PERENCANAAN MANAJEMEN STRATEGIS
DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN
DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI
STRATEGIC MANAGEMENT PLANNING
IMPROVING THE QUALITY OF EDUCATION HIGH SCHOOL
Ni Luh Putu Hariastuti Jurusan Teknik Industri
ITATS Surabaya [email protected]
ABSTRAK
Ketatnya persaingan di bidang pendidikan semakin terasa dengan diterapkannya Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah yang merupakan model manajemen otonomi yang diberikan kepada sekolah untuk memberdayakan dirinya. Otonomi yang dimaksudkan adalah pemberian kewenangan yang lebih besar kepada sekolah untuk menyusun perencanaan sesuai dengan tuntutan dan kondisi sekolah. Kondisi tersebut mengharuskan SMAN yang ada memerlukan sebuah perencanaan strategis dalam menentukan keberhasilan serta meningkatkan kualitas sekolahnya dimasa yang akan datang.
Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa strategi yang diperoleh dari analisa Matriks QSPM, sebagai analisa strategi tahap keputusan, adalah strategi Agresif dengan nilai TAS yang diperoleh 5,44. Strategi ini merupakan strategi yang paling tepat didalam usaha pengembangan mutu sekolah dan didukung proses diversifikasi program unggulan sekolah didalam menghadapi persaingan sebagai upaya menjadikan Sekolah Bertaraf Internasinal.
Kata Kunci: Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, Perencanaan strategis, Kualitas, Matriks QSPM, Sekolah Bertaraf Internasinal
ABSTRACT
Intense competition in education more so with the implementation of School Based Management Quality Improvement which is a model of management autonomy granted to schools to empower themselves. Autonomy is meant giving greater authority to the schools to develop plans in accordance with the demands and conditions of the school. These conditions require that the existing SMA requires a strategic plan in determining the success and improve the quality of schooling in the future.
From the research, found that the strategy obtained from the analysis QSPM matrix, as the analysis stage of the strategy-making, is the aggressive strategy with the value obtained TAS 5.44. This strategy is most appropriate strategy in the business development of quality schools and supported the process of diversification of the flagship program of the school in the face of competition as an effort to make the School Level international
PENDAHULUAN Latar Belakang
Dunia pendidikan di Indonesia, terutama pada jenjang pendidikan Dasar dan Menengah dihadapkan pada salah satu persoalan pendidikan yang paling mendasar yakni rendahnya mutu pendidikan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional antara lain; perbaikan, pengadaan, penyempurnaan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi guru, dan lain-lain. Serta diberlakukannya Standarisasi Nasional Pendidikan yaitu kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan PP No 19 Tahun 2005, yakni standar: isi, kompetensi lulusan, pengelolaan proses, ketenagaan, sarana dan prasarana, penilaian dan standar pembiayaan.
Berbagai pengamatan dan analisis dilakukan, memberikan kesimpulan bahwa kurang lebih ada tiga (3) faktor yang menjadi penyebab mutu pendidikan kita belum mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu:
1. Faktor pertama adalah penyelenggaraan pendidikan kita menggunakan
pendekatan “Educational Function” atau “Input-Output Analysis” yang tidak
dilaksanakan secara konsekuen.
2. Faktor kedua adalah penyelenggaraan pendidikan secara “Birokratrik
Sentralistik” sehingga sekolah sangat bergantung pada keputusan birokratis.
3. Faktor ketiga adalah minimnya peran serta masyarakat
Kondisi manajemen pendidikan/sekolah seperti digambarkan di atas, secara menyeluruh akan mempengaruhi upaya peningkatan mutu sekolah. Sehingga untuk menyiasatinya perlu diterapkan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah yang merupakan model manajemen strategis dengan memberikan otonomi yang lebih besar kepada sekolah untuk memberdayakan dirinya dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian yang akan dibahas yaitu bagaimanakah strategi yang tepat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri jika dianalisis berdasarkan pada keputusan Manajemen Strategik?
Tujuan Penulisan
1. Menentukan strategi yang diperoleh berdasarkan atas analisa matrik SWOT, matriks SPACE, dan matrik Grand Strategic.
2. Memberikan rekomendasi strategi yang tepat berdasarkan atas tahap keputusan dengan matriks QSPM.
Batasan dan Asumsi
1. Objek penelitian meliputi beberapa SMA Negeri
2. Responden adalah siswa, tenaga kerja pendidik (guru), dan tenaga kerja kependidikan (pegawai tata usaha) yang terlibat secara langsung dalam proses peningkatan kualitas sekolah.
3. Pesaing yang dilibatkan adalah SMA Negeri yang berada dalam level yang sama
Studi Litelatur Pendidikan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Dalam manajemen pendidikan, variasi dapat dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif.,efisien dan berkualitas. Sebagaimana yang ditetapkan oleh Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementrian Pendidikan Nasional, kriteria Sekolah Bertaraf Internasinal (SBI) diberikan pada tabel 1 sebagai berikut.
Tabel 1 Kriteria Sekolah Berstandar Internasional (SBI)
Parameter Persyaratan
Standar Nasional Pendidikan (SNP)
Harus sudah terpenuhi
Guru Min S2/S3: 10% (SD) , 20% (SMP), 30% (SMA/K) Kepala Sekolah Min S2 dan mampu berbahasa asing secara aktif Akreditasi A(95)
Sarana Prasarana Berbasis TIK
Kurikulum KTSP diperkarya dengan kurikulum dari Negara maju penerapan SKS pada SMA/SMK
Pembelajaran Berbasis TIK dan bilingual (mulai dari kelas 4 SD) Manajeman Berbasis TIK; ISO 9001 dan ISO14000
Evaluasi Menerapkan model UN dan diperkarya dengan sistem ujian internasional (Negara maju atau Negara lain yang memiliki keunggulan tertentu)
Lulusan Nilai rata-rata UN 8,0 dan memiliki daya saing internasional dalam melanjutkan pendidikan dan bekerja (SMK)
Kultur Sekolah Terjaminnya Pendidikan Karakter, Bebas Bullying, Demokratis dan Partisipatif Pembiayaan APBN, APBD dan boleh memungut biaya dari masyarakat atas dasar RAPBS yang
akuntabel; min 20% peserta didik tidak mampu mendapatkan subsidi pendidikan
Kualitas
Menurut Gaspersz (2001), Sistem manajemen kualitas (Quality Management System) merupakan sekumpulan prosedur terdokumentasi dan praktek-praktek standar untuk manajemen sistem yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk (barang dan atau jasa) terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu. Sedangkan Manajemen strategis (Strategic Management) adalah sekumpulan keputusan manajemen serta tindakan untuk mencapai prestasi jangka panjang dari suatu perusahaan.Setiap keputusan yang diambil dapat dikatakan sebagai Keputusan Strategis (Strategc Decisson).
TAHAP INPUT
Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE)
Matriks Profil Kompetitif (CPM)
Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE)
TAHAP ANALISA
Matriks
Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Ancaman (SWOT)
Matriks Posisi Strategis dan Evaluasi Tindakan
(SPACE)
Matriks Strategi Besar (Grand Strategy Matrix)
TAHAP KEPUTUSAN
Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM)
Gambar 1 Kerangka Analitis Perumusan Strategi.
METODOLOGI
Tahap Pendahuluan yang meliputi tahap identifikasi masalah dan penetapan tujuan penelitian. Ditahap ini diputuskan obyek penelitian yaitu dibidang pendidikan khususnya tingkat SMA Negeri sedangkan konsep pustaka yang akan digunakan adalah analisa metode manajemen strategic.
Tahap Pengumpulan Data, yaitu tahap perancangan alat pengumpulan data yang berupa kuisioner, dimana sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas sebelum dilakukan penyebaran kuisioner resmi
Tahap Pengolahan dan Analisa Hasil, merupakan tahap pengolahan data berdasarkan tahapan analisa manajemen.strategik sehingga ditentukan strategi yang tepat berdasarkan tahap keputusan melalui matriks QSPM.
Tahap Kesimpulan dan Saran, merupakan tahap akhir sebagai tahap kesimpulan dari apa yang telah dianalisa pada tahapsebelumnya..
HASIL DAN PEMBAHASAN Visi Dan Misi
Visi : Unggul Dalam Prestasi, dan Berwawasan Global Misi :
1. Melaksanakan komitmen bersama menuju peningkatan mutu.
2. Menumbuhkan semangat keunggulan secara efektif kepada seluruh warga sekolah.
3. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif agar siswa berkembang optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.
4. Menyiapkan dan melengkapi sarana prasarana pendukung pembelajaran berbasis ICT dan berbahasa Inggris.
5. Menciptakan suasana sekolah yang bersih, nyaman, dan berbudaya Lingkungan
Matrik IFAS dan EFAS dan SWOT
Berdasarkan atas penyebaran kuisioner kepada para responden, dan dari hasil analisa Internal dan Eksternal yang telah dilakukan sebelumnya maka diperoleh beberapa atribut kualitas pendidikan di Sekolah Menengah Atas berdasarkan matrik IFAS dan EFAS seperti pada tabel berikut :
Tabel 2 Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFAS)
Faktor-Faktor Internal Utama Bobot Nilai Skor Bobot
Kekuatan
1 Guru mengajar sesuai bidang studi 0,112 4 0,448
2 Jumlah guru/tenaga pendidik 0,071 3 0,213
3 Guru memiliki pendidikan S-1 0,081 4 0,324
4 Guru memiliki pendidikan S-2 0,097 3 0,291
5 Disiplin dan motivasi belajar siswa 0,075 3 0,225
6 Kegiatan tambahan pelajaran pada sore hari di
berikan khusus untuk kelas XII 0,048 3 0,144
7 Jumlah ruang belajar 0,080 4 0,32
8 Sarana perpustakaan 0,063 3 0,189
9 Sarana lapangan olahraga 0,033 3 0,099
10 Sarana penunjang 0,017 3 0,05
total 1,86
Kelemahan
11 Guru memahami KTSP 0,151 2 0,302
12 Siswa dalam melaksanakan kegiatan Life Skill 0,033 2 0,066
14 Pelaksanakan perbaikan dan akselerasi 0,062 2 0,124
15 Sarana laboraturium 0,054 2 0,108
Total 1,13
Total Keseluruan IFAS 1,00 2,99
Tabel 3 Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFAS)
Faktor-Faktor Eksternal Utama Bobot Nilai Skor Bobot Peluang
1 Buku paket/buku sumber untuk guru dan siswa 0,175 3 0,525
2 Usulan kenaikan pangkat para guru 0,144 4 0,576
3 Gaji guru dan pegawai 0,144 4 0,576
4 Siswa yang diterima memiliki nilai UN SMAN
tinggi 0,064 3 0,192
5 Dana rutin bantuan dari pemerintah pusat
berjalan lancar 0,105 3 0,315
Total 2,18
Ancaman
6 Peranan orang tua terhadap sekolah 0,045 2 0,090
7 Latar belakang ekonomi orang tua siswa 0,048 1 0,048
8 Partisipasi masyarakat terhadap sekolah 0,048 2 0,096
9 Peran pengusaha daerah terhadap sekolah 0,048 1 0,048
10 Peranan instansi lain yang terkait dengan
pendidikan 0,048 1 0,048
11 Bantuan dari masyarakat alumni 0,048 1 0,048
Total 0,56
Total Keseluruhan EFAS 1,00 2,74
Berdasarkan matrik IFAS dan EFAS, maka dapat dilakukan analisa SWOT. Dari total nilai skor bobot keempat faktor dilakukan perhitungan matriks sebagai berikut:
Total Skor Bobot Kekuatan - Total Skor Bobot Kelemahan = 1,856 – 1,134 = 0,72 Total Skor Bobot Peluang - Total Skor Bobot Ancaman = 2,184 – 0,557 = 1,63
Gambar 2 Diagram Analisa strategi SWOT
Berdasarkan diagram SWOT di atas, maka diketahui bahwa strategi yang cocok dengan kondisi internal maupun eksternal adalah mendukung strategi agresif yaitu menjalankan strategi SO (strategi menggunakan kekuatan (S) untuk mencapai peluang (O)
1,63
0,72 BERBAGAI PELUANG
BERBAGAI ANCAMAN KELEMAHAN
EKSTERNAL
KEKUATAN INTERNAL 1. Mendukung Strategi
Agresif,
2. Mendukung Strategi Diversifikasi 3. Mendukung Strategi
Turn-Around
Tabel 4 Strategi Matriks SWOT Kekuatan (S)
1. Guru mengajar sesuai bidang studi sebesar 95 %
2. Jumlah guru/tenaga pendidik mencukupi
3. 85 % guru berpendidikan S-1 4. 52 % guru berpendidikan S-2 5. Disiplin dan motivasi belajar
siswa baik
6. Kegiatan tambahan pelajaran pada sore hari di berikan khusus untuk kelas XII
3. Semua melaksanakan perbaikan dan akselerasi tapi kurang maksimal 4. Sarana laboraturium IPA,
komputer dan bahasa
2. Usulan kenaikan pangkat para guru barjalan lancar 3. Gaji guru dan pegawai pemerintah pusat berjalan lancar
Strategi SO
1. Melaksanakan rintisan sekolah standar program akselerasi 2. Meningkatkan skor rata-rata
UN menjadi +2
3. Pengadaan sarana dan prasarana tambahan melalui program RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah) yang dananya bersumber dari Direktorat Pendidikan Menengah Umum.
Strategi WO
1. Melengkapi buku referensi untuk guru dan siswa yang sesuai dengan kurikulum
2. Diberikan pelatihan bahasa inggris untuk guru agar dapat memenuhi tantangan nyata yaitu 80%
3. Pengadaan bahan dan fasilitas praktikum IPA, yang dibiayai melalui APBD dan komite.
Ancaman (T)
1. Peranan orang tua terhadap sekolah masih belum maksimal
2. Partisipasi masyarakat dan instansi terkait terhadap sekolah masih belum meningkatkan motivasi siswa yang lebih besar.
2. Menciptakan suasana rasa ingin memiliki terhadap sekolah bagi pihak –pihak diluar sekolah
Strategi WT
1. Pemanfaatan sumber daya yang telah ada secara efektif
Matriks Posisi Strategis dan Evaluasi Tindakan (SPACE)
Analisis matriks SPACE menggunakan beberapa atribut utama yang diambil dari matrik IFAS dan EFAS serta matriks profil kompetitif. Berdasarkan atribut yang ada, maka dapat dibuat matrik SPACE seperti tabel 5 berikut
Tabel 5 Matriks SPACE Analisis
Posisi Strategis Internal Rating Posisi Strategis Eksternal Rating Financial Strength (FS)
1.Dana rutin dari pemerintah pusat
2.Ekonomi orang tua siswa
3.Gaji guru dan pegawai
5 3 5
Environmental Stability (ES)
1.Tingkat persaingan semakin
tinggi
2.Perubahan teknologi
3.Disiplin dan motivasi belajar
siswa
-2
-4 -2
13 -8
1.Standar kompetensi Lulusan
2.Buku paket/buku sumber
3.Pelaksanakan perbaikan dan
akselerasi
-3 -2 -5
1.Sarana dan Prasarana
2.Guru/tenaga pendidik
3.Standar pembiayaan
5 5 4
-10 14
FS : 13/3 = 4,33 CA : -10/3 = -3,33
ES : -8/3 = -2,67 IS : 10/3 = 4,67
Dari total nilai rating yang ada, maka dilakukan perhitungan untuk mendapatkan posisi kuadran seperti pada Gambar 3, sehingga diperoleh strategi berdasarkan analisa matrik SPACE. ( Garis Vertikal = FS + ES = 4,33 + (-2,67) = + 1,66 )
(Garis Horisontal CA + IS = (-3,33) + 4,67 = + 1,34)
Gambar 3 Diagram SPACE Analisis
Berdasarkan Gambar terlihat jelas garis vektor bersifat positif, sehingga dapat disimpulkan secara keuangan sekolah relatif cukup kuat sehingga dapat mengoptimalkan keuntungan kompetitif dengan cara melaksanakan tindakan internal yang lebih agresif, semisal mengadakan seminar dan pelatihan guru dalam meningkatkan kompetensi guru, serta lebih intensif memberikan tambahan waktu belajar bagi siswa berupa les sekolah dan peningkatan saraana dan prasarana belajar sekolah.
Matriks Strategi Besar (Grand Strategy Matrix)
Berikut perhitungan Matrik Strategi Besar (Grand Strategy Matrix), sebagai teknik untuk merumuskan strategi alternatif, dijabarkan dalam tabel berikut :
Tabel 6 Competitive PositionGrand Strategy Matrix
Atribut Bobot Rating Skor Bobot
Kompetensi Lulusan 0,33 4 1,3
Buku paket/buku sumber untuk guru dan siswa 0,17 3 0,5
Usulan kenaikan pangkat para guru 0,25 4 1,0
Pelaksanakan perbaikan dan akselerasi 0,25 1 0,3
Total 3,1
- 6
- 6
6
6 1,66
1,34 FS
ES CA
Aggressive
Competitive Defensive
Contervative
Tabel 7 Market GrowthGrand Strategy Matrix
Atribut Bobot Rating Skor Bobot
Dana rutin dari pemerintah pusat 0,17 3 0,5
Pendidik dan tenaga kependidikan 0,34 3 1,2
Standar pengelolaan 0,21 4 0,8
Standar isi 0,29 4 1,1
Total 3,6
Gambar 4 Diagram Grand Strategy Matrix
Dari gambar diagram Grand Strategy Matrix bahwa posisi sekolah berada pada kuadran I yaitu posisi strategi sempurna, yaitu dengan tingginya kompetitif yang ada, maka strategi integrasi adalah strategi yang efektif. Sekolah hendaknya terus meningkatkan kemampuan dari seluruh sumber daya internalnya sehingga dapat mencapai peluang dan kesempatan yang tersedia dimasyarakat.
Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (Quantitative Strategic Planning -QSPM)
Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (Quantitative Strategic Planning -QSPM) merupakan matrik analisa keputusan didalam mengevaluasi berbagai strategi alternatif yang ada secara objektif. Beberapa Rekomendasi keputusan strategi yang telah diperoleh seperti Matriks SWOT (Strategi SO), Matriks SPACE (strategi Agresif pengembangan mutu dan diversifikasi) serta Matriks Grand Strategik (Strategi Integrasi Horisontal), akan dianalisis lebih lanjut untuk menentukan strategi terbaik melalui analisa keputusan berdasarkan Matriks QSPM.
Tabel 7 Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM)
Faktor-Faktor Utama Bobot
Alternatif Strategi
Strategi SO Strategi Aggresif Strategi Integrasi AS TAS AS TAS AS TAS Peluang
1 Buku paket/buku pustaka bagi
guru dan siswa 0,175 3 0,53 3 0,53 2 0,35
2 Usulan kenaikan pangkat guru 0,144 1 0,144 2 0,288 2 0,288
4 4
1
1 3,1
3,6
Kuadran I
Kuadran IV Kuadran III
Kuadran II
POSISI KOMPETITIF YANG LEMAH
POSISI KOMPETITIF YANG KUAT PERTUMBUHAN PASAR
YANG CEPAT
3 Gaji guru dan pegawai 0,144 2 0,288 2 0,288 2 0,288
4 Siswa yang diterima memiliki
nilai UN SMPN tinggi 0,064 4 0,256 2 0,128 4 0,256
5 Dana rutin bantuan dari
pemerintah pusat berjalan lancar 0,105 4 0,420 3 0,315 2 0,21
Ancaman
1 Peranan orang tua terhadap
sekolah 0,045 3 0,135 4 0,180 1 0,045
2 Latar belakang ekonomi orang tua
siswa 0,048 1 0,048 1 0,048 1 0,048
3 Partisipasi masyarakat terhadap
sekolah 0,048 1 0,048 2 0,096 1 0,048
4 Peran pengusaha daerah terhadap
sekolah 0,048 3 0,144 2 0,096 2 0,096
5 Peranan instansi lain yang terkait
dengan pendidikan 0,048 3 0,144 3 0,144 2 0,096 6 Bantuan dari alumni 0,048 1 0,048 1 0,048 2 0,096
1,00 Kekuatan
1 Guru mengajar sesuai bidang
studi 0,112 3 0,336 4 0,448 2 0,224
2 Jumlah guru/tenaga pendidik 0,071 2 0,142 2 0,142 2 0,142 3 Guru memiliki pendidikan S-1 0,081 2 0,162 4 0,324 3 0,243 4 Guru memiliki pendidikan S-2 0,097 2 0,194 4 0,388 3 0,291
5 Disiplin dan motivasi belajar
siswa 0,075 4 0,300 2 0,150 2 0,150
6 Kegiatan tambahan pelajaran
pada sore hari 0,048 4 0,192 2 0,096 1 0,048 7 Jumlah ruang belajar 0,080 2 0,160 2 0,160 2 0,160 8 Sarana perpustakaan 0,063 3 0,189 4 0,252 3 0,189 9 Sarana lapangan olahraga 0,033 2 0,070 3 0,099 3 0,099 10 Sarana penunjang 0,017 4 0,070 3 0,051 3 0,051
Kelemahan
1 Guru memahami KTSP 0,151 3 0,453 4 0,60 3 0,453
2 Siswa dalam melaksanakan
kegiatan Life Skill 0,033 1 0,033 1 0,033 3 0,099 3 Guru menguasai Bahasa Inggris 0,023 1 0,023 3 0,069 4 0,092
4 Pelaksanakan perbaikan dan
akselerasi 0,062 3 0,186 4 0,25 3 0,186
5 Sarana laboratorium 0,054 3 0,162 4 0,22 3 0,162
Total 1,00 4,77 5,44 4,41
Catatan: AS adalah “Skor Daya Tarik” yaitu 1 = tidak memiliki daya tarik, 2 = daya tariknya rendah, 3 = daya tarik sedang, 4 = daya tariknya tinggi. Sedangkan TAS adalah “Total Skor Daya Tarik” merupakan hasil perkalian
antara bobot dengan AS.
Dari strategi altenatif matriks QSPM, dihasilkan nilai TAS tertinggi yaitu sebesar 5,44 adalah pada Strategi Agresif, sehingga strategi optimal yang sesuai digunakan adalah Strategi Agresif dengan mengupayakan pengembangan mutu sekolah dan diversifikasi pengembangan kemampuan guru dan siswa didalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.
KESIMPULAN
sekolahnya adalah dengan menerapkan strategi Agresif, yaitu strategi pengembangan mutu sekolah dengan melakukan diversifikasi kemampuan guru dan siswa yang didukung dengan segala kekuatan yang dimiliki didalam mencapai peluang yang ada di masyarakat. (strategi SO).
Dalam penerapannya sekolah dapat melakukan proses pengembangan mutu sekolah berdasar kepada sertifikasi ISO 9002 serta ISO 14000 untuk dapat dimiliki sekaligus diterapkan didalam proses PBM sekolah
DAFTAR PUSTAKA
Gaspersz, Vincent, 2001, “Total Quality Management”, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Heriningtyas, Tely, 2007, “Aplikasi Analisis SWOT Dalam Menentukan Strategi Pemasaran Pada PT. Inktech Indahmulya”, ITATS-TI, Surabaya.
Hartono, 2010, “SPSS 16.0 Analisis Data dan Statistika Dalam Penelitian”, Pustaka Pelajar dan Zavana, Jakarta.