• Tidak ada hasil yang ditemukan

136442295 Askep Keputusasaan 3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "136442295 Askep Keputusasaan 3"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KONSE

KONSEP DAN AS

P DAN ASUHAN

UHAN KEPER

KEPERA

AW

WA

AT

TAN

AN TEN

TENT

TANG

ANG

KEPUTUS ASAAN

KEPUTUS ASAAN

DISUSUN OLEH : DISUSUN OLEH : KELOMPOK 5 KELOMPOK 5 1.

1. ANANJEJELA LA NONOVEVERERENN 2

2.. AATTIIKA KA SSUURRII 3.

3. DDWWIRIRA A JJAANUNUAAR R  4

4.. KKAARRMMIILLAA 5.

5. LALAMRMRIAIANI NI TTOBOBININGG 6.

6. INTINTAN AN PERPERMAMATTA A SARSARII

PRODI S1 KEPERAWATAN

PRODI S1 KEPERAWATAN

STIKes MERUBAKTIJA!A PADANG

STIKes MERUBAKTIJA!A PADANG

2"1#

2"1#

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 L$%$& 'e($)$*+

Ke,-%-s$s$$* mengggambarkan individu yang tidak melihat adanya kemungkinan untuk memperbaiki hidupnya dan bersih keras mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat membantunya.

Keputusasaan berbeda dengan ketidakberdayaan  orang yang putus asa tidak melihat adanya solusi untuk permasalahannya atau tidak menemukan cara untuk mencapai apa yang diinginkannya. Sebalikkya orang yang tidak berdaya masih dapat menemukan alternatif atau untuk masalah tersebut, tetapi tidak mampu melakukan sesuatu untuk mewujudkannya karena kurangnya kontrol dan sumber yang tersedia.

Perasaan tidak berdaya yang tidak kunjung hilang dapat menimbulkan keputusasaan. Keputusasaan biasanya terkait dengan duka cita, depresi, dan keinginan untuk bunuh diri. Untuk individu dengan resiko bunuh diri perawat juga harus menngunakan resiko bunuh diri.

Setiap orang pernah mengalami keputusasaan dalam hidupnya. Hal ini muncul dalam  berbagai bentuk dan merupakan sejenis perasaan yang lebih sering dan lebih umum dirasakan

daripada dilaporkan.

Keputusasaan sering terlihat pada mereka yang cenderung kaku dan tidak fleksibel  baik dalam pikiran , perasaan maupun perilaku.

Keputusasaan adalah keadaan dimana seseorang atau individu tidak mampu memandang kehidupan ke arah yang lebih baik dan cenderung putusasa akan segala kemampuannya, dan kebanyakan Ungkapan klien mengarah ke situasi kehidupan tanpa harapan dan terasa hampa.

ari semua cobaan dan kesulitan yang kita alami di dalam hidup, mungkin yang  paling berbahaya ialah keputusasaan. !erkadang pengalaman keputusasaan ini dinamakan malam yang gelap dalam jiwa kita. "ila mengalami keputusasaan kita seperti merasa bahwa semua jenis terang sirnah dan pergi, lalu kita sendiri sedang berdiri di dalam kegelapan. "arangkali dapat menjadi satu penghiburan kecil kalau masing#masing dari kita menyadari dan mengakui bahwa setiap orang mengalami keputusasaan pada waktu dan tempat tertentu di dalam hidup, tanpa kecuali.

1.2 T-/-$*

(3)

%ahasiswa keperawatan mampu memahami tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan konsep keputusasaan.

!ujuan khusus $

&. %ahasiswa mampu menjelaskan pengertian keputusasaan. '. %ahasiswa mampu menyebutkan penyebab keputusasaan.

(. %ahasiswa mampu menyebutkan tanda dan gejala yang ada pada pasien dengan keputusasaan

). %ahasiswa mampu menyebutkan penatalaksanaan medis pada pasien dengan konsep keputusasaan.

BAB II

TINJAUAN TEORI

(4)

Keputusasaan merupakan keadaan subjektif seorang individu yang melihat keterbatasan atau tidak ada alternatif atau pilhan pribadi yang tersedia dan tidak dapat memobilisasi energy yang dimilikinya *++, '--/.

Keputusasaan adalah keadaan emosional ketika individu merasa bahwa kehidupannya terlalu berat untuk dijalani * dengan kata lain mustahil /. Seseorang yang tidak memiliki harapan tidak melihat adanya kemungkinan untuk memperbaiki kehidupannya dan tidak  menemukan solusi untuk permasalahannya, dan ia percaya bahwa baik dirinya atau siapapun tidak akan bisa membantunya.

Keputusasaan berkaitan dengan kehilangan harapan, ketidakmampuan , keraguan .duka cita , apati , kesedihan , depresi , dan bunuh diri. * 0otton dan 1ange, &223 /

%enurut *Pharris, 1esnick ,dan "lum, &224/,mengemukakan bahwa keputusasaan merupakan kondisi yang dapat menguras energi.

Keputusasaan merupakan status emosional yang berkepanjangan dan bersifat subyektif yang muncul saat individu tidak melihat adanya alternatif lain atau pilihan pribadi untuk mengatasi masalah yang muncul atau untuk mencapai apa yang diiginkan serta tidak  dapat mengerahkan energinya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan . *carpenito, 3(/.

1.2 $)%& ,e*e'$'

"eberapa faktor penyebab orang mengalami keputusasaan yaitu $ a. 5aktor kehilangan

 b. Kegagalan yang terus menerus c. 5aktor 6ingkungan

d. 7rang terdekat * keluarga /

e. Status kesehatan * penyakit yang diderita dan dapat mengancam jiwa/ f. danya tekanan hidup

g. Kurangnya iman

1.3 T$*$ $* +e/$($

a. %ayor * harus ada/

%engungkapkan atau mengekspresikan sikap apatis yang mendalam , berlebihan, dan berkepanjangan dalam merespon situasi yang dirasakan sebagai hal yang mustahil isyarat verbal tentang kesedihan.

&/ 5isiologis $

 respon terhadap stimulus melambat  tidak ada energi

 tidur bertambah '/ emosional $

 individu yang putus asa sering sekali kesulitan mengungkapkan  perasaannya tapi dapat merasakan

(5)

 tidak mampu memperoleh nasib baik, keberuntungan dan  pertolongan tuhan

 tidak memiliki makna atau tujuan dalam hidup  hampa dan letih

  perasaan kehilangan dan tidak memiliki apa#apa  tidak berdaya,tidak mampu dan terperangkap. (/ 8ndividu memperlihatkan $

 Sikap pasif dan kurangnya keterlibatan dalam perawatan  Penurunan verbalisasi

 Penurunan afek 

 Kurangnya ambisi,inisiatif,serta minat.  Ketidakmampuan mencapai sesuatu  Hubungan interpersonal yang terganggu  Proses pikir yang lambat

 Kurangnya tanggung jawab terhadap keputusan dan kehidupannya sendiri.

)/ Kognitif $

 Penurunan kemampuan untuk memecahkan masalah dan kemampuan membuat keputusan

 %engurusi masalah yang telah lalu dan yang akan datang  bukan masalah yang dihadapi saat ini

 Penurunan fleksibilitas dalam proses pikir 

 Kaku * memikirkan semuanya atau tidak sama sekali /  !idak punya kemampuan berimagenasi atau berharap

 !idak dapat mengidentifikasi atau mencapai target dan tujuan yang ditetapkan

 !idak dapat membuat perencanaan, mengatur serta membuat keputusan

 !idak dapat mengenali sumber harapan  danya pikiran untuk membunuh diri.  b. %inor * mungkin ada /

1. 5isiologis

noreksia "" menurun 2. 9mosional

8ndividu marasa putus asa terhadap diri sendiri dan orang lain %erasa berada diujung tanduk 

!egang

%uak * merasa ia tidak bisa/

Kehilangan kepuasan terhadap peran dan hubungan yang ia  jalani

1apuh

(6)

Kontak mata yang kurang mengalihkan pandangan dari  pembicara Penurunan motivasi Keluh kesah Kemunduran Sikap pasrah epresi 4. Kognitif 

Penuruna kemampuan untuk menyatukan informasi yang diterima  Hilangnya persepsi waktu tentang mas lalu , masa sekarang ,

masa datang  "ingung

 Ketidakmampuan berkomunikasi secara efektif   istorsi proses pikir dan asosiasi

 Penilaian yang tidak logis 1.4 Re*%$*+ Res,*

1.5 Pe*$%$($)s$$* es $. Ps)0$&$)$

!erapi dengan obat#obatan sehingga dapat meminimalkan gangguan keputusasaan.

'. Ps)%e&$,

Respon Adaptf  Respon Maladaptf 

Harapan :  Yakin  Percaya  Isnpiratf   Teap hat Puus Harapan :  Tidak berdaya  Puus asa  Apats

 Gagal dan kehilangan  Raguragu

 !edih  "epresi  #unuh diri

(7)

dalah terapi kejiwaan yang harus diberikan apabila penderita telah diberikan terapi psikofarmaka dan telah mencapai tahapan di mana kemampuan menilai realitas sudah kembali pulih dan pemahaman diri sudah baik. Psikoterapi ini  bermacam#macam bentuknya antara lain psikoterapi suportif dimaksudkan untuk 

memberikan dorongan, semangat dan motivasi agar penderita tidak merasa putus asa dan semangat juangnya.

Psikoterapi 1e#eduktif dimaksudkan untuk memberikan pendidikan ulang yang maksudnya memperbaiki kesalahan pendidikan di waktu lalu, psikoterapi rekonstruktif dimaksudkan untuk memperbaiki kembali kepribadian yang telah mengalami keretakan menjadi kepribadian utuh seperti semula sebelum sakit,  psikologi kognitif, dimaksudkan untuk memulihkan kembali fungsi kognitif *daya  pikir dan daya ingat/ rasional sehingga penderita mampu membedakan nilai# nilai

moral etika. %ana yang baik dan buruk, mana yang boleh dan tidak, dsbnya.

Psikoterapi perilaku dimaksudkan untuk memulihkan gangguan perilaku yang terganggu menjadi perilaku yang mampu menyesuaikan diri, psikoterapi keluarga dimaksudkan untuk memulihkan penderita dan keluarganya.

7. Te&$, Ps)ss$(

engan terapi ini dimaksudkan penderita agar mampu kembali beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan mampu merawat diri, mampu mandiri tidak  tergantung pada orang lain sehingga tidak menjadi beban keluarga. Penderita selama menjalani terapi psikososial ini hendaknya masih tetap mengkonsumsi obat psikofarmaka.

. Te&$, Ps)&e(+-s

!erapi keagamaan ternyata masih bermanfaat bagi penderita gangguan jiwa. ari penelitian didapatkan kenyataan secara umum komitmen agama berhubungan dengan manfaatnya di bidang klinik. !erapi keagamaan ini berupa kegiatan ritual keagamaan seperti sembahyang, berdoa, mamanjatkan puji#pujian kepada !uhan, ceramah keagamaan, kajian kitab suci dsb.

(8)

Program rehabilitasi penting dilakukan sebagi persiapan penempatan kembali kekeluarga dan masyarakat. Program ini biasanya dilakukan di lembaga *institusi/ rehabilitasi misalnya di suatu rumah sakit jiwa. alam program rehabilitasi dilakukan berbagai kegiatan antara lain: terapi kelompok, menjalankan ibadah keagamaan bersama, kegiatan kesenian, terapi fisik berupa olah raga, keterampilan, berbagai macam kursus, bercocok tanam, rekreasi, dsbnya. Pada umumnya program rehabilitasi ini berlangsung antara (#3 bulan. Secara berkala dilakukan evaluasi paling sedikit dua kali yaitu evaluasi sebelum penderita mengikuti program rehabilitasi dan evaluasi pada saat si penderita akan dikembalikan ke keluarga dan ke masyarakat.

1.6 P8* M$s$($8

1esiko "unuh iri Keptus asaan Harga iri 1endah iagnosa Keperawatan $

&. 8solasi Sosial '. 1esiko "unuh iri

(9)

INTERVENSI KEPERAWATAN !anggal;

 jam

iagnosa !indakan 1asionalisasi

'<;&&;'-&- 8solasi sosial S, 1 ,$se*

&. mengidentifikasi penyebab isolasi sosial dengan pasien

'. diskusikan dengan pasien tentang keuntungan berinteraksi dengan orang lain

(.diskusikan dengan pasien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain

).mengajarkan pasien cara berkenalan dengan satu orang

.menganjurkan pasien memasukkan kegiatan latihan berbincang#bincang dengan orang lain dalam kegiatan harian

S, 2 ,$se*

&. megevaluasi jadwal kegiatan harian  pasien

'. memberikan kesempatan pada  pasien untuk mempraktekkan cara  berkenalan dengan satu orang (. membantu pasien memasukkan

kegiatan berbincang#bincang dengan orang lain sebagai salah satu

kegiatan harian

S, 3 ,$se*

S, 1 ,$se*

&. %engetahui penyebab terjadinya isos

'. gar pasien mau membuka diri dengan lingkungan dan orang# orang disekitar pasien (. gar pasien tidak

merasa sendiri ). %empermudah pasien untuk komunikasi dengan lingkungan sekitar  . %embantu pasien memesukkan jadwal ke dalam kegiatan harian

S, 2 ,$se* &. mengetahui apakah

apsien sudah melakukan apa yang diajarkan oleh  perawat

'. mengetahui sejauh mana kemampuan pasien

dalam berinteraksi dengan sekitar 

(. agar pasien memasukkan kegiatan yang diajarkan dalm jadwal kegiatan

(10)

&. mengevaluasi jadwal kegiatan harian  pasien

'. memberikan kesempatan pada  pasien mempraktekkan cara  berkenalan dengan ' orang atau

lebih

(. menganjurkan pasien memasukkan dalam kegiatan harian

S, 1 )e(-$&+$

&. mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat  pasien

'. menjelaskan pengertian, tanda dan gejala

(. menjelaskan cara merawat pasien isos.

S, 2 )e(-$&+$

&. melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan isos '. melatih keluarga cara merawat

langsung pasien isos

S, 3 )e(-$&+$

&. membantu keluarga membuat jadwal aktivitas dirumah termasuk minum obat

'. menjelaskan follow up pasien setelah pulang

&.

harian.

S, 3 ,$se*

&. mengetahui sejauh mana kemampuan pasien  berkomunikasi dengan sekitarnya '. mempermudah pasien  berinteraksi dengan orang lain

(. gar pasien memasukkan kegitan yang diajarkan dalm kegiatan harian

S, 1 )e(-$&+$

&. untuk mengetahui masalah yang dirasakan keluarga saat merawat pasien

'. membantu keluarga dalam memahami tanda dan gejala

(. untuk mengetahui cara merawat pasien dengan isos

s, 2 )e(-$&+$

&. agar keluarga dapat melakukan dengan benar  perawatan pada psien dengan

isos

'.agar keluarga pasien terbiasa dan terlatih dalam merawat keluarganya.

S, 3 )e(-$&+$

&. agar keluarga pasien dapat memberi obat dengan tepat pada pasien '. agar keluarga pasien

mengingat apa yang perlu dilakukan kepada pasien

(11)

'2;&&;'-&- 1" S, 1 ,$se*

&. mengidentifikasi benda#benda yang dapat membahayakan pasien

'. mengamankan benda#benda yang dapat membahayakan pasien (. mengajarkan cara mengendalikan

dorongan bunuh diri

). melatih cara mengendalikan dorongan bunuh diri

S, 2 ,$se*

&. mengendalikan aspek positif pasien '. mendorong pasien untuk berfikir

 positif terhadap diri

(. mendorong pasien untuk menghargai diri sebagai individu yang berharga

S, 3 ,$se*

&. mengidentifikasi pola koping yang  biasa diterapkan pasien

'. menilai pola koping yang biasa dilakukan

(. mengidentifikasi pola koping yang konstruktif 

). mendorong pasien memilih pola koping yang konstruktif 

. menganjurkan pasien menerapkan  pola koping yang konstruktif dalam

kegiatan harian pasien S, 4 ,$se*

&. membuat rencana masa depan yang realistis bersama pasien

'. mengidentifikasi cara mencapai masa depan yang realistis

(. memberi dorongan pasien

melakukan kegitan dalam rangka meraih masa depan yang realistis

S, 1 )e(-$&+$ &. mendiskusikan masalah yang

dirasakan keluarga dalam merawat  pasien

'. menjelaskan pengartian, tanda dan

S, 1 ,$se*

&. mengetahui benda#benda yang dapat

membahayakan pasien '. menjauhkan benda#benda

yang dapat

membahayakan pasien (. membantu pasien dalam

mengendalikan dorongan untuk bunuh diri

). membantu pasien dalam mengendalikan keinginan untuk bunuh diri

s, 2 ,$se* &. membantu pasien

mengasah kemampuan  positif yang dimilikinya '. untuk membantu pasien

agar menghilangkan  pikiran untuk bunuh diri (. membantu pasien cara

menghargai diri sendiri s, 3 ,$se* &. mengetahui pola koping

yang bisa diterapkan pada  pasien

'. menilai sejauh mana pola koping yang dimiliki  pasien

(. mengetahui pola kiping ya ng konstruktif 

). membantu pasien dalam memilih pola koping yang konstruktif 

. agar pasien mamasukkan kegiatanyang diajarkan dalam kegiatan harian

s, 4 ,$se* &. membantu pasien

(12)

gejala resiko bunuh diri dan jenis  perilaku bunuh diri serta proses

terjadinya pada pasien

(. menjalaskan cara merawat pasien dengan resiko bunuh diri

s, 2 )e(-$&+$

&. melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan resiko  bunuh diri

'. melatih keluarga melakukan cara merawat langsung pada pasien dengan resiko bunuh diri

S, 3 )e(-$&+$

&. membantu keluarga membuat jadwal aktivitas dirumah termasuk minum obat

'. mendiskusikan sumber rujukan yang  bisa dijangkau oleh keluarga

membuat rencana masa depan yang realistis

'. mengetahui cara mencapai masa depan yang realistis (. mendukung pasien untuk

meraih masa depan yang realistis

s, 1 )e(-$&+$ &. agar perawat mengetahui

masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat  pasien

'. membantu keluarga dalm mengenali tanda dan gejala serta proses terjadinya 1"

(. memantu keluarga pasien cara merawat pasien dengan resiko bunuh diri

s, 2 )e(-$&+$

&. agar keluarga pasien dapat melakukan perawatan  pada pasien secara benar  '. agar keluarga pasien

terbiasa dan terlatih merawat keluarganya dengan 1"

s, 3 )e(-$&+$

&. agar keluarga pasien dapat memberi obat dengan tepat dan benar pada  pasien

'. mempermudah keluarga dalam mencari rujukan yang tepat pada pasien (-;&&'-&- efisit

 perawatan

S, 1 ,$se*

&. menjelaskan pentingnya kebersihan

S, 1 ,$se*

(13)

diri diri

'. menjelaskan cara menjaga kebersihan diri

(. membantu pasien mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri

). menganjurkan pasien memasukkan dalam dalam jadwal kegiatan harian

S, 2 ,$se*

&. mengavaluasi jadwal harian pasien '. menjelaskan cara makan yang baik  (. membantu pasien mempraktekkan

cara makan yang baik 

). menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

S, 3 ,$se*

&. mengevaluasi jadwal harian pasien '. menjelaskan cara eliminasi yang

 baik 

(. membantu pasien mempraktikkan cara eliminasi yang baik 

). menganjurkan pasien memasukkan  jadwal dalam kegitan harian

S, 4 ,$se*

&. mengevaluasi jadwal harian pasien '. menjelaskan cara berdandan yang

 baik

(. membantu pasien mempraktekkan cara berdandan yang baik 

). menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

S, 1 )e(-$&+$ &. mendiskusikan masalah yang

dirasakan keluarga dalam merawat  pasien

'. menjelaskan pengertian, tanda dan gejala,dan jenis defisit parawatan diri

(. menjelaskan cara merawat pasien dengan P

s, 2 )e(-$&+$

&. melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan P

 pentingnya kebersihan diri '. %engetahui cara

menjaga kebersihan diri (. gar pasien

mengetahui cara menjaga kebersihan diri

). %embantu pasien memasukkan dalam

 jadwal harian

S, 2 ,$se*

&. untuk mengetahui apakah pasien sudah melakukan apa yang sudah diajarkan oleh  perawat

'. mengetahui cara makan yang baik 

(. membantu pasien mempraktekkan cara makan yang baik  ). agar pasien

memasukkan kegitan yang diajarkan oleh perawat dalam kegiatan harian

s, 3 ,$se*

&. mengetahui sejauh mana pasien memahami apa yang diajarkan  perawat

'. mengetahui cara eliminasi yang baik  (. agar pasien tahu

cara eliminasi yang baik  ). agar pasien

memasukkan kegiatan yang diajarkan perawat dalam kegiatan harian

s, 4 ,$se*

(14)

'. melatih keluarga melakukan cara merawat langsung pasien dengan P

S, 3 )e(-$&+$

&. membantu keluarga membuat jadwal aktivitas dirumah termasuk minum obat

'. menjelaskan follow up pasien setelah pulang

mana pemahaman pasien tentang apa yang

diajarkan oleh perawat '. mengetahui cara

 berdandan yang baik  (. agar pasien tahu

cara berdandan yang baik  ). agar pasien

memasukkan kegiatan yang diajarkan perawat dalam kegiatan harian

s, 1 )e(-$&+$

&. mengetahui masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien

'. membantu keluarga dalam mengenali tanda dan

gejala P

(. membantu keluarga  pasien cara merawat  pasien

s, 2 )e(-$&+$

&. agar keluarga dapt

melakukan dengan benar cara merawat pasien

'. agar keluarga terbiasa dan terlatih merawat

keluarganya.

S, 3 )e(-$&+$

&. agar keluarga dapat memberi obat dengan tepat dan benar  '. agar keluarga

dapat mengingat apa yang  perlu dilakukan pada  pasien.

(15)

BAB III PENUTUP

3.1 Kes,-($*

Keputusasaan merupakan keadaan subjektif seorang individu yang melihat keterbatasan atau tidak ada alternatif atau pilihan pribadi yang tersedia dan tidak dapat memobilisasi energy yang dimilikinya *++, '-&4/.

Keputusasaan mengggambarkan individu yang tidak melihat adanya kemungkinan untuk memperbaiki hidupnya dan bersih keras mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat membantunya.

Keputusasaan berbeda dengan ketidakberdayaan  orang yang putus asa tidak melihat adanya solusi untuk permasalahannya atau tidak menemukan cara untuk mencapai apa yang diinginkannya. Sebalikkya orang yang tidak berdaya masih dapat menemukan alternatif atau untuk masalah tersebut, tetapi tidak mampu melakukan sesuatu untuk mewujudkannya karena kurangnya kontrol dan sumber yang tersedia.

3.2 S$&$*

&. "agi seorang perawat perlu memperhatikan kondisi klien secara komprehensif, tidak  hanya fisik tetapi semua aspek manusia sebagai satu kesatuan yang utuh yang meliputi  biopsikososialkultural.

(16)

'. "agi mahasiswa diharapkan dapat makin memperbanyak pengetahuan dari berbagai referensi tentang suhan keperawatan Pada pasien dengan keputusasaan.

(. "agi dunia keperawatan diharapkan berperan serta dalam peningkatan kualitas perawat dengan cara menyediakan akses yang mudah bagi perawat untuk memperoleh ilmu  pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan untuk mengatasi masalah pada pasien

dengan keputusasaan.

DATAR PUSTAKA

6ynda =uall 0arpenito, 8>+7S8S K9P91?!+ plikasi Pada Praktik klinis ed. 2,  buku kedokteran 9>0, =akarta

%odul Praktek Keperawatan =iwa *%PKP =iwa/. =akarta $ 5K U8

?H7Stuart, >. ?. '--4. "uku Saku Keperawatan =iwa 9disi $ 3. =akarta $ 9>0  ++

Referensi

Dokumen terkait

Dokter akan melakukan cek darah untuk mengetahui apakah pasien mengalami gangguan perdarahan atau tidak. Jika ada indikasi gangguan perdarahan, kuret akan ditunda sampai..

Mekanisme koping Destruktif; tidak kreatif : kurang memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu, tidak mempunyai hubungan baik dengan lingkungannya, ketidakmampuan untuk

Menemukan alternatif- alternatif solusi Apabila tidak mampu menuliskan dua atau lebih alternatif solusi atau cara pemecahan masalah yang kesemua relevan dengan tiap masalah

Keluarga dapat mengambil keputusan untuk melakukan perawatan pada Ibu P dan berupaya untuk menghindari akibat dari masalah perubahan perfusi jaringan

Masalah utama yang sering muncul dalam membaca untuk menemukan gagasan utama yaitu kurangnya pemahaman siswa terhadap isi bacaan serta kurangnya ketertarikan siswa

11) Apakah keluarga dapat melakukan pencegahan masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya: Apakah keluarga dapat melakukan pencegahan masalah kesehatan yang dialami

Apabila NOC juga tidak menemukan masalah pada jaringan, maka data keluhan akan diteruskan kepada bagian Dispatch untuk melakukan penjadwalan kunjungan pada lokasi

Beberapa alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan meminimalisasikan masalah yang timbul akibat menipis/kurangnya kepekaan terhadap nilai-nilai sosial dan