Kata Pengantar
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas hikmat pengetahuanNya Laporan Pendahuluan dapat diselesaikan dengan baik.
Aplikasi berbasis WEB GIS, merupakan perkembangan paling baru di dunia internet. Saat ini berbagai sektor pengguna memanfaat aplikasi ini menjadi perangkat penyimpanan data dan sekaligus menjadi alat monitoring dan evaluasi terkini yang terintegrasi dengan perangkat dan aplikasi pada mobile gadget. Aplikasi berbasis WEB GIS ini banyak dikembangkan dan sangat bermanfaat. Berbagai vendor seperti ESRI, GIS Cloud dan Map Info Professional merupakan vendor besar dunia yang fokus pada pengembangan aplikasi ini.
KSN KAPET BIMA dan KSN Rinjani Dsk, didalam pekerjaan ini merupakan fokus lokasi berbasis sistem informasi geografis (SIG). Sementara itu data berbasis SIG yang terintegrasi didalamnya berupa struktur pola ruang dan pola ruang yang didalamnya terdapat informasi (attribute) non spasial sebagai perkembangan terkini atas data spasial yang ada di lokasi.
Diharapkan melalui penyiapan pengembangan database pengelolaan KSN KAPET Bima dan KSN Gunung Rinjani Dsk berbasis WEB GIS, akan memudahkan pemerintah dalam melakukan pemutakhiran informasi serta kemudahan manfaat bagi masyarakat dunia untuk mengenal kedua KSN ini yang dikenal dengan kawasan pariwisata dunia yakni Hu’u Lakey dan ‘horse land’ of Bima.
Laporan Pendahuluan ini terdiri atas 5 Bab dengan uraian masing-masing yang merupakan bagian dari usulan proposal teknis yang telah disampaikan pada tender pekerjaan. Pada bab inventarisasi data, konsultan sangat mengharapkan dukungan dari pemberi pekerjaan dalam upaya penyediaan data digital baik berupa spasial (ber-geo referensi) dan data non spasial. Sehingga aplikasi database KSN ini layak disebut terintegrasi dan berbasis WEB GIS.
Kata kunci pada laporan ini adalah KSN, KAPET Bima, KSN Gunung Rinjani Dsk, Hu’u Lakey, Horse Land of Indonesia, dan WEB GIS.
Semoga bermanfaat.
Jakarta, …… Juni 2014
Daftar Isi
Kata Pengantar ... 2
Daftar Isi ... 3
DaftarTabel ... 4
DaftarGambar ... 5
Bab 1 Pendahuluan ... 1
Latar Belakang ... 1
Maksud, Tujuan dan Sasaran ... 3
Maksud ... 3
Tujuan ... 3
Sasaran ... 3
Ruang Lingkup Pekerjaan ... 4
Ruang Lingkup Wilayah ... 5
Keluaran ... 5
Sistematika Pembahasan ... 5
Bab 2 PemahamanTerhadap KSN danAplikasi WEBGIS ... 1
Kawasan Strategis Nasional (KSN) ... 1
Tipologi Kawasan Strategis Nasional ... 11
Fokus Penanganan Setiap Tipologi Kawasan Strategis Nasional ... 13
Kawasan Strategis Nasional di Provinsi Nusa Tenggara Barat ... 14
Aplikasi WEBGIS ... 15
Arsitektur ... 16
Manajemen Data ... 18
Mendesain GUI ... 18
Detail Proses ... 19
Bab 3 Metodologi ... 1
Metode Pengolahan Data Spasial ... 4
Metode Pembangunan Sistem... 4
Metode Pengujian Sistem ... 5
Metode Pemutakhiran Database, Pengembangan dan Pemeliharaan ... 7
Metode Alih Pengetahuan, Serah Terima dan Evaluasi ... 11
Bab 4 Rencana Kerja ... 16
Tahap Persiapan (1 bulan) ... 16
Tahap Analisis dan Perancangan (1 bulan) ... 17
Tahap Pembangunan Sistem (1 bulan) ... 18
Tahap Implementasi, Pengujian dan Pemutakhiran Data (2 bulan) ... 19
Tahap Penyempurnaan (1 bulan) ... 19
Bab 5 Inventarisasi Data ... 1
Penutup... 1
Daftar Tabel
Tabel 2. 1. Kebijakan Dan Strategi Pengembangan Kawasan Strategis Nasional ... 5Tabel 2. 2. Kriteria Kawasan Strategis Nasional ... 8
Tabel 2. 3. Fokus Penanganan Kawasan Strategis Nasional ... 13
Tabel 2. 4. Prinsip Pengembangan WEB GIS ... 15
Tabel 4. 1. Jadwal Pekerjaan ... 22
Daftar Gambar
Gambar 1. 1. Wilayah KSN KAPET Bima ... 1
Gambar 2. 1. Kedudukan RTR KSN dalam Sistem Perencanaan Tata Ruang dan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional ... 2
Gambar 2. 2. Arsitektur WEB GIS ... 16
Gambar 2. 3. Pendekatan Sistem Client/Server ... 17
Gambar 2. 4. Request and Response Process ... 20
Gambar 2. 5. Arsitektur Publikasi WEB ... 21
Gambar 3. 1. Iterasi Dalam Pengembangan Sistem Web KSN ... 5
Gambar 3. 2. Metodologi Pekerjaan ... 13
Gambar 3. 3. Rancangan Pengembangan Web Site Map KSN Berbasis WEB GIS ... 14
Bab 1 Pendahuluan
Latar Belakang
Kawasan Strategis Nasional (KSN) adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial budaya, dan / atau lingkungan, termasuk wilayah yang ditetapkan sebagai warisan dunia.
Kawasan Strategis Nasional memiliki nilai dan peran yang sangat penting, oleh karena itu maka penataan ruang kawasan strategis nasional seyogyanya tetap mengacu pada tujuan penataan ruang nasional yang tercantum pada pasal 2, PP no. 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, yaitu : “keseimbangan dan keserasian perkembangan antar wilayah, keseimbangan dan keserasian kegiatan antar sektor, dan pertahanan dan keamanan negara yang dinamis serta integrasi nasional”.
Tujuan penataan ruang nasional, selanjutnya dijabarakan menjadi beberapa kebijakan, diantaranya mengenai kebijakan pengembangan kawasan strategis nasional yang tercantum pada Pasal 9 PP no. 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, meliputi : peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara, serta pengembangan kawasan tertinggal untuk mengurangi kesenjangan tingkat perkembangan antar kawasan.
Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 32 tahun 2011 tentang Mastrerplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dimana Provinsi Nusa Tenggara Barat didesak untuk mempercepat kesiapan dalam melaksanakan pembangunan antara lain infrastruktur atau Hospitality untuk mendukung Kegiatan – kegiatan yang nantinya berskala Internasional. Beberapa program strategis yang masuk dalam pengembangan wilayah KSN di Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Revitalisasi Pariwisata Senggigi tiga gili dimana wilayah pesisir senggigi masuk dalam wilayah penyangga KSN Gunung Rinjani, dan Revitalisasi pengembangan Kawasan Rinjani. Untuk wilayah KSN KAPET Bima beberapa program strategis yang masuk dalam wilayah nya adalah pengembangan kawasan pariwisata Hu’u Lakey, dan Pengembangan Kawasan Pariwisata Bima “Horse Land”, juga akan ikut mendapat imbas positif dengan adanya program strategis ini. Oleh karena itu dalam hal ini program – program yang bersinergi dengan program – program strategis Nasional harus didukung dengan pemantapan system database yang tepat, akurat dan informatif.
Dalam rangka pencapaian tujuan penataan ruang nasional pada umumnya, maupun penerapan kebijakan dan strategi pengembangan kawasan strategis nasional, maka pada proses penataan ruang kawasan strategis nasional diperlukan suatu perangkat sebagai sumber informasi dan sebagai media promosi potensi KSN berupa database. Perangkat Database tersebut menggunakan sistem aplikasi pengelolaan kawasan yang
Diharapkan melalui pengembangan program database KSN ini akan mempermudah akses Pemerintah dalam melihat perkembangan – perkembangan yang ada di wilayah KSN. Sehingga dengan adanya informasi yang ter-update maka akan didukung dengan program – program strategis yang masuk dalam ranah Pemerintah Pusat maupun Daerah, yang selanjutnya dapat menjadi stimulan percepatan pemenuhan kebutuhan – kebutuhan dalam pengembangan wilayah KSN.
Maksud, Tujuan dan Sasaran
Maksud
Maksud dari pekerjaan Penyiapan Pengembangan Database Pengelolaan KSN ini adalah terciptanya penyusunan Sistem Database KSN yang dapat memberikan berbagai informasi mengenai perkembangan KSN terkini.
Tujuan
Adapun tujuannya adalah : tersedianya sistem aplikasi Sistem Database KSN sebagai wadah informasi dan data dasar dalam pengembangan KSN yang terintegrasi dengan system database berbasis GIS (Geographyc Information System) yang dapat diakses dengan mudah oleh para stake holder dan pihak – pihak yang berkepentingan secara langsung maupun tidak langsung dengan Pengembangan KSN.
Sasaran
Tujuan dari Penyelenggaraan Database KSN ini, akan dicapai melalui kegiatan dengan beberapa sasaran, yaitu :
2. Teridentifikasinya parasarana dan sarana infrastruktur KSN di lapangan. 3. Dikembangkannya aplikasi interaktif Web GIS
4. Tersusunnya system manajemen database infrastruktur
5. Teridentifikasinya issue-issue strategis tentang program infrastruktur sektoral terkait dengan pengembangan komoditas unggulan yang berada diwilayah KSN; dan 6. Teridentifikasinya kebijakan dan strategi serta program pembangunan sektoral
dalam pengembangan KSN. (Penyusunan RPI2JM dapat sebagai masukan). 7. Terfokusnya pemerintah dalam Pengelolaan KSN.
Ruang Lingkup Pekerjaan
Dalam rangka pencapaian tujuan Pengembangan Database Pengelolaan KSN, maka ruang lingkup kegiatan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Melakukan pengumpulan data dan informasi terkait KSN, seperti RTR KSN, RTRW provinsi/kabupaten/kota yang masuk dalam wilayah KSN, karakteristik wilayah KSN, kondisi sumber daya alam, daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, kondisi kependudukan, kondisi ekonomi, kondisi sosial, kondisi infrastruktur, penggunaan lahan, dan sebagainya;
2. Melaksanakan koordinasi dalam hal program pembangunan sektoral terkait infrastruktur baik bidang ke PU-an maupun bidang prasana lain di wilayah KSN (energi, sosial, ekonomi, serta perhubungan) dengan pemerintah daerah dan swasta terkait;
3. Melakukan survey lapangan dan melakukan identifikasi prasarana sarana infrastruktur eksisting di wilayah KSN berkaitan dengan penyusunan database infrastruktur KSN;
4. Melakukan identifikasi keterkaitan program pembangunan di wilayah KSN (RTR KSN – Penyusunan RPI2JM KSN KSN) khususnya infrastruktur yang akan teraplikasikan dalam database KSN;
6. Menyusun Sistem Manajemen Database Infrastruktur; dan
7. Melaksanakan pertemuan-pertemuan dalam rangka pembahasan, baik berupa temu pakar, FGD, konsinyasi, maupun pembahasan laporan.
Ruang Lingkup Wilayah
Lingkup pekerjaan ini adalah meliputi 2 wilayah KSN yang ditetapkan di wilayah NTB yaitu KSN KAPET Bima yang terdiri dari wilayah Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu; dan KSN Gunung Rinjani dan sekitarnya yang terdiri dari sebagian wilayah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.
Keluaran
Keluaran yang diharapkan dari pekerjaan ini adalah :
1. Dokumen/Materi database KSN;
2. Bentuk Metadata pengembangan Database KSN; 3. Website aktif KSN (online);
4. Berita Acara Rapat pembahasan penyiapan penyusunan pengembangan Database Pengelolaan KSN.
Sistematika Pembahasan
Bab 1 Pendahuluan. Berisi mengenai permasalahan yang diungkapkan dalam sub bab latar belakang, tujuan dilaksanakannya pekerjaan, sasaran yang harus dicapai, manfaat pekerjaan bagi pemerintah daerah dan pusat, keluaran pekerjaan, ruang lingkup pekerjaan yang akan dilakukan, lingkup wilayah kajian pekerjaan dan peta lokasi pekerjaan.
KSN dan WEBGIS
Bab 3 Metodologi Berisi mengenai muatan metodologi dan kerangka kerja konsultan
Bab 4 Rencana Kerja Berisi mengenai tahapan pelaksanaan pekerjaan untuk mendapatkan keluaran pekerjaan sesuai persyaratan teknis
Bab 5 Inventarisasi Data Berisi mengenai daftar kebutuhan data yang akan digunakan dalam membuat aplikasi WEBGIS
Gambar 1. 1. Wilayah KSN KAPET Bima
Bab 2 PemahamanTerhadap KSN danAplikasi WEBGIS
Kawasan Strategis Nasional (KSN)
Menurut Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (UU 26/2007), penataan ruang diklasifikasikan berdasarkan sistem, fungsi utama kawasan, wilayah administratif, kegiatan kawasan, dan nilai strategis kawasan. Penataan ruang berdasarkan nilai strategis kawasan meliputi penataan ruang kawasan strategis nasional (KSN), penataan ruang kawasan strategis provinsi, dan penataan ruang kawasan strategis kabupaten/kota. Dalam rangka perwujudan pengembangan KSN secara efisien dan efektif sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (PP 26/2008), perlu suatu perencanaan untuk masing-masing KSN secara baik dan benar serta implementasi RTR KSN yang disepakati oleh semua pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah.
Kawasan Strategis Nasional adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya dan/atau lingkungan termasuk wilayah yang ditetapkan sebagai warisan dunia. Tipologi RTR KSN disusun berdasarkan tipologi KSN. Tipologi KSN dimaksudkan untuk menentukan muatan RTR KSN yang harus dimuat sesuai dengan kebutuhan pengembangan kawasan.
pertahanan dan keamanan (kawasan perbatasan negara dan wilayah pertahanan), kawasan perkotaan yang merupakan kawasan metropolitan, KAPET, kawasan ekonomi dengan perlakuan khusus (nonKAPET), kawasan warisan budaya/adat tertentu, kawasan teknologi tinggi, kawasan SDA di darat, kawasan hutan lindung-taman nasional, kawasan rawan bencana, dan kawasan ekosistem termasuk kawasan kritis lingkungan.
Gambar 2. 1. Kedudukan RTR KSN dalam Sistem Perencanaan Tata Ruang dan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
Sumber: PP No 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
antarwilayah provinsi, serta keserasian antarsektor; penetapan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi; penataan ruang kawasan strategis nasional; dan penataan ruang wilayah provinsi dan kabupaten/kota.
Rencana Tata Ruang Pulau & Kepulauan berperan sebagai perangkat operasional dari RTRWN serta alat koordinasi dan sinkronisasi program pembangunan wilayah Pulau & Kepulauan. Rencana Tata Ruang Pulau Kalimantan tidak dapat digunakan sebagai dasar pemberian izin pemanfaatan ruang.
Rencana Tata Ruang Pulau & Kepulauan merupakan pedoman untuk penyusunan rencana pembangunan; perwujudan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antarwilayah provinsi dan kabupaten/kota, serta keserasian antar sektor; pemanfaatan ruang dan pengendalian; pemanfaatan ruang; penentuan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi dan penataan ruang wilayah provinsi dan kabupaten/kota.
RTR KSN merupakan penjabaran RTRWN yang disusun sesuai dengan tujuan penetapan masing-masing KSN. Muatan RTR KSN ditentukan oleh nilai strategis yang menjadi kepentingan nasional dan berisi aturan terkait dengan hal-hal spesifik di luar kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Kepentingan nasional pada KSN merupakan dasar pertimbangan utama dalam penyusunan dan penetapan RTRW provinsi dan RTRW kabupaten/kota. RTR KSN juga menjadi acuan teknis bagi instansi sektoral dalam penyelenggaraan penataan ruang.
Dalam penyelenggaraan penataan ruang, pemerintah memiliki wewenang terhadap KSN, yaitu dalam penetapan kawasan strategis nasional, perencanaan tata ruang kawasan stategis nasional, pemanfaatan ruang serta pengendalian ruang kawasan strategis nasional. Tetapi, dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan strategis nasional dapat dilaksanakan pemerintah daerah melalui dekonsentrasi dan/atau tugas pembantuan. Kewenangan Pemerintah dalam pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan strategis nasional mencakup aspek yang terkait dengan nilai strategis yang menjadi dasar penetapan kawasan strategis. Pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota tetap memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan aspek yang tidak terkait dengan nilai strategis yang menjadi dasar penetapan kawasan strategis.
Dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), KSN menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Di dalam RTRWN ditetapkan kawasan-kawasan yang menjadi Kawasan Strategis Nasional. Penetapan kawasan-kawasan strategis pada setiap jenjang wilayah administratif didasarkan pada pengaruh yang sangat penting terhadap kedaulatan negara, pertahanan, keamanan, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk kawasan yang ditetapkan sebagai warisan dunia. Pengaruh aspek kedaulatan negara, pertahanan, dan keamanan lebih ditujukan bagi penetapan kawasan strategis nasional, sedangkan yang berkaitan dengan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan, yang dapat berlaku untuk penetapan kawasan strategis nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, diukur berdasarkan pendekatan ekternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi penanganan kawasan yang bersangkutan.
Kebijakan pengembangan kawasan strategis nasional meliputi:
1. Pelestarian dan peningkatan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup untuk mempertahankan dan meningkatkan keseimbangan ekosistem, melestarikan keanekaragaman hayati, mempertahankan dan meningkatkan fungsi perlindungan kawasan, melestarikan keunikan bentang alam, dan melestarikan warisan budaya nasional;
2. Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara;
3. Pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan dalam pengembangan perekonomian nasional yang produktif, efisien, dan mampu bersaing dalam perekonomian internasional;
4. Pemanfaatan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
5. Pelestarian dan peningkatan sosial dan budaya bangsa;
6. Pelestarian dan peningkatan nilai kawasan lindung yangditetapkan sebagai warisan dunia, cagar biosfer, danramsar; dan
7. Pengembangan kawasan tertinggal untuk mengurangikesenjangan tingkat perkembangan antar kawasan.
Adapun strategi dari masing-masing kebijakan dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2. 1. Kebijakan Dan Strategi Pengembangan Kawasan Strategis Nasional
No Kebijakan Strategi
1 Pelestarian dan peningkatan fungsi
1. Menetapkan kawasan strategis nasional berfungsi lindung;
2. Mencegah pemanfaatan ruang di
kawasan strategis nasional yang berpotensi mengurangi fungsi lindung kawasan;
3. Membatasi pemanfaatan ruang di sekitar kawasan strategis nasional yang berpotensi mengurangi fungsi lindung kawasan;
No Kebijakan Strategi
strategis nasional yang dapat memicu perkembangan kegiatan budi daya;
5. Mengembangkan kegiatan budi daya tidak terbangun di sekitar kawasan strategis nasional yang berfungsi sebagai zona penyangga yang memisahkan kawasan lindung dengan kawasan budi daya terbangun; dan
6. Merehabilitasi fungsi lindung kawasan yang menurun akibat dampak pemanfaatan ruang yang berkembang di dalam dan di sekitar kawasan strategis nasional.
2 Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara
7. Menetapkan kawasan strategis nasional dengan fungsi khusus pertahanan dan keamanan;
8. Mengembangkan kegiatan budi daya secara selektif di dalam dan di sekitar kawasan strategis nasional untuk menjaga fungsi pertahanan dan keamanan; dan 9. Mengembangkan kawasan lindung
dan/atau kawasan budi daya tidak terbangun di sekitar kawasan strategis nasional sebagai zona penyangga yang memisahkan kawasan strategis nasional dengan kawasan budi daya terbangun. 3 Pengembangan dan
peningkatan fungsi
10.Mengembangkan pusat pertumbuhan berbasis potensi sumber daya alam dan kegiatan budi daya unggulan sebagai penggerak utama pengembangan wilayah;
11.Menciptakan iklim investasi yang kondusif; 12.Mengelola pemanfaatan sumber daya
alam agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung kawasan;
No Kebijakan Strategi
dan
15.Meningkatkan pelayanan prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi. 4 Pemanfaatan sumber
daya alam dan/atau
16.Mengembangkan kegiatan penunjang dan/atau kegiatan turunan dari
pemanfaatan sumber daya dan/atau teknologi tinggi;
17.Meningkatkan keterkaitan kegiatan pemanfaatan sumber daya dan/atau teknologi tinggi dengan kegiatan penunjang dan/atau turunannya; dan 18.Mencegah dampak negatif pemanfaatan
sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi terhadap fungsi lingkungan hidup, dan keselamatan masyarakat.
5 Pelestarian dan
peningkatan sosial dan budaya bangsa
19.Meningkatkan kecintaan masyarakat akan nilai budaya yang mencerminkan jati diri bangsa yang berbudi luhur;
20.Mengembangkan penerapan nilai budaya bangsa dalam kehidupan masyarakat; dan 21.Melestarikan situs warisan budaya bangsa. 6 Pelestarian dan
peningkatan nilai kawasan lindung yang ditetapkan sebagai warisan dunia, cagar biosfer, dan ramsar
22.Melestarikan keaslian fisik serta mempertahankan keseimbangan ekosistemnya;
23.Meningkatkan kepariwisataan nasional; 24.Mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi; dan
25.Melestarikan keberlanjutan lingkungan hidup.
26.Memanfaatkan sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan;
27.Membuka akses dan meningkatkan
aksesibilitas antara kawasan tertinggal dan pusat pertumbuhan wilayah;
No Kebijakan Strategi
29.Meningkatkan akses masyarakat ke sumber pembiayaan; dan
30.Meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan kegiatan ekonomi.
Sumber: Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008
Penetapan Kawasan Strategis Nasional dilakukan berdasarkan kepentingan pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi, serta fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. Kriteria-kriteria kawasan strategis nasional dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 2. 2. Kriteria Kawasan Strategis Nasional
No Sudut
Kepentingan Kriteria
1 Pertahanan dan Keamanan
1. Diperuntukkan bagi kepentingan pemeliharaan keamanan dan pertahanan negara berdasarkan geostrategi nasional;
2. Diperuntukkan bagi basis militer, daerah latihan militer, daerah pembuangan amunisi dan
peralatan pertahanan lainnya, gudang amunisi, daerah uji coba sistem persenjataan, dan/atau kawasan industri sistem pertahanan; atau
3. Merupakan wilayah kedaulatan negara termasuk pulau-pulau kecil terluar yang berbatasan
langsung dengan negara tetangga dan/atau laut lepas.
2 Pertumbuhan Ekonomi
4. Memiliki potensi ekonomi cepat tumbuh; 5. Memiliki sektor unggulan yang dapat
menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional; 6. Memiliki potensi ekspor;
No Sudut
Kepentingan Kriteria
8. Memiliki kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi;
9. Berfungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan nasional dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional;
10.Berfungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam rangka mewujudkan
ketahanan energi nasional; atau
11.Ditetapkan untuk mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal.
3 Sosial dan Budaya
12.Merupakan tempat pelestarian dan
pengembangan adat istiadat atau budaya nasional;
13.Merupakan prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya serta jati diri bangsa;
14.Merupakan aset nasional atau internasional yang harus dilindungi dan dilestarikan;
15.Merupakan tempat perlindungan peninggalan budaya nasional;
16.Memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya; atau
17.Memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial skala nasional.
4 Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan/atau Teknologi Tinggi
18.Diperuntukkan bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan lokasi sumber daya alam strategis nasional,
pengembangan antariksa, serta tenaga atom dan nuklir;
19.Memiliki sumber daya alam strategis nasional; 20.Berfungsi sebagai pusat pengendalian dan
pengembangan antariksa;
21.Berfungsi sebagai pusat pengendalian tenaga atom dan nuklir; atau
No Sudut
Kepentingan Kriteria
5 Fungsi dan Daya Dukung
Lingkungan Hidup
23.Merupakan tempat perlindungan keanekaragaman hayati;
24.Merupakan aset nasional berupa kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem, flora dan/atau fauna yang hampir punah atau
diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan/atau dilestarikan;
25.Memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang
menimbulkan kerugian negara; 26.Memberikan perlindungan terhadap
keseimbangan iklim makro;
27.Menuntut prioritas tinggi peningkatan kualitas lingkungan hidup;
28.Rawan bencana alam nasional; atau
29.Sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai dampak luas terhadap
kelangsungan kehidupan.
Sumber: Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 kriteria nilai strategis untuk kawasan strategis nasional, kawasan strategis provinsi, kawasan strategis kabupaten/kota ditentukan berdasarkan aspek eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi dalam penanganan kawasan. Kawasan strategis nasional dapat ditetapkan sebagai kawasan strategis provinsi dan/atau kawasan strategis kabupaten/kota.
Proses penyusunan rencana tata ruang merupakan salah satu prosedur dalam penyusunan rencana tata ruang, dimana prosedur penyusunan rencanan tata ruang itu sendiri menjadi kegiatan pelaksanaan perencanaan tata ruang. Prosedur penyusunan rencana tata ruang kawasan strategis nasional, meliputi:
2. Pelibatan peran masyarakat pada tingkat nasional dalampenyusunan rencana tata ruang kawasan strategisnasional; dan
3. Pembahasan rancangan rencana tata ruang kawasan strategis nasional oleh pemangku kepentingan di tingkat nasional
Dalam perumusan rencana dalam rencana tata ruang kawasan strategis nasional harus mengacu kepada RTRWN dan pedoman dan petunjuk pelaksanaan bidang penataan ruang, serta memperhatikan rencana tata ruang pulau/kepulauan; rencana tata ruang wilayah provinsi dan/atau rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota yang menjadi bagian dari kawasan strategis nasional atau dimana kawasan strategis nasional terletak; rencana pembangunan jangka panjang nasional; dan rencana pembangunan jangka menengah nasional.
Dalam penyusunan program pengembangan kawasan strategis nasional dilakukan perumusan dan sinkronisasi program/kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat. Sumber pembiayaan program pemanfaatan ruang kawasan strategis nasional berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, pembiayaan masyarakat, dan/atau sumber lainnya yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tipologi Kawasan Strategis Nasional
1. Sudut kepentingan berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 26 tahun 2008 tentang RTRWN
2. Kriteria nilai strategis/ penetapan sudut kepentingan kawasan strategis nasional untuk masing-masing sudut kepentingan selanjutnya dikembangkan oleh tim penyusun; dan
3. Isu strategis nasional
Isu strategis ini merupakan hal-hal yang menjadi perhatian nasional yang diwujudkan dalam bentuk penataan ruang kawasan strategis nasional dalam rangka melindungi kepentingan nasional di dalamnya. Adapun isu strategis nasional tersebut tercantum dalam berbagai dokumen perencanaan nasional dan sudah dirangkum dalam Pedoman Penyusunan RTR KSN.
Berdasarkan ketiga hal di atas maka tipologi kawasan strategis nasional dibagi menjadi:
1. Tipologi Kawasan Perbatasan Negara. 2. Tipologi Kawasan Perkotaan/Metropolitan.
3. Tipologi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET). 4. Tipologi Kawasan Ekonomi dengan Perlakuan Khusus (Non KAPET). 5. Tipologi Kawasan Warisan Budaya – Adat Tertentu.
6. Tipologi Kawasan Teknologi Tinggi.
7. Tipologi Kawasan Sumber Daya Alam (Darat). 8. Tipologi Hutan Lindung-Taman Nasional. 9. Tipologi Kawasan Rawan Bencana.
Fokus Penanganan Setiap Tipologi Kawasan Strategis Nasional
Berdasarkan pada sudut kepentingan dan tujuan pengaturan tiap-tiap tipologi KSN, dapat dimunculkan pula fokus-fokus yang menjadi poin utama dalam penanganan Kawasan Strategi Nasional tersebut. Fokus penanganan ini, selain berguna untuk mengarahkan kebijakan yang akan disususn (ketika akan menyususn RTR KSN) , dapat pula digunakan sebagai acuan dalam proses sinkronisasi dan penjabaran muatan RTR KSN ini ke dalam RTRW Provinsi/Kabupaten/ Kota.
Fokus penanganan dari masing-masing tipologi KSN dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan muatan-muatan utama atau muatan esensial yang terkandung di dalam RTR KSN terkait. Muatan esensial tersebut kemudian menjadi poin utama yang akan disinkronkan dengan substansi RTRW Provinsi/Kabupaten/Kota.
Tabel 2. 3. Fokus Penanganan Kawasan Strategis Nasional
No RTR KSN
Tipologi KSN Fokus Penanganan
1 Kawasan Perbatasan Negara dan Wilayah Pertahanan
1. Pertahanan dan keamanan 2. Kesejahteraan
3. Kelestarian lingkungan 2 Kawasan Perkotaan
(Metropolitan)
4. Sistem permukiman 5. Kegiatan perekonomian
3 KAPET 6. Sektor unggulan selektif berbasis masyarakat
7. Pertumbuhan ekonomi 4 Kawasan Ekonomi
dengan Perlakuan Khusus (Non KAPET)
8. Kawasan perekonomian 9. Insentif fiskal/nonfiskal 10.Sistem jaringan prasarana 5 Kawasan Warisan
Budaya/Adat Tertentu
11.Pelestarian budaya 6 Kawasan Teknologi Tinggi 12.Teknologi tinggi
7 Kawasan SDA di Darat 13.Keseimbangan ekosistem
14.Melindungi/memanfaatkan SDA secara aman
No RTR KSN
Tipologi KSN Fokus Penanganan
Taman Nasional taman nasional
9 Kawasan Rawan Bencana
16.Pemanfaatan ruang berbasis mitigasi dan adaptasi bencana
10 Kawasan Kritis Lingkungan dan Kawasan Ekosistem Berbasis Daratan/Lautan
17.Pemanfaatan unsur alam secara timbal balik
Sumber: Permen PU Nomor 15 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan RTR KSN
Kawasan Strategis Nasional di Provinsi Nusa Tenggara Barat
Berdasarkan Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2010 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2009 – 2029, Kawasan Strategis Nasional yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat melputi:
1. Kawasan Strategis Nasional dari Sudut Kepentingan Pertahanan dan Keamanan adalah Kawasan Perbatasan Negara termasuk sembilan belas pulau kecil terluar yang berhadapan dengan laut lepas. Pulau kecil terluar yang berhadapan dengan laut lepas di Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Pulau Sepatang yang berada di Kabupaten Lombok Barat.
2. Kawasan Strategis Nasional dari Sudut Kepentingan Ekonomi yaitu Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Bima yang berada di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.
Aplikasi WEBGIS
Geographic Information System (GIS) merupakan sistem yang dirancang untuk bekerja dengan data yang tereferensi secara spasial atau koordinat-koordinat geografi. GIS memiliki kemampuan untuk melakukan pengolahan data dan melakukan operasi-operasi tertentu dengan menampilkan dan menganalisa data. Applikasi GIS saat ini tumbuh tidak hanya secara jumlah applikasi namun juga bertambah dari jenis keragaman applikasinya. Pengembangan applikasi GIS kedepannya mengarah kepada applikasi berbasis Web yang dikenal dengan Web GIS. Hal ini disebabkan karena pengembangan applikasi di lingkungan jaringan telah menunjukan potensi yang besar dalam kaitannya dengan geo informasi. Sebagai contoh adalah adanya peta online sebuah kota dimana pengguna dapat dengan mudah mencari lokasi yang diinginkan secara online melalui jaringan intranet/internet tanpa mengenal batas geografi penggunanya.
Secara umum Sistem Informasi Geografis dikembangkan berdasarkan pada prinsip input/masukan data, managemen, analisis dan representasi data. Di lingkungan web prinsip prinsip tersebut di gambarkan dan di implementasikan seperti pada tabel berikut:
Tabel 2. 4. Prinsip Pengembangan WEB GIS
GIS Prinsip Pengembangan Web
Data Input Client
Manajemen Data DBMS dengan komponen spasial
Analisys Data GIS Library di Server
Arsitektur
Untuk dapat melakukan komunikasi dengan komponen yang berbeda-beda di lingkungan web maka dibutuhkan sebuah web server. Karena standart dari geo data berbeda beda dan sangat spesifik maka pengembangan arsitektur system mengikuti arsitektur ‘Client Server’.
Gambar 2. 2. Arsitektur WEB GIS
Sumber : Arsitektur WEB GIS, Wasil, 2014
server side GIS Komponen. Server side GIS Komponen bertanggung jawab terhadap koneksi kepada database spasial seperti menterjemahkan query kedalam SQL dan membuat representasi yang diteruskan ke server. Dalam kenyataannya Side Server GIS Komponen berupa software libraries yang menawarkan layanan khusus untuk analisis spasial pada data. Selain komponen hal lain yang juga sangat penting adalah aspek fungsional yang terletak di sisi client atau di server. Gambar berikut dua pendekatan yang menunjukan kemungkinan distribusi fungsional pada system client/server berdasarkan konsep pipeline visualization.
Gambar 2. 3. Pendekatan Sistem Client/Server
Sumber : Konsep Dasar WEB GIS, Denny Charter, 2014
Manajemen Data
Untuk melakukan menajeman data geografis paling tidak dibutuhkan sebuah DBMS (Databese Management System). Pemodelan berorientasi objek menjadi sangat dibutuhkan karena pemodelan basisdata relational tidak mampu melakukan penyimpanan data spasial. Pada analisis spasial system manajemen database memberikan beberapa keragaman. Ada beberapa
keragaman applikasi yang dapat digunakan sebagai database seperti Oracle Spatial, PostgreSQL, Informix, DB2, Ingres dan yang paling popular saat ini adalah MySQL. Untuk mendapatkan pengembangan fungsional analisis pada level database beberapa DBMS telah mendukung procedural bahasa pemrograman. Oracle DBMS menawarkan dua kemungkinan untuk menghasilkan individual operation dilevel database. Yang pertama adalah PL/SQL sebuah procedural bahasa pemrograman. Yang kedua adalah Java Virtual Machine (JVM) untuk proses Java classes di level database.
Mendesain GUI
Untuk berinteraksi, berkomunikasi dan mendapatkan informasi perlu dirancang sebuah Graphical User Interface (GUI). GUI berinteraksi langsung dengan user. Karena informasi geografis biasanya sangat kompleks maka akan ditemui banyak kesulitan dalam pengarsipannya. Menciptakan aspek Dunia Virtual menjadi hal penting dalam mendesain GUI. Karakteristik untuk menciptakan dunia virtual adalah Level of Detail (LOD).
menghasilkan banyak textinformasi. Dalam PHP, salah satunya menjadi pengendali dari banyak informasi tersebut.
Permintaan dikirimkan oleh VRML MIME (‘model/vrml’) dan kemudian menuliskan VRMLnodenya. Server mengkomunikasikan semua kode PHP saat mengirimkan respon. Jadi pada linedimana kode JSP ditampilkan server mengirimkan kembali blank line kepada browser. Sangatperlu untuk memasukan header PHP dan VRML dan content type nya harus berubah sebelumVRML header ditentukan, hasil akhirnya bisa menjadi seperti dibawah ini :
<?php
Header (“Tipe-kontent : model/vrml”);
Echo “#VRML V2.0 utf8\n”; ?>
Detail Proses
Objek Geo Spasial terdiri dari informasi data spasial dan data non spasial. Informasi Spasialdapat divisualisasikan dengan mengkonversinya VRML dan data non Spasial ditampilkansecara dinamis di halaman HTML. Gambar berikut menunjukkan proses request data standart.
Gambar 2. 4. Request and Response Process
Sumber : Konsep Dasar WEB GIS, Denny Charter, 2014
Database mengirimkan request data ke PHP, hasil respon dari request berupa format datadikirimkan kembali melalui browser. Disaat client melakukan request koneksi dilakukan keDBMS, kemudian informasi spasial yang dipilih dari DBMS di convert kedalam bentuk VRML. Browser Plug In di sisi client menampilkan keluaran VRML sebagai keluaran menjadi peta.
VRML juga menyediakan script yang memungkinkan sebuah proses disaat user mengklikobjek. Melalui VRML ini request dikirimkan ke applikasi di server. Server menerima danmenterjemahkan menjadi informasi dan mengirimkanya ke HTML untuk di tampilkan ke Browser.
Gambar 2. 5. Arsitektur Publikasi WEB
Bab 3 Metodologi
Pada bagian ini akan diuraikan beberapa metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan akhir pekerjaan Penyusunan Penyiapan Pengembangan Database Pengelolaan KSN, antara lain:
Metode Identifikasi dan
Assesment
Tahap awal dalam pekerjaan ini adalah tahap identifikasi dan assessment. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan pekerjaan, sehingga lebih kepada penajaman kembali rencana kerja dan metodologi yang digunakan, penyamaan persepsi antara pihak konsultan dengan pihak pengguna jasa, serta persiapan administrasi dan mobilisasi personil. Sehingga pada bagian ini kegiatan yang dilakukan adalah pembahasan awal, analisa awal serta brainstorming. Target yang ingin dicapai pada tahapan identifikasi dan assessment adalah:
Metodologi pelaksanaan kegiatan yang telah disempurnakan;
Rencana kerja secara rinci;
Jadwal pelaksanaan kegiatan, mobilisasi tenaga ahli, survey, dan rapat koordinasi;
Gambaran awal sistem informasi yang akan dikembangkan, baik hardware, software maupun brainware;
Perangkat survey dan kebutuhan data.
Berkaitan dengan target-target tersebut, maka kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan persiapan administrasi adalah sebagai berikut:
Persiapan dokumen pendudkung Korespondensi
Mobilisasi tenaga ahli dan peralatan
Sedangkan kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan persiapan pelaksanaan adalah sebagai berikut:
Penyusunan daftar kebutuhan data.
Kompilasi data-data sekunder atau desk study, dilakukan untuk mempertajam pemahaman tentang penyelenggaraan penataan ruang.
Analisis kebutuhan pengembangan konten yang belum terdapat di dalam web yang sudah ada.
Analisis kebutuhan pengembangan jaringan eksisting, terutama jaringan perangkat keras.
Analisis kebutuhan pengembangan layout dan user interface website.
Analisis kebutuhan peningkatan kualitas SDM melalui mekanisme pelatihan sistem informasi.
Koordinasi dan korespondensi, dapat berupa diskusi penyepakatan materi yang merupakan koordinasi intern dengan pemberi kerja untuk memperoleh kesepatan mengenai metoda, materi, dan rencana kerja yang akan dilaksanakan.
Berkaitan dengan hal-hal di atas maka metode yang digunakan pada tahap persiapan adalah sebagai berikut:
o Desk Study. Metode desk study tidak dapat dilepaskan dengan studi literatur. Metode ini sepenuhnya dilakukan di studio atau di belakang meja kerja. Dalam metode ini anggota tim pelaksanaan kegiatan yang terlibat berkumpul untuk membahas mengenai rumusan data dan informasi yang akan dikembangkan ke dalam sistem informasi penataan ruang. Metode desk study ini intinya adalah pembahasan yang lebih mendalam.
Untuk melengkapi metode desk study dilakukan pula metode studi literatur yang merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian. Studi Literatur merupakan teknik pengumpulan data secara tidak langsung melalui pengkajian terhadap dokumen-dokumen yang ada.
- Literatur terkait bidang penyelenggaraan penataan ruang (terutama berkaitan dengan data-data spasial yang dibutuhkan);
- Berbagai kebijakan terkait seperti, UU 26/2007, PP 15/2010, Pemen PU No 17/PRT/M/2008 dan berbagai produk kebijakan/program terkait lainnya;
- Literatur terkait studi pengembangan sistem dan metode analisa dan
pembangunan aplikasi sistem basisdata (seperti eksplorasi aspek-aspek pengembangan Web GIS terutama berkaitan dengan perencanaan dan pemanfaatan serta informasi yang menunjang);
- Literatur terkait daftar sumber-sumber potensial untuk memperoleh data peta, baik dalam lingkup pemerintahan pusat, provinsi, maupun daerah.
o Diskusi dan Koordinasi. Metode diskusi merupakan salah satu teknik yang digunakan peneliti untuk menggali data dan informasi terkait substansi pekerjaan. Data yang dihasilkan akurat dan mempunyai validitas tinggi, artinya, informasi yang diberikan peserta diskusi bisa dipercaya, sebab semua informasi tersebut merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta diskusi kelompok, setelah mempertimbangkan berbagai perbedaan yang ada meninjaunya secara mendalam dalam diskusi. Apabila ada keraguan mengenai informasi yang diberikan oleh salah satu peserta, maka peserta lain akan memberikan koreksi, sehingga terjadi tukar pikiran di masing-masing anggota diskusi. Dengan demikian informasi terakhir yang ada, telah melalui proses validasi oleh seluruh anggota diskusi.
Metode Pengolahan Data Spasial
Metode pengolahan data spasial sebagai informasi dasar pembentuk Web GIS adalah terkait dengan langkah-langkah pengerjaan berikut ini:
o Editing & Checkplot
Pengerjaan editing dilakukan sebagai upaya pembetulan penampakan dan polygon peta digital serta substansi atau muatan dari masing-masing sektor tata ruang, toponomi, serta kepantasan penulisan dalam perpetaan.
Checkplot merupakan upaya koreksi terhadap hasil-hasil konversi digital dan editing peta sebelumnya.
o Standarisasi
Dalam pengerjaan standarisasi, resolusi kedalaman peta perlu ditetapkan sesuai dengan kebutuhan pemetaan GIS, khususnya mengacu pada kedalaman skala peta yang telah menjadi standar RTRW. Standarisasi ini perlu dilakukan agar peta yang dibuat selanjutnya dapat menjadi referensi untuk pengolahan peta lainnya. o Konversi Data
Pengerjaan konversi data grafik ke ASCII dilakukan agar peta digital dapat digunakan, dengan memanfaatkan software mapping/pengolahan peta yang compatible.
Keluaran yang diharapkan dari proses pengerjaan pengolahan data spasial tersebut adalah teridentifikasinya data spasial yang sesuai dengan substansi dan muatan yang dibutuhkan dalam DATABASE PENGELOLAAN KSN KAPET dan sudah sesuai standar sistem informasi yang berlaku dan pengolahannya memanfaatkan software yang sesuai dan compatible.
Metode Pembangunan Sistem
Metode Pembangunan sistem yang akan dilakukan adalah menggunakan model prototyping dimana dibuat prototype sistem yang akan dibangun untuk dilakukan
dengan model prototyping adalah dengan metode Iterasi sampai dengan terbentuknya prototype akhir sistem. Skema pembangunan sistem dengan menggunakan model prototyping dapat dilihat dari gambar berikut ini.
Gambar 3. 1. Iterasi Dalam Pengembangan Sistem Web KSN
Sumber : www.google.com, 2014
Metode Pengujian Sistem
Untuk membuat sistem yang terprogram dengan baik, perlu dilakukan pengujian terhadap sistem tersebut. Metode pengujian sistem dilakukan melalui beberapa pendekatan antara lain:
o Uji dengan sistem yang menjadi acuan, dikenal sebagai uji benchmarking
Uji terhadap acuan sistem dilakukan dengan mengkomparasi aplikasi sistem yang telah dikembangkan dengan sistem dasar yang menjadi acuan, yaitu:
- Sistem sejenis yang telah ada, untuk mengukur kesesuaian atribut dan relation data sehingga dapat diakses melalui sistem di tingkat Provinsi hingga Nasional, sesuai dengan prasyarat yang telah ditentukan.
o Uji keseluruhan aplikasi sistem (overall-test & pilot project)
Pengujian menyeluruh akan dilakukan segera setelah pemutakhiran data selesai dilakukan. Dalam pengujian secara menyeluruh ini, digunakan dua metode dasar pengujian sistem yaitu:
- Metode pengujian Blackbox
Metode Pengujian Blackbox tidak secara langsung memeriksa sintaks dan struktur logis internal dari suatu perangkat lunak (seperti pada Pengujian Whitebox), tetapi untuk mengetahui fungsi-fungsi yang diharapkan seperti output dihasilkan secara benar dari input, dan database diakses serta diupdate secara benar dan mengujinya apakah akan menjalankan fungsi-fungsi tersebut secara tepat. Pengujian Blackbox cenderung dilakukan pada tahap-tahap akhir pengujian.
Pengujian dilakukan dengan:
Menguji Aplikasi melalui Menu dalam Tampilan Antar Muka;
Pengujian Fungsi Aplikasi Pendukung, seperti Menu Pencarian, Dialog Query, serta Analisa
- Pilot Project dengan pelaksanaan instalasi dan operasionalisasi yang melibatkan pemberi kerja
Pilot project merupakan bentuk pengujian pengguna dalam skala kecil, dimana staf di Bidang Tata Ruang Dinas PU Prov. Kaltim yang menjadi calon administrator sistem akan dilibatkan langsung dalam prakteknya, dimulai dengan proses instalasi, pemanfaatan menu, serta ujicoba aplikasi termasuk test pemrosesan data (entry, editing, dll.)
o Uji pengguna melalui pelatihan operator di lingkungan instansi pengguna
Pengujian dapat pula dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan pelatihan pengguna yang melibatkan calon-calon operator sistem yang terpilih. Pelaksanaan pelatihan ini akan dievaluasi dan masukan-masukan dari peserta pelatihan akan menjadi input utama dalam upaya penyesuaian dan penyempurnaan sistem, sehingga diharapkan dapat menghasilkan sistem yang user-friendly, disesuaikan dengan kebutuhan maupun kapasitas pengguna.
Keluaran dari tahap kegiatan ini adalah terujinya sistem informasi untuk PENYUSUNAN DATABASE PENGELOLAAN KSN KAPET yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan user-friendly.
Metode Pemutakhiran Database, Pengembangan dan Pemeliharaan
Pada tahap ini, uraian metode pelaksanaan pekerjaan terbagi ke dalam 3 bagian yaitu kegiatan pemutakhiran website dan konten, kegiatan pengembangan SDM, serta kegiatan tata kelola Teknologi Informasi (TI).
Target yang ingin dicapai pada tahapan pemutakhiran database, pengembangan dan pemeliharaan ini adalah:
1. Terbangunnya perangkat lunak terkait website dan konten yang lebih baik dibandingkan sistem yang telah ada sebelumnya
2. Meningkatnya kualitas SDM DATABASE PENGELOLAAN KSN KAPET melalui penyelenggaraan pelatihan sistem informasi.
Berkaitan dengan target-target tersebut, maka kegiatan yang dilakukan terkait proses survey dan analisis adalah sebagai berikut:
Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah sebagai berikut:
Perbaikan struktur dan konten website
- Melakukan kompilasi data penyelenggaraan penataan ruang KSN di Indonesia
- Perbaikan struktur halaman website - Pemasukan (entry) data
- Penyusunan SOP dan Buku Manual
Perbaikan layout dan template (user interface) website, yang merupakan kegiatan dalam mempercantik tampilan website dengan menggunakan tampilan berbasis animasi.
Mekanisme Search Engine Optimization, merupakan kegiatan agar website Database Pengelolaan KSN KAPET terindeks pada halaman pertama mesin
pencari.
Pengembangan dan implementasi forum diskusi, merupakan kegiatan menambahkan sarana forum diskusi pada salah satu link di dalam website Database Pengelolaan KSN KAPET.
Peningkatan keamanan website
Kemudian metode yang digunakan pada tahap pemutakhiran database, pengembangan dan pemeliharaan adalah sebagai berikut:
o Survey data sekunder, untuk melengkapi hasil desk study yang telah dilakukan
Survei kepustakaan merupakan survei yang dilakukan terhadap data dan informasi yang telah tersedia. Melalui survei kepustakaan ini akan digali teori-teori yang telah berkembang yang berkaitan dengan penyelenggaraan penataan ruang. Data serta informasi yang diperlukan dikumpulkan melalui buku teks, laporan-laporan studi, makalah, jurnal dan buletin, dll.
o Sosialisasi dan diskusi dengan stakeholders terkait untuk mendapatkan
masukan. Metode sosialisasi sekalugis diskusi merupakan salah satu teknik yang digunakan peneliti untuk menggali data dan informasi mengenai pembangunan sistem informasi website DATABASE PENGELOLAAN KSN KAPET. Data yang dihasilkan akurat dan mempunyai validitas tinggi, artinya, informasi yang diberikan peserta diskusi bisa dipercaya, sebab semua informasi tersebut merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta diskusi kelompok, setelah mempertimbangkan berbagai perbedaan yang ada meninjaunya secara mendalam dalam diskusi. Apabila ada keraguan mengenai informasi yang diberikan oleh salah satu peserta, maka peserta lain akan memberikan koreksi, sehingga terjadi tukar pikiran di masing-masing anggota diskusi. Dengan demikian informasi terakhir yang ada, telah melalui proses validasi oleh seluruh anggota diskusi.
Metode diskusi dan sosialisasi ini akan dilakukan untuk menentukan dan menyepakati konsep website dan konten di dalamnya.
o Metode perancangan sistem informasi. Metodologi pengembangan sistem
Urutan-urutan prosedur untuk pemecahan masalah ini dikenal dengan istilah algoritma (algorithm).
Perancangan sistem informasi pada tahapan ini dilakukan dengan memroses penggunaan berbagai teknik dan prinsip untuk tujuan mendefinisikan proses atau sistem secara detail. Tujuan utama desainer adalah menghasilkan model atau representasi sebuah entitas yang akan dibangun.
o Metode Pengujian. Pengujian software adalah proses untuk memastikan apakah
semua fungsi sistem bekerja dengan baik, dan mencari apakah masih ada kesalahan pada sistem. Pengujian atau testing software sangat penting untuk dilakukan. Pengujian ini bertujuan untuk memnjamin kualitas software, dan juga menjadi peninjauan terakhir terhadap spesifikasi, disain dan pengkodean.
Pada dasarnya proses tahap ini tidak jauh berbeda dengan proses sebelumnya di pengolahan data spasial, pembangunan sistem, dan pengujian sistem, namun pada tahap ini lebih difokuskan pada upaya pemutakhiran data serta pemeliharaan sistem informasi tersebut. Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah:
1. Peningkatan layanan website melalui forum diskusi 2. Informasi tata ruang yang lengkap dan mutakhir
3. Kemudahan akses website (informative dan user friendly) 4. Optimasi mesin pencari (web terindex dengan baik) 5. Pemutakhiran konten website
6. Pemutakhiran template website
2) Kegiatan Pengembangan SDM Database Pengelolaan KSN KAPET
1. Pelatihan operasionalisasi database 2. Pelatihan operasionalisasi sistem informasi
Metode yang digunakan adalah metode pelatihan, sesuai dengan standard, silabus dan kurikulum yang berlaku dan disepakati. Keluaran dari pekerjaan ini adalah peningkatan kinerja dan keahlian SDM melalui pelatihan dan sertifikasi yang dimaksud.
3) Kegiatan Tata Kelola TI
Kegiatan tata kelola teknologi informasi yang dilakukan adalah dengan menyusun arsitektur teknologi dan rencana pengembangannya (topologi jaringan dan desain infrastruktur server).
Metode yang digunakan serupa dengan tahap pemutakhiran dan pemeliharaan yaitu:
o Metode perancangan sistem informasi. o Sosialisasi dan diskusi.
Metode-metode tersebut di atas akan dilakukan untuk menentukan dan menyepakati kegiatan tata kelola TI.
Keluaran yang akan dihasilkan dari kegiatan ini adalah arsitektur teknologi dan pengembangannya (topologi jaringan dan infrastruktur server yang lebih mantap, akurat, efisien dan efektif).
Metode Alih Pengetahuan, Serah Terima dan Evaluasi
pengetahuan/peningkatan kapasitas calon operator ini melalui pelaksanaan pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan metode learning by doing (belajar praktis). Metode ini menerapkan pendekatan pilot project ke dalam tahapan pembangunan dan pertukaran basisdata.
Pada prinsipnya metode ini digunakan sebagai sarana penyempurnaan sistem dengan melakukan evaluasi secara iteratif pada pelaksanaannya, sehingga dapat dihasilkan pola dan sistem baku yang operasional dan melembaga – sesuai kondisi nyata -, sebagai acuan kegiatan replikasi untuk volume data yang lebih besar dan instansi yang lebih luas. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah metode ini merupakan saran peningkatan kapasitas instansi melalui pengembangan kemampuan operasionalisasi teknis dan penerapan sistem dari perangkat kelembagaan sistem. Selain itu juga sebagai sarana memantau dan memberikan dorongan untuk pengkondisian bagi pengelola sistem dalam menerapkan sistem secara konsisten, sebagai sarana untuk menyiapkan pedoman dan mekanisme pemeliharaan data, serta sebagai sarana sosialisasi sistem terutama di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Tahapan
Pekerjaan Persiapan Analisis & Perancangan Pembangunan Sistem
Pengujian & Pemutakhiran Mobilisasi Tenaga
Ahli B. Lingkup Keg. Pemutakhiran Data
B.3
C. Lingkup Keg. Pembangunan Sistem
C.1
Evaluasi Sistem Informasi Penatan Ruang KSN KAPET
Operasionalisasi Sistem Informasi
Kondisi eksisting sistem
informasi website pengelolaan KSN KAPET
Kebutuhan pemutakhiran
sistem informasi website
Pemutakhiran basisdata & Profil KSN KAPET Pemutakhiran konten
website
Pemutakhiran peta tematik & aplikasi web GIS Website yang informatif &
user-friendly
Website terindex dengan baik Web & database beroperasi dengan
baik
Peningkatan kinerja & keahlian SDM
Sistem informasi untuk Database Pengelolaan KSN KAPET
Publik 2 Publik 3Konsul
Gambar 3. 2. Metodologi Pekerjaan
Database RTR Pulau
Pola Ruang KSN Zona Lindung
Zona Budidaya
Pola Ruang KSN Zona Lindung
Zona Budidaya
Gambar 3. 3. Rancangan Pengembangan Web Site Map KSN Berbasis WEB GIS
Bab 4 Rencana Kerja
Berdasarkan dengan lingkup kegiatan yang dihadapi dan indikasi kebutuhan penanganan tersebut, pada dasarnya untuk penyelesaian kegiatan Peyiapan Pengembangan Database Pengelolaan KSN KAPET dapat dilakukan dalam 3 kegiatan utama yatu: 1) Persiapan; 2) Pemutakhiran Data; dan 3) Pembangunan Sistem. Dalam rangka untuk mencapai 3 lingkup kegiatan utama tersebut, maka dilakukan 5 tahapan kegiatan turunan yaitu:
1. Tahap Persiapan
2. Tahap Analisis dan Kajian 3. Tahap Pembangunan Sistem
4. Tahap Implementasi, Pengujian Sistem dan Pemutakhiran Data 5. Tahap Penyempurnaan
Secara diagramatis bentuk rencana kerja dari kegiatan ini dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tahap Persiapan
Tahapan persiapan merupakan tahap awal dari pekerjaan dengan penekanan pada persiapan administrasi dan persiapan pelaksanaan (masuk dalam salah satu lingkup kegiatan utama yaitu Lingkup Kegiatan Persiapan). Uraian kegiatan pada tahap ini antara lain:
A.1. Persiapan Administrasi
Persiapan administrasi yang dilakukan meliputi persiapan dokumen pendukung; inventaris data dan surat menyurat; mobilisasi Tenaga Ahli; dan penyusunan rencana kerja.
Persiapan pelaksanaan yang dilakukan meliputi pengumpulan data sekunder awal; koordinasi dan konsolidasi rencana kerja dan jadwal; penyusunan daftar kebutuhan data; dan penyusunan perangkat survey.
Durasi kegiatan persiapan administrasi dan persiapan pelaksanaan ini adalah dalam kurun waktu sekitar 1 (satu) bulan.
Keluaran yang diharapkan adalah: 1. Metodologi pelaksanaan 2. Jadwal pelaksanaan 3. Kebutuhan data 4. Koordinasi pekerjaan
Di akhir tahap persiapan ini akan dihasilkan Laporan Pendahuluan.
Tahap Analisis dan Perancangan
Setelah tahap persiapan selesai dilaksanakan, maka masuk pada tahap analisis dan perancangan. Uraian kegiatan pada tahap ini antara lain:
B.1. Survey Lapangan (masuk dalam salah satu lingkup kegiatan utama yaitu Lingkup Kegiatan Pemutakhiran Data). Kegiatan survey lapangan ditujukan untuk mengumpulkan data-data dan informasi terkait pemutakhiran database KSN KAPET dan RTR KSN KAPET sehingga diperoleh karakteristik data apa saja yang akan disajikan pada website (penekanan fokus database adalah pada pengembangan infrastruktur KSN KAPET Provinsi Nusa Tenggara Barat).
C.1. Evaluasi Sistem Informasi Penataan Ruang KSN KAPET (masuk dalam salah satu lingkup kegiatan utama yaitu Lingkup Kegiatan Pembangunan Sistem)
C.2. Identifikasi dan Analisis Kebutuhan Pengembangan Sistem (Lingkup Kegiatan Pembangunan Sistem)
Durasi kegiatan pada tahap analisis dan perancangan ini adalah dalam kurun waktu sekitar 1 (satu) bulan.
Keluaran yang diharapkan adalah:
1. Kondisi eksisting sistem informasi website pengelolaan KSN KAPET
2. Kebutuhan pemutakhiran sistem informasi website pengelolaan KSN KAPET
Tahap Pembangunan Sistem
Setelah mengetahui kondisi eksisting sistem informasi website pengelolaan KSN KAPET dan mengidentifikasi kebutuhan data dan pemutakhiran sistem informasi yang diperlukan, maka tahap selanjutnya adalah tahap pembangunan sistem. Tujuan dari tahap ini adalah untuk membangun fitur dan aplikasi serta sistem database dari web KSN dan membangun sistem Web GIS yang dilakukan berdaarkan hasil-hasil dari kegiatan pada tahap analisis dan perancangan. Uraian kegiatan dari tahap pembangunan sistem antara lain:
B.2. Kompilasi, Tabulasi dan Pengolahan Data (masuk dalam salah satu lingkup kegiatan utama yaitu Lingkup Kegiatan Pemutakhiran Data)
C.4. Pembangunan Sistem dan Basisdata (Lingkup Kegiatan Pembangunan Sistem)
C.4.1. Integrasi dan Pengujian Sistem (Lingkup Kegiatan Pembangunan Sistem)
C.4.2. Perumusan dan Penyusunan Buku Manual Pemanfaatan Sistem (Lingkup Kegiatan Pembangunan Sistem)
Durasi kegiatan pada tahap pembangunan sistem ini adalah dalam kurun waktu 1 (satu) bulan.
Keluaran yang diharapkan adalah Identifikasi dan analisis kebutuhan pemutakhiran sistem informasi, yang dirangkai dalam bentuk Prototype Sistem Database KSN.
Tahap Implementasi, Pengujian dan Pemutakhiran Data
Tahap implementasi, pengujian dan pemutakhiran data merupakan lanjutan kegiatan dari tahap pembangunan sistem. Tujuan utama dari tahap ini adalah melakukan implementasi dan integrasi, pengujian dan evaluasi dari sistem yang telah dibangun. Uraian kegiatan dari tahap implementasi, pengujian dan pemutakhiran ini antara lain:
B.3. Migrasi dan Pemutakhiran Data/Konten (masuk dalam salah satu lingkup kegiatan utama yaitu Lingkup Kegiatan Pemutakhiran Data)
C.5. Analisis Kinerja dan Penyempurnaan Sistem (Lingkup Kegiatan Pembangunan Sistem)
Pada tahap ini dilaksanakan beberapa kegiatan diskusi dengan para stakeholders terkait dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) untuk mendapatkan kesepakatan bentuk sistem informasi serta konten data ter-update dan tampilan yang diharapkan. Durasi kegiatan pada tahapn implementasi, pengujian dan pemutakhiran data ini adalah dalam kurun waktu 2 (dua) bulan.
Keluaran yang diharapkan adalah:
1. Pemutakhiran basisdata dan profil KSN KAPET 2. Pemutakhiran konten website
3. Pemutakhiran peta tematik dan aplikasi Web GIS 4. Website yang informatif dan user-friendly
Tahap Penyempurnaan
Tahap penyempurnaan merupakan tahap akhir dari rangkaian kegiatan dalam Penyusunan Pengembangan Database Pengelolaan KSN KAPET. Uraian kegiatan dari tahap penyempurnaan ini yaitu:
C.7. Evaluasi dan Penyempurnaan Akhir Sistem (Lingkup Pembangunan Sistem). Durasi kegiatan pada tahap penyempurnaan ini adalah dalam kurun waktu 1 (satu) bulan.
Keluaran yang diharapkan antara lain: 1. Website terindex dengan baik
2. Web dan database beroperasi dengan baik 3. Peningkatan kinerja dan keahlian SDM
4. Sistem informasi untuk database pengelolaan KSN KAPET Di akhir tahap penyempurnaan ini akan dihasilkan Laporan Akhir.
Struktur Organisasi Pekerjaan
Struktur organisasi pekerjaan, bersifat hirarkis pada sisi kontraktual. Namun pada sisi kelompok ahli sangat terbuka kepada berbagai pemangku kepentingan di Provinsi NTB. Hal ini menjadi sangat penting untuk menjaga alur professional pekerjaan antara pemberi pekerjaan dengan manajemen, serta upaya para ahli dengan pemangku kepentingan di lokasi untuk mendapatkan masukan aspirasi dalam menyusun aplikasi database KSN berbasis WEB GIS.
Kelompok pemerintah, terdiri atas Pemerintah Provinsi NTB, melalui Sekretariat Daerah (SEKDA), pejabat pembuat komitmen (PPK), Tim Evaluasi/Teknis dan Pemangku Kepentingan non pemerintah seperti sektor pariwisata, perguruan tinggi, investor dan lainnya.
Kelompok penyedia jasa terdiri atas manajemen konsultan yakni PT. Komla Consulting Engineers yang mewakili yaitu Direktur Utama, Ketua Tim Ahli, dan Para Ahli yang terdiri atas ;
1. Asisten Ketua Tim, sebagai ahli Planologi, 2. Ahli Informatika,
4. Ahli Ekonomi, dan 5. Ahli GIS.
Berikut gambar dibawah ini adalah struktur organisasi pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam masa 6 (enam) bulan.
Gambar 4. 1. Struktur Organisasi Pekerjaan
Minggu I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
1 Persiapan
A Lingkup Kegiatan Persiapan A.1 Persiapan Administrasi
* Persiapan dokumen pendukung * Inventaris data & surat menyurat * Mobilisasi Tenaga Ahli * Penyusunan Rencana Kerja A.2 Persiapan Pelaksanaan
* Pengumpulan data sekunder awal
* Koordinasi & konsolidasi rencana kerja & jadwal
* Penyusunan daftar kebutuhan data * Penyusunan perangkat survey 2 Analisis & Perancangan
B Lingkup Kegiatan Pemutakhiran Data B.1 Survey Lapangan
C Lingkup Kegiatan Pembangunan Sistem
C.1 Evaluasi Sistem Informasi Penataan Ruang KSN KAPET
C.2 Identifikasi & Analisis Kebutuhan Pengembangan Sistem
C.3 Perumusan Desain Konseptual Sistem & Basisdata
3 Pembangunan Sistem
B Lingkup Kegiatan Pemutakhiran Data B.2 Kompilasi, tabulasi & pengolahan data
C Lingkup Kegiatan Pembangunan Sistem C.4 Pembangunan Sistem & Basisdata C.4.1 Integrasi & Pengujian Sistem
C.4.2 Perumusan & Penyusunan Buku Manual Pemanfaatan Sistem
Minggu I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
4 Pengujian & Pemutakhiran Data
B Lingkup Kegiatan Pemutakhiran Data B.3 Migrasi & Pemutakhiran Data/Konten C Lingkup Kegiatan Pembangunan Sistem C.5 Analisis Kinerja & Penyempurnaan Sistem 5 Penyempurnaan
C Lingkup Kegiatan Pembangunan Sistem
C.6 Pengembangan SDM
* Operasionalisasi Database * Operasionalisasi Sistem Informasi * Pelatihan SDM
C.7 Evaluasi & Penyempurnaan Akhir Sistem
Durasi (minggu)
Tahap Persiapan Analisis &
Perancangan Pembangunan Sistem
Pengujian &
Pemutakhiran Data Penyempurnaan Penyempurnaan
Bab 5 Inventarisasi Data
Dalam bab ini, dibahas mengenai kebutuhan data yang akan digunakan dalam penyusunan Penyusunan Penyiapan Pengembangan Database Pengelolaan Kawasan Strategis Nasional di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Beberapa data yang telah dimiliki oleh konsultan akan segera di kaji kelengkapan dan detil isinya. Sedangkan data lainnya yang belum tersedia, diperlukan survey instansi dan atau disediakan oleh PPK, dalam hal ini adalah satker.
Tabel 5. 1. Inventarisasi Kebutuhan Data Pekerjaan
No Kelompok/Nama
1 Dokumen Spasial
1.1 RTR KSN KAPET Bima
Belum tersedia Survei Instansi
1.2 RTR KSN Perbatasan Negara
Belum tersedia Survei Instansi
1.3
Belum tersedia Survei Instansi
1.4 Rencana Terpadu Investasi Infrastruktur
Kementerian PU,
Dokumen Pencarian (tersedia/belum)
1.5 RTRW Provinsi Nusa Tenggara Barat
Belum tersedia Survei Instansi
1.6 RTRW Kab Lombok
1.8 RTRW Kabupaten Bima
Kementerian PU, Bappeda
Kabupaten Bima
Tersedia
1.9 RTRW Kabupaten Dompu
Dokumen Pencarian (tersedia/belum)
2 Dokumentasi fotografi
2.1
Foto Dokumentasi (.png/ .jpeg/ .tiff) Sektor Pariwisata
Dinas Kominfo
Provinsi/Kab/Kota Belum tersedia Survey instansi
2. 2
Foto Dokumentasi (.png/ .jpeg/ .tiff) Sektor Infrastruktur Jalan
Jembatan
Dinas Kominfo
Provinsi/Kab/Kota Belum tersedia Survey instansi
2.3
Foto Dokumentasi (.png/ .jpeg/ .tiff) Sektor Infrastruktur Sumber Daya Air
Dinas Kominfo
Provinsi/Kab/Kota Belum tersedia Survey instansi
2.4
Foto Dokumentasi (.png/ .jpeg/ .tiff) Sektor Infrastruktur
Keciptakaryaan
Dinas Kominfo
Provinsi/Kab/Kota Belum tersedia Survey instansi
2.5
Foto Dokumentasi (.png/ .jpeg/ .tiff) Sektor Infrastruktur
Telekomunikasi
Dinas Kominfo
Provinsi/Kab/Kota Belum tersedia Survey instansi
2.6 Foto Dokumentasi (.png/ .jpeg/ .tiff) Sektor
Dinas Kominfo