• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urban) DOSIS TINGGI TERHADAP PROFIL FOLIKEL PADA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urban) DOSIS TINGGI TERHADAP PROFIL FOLIKEL PADA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L) URBAN) DOSIS TINGGI TERHADAP PROFIL FOLIKEL PADA

OVARIUM MENcIT (MuS MuSCuluS) BETINA

Bayyinatul Muchtaromah

Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim-Malang E-mail: [email protected]

ABSTRACT

Pegagan (Centella asiatica (L.) �rban) contains various active ingredients such as triterpenoid saponins including asiaticoside, centellosida, madecossida, asiatic acid, volatile oils, flavonoids, tannins, phytosterol, amino acids, and carbohydrates. In a previous study of active ingredients of Centella asiatica on a low dose (75 mg/kg), it could increase the number of ovarian follicles, whereas at high doses (100 mg/kg) and (125 mg/kg) could increase the amount of atresia in ovarian follicles. The purpose of this study was to investigate the potential of high doses pegagan leaf extract as an antifertility in female mice (Mus musculus). The design used was completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 6 replicates. They were 0 mg/kg (control), 125 mg/kg (second treatment), 200 mg/kg (third treatment), and 275 mg/kg (fourth treatment). The dependent variables were the number of primary secondary, tertiary, and de Graff follicles on the ovary. The data have been analyzed using analysis of variance calculated single 0,05. If the calculated F

> F table it is followed by LSD 0,05. The results of this study indicated that administration of pegagan leaf extract gave significantly different results between treatments with control. The use of Centella asiatica extract the most effective way to reduce the number of follicles are at a dose of 275 mg / kg BW in primary follicles, secondary, and tertiary average of 2,50; 2,5, and 1,5 and it found no follicle development until the stage of follicle de Graff. From these results we suggested further research to determine hormonal levels and effects on other organs such as liver.

Key words: pegagan extract (Centella asiatica (L.) Urban), follicle profiles, female mice

PENGANTAR

Pegagan (Centella asiatica (L) Urban) telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional baik dalam bentuk bahan segar, kering maupun dalam bentuk ramuan. Tanaman ini telah terbukti memiliki efek farmakologi yang telah terbukti dari beberapa penelitian, pegagan telah banyak dimanfaatkan sebagai obat untuk penyembuhan luka, radang, reumatik, asma, wasir, tuberculosis, lepra, disentri, demam, dan penambah selera makan (Besung, dan Kerta Nengah 2009). Pegagan (Centella asiatica (L) Urban) mampu mempengaruhi system saraf pusat, meningkatkan daya rangsang saraf otak, pegagan (Centella asiatica (L) Urban) dapat meningkatkan kemampuan kognitif tikus dengan mempengaruhi modulasi neurotransmiter monoamin pada hipokampus tikus (Annisa, 2006).

Pegagan (Centella asiatica (L) Urban) yang banyak digunakan sebagai obat alami mengandung berbagai bahan aktif, kandungan bahan aktif itu adalah triterpenoid saponin. Bahan aktif triterpenoid saponin itu meliputi asiatikosida, centellosida, madekossida, asam asiatik dan komponen yang lain adalah minyak volatile, flavonoid, tannin, fitosterol, asam amino, dan karbohidrat. Bahan aktif triterpenoid saponin berfungsi untuk meningkatkan aktivasi

makrofag yang menyebabkan meningkatnya fagositosis dan sekresi interleukin. Sekresi interleukin ini akan memacu sel β untuk menghasilkan antibodi (Besung, dan Kerta Nengah 2009).

Bahan aktif asiatikosida dan madekossida mampu memperbaiki kerusakan sel dan membentuk serat kolagen secara cepat, bahan aktif tersebut juga mampu memperbaiki sel-sel granulosa pada ovarium. Selain itu bahan aktif asiatikosida diketahui mempercepat penyembuhan luka dengan jalan meningkatkan kandungan hidroksiplorin dan mukopolisakarida sintesa matriks ekstra seluler. Asiatikosida dapat juga meningkatkan produksi antioksidan baik dari golongan enzimatik dan non enzimatik (Annisa, 2006).

Ditinjau dari segi antifertilitas bahan aktif triterpenoid saponin yaitu asiatikosida dan madekosida dapat memperbaiki sel-sel granulosa yang mampu menghambat sekresi hormon gonadotropin yang menyebabkan folikel tidak dapat berkembang. Sel-sel granulosa pada folikel ovarium mensekresikan suatu inhibidin yang berperan sebagai penghambat sintesis dan sekresi gonadotropin khususnya FSH (Winda, 2006). Sedangkan hasil penelitian sebelumnya bahan aktif pegagan pada dosis rendah (75 mg/

kg BB) dapat meningkatkan jumlah folikel pada ovarium

(2)

betina, sedangkan pada dosis tinggi (100 mg/kg BB) dan (125 mg/kg BB) pegagan dapat meningkatkan folikel- folikel atresia pada ovarium betina (Fitriyah, 2009).

BAHAN DAN cARA KERJA Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yangeksperimental yang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 6 ulangan.

Variabel Penelitian

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) yang terdiri atas 4 perlakuan yaitu Perlakuan 1 (P1) pemberian dosis 0 mg/kg BB (kontrol); Perlakuan 2 (P2) pemberian dosis 125 mg/kg BB, Perlakuan 3 (P3) pemberian dosis 200 mg/kg BB dan Perlakuan 4 (P4) pemberian dosis 275 mg/kg BB; yang termasuk variabel terikat yang digunakan adalah perkembangan jumlah folikel ovarium mencit (Mus muculus) betina, sedangkan variabel terkendali adalah mencit (Mus musculus) betina fertil galur Balbc yang diberi makan pelet dan diberi minum secara ad libitum.

Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian meliputi:

kandang pemeliharaan, sonde lambung hasil modifikasi dari spuit 3 ml, cotton but, timbangan analitik, stopwatch, corong buchner, perangkat rotary evaporator vacum, labu ukur 100 ml, gelas ukur 10 ml, beaker glass 50 ml, beaker glass 500 ml, erlenmeyer 500 ml, pengaduk gelas, hot plate, corong gelas, pipet tetes, papan seksi, botol, objek glass, deck glass, kaset cetakan, tissue processor, tissue embedding, microtome, water bath, dan mikroskop binokuler Nikon E 100.

Bahan yang digunakan adalah mencit (Mus musculus) betina fertil galur Balb/c, pelet SP, air, serbuk daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) diperoleh dari Balai Materia Medika Batu, preparat hormone prostaglandin (PGF2ά(

merek dagang Lutalyse buatan Pfizer Australia diperoleh dari Loka Penelitian Sapi Potong Grati Pasuruan, Na CMC, aquades, cloroform, formalin 10%, ethanol (50%, 70%, 75%, 80%, 90%, 96%, dan absolut), parafin, running tap water, xylene, meyer hematoshirine, dan eosin stain, pewarna giemsa.

Pembuatan Ekstrak

Pembuatan ekstrak pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: serbuk daun pegagan yang telah halus dimaserasi dengan pelarut

ethanol 70% selama 24 jam sambil sesekali diaduk. Serbuk yang telah dimaserasi disaring dengan corong bunchner.

Filtrat yang diperoleh dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator suhu 40oC sampai diperoleh ekstrak kental. Ekstrak kental yang dihasilkan selanjutnya disimpan dan digunakan untuk perlakuan.

Penyerentakan Siklus Birahi

Sebelum diberikan perlakuan maka perlu dilakukan penyerentakan birahi. Hal ini dilakukan karena hewan cobaHal ini dilakukan karena hewan coba yang digunakan berjenis kelamin betina yang cenderung dipengaruhi oleh siklus birahi. Penyerentakan dilakukan dengan memberikan preparat hormon prostaglandin 0,5 mg yang diinjeksikan secara intramuskular sebanyak 0,1 ml hormon prostaglandin.

Pemberian Perlakuan

Ekstrak pegagan diberikan pada betina fertil secara oral atau diberikan secara langsung dengan cara dicekok menggunakan spuit 1 ml setelah 3 hari injeksi hormon prostaglandin. Pemberian ekstrak dilakukan selama 30 hari dengan menimbang ekstrak kental sesuai dosis yang telah ditentukan dan diencerkan dengan larutan Na CMC 0,5% sebanyak 0,5 ml agar tidak melebihi kapasitas gastrik mencit.

Pengamatan Preparat Histologi Ovarium

Preparat diamati melalui mikroskop binokuler Nikon E 100 untuk menghitung jumlah folikel primer, sekunder, tertier, dan de Graff pada ovarium.

Analisis Data

Jumlah folikel primer, sekunder, tertier, dan de Graff yang telah dihitung dianalisis menggunakan uji ANAVA tunggal. Apabila F hitung > F tabel maka dilakukan uji lanjut dengan BNT 0,05.

HASIL

Potensi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urban) sebagai Antifertilitas pada Mencit (Mus muculus) Betina terhadap Perkembangan Folikel Primer

Berdasarkan hasil analisis varians menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L) Urban) berpengaruh terhadap perkembangan folikel primer ovarium mencit (Mus muculus) betina. Hasil uji BNT diperoleh hasil bahwa pemberian ekstrak daun pegagan 125 mg/kg BB (P2), 200 mg/kg BB (P3) dan 275 mg/kg BB (P4) menurunkan jumlah folikel primer berbeda nyata dengan kontrol (P1) (Tabel 1).

(3)

Pada gambar 1 merupakan hasil pengamatan gambar folikel primer ovarium yang dilihat dibawah mikroskop dengan menggunakan perbesaran 400 ×.

Potensi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urban) sebagai Antifertilitas pada Mencit (Mus muculus) Betina terhadap Perkembangan Folikel Sekunder

Dari hasil uji lanjut maka dapat diketahui bahwa pemberian ekstrak daun pegagan pada dosis 125 mg/kg BB, 200 mg/kg BB dan 275 mg/kg BB berbeda dengan kontrol. Berdasarkan hasil uji lanjut dapat diketahui bahwa pada dosis 125 mg/kg BB perkembangan folikel sekunder ovarium mencit mengalami penurunan, dan hasil ini akan semakin turun pada dosis 200 mg/kg BB dan 275 mg/kg BB, jika dibandingkan dengan kontrol (Tabel 2).

Potensi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urban) sebagai Antifertilitas pada Mencit (Mus muculus) Betina terhadap Perkembangan Folikel Tertier

Berdasarkan hasil analisis varian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun pegagan berpengaruh terhadap perkembangan folikel sekunder ovarium dan dari uji lanjut diketahui pemberian ekstrak daun pegagan pada dosis 275 mg/kg BB menurunkan jumlah folikel diikuti dosis 200 dan 125 mg/kg BB (Tabel 3).

Potensi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urban) sebagai Antifertilitas pada Mencit (Mus muculus) Betina terhadap Perkembangan Folikel De Graff

Dari penelitian ini diketahui bahwa tidak ada perkembangan folikel pada ovarium yang mencapai tahap folikel de graff. Dalam penelitian ini sebelum pemberian perlakuan dilakukan penyerentakan siklus birahi terlebih dahulu yang bertujuan untuk pengendalian siklus birahi sedemikian rupa sehingga periode estrus pada hewan betina terjadi serentak pada hari yang sama sekitar 2 atau 3 hari.

PEMBAHASAN

Potensi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urban) sebagai Antifertilitas pada Mencit (Mus muculus) Betina terhadap Perkembangan Folikel Primer

Bahan aktif pegagan triterpenoid saponin merupakan salah satu turunan steroid, bahan aktif steroid dan triterpenoid diduga sebagai bahan aktif yang bekerja sebagai

faktor antifertilitas. Hal ini disebabkan kedua bahan aktif tersebut diduga mampu mengakibatkan gangguan pada jalur hipotalamus hipofise yang selanjutnya mengakibatkan gangguan sekresi GnRH sehingga berpengaruh terhadap pembentukan, perkembangan, dan pematangan folikel (Limbong, dan Theresia 2007).

Bahan antifertilitas yang bekerja pada poros hipothalamus hipofisa ovarium mempunyai aktifitas gonadotropin, dengan mekanisme umpan balik negatif dari hipothalamus yang menyebabkan penurunan produksi GNRH. Hal ini akan berpengaruh pada sekresi FSH dan LH dari hipofisa anterior, sehingga sekresi FSH dan LH rendah, dimana kedua hormon ini sangat berpengaruh dalam pembentukan, perkembangan dan pematangan folikel ovarium serta proses ovulasi (Wurlina dkk, 2005).

Potensi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urban) sebagai Antifertilitas pada Mencit (Mus muculus) Betina terhadap Perkembangan Folikel Sekunder

Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa pemberian ektrak daun pegagan berpengaruh terhadap perkembangan folikel sekunder ovarium.

Tabel �� Ringkasan BNT 5% dan 1% tentang pengaruh pemberian ekstrak pegagan sebagai antifertilitas pada mencit betina terhadap perkembangan folikel primer ovarium Perlakuan Rata-rata Notasi 5% Notasi �%

4 2,5 a a

3 3,83 a b

2 5,5 b c

1 6,5 b d

Tabel 2� Ringkasan BNT 5% dan 1% tentang pengaruh pemberian ekstrak pegagan sebagai antifertilitas pada mencit betina terhadap perkembangan folikel sekunder ovarium Perlakuan Rata-rata Notasi 5% Notasi �%

4 2,5 a a

3 2,83 a b

2 4,33 b c

1 4,83 b d

Penurunan perkembangan folikel sekunder ini sama halnya dengan penurunan yang dialami oleh folikel primer, hal ini dikarenakan adanya senyawa aktif pada pegagan yang menyebabkan terhambatnya pematangan folikel. Salah satu bahan aktif pegagan yaitu triterpenoid saponin dapat menganggu proses miotik sel telur dan dapat mengakibatkan gagalnya pemasakan sel telur, sehingga folikel mengalami atresia. Selain hormon FSH dan LH

(4)

yang dapat mempengaruhi perkembangan folikel ovarium, terdapat beberapa hormon protein lain yang berasal dari ovarium, salah satunya adalah inhibidin.

Menurut Winda (2006) sumber utama inhibidin di ovarium adalah sel granulosa. Inhibidin mensupresi pituitari terhadap produksi FSH. Inihibidin dibagi menjadi inhibidin A dan B. Inhibidin B disekresikan terutama dalam fase folikular dengan kadarnya menurun pada pertengahan fase folikular dan menjadi tidak terdeteksi setelah lonjakan LH. Konsentrasi inihibidin A rendah selama pertengahan pertama fase folikular tapi meningkat selama pertengahan fase folikular dan puncaknya pada fase luteal. Inihibidin yang terdapat pada ovarium juga dapat menyebabkan terhambatnya produksi gonadotropin yang menyebabkan terganggunya perkembangan folikel. Pematangan folikel sangat dipengaruhi oleh hormon-hormon gonadotropin FSH dan LH. Atas rangsangan FSH dari adenohypofysa sejumlah folikel vesikuler mulai berkembang. Sementara folikel- folikel berkembang, sejumlah estrogen yang semakin banyak dihasilkan oleh teka interna akan diabsorbsi ke dalam sirkulasi tubuh dan juga ke dalam cairan folikuler (Toilehere, dan Mozes 1981). Pada hewan betina FSH merangsang petumbuhan folikel, begitu juga dengan LH yang diketahui juga membantu perkembangan folikel hingga folikel itu mencapai proses pematangan yang

sempurna. LH juga merangsang produksi estrogen dalam folikel oleh sel-sel granulosa dan teca interna (Partodihardjo, 1992). Gambar 2 merupakan hasil pengamatan gambar Gambar 2 merupakan hasil pengamatan gambar folikel Sekunder ovarium dengan menggunakan perbesaran 400×.

Potensi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urban) sebagai Antifertilitas pada Mencit (Mus muculus) Betina terhadap Perkembangan Folikel Tertier

Berdasarkan hasil analisis varian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun pegagan berpengaruh terhadap perkembangan folikel sekunder ovarium dan dari uji lanjut diketahui pemberian ekstrak daun pegagan pada dosis 275 mg/kg BB menurunkan jumlah folikel diikuti dosis 200 dan 125 mg/kg BB.

Flavonoid yang merupakan salah satu senyawa aktif pada pegagan bersifat estrogenik atau menyerupai estrogen.

Isoflavon yang merupakan golongan flavonoid adalah zat yang serupa dengan estrogen, namun berbeda dengan ikatan OH. Di dalam tubuh isoflavon bersifat mirip dengan estrogen.

Secara insitu dibuktikan bahwa isoflavon mengadakan aksi inhibisi tirosin kinase yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan Limbong (2007).

Gambar �� Irisan melintang ovarium yang memperlihatkan folikel primer a)Kelompok kontrol b) Dosis 125 mg/kg BB c) Dosis 200mg/kg BB dan d) 275 mg/kg BB. 1) Oosit, 2) Lapisan tunggal sel granulosa

(5)

Gambar 2� Irisan melintang ovarium yang memperlihatkan folikel sekunder a) Kelompok Kontrol b) Dosis 125 mg/kg BB c) Dosis 200 mg/kg BB dan d) 275 mg/kg BB. 1) Oosit, 2) Sel granulosa lapis banyak

Gambar 3� Irisan melintang ovarium yang memperlihatkan folikel tertier a) Kelompok Kontrol b) Dosis 125 mg/kg BB c) Dosis 200 mg/kg BB dan d) 275 mg/kg BB. 1) Oosit, 2) Lapisan sel granulosa 3) Antrum

(6)

Tabel 3� Ringkasan BNT 5% dan 1% tentang pengaruh Pemberian ekstrak Pegagan sebagai antifertilitas pada mencit betina terhadap perkembangan folikel tertier ovarium Perlakuan Rata-rata Notasi 5% Notasi �%

4 1,5 A a

3 2 A b

2 2,5 Ab c

1 3,16 B d

Estrogen adalah suatu hormon steroid yang diproduksi di dalam tubuh manusia sebagai hormon seks. Hormon- hormon ini disekresikan oleh sel-sel teca interna dan sel-sel granulosa (Partodihardjo, 1996). Fungsi dari estrogen yang dihasilkan pada ovarium mempunyai efek merangsang diri sendiri, akibatnya folikel tersebut tumbuh terus sehingga folikel lain berhenti berkembang mengakibatkan involusio.

Pada masa luteinisasi korpus luteum pada bekas folikel akan menghasilkan estrogen dan progesteron. Fungsinya sebagai umpan balik negatif dengan akibat menurunnya sekresi FSH berjumlah besar. Sehingga tidak ada folikel baru yang tumbuh dalam ovarium Limbong dan Theresia (2007).

Dibawah ini merupakan hasil pengamatan gambar folikel Tertier ovarium dengan menggunakan perbesaran 400.

Potensi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urban) sebagai Antifertilitas pada Mencit (Mus muculus) Betina terhadap Perkembangan Folikel De Graff

Dari penelitian ini diketahui bahwa tidak ada perkembangan folikel pada ovarium yang mencapai tahap folikel de graff. Dalam penelitian ini sebelum pemberian perlakuan dilakukan penyerentakan siklus birahi terlebih dahulu yang bertujuan untuk pengendalian siklus birahi sedemikian rupa sehingga periode estrus pada hewan betina terjadi serentak pada hari yang sama sekitar 2 atau 3 hari.

Di bawah ini merupakan gambar hasil penelitian dengan perbesaran 400 x menunjukkan penurunan perkembangan folikel dibandingkan kontrol, serta tidak ditemukan adanya folikel de graff.

Dari hasil penelitian di atas dapat diketahui bahwa semakin tinggi dosis yang diberikan maka perkembangan folikel semakin menurun, hal ini dapat dilihat pada gambar di atas yaitu dosis (125 mg/kg BB), dosis (200 mg/kg BB) dan (275 mg/kg BB) memiliki perkembangan folikel yang berbeda jika dibandingkan dengan kontrol. Menurut Limbong (2007), folikel yang tidak berkembang dapat

Gambar 4� Irisan melintang ovarium yang memperlihatkan folikel tertier a) Kelompok Kontrol b) Dosis 125 mg/kg BB c) Dosis 200 mg/kg BB dan d) 275 mg/kg BB. 1) Folikel primer, 2) Folikel sekunder, 3) Folikel tertier

(7)

disebabkan karena adanya gangguan pada jalur hipotalamus hipofise yang selanjutnya menyebabkan gangguan sekresi GnRH yang kemudian akan berpengaruh pada pembentukan, perkembangan dan pematangan folikel.

DAFTAR PUSTAKA

Annisa RF, 2006. Pengaruh Pemberian Ekstrak Air Daun Pegagan (Centella asiatica) terhadap Kemampuan Kognifitif dan Kadar Neutransmiter Monoamine pada Hipokampus Tikus (Rattus norvegicus L). Abstrak Skripsi. ITB, Bandung.

Besung dan Kerta Nengah I, 2009. Pegagan (Centella aisatica) Sebagai Alternatif Pencegahan Infeksi pada Ternak. Jurnal Penelitian Vol. 2. No. 1, 26 Agustus 2009. Universitas Udayana, Bali.

Fitriyah, 2009. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) terhadap Perkembangan Folikel Ovarium Mencit (Mus musculus). Skripsi tidak diterbitkan. UIN Maliki, Malang.

Limbong dan Theresia, 2007. Pengaruh Ekstrak Ethanol Kulit Batang Pakettu (Ficus superba Miq) terhadap Folikulogenesis Ovarium Mencit (Mus musculus). Abstrak Jurnal Penelitian. Universitas Airlangga, Surabaya.

Partodihardjo dan Soebadi. 1992. Ilmu Reproduksi Hewan.

Mutiara Sumber Widya, Jakarta.

Toelihere dan Mozes R, 1981. Fisiologi Reproduksi pada Ternak.81. Fisiologi Reproduksi pada Ternak.

Angkasa, Bandung.

Winda, 2006. Siklus Hidup Ovarium. Obstetri dan Ginekologi.

Universitas Negeri Padang, Padang.

Wurlina MS, 2005. Pengaruh Antifertilisasi Achyranthes Aspera Linn Terhadap Perkembangan Siklus Folikel Ovarium dan Siklus Vagina pada Mencit (Mus musculus). Skripsi Tidak Diterbitkan. Universitas Airlangga, Surabaya.

Referensi

Dokumen terkait

Simpulan penelitian adalah ekstrak etanol daun murbei (Morus alba L.) dan ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) berefek antipiretik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari herba pegagan dengan dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB meningkatkan fungsi kognitif belajar dan

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah dan bukti empiris mengenai pengaruh ekstrak etanol pegagan (Centella asiatica L. urban) terhadap

UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR GEL EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica L. URBAN) DENGAN GELLING AGENT CARBOPOL 934 PADA KULIT PUNGGUNGi.

Rekapitulasi sidik ragam hasil uji F pada peubah pertumbuhan tanaman pegagan Centella asiatica (L.) Urban menunjukkan bahwa pemberian pupuk kalium hanya berpengaruh nyata

Penelitian mengenai efek hipnotik ekstrak pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) perlu dilanjutkan uji efektivitas dan uji toksisitasnya. Dalam pemakaiannya dapat dijadikan

Ekstrak Etanol Pegagan ( Centella Asiatica L. Urban ) dapat mencegah kerusakan struktur histologis sel ginjal mencit yang diinduksi dengan parasetamol dosis toksik dan

Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun pegagan berpengaruh menambah waktu fase proestrus dan estrus adalah pada perlakuan P1 (Dosis 2 mg/10 g BB),