Studi Harmonik Pada Inverter Tiga Fasa - Universitas Negeri Padang Repository

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)

Figur

Gambar 2.2. Gelombang fundamental dan harmonik ke-3 berbeda fasa 0'

Gambar 2.2.

Gelombang fundamental dan harmonik ke-3 berbeda fasa 0' p.15
Tabel 2.2. Batas distorsi arus menurut standar IEEE 5 19- 1992

Tabel 2.2.

Batas distorsi arus menurut standar IEEE 5 19- 1992 p.17
Tabel 2.1. Batas distorsi tegangan menurut standar IEEE 5 19- 1992

Tabel 2.1.

Batas distorsi tegangan menurut standar IEEE 5 19- 1992 p.17
Gambar 3.1. Blok diagram penelitian

Gambar 3.1.

Blok diagram penelitian p.24
Tabel 4.1. Hasil pengukuran harmonik surnber tegangan

Tabel 4.1.

Hasil pengukuran harmonik surnber tegangan p.25
Gambar 4.3. Gelombang tegangan sumber pada fasa S

Gambar 4.3.

Gelombang tegangan sumber pada fasa S p.26
Gambar 4.2. Gelombang tegangan sumber pada fasa R

Gambar 4.2.

Gelombang tegangan sumber pada fasa R p.26
Tabel 4.2. Hasil pengukuran tegangan harmonik pada keluaran inverter maksimurn

Tabel 4.2.

Hasil pengukuran tegangan harmonik pada keluaran inverter maksimurn p.27
Gambar 4.4. Gelombang tegangan surnber pada fasa T

Gambar 4.4.

Gelombang tegangan surnber pada fasa T p.27
Tabel 4.3. Hasil pengukuran arus harmonik pada keluaran inverter maksimurn kondisi tidak berbeban (230 volt)

Tabel 4.3.

Hasil pengukuran arus harmonik pada keluaran inverter maksimurn kondisi tidak berbeban (230 volt) p.28
Gambar 4.5. Spektrum tegangan harmonik keluaran 230 volt tidak berbeban.

Gambar 4.5.

Spektrum tegangan harmonik keluaran 230 volt tidak berbeban. p.28
Gambar 4.6. Spektrum arus harmonik pada tegangan keluaran maksimum

Gambar 4.6.

Spektrum arus harmonik pada tegangan keluaran maksimum p.29
Gambar 4.7. Gelombang arus harmonik fasa R

Gambar 4.7.

Gelombang arus harmonik fasa R p.29
Gambar 4.9. Gelombang harrnonik arus fasa T

Gambar 4.9.

Gelombang harrnonik arus fasa T p.30
Tabel 4.5. Hasil pengukuran arus harrnonik kondisi berbeban

Tabel 4.5.

Hasil pengukuran arus harrnonik kondisi berbeban p.31
Gambar 4.12. Gelombang arus harmonik fasa R

Gambar 4.12.

Gelombang arus harmonik fasa R p.32
Gambar 4.1 1. Spektrum arus harmonik pada keluaran 220 volt kondisi berbeban

Gambar 4.1

1. Spektrum arus harmonik pada keluaran 220 volt kondisi berbeban p.32
Gambar 4.14. Gelombang arus harmonik fasa T

Gambar 4.14.

Gelombang arus harmonik fasa T p.33

Referensi

Memperbarui...