• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Pend Matematika SD Satuan Penguk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Pend Matematika SD Satuan Penguk"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

1

MAKALAH

SATUAN PENGUKURAN PANJANG, LUAS, VOLUME, BERAT, KUANTITAS SERTA PENGUKURAN SUDUT, WAKTU, KECEPATAN,

DAN DEBIT

Makalah ini disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Matematika

SD

Dosen Pengampu: Rina Dyah Rahmawati, M.Pd

Disusun oleh:

1. Fradila Ratna Puspinaningrum (13144600092)

2. Febrina Riska Artanti (13144600095)

3. Melinda (13144600109)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

(2)

2 A. Pengukuran dan Satuan Pengukuran

Pengukuran adalah suatu proses memberikan bilangan kepada kualitas fisik

panjang, kapasitas volume, luas, sudut, berat (massa) dan suhu. Pengukuran

merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur

yang digunakan sebagai satuan.

B. Satuan Pengukuran Panjang

1. Macam-macam satuan ukuran panjang

Ada dua macam satuan ukuran panjang yaitu:

a. Satuan ukuran panjang tak baku, misalnya: jengkal, hasta, depa, langkah,

dan lengan.

Satuan ukuran panjang tak baku tidak lazim digunakan karena sifatnya

tidak tetap dan selalu berubah-ubah. Namun dalam masyarakat tradisional

hal itu masih sering digunakan.

b. Satuan ukuran panjang baku

Satuan ukuran panjang baku ditetapkan melalui perjanjian internasional

dan sifatnya tetap.

Satuan ukuran panjang baku standar internasional adalah kilometer (km),

hectometer (hm), dekameter (dam), meter (m), desimeter (dm), sentimeter

(cm), dan milimeter (mm).

2. Hubungan antarsatuan pengukuran panjang

(3)

3

3. Operasi satuan panjang

Bagaimanakah operasi satuan panjang pada operasi satuan panjang satuan

(4)

4

b. 3.000 mm + 5.000 cm – 40 m = ... dm.

Jawab:

3.000 mm = 3.000 : 100 m = 30 dm

5.000 cm = 5.000 : 10 dm = 500 dm

40 m = 40 × 10 = 400 dm

Jadi, 3.000 mm + 5.000 cm – 40 m= 30 dm + 500 dm – 400 dm =

130 m

c. Riyanti membeli kain di Toko Merdeka sepanjang 6,5 dam. Kemudian

diberikan kepada ibu sepanjang 17 m. Berapa m sisa kain Riyanti

sekarang?

Jawab:

6,5 dam = 65 m

17 m = 17 m

= 48 m

Jadi, sisa kain Riyanti adalah 48 m.

B. Satuan Pengukuran Luas 1. Satuan Luas

Perhatikan gambar dibawah ini.

Luas persegi panjang di atas adalah 32 satuan luas atau 32 persegi.

Jika dalam satuan luas, panjang sisinya adalah 1 cm, maka luas setiap satuan

(5)

5

Sehingga luas persegi panjang tersebut di atas adalah 32 × 1cm2 = 32

cm2.

Jika satuan luas 1m2 artinya panjang sisi satuan adalah 1 m sehingga

satuan luas persegi = 1 m × 1 m = 1 m2.

Satuan luas selain persegi adalah are . Perhatikan cara mengubah kedua

satuan luas tersebut dibawah ini.

Contoh:

a. 31

2 m

2

= ... cm2

Jawab:

Perhatikan tangga urutan satuan luas!

Dari 1 m2 ke cm2, turun 2 tingkat. Setiap turun 1 tingkat dibagi 100.

Turun 2 tingkat berarti 10.000 (100 × 100).

Jadi, 31

2 m

2 = 31

2 × 10.000 cm

2

= 35.000 cm2.

b. 8.500 a = ... ka

Jawab:

Perhatikan tangga urutan satuan luas!

Dari a naik ke ka, naik 3 tingkat.

Setiap naik 1 tingkat dibagi 10. Naik 3 tingkat berarti harus dibagi 1.000.

Jadi, 8.500 = 8.500 : 1.000 ka

(6)

6

5. Sebuah kamar panjangnya 4 m, dan lebarnya 3 m. Pada kamar itu akan

dipasang keramik persegi yang panjang sisinya 40 cm. berapa buah

keramik diperlukan untuk kamar itu?

Jawab:

Diketahui : Panjang kamar = 4 m, lebar = 3 m

: Keramik persegi, sisinya = 40 cm

Ditanyakan : Banyak keramik yang diperlukan

Penyelesaian : Luas kamar = 4 m × 3 m = 12 m2 = 120.000 cm2

Luas keramik = 40 cm × 40 cm = 1.600 cm2

Keramik yang diperlukan = 120 .000 cm

2

1.600 cm2 × 1 𝑏𝑢𝑎ℎ = 75

buah

Jadi, banyaknya keramik yang diperlukan untuk kamar itu adalah 75 buah.

+

(7)

7 C. Satuan Pengukuran Volume

1. Satuan Volume

Perhatikan gambar balok di atas! Balok ini volumenya = 60 kubus satuan. Jika

kubus satuan panjang rusuknya 1 cm, maka volume tiap satuan = 1 cm × 1 cm

× 1cm = 1 cm3. Volume balok itu = 60 × 1 cm3= 60 cm3.

Jika satuan volume m3, artinya panjang rusuk satuan adalah 1 m. sehingga

satuan volume = 1 m × 1 m × 1 m = 1 m3.

Satuan volume selain kubik adalah liter. Perhatikan cara mengubah kedua

satuan volume kubik dan liter tersebut menurut tingkat atau urutan kedua

satuan pada gambar berikut ini.

(8)

8

e. Seekor sapi perah sehari menghasilkan susu sebanyak 8 liter. Susu itu

dijual dengan harga Rp 2.250,00 per liter. Seorang peternak

mempunyai 7 ekor sapi perah. Setiap ekor sapi setiap harinya

menghasilkan jumlah susu yang sama. Untuk biaya perawatan dan

makan setiap hari, dibutuhkan biaya sebesar Rp 4.500,00 per ekor.

Berapa penghasilan bersih peternak pada bulan Mei?

+

(9)

9 Penyelesaian :

Diketahui : Susu yang dihasilkan 1 ekor sapi = 8 liter

Harga susu per liter = Rp 2.250,00

Jumlah sapi peternak = 7 ekor

Biaya perawatan 1 ekor sapi per hari = Rp 4.500,00

Ditanyakan : Penghasilan bersih peternak pada bulan Mei

Jawab :

 Susu yang dihasilkan peternak per hari = 7 × 8 L = 56 L

 Hasil penjualan susu per hari = 56 L × Rp 2.250,00 = Rp

126.000,00

 Hasil penjualan pada bulan Mei = 31 × Rp 126.000,00 = Rp 3.390.000,00

 Biaya perawatan 7 ekor sapi pada bulan Mei = 7 × 31 × Rp

4.500,00 = Rp 976.500,00

Penghasilan bersih bulan Mei = hasil penjualan – biaya perawatan

= Rp 3.390.000,00 – Rp 976.500,00

= Rp 2.929.500,00

Jadi, penghasilan bersih peternak pada bulan Mei adalah sebesar

(10)

10 D. Satuan Pengukuran Berat

1. Hubungan Antarsatuan Pengukuran Berat

Kalian sudah mengenal hubungan antarsatuan panjang. Sekarang,

perhatikan hubungan antarsatuan berat berikut.

1 kg = 10 hg = 100 dag = 1.000 g = 10.000 dg = 100.000 cg = 1.000.000

mg

1 mg = 1

10 cg = 1

100 dg = 1 1.000 g =

1

10.000 dag = 1

100 .000 hg = 1

1.000.000 kg

Selain hubungan antarsatuan berat tersebut, masih terdapat satuan berat

yang lain, yaitu

Perhatikan contoh hubungan satuan berat berikut!

a. 25 g = ... mg

25 g = 25 × 1.000 mg = 25.000 mg

b. 12 ton = ... kuintal

12 ton = 12 × 10 kuintal = 120 kuintal

c. 9.000 g = ... kg

(11)

11

d. 4.000 ons = ... pon

4.000 ons = 4.000 : 5 pon = 800 pon

2. Operasi hitung satuan berat

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan berat dengan satuan kg.

Satuan ton digunakan utnuk menyatakan ukuran berat 1.000 kg atau lebih.

Perhatikan operasi hitung satu berat berikut.

Contoh:

a. 5 ton – 12 kuintal + 7.000 ons = ... kg

Jawab:

5 ton = 5 × 1.000 kg = 5.000 kg

12 kuintal = 12 × 100 = 1.200 kg

7.000 ons = 7.000 : 10 kg = 700 kg

Jadi, 5 ton – 12 kuintal + 7.000 ons = 5.000 kg – 1.200 kg + 700 kg

= 4.500 kg

b. Menik dan ibunya pergi ke pasar membeli 10 kg beras, 2 kg gula pasir,

600 gram bawang, dan 500 gram cabe. Berapa hg berat belanjaan mereka?

Penyelesaian:

10 kg beras = 100 hg

2 kg gula pasir = 20 hg

600 gram bawang = 6 hg

500 gram cabe = 5 hg

Jumlah = 131 hg

(12)

12 E. Satuan Kuantitas

Satuan kuantitas digunakan untuk menyatakan jumlah benda.

Hubungan antarsatuan kuantitas:

Contoh:

1. 5 lusin = ... buah

5 × 12 buah = 60 buah

2. 1 gros + 3 lusin = ... buah

1 gros = 1 × 144 buah = 144 buah

3 lusin = 3 × 12 buah = 36 buah

= 180 buah

3. 2 rim + 4 kodi – 126 lembar = ... lembar

2 rim = 2 × 500 lembar = 1000 lembar

7 kodi = 7 × 20 lembar = 140 lembar

= 1140 lembar

126 lembar = 126 lembar = 126 lembar

= 1014 lembar

4. Di koperasi sekolah terdapat 7 lusin pensil, 6 lusin bolpoin, 36 buah

penggaris, dan 60 buah buku. Berapa lusin banyaknya barang-barang

tersebut?

Penyelesaian:

Banyaknya pensil = 7 lusin

Banyaknya pohon = 6 lusin

Banyaknya penggaris = 36 buah = 3 lusin 1 lusin = 12 buah

1 gros = 12 lusin = 144 buah

1 kodi = 20 lembar

1 rim = 500 lembar

+

+

(13)

13

Banyaknya buku = 60 buah = 5 lusin

Jumlah = 21 lusin

Jadi, jumlah total banyaknya pensil, bolpoin, penggaris, dan buku di

koperasi sekolah ada 21 lusin.

F. Pengukuran sudut 1. Bagian-bagian sudut

Perhatikan gambar sudut berikut.

Keterangan:

 Garis AB dan BC disebut kaki sudut.

 Daerah yang dibentuk oleh garis AB dan BC disebut daerah sudut.

 Titik B sebagai titik pertemuan dua kaki sudut disebut titik sudut.

 Sudut di atas disebut sudut B atau sudut ABC atau sudut CBA.

 Untuk menunjukkan besar sudut digunakan satuan derajat

2. Mengukur besar sudut dengan sudut satuan

Pernahkah kamu mengukur besar sudut dengan sudut satuan?

Perhatikan contoh berikut:

(14)

14

3. Mengukur dan menggambar sudut dengan busur derajat

Kamu pasti mengenal alat ukur untuk mengukur besar sudut. Alat ukur

tersebut adalah busur derajat seperti pada gambar berikut.

Mari mengukur besar sudut ABC dengan menggunakan busur derajat.

Cara mengukur:

- Letakkan pusat busur derajat pada titik sudut

- Buatlah tepi lurus busur derajat dengan kaki sudut BC berhimpit satu garis

- Bacalah tepi skala tepat pada kaki sudut lainnya (BA)

- Terlihat kaki sudut BA pada skala 50

(15)

15 2. Besar Sudut Pada Jam

Tunjukan besar sudut digunakan satuan derajat. Misal kedua jarum jam

tersebut. Sudut yang diukur adalah sudut yang lebih kecil.

G. Pengukuran waktu 1. Notasi 24 jam

Alat ukur waktu yang biasa digunakan adalah jam. Jam terdiri atas jam analog

dan jam digital.

a. Jam analog

Ciri dari jam analog adalah jarum dan angka. Misalnya, jam

dinding, jam duduk, dan jam beker. Jam analog menunjukkan waktu dari

pukul 00.00 sampai 12.00.

Besar sudut satu putaran penuh adalah 360°.360°dibaca tiga ratus enam puluh derajat.

Satu putaran sudut pada jarum jam adalah 12 jam. Besar sudut satu jam

adalah 360°

12 = 30°

Besar sudut pada pukul 03.00 adalah

3 ×30°= 90°. Jadi, besar sudut pada pukul 02.00 adalah 90°

Besar sudut yang terbentuk pada

pukul 09.30 adalah 31

2×30°= 105°.

(16)

16

Penulisan waktu berdasar jam analog disertai dengan keterangan

keadaan. Misal, pagi, siang, sore, dan malam hari.

Contoh:

1) Pukul 7.00 pagi.

Waktu tersebut menunjukkan 5 jam sebelum pukul 12 siang.

2) Pukul 7.00 malam

Waktu tersebut menunjukkan 7 jam setelah pukul 12 siang.

b. Jam digital

Tidak ada jarum pada jam digital. Waktu yang ditunjukkan adalah angka

00:00 sampai 24:00.

Pada jam dengan notasi 24 jam, kita tidak perlu lagi menyertakan keadaan

waktu.

Contoh:

1) Pukul 2.00

Waktu tersebut menunjukkan keadaan dini hari

2) Pukul 8.30

Waktu tersebut menunjukkan keadaan pagi hari

2. Mengubah waktu dari notasi 12 jam ke notasi 24 jam

Pada notasi 24 jam tidak perlu disertai keadaan hari. Pada notasi ini

(17)

17

hari sampai siang hari 12.00 – 24.00 menunjukkan waktu siang sampai malam

hari. Pada jam analog notasi sampai 12.00. Pada jam digital notasi sampai

24.00. Perubahan hanya terletak pada waktu siang hingga malam. Tambahkan

12 pada setiap waktu.

Contoh:

Ubahlah notasi 12 jam ke notasi 24 jam.

a. Pukul 7.00 pagi.

Jawab: Tidak berubah, karena di bawah 12 siang.

b. Pukul 4.00 sore

Jawab: 4.00 sore = 4.00 + 12.00 = 16.00

Jadi, pukul 4.00 sore sama dengan pukul 16.00.

c. Pukul 10.30 malam

Jawab: Pukul 10.30 malam = 10.30 + 12.00 = 22.30

Jadi, pukul 10.30 malam sama dengan pukul 22.30.

3. Mengubah dari notasi 24 jam ke notasi 12 jam

Untuk mengubahnya kurangkan 12.00 dari 24.00. Tambahkan keterangan

waktu siang, sore, atau malam hari.

Contoh: Ubahlah ke notasi 12 jam.

a. Pukul 08.00

Jawab: Tidak berubah, karena di bawah jam 12 siang. Tambahkan

keterangan waktu sehingga menjadi 8.00 pagi.

b. Pukul 15.00

Jawab: pukul 15.00 = 15.00 – 12.00 = 3.00

Jadi, pukul 15.00 sama dengan pukul 3.00 sore hari.

c. Pukul 21.30

Jawab: Pukul 21.30 = 21.30 – 12.00 = 9.30

(18)

18 4. Operasi Hitung Satuan Waktu

a. Hubungan satuan waktu milenium, abad, dasawarsa, windu, dan lustrum

Perubahan antarsatuan waktu dengan aturan berikut. Perkalian: perubahan

satuan besar ke lebih kecil. Pembagian: perubahan satuan kecil ke lebih

besar.

Contoh:

1) 5 milenium = ... tahun

Jawab: 5 milenium = 5 × 1.000 tahun = 5.000 tahun

Jadi, 5 milenium = 5.000 tahun.

2) 15 windu = ... tahun.

Jawab: 15 windu = 15× 8 tahun = 120 tahun

Jadi, 15 windu = 120 tahun.

3) 80 tahun = ... dasawarsa.

Jawab: 80 tahun = 80 : 10 dasawarsa

= 8 dasawarsa

4) 200 tahun = ... abad.

Jawab: 200 tahun = 200 : 100 abad = 2 abad

Jadi, 200 tahun = 2 abad.

b. Hubungan satuan waktu tahun, bulan, minggu, dan hari.

Di rumah kamu pasti ada kalender bukan? Pada kalender terdapat

satuan waktu tahun, bulan, minggu, dan hari. Mari kita lihat satuan waktu

tersebut.

1 milenium = 10 abad = 100 dasawarsa = 1.000 tahun

1 abad = 10 dasawarsa = 100 tahun

1 dasawarsa = 10 tahun

1 windu = 8 tahun

(19)

19

Bagaimana menyatakan hubungan antarsatuan waktu tahun, bulan,

minggu, dan hari tersebut? Perhatikan contoh berikut.

1) 6 tahun = ... bulan.

Jawab: 6 tahun = 6×12 bulan

= 72 bulan.

Jadi, 6 tahun = 72 bulan.

2) 12 bulan = ... hari.

Jawab: 12 bulan = 12×30 hari = 360 hari

Jadi, 12 bulan = 360 hari.

3) 28 minggu = ... bulan.

Jawab: 28 minggu = 28 : 4 bulan = 7 bulan

Jadi, 28 minggu = 7 bulan.

4) 144 bulan = ... tahun.

Jawab: 144 bulan = 144 : 12 tahun = 12 tahun

Jadi, 144 bulan = 12 tahun.

c. Hubungan satuan waktu jam, menit, dan detik

Telah dipelajari satuan waktu jam, menit, dan detik. Perhatikan

hubungan satuan waktu jam, menit ,dan detik berikut.

Contoh:

1) 15 menit = ... detik.

Jawab:15 menit = 15×60 detik = 900 detik

Jadi, 15 menit = 900 detik. 1 jam = 60 menit = 3.600 detik 1 menit = 60 detik

1 tahun = 12 bulan = 52 minggu = 365 hari 1 bulan = 4 minggu = 30 hari

(20)

20

2) 180 menit = ... jam.

Jawab: 180 menit = 180 : 60 jam = 3 jam

Jadi, 180 menit = 3 jam.

d. Mengubah satuan yang bersisa

Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah mengubah antarsatuan

jam, menit dan detik. Misalnya 60 detik = 1 menit, 120 menit = 2 jam.

Bagaimana dengan 70 detik, 100 menit, atau 124 menit?

Bilangan-bilangan waktu di atas adalah Bilangan-bilangan satuan yang bersisa. Perhatikan

contoh berikut.

Contoh:

1) 124 menit = 2 jam dan bersisa 4 menit

Jadi, 124 menit = 2 jam + 4 menit.

e. Melakukan operasi hitung antarsatuan

Dalam operasi hitung antarsatuan, satuan harus sama.

1) Operasi satuan milenium sampai tahun

Contoh:

1 milenium – 3 abad + 5 dasawarsa – 25 windu = ... tahun

Jawab:

 1 milenium = 1.000 tahun

 3 abad = 3×100 tahun = 300 tahun

 5 dasawarsa = 5×10 tahun = 50 tahun

 25 windu = 25×8 tahun = 200 tahun

Jadi,

1 milenium – 3 abad + 5 dasawarsa – 25 windu = 1.000 – 300 + 50 –

200 = 550 tahun

2) Operasi satuan tahun sampai hari

Contoh:

(21)

21

Jawab:

 2 tahun = 2×365 hari = 730 hari

 7 bulan = 7×30 hari = 210 hari

 9 minggu = 9×7 hari = 63 hari

Jadi, 2 tahun – 7 bulan – 9 minggu = 730 – 210 – 63 = 457 hari

3) Operasi satuan jam, menit, dan detik

(a) Penjumlahan

Contoh:

10 jam 45 menit 30 detik

04 jam 36 menit 40 detik

14 jam 81 menit 70 detik

Tentunya kamu masih ingat, bukan?

70 detik = 1 menit + 10 detik

81 detik = 1 menit + 21 menit

Jadi, 14 jam + 81 menit + 70 detik

= 14 jam + 1 jam + 21 menit + 1 menit + 10 detik

= 15 jam + 22 menit + 10 detik

(b) Pengurangan

Contoh:

10 jam 25 menit 20 detik

06 jam 20 menit 30 detik

Pada operasi di atas, satuan detiknya tidak dapat dikurangkan.

Sehingga meminjam 1 menit (60 detik) dari satuan waktu menit.

Jadi,

Satuan menit = 20 + 60= 80 detik

Satuan menitnya 25 – 1= 24 menit

Jadi, kita tuliskan:

+

(22)

22

10 jam 24 menit 80 detik

06 jam 20 menit 30 detik

4 jam 4 menit 50 detik

H. Pengukuran kecepatan

1. Mengenal Satuan Jarak dan Kecepatan

Iwan berangkat sekolah mengendarai sepeda. Panjang lintasan yang

dilalui Iwan dari rumah sampai ke sekolah adalah 800 m. Artinya jarak rumah

Iwan ke sekolah adalah 800 m. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan

jarak?

Jarakmerupakan panjang lintasan yang dilalui. Satuan yang digunakan

untuk menyatakan jarak sama dengan satuan panjang, yaitu kilometer (km),

hektometer (hm), dekameter (dam), meter (m), desimeter (dm), centimeter

(cm), dan milimeter (mm). Tetapi, satuan yang sering digunakan

adalah kilometer (km) dan meter (m).

Untuk menempuh jarak 800 m dari rumah ke sekolah Iwan membutuhkan

waktu 4 menit. Berapa kecepatan Iwan mengendarai sepedanya?

Kecepatan merupakan jarak yang ditempuh dalam satuan waktu. Satuan

kecepatan dirumuskan sebagai berikut.

Sekarang, perhatikan lagi permasalahan di atas!

Jarak dari rumah Iwan ke sekolah adalah 800 m. Waktu tempuh dari rumah ke

sekolah adalah 4 menit.

Kecepatan = 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢 ℎ

𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢 ℎ

=800 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟

4 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

= 200 m/menit

Jadi, kecepatan Iwan mengendari sepedanya adalah 200 m/menit.

(23)

23

Perhatikan contoh berikut ini!

Sebuah mobil dalam waktu 3 jam dapat menempuh jarak sejauh 180 km.

Berapa kecepatan mobil tersebut?

Ayo, kita hitung!

Jadi, kecepatan mobil adalah 60 km/ jam.

2. Hubungan Antarsatuan Kecepatan

Jika sebuah mobil melaju dengan kecepatan 60 km/jam. Berapa m/menit

kecepatan mobil tersebut?

Perhatikan penyelesaian berikut ini!

60 km/jam dapat ditulis 60 𝑘𝑚

Jadi, 60 km/jam = 1.000 m/menit.

Perhatikan contoh lainnya berikut ini!

15.000 m/jam = . . . km/jam

(24)

24

15.000 m/jam dapat ditulis 15.000 m

1 𝑗𝑎𝑚

3. Menyelesaikan Masalah yang berhubungan dengan kecepatan

Sebuah mobil melaju dengan kecepatan 65 km/jam dari Yogyakarta ke

Semarang. Bila jarak Yogyakarta ke Semarang adalah 130 km, berapa lama

waktu yang dibutuhkan mobil tersebut untuk sampai Semarang?

Penyelesaian:

Kecepatan mobil = 65 km/jam

Jarak yang ditempuh = 130 km

Jadi, waktu yang dibutuhkan mobil untuk sampai di Semarang adalah 2 jam.

I. Pengukuran debit 1. Pengertian Debit

Misalnya, volume botol yang kalian gunakan adalah 650 mL. Sedangkan

waktu yang diperlukan untuk mengosongkannya adalah 10 detik. Jadi, berapa

mL air yang keluar tiap detik?

Air yang mengalir tiap detik = 650

10 = 65 mL

Dengan demikian, dapat kita katakan bahwa debit air yang keluar dari

(25)

25

detiknya adalah 65 mL. Jadi, debit air ditentukan dengan menggunakan

persamaan berikut:

Dengan demikian, debit adalah volume zat cair yang mengalir tiap

satuan waktu. Kalian tentu masih ingat apa saja satuan volume. Satuan

volume diantaranya adalah liter (L), milliliter (mL), meter kubik (m3), dan

sentimeter kubik (cc). dan satuan waktu adalah detik, menit, atau jam.

2. Hubungan Antarsatuan Debit

Masih ingatkah kamu, hubungan antara jam, menit, dan detik?

1 jam = 60 menit

1 menit = 60 detik

1 jam = 3.600 detik

Pemahamanmu tentang hubungan antarsatuan waktu akan digunakan

untuk menentukan hubungan antarsatuan debit.

1 L/menit = 1 × 60 L/jam = 60 L/jam

1 L/menit = 1 × 1

60 L/detik

= 1

60 L/detik

3. Operasi hitung menggunakan satuan debit

a. 4 L/menit + 3 L/menit = . . . L/menit

(26)

26

4 L/menit + 3 L/menit = 7 L/menit

b. 4 dm3/detik − 7 cL/detik = . . . cL/detik

Jawab:

4 dm3/detik − 7 cL/detik = 4 L/detik − 7 cL/detik

= 400 cL/detik − 7 cL/detik

= 393 cL/detik

c. 4 × 5 m3/detik = . . . m3/detik= . . . L/detik

Jawab:

4 × 5 m3/detik = 20 m3/detik = 20 × 1.000 L/detik

= 20.000 L/detik

d. 4,25 m3/detik : 25 = . . . L/detik

Jawab:

4,25 m3/detik : 25 = 0,17 m3/detik = 0,17 × 1.000 L/detik

= 170 L/detik

e. Pak Agung akan mengisi sebuah kolam renang. Kolam renang

tersebut panjangnya 25 meter, lebarnya 5 meter, dan tingginya 2

meter. Pak Agung mengisi kolam tersebut dengan air dari 2 buah

keran. Debit air setiap keran adalah 2,5 liter/detik. Berapa jam

waktu yang diperlukan Pak Agung untuk mengisi kolam renang

tersebut?

Penyelesaian:

Diketahui : Panjang kolam renang 25 m

Lebar kolam renang 5 m

Tinggi kolam renang 2 m

Debit air setiap keran 2,5 liter per detik

Banyak keran ada 2

Ditanyakan : Lama waktu mengisi kolam renang = . . . jam

(27)

27

Langkah pertama adalah menentukan volume kolam renang.

Volume kolam renang = panjang × lebar × tinggi

= 25 m × 5 m × 2 m

= 250 m3

= 250.000 dm3

= 250.000 liter

Langkah kedua adalah menentukan debit air total.

Debit air total = 2 × debit air tiap keran

= 2 × 2,5 liter per detik

= 5 liter per detik

Langkah ketiga adalah menentukan lama waktu mengisi kolam.

Lama waktu = 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑘𝑜𝑙𝑎𝑚 𝑟𝑒𝑛𝑎𝑛𝑔

𝑑𝑒𝑏𝑖𝑡 𝑎𝑖𝑟𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙

= 250 .000 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟

5 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘

= 50.000 detik

= 50.000

60 menit

= 833,33 menit

= 833 ,33

60 jam

= 13,89 jam

Jadi, Pak Agung memerlukan waktu 13,89 jam untuk mengisi

(28)

28

DAFTAR PUSTAKA

Any Winarsih, dkk. IPA Terpadu untuk SMP/MTS Kelas VII. Jakarta: Pusat

Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Burhan Mustaqim dan Ary Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika. Jakarta: Pusat

Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Dwi Priyo Utomo dan Ida Arijanny. 2009. Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta:

Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Dwi Priyo Utomo dan Ida Arijanny. 2009. Matematika untuk SD/MI Kelas VI.

Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Heruman. 2007. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

http://file.upi.edu/Directori/DUAL-MODES/GEOMETRIDANPENGUKURAN/BBM_7-8-9.pdf

http://p4tkmatematika.org/downloads/sd/Pengukuran.pdf

Lusia Tri Astuti dan P. Sunardi. 2009. Matematika 5 untuk Sekolah Dasar Kelas V.

Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Mas Titing Sumarmi dan Siti Kamsiyati. 2009. Asyiknya Belajar Matematika untuk

SD/MI Kelas IV. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Mas Titing Sumarti dan Siti Kamsiyati. 2009. Asyiknya Belajar Matematika untuk

SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukun Departemen Pendidikan Nasional.

Nur Hamimah. 2009. Panduan Lengkap Pintar Matematika. Jakarta: Cerdas Pustaka

Publisher.

RJ. Soenarjo. 2008. Matematika 5 untuk SD/MI Kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan

Departemen Pendidikan Nasional.

Supardjo dan Umi Salamah. 2009. Matematika 6 Gemar Berhitung untuk SD/MI

Kelas VI. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Suparti, dkk. 2008. Matematika untuk SD/MI Kelas 4. Surakarta:Pusat Perbukuan

Referensi

Dokumen terkait

o Menentukan soal yang berhubungan dengan satuan, waktu, panjang, berat. o Menentukan macam satuan, waktu,

Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) ... Penyelesaian Masalah KPK dan FPB ... Pengukuran Sudut ... Pengukuran Waktu ... Pengukuran Panjang ... Pengukuran Berat ... Pemecahan

Pada buku ini kamu akan mempelajari materi tentang: operasi hitung bilangan; kelipatan dan faktor suatu bilangan; pengukuran sudut, waktu, panjang, dan berat; keliling dan luas

3.2 Menentukan hubungan antarsatuan panjang dan antarsatuan berat 3.3 Menyelesaikan masalah yang. berkaitan dengan satuan waktu, panjang

3.3 Menyelesaikan masalah yang ebrkaitan dengan satuan waktu, panjang dan berat

Menggunakan pengukuran sudut,panjang dan berat dalam pemecahan masalah 3.3.Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan satuan waktu,panjang dan berat IV -Diberikan beragam

Satuan-satuan dasar untuk kapasitas, berat, dan luas dikembangkan pada waktu yang sama dengan satuan panjang tersebut.Seliter adalah satuan dasar untuk kapasitas merupakan

Modul ajar matematika tentang pengukuran panjang menggunakan satuan baku untuk siswa kelas 3