2013 2018
Rentstra Dinas Pendidikan 2013-2018
KATA PENGANTAR
Merujuk kepada Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 pasal 3., tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa salah satu fungsi pendidikan nasional adalah, mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Untuk mewujudkan amanat Undang Undang tersebut , Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2014-2019 dan kemudian ditindak lanjuti dengan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) SKPD 2013 - 2018. Dalam penyusunan Renstra ini melalui suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu lima tahun mendatang, dan sebagai dokumen penentu strategis untuk pengelolalaan keberhasilan, penguatan komitmen yang berorientasi pada masa depan.
Diharapkan Renstra ini dapat memberikan gambaran obyektif terhadap perubahan lingkungan strategis, dan peningkatan produktifitas serta menjamin efektifitas penggunaan Sumber Daya Manusia.
Semoga Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso tahun 2013-2018 dapat menjadi dasar yang berkesinambungan untuk melanjutkan pembangunan pendidikan dan senantiasa upaya kita dalam membangun bangsa ini mendapat ridla dari Allah Subhanahu wata’ala. Amiin.
Bondowoso,
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso
Dra. Hj. ENDANG HARDIYANTI, MM NIP 19610325 198703 2 002
DAFTAR ISI
PETA KINERJA ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Landasan Hukum ... 2
C. Maksud dan Tujuan ... 3
D. Sitematika Penulisan ... 4
BAB II. GAMBARAN PELAYANAN SKPD DAN STRUKTUR A. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi ... 6
B. Sumberdaya SKPD ... 28
C. Kinerja Pelayanan SKPD ... 29
D. Tantangan dan Peluang ... 32
BAB III. ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN A. Identifikasi Permasalahan ... 34
B. Telaahan Visi, Misi dan Program ... 36
C. Telaahan Renstra ... 38
D. Penentuan Isu-Isu Strategis ... 41
E. Keselarasan Program ... 44
BAB IV. VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN A. Visi dan Misi ... 45
B. Tujuan dan Sasaran ... 47
C. Strategi dan Kebijakan SKPD ... 53
D. Kebijakan ... 58
BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN A. Rencana Program dan Kegiatan ... 60
B. Indikator Kinerja ... 65
C. Kelompok Sasaran ... 65
D. Pendanaan Indikatif... 65
BAB VI. INDIKATOR KINERJA A. Tujuan Awal ... 66
B. Rancangan Awal ... 67
C. Indikator Umum dan Target Kinerja ... 68 D. Indikator Kinerja ... 68 BAB VII. PENUTUP
A. Penutup ... 70 B. Saran ... 70 LAMPIRAN-LAMPIRAN ...
Gambar 1
Peta Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso
1 Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso 2013 - 2018
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso Tahun 2013 – 2018 merupakan sebuah Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah yang disusun sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan serta berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bondowoso Tahun 2013 – 2018.
Dokumen Renstra ini dihasilkan melalui proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai sampai dengan tahun 2018 secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, tantangan dan peluang yang ada atau yang mungkin timbul. Proses tersebut telah menghasilkan Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, arah kebijakan dan strategi serta program dan kegiatan pokok yang akan dilaksanakan sampai dengan tahun 2018.
Dokumen Renstra ini merupakan rencana pembangunan jangka menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso yang dalam pelaksanaannya akan dijabarkan dan menjadi acuan penyusunan Rencana Kerja Dinas Pendidikan yang akan disusun setiap tahun sebagai Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya ditetapkan sebagai Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso.
Berkaitan dengan penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang merupakan instrumen pertanggungjawaban, Renstra ini merupakan langkah awal untuk melaksanakan mandat yang diemban Dinas Pendidikan sebagaimana ketentuan Peraturan Daerah Kabupaten Bondowoso Nomor 13 Tahun 2010 tentang Organisasi dan tata Kerja Dinas Daerah, dan sekaligus langkah awal untuk melakukan pengukuran
2 Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso 2013 - 2018
kinerja instansi pemerintah sebagaimana ketentuan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999.
1.2 Landasan Hukum
Landasan hukum penyusunan Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso Tahun 2013 – 2018 adalah:
1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak;
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pasal 151 ayat (1) dan (2) yang mengamanatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun Rencana Strategis yang selanjutnya disebut Renstra-SKPD yang dirumuskan dalam bentuk Rencana Kerja SKPD yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan SKPD;
4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, khususnya pasal 7 ayat (1): “ Renstra-SKPD memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah serta berpedoman kepada RPJM Daerah dan bersifat indikatif”;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan;
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan
3 Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso 2013 - 2018
Pendidikan Dasar dan Menengah; sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007Tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/
Kota;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 jo Nomor 66 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
13. Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan PP No. 8 Tahun 2008;
15. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 129a/U/2004 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan;
16. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 Tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah;
17. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara RI Nomor:
239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
18. Peraturan Daerah Kabupaten Bondowoso Nomor 13 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso.
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dari penyusunan Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso Tahun 2013 – 2018 adalah agar Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso mampu menjawab tuntutan lingkungan strategis lokal, regional, nasional dan global sehingga disamping tetap berada dalam tatanan Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia,
4 Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso 2013 - 2018
sehingga mampu eksis dan berkembang dalam rangka meningkatkan kinerja profesionalnya.
Adapun tujuan disusunnya Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso Tahun 2013 – 2018 adalah untuk:
1. menjabarkan arahan RPJMD Kabupaten Bondowoso Tahun 2014 – 2019 ke dalam rencana instansional;
2. menjabarkan visi dan misi Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso 2013 – 2018 ke dalam tujuan, sasaran dan program kerja operasional;
3. menyediakan dokumen rencana pembangunan jangka menengah sebagai acuan penyusunan rencana kerja atau rencana kinerja tahunan;
4. menentukan strategi untuk: pengelolaan keberhasilan, penguatan komitmen yang berorientasi pada masa depan, adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis, peningkatan komunikasi vertikal dan horisontal, peningkatan produktivitas dan menjamin efektivitas penggunaan sumber daya organisasi.
1.4 Sistematika Penulisan
Dokumen Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso Tahun 2013 – 2018 disusun dengan tata urutan sebagai berikut:
1. Bab I terdiri dari uraian pendahuluan, yang secara rinci berisi deskripsi umum latar belakang penyusunan, maksud dan tujuan disusunnya, landasan hukum penyusunan dan tata urut penyusunan Renstra.
2. Bab II berisi uraian tentang gambaran umum Satuan Kerja Perangkat Daerah, yakni Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, yang terdiri atas uraian struktur organisasi dan tata kerja, tugas pokok dan fungsi organisasi dan analisis terhadap lingkungan strategis organisasi, baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal.
3. Bab III berisi tentang isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi, identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Dinas Pendidikan, telaah visi, misi, dan program kerja Bupati dan
5 Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso 2013 - 2018
Wakil Bupati terpilih, telaah rencana tata ruang wilayah dan kajian lingkungan hidup, strategi dan penentuan isu-isu strategis.
4. Bab IV berisi uraian tentang unsur-unsur Renstra Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso Tahun 2013 - 2018 yang terdiri atas visi dan misi, tujuan dan sasaran beserta indikatornya, strategi yang akan ditempuh berupa program dan kegiatan pokok yang akan dilaksanakan sampai dengan akhir tahun renstra yakni tahun 2018.
5. Bab V memuat tentang rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan,
6. Bab VI memuat tentang indikator kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso mengacu kepada tujuan dan sasaran RPJMD.
7. Bab VII merupakan bab penutup yang berisi uraian tentang kaidah pelaksanaan Renstra Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Bondowoso Tahun 2013 – 2018, khususnya arahan agar Renstra dijadikan pedoman penyusunan RKT dan sebagai dasar untuk evaluasi kinerja SKPD.
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD Bidang Pendidikan.
Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang ada, gambaran tentang tingkat pelayanan Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso dapat diuraikan sebagai berikut :
3.1.1 Permasalahan Pembangunan Pendidikan
Beberapa permasalahan pendidikan yang perlu mendapat perhatian dalam kurun waktu 5 tahun mendatang antara lain adalah:
a. Ketersediaan pelayanan PAUD yang berkualitas masih terbatas
Cakupan pelayanan PAUD baru mencapai 66.57% pada tahun 2012 dengan disparitas dan kualitas yang bervariasi antar Kecamatan. Belum optimalnya pelaksanaan PAUD non-formal dan informal terutama dalam memberikan layanan pengembangan anak usia 0-6 tahun serta masih kurangnya pendidikan orang tua dalam hal pengasuhan anak (parenting education), dan masih rendahnya peran orang tua serta masyarakat dalam pengembangan program taman penitipan anak, kelompok bermain, dan satuan PAUD sejenis.
b. Kepastian memperoleh layanan pendidikan dasar bermutu masih perlu diperjuangkan secara kontinyu
Berbagai keberhasilan telah dicapai sampai dengan tahun 2012, terutama dalam dalam hal perluasan akses pendidikan dasar menunjukkan kemajuan signifikan. Namun demikian, kepastian penduduk usia sekolah untuk memperoleh layanan pendidikan dasar yang bermutu dan merata masih menjadi perhatian serius dalam pembangunan pendidikan tahun 2013-
2018. Kondisi ini antara lain terlihat pada tingkat disparitas antar kecamatan yang masih cukup tinggi untuk SMP/SMPLB/MTs. Selain itu, angka putus sekolah pada jenjang pendidikan dasar masih cukup tinggi.
Pada tahun 2012, angka putus sekolah untuk SD/SDLB/
MI/Paket A sebesar 0.24%. sementara untuk SMP/SMPLB/
MTs/Paket B sebesar 0.25%. Angka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi untuk SD sebesar 96.24%.
Sementara itu, peningkatan mutu pendidikan dasar masih terkendala oleh permasalahan distribusi yang belum merata.
Meskipun pada tingkat Kabupaten rasio guru terhadap siswa cukup baik, namun demikian distribusi guru masih terkonsentrasi di daerah perkotaan. Kualitas rata-rata guru pendidikan dasar juga masih rendah. Hingga tahun 2012, sekitar 68.63% dari guru SD/SDLB/MI yang berkualifikasi S1/D4, sementara pada jenjang pendidikan SMP/SMPLB/MTs mencapai 94.81%, serta 80% dari guru SMP memiliki bidang keahlian pendidik yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Kondisi sarana dan prasarana pendidikan juga belum sepenuhnya dapat diwujudkan seperti yang ditetapkan dalam standar pelayanan minimal (SPM).
c. Ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan relevansi pendidikan jenjang menengah masih membutuhkan penguatan dan dukungan komprehensif
APK jenjang pendidikan menengah terus mengalami pening- katan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012, APK jenjang pendidikan menengah telah mencapai 76.68%. Peningkatan kualitas pendidikan menengah masih terkendala oleh penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
d. Integrasi pendidikan karakter dan akhlak mulia ke dalam praktik pendidikan dan pembelajaran perlu dukungan lebih kuat dan serius
Meningkatnya partisipasi pendidikan belum sepenuhnya mewarnai karakter dan akhlak mulia peserta didik. Pendidikan karakter mempunyai peranan penting dalam upaya pembangunan karakter generasi masa depan dengan melibatkan lembaga terkait, masyarakat, sekolah dan orang tua secara intensif guna mendukung terwujudnya generasi bangsa yang unggul dan mulia.
e. Perlunya peningkatan koordinasi dalam upaya pelaksanaan manajemen bagi kepastian layanan prima pendidikan
Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, salah satu aspek pentingnya adalah pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dengan menerapkan sistem Manajemen Berbasis Sekolah melalui penguatan koordinasi antar lembaga terkait, baik secara vertikal maupun horizontal. Demikian pula peran serta masyarakat dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan masih sangat perlu penguatan maksimal.
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih.
a. Visi
Terwujudnya Masyarakat Bondowoso Yang Beriman, Berdaya dan Bermatabat secara Berkelanjutan.
Visi ini yang diemban Pemerintah Kabupaten Bondowoso selama kurun waktu 5 tahun kedepan dan secara berkelanjutan memiliki harapan bahwa :
1. Masyarakat Kabupaten Bondowoso menjadi masyarakat yang taat beragama dan berakhlak mulia.
2. Meningkatkan ketrampilan dan kompetensi
3. Menjunjung tinggi rasa persaudaraan, dan persatuan tanpa memandang status agama, suku maupun ekomnomi.
b. Misi.
Misi merupakan suatu cara, taktik, strategi dan tahapan untuk mencapai visi yang diharapkan. Maka bila mengacu pada misi Pemerintah Kabupaten Bondowoso dapat dipahami bahwa :
1. Secara berkesinambungan peningkatan kualitas sumberdaya manusia tetap menjadi prioritas.
2. Melakukan pemberian subsidi dalam penanggulangan kemiskinan.
3. Memberdayakan masyarakat dan mengoptimalkan prilaku jujur.
Visi dan misi yang diusung Pemerintah Kabupaten Bondowoso tersebut diarahkan pada perjuangan untuk meletakkan manusia pada porsinya yang sebenarnya. Hakikat manusia tidak dapat dilepaskan dari keberadaannya terhadap agama, sebagai pemandu hidup yang mapan dan sejahtera lahir dan bathin. Hal ini kemudian menjadi sasaran visi yang utama. Ketercapaian visi tersebut secara langsung dan mekanik akan mendukung ketercapaian visi berikutnya. Kesadaran beragama dan berakhlak mulia yang akan melahirkan peningkatan kompetensi, kesadaran akan pentingnya implementasi nilai-nilai persaudaraan tanpa diskrimasi. Dengan demikian, komitmen yang tinggi para aparatur dalam menegakkan jaminan kualitas layanan prima berbasis agama bagi terbentuknya insan kamil secara keseluruhan menjadi dasar kuat bagi diraihnya predikat kampium kabupaten Bondowoso ke depan. Pemahaman aparatur dan sinergitas yang dibangun menjadi modal utama bagi terciptanya kualitas layanan, dan secara langsung akan membentuk masyarakat kabupaten Bondowoso yang madani.
Singkatnya, Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Bondowoso di atas secara keseluruhan adalah menekankan pelayanan prima yang berkualitas dan keberpihakan terhadap seluruh masyarakat dalam melakukan tugas dan kewajiban sebagai insan yang agamis.
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten
Pembangunan pendidikan secara global mengedepankan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tidak lepas dari dukungan Pemerintah. Kondisi saat ini masih dirasa banyak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatan antar-K/L maupun antar pusat atau daerah dan kurang terintegrasinya penetapan prioritas serta target kinerja pendidikan di pusat atau di daerah.
Sesuai dengan PP No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, telah diatur pembagian urusan antara Kemendiknas, K/L lainnya, serta pemerintah daerah dalam pengelolaan pendidikan.
Hubungan antara pemerintah pusat dan daerah bersifat koordinasi.
Koordinasi ini dijalankan dengan mengacu antara lain pada kebijakan kebijakan sebagai berikut :
(1) Peningkatan koordinasi antara Dinas Pendidikan dengan Pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan Pusat untuk mensinergikan pelaksanaan Program dan kegiatan.
(2) Peningkatan kerjasama Dinas Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi dan Pusat untuk menyelaraskan persepsi dan target kinerja pendidikan.
Untuk menelaah Renstra K/L dan Renstra Propinsi/Kabupaten dapat dilihat dari factor tantangan sebagai berikut :
1. Tantangan Pembangunan Pendidikan Pusat.
(1) Melengkapi peraturan turunan yang diamanatkan undang- undang di bidang pendidikan;
(2) Memenuhi komitmen global untuk pencapaian sasaran- sasaran Millenium Development Goals (MDGs), Education For All (EFA), dan Education for Sustainable Development (EfSD);
(3) Menjamin tingkat kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan di daerah terdepan, terpencil, dan rawan bencana;
(4) Menjamin keberpihakan terhadap masyarakat miskin untuk memperoleh akses pendidikan bermutu seluas-luasnya pada semua satuan pendidikan;IKNAS 2010 - 2014
(5) Menerapkan Standar Nasional Pendidikan dengan menekankan keseimbangan antara olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olahraga;
(6) Mengembangkan kebijakan pemberdayaan tenaga pendidik dan kependidikan dengan memperhatikan profesionalisme;
(7) Mempertahankan peningkatan kualitas pendidikan dalam upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) antargender dan antar wilayah;
(8) Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan kejuruan/vokasi untuk memenuhi kebutuhan lokal dan nasional serta mampu bersaing secara global;
(9) Menghasilkan SDM kreatif melalui pendidikan yang diperlukan dalampengembangan ekonomi kreatif;
(10) Menyusun struktur biaya total pendidikan setiap satuan pendidikan dengan mempertimbangkan indeks daya beli masyarakat;
(11) Mengembangkan kebijakan-kebijakan untuk memperkuat dan memperluas penerapan sistem penganggaran berbasis kinerja dan kerangka pengeluaran jangka menengah;
(12) Meningkatkan kemitraan yang sinergis dengan dunia usaha dan industri, organisasi masyarakat, dan organisasi profesi;
(13) Meningkatkan koordinasi yang efektif dengan kementerian/lembaga lain dan pemerintah daerah;
(14) Mengembangkan kebijakan yang mengintegrasikan muatan budi pekerti, kebanggaan warga negara, peduli kebersihan, peduli lingkungan, dan peduli ketertiban dalam penyelengga- raan pendidikan;
(15) Memperbaiki dan meningkatkan kredibilitas sistem Ujian Nasional;
(16) Mengembangkan kebijakan dalam penyelenggaraan parenting education danhomeschooling;
(17) Mengembangkan kebijakan dalam penyelenggaraan PAUD;
(18) Mengembangkan kebijakan yang kondusif untuk menghasil- kan perguruan tinggi berdaya saing global (World Class University/WCU);
(19) Mengembangkan kebijakan-kebijakan untuk memperkuat dan memperluas pemanfaatan TIK di bidang pendidikan
1. Tantangan Pembangunan Pendidikan Jawa Timur
Berdasarkan perkembangan pembangunan pendidikan nasional selama periode tahun 2010-2014 dan permasalahan di atas, dapat diidentifikasi beberapa tantangan penting yang akan dihadapi pembangunan pendidikan tahun mendatang sebagai berikut:
(1) Menyediakan tenaga pendidik yang profesional dan kompeten dengan distribusi yang merata;
(2) Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan formal berkualitas yang merata di seluruh kabupaten dan kota;
(3) Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan layanan pendidikan formal berkualitas tanpa membedakan status sosial-ekonomi, gender, dan wilayah;
(4) Mengembangkan dan menerapkan sistem pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan mengintegrasikan pendidikan karakter, agama dan keagamaan, dan kewirausahaan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan;
(5) Menyediakan subsidi pembiayaan untuk penerapan sistem pembelajaran non-formal dan informal berkualitas yang merata di seluruh kabupaten dan kota;
(6) Menyediakan data dan informasi serta akreditasi pendidikan yang handal;
(7) Mewujudkan manajemen satuan pendidikan yang efisien, efektif, akuntabel, profesional, dan transparan;
(8) Memperkuat tata kelola penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional sesuai dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;
(9) Mempercepat implementasi program hak belajar 12 tahun dengan meningkatkan alokasi anggaran untuk memperluas pemberian subsidi pendidikan melalui program BKSM atau BOS SLTA.
3.4 Penentuan Isu-isu Strategis
Tujuan isu-isu pokok pendidikan yaitu, terjaminnya kepastian
memperoleh layanan pendidikan bermutu di setiap jenjang dan jenis pendidikan, dapat dijelaskan table sebagai berikut :
Tabel 3.1
Isu-Isu Pokok Pendidikan.
No Isu-Isu Pokok Penjelasan
1 Penguatan peran pendidikan dalam upaya peningkatan ahlak mulia dan pembangunan
karakter bangsa
Pemahaman, pengamalan norma agama dan nilai-nilai budaya bangsa melalui pendidikan keagamaan berkualitas disetiap jenjang dan jenis pendidikan.
2 Akselerasi pemerataan pembangunan pendidikan
Tersedia dan terjangkaunya pendidikan ber kualitas yang merata disemua jenis dan jenjang pendidikan.
3 Revitalisasi peran kepala
sekolah dan pengawas sekolah serta strategi pengadaan dan distribusi guru berkompeten
Pemenuhan, pendistribusian dan pemerata an guru, pengawas serta Tutor paket berkompeten di setiap jenis dan jenjang pendidikan
4 Penyelarasan pendidikan untuk membangun manusia yang berdaya saing
Penyediaan dan pengembangan sistem pembelajaran, data dan informasi berbasis riset, dan standar mutu pendidikan disetiap jenjang dan jenis pendidikan, serta keterlaksanaan akreditasi pendidikan;
5 Strategi operasionalisasi Standar Pelayanan Minimum Pendidikan dan Standar Nasional Pendidikan
Peningkatan kemampuan Sumberdaya manusia dan pemahaman yang sama dan terintegrasi tentang penerapan dan pencapaian Standar
Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan diantara level internal instansi dengan satuan pendidikan.
6 Strategi Pembiayaan
pendidikan untuk menjamin keterjangkauan layanan pendidikan
Penyediaan subsidi untuk meningkatkan keterjangkauan layanan pendidikan SD/SDLB dan SMP/SMPLB berkualitas
Selain Isu-isu pokok strategis yang bersifat umum diatas, secara khusus isu strategis yang berkembang pada tingkat SLTA antara lain : 1. Trend Sertifikasi ISO bagi lembaga SMK dan SMA
2. Rintisan Pendidikan Menengah Universal.
3. Rasio siswa SMA : SMK (40 : 60) siswa.
4. Masih terjadinya pernikahan di usia sekolah.
5. Kurangnya kerjasama lembaga SMK/SMA dengan DU/DI dan kelompok masyarakat potensial.
Berdasarkan isu-isu pokok Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, dan penjelasan maka strategi dan kondisi yang diinginkan ke depan dapat diproyeksikan dalam bentuk sasaran dan tingkat kinerja yang diinginkan untuk dicapai sampai dengan akhir RPJMD adalah sebagai berikut :
1. Meningkatnya Siswa Jenjang SD/MI mampu membaca dan menulis ayat-ayat suci menjadi 63.60 %.
2. Meningkatnya Siswa Jenjang SMP/MTs mampu membaca dan menulis ayat-ayat suci menjadi 71.29 %.
3. Meningkatnya Siswa Jenjang SMA/SMK/MA mampu membaca dan menulis ayat-ayat suci menjadi 72.50 %.
4. Meningkatnya siswa Jenjang SD/MI mampu melaksanakan shalat/ sembahyang/ beribadah menjadi 75.71 %.
5. Meningkatnya siswa Jenjang SMP/MTs mampu melaksanakan shalat/ sembahyang/ beribadah menjadi 78.03%
6. Meningkatnya siswa Jenjang SMA/SMK/MA mampu melaksana- kan shalat/sembahyang/ beribadah menjadi 82.97%
7. Meningkatnya APK PAUD usia 0-6 Thn menjadi 74.36 %
8. Meningkatnya APK TK/RA usia 3-6 Thn menjadi 90.95 %.
9. Meningkatnya APK SD/MI/ Kejar Paket A menjadi 105.70%
10. Meningkatnya APM SD/MI/Kejar Paket A menjadi 99,88%
11. Meningkatnya APK SMP/MTs/Kejar Paket B menjadi 97.81 % 12. Meningkatnya APM SMP/MTs/Kejar Paket B menjadi 90.47 % 13. Menurunnya Angka Putus Sekolah SD/MI menjadi 0,20%
14. Menurunnya Angka Putus Sekolah SMP/MTs menjadi 0.19%
15. Meningkatnya Angka Melanjutkan SD/MI ke SMP/MTs menjadi 96.60%
16. Meningkatnya Angka Melanjutkan SMP/MTs SMA/SMK/MA ke menjadi 82.73 %
17. Terlaksananya Angka Lulusan SD/MI menjadi 100 % 18. Terlaksananya Angka Lulusan SMP/MTs menjadi 99,94% . 19. Terlaksananya SD/MI menerapkan MBS 80.03%
20. Terlaksananya SMP/MTs menerapkan MBS 60.50%
21. Meningkatnya APK SMA/SMK/MA Kejar Paket C menjadi 84.60%
22. Meningkatnya APM SMA/SMK/MA Kejar Paket C 69.55 %
23. Terlaksananya penurunan Angka Putus sekolah Jenjang SMA menjadi 0.07%
24. Terlaksananya Angka Lulusan Jenjang SMA menjadi 100 % 25. Terlayaninya Penduduk buta huruf tahun 2016 menjadi, 100 % 26. Terlaksananya Guru Jenjang SD/MI berkualifikasi D4/S1 menjadi
91.69%
27. Terlaksananya Guru Jenjang SMP/MTs berkualifikasi D4/S1.
Menjadi 96.33%
28. Terlaksananya Guru Jenjang SMA/SMK/MA berkualifikasi D4/S1.
Menjadi 100%
3.5 Keselarasan Program SKPD – Pemerintah Daerah dan Kementerian Gambar 3.1
Keselarasan Program SKPD – Pemerintah Daerah dan Kementerian
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1 Visi dan Misi SKPD Bidang Pendidikan 4.1.1 Visi
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, pasal 1 ayat 12, Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Penetapan visi sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan merupakan suatu langkah penting dalam perjalanan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di daerah. Pada hakikatnya membentuk visi organisasi adalah menggali gambaran bersama tentang masa depan ideal yang hendak diwujudkan oleh organisasi yang bersangkutan. Visi adalah mental model masa depan, dengan demikian visi harus digali bersama, disusun bersama sekaligus diupayakan perwujudannya secara bersama, sehingga visi menjadi milik bersama yang diyakini oleh seluruh elemen organisasi dan pihak- pihak yang terkait dengan upaya mewujudkan visi tersebut. Visi yang tepat bagi masa depan suatu organisasi diharapkan akan mampu menjadi akselerator bagi upaya peningkatan kinerja organisasi.
Dengan memperhatikan arti dan makna visi serta melalui pendekatan membangun visi bersama. maka ditetapkan visi Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso Tahun 2013-2018 yakni:
“TERWUJUDNYA INSAN CERDAS, RELIGIUS, DAN KOMPETITIF”
Untuk dapat menangkap arti dan makna dari visi tersebut maka perlu diberikan penjelasan visi sebagai berikut:
INSAN CERDAS, adalah insan yang memiliki kapabilitas tinggi dalam merealisasikan kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, sosial, dan kinestetis.
INSAN RELIGIUS, adalah insan yang mampu mengaktualisasikan dirinya dalam hal olah hati (qolbu), untuk menumbuhkan dan
memperkuat keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, bermartabat, dan berkepribadian mantap.
INSAN KOMPETITIF, adalah insan yang berkeperibadian unggul dan gandrung dengan keunggulan, mandiri, pantang menyerah, berorientasi global dengan semangat juang tinggi tiada henti serta bekerja keras untuk menjadi agen perubahan.
4.1.2 Misi
Setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah sebagai satu organisasi instansi pemerintah harus memastikan agar visi yang telah ditetapkan bersama dapat diupayakan perwujudannya. Untuk kepentingan itu harus disusun suatu tahapan yang secara umum akan terbagi kedalam dua tahapan yakni apa yang hendak dicapai dan bagaimana upaya untuk mencapainya. Salah satu unsur dalam tahapan tersebut adalah penetapan misi organisasi yang dalam hal ini adalah misi SKPD.
Dalam rangka mewujudkan visi-nya maka ditetapkan misi yang di emban Dinas Kabupaten Bondowoso tahun 2013 - 2018 sebagai berikut:
1) Meningkatkan Kualitas Keimanan, Ketaqwaan, dan Akhlak Mulia 2) Memperluas Ketersediaan Layanan Pendidikan
3) Meningkatkan Kualitas Layanan Pendidikan
4) Mewujudkan Kesetaraan dalam memperoleh Layanan Pendidikan 5) Menjamin Kepastian memperoleh Layanan Pendidikan.
Visi dan misi Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan Visi dan Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso. Keterkaitan tersebut dapat dimaknai sebagai dukungan visi dan misi Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso terhadap ketercapaian visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bondowoso, sebagaimana terlihat dengan jelas pada gambar 4.1 berikut.
Gambar 4.1
Keterkaitan Visi – Misi Bupati Terpilih dengan
Visi – Misi SKPD Bidang Pendidikan Kabupaten Bondowoso
4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD Bidang Pendidikan 4.2.1 Tujuan
Tujuan organisasi merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi organisasi yang mengandung makna:
1) Merupakan hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu sampai tahun terakhir renstra ;
2) Menggambarkan arah strategis organisasi dan perbaikan-perbaikan yang ingin diciptakan sesuai tugas pokok dan fungsi organisasi ; 3) Meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan arah sasaran
dan strategi organisasi berupa kebijakan, program operasional dan kegiatan pokok organisasi selama kurun waktu renstra.
Berdasarkan arahan arti dan makna penetapan tujuan organisasi tersebut maka dalam kedudukannya sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah, Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso dalam mewujudkan misinya menetapkan tujuan sebagai berikut:
1) Untuk mewujudkan misi ”Meningkatkan Kualitas Keimanan, Ketaqwaan, dan Akhlak Mulia” maka ditetapkan tujuan:
a. Meningkatnya kualitas keimanan dan ketaqwaan melalui pendidikan agama dan pengembangan wawasan keagamaan di setiap jalur, jenjang dan jenis pendidikan;
b. Meningkatnya pengamalan beribadah dengan melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan-Nya serta membiasakan berprilaku ramah, sopan dan berbudi pekerti luhur dalam kehidupan sehari-hari.
2) Untuk mewujudkan misi ”Memperluas Ketersediaan Layanan Pendidikan, maka ditetapkan tujuan:
a. Meningkatnya perluasan akses bagi anak usia dini (0-6) thn agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal
b. Memperluas akses bagi anak usia sekolah (7-15) tahun yang tidak/belum terlayani dijalur pendidikan formal
3) Untuk mewujudkan misi ” Meningkatkan Kualitas Layanan Pendidikan”, maka ditetapkan tujuan:
a Meningkatnya kualitas pembelajaran bagi peserta didik agar menjadi terampil, kompetensi dan mandiri di setiap jalur jenis dan jenjang pendidikan.
b. Meningkatnya ketrampilan dan kecakapan hidup untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, dunia usaha dan dunia industri serta mampu bersaing dalam era globalisasi
4) Untuk mewujudkan misi ”Mewujudkan Kesetaraan dalam memperoleh Layanan Pendidikan”, maka ditetapkan tujuan:
a. Meningkatnya perluasan akses Pendidikan Non Formal bagi penduduk yang belum sekolah, tidak pernah sekolah, buta aksara, putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilannya
b. Mendorong peningkatan akses dan mutu layanan pendidikan pendidikan untuk semua.
5). Untuk mewujudkan misi ”Menjamin Kepastian memperoleh Layanan Pendidikan”, maka ditetapkan tujuan:
a. Meningkatnya kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan;
b. Meningkatnya efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah, peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan.
c. Melakukan percepatan implementasi capaian SPM bidang Pendidikan.
4.2.2 Sasaran
Sasaran adalah merupakan penjabaran dari tujuan organisasi dan menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan secara operasional. Oleh karenanya rumusan sasaran yang ditetapkan diharapkan menjadi fokus penyusunan
program operasional dan kegiatan pokok organisasi yang bersifat spesifik, terinci, terukur dan dapat dicapai.
Sasaran organisasi yang ditetapkan pada dasarnya merupakan bagian dari proses perencanaan strategis dengan fokus utama berupa tindakan pengalokasian sumber daya organisasi ke dalam strategi organisasi. Oleh karenanya penetapan sasaran harus memenuhi kriteria specific, measurable, agressive but attainable, result oriented dan time bond. Guna memenuhi kriteria tersebut maka penetapan sasaran harus disertai dengan penetapan indikator sasaran, yakni keterangan, gejala atau penanda yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan upaya pencapaian sasaran sebagai tolok ukur keberhasilan pencapaiannya.
Berdasarkan makna penetapan sasaran tersebut maka sampai dengan akhir tahun 2013, Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso menetapkan sasaran dengan rincian sebagai berikut:
1) Untuk mewujudkan tujuan ”Meningkatnya akhlak mulia dan keterampilan pelaksanaan nilai-nilai agama pada peserta didik di setiap jalur, jenjang dan jenis pendidikan”, maka ditetapkan sasaran:
a. Meningkatnya kemampuan dan keterampilan peserta didik dalam membaca dan menulis ayat-ayat suci agama yang dianut dengan standar kompetensi yang ditetapkan.
Sebagai indikator keberhasilan pencapaian sasaran adalah:
- Prosentase peningkatan kemampuan dan keterampilan peserta didik dalam membaca ayat-ayat suci agama yang dianut dengan standar kompetensi yang ditetapkan.
- Prosentase peningkatan kemampuan dan keterampilan peserta didik dalam menulis ayat-ayat suci agama yang dianut sesuai dengan kaidah kompetensi yang dirumuskan.
b. Meningkatnya aktivitas pengamalan nilai-nilai agama di internal satuan pendidikan, dengan indikator sebagai berikut:
- Prosentase peningkatan kuantita peserta didik dalam melakukan shalat dhuha
- Prosentase peningkatan kuantita peserta didik dalam melakukan shalat dhuhur.
- Prosentase kuantita peserta didik yang berdo'a
c. Meningkatnya kepedulian dalam menerapkan prinsip 5 K (Kebersihan, Ketertiban, Kedisiplinan, Keamanan, dan Keindahan di lingkungan sekolah, dengan indikator:
- Prosentase peningkatan penerapan prinsip 5K (Kebersihan, Ketertiban, Kedisiplinan, Keamanan, dan Keindahan di lingkungan sekolah.
2) Untuk mewujudkan tujuan ”Meningkatnya perluasan akses bagi anak usia dini (0 - 6) thn agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal”, maka ditetapkan sasaran:
a. Meningkatnya Layanan Pendidikan Anak Usia Dini yang merata dan berkualitas.
Sebagai indikator keberhasilan pencapaian sasaran tersebut adalah:
a. Prosentase Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD 0-6 thn b. Prosentase Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD 3-6 thn 3) Untuk mewujudkan tujuan ”Meningkatnya perluasan akses bagi
anak usia sekolah (7-15) tahun yang tidak/belum terlayani dijalur pendidikan formal”, maka ditetapkan sasaran:
Meningkatnya Ketersediaan dan Keterjangkauan Layanan Pendi- dikan Dasar Sembilan Tahun.
Indikator keberhasilan pencapaian sasaran tersebut antara lain:
a. Prosentase Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI b. Prosentase Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI c. Prosentase Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs d. Prosentase Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs e. Prosentase AT SD/MI ke SMP/MTs
f. Prosentase AT SMP ke SMA/SMK/MA g. Prosentase Angka Drop Out (DO) SD/MI h. Prosentase Angka Drop Out (DO) SMP/MTs i. Prosentase Angka Mengulang SD/MI
j. Prosentase Angka Mengulang SMP/MTs
k. Prosentase lulusan siswa SD/MI,SMP/MTs
4) Untuk mewujudkan tujuan ”Meningkatnya perluasan akses Pendi- dikan Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan sesuai kebutuhan dan keunggulan lokal, serta sesuai dengan tuntutan pasar kerja” maka ditetapkan sasaran:
a. Meningkatnya Kualitas Layanan pendidikan menengah yang bermutu.
Dengan indikator keberhasilan pencapaian sasarannya meliputi:
- Prosentase Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMK/MA - Prosentase Angka Prtisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA - Prosentase Angka Drop Out (DO) SMA/SMK/MA
- Prosentase Angka Mengulang SMA/SMK/MA b. Meningkatnya kuantitas dan kualitas lulusan sisa SMA
- Prosentase lulusan siswa - Nilai rata-rata UN
5) Untuk mewujudkan tujuan ”Meningkatnya perluasan akses Pendidikan Non Formal bagi penduduk yang belum sekolah, tidak pernah sekolah, buta aksara, putus sekolah dalam dan antar jenjang serta penduduk lainnya yang ingin meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilannya” maka ditetapkan sasaran:
Menata system pengelolaan pendidikan demokratis dalam suatu tata kelola yang baik dan akuntabel.
Sebagai indikator keberhasilan pencapaian sasaran adalah:
a. Terlayaninya Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal Informal b. Terlayaninya Kelompok Belajar Paket A setara SD
c. Terlayaninya Kelompok Belajar Paket B setara SMP d. Terlayaninya Kelompok Belajar Paket C setara SMA-IPS 6) Untuk mewujudkan tujuan ” Meningkatnya perluasan akses bagi
penduduk usia sekolah yang tidak/belum terlayani pada jalur pendidikan formal maupun non-formal agar mereka memiliki
kesempatan mendapatkan layanan pendidikan melalui program pendidikan terpadu/inklusif/khusus” maka ditetapkan sasaran:
Meningkatkan penyelenggaraan Pendidikan Luar Biasa
Sebagai indikator keberhasilan pencapaian sasaran tersebut adalah:
- Prosentase APK PLB.
7) Untuk mewujudkan tujuan ”Meningkatnya kualitas lulusan melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta sarana dan prasarana pendidikan”
maka ditetapkan sasaran:
Sebagai indikator keberhasilan pencapaian sasaran adalah:
a. Meningkatnya mutu tenaga pendidik dan kependidikan.
a. Prosentase kualifikasi guru SD/MI jenjang terendah D4/S1.
b. Prosentase kualifikasi guru SMP/MTs jenjang terendah D4/S1.
c. Prosentase kualifikasi guru SMA/SMK/MA jenjang terendah D4/S1.
b. Meningkatnya kompetensi guru.
a. Prosentase guru berkompeten mengajar yang ditandai dengan implementasi pembelajaran PAKEM;
b. Prosentase keterampilan tenaga pendidik dan kependidikan dalam mengintegrasikan TIK ke dalam praktik manajemen, pendidikan dan pembelajaran;
c. Prosentase guru bersertifikasi.
c. Prosentase kesesuaian standar pelayanan minimal pendidikan.
a. Prosentase ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan kemampuan maksimalisasi pemanfaatan oleh tenaga pendidikan dan kependidikan.
4.3 Strategi dan Kebijakan SKPD Bidang Pendidikan
Strategi pencapaian tujuan dan sasaran adalah merupakan strategi organisasi yang dalam hal ini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berisi rencana menyeluruh dan terpadu mengenai upaya yang akan dilaksanakan secara operasional dengan memperhatikan ketersediaan
sumber daya organisasi. Sebagai satu cara untuk mewujudkan tujuan dan sasaran organisasi, maka strategi yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso terdiri atas:
a. Tujuan strategis T1. yaitu penerapan pendidikan akhlak mulia dan karakter bangsa, dicapai dengan menggunakan strategi sebagai berikut:
(1) Penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran pendidikan keagamaan di setiap jenis dan jenjang pendidikan.
(2) Penyediaan subsidi untuk meningkatkan layanan pendidikan keagamaan di setiap jenis dan jenjang pendidikan.
(3) Penguatan melalui penetapan kebijakan daerah tentang muatan lokal Baca Tulis Al Qur’an dan Pendidikan Budi Pekerti.
Tabel. 4.1
Tahapan Pencapaian Sasaran Strategis T1
No SASARAN
STRATEGIS
KONDI SI AWAL (2013)
TAHUN (%)
2014 2015 2016 2017 2018
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Siswa mampu menulis dan membaca ayat suci
Jenjang SD/MI 55 58.70 59.30 61.20 61.60 62.50 Jenjang SMP/MTs 65 65.98 67.66 68.24 69.48 70.07 Jenjang
SMA/SMK/MA 63.27 67.89 68.05 69.42 69.81 70.71
lanjutan tabel 4.1
1 2 3 4 5 6 7 8
2 Siswa mampu melaksanakan sholat/sembah yang/ ibadah disekolah
Jenjang SD/MI 60 75.05 75.43 75.47 75.60 75.60 Jenjang SMP/MTs 65 75.67 76.05 76.24 76.97 77.55 Jenjang
SMA/SMK/MA 70 81.06 81.75 82.25 82.30 82.86 3 Siswa mampu menerapkan prinsip 5 K
Jenjang SD/MI 70 75.00 75.50 76.75 78.50 80.50 Jenjang SMP/MTs 75 75.80 76.84 77.89 78.96 80.50 Jenjang
SMA/SMK/MA 75 79.50 81.50 82.75 83.50 85.50
b. Tujuan strategis T2, yaitu tersedia dan terjangkaunya layanan PAUD bermutu dan berkesetaraan, dicapai dengan menggunakan strategi sebagai berikut.
(1) Penyediaan dan peningkatan kualitas pemanfaatan sarana dan prasarana bagi terselenggaranya sistem pembelajaran PAUD/
TK/RA
(2) Penyediaan subsidi untuk meningkatkan keterjangkauan layanan pendidikan PAUD/TK/RA
Tabel 4.2
Tahapan Pencapaian Sasaran Strategis T2
No SASARAN STRATEGIS
KONDISI AWAL (2013)
TAHUN (%)
2014 2015 2016 2017 2018 1 APK PAUD usia
0-6 thn
67.97 68.41 69.88 71.34 72.80 73.60 2 APK PAUD usia
3-6 thn
85.90 86.02 87.22 88.41 89.34 90.80
c. Tujuan strategis T3, yaitu terjaminnya kepastian memperoleh layanan pendidikan dasar bermutu dan berkesetaraan, dicapai dengan menggunakan strategi sebagai berikut:
(1) Penyediaan pendidik Pendidikan Dasar berkompeten yang merata meliputi pemenuhan guru SD/SDLB dan SMP/SMPLB serta tutor Paket A dan Paket B berkompeten;
(2) Penyediaan manajemen SD/SDLB dan SMP/SMPLB serta Paket A dan Paket B berkompeten yang meliputi pemenuhan kepala satuan pendidikan, pengawas, dan tenaga administrasi;
(3) Penyediaan dan pengembangan sistem pembelajaran, data dan informasi berbasis riset, dan standar mutu pendidikan dasar, serta keterlaksanaan akreditasi pendidikan dasar;
(4) Penyediaan dan peningkatan sarana dan prasarana untuk penerapan system pembelajaran SD/SDLB dan SMP/SMPLB berkualitas
(5) Penyediaan subsidi untuk meningkatkan keterjangkauan layanan pendidikan SD/SDLB dan SMP/SMPLB berkualitas
(6) Penyediaan subsidi pembiayaan untuk penerapan sistem
Kerangka berpikir penerapan strategi pencapaian tujuan strategis T3 dapat dijabarkan pada tabel berikut:
Tabel 4.3
Tahapan Pencapaian Sasaran Strategis T3
No SASARAN STRATEGIS KONDISI AWAL (2013)
TAHUN (%)
2014 2015 2016 2017 2018
1 2 3 4 5 6 7 8
1 APK SD/MI/SDLB/Kejar
Paket A 105.48 105.50 105.56 105.60 105.62 105.68 2 APM SD/MI/SDLB/Kejar
Paket A 99.74 99.78 99.80 99.82 99.84 99.86
3 APK SMP/MTs/SMPLB/
Paket B 96.58 97.62 97.68 97.71 97.75 97.78
4 APM
SMP/MTs/SMPLB/Paket B 88.29 89.27 89.77 89.96 89.95 90.12
5
Prosentase peserta didik Putus Sekolah jenjang SD/MI
0.30 0.25 0.24 0.23 0.22 0.21
6
Prosentase peserta didik Putus Sekolah jenjang SMP/MTs
0.30 0.28 0.26 0.25 0.24 0.21
7
Angka Melanjutkan siswa jenjang SD ke jenjang SMP/MTs
94.30 95.16 95.40 95.80 96.15 96.40
8
Angka Melanjutkan siswa jenjang SMP ke jenjang SMA / SMK / MA
81.17 81.38 81.66 81.83 81.97 82.12
9 Prosentase kelulusan
jenjang SD/MI 99.87 99.96 99.97 99.98 100 100
10 Prosentase kelulusan
jenjang SMP/MTs 99.59 99.80 99.88 99.90 99.91 99.92 11 Prosentase sekolah yang
menerapkan MBS SD/MI 75.09 75.35 76.49 77.24 78.38 79.01
Lanjutan tabel 4.3
1 2 3 4 5 6 7 8
12 Prosentase sekolah yang
menerapkan MBS SD/MI 44.67 46.19 50 51.52 55.28 57.50
d. Tujuan strategis T4, yaitu tersedia dan terjangkaunya layanan pendidikan menengah yang bermutu, relevan dan berkesetaraan, dicapai dengan menggunakan strategi sebagai berikut:
(1) Penyediaan tenaga pendidik pendidikan menengah dengan kualifikasi dan kompetensi terstandar yang merata untuk jenjang SMA/SMLB/SMK serta tutor Paket C;
(2) Penyediaan, penerapan, dan peningkatan kualitas manajemen SMA/SMLB/SMK serta Paket C sesuai dengan sistem MBS;
(3) Penyediaan dan pengembangan sistem pembelajaran, data dan informasi berbasis riset, dan standar mutu pendidikan menengah, serta keterlaksanaan akreditasi pendidikan menengah;
(4) Penyediaan dan peningkatan kualitas pemanfaatan sarana dan prasarana untuk penerapan sistem pembelajaran SMA berkualitas;
(5) Penyediaan dan peningkatan sarana dan prasarana untuk penerapan sistem pembelajaran SMK berkualitas yang berbasis keunggulan lokal, regional, nasional, dan global;
(6) Penyediaan subsidi untuk meningkatkan keterjangkauan layanan pendidikan SMA/SMLB/SMK yang merata dan berkualitas;
(7) Penyediaan subsidi pembiayaan untuk penerapan sistem pembelajaran Paket C yang merata, terjangkau, dan berkualitas.
Kerangka berpikir penerapan strategi pencapaian tujuan dapat dijabarkan pada Tabel 4.4 berikut :
Tabel 4.4
Tahapan Pencapaian Sasaran Strategis T4
No SASARAN STRATEGIS
KONDISI AWAL (2013)
TAHUN ( % )
2014 2015 2016 2017 2018
1 2 3 4 5 6 7 8
1 APK SMA/A/SMK/
PaketT C 84.09 84.13 84.20 84.28 84.33 84.38 2
APM
SMA/MA/SMK/
Paket C
68.94 69.09 69.19 69.22 69.25 69.27
Lanjutan tabel 4.4
1 2 3 4 5 6 7 8
3
Prosentase peserta didik Putus
Sekolah jenjang SMA
0.13 0.12 0.11 0.10 0.09 0.08
4
Prosentase kelulusan jenjang SMA
99.13 99.23 99.36 99.54 99.66 99.88
e. Tujuan strategis T5, yaitu tersedia dan terjangkaunya layanan pendidikan orang dewasa berkelanjutan yang berkesetaraan, bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, dicapai dengan menggunakan strategi sebagai berikut:
(1) Penyediaan dan peningkatan kualitas (kualifikasi dan kompetensi) tutor keaksaraan fungsional dan pendidikan kecakapan hidup yang memadai;
(2) Penyediaan dan pengembangan sistem pembelajaran, data dan informasi berbasis riset, dan standar mutu pendidikan keaksaraan fungsional, pendidikan kecakapan hidup;
(3) Penyediaan subsidi pembiayaan untuk penerapan sistem pembelajaran pendidikan orang dewasa berkualitas.
Kerangka berpikir penerapan strategi pencapaian tujuan dapat dijabarkan pada Tabel berikut:
Tabel 4.5
Tahapan Pencapaian Sasaran Strategis T5
No SASARAN STRATEGIS
KONDISI AWAL (2013)
TAHUN ( % )
2014 2015 2016 2017 2018
1
Prosentase
Garapan penduduk Buta Huruf
24.11 37.44 53.19 100
f. Tujuan strategis T6, yaitu tersedia dan terjangkaunya layanan pendidikan bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang bermutu dan relevan, dapat dicapai dengan menggunakan satrategi sebagai berikut:
(1) Peningkatan sistem rekrutmen guru berkualifikasi S1/D4 yang berkompeten;
(2) Fasilitasi ijin belajar untuk peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku;
(3) Pemberian beasiswa untuk meningkatkan kualifikasi guru menjadi S-1/D-4; dan
(4) Penertiban penyelenggaraan sertifikasi pendidik sesuai dengan peraturan perundangan;
Tabel 4.6
Tahapan Pencapaian Sasaran Strategis T6
No SASARAN STRATEGIS
KONDISI AWAL (2013)
TAHUN ( % )
2014 2015 2016 2017 2018
1
Kualifikasi Guru berijasah D4/S1 jenjang SD
68.63 71.80 72.95 81.85 83.98 85.35
2
Kualifikasi Guru berijasah D4/S1 jenjang SMP
79.06 83.39 85.96 90.09 91.74 93.58
3
Kualifikasi Guru berijasah D4/S1 jenjang SMA
85.97 86.73 88.61 91.14 93.08 95.60
4.4 Kebijakan.
Kebijakan Dinas Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso dalam mewujudkan tujuan dan sasaran yang akan dicapai sampai dengan akhir tahun 2018 dirumuskan sebagai berikut:
1) Penerapan pendidikan akhlak mulia dan karakter bangsa.
2) Penyediaan dan peningkatan kualitas kemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan.
3) Penyediaan subsidi untuk meningkatkan keterjangkauan layanan pendidikan.
4) Pemerataan distribusi dan penempatan pendidik diwilayah kecamatan untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM);
5) Peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.
6) Penguatan dan perluasan pemanfaatan TIK di bidang pendidikan.
7) Peningkatan dan Penguatan kerjasama dengan masyarakat dan CSR (Corporate Social Responsibility).
8) Optimalisasi pendayagunaan aparatur di bidang pendidikan.
Secara keseluruhan, penjabaran visi Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso yang mencakup sasaran dan indikator sasaran terlampir pada lampiran 4.1. Sedangkan deskripsi sasaran dan indikator sasaran beserta target capaian selama 5 (lima) tahun RPJMD ke depan termasuk pagu anggaran indikatif tertera pada lampiran 4.2.
BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
Untuk mencapai visi dan misi yang dikembangkan menjadi sasaran dan indikator sasaran yang telah dirumuskan pada bab IV, perlu dirumuskan juga program-program yang kemudian dijabarkan ke dalam kegiatan-kegiatan yang tepat untuk merealisasikan target yang telah ditetapkan. Adapun uraian sasaran dan kegiatan akan diwujudkan dengan pelaksanaan kebijakan dan strategi melalui program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran serta pendanaan indikatif sebagai berikut.
5.1 Rencana Program dan Kegiatan
5.1.1 Dalam rangka mewujudkan sasaran organisasi dengan indikator sasaran sebagai tolok ukur keberhasilannya, maka Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso menetapkan beberapa program dan kegiatan diantaranya:
1) Program Pengembangan Budi Pekerti Luhur dan Akhlak Mulia dengan kegiatan sebagai berikut:
- Baca Tulis Kitab Suci melalui Muatan Lokal di Setiap Jenjang Pendidikan;
- Pelatihan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (penguatan pengamalan nilai agama dan 5K)
2) Program Pendidikan Anak Usia Dini dengan kegiatan sebagai berikut:
- Pembangunan Gedung Sekolah - Pengadaan Meubelair Sekolah
- Rehabilitasi Sedang / Berat Ruang Kelas Sekolah - Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik
- Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini - Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini
- Pengembangan Kurikulum, bahan ajar dan model pembelajaran PAUD
- Penyelenggaraan Koordinasi dan Kerjasama Pendidikan Anak Usia Dini
- Publikasi dan Sosialisasi Pendidikan Anak Usia Dini - Peningkatan Pengelolaan Pendidikan TK
- Pembinaan Forum PAUD
3) Program Wajar Dikdas 9 (sembilan) Tahun.
- Pembangunan Gedung Sekolah - Penambahan Ruang Kelas Sekolah
- Pembangunan Laboratorium dan Ruang Praktikum Sekolah - Pengadaan Meubelair Sekolah
- Pengadaan Perlengkapan Sekolah
- Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa - Rehabilitasi Sedang / Berat Bangunan Sekolah - Rehabilitasi Sedang / Berat Ruang Kelas Sekolah
- Rehabilitasi sedang/berat Laboratorium dan Ruang Praktikum Sekolah
- Rehabilitasi sedang/berat Perpustakaan Sekolah - Pelatihan Penyusunan Kurikulum
- Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTS serta Pesantren Salafiyah dan Satuan Pendidikan Non-Islam Setara SD dan SMP
- Penyelenggaraan Paket A setara SD - Penyelenggaraan Paket B setara SMP
- Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Sekolah dengan Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di Satuan Pendidikan Dasar
- Pembinaan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa
- Penyebarluasan dan Sosialisasi berbagai Informasi Pendidikan Dasar
- Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah
- Peningkatan Pelayanan Pendidikan Bagi Guru SD Terpencil - Pendukung Sekolah Berstandart Nasional SSN
- Seleksi, Penyelenggaraan Sprint Jatim dan POPDA Serta POR SD Tingkat Kabupaten dan Propinsi
- Pelaksanaan Ujian Nasional Pendidikan Dasar
4) Program Pendidikan Menengah - Pembangunan Gedung Sekolah - Penambahan Ruang Kelas Sekolah - Penambahan Ruang Guru Sekolah
- Pembangunan Laboratorium dan Ruang Praktikum Sekolah (Laboratorium Bahasa, Komputer, IPA, IPS dan Lain-Lain) - Pembangunan Perpusatakaan Sekolah
- Pengadaan alat praktek dan alat peraga siswa - Pengadaan Meubelair Sekolah
- Pengadaan perlengkapan sekolah
- RehabilitasiBerat / RinganRuang Kelas Sekolah - Pelatihan penyusunan kurikulum
- Pengembangan Alternatif Layanan Pendidikan Menengah untuk Daerah-daerah Pedesaan, Terpencil dan Kepulauan - Penyediaan Beasiswa Bagi Keluarga Tidak Mampu
- Penyelenggaraan Paket C setara SMU
- Peningkatan kerjasama dengan dunia usaha/dunia industri - Penyebarluasan dan Sosialisasi berbagai Informasi Pendidikan
Menengah
- Inovasi Pendidikan
- Information Comunication Teknologi Center - Dana Pendamping Sekolah Menengah Kejuruan
- Sharing Wajib Belajar Pendidikan Menengah 12 Tahun
- Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Jenjang SMA/SMA.
- Pendamping Pembangunan Sekolah
- Rekrutmen Paskibraka Tingkat Propinsi dan Fungsionarisasi Pramuka
- Lomba kreasi dan karya tulis ilmiah dikalangan Pelajar - Orientasi pemandu siswa baru ( MOS )
- Seleksi Siswa Teladan / Berprestasi
- Pemberian penyuluhan tentang bahaya narkoba bagi Pelajar - Pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Kompetensi
5) Program Pendidikan Non Formal.
- Pembinaan Pendidikan Kursus dan Kelembagaan - Pengembangan pendidikan Keaksaraan
- Pengembangan pendidikan kecakapan hidup
- Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Non Formal - Publikasi dan Sosialisasi Pendidikan Non Formal
- Pembuatan Percontohan Pendidikan Luar Sekolah - Pembentukan Taman Bacaan Masyarakat
- Pekan Seni Pelajar, Festival Kesenian dan Pengembangan Paguyuban Peminat Seni Tradisional
- Penyelenggaraan Olahraga dalam Rangka Hardiknas dan Haornas
6) Program Pendidikan Luar Biasa
- Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
- Pembinaana Forum Masyarakat Peduli Pendidikan
- Seleksi Pekan Olah Raga Pendidikan Luar Biasa ( PORPLB)
7) Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan - Pelaksanaan Sertifikasi Pendidik
- Pelaksanaan Uji Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependi- dikan
- Pelatihan bagi Pendidik untuk memenuhi Standar Kompetensi - Pembinaan Kelompok Kerja Guru ( KKG )
- Pengembangan Mutu dan Kualitas Program Pendidikan dan Pelatihan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
- Pengembangan Sistem Pendataan dan Pemetaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
- Pembinaan Administrasi Pendidikan Dasar 9 Tahun - Seleksi Guru Berprestasi
8) Program Manajemen Pelayanan Pendidikan
- Pelaksanaan Kerjasama secara kelembagaan di Bidang Pendidikan
- Sosialisasi dan Advokasi Berbagai Peraturan Pemerintah di Bidang Pendidikan
- Pembinaan Dewan Pendidikan
- Penyelenggaraan Pelatihan, Seminar dan Lokakarya serta Diskusi Ilmiah tentang berbagai Isu Pendidikan
- Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan - Sertifikasi Sekolah
- Pelayanan Administrasi Pendidikan
- Bimbingan Pelatihan Jaringan Pendidikan Nasional (JARDIKNAS)
- Bimbingan Teknis Manajemen data Sekolah
- Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pendidikan 9) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
10) Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur.
11) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja/ Keuangan.
12) Program dan Kegiatan Lintas SKPD.
Program dan kegiatan lintas SKPD adalah suatu program dan kegiatan yang erat hubungannya dengan SKPD lain dalam kabupaten diantaranya:
1) Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebai berikut : - Pemeberian imunisasi bagi peserta didik.
- Penyuluhan Kesehatan Remaja.
- Pelatihan Kader UKS.
2) Program Penyelenggaraan PAUD Non Formal - Rapat koordinasi dari 3 komponen pendidikan.
13) Program dan kegiatan kewilayahan.
Program ini yang berhubungan dengan wilayah kabupaten lain, diantaranya:
1). Program bantuan/blocgrant dana alokasi khusus (DAK) - Rehabilitasi geung Sekolah
- Sarana Laboratorium - Sarana Perpustakaan
5.2 Indikator Kinerja
Indikator kinerja merupakan out-come yang menunjukkan ketercapaian program yang telah ditetapkan. Sedangkan out-come merupakan manfaat yang diperoleh dalam jangka menengah yang mencerminkan berfungsinya out-put dari kegiatan-kegiatan untuk masing-masing program.
Indikator kinerja juga merupakan penanda spesifik, operatif, obyektif, dan menjadi landasan terhadap penetapan idealitas capaian program selanjutnya.
Adapun rumusan indikator kinerja program Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso untuk periode 5 (lima) tahun kedepan tertera pada lampiran 5.1.
5.3 Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran merupakan subyek yang menerima sekaligus memaknai secara langsung setiap jenis layanan Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso.
Deskripsi tentang kelompok sasaran program layanan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso untuk periode 5 (lima) tahun kedepan tertera pada lampiran 4.3.
5.4 Pendanaan Indikatif
Pendanaan indikatif merupakan perkiraan kebutuhan anggaran pembiayaan program per tahun. Pendanaan indikatif disusun atas dasar pertimbangan konsistensi realisasi anggaran pembiayaan program pada tahun-tahun sebelumnya ( minimal 3 tahun terakhir ), ketercapaian program yang menunjukkan sisa garapan sesuai Standar Pelayanan Minimal Kabupaten Bondowoso, dan kemungkinan perubahan nilai dan fluktuasi keuangan, serta trend kebijakan kontemporer, baik kebijakan pusat, provinsi, maupun kabupaten.
Pendanaan indikatif untuk setiap program jangka menengah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, tergambar pada lampiran 4.3.