1. Pedoman Penatalaksanaan HPK

22 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT PERMATA CIREBON PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT PERMATA CIREBON

NOMOR : ……… NOMOR : ………

TENTANG TENTANG

PEDOMAN PENATALAKSANAAN HAK PASIEN DAN

PEDOMAN PENATALAKSANAAN HAK PASIEN DAN KELUARGAKELUARGA RUMAH SAKIT PERMATA CIREBON

RUMAH SAKIT PERMATA CIREBON DIREKTUR RUMAH SAKIT PERMATA CIREBON DIREKTUR RUMAH SAKIT PERMATA CIREBON

Menimbang

Menimbang : a. : a. bahwa dalam upaya bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pemeningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Permata Clayanan Rumah Sakit Permata Cirebon,irebon, diperlukan Pedoman Penatalaksanaan Hak Pasien dan Keluarga Rumah Sakit diperlukan Pedoman Penatalaksanaan Hak Pasien dan Keluarga Rumah Sakit Permata Cirebon ;

Permata Cirebon ;

.bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas perlu ditetapkan Pedoman .bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas perlu ditetapkan Pedoman Penatalaksanaan Hak Pasien dan Keluarga Rumah Sakit Permata Cirebon dengan Penatalaksanaan Hak Pasien dan Keluarga Rumah Sakit Permata Cirebon dengan Peraturan Direktur Rumah Sakit Permata Cirebon.

Peraturan Direktur Rumah Sakit Permata Cirebon.

Mengingat

Mengingat : : 1. 1. Undang-undang Undang-undang Republik Republik Indonesia Indonesia Nomor Nomor 44 44 tahun tahun 2009 2009 tentang tentang Rumah Rumah Sakit;Sakit; 2.

2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang PraktikUndang-undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran;

Kedokteran; 3.

3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 200Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 200 9 tentang Kesehatan;9 tentang Kesehatan; 4.

4. Keputusan Menteri Kesehatan RI No445 / Kep.42 / I / IPPRSKeputusan Menteri Kesehatan RI No445 / Kep.42 / I / IPPRS

 –

 –

 BPPT / 2012 Tentang BPPT / 2012 Tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan Perpanjangan (I) Kepada PT. Raudhatussyfaa Pemberian Ijin Penyelenggaraan Perpanjangan (I) Kepada PT. Raudhatussyfaa Sehat Bersama untuk Menyelenggarakan Rumah Sakit Permata Cir

Sehat Bersama untuk Menyelenggarakan Rumah Sakit Permata Cir ebon Cirebon;ebon Cirebon; 5.

5. Keputusan Direktur PT Raudhatussyfaa Sehat Bersama Nomor 439 / MMA / II /Keputusan Direktur PT Raudhatussyfaa Sehat Bersama Nomor 439 / MMA / II / 2013 tentang Struktur Organisasi Rumah Sakit Permata Cirebon;

2013 tentang Struktur Organisasi Rumah Sakit Permata Cirebon; 6.

6. Keputusan Direktur PT Raudhatussyfaa Sehat Bersama Nomor 455 / MMA / II /Keputusan Direktur PT Raudhatussyfaa Sehat Bersama Nomor 455 / MMA / II / 2014 tentang tentang Pengangkatan Direktur.

2014 tentang tentang Pengangkatan Direktur.

MEMUTUSKAN MEMUTUSKAN Menetapkan:

(2)

Kesatu

Kesatu : : PERATURAN PERATURAN DIREKTUR DIREKTUR RUMAH RUMAH SAKIT SAKIT PERMATA PERMATA CIREBON CIREBON TENTANG TENTANG PEDOMANPEDOMAN PENATALAKSANAAN HAK PASIEN DAN KELUARGA RUMAH SAKIT PERMATA PENATALAKSANAAN HAK PASIEN DAN KELUARGA RUMAH SAKIT PERMATA CIREBON.

CIREBON. Kedua

Kedua : : Pedoman Pedoman Penatalaksanaan Penatalaksanaan Hak Hak Pasien Pasien dan dan Keluarga Keluarga Rumah Rumah Sakit Sakit Permata Permata CirebonCirebon dimaksud dalam Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran dimaksud dalam Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini.

Peraturan ini. Ketiga

Ketiga : Pedoman : Pedoman Penatalaksanaan Penatalaksanaan Hak Hak Pasien Pasien dan dan Keluarga Keluarga Rumah Rumah Sakit Sakit Permata Permata CirebonCirebon sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kedua harus dijadikan panduan dalam sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kedua harus dijadikan panduan dalam memberikan pelayanan di Rumah Sakit Permata Cirebon.

memberikan pelayanan di Rumah Sakit Permata Cirebon.

Keempat

Keempat : Peraturan : Peraturan ini ini berlaku berlaku sejak sejak tanggal tanggal ditetapkannya ditetapkannya dan dan apabila apabila di di kemudian kemudian harihari terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. mestinya. Ditetapkan di Cirebon Ditetapkan di Cirebon Pada tanggal Pada tanggal Direktur, Direktur,

(3)

Alamat Telephone Fax Web Site E-mail : Jl. Tuparev No. 117 - 45153 :(0231) 833 88 77 – 833 88 99 : (0231) 829 36 98 : www.rspermatacirebon.co.id : rspermatacirebon@gmail.com

PEDOMAN TATA LAKSANA HAK PASIEN DAN KELUARGA

RUMAH SAKIT PERMATA CIREBON

(4)

Alamat Telephone Fax Web Site E-mail : Jl. Tuparev No. 117 - 45153 :(0231) 833 88 77 – 833 88 99 : (0231) 829 36 98 : www.rspermatacirebon.co.id : rspermatacirebon@gmail.com

(5)

1 Kata Pengantar

Buku pedoman ini merupakan pedoman kerja bagi semua pihak yang memberikan pelayanan k epada pasien di Rumah Sakit Permata Cirebon untuk dapat mengetahui hak dan kewajiban dari pasien serta keluarga

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala berkat dan anugrah yang telah diberikan kepada penyusun, sehingga Pedoman Penatalaksanaan Hak Pasien dan Keluarga Rumah Sakit Permata Cirebon ini dapat selesai disusun

Tidak lupa penyusun menyampaikan terima kasih yang sedalam dalamnya atas bantuan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan Pedoman Penatalaksanaan Hak Pasien dan Keluarga

Cirebon,

(6)

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1 B. Tujuan... 2 C. Tujuan ... 2 D. Pengertian ... 3

BAB IIHAK DAN KEWAJIBAN PASIEN A. Definisi Hak ... 7

B. Hak Pasien ... 7

C. Definisi Kewajiban ... 7

D. Kebijakan Pasien ... 7

BAB III. PENATALAKSANAAN HAK PASIEN BAB V. PENUTUP ... 52

(7)
(8)

Lampiran

Peraturan Direktur RS Permata Cirebon Nomor : ...

Tanggal :

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Saat sekarang ini masyarakat sudah semakin cermat dan kritis terhadap produk jasa yang diperolehnya termasuk pelayanan yang diberikan dalam bidang kesehatan.Hal ini tentunya memacu instansi rumah sakit khususnya rumah sakit swata untuk meningkatkan kualitas pelayanannya mulai dari pra sampai pasca pelayanan. Pelayanan yang prima akan meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pasien terhadap rumah sakit tersebut.

Rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat atau dapat menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan (Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit).Sedangkan pengertian rumah sakit menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 340/MENKES/PER/III/2010, rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.

Rumah sakit sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan yang meliputi preventif, kuratif, rehabilitatif dan promotif mempunyai hak-hak dan kewajiban-kewajiban dalam hubungan hukum perjanjian terapeutik dengan pasien sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah SakitRumahsakit Permata Cirebon

(9)

2 berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang nyaman, aman, cepat, tepatdanramahsertamemberikanpelayanandenganmengedepankanmutudankeselamatanpasien.

Pelaksanaan hak dan kewajiban antara rumah sakit dan pasien merupakan sebuah tanggung  jawab yang lahir dari hubungan hukum diantara keduanya.Setiap upaya pelayanan medis seperti pengobatan, penyembuhan dan pemulihan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit terhadap pasien merupakan wujud pelaksanaan dari kewajiban rumah sakit dalam memenuhi hak-hak pasien.

1.2. TUJUAN

Setelah membaca pedoman ini, diharapkan mampu memahami dan memenuhi hak-hak pasien dalam memberikan pelayanan kesehatan.

(10)

BAB II

HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN

2.1. DEFINISI HAK

Hak adalah segala sesuatu yang harus didapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir bahkan sebelum lahir. Berdasarkan kamus Bahasa Indonesia, hak merupakan sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb), kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajat atau martabat.

2.2. HAK PASIEN

Dalam pelayanan kesehatan, pasien memiliki hak-hak yang telah diatur dalam Undang Undang RI No. 44 Tahun 2009 Pasal 32 tentang Rumah Sakit, yaitu :

a. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.

b. Pasien berhak memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien.

c. Pasien berhak memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa diskriminasi. d. Pasien berhak memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi

dan standar prosedur operasional.

e. Pasien berhak memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi.

f. Pasien berhak mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan.

g. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.

h. Pasien berhak meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Ijin Praktek (SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit.

i. Pasien berhak mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya.

 j. Pasien berhak mendapatkan informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi dan

(11)

4 k. Pasien berhak memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan

oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya. l. Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.

m. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.

n. Pasien berhak memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah Sakit.

o. Pasien berhak mengajukan usul, saran, perbaikan atas prilaku Rumah Sakit terhadap dirinya. p. Pasien berhak menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan

kepercayaan yang dianutnya.

q. Pasien berhak menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah Sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata maupun pidana.

r. Pasien berhak mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 53 menyebutkan beberapa hak pasien, yaitu hak atas informasi, hak atas second opinion, hak atas kerahasiaan, hak atas persetujuan tindakan medis, hak atas masalah spiritual dan hak atas ganti rugi.

Menurut UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pada pasal 4

 –

  8 disebutkan setiap orang berhak atas kesehatan, akses atas sumber daya, pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkat, menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan, lingkungan yang sehat, info dan edukasi kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab, dan informasi tentang data kesehatan dirinya.

Hak-hak pasien dalam UU No.36 tahun 2009 itu diantaranya meliputi :

a. Hak menerima atau menolak sebagian atau seluruh pertolongan (kecuali tak sadar, penyakit menular berat, gangguan jiwa berat).

b. Hak atas rahasia pribadi (kecuali perintah UU, pengadilan, ijin yang bersangkutan, kepentingan yang bersangkutan, kepentingan masyarakat).

(12)

c. Hak tuntut ganti rugi akibat salah atau kelalaian (kecuali tindakan penyelamatan nyawa atau cegah cacat).

Pada UU No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran khususnya pada pasal 52 juga diatur hak-hak pasien, yang meliputi :

a. Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (3).

b. Meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain.

c. Mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis. d. Menolak tindakan medis.

e. Mendapatkan isi rekam medis.

Terkait rekam medis, Peraturan Menteri Kesehatan No. 269 pasal 12 m enyebutkan : a. Berkas rekam medis milik sarana pelayanan kesehatan.

b. Isi rekam medis merupakan milik pasien.

c. Isi rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat ( 2) dalam bentuk ringkasan rekam medis. d. Ringkasan rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diberikan, dicatat, atau

dicopy oleh pasien atau orang yang diberi kuasa atau atas persetujuan tertulis pasien atau keluarga pasien yang berhak untuk itu.

Hak pasien lainnya :

a. Pasien berhak mendapatkan pelayanan kerohanian.

b. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap kebutuhan privasinya. c. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap harta yang dimilikinya. d. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap kekerasan fisik.

e. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap kerahasiaan informasi yang berkaitan dengan kondisi kesehatannya.

f. Pasien dan keluarga berhak mendapatkan edukasi tentang pelayanan. g. Pasien berhak menolak atau tidak melanjutkan pengobatan.

(13)

6  j. Pasien dan keluarga berhak mendapatkan persetujuan tindakan (informed consent)

k. Pasien berhak mendapatkan pelayanan tahap terminal di akhir kehidupannya.

2.3. DEFINISI KEWAJIBAN

Kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang harus dilaksanakan).

2.4. KEWAJIBAN PASIEN

Selain hak, pasien juga memiliki kewajiban yang telah diatur dalam UU No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran terutama pasal 53 UU, yang meliputi :

a. Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah kesehatannya. b. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter dan dokter gigi.

c. Mematuhi ketentuan yang berlaku di sarana pelayanan kesehatan. d. Memberi imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

Kewajiban Pasien lainnya :

a. Memberikan data pribadi Anda secara lengkap dan akurat, seperti nama lengkap, tanggal lahir, alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

b. Memberikan data keluarga yang dapat dihubungi bila Anda dalam keadaan darurat.

c. Bertanya bila Anda tidak mengerti diagnosa atau rencana pengobatan yang akan Anda jalani. Anda dan keluarga Anda bertanggung jawab untuk memberitahu pihak rumah sakit apabila Anda tidak mengerti prosedur yang akan dijalankan.

d. Memberitahukan perubahan yang terjadi atas kondisi dan kesehatan A nda.

e. Berpartisipasi aktif dalam pengobatan Anda, termasuk pemberian keputusan mengenai rencana perawatan kesehatan Anda termasuk pengambilan obat-obatan dan pembuatan  janji konsultasi dengan dokter pada kunjungan berikutnya.

f. Menginformasikan pihak rumah sakit apabila Anda mengalami hambatan dengan rencana pengobatan yang diberikan.

(14)

g. Bertanggung jawab atas semua konsekuensi yang ada apabila Anda menolak pengobatan medis atau meninggalkan rumah sakit tanpa persetujuan dokter.

h. Memperlakukan petugas rumah sakit, pasien lainnya dan pengunjung dengan sopan.

i. Datang sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Jika Anda tidak bisa hadir sesuai dengan perjanjian, silahkan memberitahu pihak rumah sakit sebelumnya.

 j. Menghormati privasi pasien lainnya.

k. Bertanggung jawab atas keamanan barang-barang berharga dan barang-barang pribadi Anda selama berada di rumah sakit.

l. Tidak melakukan perbuatan yang melanggar tata krama dan etika yang berlaku. m. Menggunakan dan menjaga properti dan fasilitas rumah sakit dengan baik.

BAB III

PENATALAKSANAN HAK PASIEN

3.1. Pasien berhak mendapatkaninformasi mengenai tata tertib dan peraturan RS Permata Cirebon Cirebon

Pada tahap awal pasien melakukan pendaftaran, petugas pendaftaran rawat jalan dan rawat inap harus memberikan penjelasan mengenai tata tertib dan peraturan RS Permata Cirebon Cirebon (formulir pendaftaran dan persetujuan umum terlampir).

3.2. Pasien berhak mendapatkan informasi tentang hak dan kewajiban pasien

Selain memberikan penjelasan mengenai tata tertib dan peraturan RS Permata Cirebon Cirebon, pada tahap awal pasien melakukan pendaftaran, petugas pendaftaran rawat jalan dan rawat inap juga harus memberikan informasi mengenai hak dan kewajiban pasien (General consent terlampir).

(15)

8 Dalam memberikan pelayanan kesehatan, semua petugas RS Permata Cirebon Cirebon harus menghormati pasien dan melayaninya dengan penuh cinta kasih tanpa melihat perbedaan baik ras, umur, jenis kelamin, agama, kewarganegaraan, kedudukan sosial maupun ketidakmampuan fisik.

3.4. Pasien berhak mendapatkan layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional.

Semua petugas medis yang memberikan pelayanan di RS Permata Cirebon Cirebon telah memenuhi standar profesi yang ditetapkan dan memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan regulasi rumah sakit yang telah ditetapkan yaitu kebijakan dan standar prosedur operasional.

3.5. Pasien berhak mendapatkan layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi.

RS Permata Cirebon Cirebon menerapkan kendali mutu dan kendali biaya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, seperti :

a. Penggunaan daily plan yang dapat memantau pemberian pelayanan kesehatan setiap hari baik dari segi biaya maupun tindakan medis.

b. Memberikan pelayanan perjanjian rawat jalan dimana pasien dapat membuat perjanjian konsultasi dengan dokter beberapa hari sebelumnya dan pasien dapat diberikan informasi nomor urut dan perkiraan jam kedatangannya sehingga pasien tidak menunggu lama di ruang tunggu. Dengan adanya pelayanan perjanjiann rawat jalan diharapkan semua pasien dapat melakukan perjanjian dengan mudah dan dapat meningkatkan kepuasan dokter dan pasien. Hal ini telah diatur dalam panduan perjanjian rawat jalan.

Dengan adanya pelayanan perjanjian rawat jalan ini diharapkan semua pasien dapat melakukan perjanjian dengan mudah dan dapat meningkatkan kepuasan dokter dan pasien.

3.6. Pasien berhak mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan.

Untuk meningkatkan kepuasan pasien, RS Permata Cirebon Cirebon memberikan beberapa fasilitas pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan oleh pasien. Adapun fasilitas pengaduan yang diberikan adalah

(16)

b. Formulir Survei Kepuasan Rawat Jalan c. SMS center 08882268222

Hal ini telah diatur dalam panduan penanganan komplain.

3.7. Pasien berhak mendapatkan kebebasan untuk memilih dokter dan kelas perawatan yang sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.

RS Permata Cirebon Cirebon menyediakan leaflet jadwal praktik dokter yang mudah terlihat oleh pasien dan pada saat pasien melakukan pendaftaran, petugas pendaftaran selalu menanyakan nama dokter yang diinginkan dan kelas perawatannya sehingga pasien bebas untuk menentukan dokter yang akan merawatnya dan kelas perawatan yang diinginkan.

3.8. Pasien berhak mendapatkan kebebasan untuk meminta second opinion  mengenai penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Ijin Praktek (SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit.

RS Permata Cirebon sangat mendukung hak pasien untuk meminta second opinion  kepada dokter lain dan hal ini telah diatur dalam panduan permintaan second opinion.

3.9. Pasien berhak mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, RS Permata Cirebon senantiasa berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan penyakit yang diderita pasien, seperti :RS Permata Cirebon menerapkan aturan hak akses kepada berkas rekam medis pasien. Hal ini telah diatur dalam pedoman pelayanan instalasi rekam medis.

3.10. Pasien berhak mendapatkan informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan.

a. Dokter penanggung jawab pasien akan memberikan edukasi kepada setiap pasien baru dan dokter ruangan akan memberikan edukasi kepada pasien setiap hari. Tenaga medis lainnya seperti apoteker, ahli gizi, fisioterapis akan memberikan edukasi kepada setiap pasien

(17)

10 pasien, dokter ruangan, tenaga medis lainnya dan pasien yang bersangkutan akan menandatangani formulir edukasi.

b. Pasien dapat menghubungi petugas rumah sakit (administrasi rawat inap dan kasir setiap saat apabila membutuhkan informasi mengenai biaya pengobatan.

3.11. Pasien berhak memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.

Sebelum memberikan tindakan kepada pasien, petugas medis akan memberikan informasi tindakan kepada pasien dan meminta persetujuan dari pasien. Apabila pasien setuju dengan tindakan yang akan diberikan, pasien akan menandatangai formulir persetujuan tindakan dan bila pasien menolak tindakan maka pasien akan menandatangani formulir penolakan tindakan (formulir persetujuan dan penolakan terlampir). Hal ini diatur dalam panduan persetujuan tindakan kedokteran.

3.12. Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.

Kebutuhan pasien dalam keadaan kritis tidak hanya pemenuhan/pengobatan gejala fisik, namun  juga pentingnya dukungan terhadap kebutuhan psikologis, sosial dan spiritual yang dilakukan dengan pendekatan interdisiplin. Untuk memenuhi kebutuhan ini, RS Permata Cirebon Cirebon telah mengatur tata cara pelayanan kepada pasien tahap terminal atau kritis dalam panduan pasien terminal, salah satunya adalah mengijinkan pasien untuk didampingi oleh keluarganya. 3.13. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu

tidak mengganggu pasien lainnya.

RS Permata Cirebon Cirebon memberikan kebebasan kepada pasiennya untuk menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya dan RS Permata Cirebon Cirebon memberikan pelayanan kerohanian jika pasien menginginkannya.

3.14. Pasien berhak memperoleh keamanan dan keselamatan untuk pasien selama dalam perawatan di Rumah Sakit.

RS Permata Cirebon Cirebon senantiasa memberikan keamanan dan keselamatan untuk pasien selama perawatan. Adapun upaya yang dilakukan, antara lain :

(18)

a. Petugas medis, non medis dan keamanan RS Permata Cirebon Cirebon harus mengidentifikasi pasien/pengunjung/karyawan dengan benar saat masuk rumah sakit dan selama berada di rumah sakit.

b. Setiap pasien/pengunjung/karyawan yang berada di RS Permata Cirebon Cirebon harus menggunakan tanda pengenal berupa tanda identitas pasien, kartu visitor/pengunjung atau kartu pengenal karyawan.

c. Setiap pelayanan medis yang diberikan kepada pasien harus sesuai dengan regulasi RS yaitu kebijakan dan standar prosedur operasional.

3.15. Pasien berhak mengajukan usul, saran, perbaikan atas perilaku Rumah Sakit terhadap dirinya. Untuk meningkatkan kepuasan pasien, RS Permata Cirebon memberikan beberapa fasilitas pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan oleh pasien. Adapun fasilitas pengaduan yang diberikan adalah :

a. Formulir Survei Kepuasan Rawat Inap b. Formulir Survei Kepuasan Rawat Jalan

c. Formulir Saran dan Masukan di setiap Kotak Saran d. SMS center 0888 226 8 222

Tata laksana penanganan masukan dan saran terdapat di dalam panduan penanganan komplain.

3.16. Pasien berhak menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien, yaitu menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya, RS Permata Cirebon Cirebon memberikan pelayanan kerohanian.Namun setiap pelayanan kerohanian yang diberikan, RS Permata Cirebon Cirebon harus meminta persetujuan terlebih dahulu dengan pasien yang bersangkutan (formulir persetujuan terlampir).

3.17. Menerima secara terbuka terhadap pasien yang menggugat atau menuntut rumah sakit apabila rumah sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata maupun pidana.

(19)

12 terhadap RS Permata Cirebon Cirebon, selalu ditanggapi dengan baik dan diselesaikan dengan cepat. Namun bila pasien tetap ingin menggugat atau menuntut rumah sakit, RS Permata Cirebon Cirebon tidak melarang dan mempersilahkan pasien tersebut untuk menggugat dan manajemen RS Permata Cirebon Cirebon akan menjelaskan bahwa hakpasien mengenai kerahasiaan data rekam medis akan gugur dengan sendirinya apabila kasus ini sudah berada di pengadilan.

3.18. Mempersilahkan pasien untuk mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

RS Permata Cirebon Cirebon mempersilahkan pasien untuk mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik apabila pasien belum merasakan puas atas tindak lanjut manajemen RS Permata Cirebon Cirebon terhadap keluhannya.Hal ini telah diatur dalam panduan penanganan ancaman pasien ke media.

3.19. Pasien berhak mendapatkan pelayanan kerohanian.

Untuk memudahkan pasien menjalankan ibadah sesuai dengan agama/kepercayaan yang dianutnya, RS Permata Cirebon Cirebon menyediakan pelayanan kerohanian sesuai dengan permintan pasien.Hal ini telah diatur dalam panduan pelayanan kerohanian (formulir permintaan pelayanan kerohanian terlampir).

3.20. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap kebutuhan privasi pasien.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, RS Permata Cirebon Cirebon sangat menghormati kebutuhan privasi pasien, seperti :

a. Setiap pasien di RS Permata Cirebon Cirebon berhak menolak kunjungan tamu yang akan menjenguk. Petugas keamanan RS Permata Cirebon Cirebon akan mengkonfirmasi kepada pasien mengenai tamu yang akan menjenguknya melalui perawat dan perawat yang akan mengkonfirmasinya langsung kepada pasien.

b. RS Permata Cirebon Cirebon tidak akan memberikan nomor ruang perawatan kepada penjenguk tanpa seijin pasien.

(20)

3.21. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap harta yang dimilikinya.

a. Semua pasien/pengunjung/karyawan yang berada dalam rumah sakit harus mendapatkan perlindungan harta benda pribadi dengan benar saat masuk rumah sakit dan selama berada di rumah sakit.

b. Semua pasien/pengunjung/karyawan yang berada dalam rumah sakit harus berusaha menjaga harta benda pribadi.

c. Perlindungan harta benda digunakan pada proses pasien/pengunjung/karyawan masuk dalam rumah sakit atau selama berada dalam lingkungan rumah sakit.

Tata laksana perlindungan harta benda pasien telah diatur dalam panduan perlindungan harta benda.

3.22. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap kekerasan fisik.

RS Permata Cirebon Cirebon senantiasa memberikan perlindungan kepada pasien terhadap kekerasan fisik. Adapun upaya yang dilakukan, antara lain :

a. Petugas medis, non medis dan keamanan RS Permata Cirebon Cirebon harus mengidentifikasi pasien/pengunjung/karyawan dengan benar saat masuk rumah sakit dan selama berada di rumah sakit.

b. Setiap pasien/pengunjung/karyawan yang berada di RS Permata Cirebon Cirebon harus menggunakan tanda pengenal berupa tanda identitas pasien, kartu visitor/pengunjung atau kartu pengenal karyawan.

Tata laksana perlindungan pasien terhadap kekerasan fisik terdapat dalam panduan perlindungan terhadap kekerasan fisik.

3.23. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap kerahasiaan informasi yang berkaitan dengan kondisi kesehatannya.

RS Permata Cirebon Cirebon menjaga kerahasiaan informasi yang berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien dan hanya membuka informasi kondisi kesehatan pasien kepada orang yang telah dtunjuk oleh pasien.Apabila ada pihak lain yang meminta informasi kondisi kesehatan pasien harus meminta surat pernyataan pelepasan rahasia kedokteran dari pasien yang bersangkutan.

(21)

14 3.24. Pasien berhak mendapatkan edukasi tentang pelayanan.

Setiap pelayanan yang diberikan di RS Permata Cirebon Cirebon harus diinformasikan kepada pasiennya dan setiap edukasi yang dilakukan disertai dengan tanda tangan pemberi edukasi dan pasien yang menerima edukasi pada formulir edukasi.Hal ini telah diatur dalam pedoman pelayanan promosi kesehatan rumah sakit.

3.25. Pasien berhak menolak atau tidak melanjutkan pengobatan.

RS Permata Cirebon Cirebon bersikap terbuka apabila pasien menolak atau tidak melanjutkan pengobatan setelah petugas medis memberikan informasi medis mengenai dampak negatif yang akan berakibat pada keselamatan pasien. Pasien yang menolak atau tidak melanjutkan pengobatan harus mengisi formulir penghentian pengobatan yang akan diberikan oleh perawat.

3.26. Pasien berhak menolak atau memberhentikan resusitasi atau bantuan hidup dasar.

RS Permata Cirebon Cirebon bersikap terbuka apabila pasien menolak atau memberhentikan resusitasi atau bantuan hidup dasar yang tata laksananya terdapat didalam panduan jangan lakukan resusitasi (do not resuscitate).

3.27. Pasien dan keluarga berhak dilibatkan dalam pengambilan keputusan tentang pelayanan Selama perawatan di RS Permata Cirebon Cirebon, pasien dan keluarga selalu dilibatkan dalam pengambilan keputusan tentang pelayanan khususnya pelayanan yang memiliki resiko tinggi terhadap pasien. Hal ini diatur dalam panduan persetujuan tindakan kedokteran.

3.28. Pasien dan keluarga berhak mendapatkan persetujuan tindakan (informed consent).

Sebelum memberikan tindakan kepada pasien, petugas medis akan memberikan informasi tindakan kepada pasien dan meminta persetujuan dari pasien. Apabila pasien setuju dengan tindakan yang akan diberikan, pasien akan menandatangai formulir persetujuan tindakan dan bila pasien menolak tindakan maka pasien akan menandatangani formulir penolakan tindakan (formulir persetujuan dan penolakan terlampir). Hal ini diatur dalam panduan persetujuan tindakan kedokteran.

(22)

3.29. Pasien berhak mendapatkan pelayanan tahap terminal di akhir kehidupannya.

RS Permata Cirebon Cirebon sangat memperhatikan kebutuhan pasien bahkan saat pasien berada pada tahap terminal.Tata laksana pelayanan pasien pada tahap terminal terdapat dalam panduan pasien terminal.

Dalam pelaksanaan hak pasien lainnya,kepalaruanganmemberikan leaflet pelayanan pada pasien yang berisikan penjelasan mengenai hak dan kewajiban pasien. Pasien dan penanggung jawab pasien dapat mengajukan permintaan khusus yang berkaitan dengan hak pasien debngan mengisi formulir permintaan hak pasien dan keluarga yang telah disediakan di customer service.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : 1. Pedoman Penatalaksanaan HPK