No Nama Ilmiah dan Nama Umum
Gejala dan Tanda + Dokumentasi Tipe Mulut Gambar Hama 1.Leptocorisa acuta
Thunberg (Hemiptera : menghisap cairan susu dari biji padi pada waktu fase awal pembentukan biji. Walang sangit menghisap cairan susu dari biji yang sedang berkembang. Akibat dari serangan ini akan mengurangi ukuran dan kualitas biji padi. Biji yang terkena serangan ini akan pecah pada waktu digiling menjadi beras karena banyak biji yang tidak masak penuh.
Gambar literature
Tujuan dari Praktikum Ilmu Hama Tanaman dengan materi “Tipe Mulut Serangga dan Gejala Kerusakan Tanaman Akibat Serangan Hama” yaitu untuk mengidentifikasi tipe mulut serangga dan dapat mendeskripsikan gejala kerusakan yang timbul pada tanaman akibat serangan hama tersebut.
2.Oxya chinensis
(Orthoptera: Acrididae) Belalang
Hama ini menyerang terutama di bagian daun, daun terlihat rusak karena serangan dari belalang tersebut, jika populasinya banyak serta belalang sedang dalam keadaan kelaparan, hama ini bisa menghabiskan tanaman padi sekaligus sampai tulang–tulang daunnya.
Gambar literature
Menggigit mengunyah
Gambar literature
Gambar Literatur
Gambar Dokumentasi
Gambar Dokumentasi
4.Tetranychus sp (Acarina: Tetranychidae) Tungau Merah
Gejala serangan Tetranychus sp. ditandai dengan timbulnya bercak-bercak yang pada awalnya berwarna putih kekuningan lama-kelamaan berubah seperti karat. Bercak ini dapat meluas pada seluruh permukaan daun seiring meluasnya serangan.
Gambar literatur
Meraut Menghisap
Gambar literatur
Gambar Dokumentasi
Pada praktikum Ilmu Hama Tanaman ada 4 jenis spesies hama yang diamati terkait dengan gejala serangan dan tipe mulut hama. Keempat jenis hama tersebut antara lain adalah Oxya chinensis, Leptocorisa acuta, Erionota thrax dan Tetranychus sp. Gejala serangan hama pada tanaman sangat ditentukan oleh tipe alat mulutnya. Pada umumnya metode identifikasi dilakukan yaitu dengan menggunakan kunci determinasi, mencocokkan dengan gambar, mencocokkan dengan spesimen yang sudahdiketahui namanya dan menanyakan kepada ahlinya (taksonom) (Agus, 2008). Identifikasi berdasarkan gejala serangannya yakni dengan memperhatikan tipe alat mulut menggigit dan mengunyah maka akan ditemukan bagian tanaman yang hilang, apakah dimakan, digerek atau atau digorok, sedangkan kalau tipe alat mulutnya menusuk dan mengisap maka pada bagian tanaman akan ditemukan bekas tusukan stilet yang akan menyebabkan terjadinya perubahan warna atau perubahan bentuk pada bagian tanaman yang diserangnya (Agus, 2008).
Nimfa dan imago Leptocorisa acuta mengisap bulir padi pada fase masak susu, selain itu dapat juga mengisap cairan batang padi. Malai yang diisap menjadi hampa dan berwarna coklat kehitaman. Walang sangit mengisap cairan bilir padi dengan cara menusukkan styletnya. Nimfa lebih aktif daripada imago, tapi imago dapat merusak lebih banyak karena hidupnya lebih lama. Hilangnya cairan biji menyebabkan biji padi mengecil jika cairan dalam bilir tidak dihabiskan. Dalam keadaan tidak ada bulir yang matang susu, maka dapat menyerang bulir padi yang mulai mengeras, sehingga pada saat stylet ditusukkan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat.Gejala akibat serangan Leptocorisa acuta yaitu bulir padi yang sedang matang susu menjadi hampa karena disiap cairannya, kulit pada bekas tusukan terdapat bercak titik berwarna putih kemudian berubah menjadi coklat kehitaman (Kalshoven, 1981). Hilangnya cairan menyebabkan biji padi menjadi kecil, tetapi jarang yang menjadi hampa karena mereka tidak mengosongkan seluruh isi biji yang sedang tumbuh (Tjahjono dan Harahap, 1994)
ke belakang. Femur tungkai belakang membesar dan terdapat bercak-bercak berwarna merah. Pada abdomen terdapat tympanum (Terry & Taufik, 2008).
Gejala serangan akibat Erionota thrax yaitu ulat yang masih muda memotong daun mulai dari tepi secara miring, lalu digulung sehingga membentuk tabung kecil. Ulat memakan daun di dalam gulungan, apabila daun didalam gulungan habis maka ulat akan pindah dan membentuk gulungan daun yang lebih besar Pada tingkat serangan tinggi, daun habis dan tinggal pelepah yang penuh dengan gulungan (Hasyim dan Nakamura, 2003).
4. PENUTUP 4.1 Kesimpulan
Dalam praktikum specimen yang di bawa antara lain Oxya chinensis, Leptocorisa acuta, Erionota thrax dan Tetranychus sp. Gejala kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan hama ini berbeda-beda, karena setiap specimen memiliki tipe mulut yang berbeda Oxya chinensis dan Erionota thrax memiliki gejala kerusakan yang hampir sama yaitu adanya bekas gigitan di bagian tepi daun. Kesamaan gejala kerusakan ini dikarenakan kedua specimen ini memiliki tipe mulut yang sama yaitu menggigit mengunyah. Gejala kerusakan yang diakibatkan oleh Leptocorisa acuta yaitu bulir padi yang sedang matang susu menjadi hampa karena disiap cairannya, kulit pada bekas tusukan terdapat bercak titik berwarna putih kemudian berubah menjadi coklat kehitaman. Leptocorisa acuta memiliki tipe mulut menusuk menghisap sehingga menyebabkan ukuran bulir padi kecil karena dihisap cairannya. Gejala kerusakan akibat
tungau merah yaitu adanya bintik kuning, yang kemudian menyatu sehingga jaringan daun seluruhnya menjadi kuning dan akhirnya merah (hama merah). Tungau terlihat seperti bercak-bercak merah (red spot) menyerupai jarum yang merayap di bagian bawah daun. Tetranycus sp memiliki tipe mulut meraut menghisap sehingga gejala kerusakan dikarenakan Tetranycus sp menghisap klorofil dari daun, sehingga warnanya berubah menjadi bintik-bintik kelabu dan keperakan.
4.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
Agus, Nurariaty. 2008. Identifikasi Hama Tanaman. Jurusan hama dan penyakit tanaman Fakultas Pertanian-Universitas Hasanuddin. Makassar
Hasyim, A., Kamisar dan K. Nakamura. 2003. Mortalitas Stadia Pradewasa Hama Penggulung Daun Pisang Erionata thrax (L) yang Disebabkan oleh Parasitoid. J.Hort. 13(2). hlm. 114-199.
Huffaker, C.B., Vrie M van de & J.A. McMurtry. 1969. The Ecology of Tetranychid Mites and Their Control. Ann. Rev. Entomol. 14:125-174
Kalshoven, L. G. E. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Direvisi dan ditranslate oleh P. A. Vand der Lann. Ikhtiar Baru, Van Haeve Jakarta.
Silva, E.A, Reis P.R., Carvalho, T.M.B and B.F. Altoe. 2009. Biology Tetranichus urticae (Acari: Tetranychidae) on Gerbera jamesonii Bolus and Hook (Asteraceae). Braz. J. Biol. 69(4): 1121-1129
LAPORAN PRAKTIKUM
ILMU HAMA TANAMAN
“Tipe Mulut Serangga dan Gejala Kerusakan Tanaman Akibat Serangan Hama” Oleh :
Nama : Rohmatin Maula NIM : 135040201111137 Kelompok : B2
Asisten : Munika Dwi Nurul H.