RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT TEKNIS Pekerjaan : Perbaikan dinding dermaga barat dan pasang fender kade 135 dan 250.
Pasal 1 : LOKASI PEKERJAAN
Pekerjaan ini terletak Dermaga Barat, sesuai lay out terlampir.
Pasal 2 : URAIAN UMUM
1. Sebelum melaksanakan persiapan pekerjaan, kontraktor harus menghubungi/menyampaikan surat ijin pelaksanaan pekerjaan ke Direksi Teknik atau perwakilan sipil untuk mendapatkan ijin pelaksanaan pekerjaan dan petunjuk pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
2. Kontrator harus mengetahui ketentuan-ketentuan mengenai Peraturan Perburuhan yang berlaku dan petunjuk dari Departement Tenaga kerja Indonesia.
3. Kontraktor harus menjamin bahwa semua pekerja dijelaskan mengenai resiko dari pekerjaan menurut kontrak dan bahwa keamanan bekerja diperhatikan.
4. Tenaga kerja yang digunakan hendaknya tenaga yang ahli/terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan petunjuk Direksi Teknik atau perwakilan sipil.
5. Kontraktor harus menyiapkan dan menggunakan peralatan dan material yang berkwalitas baik yang penggunaannya telah disetujui Pengawas Lapangan.
6. Dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan kontraktor harus berkoordinasi dengan pengawas pekerjaan sipil untuk kelancaran pekerjaan.
7. Kontraktor harus menyelesaikan pekerjaan seperti yang disyaratkan dalam dokumen kontrak dan gambar-gambar pelaksanaan dengan menggunakan bahan- bahan yang terbaik dan metode pelaksanaan dengan kemampuan terbaiknya.
8. Apabila bahan-bahan bangunan dan pekerjaan yang telah dilaksanakan tidak memenuhi standard maka pekerjaan tersebut harus dilaksanakan kembali atas tanggungan kontraktor tanpa perpanjangan waktu pelaksanaan dan biaya pekerjaan.
9. Kegiatan pekerjaan di lapangan tidak boleh mengganggu kegiatan operasional di sekitar lokasi pekerjaan.
10. Kontraktor harus menyediakan alat transpotasi atau kendaraan roda empat kepada Direksi Teknik atau perwakilan sipil untuk menunjang kegiatan operasional atau pengawasan pekerjaan di lapangan, apabila tercantum dalam lembar kerja.
11. Kontraktor harus menunjuk penanggung jawab kontraktor untuk pekerjaan dilapangan dan harus diberi wewenang yang cukup dan harus selalu berada di lapangan.
12. Kontraktor harus mengusahakan cara-cara yang aman untuk akses ke semua tempat di tempat dimana petugasnya, agen dan sub kontraktor dapat bekerja kapanpun sesua dengan kebutuhan pekerjaan.
Pasal 3 : LINGKUP PEKERJAAN
Proyek yang akan dikerjakan adalah perbaikan dinding dermaga, bongkar dan pasang fender, bobokkan beton bertulang dinding dermaga,
Seluruh pekerjaan ini akan dan harus dikoordinasikan dengan pihak terkait (Operasional) terlebih dahulu sebelum dikerjakan, kontraktor dapat mengerjakan bila sudah mendapat ijin dari Direksi Teknik atau perwakilan sipil.
Pasal 4 : JENIS PEKERJAAN
1. Pekerjaan pagar pengaman pekerjaan.
2. Pekerjaan bobokan.
3. Pekerjaan Cor beton.
4. Pekerjaan bongkar pasang fender.
5. Pekerjaan pasang chemical anchor.
Pasal 5 : SPESIFIKASI PEKERJAAN 1. Pekerjaan pagar pengaman
a). Areal pekerjaan harus diberi pagar pengaman sementara dengan ketinggian minimum 1 meter dan harus dipindahkan dari lokasi pekerjaan pada saat pekerjaan selesai.
b). Pagar menggunakan seng standar atau papan membentuk memanjang horizontal diberi penyangga kaki kayu segi tiga.
c). Pagar memanjang berselingan terbuka dan tertutup namun pada dasarnya meliputi seluruh area pekerjaan yang dikerjakan.
d). Pagar pengaman dicat sesuai petunjuk Direksi atau perwakilan sipil.
e). Pagar pengaman dan rambu harus nampak/terlihat oleh pengguna kendaraan dimalam hari.
f). Kontraktor harus bertanggung jawab dan memperbaiki dengan biaya sendiri setiap kerusakan dari pekerjaan akibat perusakan atau orang yang mengendarai kendaraan dilokasi proyek.
g). Kontraktor harus menggunakan cara-cara yang memadai untuk menjamin keamanan dan perlindungan terhadap pekerjaan, material pekerjaan dan pekerjanya.
h). Kontraktor berkewajiban mengikuti petunjuk perwakilan pengawas civil dalam pengamanan pekerjaan ini bila diminta.
i). Untuk pengamanan lingkungan kerja kontraktor agar menyediakan rotary lamp atau lampu yang menandakan area batas lingkungan pekerjaan kontraktor.
j). Kontraktor harus membuat marka jalan dan rambu sementara sesuai kondisi dilapangan atau sesuai petunjuk Direksi Teknik atau perwakilan sipil.
k). Penulisan atau pembuatan rambu atau marka sementara harus sesuai dengan standar lokal (standar Bina Marga).
2. Pekerjaan bobokan
a). Kontraktor diharuskan menggunakan/menyiapkan 3 (tiga) unit mesin bobok beton (Air High Compresure) dan apabila terjadi kerusakan pada alat bobok, maka kontraktor harus segera mengganti alat tersebut.
b). Disamping itu kontrator juga harus tetap melakukan pekerjaan bobokkan dengan secara manual (tanpa mesin bobok) pada lokasi yang dianggap sulit untuk menggunakan alat.
c). Kontraktor tidak diperkenankan memotong tulangan atau pembesian struktur dinding dermaga.
d). Kontraktor harus memastikan bahwa pekerjanya aman dalam melaksanakan pekerjaan bobokkan.
e). Kontraktor harus membuat dan mengadakan alat bantu yang aman untuk pekerjaan bobokkan.
f). Kerusakan permanen tulangan atau pembesian eksisting struktur pada pekerjaan bobokkan ini menjadi tanggung jawab dan beban biaya kontraktor untuk memperbaiki.
g). Sesudah bobokan selesai dilakukan, kontraktor harus memberi tahu Direksi teknik atau perwakilan sipil.
h). Material bobokan tidak boleh dibuang kelaut tapi harus dibuang keluar areal JICT.
3. Pekerjaan Cor beton
a). Menjadi tanggung jawab kontraktor untuk mencatat data pasang surut air laut sebelum pelaksanaan pekerjaan pengecoran beton.
b). Perencanaan pengecoran beton dilakukan pada saat air laut surut terendah.
c). Kontraktor harus memberitahukan kepada Direksi Teknik atau perwakilan sipil pada waktu akan melakukan pekerjaan pengecoran.
d). Produk beton menggunakan beton SpeedCrete 12 Hours produk PT. Dynamix ( Holcim) atau beton Vipers 12 Hours produk Merah putih beton PT. Motive Mulia, penggunaan beton selain produk ini tidak diperkenankan.
e). Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pengecoran pada saat turun hujan dan air laut pasang tinggi
f). Semua bekisting harus disangga, dikat dan dipasang pada posisi yang benar dan harus cukup kuat untuk menahan tekanan beton basah atau gangguan akibat mengapung. Perancah harus cukup kuat untuk menahan gerakan vibrator tanpa terjadi pergeseran, distorsi atau kebocoran.
g). Tanpa memperhatikan persetujuan Direksi Teknik atau perwakilan sipil, adalah menjadi tanggung jawab kontraktor atas kekuatan dan fungsi perancah yang digunakan.
4. Pekerjaan bongkar pasang fender.
a) Kontraktor bertanggung jawab membongkar seluruh fender yang tercantum dalam lembar kerja atau lokasi pekerjaan yang disetujui sesuai petunjuk Direksi Teknik atau perwakilan sipil.
b) Dalam pekerjaan bongkaran/pelepasan fender lama, kontraktor menggunakan metode kerja yang tidak merusak dinding/struktur dermaga dan fender.
c) Apabila dalam pekerjaan pembongkaran fender ini terjadi kerusakan sehingga tidak layak pakai sesuai pendapat Direksi Teknik atau perwakilan sipil maka kontraktor harus mengganti unit fender tersebut dengan yang layak pakai sesuai standar spesifikasi pada pekerjaan ini .
d) Kontraktor bertanggung jawab memindahkan posisi fender setelah pelepasan/bongkaran ke lokasi sesuai petunjuk Direksi Teknik atau perwakilan sipil.
e) Kontraktor berkewajiban memasang fender sesuai lokasi kade meter yang tercantum dalam lembar kerja atau sesuai petunjuk Direksi Teknik atau perwakilan sipil.
f) Detail pemasangan yang ditunjuk dalam gambar hanya merupakan petunjuk dan kontraktor harus memasang tiap elemen dari unit termasuk bagian yang tertanam anchor, baut, badan fender, muka fender, brackets, shackles dan
5. Kontraktor harus menyampaikan foto berwarna dokumentasi proyek masing-masing dua salinan pada setiap rapat kemajuan pekerjaan. Dokumentasi ini adalah untuk pelaksanaan pekerjaan yang sedang berjalan sampai selesai seperti yang diarahkan oleh Direksi Teknik.
6. Dokumentasi harus dikerjakan secara terus menerus dari permulaan sampai akhir proyek dan harus dapat memvisualisasikan pelaksanaan pekerjaan dengan jelas.
7. Dokumentasi secara keseluruhan ini harus diserahkan kepada Direksi Teknik/
Pengawas sipil/perwakialn sipil pada akhir setiap bulan
8. Kontraktor harus menyerahkan kembali areal yang diserahkan kepadanya dalam keadaan yang sama seperti waktu diserahkan kepadanya. Semua biaya untuk mengembalikan pada kondisi semula menjadi beban kontraktor.
9. Apabila terjadi perbedaan antara RKS dengan gambar maka akan diambil kesepakatan antara peserta tender dengan Direksi/Direksi Teknik atau perwakilan sipil dan akan dituangkan dalam Berita Acara.
Pasal 6 : KESELAMATAN KERJA
1. Kontraktor wajib memperhatikan keselamatan dan kesehatan para pekerjanya di lapangan, serta wajib mengasuransikan keselamatan kerja bagi seluruh pekerja.
2. Kontraktor wajib menggunakan helmet, rompi reflektor, safety shoes dan perlengkapan safety lainnya.
3. Kontraktor wajib mematuhi rambu-rambu peringatan dan marka jalan.
4. Kontraktor wajib mematuhi batas kecepatan berkendaraan didalam terminal.
5. Kontraktor wajib memberi prioritas kepada lalu lintas alat-alat berat.
6. Kontraktor wajib mematuhi peraturan dan ketentuan bagi kegiatan khusus di dalam terminal.
7. Daerah lokasi pekerjaan yang tidak termasuk dalam scope pekerjaan dan telah diserahkan kepada kontraktor agar dipelihara dan dikembalikan kedalam kondisi asalnya sebelum pekerjaan diserahkan kepada pihak Direksi / Pemberi pekerjaan.
8. Setiap selesai pekerjaan, lokasi harus segera dirapihkan dan dibersihkan dari segala kotoran dan sampah.
Pasal 7 : LAIN-LAIN
1. Pekerjaan akan dibagi dalam tahap-tahap pelaksanaan atau phase pelaksanaan apabila diminta oleh pengguna lapangan atau operasional JICT.
2. Berkenaan dengan kebutuhan penggunaan lapangan oleh operasional kontraktor harus melaksanakan dan menjamin pelaksanaan penyelesaian pekerjaan harus sesuai jadwal yang diajukan oleh kontraktor.
3. Lamanya waktu pelaksanaan per tahap atau per phase disesuaikan dengan persetujuan kedua belah pihak antara kontraktor dan Direktur Teknik atau perwakilan sipil.
4. Apabila terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pelaksanaan pekerjaan dalam per tahap atau per phase tersebut maka kontraktor akan dikenakan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan tersebut.
5. Kontraktor wajib menjaga keamanan diareal lokasi pekerjaan ataupun disekitar lokasi pekerjaan.
6. Kontraktor dengan biaya sendiri harus segera memperbaiki semua kerusakan yang disebabkan oleh kontraktor atau sub kontraktornya atau pelaksananya terhadap fasilitas dan peralatan yang ada dilapangan, yang bukan milik kontraktor.
7. Jenis pekerjaan yang belum tercantum dalam RKS dan gambar rencana tetapi erat kaitannya dengan pekerjaan ini, maka kontraktor wajib menginformasikan dan berkoordinasi dengan pengawas sipil serta jika diperlukan wajib melaksanakan pekerjaan tersebut.
8. Selesai pelaksanaan pekerjaan, kontraktor wajib menyerahkan laporan akhir hasil kegiatan proyek.
9. Waktu lama pekerjaan adalah 7 (tujuh hari) hari alamanak.
10. Masa pemeliharaan pekerjaan tersebut diatas berlaku selama 60 (enam puluh) hari almanak terhitung sejak Berita Acara Serah Terima Pertama (BA – 1).
Jakarta, Agustus 2021 PELAKSANA HARIAN
MANAGER CIVIL
Deni Firdani
FOTO LOKASI PEKERJAAN KADE 135
KADE 250
KADE 280 ( POTONG ANGKUR )
KADE 285 & 285
KADE 255