimbing Rumah Sakit dan membayar biaya administrasinya. Dalam melaksanakan penggantian dinas yang diakibatkan oleh keadaan sakit, izin dan alpa ketentuannya adalah sebagai berikut:
Sakit : 1 hari mengganti 1 hari Izin : 1 hari mengganti 1 hari Alpa :1 hari mengganti 3 hari Jenis izin yang diperbolehkan:
a. Keluarga yang meninggal dunia b. Keluarga inti yang sedang sakit
c. Masalah administrasi instansi asal (bukti dilampirkan)
3. Ketidakhadiran dengan alasan sakit harus disertai dengan surat keterangan sakit dari dokter dan diserahkan kepada pembimbing pendidikan atau kepala pembimbing profesi rumah sakit
4. Setiap mahasiswa diwajibkan datang tepat waktu yaitu hadir 15 menit sebelum kegiatan dimulai. Jika mahasiswa terlambat, maka diwajibkan untuk melapor ke pembimbing profesi dan mengganti waktu keterlambatannya sesuai dengan jumlah waktu keterlambatan. Tetapi jika lebih dari 15 menit mahasiswa dianggap tidak masuk pada hari tersebut.
6. Tidak dibenarkan menukar/mengganti jadwal praktik yang telah ditentukan tanpa sepengetahuan pembimbing
7. Waktu ISHOMA harus seijin CI Profesi/penanggungjawab ruangan
8. Keterlambatan pengumpulan laporan akhir perdepartemen, maka nilaidipotong 0,5 % per harinya
9. Apabila mahasiswa pada saat dinas tidak lengkap atributnya, diberikan kesempatan untuk melengkapi dengan ketentuan harus mengganti waktu dinas sesuai dispensasi yang diberikan CI.
10. Setiap hari libur nasional (tanggal merah) mahasiswa diliburkan. 11. Seragam
Laki-laki: memakai seragam sesuai ketentuan institusi, sepatu pantofel, tidak bunyi bila dipakai dan bukan kets.
Perempuan: memakai seragam sesuai ketentuan institusi, sepatu pantofel,tidak bunyi bila dipakai dan bukan kets
12. Selama praktik, mahasiswa tidak diperkenankan memakai perhiasan dalam bentuk apapun
a. Rambut rapi, memakai harnet bagi wanita yang tidak berjilbab. b. Menggunakan make up sederhana..
c. Mahasiswa yang tidak memenuhi ketentuan diatas tidak diperkenankan mengikuti praktik dan dinyatakan tidak hadir
13. Peralatan Profesi
a. Setiap mahasiswa wajib membawa perlengkapan praktik yang menunjang pelaksanaan praktik meliputi: stetoskop, tensi meter, thermometer, jam digital dengan jarum detik, pen light, refleks hammer, gunting, sarung tangan, meteran, masker (Nursing Kit).
b. Mahasiswa yang tidak membawa perlengkapan praktik profesi tidak diperkenankan mengikuti praktik profesi.
14. Larangan
a. Melakukan tindakan yang bisa mengganggu pelayanan pasien
c. Meminjam atau membawa pulang alat-alat milik Rumah Sakit, status pasien dan barang-barang milik pasien
d. Merokok, minum minuman keras dan mabuk selama praktik profesi e. Menggunakan atau memperdagangkan jenis obat-obat terlarang f. Membawa senjata tajam dan melakukan tindakan kriminal
g. Tidak menerima handphone saat melakukan tindakan keperawatan dan harus di
silent (diam) 15. Sanksi
Sanksi diperlakukan bagi mahasiswa yang tidak mengikuti baik sengaja/tidak sengaja ketentuan yang ada. Bentuk sanksi:
a. Ringan, berupa teguran lisan dari pembimbing institusi/lahan dengan bukti teguran tertulis pada buku panduan
b. Sedang, berupa surat pernyataan dari mahasiswa yang diketahui oleh pembimbing, ketua program.
c. Berat, berupa pernyataan tidak lulus pada departemen yang sedang diikuti
d. Berat sekali, yaitu diberhentikan sementara berdasarkan SK Ketua sampai dengan masalah menentukan pemecahan
Kategori sanksi STIK Indonesia Jaya:
1) Ringan, jika pelanggaran terhadap tata tertib terjadi 1 – 2 kali 2) Sedang, jika pelanggaran terhadap tata tertib terjadi 2 – 4 kali 3) Berat, jika pelanggaran terhadap tata tertib 4 – 5 kali
BAB V PENUTUP
Praktek klinik profesi manajemen keperawatan bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan kepemimpinan ruangan mampu mempengaruhi sebuah kelompok menuju kepada pencapaian tujuan kelompok dan mahasiswa mampu melaksanakan manajemen keperawatan. Keterampilan lapangan yang optimal ini dilaksanakan pada rumah sakit sebelum memasuki lapangan kerja.
Buku panduan praktik profesi ini dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam melakukan praktek profesi manajemen keperawatan dan memfasilitasi mahasiswa dalam mencapai kompetensi dan tujuan akhir mata ajar. Mahasiswa wajib membawa buku panduan praktik profesi manajemen keperawatan setiap hari selama praktek klinik manajemen keperawatan.