PENGARUH PENDAPATAN TERHADAP KONSUMSI DA

13 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH PENDAPATAN TERHADAP KONSUMSI

MASYARAKAT DESA LODERESAN KECAMATAN

KEDUNGWARU

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah: “SEMINAR PROPOSAL SKRIPSI”

Dosen Pengampu: Rokhmat Subagiyo, SE., MEI

Disusun Oleh :

Nama : Adevia Fatmawati

NIM : 17402153296

EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

(2)

ABSTRAK

Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Masyarakat Desa Loderesan Kecamatan Kedungwaru

Oleh

Adevia Fatmawati

Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung

Pendapatan yang diperoleh setiap masyarakat tentunya sangat beragam, hal tersebut tersebut tergantung berdasarkan jenis pekerjaan atau profesi yang dilakukannya. Dari pendapatan yang diperolehnya maka mereka berhak untuk menggunakannya terutama dalam hal konsumsi. Tentunya perbedaan pendapatan juga akan menyebabkan tingkat konsumsi pada setiap masyarakat ikut berbeda.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pendapatan terhadap konsumsi masyarakat di desa Loderesan kecamatan Kedungwaru. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan cara observasi dan juga wawancara kepada pihak yang berkaitan.

Kata kunci : Pendapatan, Konsumsi

Abstract

The income earned by each community is of course very diverse, it depends on the type of work or profession it does. From the income they earn then they are entitled to use it mainly in terms of consumption. Of course, the difference in income will also cause the level of consumption in each community participate differently.

This study aims to find out how the influence of income on public consumption in the village of Loderesan Kedungwaru district. The data used in this study is the primary data. This research uses data collection method by observation and also interview to related party.

Keywords: Revenue, Consumption

(3)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan salah satu negara yang masuk dalam kategori negara berkembang. Daerah-daerah di Indonesia mulai mengembangkan sektor industri. Proses industrialisasi dan pembangunan industri sebenarnya merupakan salah satu jalur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam arti tingkat hidup yang lebih maju maupun taraf hidup yang lebih baik.

Aktivitas bisnis yang dilalui oleh industri kecil selama ini tidak terlepas dari hasil kebijakan dan program pemerintah. Pemerintah telah mengambil langkah untuk memberikan program bantuan dalam bentuk fasilitas produksi, bantuan di bidang manajemen, finansial serta kemitraan yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja. Berbagai kebijakan pemerintah untuk mengembangkan industri kecil diharapkan pembangunan industri akan mengarah pada industri yang efisien dengan kualitas produk yang semakin baik dan pada gilirannya dapat bersaing di pasar dalam negeri maupun ekspor dengan nilai tambah yang semakin tinggi untuk memperkuat perekonomian Indonesia.

Dari peningkatan tersebut maka tentu saja pendapatan seseorang juga diharap turut naik. Pendapatan sendiri berkaitan erat dengan jenis pekerjaan yang dilakukannya baik ia sebagai buruh, pegawai, pengusaha, tukang dan lain-lain pekerjaan yang digelutinya sesuai dengan profesi masing-masing. Pendapatan yang diperoleh itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, untuk tabungan, untuk usaha, dan sebagainya.

Pendapatan seseorang merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dengan kegiatan konsumsi, dikarenakan konsumsi berbanding lurus dengan pendapatan. Semakin tinggi penghasilan yang diterima seseorang maka akan cenderung semakin besar pengeluaran yang digunakan untuk konsumsi. Begitu juga ketika pendapatan menurun, maka konsumsi juga akan menyesuaikan dengan pendapatan yang diperoleh.

(4)

masyarakat, maka pendapatan adalah hal utama yang berpengaruh terhadap konsumsi. Secara teori semakin tinggi pendapatan seseorang, maka semakin tinggi pula tingkat konsumsinya.

Kebutuhan hidup manusia selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman yang mana banyak produk yang ditawarkan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dari banyaknya produk yang ditawarkan serta kebutuhan hidup maka akan muncul yang namanya konsumsi baik dalam hal kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder, maupun kebutuhan tersier.

Konsumsi sendiri merupakan pembelanjaan atas barang-barang dan jasa-jasa yang dilakukan oleh rumah tangga dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari orang yang melakukan pembelanjaan tersebut. Pembelanjaan masyarakat atas makanan, pakaian, dan barang-barang kebutuhan mereka yang lain digolongkan pembelanjaan atau konsumsi. Barang-barang yang di produksi untuk digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dinamakan barang konsumsi.

Tingkat konsumsi dari masyarakat secara tidak langsung akan di kaitkan dengan kesejahteraan hidup seseorang yang mana berasal dari berapa pendapatan yang diperoleh. Apabila konsumsi yang dilakukan semakin tinggi semisal kesehariannya konsumsi ayam, daging, ikan, dan sebagainya akan dinilai sebagai orang yang berpenghasilan tinggi. Berbeda dengan yang konsumsinya seperti tahu dan tempe saja dalam sehari-hari maka akan di kategorikan tingkat pendapatannya rendah.

Tingkat kesejahteraan seseorang dikatakan membaik apabila tingkat perbandingan pengeluaran untuk konsumsi dalam hal makanan menurun, sedangkan pengeluaran non makanan meningkat. Dapat disimpulkan bahwa pendapatan yang biasanya digunakan dalam konsumsi makanan lebih dialokasikan pada pengeluaran lain seperti tabungan.

(5)

Selanjutnya masyarakat harus berusaha untuk menstabilkan antara pendapatan dengan konsumsi. Akan lebih baik jika terjadi peningkatan pendapatan, maka konsumsi tetap dan sisanya untuk di alokasikan ke hal lain. Dari penjelasan yang telah diuraikan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul: “Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Masyarakat Desa Loderesan Kecamatan Kedungwaru”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh pendapatan terhadap konsumsi masyarakat desa Loderesan kecamatan Kedungwaru?

C. Tujuan Penelitian

1. Mengetajui pengaruh pendapatan terhadap konsumsi masyarakat desa Loderesan kecamatan Kedungwaru.

D. Batasan Masalah

Agar penulisan tidak menyimpang dari tujuan yang telah direncanakan dan untuk mempermudah mendapatkan data serta informasi yang diperlukan, maka penulis menetapkan batasan-batasan sebagai berikut:

1. Penelitian dilakukan secara random dengan menggali informasi pendapatan serta konsumsi dalam satu rumah, bukan perorangan.

2. Konsumsi yang dilakukan adalah konsumsi kebutuhan sehari-hari, terutama makanan pokok.

E. Penegasan Istilah

Berikut ini uraian mengenai beberapa definisi yang terdapat dalam judul penelitian proposal:

1. Definisi Konseptual a. Pendapatan

(6)

atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu pada suatu kegiatan ekonomi.1

b. Konsumsi

Konsumsi merupakan kegiatan manusia dalam menggunakan atau memakai barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dimana mutu dan jumlah barang atau jasa dapat mencerminkan kemakmuran konsumen.2

2. Definisi Operasional a. Pendapatan

Pendapatan merupakan hasil dari kerja keras yang dilakukan seseorang yang mana digunakan untu kebutuhan sehari-hari baik untuk kebutuhan konsumsi maupun non konsumsi.

b. Konsumsi

Konsumsi merupakan suatu kegiatan menggunakan produk ataupun jasa yang dihasilkan perusahaan maupun industri rumah tangga.

BAB II

LANDASAN TEORITIS

A. Pendapatan

1. Pengertian Pendapatan

Menurut Keynes, faktor utama yang menentukan prestasi ekonomi suatu negara adalah pengeluaran agregat yang merupakan pembelanjaan masyarakat terhadap barang dan jasa. Keputusan konsumsi rumah tangga mempengaruhi keseluruhan perilaku perekonomian baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Dalam jangka pendek fluktuasi konsumsi memiliki pengaruh signifikan terhadap fluktuasi ekonomi dan dalam jangka panjang

1 Nurlaila Hanum, Analsis Pengaruh Pendapatan Terhadap Perilaku Konsumsu Mahasiswa Universitas Samudra di Kota Langsa, Jurnal Samudra Ekonomuka Vol. 1, No. 2 Oktober 2017.

(7)

keputusan konsumsi rumah tangga akan berpengaruh pada variabel-variabel makroekonomi lainnya.3

Pendapatan merupakan semua penerimaan seseorang sebagai balas jasanya dalam proses produksi. Balas jasa tersebut bisa berupa upah, bunga, sewa, maupun, laba tergantung pada faktor produksi pada yang dilibatkan dalam proses produksi.

Pendapatan seseorang atau individu adalah upah atau gaji yang diberikan kepada seseorang (pekerja) yang melakukan suatu pekerjaan. Secara umum pendapatan didefinisikan sebagai masukan yang diperoleh masyarakat atau negara dari keseluruhan aktifitas yang dijalankan termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.4

Berdasarkan pendapat beberapa definisi dari pendapatan diatas, disimpulkan bahwa pendapatan atau income adalah uang yang diterima oleh seseorang dari hasil kerjanya pada perusahaan maupun usaha yang dimilikinya dalam bentuk gaji, upah, sewa, bunga dan laba termasuk juga beragam tunjangan, seperti kesehatan dan pensiun. 2. Kriteria Pendapatan

Berdasarkan penggolongannya, Badan Pusat Statistik membedakan pendapatan menjadi 4 golongan adalah: 5

1) Golongan pendapatan sangat tinggi, adalah jika pendapatan rata-rata lebih dari Rp. 3.500.000,00 per bulan

2) Golongan pendapatan tinggi adalah jika pendapatan rata-rata antara Rp. 2.500.000,00 – s/d Rp. 3.500.000,00 per bulan

3) Golongan pendapatan sedang adalah jika pendapatan rata-rata antara Rp. 1.500.000,00 s/d Rp. 2.500.000,00 per bulan

4) Golongan pendapatan rendah adalah jika pendapatan rata-rata 1.500.000,00 per bulan

B. Konsumsi

1. Pengertian Konsumsi

3 Nopirin, Ekonomi Moneter, (Yogyakarta: BPFE, 1992), hlm. 80.

4Umar Chapra, Islam dan Tantangan Ekonomi Islamisasi Ekonomi Kontemporer,

(Surabaya: Risalah Gusti, 1999) hlm. 361

(8)

Secara umum istilah konsumsi diartikan sebagai penggunaan barang-barang dan jasa-jasa yang secara langsung akan memenuhi kebutuhan manusia. Konsumsi atau lebih tepatnya pengeluaran konsumsi pribadi adalah pengeluaran oleh rumah tangga atas barang-barang akhir dan jasa.6

Konsumsi merupakan pembelanjaan barang dan jasa oleh rumah tangga. Barang meliputi pembelanjaan rumah tangga pada barang yang tahan lama seperti kendaraan, alat rumah tangga, dan barang tidak tahan lama seperti makanan, pakaian. Jasa meliputi barang yang tidak berwujud seperti potong rambut, layanan kesehatan.7

Pengeluaran konsumsi seseorang merupakan bagian dari pendapatannya yang dibelanjakan. Sementara bagian pendapatan yang tidak dibelanjakan disebut dengan tabungan.

2. Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi

Kegiatan konsumsi atau pengeluaran konsumsi terdiri atas konsumsi pemerintah (government consumption) dan konsumsi rumah tangga (private consumption). Namun dalam pembahasan ini, difokuskan pada konsumsi rumah tangga yang memiliki porsi terbesar dalam pengeluaran konsumsi total (agregat). Mengingat porsinya yang besar, maka konsumsi rumah tangga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap stabilitas perekonomian.

Faktor yang mempengaruhi besarnya konsumsi rumah tangga:8

a. Faktor-Faktor Ekonomi

1) Pendapatan dan Kekayaan Rumah Tangga 2) Tingkat Bunga

3) Perkiraan Harga di Masa Depan 4) Jumlah Anggota Keluarga b. Faktor-Faktor Nonekonomi

Dewasa ini semakin mudah dalam mengakses informasi baik dari media radio, televisi, surat kabar maupun internet, telah membawa perubahan dalam pola hidup masyarakat. Selain itu adanya

6 Suherman Rosyidi, Pengantar Teori Ekonomi, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011) hlm. 163

7 Baginda Persaulian, dkk., Analisis Konsumsi Masyarakat di Indonesia, Jurnal Kajian Ekonomi Vol. I, No. 02, Januari 2013.

(9)

kemudahan bertransaksi melalui internet, akan mendorong rumah tangga untuk meningkatkan kegiatan konsumsi.

c. Faktor-Faktor Demografi (Kependudukan) 1) Jumlah Penduduk

(10)

3. Penelitian Terdahulu No

. Peneliti dan Judul Hasil

1. Nurlaila Hanum (2017)

Analisis Pengaruh Pendapatan Terhadap Perilaku Konsumsi Mahasiswa Universitas Samudra di Kota Langsa.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendapatan terhadap perilaku konsumsi mahasiswa UNSAM di kota Langsa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi mahasiswa UNSAM di kota Langsa.

2. Rinawati, M.R Yantu, dan Rustam Abd. Rauf (2014)

Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Masyarakat Tani Padi mengkaji kecenderungan tingkat konsumsi masyarakat tani padi saeah desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Hasil dari penelitian ini adalah pendapatan berpengaruh terhadap tingkat konsumsi. Oleh karena itu peneliti memberi saran agar petani mampu melakukan saving

karena terdapat kecenderungan konsumsi sada dengan tingkat

Kependididkan Pada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pendapatan dan jumlah tanggungan anggota keluarga berpengaruh terhadap pola konsumsi dari PNS dosen, dan tenaga kependidikan fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat pendapatan dan jumlah anggota keluarga berpengaruh terhadap pola konsumsi PNS di fakultas ekonomi dan bisnis UNSRAT.

(11)

Keterangan:

X = Pendapatan Y = Konsumsi

5. Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang dibuat. Hipotesis merupakan pernyataan tentative mengenai hubungan antara dua atau lebih variabel yang ada.9

9 Rokhmat Subagiyo, Metode Penelitian Ekonomi Islam: Konsep dan Penerapan, (Jakarta: Alim’s Publishing, 2017), hlm. 135

(12)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang eksplanatory research, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis.

B. Sumber Data

Berdasarkan cara memperoleh data untuk penelitian, dilakukan dengan cara observasi dengan responden yang dipilih secara acak pada beberapa wilayah desa Loderesan. Sehingga data yang di dapat berasal dari 2 dusun yang mencakup 4 RW dan 16 RT.

C. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

Penduduk Desa Loderesan menurut hasil proyeksi Sensus Penduduk (SP) Tahun 2010, untuk tahun 2017 sebanyak 1.972 jiwa dengan 998 KK, yang terbagi atas laki-laki 959 jiwa dan perempuan 1.013 jiwa.

Ditinjau dari sumber penghasilan utama warga desa Loderesan kecamatan Kedungwaru yang terbesar adalah sektor pertanian dengan angka 321. Jumlah tersebut menurun dikarenakan sebagian besar lahan pertanian telah beralih penggunaannya menjadi bangunan dan perumahan. Kemudian penghasilan utama kedua berasal dari jasa-jasa sebanyak 253.10

DAFTAR PUSTAKA

(13)

BPS, “ Upah Minimum Regional/Provinsi (UMR/UMP) perbulan (dalam rupiah)”, https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/917, diakses pada 18 Mei 2018

Chapra, Umar. 1999. Islam dan Tantangan Ekonomi Islamisasi Ekonomi Kontemporer, Surabaya: Risalah Gusti.

Hanum, Nurlaila. Analsis Pengaruh Pendapatan Terhadap Perilaku Konsumsu Mahasiswa Universitas Samudra di Kota Langsa. Jurnal Samudra Ekonomuka Vol. 1, No. 2 Oktober 2017.

Nopirin. 1992. Ekonomi Moneter. Yogyakarta: BPFE.

Persaulian, Baginda, dkk., Analisis Konsumsi Masyarakat di Indonesia, Jurnal Kajian Ekonomi Vol. I, No. 02, Januari 2013.

Rinawati, dkk. 2014. Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Masyarakat

Tani Padi Sawah di Desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. e-J.

Agrotekbis 2 (6) : 652-659.

Rosyidi, Suherman. 2011. Pengantar Teori Ekonomi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Subagiyo, Rokhmat. 2017. Metode Penelitian Ekonomi Islam: Konsep dan Penerapan. Jakarta: Alim’s Publishing, 2017.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...