• Tidak ada hasil yang ditemukan

K AMUSP ANEN (T ERMINOLOGIP OTONGB UAH)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "K AMUSP ANEN (T ERMINOLOGIP OTONGB UAH)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

K

AMUS

P

ANEN

(T

ERMINOLOGI

P

OTONG

B

UAH

)

Abnormal : Tidak normal, istilah untuk menyatakan tanaman atau buah yang tidak tumbuh secara wajar

Administrasi : Pencatatan, sebuah sarana untuk melakukan kontrol dan dapat digunakan sebagai panduan untuk melaksanakan tugas yang akan datang

Akurat : Tepat, biasanya untuk menyatakan bahwa sebuah data yang diperoleh adalah tepat, sesuai dengan kondisi atau bisa mewakili kenyataan.

ALB : Asam Lemak Bebas = FFA, asam yang ditimbulkan dari metabolisme lanjutan minyak sawit yang dikarenakan tidak cepat diolah (buah busuk/buah restan)

Angkong : Alat/kendaraan untuk angkut buah dari hancak ke TPH

Angkut buah : Proses pemuatan buah, biasanya dari TPH untuk dibawa ke pabrik

Antrian pagi : Lingkaran pagi, briefing yang dipimpin oleh asisten untuk menegaskan pekerjaan yang telah direncanakan pada hari sebelumnya

Antrian TBS : Susunan TBS di TPH

Apel pagi : Briefing yang dilakukan oleh mandor kepada karyawan anggotanya untuk memberikan penjelasan singkat mengenai teknis pekerjaan, penegasan disiplin dan penyelesaian masalah secara singkat dan pembagian notes potong buah pada pagi hari sebelum kerja

Areal panen : Lokasi tempat di lakukannya panen

Arit kecil : Alat yang digunakan untuk melakukan tunas pasir, dalam rangka persiapan panen (6 bulan sebelum panen)

Asisten : Pimpinan tertinggi sebuah divisi, bertanggung jawab terhadap pelaksanaan panen

Asistensi : Pengalihan karyawan dari suatu divisi/kebun ke divisi lain. Biasanya untuk mengerjakan pekerjaan di suatu divisi yang memiliki sedikit karyawan atau kurang karyawan.

Bambu egrek : Bambu yang dipergunakan untuk tangkai egrek Barisan sensus : Barisan tanaman yang mengarah timur-barat yang

(3)

Basis : Jumlah tertentu yang harus dipenuhi oleh pemanen untuk mendapatkan 1 hari kerja dan premi siap borong

Batu asah (beji) : Alat yang digunakan untuk mengasah alat-alat panen Berat tandan rata-rata : BJR, Berat janjang rata-rata dari sebuah blok

BKM : Buku Kegiatan Mandor, buku yang digunakan sebagai laporan harian mandor terhadap pelaksanaan panen

Bontot : Makanan (nasi, lauk, air) yang dibawa oleh pemanen untuk dimakan di lapangan

Borong janjang : Basis borong

BPBKS : Buku Penerimaan Buah Kelapa Sawit, perangkat administrasi untuk mencatat pendapatan buah pemanen

Brondolan : Buah kelapa sawit (biji,kecil) yang lepas dari tandannya

Buah A : Buah mentah

Buah batu : Buah yang sebenarnya telah masak, tetapi tidak bisa membrondol. Biasanya buah batu bila digancu terasa keras

Buah busuk : Buah E, buah over ripe = buah yang kelewat masak Buah daluarsa : Buah E, buah over ripe = buah yang kelewat masak

Buah E : Buah busuk, buah daluwarsa

Buah M1 : Buah mentah disembunyikan

Buah M2 : Buah normal tinggal di piringan

Buah M3 : Buah matahari, potong gagang terikut buah

Buah matahari : Buah M3

Buah mentah : Buah A, buah yang belum masak (belum membrondol)

Buah N : Buah normal, masak yang sesuai dengan kriteria Buah pasir : Buah hasil panen pertama, biasanya masih

kecil-kecil dengan BJR kurang dari 3 kg. Buah S : Buah masak tinggal di pokok

Bunga cengkeh : Fase/periode perkembangan bunga kelapa sawit untuk menjadi buah, yang mana pada saat ini bunga betina telah mulai mengering seperti cengkeh dan mulai terbentuk buah (brondolan) yang masih kecil-kecil

Bunga jantan : Bunga yang tidak menghasilkan buah, biasanya ditemui pada pokok gajah, pokok mandul, pokok abnormal dan pokok istirahat

Cap : Tanda yang telah diberikan oleh kerani panen pada gagang buah yang di antrikan di TPH sebagai bukti bahwa buah tersebut telah diperiksa

Cost : Rp/Kg, biaya yang dikeluarkan setiap kilogram TBS CPO : Crude Palm Oil = MKS = Minyak Kelapa Sawit CR : Collection Road = jalan pengumpul, dimana terletak

(4)

Curi buah : Memotong buah tanpa menurunkan pelepah

Daftar buah mentah : Daftar untuk memonitor pemanen yang menurunkan buah mentah, untuk mengetahui tingkat kedisiplinan masing-masing pemanen

Denda : Sanksi berupa uang yang dikenakan kepada pemanen yang melanggar aturan yang telah ditetapkan

Diketek : Merontokkan brondolan dari janjangan, biasanya dilakukan bila pemanen menurunkan buah busuk/over ripe

Dodos : Alat untuk memanen pada tanaman kelapa sawit remaja, biasanya s/d umur 8 tahun

Dodos besar : Dodos yang digunakan untuk tunas selektif dan panen, biasanya memiliki mata berukuran 14 cm Dodos kecil : Dodos yang digunkan untuk tunas pasir (biasanya

memiliki mata dodos berukuran 8 cm), juga dapat digantikan oleh arit kecil

Egrek : Alat panen yang digunakan pada tanaman kelapa sawit dewasa, biasanya diatas umur 8 tahun

Ekstraksi : Rendemen, kandungan minyak dalam buah yang dinyatakan dalam persen

Estimasi : Perkiraan, istilah yang digunakan untuk memperkirakan kebutuhan tertentu

FFA : Free Fatty Acid = ALB, Asam Lemak Bebas FFB : Fresh Fruit Bunch = TBS, Tandan Buah Segar Gagang : Tangkai buah, biasanya diatur kriteria panjangnya

kurang lebih 2 cm dari pangkal

Gagang busuk : Gagang yang ditemukan pada buah busuk

Gagang panjang : Gagang buah yang dipanen lebih panjang 2 cm dari pangkal

Gancu : Alat untuk mengangkat buah dari hancak ke angkong, atau mengungkit buah pada saat panen dengan curi buah

Gancu dengan stempel : Gancu yang dimiliki oleh kerani panen, satu sisi adalah gancu dan sisi lainnya terdapat stempel untuk menandai buah yang telah diperiksa

Ganti hari : Memanen pada hari Minggu atau hari libur sebagai pengganti hari kerja yang dikarenakan hujan sejak pagi hari

Garu : Alat untuk mengumpulkan brondolan di piringan Geger sapi : Bentuk penyusunan pelepah di gawangan mati, yang

menyatu di tengah-tengah sehingga tidak mengurangi luas piringan

Gerdang : Memanen dengan memasangkan 2 orang karyawan, biasanya laki-laki dan perempuan pada saat panen puncak atau proses pelatihan pada karyawan baru Goni eks pupuk : Goni bekas karung pupuk yang digunakan untuk alas

brondolan

(5)

Grup kecil : Kelompok kecil yang biasanya diterapkan pada sistem panen hancak tetap, terdiri dari 2 s/d 3 orang pemanen

Hancak : Lokasi kerja, merupakan jatah karyawan pemanen yang harus dihabiskan

Hancak giring : Sistem penghancakan, dimana lokasi kerja karyawan digiring dari tempat yang satu ke tempat yang lain Hancak giring tetap mandoran : Sistem penghancakan dimana dalam setiap pusingan

karyawan digiring dalam luasan hancak mandoran panen yang telah ditetapkan

Hancak tetap : Sistem penghacakan dimana lokasi kerja karyawan adalah tetap dari setiap pusingan

IKS : Inti Kelapa Sawit

Janjangan : Buah kelapa sawit/tandan buah

Janjangan kosong : Tandan TBS yang sudah tidak terdapat buah, biasanya telah membrondol semua atau tandan dari pabrik setelah diolah

Jerigen : Tempat racun, biasanya digunakan sebagai bahan baku membuat Tibrol

Kapak : Alat panen yang tidak diperbolehkan, karena tidak bisa dipakai dengan sistem curi buah

Kapak mata dua : Alat yang dibawa oleh mandor, satu sisi terdapat kapak dan sisi yang lainnya terdapat gancu

Karung goni : Karung bekas untuk mengangkut TBS dengan dipikul, atau untuk mengutip brondolan

Kenek : Tenaga kerja yang mengangkut buah ke alat transport

Kentosan : Brondolan yang tidak dikutip dan telah tumbuh kembali menjadi gulma/bibit sawit

Kerani divisi : Petugas administrasi yang berada di kantor divisi Kerani panen : Petugas administrasi yang mencatat hasil panen

karyawan di lapangan

Kerapatan buah masak : Perbandingan antara jumlah buah dan jumlah pokok yang dinyatakan dalam persen, biasanya digunakan untuk taksasi potong buah

Kernel : Inti, bagian dalam buah kelapa sawit

Ketiak cabang : Sisi yang berada di antara batang dan pelepah, biasanya untuk nyangkutnya brondolan

Komponen biaya : Unsur-unsur penyusun biaya, misalnya upah karyawan, harga alat-alat, bahan dsb.

Kongsi kerja : Kelompok kerja, mandoran

Kontanan : Panen yang dilaksanakan pada hari Minggu atau hari libur untuk mengejar pusingan dan biasanya langsung dibayar. Seyogyanya dihindari untuk menerapkan kedisiplinan.

(6)

Langsir : Mengeluarkan buah dari suatu daerah yang susah dijangkau

Lebih borong : Pendapatan buah diatas basis borong/borong janjang Losses : Kehilangan produksi yang disebabkan karena buah

mentah, brondolan tidak dikutip, buah masak tidak dipanen/tinggal di hancak, buah dicuri dan administrasi yang dipalsukan

LPB SKU : Laporan Potong Buah SKU, berisi data pendapatan karyawan panen (premi)

Mandor I : Mandor tertinggi di suatu divisi Mandor panen : Mandor yang memimpin panen Mandoran : Kongsi kerja, kelompok kerja

Mangkir : Tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas

Mbrondol : Bisa berarti lepasnya buah dari tandan dan bisa berarti pekerjaan mengutip brondolan oleh istri atau anak karyawan

Memeram : Menyimpan buah mentah, akibat salah menentukan buah masak atau sengaja untuk mendapatkan buah pada pusingan mendatang

Menyogrok : Mengorek brondolan dari ketiak cabang

MKS : Minyak Kelapa Sawit = CPO

MR : Main Road, jalan utama yang dilalui angkutan buah setiap hari

Mutasi : Perpindahan karyawan atau status tanaman dari TBM ke TM

Mutu : Kualitas

Mutu buah : Kualitas buah, artinya buah masak bermutu baik Mutu hancak : Kualitas hancak, pada saat panen tidak boleh ada

pelepah sengkleh, buah tinggal dsb.

Mutu pekerjaan potong buah : Kualitas pekerjaan potong buah; bagaimana gagangnya, bagaimana merumpuk pelepahnya, apakah ada pelepah sengkleh, bagaimana mengantrikan TBS di TPH dsb.

Ninja : Sebutan untuk para pencuri buah kelapa sawit maupun brondolan. Istilah ini dikembangkan dari singkatan “Ninting Janjangan”, yang dalam bahasa Jawa artinya membawa janjangan. Ninja di perkebunan kelapa sawit menjadi musuh bebuyutan

pemanen karena mengurangi pendapatan.

Nomor teler : Nomor inventaris pokok, yaitu nomor yang dituliskan pada pokok terluar sebuah baris tanaman yang menyatakan nomor baris, jumlah pokok hidup dan jumlah pokok mati/kosong

Notes : Buku kecil yang dibawa mandor untuk mencatat instruksi atasan/asisten atau mencatat hal-hal penting agar tidak lupa

(7)

Out put : Hasil yang didapat oleh setiap pemanen, biasanya dinyatakan dalam kilogram (dikonversi dari janjang)

Over borong : Lebih borong

Over ripe : Kelewat masak, mendekati busuk

Panen : Pekerjaan menurunkan buah beserta sistemnya Panen puncak : Kondisi pada suatu bulan tertentu yang mana pada

bulan tersebut jumlah buah yang didapat (tonase yang bisa dipanen) melebihi yang didapat dari bulan-bulan yang lain pada tahun tersebut. Biasanya bulan-bulan puncak ini berada di semester II sekitar bulan September tetapi tidak mutlak, dan berkisar produksi = 10 s/d 13% dari produksi setahun.

Parang : Alat untuk memotong pelepah, biasanya untuk membuat tanda hancak

Parthenocarpy : Buah yang tidak sempurna penyerbukannya

Pasar : Jalan

Pasar angkong : Jalan untuk angkong = pasar pikul

Pasar kontrol : Jalan untuk kontrol, terdapat di tengah blok sejajar dengan CR = pasar tengah

Pasar pikul : Jalan untuk memikul = pasar rintis

Pasar rintis : Jalan yang terdapat di gawangan hidup sebagai sarana untuk melaksanakan panen

Pasar tengah : Pasar kontrol = pasar asisten

Pasar tikus : Pasar pikul = pasar rintis = pasar angkong Pelepah : Tangkai daun = cabang = tunas

Peak month : Bulan puncak = panen puncak

Pensil lilin merah : Pensil yang dipakai oleh kerani panen untuk memeriksa buah

Per tujuh : Sanksi yang dikenakan bagi karyawan yang tidak mencapai basis karena kelakuan karyawan sendiri/memberi tanda buah mentah

Persentase buah mentah : Perbandingan buah mentah dengan buah masak yang dinyatakan dalam persen

Persentase panen : Kerapatan panen

Persentase siap borong : Perbandingan antara jumlah pemanen yang mencapai siap borong dengan total pemanen.

Petak : Penyusunan buah di angkong atau di bak truk atau di bak trailer yang melewati batas maksimal volume alat tersebut, biasanya berbentuk petak

PHL : Pekerja Harian Lepas

Pikulan : Alat untuk memikul, biasanya digunakan untuk mengangkat buah pada awal panen atau pada hancak yang susah

Pindah hancak : Perpindahan lokasi kerja pemanen dari hancak pertama ke hancak selanjutnya

Pisau egrek : Egrek

(8)

PKS : Pabrik Kelapa Sawit, pabrik yang mengolah janjangan untuk dijadikan minyak kelapa sawit (CPO = Crude Palm Oil)

Pokok : Pohon kelapa sawit

Pokok gajah : Pokok jagur biasanya mandul, batangnya besar dan tidak menghasilkan buah

Pokok istirahat : Pokok yang sedang tidak berbuah, tetapi pernah berbuah. Pokok ini biasanya disebabkan oleh stres air atau seringnya dipanen buah mentah. Sebagai tanda pernah berbuah di rumpangnya terdapat kentosan

Pokok non produktif : Pokok yang tidak menghasilkan buah Pokok produktif : Pokok yang menghasilkan buah

Pokok sensus : Pokok kelapa sawit yang mengelilingi titik sensus yang digunakan sebagai sampel/contoh dilakukannya sensus produksi. Pokok sensus terdiri dari 2 lingkaran, lingkaran pertama (dalam) terdiri dari 6 pokok dan lingkaran 2 (luar) terdiri dari 12 pokok. Potong buah : Pekerjaan menurunkan buah

Premi : Upah tambahan yang diberikan pada pemanen di luar jam dinas yang didasarkan atas prestasi kerja bukan jam kerja

Produksi : Istilah untuk menyatakan hasil panen = out put Produksi dan biaya : Administrasi untuk memantau biaya panen

Pusingan : Jangka waktu atau putaran hari yang diperlukan untuk memanen dari suatu blok ke blok tersebut Pusingan cepat : Pusingan lebih cepat dari 7 hari

Pusingan lambat : Pusingan di atas 7 hari Pusingan naik : Pusingan lambat

Pusingan potong buah : Administrasi untuk mengetahui pusingan potong buah

Pusingan turun : Pusingan cepat

Rendemen : Ekstraksi

Restan : Buah sudah dipanen tapi belum terangkut ke pabrik

Rintis : Pasar = jalan pikul

Rintis malang : Pasar tengah = pasar kontrol = pasar asisten

Rit : Trip, biasanya dipakai oleh tukang angkut buah pada saat bertanya kepada rekannya : Sudah berapa Rit ?, artinya sudah berapa kali pengangkutan

Rotasi : Pusingan

Rumpang : Bekas pelepah/bekas tunasan

Rumpukan cabang : Peletakan cabang di gawangan mati, biasanya tepat ditengah-tengah membentuk geger sapi/punggung sapi

Rupiah per hektar : Biaya yang dikeluarkan setiap hektarnya

(9)

Sanitasi : Pembersihan tanaman dari buah busuk, bunga jantan busuk, pelepah kering dalam rangka mempersiapkan panen dan membuat tanaman sehat

Sanksi : Hukuman = denda

Sapta disiplin potong buah : Tujuh aturan dasar yang harus dilaksanakan oleh personil yang terkait dengan pekerjaan panen.

Seksi potong buah : Luasan tertentu yang menggambarkan lokasi panen yang harus diselesaikan satu hari, biasanya seluruh areal panen dibagi menjadi 6 seksi (A sampai dengan F) yang dipanen 6 hari

Semester : Periode selama 6 bulan-an, satu tahun terdiri dari 2 semester, yaitu semester I pada bulan Januari s/d Juni dan semester II bulan Juli s/d Desember. Istilah ini digunakan untuk estimasi produksi yang didasarkan atas sensus produksi.

Sengkleh : Pelepah yang terpotong sebagian sehingga tidak bisa tegak lagi, merupakan salah satu jenis pelanggaran dalam pekerjaan panen

Sensus produksi : Sensus yang dilakukan untuk memperkirakan produksi (jumlah janjang dan kilogram) dalam satu semester

Siap borong : Pencapaian basis borong

SKU : Syarat Kerja Umum, karyawan resmi perusahaan yang ditetapkan berdasarkan undang-undang

Songgo dua : Di bawah buah terendah masih terdapat 2 pelepah Songgo tiga : Di bawah buah terendah masih terdapat 3 pelepah Suntik buah : Memotong tangkai buah mentah tanpa menurunkan

buah tersebut, dengan tujuan agar pada pusingan berikutnya telah membrondol, dilarang keras oleh perusahaan

SPB : Surat Pengantar Buah = karcis potong buah yang dibawa angkutan TBS ke PKS

Tahun tanam : Tahun (waktu) tanaman tersebut ditanam

Taksasi : Perkiraan

Taksasi potong buah : Administrasi untuk memperkirakan produksi esok hari yang didasarkan pada prosentase kerapatan panen

Tali nilon : Tali yang digunakan untuk mengikat karung goni ke pikulan dan mengikat pisau egrek

Tapak jalak : Salah satu tanda sensus yang berada di pokok terluar sebagai tanda bahwa baris tanaman tersebut adalah barisan sensus yang didalamnya erdapat titik-titik dan pokok sensus. Tanda ini berbentuk seperti bekas kaki burung jalak, yang digunakan untuk tanda masuknya penyensus produksi dalam mencari titik sensus dan pokok sensus padasaat sensus produksi. Terek = Trek : Kondisi yang menyatakan sebuah keadaan dimana

(10)

Tibrol : Kutip Brondolan = alat yang dibuat dari kayu atau bekas jerigen yang digunakan untuk mengutip brondolan

Timbang BJR : Penimbangan janjangan (secara acak tertentu) yang digunkan untuk menentukan BJR suatu blok

Titik sensus : Sebuah pokok yang berada di dalam barisan sensus dan dikelilingi oleh pokok-pokok sensus yang digunakan sebagai pusat untuk melakukan sensus produksi (dalam bahasan lain bisa juga sensus HPT dan LSU).

Titi panen : Jembatan panen yang terbuat dari kayu atau beton yang dipasang pada parit di pinggir CR atau di tengah blok untuk membantu pemanen melewati parit tersebut

TB : Tanaman Baru, yaitu tanaman yang berumur kurang dari 1 tahun

TBM : Tanaman Belum Menghasilkan

TM : Tanaman Menghasilkan

Tojok : Alat untuk menaikkan TBS dari TPH ke alat angkut TBS

Tombak : Tojok

Tonase : Berat TBS yang dinyatalkan dalam bentuk ton atau kilogram

Ton per hektar : Hasil yang didapat dari panen per hektar

TPH : Tempat Pengumpulan Hasil

Trip : Satuan untuk menyatakan satu kali pengangkutan TBS

Under ripe : Istilah yang digunakan untuk menyatakan kondisi buah yang kurang masak, jumlah brondolan belum sesuai dengan berat tandannya

Referensi

Dokumen terkait

Efisiensi irigasi adalah perbandingan antara air yang digunakan oleh tanaman atau yang bermanfaat bagi tanaman dengan jumlah air yang tersedia yang dinyatakan dalam satuan

dirasiokan dengan nilai statistiknya dan dinyatakan dalam persen maka disebut dengan Relative Standard Error (RSE).... Menurut Soedarti dkk (2007),

Efisiensi irigasi adalah perbandingan antara air yang digunakan oleh tanaman atau yang bermanfaat bagi tanaman dengan jumlah air yang tersedia yang dinyatakan dalam satuan

Jika jumlah televisi yang terjual pada bulan Mei 24 buah, maka jumlah televisi yang terjual pada bulan Juni adalah!. Suatu huruf dipilih secara acak dari huruf-huruf pembentuk

Jumlah Penduduk Kabupaten Tulungagung pada tahun 2011 sebesar 1.043.384 jiwa atau mengalami pertumbuhan sebesar 0,58 persen dibandingkan tahun 2010 K...

3.5.2 Jumlah Populasi Lalat Buah yang Terperangkap Pengamatan terhadap populasi lalat buah dilakukan dengan menghitung dari tiap jenis lalat buah yang terperangkap dalam botol pada