LAPORAN TUGAS AKHIR
ANALISIS PERANAN RELAWAN PAJAK DALAM UPAYA PENDAMPINGAN PELAPORAN SPT TAHUNAN ORANG PRIBADI BERBASIS E-FILING DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA
BINJAI PADA MASA PANDEMI COVID-19
OLEH:
VANIA DINELLA SITEPU 192600035
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Studi Pada Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan
PROGRAM STUDI DIPLOMA III ADMINISTRASI PERPAJAKAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2022
ii
Halaman Persetujuan
iii
Halaman Pengesahan
iv
Pernyataan Orisinalitas
v
Pernyataan Bebas Plagiarisme
vi ABSTRAK
ANALISIS PERANAN RELAWAN PAJAK DALAM UPAYA PENDAMPINGAN PELAPORAN SPT TAHUNAN ORANG PRIBADI
BERBASIS E-FILING DI KPP PRATAMA BINJAI PADA MASA PANDEMI COVID-19
Vania Dinella Sitepu, 192600035
Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Pembimbing Faisal Eriza, S.Sos, MSP
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara
Self Assessment System yang merupakan wewenang wajib pajak untuk menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri jumlah pajaknya ini diberlakukan di Indonesia setelah masa reformasi pajak tahun 1983 sampai saat ini. Salah satu realisasinya adalah e-filing yang merupakan bentuk penyampaian SPT Tahunan secara online. Namun, fungsi praktis dari dibentuknya e-filing ini belum bermanfaat maksimal karena berbagai kendala serta terjadinya pandemi Covid-19 yang sangat berpengaruh terhadap pelayanan perpajakan di Indonesia. Karena berbagai hal tersebut, Direktorat Jenderal Pajak membentuk suatu program, yaitu Relawan Pajak yang bertugas sebagai perpanjangan tangan dalam edukasi serta penyuluhan perpajakan kepada masyarakat.
Tujuan dari penelitian ini merupakan untuk memperoleh pemahaman yang berkaitan dengan peran serta kendala selama pelaksanaan kegiatan Relawan Pajak dalam hal membantu pengajuan SPT Tahunan Orang Pribadi melalui e-filing pada KPP Pratama Binjai pada masa pandemi Covid-19.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang ditopang data primer dengan informan kunci PIC Relawan Pajak, informan utama yaitu Relawan Pajak serta informan tambahan yaitu wajib pajak di KPP Pratama Binjai dengan proses wawancara, penelitian studi literatur serta observasi.
Relawan Pajak bertindak selaku fasilitator untuk berkontribusi dan membantu dalam pengoperasian e-filing SPT Tahunan Orang Pribadi. Namun, terdapat berbagai kendala seperti kegagalan akses pada server e-filing didukung sangat rendahnya kesadaran dan kewajiban akan perpajakan, dan para Relawan Pajak kurang memiliki pengetahuan perpajakan di luar sistem pelaporan SPT melalui e-filing.
Kata Kunci : Relawan Pajak, SPT Tahunan, e-filing
vii ABSTRACT
ANALYSIS THE ROLE OF TAX VOLUNTEERS IN EFFORTS TO ASSIST IN E-FILING-BASED PERSONAL TAX PAYER ANNUAL TAX RETURNS AT LOW TAX OFFICE OF BINJAI DURING THE COVID-19
PANDEMIC
Vania Dinella Sitepu, 192600035
Diploma III Study Program in Tax Administration Supervisor Faisal Eriza, S.Sos, MSP
Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Sumatera Utara The Self Assessment System, which is the authority of taxpayers to calculate, pay, and self-report the amount of their taxes, was implemented in Indonesia after the tax reform period from 1983 to the present. One of the realizations is e-filing which is a form of online submission of Annual Tax Returns. However, the practical function of the establishment of e-filing has not been maximally useful due to various obstacles and the occurrence of the Covid-19 pandemic which greatly affects tax services in Indonesia. Because of these various things, the Directorate General of Taxes established a program, namely Tax Volunteers whose duties are as extensions of tax education and counseling to the public.
The purpose of this research is to gain an understanding related to the role and constraints during the implementation of Tax Volunteer activities in terms of assisting the submission of the Annual Tax Return through e-filing at the Low Tax Office of Binjai during the Covid-19 pandemic.
This study uses secondary data that is supported by primary data with key informants PIC of Tax Volunteers, the main informants are Tax Volunteers and additional informants are taxpayers at Low Tax Office of Binjai with the interview process, literature study research and observation.
Tax Volunteers act as facilitators to contribute and assist in the operation of the e-filing of the Annual Tax Return. However, there are various obstacles such as failure to access the e-filing server supported by very low awareness and obligations of taxation, and Tax Volunteers lack knowledge of taxation outside the SPT reporting system through e-filing.
Keywords: Tax Volunteers, E-filing, Annual Tax Returns
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan kasih karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir dengan judul “Analisis Peranan Relawan Pajak dalam Upaya Pendampingan Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi Berbasis E-Filing Di KPP Pratama Binjai pada Masa Pandemi Covid-19”. Laporan Tugas Akhir ini disusun guna memenuhi syarat memperoleh gelar Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
Laporan penelitian ini dapat terselesaikan dengan adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan ketulusan serta kerendahan hati, penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada yang terhormat:
1. Bapak Dr Muryanto Amin, S.Sos, M.Si selaku Rektor Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Hendra Harahap, Msi, Ph.D selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Muhammad Husni Thamrin M.Si selaku Ketua Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Faisal Eriza S.Sos.,MSP selaku Sekretaris Jurusan Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Faisal Eriza S.Sos.,MSP selaku Dosen Pembimbing yang membantu memberikan arahan, bimbingan dan dukungan dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir.
6. Staf Pegawai Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang telah banyak membantu segala urusan administrasi.
ix
7. Seluruh Dosen Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang telah menyalurkan ilmu pengetahuan selama perkuliahan hingga tahap penelitian ini.
8. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara I yang telah memberikan izin riset di Kantor Pelayanan Pajak Binjai.
9. Kantor Pelayanan Pajak Binjai yang telah sangat membantu penulis selama proses penelitian.
10. Teristimewa kepada orangtua, Bapak Ir. Ferdinand Sitepu dan Ibu Nelly Octiva Tarigan, Amd yang telah memberikan banyak kasih tak ternilai serta doa kepada penulis. Tak akan ku mengenal cinta bila bukan karna hati baikmu.
11. Keluarga Optimus Prime dan Super Family terkasih, yang telah memberi banyak sekali kasih sayang berlimpah dari penulis lahir sampai sekarang.
12. Keluarga besar Tarigan terkasih, yang telah memberi banyak sekali cinta kasih didalam kehidupan penulis.
13. Sahabat penulis yang terkasih, Rina Cristanty Sianturi, Tesalora Veronika Sinaga dan Yesshy Vembryka Siahaan sebagai tempat penulis berbagi suka duka serta telah memberikan sangat banyak kasih, dukungan dan doa setiap saat.
14. Sahabat seperjuangan di kala suka dan duka perkuliahan, Eirene Affianti PR, Vanesia Amelia Tarigan, Aidil Pratama Nasution, Mikael Bragi Ginting, Jodie Elmanza Purba, Bona Rido Siallagan, Risky Hadish Sitohang, M. Alwi Nurfauzan , Rinaldi Presli Harder Siregar, Paul Tapar Panjaitan dan Raymond Raimundus Manurung yang telah menghiasi masa perkuliahan ini dengan banyak sekali hal hebat.
15. Teman-teman dari Tax A & B stambuk 2019 selaku teman penulis selama 3 tahun masa perkuliahan.
16. Rekan Relawan Pajak 2022, terutama yang ditugaskan di KPP Pratama Binjai, yang telah banyak membantu saat bertugas.
17. Sahabat berbagi kasih Tuhan, Eben Haezer Perangin-Angin, yang bersedia memberi banyak bantuan, dukungan dan banyak hal baik lainnya kepada penulis.
x
18. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan, yang turut membantu selama proses penulisan Tugas Akhir ini, terima kasih banyak. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan berkat yang berlipat atas bantuan dalam bentuk apapun yang telah diberikan.
Penulis menyadari bahwa dalam proses pengerjaan laporan penelitian ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna karena segala keterbatasan yang ada. Maka, Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, sehingga laporan penelitian ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun pihak-pihak lain yang memerlukannya, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Medan, 21 Juli 2022
Vania Dinella Sitepu
xi DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
Halaman Persetujuan ... ii
Halaman Pengesahan ... iii
Pernyataan Orisinalitas ... iv
Pernyataan Bebas Plagiarisme ... v
ABSTRAK ... vi
ABSTRACT ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 5
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 6
1.3.1 Tujuan Penelitian... 6
1.3.2 Manfaat Penelitian ... 6
1.4 Uraian Teoritis ... 6
1.4.1 Pengertian dan Jenis Pajak ... 6
1.4.2 Pengertian dan Jenis Wajib Pajak ... 8
1.4.3 Pengertian dan Jenis Surat Pemberitahuan ... 11
1.4.4 Tata Cara Menyampaikan Surat Pemberitahuan secara E-filing ... 12
1.4.5 Relawan Pajak ... 15
1.4.6 Tugas Pokok dan Fungsi Relawan Pajak ... 16
1.4.7 Kode Etik Relawan Pajak ... 17
1.5 Metode Penelitian... 18
1.5.1 Jenis Penelitian ... 18
1.5.2 Data Penelitian ... 19
1.5.3 Metode Pengumpulan Data ... 19
xii
1.5.4 Alat Pengumpulan Data ... 20
1.5.5 Informan Penelitian ... 20
1.5.6 Metode Analisis ... 20
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ... 22
2.1 Gambaran Umum Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai ... 22
2.1.1 Sejarah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai ... 22
2.1.2 Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai ... 23
2.1.3 Visi, Misi serta Motto Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai ... 25
2.1.4 Wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai ... 25
2.2 Struktur Organisasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai ... 26
2.3 Struktur Organisasi Unit Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai ... 27
BAB III DATA HASIL PENELITIAN ... 29
3.1 Pelaksanaan Kegiatan Relawan Pajak di Kantor Pelayanan Pajak ... 29
3.1.1 Jumlah Relawan Pajak ... 29
3.1.2 Jadwal Kegiatan Relawan Pajak di KPP Pratama Binjai ... 29
3.1.3 Tugas Pokok dan Tugas Tambahan Relawan Pajak ... 31
3.1.4 Tahap Persiapan Kegiatan Relawan Pajak ... 34
3.1.5 Tahap Pelaksanaan Kegiatan Relawan Pajak ... 36
3.1.6 Piagam Penghargaan Relawan Pajak ... 39
3.2 Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Binjai ... 40
3.2.1 Wajib Pajak Orang Pribadi yang Terdaftar di KPP Pratama Binjai pada Tahun 2018-2021 ... 40
3.2.2 Wajib Pajak Orang Pribadi yang Melaporkan SPT di KPP Pratama Binjai pada Tahun 2018-2021 ... 40
3.3 Data Hasil Wawancara Online & Offline di KPP Pratama Binjai ... 42
3.3.1 Peran Relawan Pajak dalam Proses Asistensi Penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi secara e-filing ... 42
3.3.2 Kendala yang Dihadapi Relawan Pajak Selama Proses Asistensi Penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi Berbasis e-filing ... 43
BAB IV PEMBAHASAN ... 47
4.1 Peran Relawan Pajak selama Asistensi Pengajuan SPT Tahunan Orang Pribadi Berbasis E-Filing di KPP Pratama Binjai ... 47
xiii
4.2 Kendala yang Dihadapi Relawan Pajak selama Asistensi Pengajuan SPT
Tahunan Orang Pribadi Berbasis E-Filing di KPP Pratama Binjai ... 52
BAB V PENUTUP ... 56
5.1 Kesimpulan ... 56
5.2 Saran dan Masukan ... 57
5.2.1 Ditujukan untuk Direktorat Jenderal Pajak dan KPP Pratama Binjai 57 5.2.2 Ditujukan untuk Wajib Pajak ... 57
5.2.3 Ditujukan untuk Relawan Pajak ... 58
DAFTAR PUSTAKA ... xvii
DAFTAR LAMPIRAN ... xix
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 RAPBN Tahun 2022... 1
Tabel 1. 2 Daftar Nama Relawan Pajak KPP Pratama Binjai 2022 ... 4
Tabel 1. 3 Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) WPOP ... 10
Tabel 2. 1 Wilayah Kerja KPP Pratama Binjai ... 23
Tabel 2. 2 Jumlah Pegawai Per Seksi di KPP Pratama Binjai ... 27
Tabel 3. 1 Jumlah Relawan Pajak KPP Pratama Binjai berdasarkan Universitas . 29 Tabel 3. 2 Jadwal Tugas Relawan Pajak di KPP Pratama Binjai ... 31
Tabel 3. 3 Materi Pelatihan Relawan Pajak ... 35
Tabel 3. 4 Jumlah Wajib Pajak yang Terdaftar di KPP Pratama Binjai ... 40
Tabel 3. 5 Jumlah Wajib Pajak Lapor ... 41
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Petunjuk Praktis Pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi
Menggunakan e-filing ... 14
Gambar 1. 2 Surat Pernyataan Bersedia Mematuhi Kode Etik Relawan Pajak .... 18
Gambar 3. 1 Relawan Pajak KPP Pratama Binjai dengan Kepala Kanwil DJP SUMUT I ... 38
Gambar 3. 2 Asistensi oleh Relawan Pajak... 38
Gambar 3. 3 Asistensi oleh Relawan Pajak... 38
Gambar 3. 4 Piagam Penghargaan Relawan Pajak ... 39 Gambar 4. 1 Data Survey Kepuasan Wajib Pajak atas Asistensi Relawan Pajak . 51
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. 1 Surat Pengajuan Judul ... xix
Lampiran 1. 2 Surat Penugasan Pembimbing ... xx
Lampiran 1. 3 Surat Undangan Seminar Proposal... xxi
Lampiran 1. 4 Berita Acara Seminar Proposal ... xxii
Lampiran 1. 5 Surat Izin Penelitian ... xxvii
Lampiran 1. 6 Persetujuan Izin Riset ... xxviii
Lampiran 1. 7 Undangan Meja Hijau ... xxix
Lampiran 1. 8 Kartu Kendali Bimbingan ... xxx
Lampiran 1. 9 Data Penelitian ... xxxii
Lampiran 1. 10 Pedoman Wawancara ... xxxiii
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pajak sebagai basis penerimaan terbesar berkontribusi vital bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dengan sumber pendanaan untuk mendanai kebutuhan negara tersebut, pajak menjadi alat penting yang dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepatuhan perpajakan memegang fungsi utama dalam upaya perolehan target penerimaan pemerintah tahun 2022 terbilang Rp1.846,1 triliun dimana ditargetkan penerimaan dari dalam negeri bisa mencapai Rp1.845,6 triliun yang terdiri dari Penerimaan Pajak diproyeksikan akan menyentuh Rp1.510,0 triliun serta Kepabeanan dan Cukai yang mencapai sasaran sebesar Rp335,6 triliun.
Tabel 1. 1 RAPBN Tahun 2022
Sumber: Kementerian Keuangan 2021
Realisasi tersebut dibuktikan dengan adanya langkah-langkah pemerintah di bidang sosial dan ekonomi, salah satunya adalah penguatan sistem perpajakan. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah mencanangkan strategi untuk mengoptimalkan penerimaan pemerintah dari tahun 2020 hingga 2024, yakni memperluas basis pajak dan meningkatkan perekonomian.. Perluasan basis pajak akan dilakukan melalui perluasan dan penguatan yang diikuti dengan peningkatan kepatuhan wajib pajak. Upaya tersebut didukung dengan munculnya e-government yang memanfaatkan jaringan internet untuk menyebarluaskan informasi dan layanan pemerintah kepada masyarakat luas.
Pengembangan e-government bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas publik serta kemampuan birokrasi dalam rangka mewujudkan good governance. Salah satu regulasi yang mendukung e- government adalah pelaporan pajak secara elektronik. Ini adalah cara untuk mengirimkan pemberitahuan tahunan (SPT) secara online secara real time.
Sistem e-filing di Indonesia sudah beroperasi sejak tahun 2015, namun kebanyakan wajib pajak jarang bahkan belum menggunakannya dikarenakan kesulitan beradaptasi dengan tekonologi serta kebiasaan masyarakat dalam melaporkan SPT-nya dengan formulir dan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat.
Secara administratif, e-filing menawarkan banyak manfaat kepada pemerintah dan masyarakat, namun pemanfaatannya masih belum maksimal. Upaya yang dilakukan oleh DJP untuk mengatasi masalah ini
yakni bimbingan perpajakan, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pajak yang tinggi serta meningkatkan integritas pajak wajib pajak. Kampanye ini dilakukan dengan berbagai cara, antara lain penyuluhan pihak ketiga oleh para Relawan Pajak. Program Relawan Pajak ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa dengan/tidak berlatar belakang perpajakan dengan melibatkan Tax Center atau partner organization di seluruh Indonesia.
Relawan pajak bertugas mengedukasi masyarakat umum tentang pentingnya pajak dan membantu wajib pajak dalam penggunaan dan proses pelaporan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan (SPT) orang pribadi berbasis e-filing. Sehingga para wajib pajak mengetahui pentingnya pelaporan pajak serta cara pemakaian e-filing sehingga bisa melaporkan SPT mereka secara pribadi pada tahun-tahun berikutnya. Dimana peran Relawan Pajak sangatlah penting sebagai perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Pajak, yang kekurangan pegawai untuk pendampingan, sehingga kegiatan pelaporan ini dapat berjalan efektif.
Namun, pada periode Relawan Pajak ini mengimbangkan dengan kondisi pandemi COVID-19 dimana diberlakukannya instruktur dan protokol kesehatan demi meminimalisir transmisi virus . Relawan Pajak juga harus mengedukasi juga menganjurkan wajib pajak untuk mengungkapkan SPT di rumah, tidak perlu hadir langsung ke KPP agar menghindari paparan dan penyebaran virus.
Tabel 1. 2 Daftar Nama Relawan Pajak KPP Pratama Binjai 2022 Aaisyah Luthfi Maahirah Universitas Sumatera Utara
Agnes Novitasari Sidabutar Universitas Sumatera Utara Christyna Br Berutu Universitas Sumatera Utara Cindy Amelia Azhari Universitas Sumatera Utara Maulid Dhiya Syahara Universitas Sumatera Utara Muhammad Alwi Nurfauzan Universitas Sumatera Utara Nurmala Sari Lubis Universitas Sumatera Utara Osti Lisbet Sopran Universitas Sumatera Utara Silvia Sarah Simbolon Universitas Sumatera Utara Vania Dinella Sitepu Universitas Sumatera Utara
Tsany Fahlurrahman Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Bobby Candra Syahputra Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Muhammad Yudhistira Mahendra Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Nadhira Alifia Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Wasilatul Qaribah Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Abdul Rahman Manjuntak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Soraya Indah Lestari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Natalia Raskita Perangin-Angin Universitas HKBP Nommensen
Indri Lestari Silalahi Universitas HKBP Nommensen Nova Aginta Br Pinem Universitas HKBP Nommensen Eirene Nathasya Sitindaon Universitas HKBP Nommensen Dario Orlando Simanjuntak Universitas HKBP Nommensen Dinny Reza Panjaitan Universitas HKBP Nommensen Desi Mariani Marbun Universitas HKBP Nommensen Sinta Lidia Nadapdap Universitas HKBP Nommensen Noprianty Br Nainggolan Universitas HKBP Nommensen Debora Sigalingging Universitas HKBP Nommensen Giah Perana Sembiring Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Hengki Saputra Pasaribu Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Irma Limbong Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Josua Lumban Gaol Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Louis Febri Anggi Br. Hotang Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Pestaria Pangaribuan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Samuel Julianto Manalu Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Sindy Natalia Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Veronika Siahaan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Wando s tumangger Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Sumber: PIC Relawan Pajak KPP Pratama Binjai 2022
KPP Pratama Binjai yang merupakan salah satu KPP di distrik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak I Sumatera Utara (Kanwil DJP I SUMUT) ikut serta dalam perwujudan target APBN 2022 ini. merupakan KPP dengan wilayah kerja terluas se-Kanwil DJP I SUMUT, KPP Binjai menaungi 2 Kabupaten, yaitu Kota Binjai dan Kabupaten Langkat. Dengan luasnya daerah tugas mengakibatkan jumlah Wajib Pajak-nya juga sangatlah banyak sehingga sangat dibutuhkan edukasi perpajakan demi peningkatan atas kesadaran pembayaran serta pelaporan pajak menggunakan e-filing.
Berdasarkan penjabaran diatas, sehingga saya mengangkat tema mengenai Relawan Pajak ke dalam tugas akhir ini dengan tajuk “Analisis Peranan Relawan Pajak dalam Upaya Pendampingan Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi Berbasis E-Filing Di KPP Pratama Binjai pada Masa Pandemi Covid-19”
1.2 Rumusan Masalah
Berlandaskan penjelasan di atas, masalah utama pada riset ini, yaitu:
1. Apakah peran Relawan Pajak selama asistensi pengajuan SPT Tahunan orang pribadi berbasis e-filing di KPP Pratama Binjai?
2. Apa kendala yang dihadapi Relawan Pajak KPP Pratama Binjai selama asistensi penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi berbasis e-filing di masa Covid-19?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui peran Relawan Pajak selama asistensi pengajuan SPT Tahunan orang pribadi berbasis e-filing di KPP Pratama Binjai.
1. Mengetahui kendala yang dihadapi Relawan Pajak KPP Pratama Binjai selama asistensi penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi berbasis e-filing di masa Covid-19.
1.3.2 Manfaat Penelitian
2. Manfaat Akademis
Dimaksudkan menjadi acuan untuk peneliti di kemudian hari yang nantinya kelak akan memakai pemikiran serta landasan dalam penelitian yang serupa.
3. Manfaat Praktis
Dimaksudkan sebagai perkiraan implementasi kegiatan Relawan Pajak di KPP Pratama Binjai dalam proses asistensi pengajuan SPT Tahunan orang pribadi secara e-filing ditengah pandemi Covid-19 sekaligus sebagai masukan bagi asistensi dan rencana Relawan Pajak kelak.
1.4 Uraian Teoritis
1.4.1 Pengertian dan Jenis Pajak
Mengacu pada Undang-undang Republik Indonesia nomor 28 tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Pajak adalah kontribusi
wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar- besarnya kemakmuran rakyat.
Serta menurut Dr. N. J. Feldmann (2012:1) berpendapat bahwa
“Pajak adalah prestasi yang dipaksakan sepihak oleh dan terutang kepada penguasa (menurut norma-norma yang ditetapkannya secara umum), tanpa adanya kontraprestasi dan semata-mata digunakan untuk menutup pengeluaran- pengeluaran umum.”
Menurut S.I. Djajadinigrat ( 2012:1) “Pajak sebagai suatu kewajiban menyerahkan sebagian dari kekayaan ke kas negara yang disebabkan suatu keadaan, kejadian, dan perbuatan yang memberikan kedudukan tertentu, tetapi bukan sebagai hukuman, menurut peraturan yang ditetapkan pemerintah serta dapat dipaksakan, tetapi tidak ada jasa timba balik dari negara secara langsung, untuk memelihara kesejahteraan secara umum.”
Berlandaskan uraian diatas dapat kita simpulkan bahwasannya ciri- ciri yang searah dengan definisi pajak adalah:
1. Kontribusi warga negara untuk bangsa 2. Pajak legal dikutip berasas undang-undang 3. Sifatnya wajib dan memaksa
4. Sesuatu yang bersifat tidak menghasilkan atau menguntungkan secara langsung didapat oleh pembayar pajak
5. Pajak dikumpulkan oleh pemerintah pusat dan daerah
6. Berperan untuk mendanai belanja negara, yaitu anggaran pemerintah yang melaksanakan belanja yang bergunat bagi masyarakat luas Pajak memiliki beberapa jenis menurut badan pemungut pajak, yaitu:
1. Pajak Pusat
Merupakan pajak yang dikutip oleh negara melalui instansi pusat dan sebagian besarnya dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pusat (DJP) dibawah naungan Kementerian Keuangan. Pajak Pusat melingkupi Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Bea Meterai, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
2. Pajak Daerah
Merupakan pajak yang dipungut oleh instansi daerah pada jenjang Provinsi dan kabupaten/kota dan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat setempat. Pajak Daerah ini mencakup Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan, dll.
1.4.2 Pengertian dan Jenis Wajib Pajak
Menurut Undang-Undang Perpajakan tahun Nomor 6 tahun 1983 yang diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut
pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
Dalam pengelompokkan, Wajib Pajak terpisah menjadi:
1. Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP)
Yakni laki-laki atau wanita, yang telah atau belum menikah dan bukan badan usaha, atau badan hukum.
Berdasarkan domisili, Wajib Pajak Orang Pribadi terdapat dua bagian:
a. WPOP sebagai Subjek Pajak Dalam Negeri
Orang pribadi yang berkediaman di Indonesia lewat dari 183 hari dalam 12 bulan, dan orang pribadi yang bertempat tinggal dan bermaksud untuk berkediaman di Indonesia selama satu tahun pajak.
b. WPOP sebagai Subjek Pajak Luar Negeri
Orang pribadi yang bukan berkediaman di Indonesia, atau yang tidak berkediaman di Indonesia lewat dari 183 hari selama 12 bulan dan mempunyai bisnis atau usaha tetap di Indonesia, yang bukan berkediaman di Indonesia selama lebih dari 183 hari dalam 12 bulan dan memperoleh pendapatan dari Indonesia.
Berdasarkan status kaitannya, Wajib Pajak Orang Pribadi dikelompokkan sebagai :
1. Tidak Kawin (TK): Ditujukan kepada wajib pajak yang belum menikah.
2. Hidup Berpisah (HB): Diperuntukan bagi pasangan suami istri yang telah dinyatakan berpisah atau bercerai berdasarkan putusan pengadilan.
3. Pisah Harta (PH): Peruntukan bagi suami dan istri yang dikenakan pajak tersendiri karena menghendakinya serta tercatat dengan kesepakatan pembedaan aset dan pendapatan.
4. Memilih Terpisah (MT): Diperuntukan bagi pasangan suami istri yang tidak bercerai tetapi secara sendiri-sendiri telah sepakat untuk memenuhi kewajiban perpajakannya. Oleh karena itu, keduanya memiliki NPWP yang terpisah.
5. Warisan Belum Terbagi (WBT) : Ditujukan untuk ahli waris yang merupakan wali mereka yang berwewenang.
Berikut besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) WPOP berdasarkan status perpajakannya:
Tabel 1. 3 Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) WPOP
Kategori Tanda Besaran Tarif
Tidak Kawin (TK)
TK/0 (tanpa tanggungan) Tk0 (tanpa tanggungan)
TK/1 (1 tanggungan) TK1 (1 tanggungan)
TK/2 (2 tanggungan) TK2 (2 tanggungan)
TK/3 (3 tanggungan) TK3 (3 tanggungan)
Kawin (K) K/0 (tanpa tanggungan) Rp. 58.500.000 K/1 (1 tanggungan) Rp. 63.000.000
K/2 (2 tanggungan) Rp 67.500.000
K/3 (3 tanggungan) Rp 72.000.000
K/I/0 Rp 112.500.000
Kawin dengan penghasilan istri digabung (K/I)
K/I/1 (1 tanggungan) Rp 117.000.000
K/I/2 (2 tanggungan) Rp 121.500.000
K/I/3 (3 tanggungan) Rp 126.000.000
Sumber: https://news.ddtc.co.id (2021)
2. Wajib Pajak Badan (WPB)
Sekelompok orang pribadi atau kumpulan yang bekerja sama dalam bentuk aktiva, yang wajib ikut serta pada pertauran perpajakan, baik dalam usahanya maupun bukan. WPB mencakup Perseroan Terbatas (PT), Perseroan Komanditer (CV), Perseroan Lainnya, Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, Firma, Koperasi, dll.
1.4.3 Pengertian dan Jenis Surat Pemberitahuan
Berdasarkan pasal 1 angka 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, “Surat Pemberitahuan adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.”
SPT berperan dalam pelaporan dan pertanggungjwaban rekapitulasi besaran pajak yang terutang serta untuk melaporkan perihal :
1. Penyetoran pajak dalam atau hanya sebagian dari tahun pajak dan/atau dengan pemotongan atau pemotongan oleh kelompok lain;
2. Penghasilan kena dan/atau tidak kena pajak;
3. Aset dan tanggungan;
4. Simpanan dari pengutip pajak orang pribadi atau pihak lainnya pada suatu tahun pajak.
SPT terbagi menjadi dua kategori, yaitu:
1. SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh), baik kepada Wajib Pajak Badan maupun Orang pribadi, yaitu:
a. SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi (kode 1770 SS, 1770 S dan 1770).
b. SPT Tahunan Wajib Pajak Badan (kode 1771).
2. SPT Masa adalah untuk suatu masa pajak meliputi:
a. SPT Masa Pajak Penghasilan (PPh)
b. SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
c. SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Pemungut PPN
1.4.4 Tata Cara Menyampaikan Surat Pemberitahuan secara E- filing
Wajib pajak diwajibkan memahami semua ketentuan hukum dan peraturan perpajakan agar memudahkan pembayaran serta pelaporan SPT nya sendiri. Pengajuan SPT oleh Wajib Pajak terbmuat dalam Pasal 3 ayat (1) Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-02/PJ/2019 dapat dilakukan melalui:
1. e-filing
Pelaporan SPT tahunan berbasis elektronik dan dipergunakan melalui jaringan internet di situs Direktorat Jenderal Pajak.
2. Langsung
Penyampaian SPT Tahunan di TPT atau lokasi yang merupakan Layanan Pajak di Luar Kantor yang dipersiapkan KPP/KP2KP.
3. Pos disertai tanda bukti pengiriman
Dipergunakan via pihak jasa pengiriman atau kurir disertai keterangan penyerahan kemudian diberikan ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar atau yang ditetapkan.
Sistem self-assessment sudah berlangsung lebih dari 30 tahun telah berhasil mengalihkan tanggung jawab wajib pajak untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan pajaknya. Dalam hal ini, pembayaran pajak dilakukan oleh pihak lain seperti pemberi kerja (Kementerian Keuangan), namun wajib pajak (wajib pajak) tetap perlu mennggunakan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT).
Untuk memudahkan masyarakat, DJP juga telah memperkenalkan electronic filing berbasis jaringan komputer pada situs DJP Online (https://djponline.pajak.go.id). Pengarsipan elektronik memberikan kemudahan beserta efisiensi dalam melakukan kegiatan pelaporan SPT Tahunan, serta formulir elektronik yang berfungsi sebagai panduan wajib pajak tersedia di layanan pajak online.
Berkas yang harus disiapkan oleh Wajib Pajak sebelum pengajuan pajak-nya di website DJP Online adalah:
1. Bukti pemotongan pajak (1721 A1 / A2);
2. Daftar Penghasilan Bruto;
3. Daftar harta dan utang;
4. Daftar tanggungan anak (Kartu Keluarga);
5. Bukti pembayaran zakat/ sumbangan keagamaan;
6. Dokumen yang mendukung kegiatan perpajakan.
Tata cara pelaporan pajak menggunakan e-filling di website DJP Online:
Gambar 1. 1 Petunjuk Praktis Pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi Menggunakan e-filing
Sumber: Kementerian Keuangan 2015
Jika Anda adalah wajib pajak yang pertama kali melakukan pengarsipan elektronik, tindakan pertama adalah meminta pengaktifan Electronic Filing Identification Number (EFIN). EFIN ditetapkan oleh DJP kepada wajib pajak yang melaksanakan pelaporan elektronik. Permintaan tersebut ditujukan ke KPP/KP2KP.
1.4.5 Relawan Pajak
Berdasarkan President’s Task Force on Private Sector Initiative Thoits& Hewitt (2011), “Relawan yaitu orang-orang yang dengan suka rela memberikan waktu dan bakat dalam hal pemberian pelayanan atau melakukan tugas tertentu tanpa mengharapkan imbalan yang sifatnya finansial. “
Sedang Mieg & Wehner (2002) mengemukakan bahwa “Relawan adalah pekerjaan sukarela mengacu pada kegiatan nirlaba termasuk pekerjaan yang tidak dibayar, terorganisir sendiri atau terorganisir secara institusional, berorientasi sosial; ini berarti komitmen pribadi dan nirlaba yang terkait dengan pengeluaran waktu reguler, proyek atau acara, yang pada prinsipnya juga dapat dilakukan oleh orang lain dan berpotensi juga dibayar. Istilah "nirlaba" digunakan secara analog dengan organisasi nirlaba dan yayasan untuk menekankan kontribusi terhadap kebaikan bersama.”
Mengacu Pasal 1 angka 9 Peraturan Direktur Jenderal Pajak No.
PER-12/PJ/2021, Relawan Pajak adalah seseorang yang secara sukarela menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran, dan keahliannya untuk berperan aktif dalam kegiatan edukasi perpajakan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mendorong implementasi pelibatan pihak ketiga dalam kegiatan penyuluhan perpajakan. Berdasarkan Nota Dinas No.ND – 1317/ J.09/2019, program Relawan Pajak dilaksanakan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mendorong implementasi pelibatan pihak ketiga dalam kegiatan penyuluhan perpajakan.
Berdasarkan pemaparan diatas, penafsiran Relawan yang dipakai pada riset ini yaitu, orang yang melakukan atau memberikan sesuatu yang dimiliki kepada suatu individu atau kelompok secara sukarela tanpa mematut suatu balasan dalam bentuk apapun dan berkontribusi serta berkomitmen untuk terlibat dalam suatu kegiatan. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Direktorat Jenderal Pajak se-Indonesia dengan Tax Center atau Program Studi Pajak. Rangkaian aktivitas ini dimulai dari publikasi, pendaftaran, pelatihan, hingga penyaringan. Penyaringan Relawan yang sangat ketat ini dimulai dari pendaftaran, seleksi berkas (administrasi), pelatihan, wawancara, serta ujian tulis. Hasil penyeleksian ini juga mengategorikan Relawan Pajak akan menjadi koordinator dan agen per- KPP penempatan. Setelah dinyatakan lulus semua tahap seleksi, relawan pajak juga mendapat pelatihan tentang bantuan pengajuan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
1.4.6 Tugas Pokok dan Fungsi Relawan Pajak
Berlandaskan modul Relawan Pajak yang dikeluarkan P2 Humas &
TPB Direktorat Jenderal Pajak, kegiatan Relawan Pajak dibagi 4, yaitu:
1. Petugas Pengawas 2. Petugas Asistensi 3. Petugas Registrasi 4. Petugas Pendukung
Sementara, fungsi pokok Relawan Pajak adalah sebagai sambung tangan Direktorat Jenderal Pajak mengenai hal bantuan kepada WP melalui
asistensi pelaporan SPT Tahunan berbasis e-filing (formulir 1770S dan 1770SS) sehingga mampu mempercepat proses pelayanan serta membantu memenuhi target pelaporan pajak tiap tahunnya. Pelayanan dilakukan langsung di KPP tempat penempatan Relawan Pajak dan secara online melalui zoom/video edukasi yang didampingi oleh petugas DJP. Ditengah pandemi Covid-19 ini, kegiatan Relawan Pajak dilakukan sesuai protokol kesehatan yang berlaku, sehingga pelayanan tetap maksimal serta terhindar dari paparan virus.
1.4.7 Kode Etik Relawan Pajak
Relawan Pajak yang merupakan perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Pajak juga diwajibkan menaati kode etik/ Code of Conduct yang telah ditetapkan, yakni:
1. Mematuhi norma-norma yang berlaku, baik tertulis maupun tidak tertulis;
2. Memperlakukan Wajib Pajak secara profesional, sopan serta terhormat tanpa diskriminasi;
3. Melakukan tugas sebagai Relawan Pajak dengan sebaik-baiknya sesuai dengan materi pelatihan yang telah disampaikan;
4. Tidak akan memberi atau menyebarluaskan data dan informasi terkait Wajib Pajak dengan cara apapun;
5. Tidak akan meminta dan menerima apapun dari Wajib Pajak atas asistensi SPT Wajib Pajak.
Gambar 1. 2 Surat Pernyataan Bersedia Mematuhi Kode Etik Relawan Pajak
Sumber: https://edukasi.pajak.go.id/kegiatan/relawanpajak/164-code-of- conductrelawanpajak.html 2017
1.5 Metode Penelitian
Metodologi penelitian yang dipakai untuk merampungkan penulisan Tugas Akhir ini, yaitu:
1.5.1 Jenis Penelitian
Metode penelitian pada penyusunan tugas akhir ini adalah metode penelitian Kualitatif, yaitu analisis non statistik adapun dibutuhkan
dalam menjawab rumusan masalah berdasakan objek penelitian, disusun secara sistematis dan dideskripsikan berdasarkan hasil dan kesimpulan yang ditentukan berdasarkan data dan ciri objek riset. Penelitian Kualitatif ini digunakan untuk menganalisis Peranan Relawan Pajak dalam Upaya Asistensi Wajib Pajak Menggunakan e-filing yang instrumen kuncinya adalah wawancara dan observasi di lapangan.
1.5.2 Data Penelitian
1. Data Primer: Bersumber dari observasi, wawancara, serta dokumentasi di KPP Pratama Binjai.
2. Data Sekunder: Yakni data pelengkap yang bersumber dari jurnal, dokumen, undang-undang, buku, juga media lainnya yang berhubungan dengan topik pokok.
1.5.3 Metode Pengumpulan Data
1. Observasi Partisipatif, melakukan pengamatan secara dekat mengenai kegiatan Relawan Pajak di KPP Pratama Binjai dengan cara melibatkan diri secara langsung dan intensif dalam suatu waktu, untuk mendapatkan pemahaman langsung.
2. Wawancara kepada PIC Relawan Pajak, rekan-rekan Relawan Pajak serta Wajib Pajak Orang Pribadi yang berada di KPP Pratama Binjai mengenai asistensi Wajib Pajak menggunakan e- filing.
3. Studi literatur, diperoleh dari sumber tercatat maupun elektronik, baik berwujud pertauran perpajakan yang berjalan, hukum sah,
terbitan, tulisan di internet, lektur dan pustaka yang berkaitan dengan topik penelitian.
1.5.4 Alat Pengumpulan Data
Alat pengumpulan data yang dimanfaatkan dalam penelitian ini berbentuk pertanyaan tertulis, alat perekam suara, alat tulis, gambar, handphone, laptop dan material lain yang membantu lancarnya wawancara.
1.5.5 Informan Penelitian
Informan yang diperlukan untuk penelitian ini, yaitu:
1. Informan kunci yang merupakan pihak yang mengetahui secara detail tentang program Relawan Pajak di KPP Pratama Binjai yaitu PIC Relawan Pajak.
2. Informan utama yang merupakan partner Relawan Pajak 2022 yang ditempatkan di KPP Pratama Binjai, yang berasal dari Universitas Sumatera Utara (USU), Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Universitas HKBP Nomensen.
3. Informan tambahan yang merupakan masyarakat/Wajib Pajak yang mendapat asistensi dari Relawan Pajak saat pelaporan pajak di KPP Pratama Binjai pada masa pajak 2021.
1.5.6 Metode Analisis
Metode analisis yang dimanfaatkan merupakan metode Kualitatif, dimana informasi yang dikumpulkan dari sumber tertentu seperti
observasi langsung, wawancara dan studi literatur yang penulis dapat selama melakukan penelitian kemudian diinterpretasi. Hal ini bertujuan untuk menganalisa data serta menghasilkan informasi yang dibutuhkan sehingga dapat menjawab permasalahan dalam rumusan masalah yang telah ditentukan.
22 BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
2.1 Gambaran Umum Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai 2.1.1 Sejarah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai
Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Binjai yang awalnya bernama Kantor Inspeksi Pajak (KIP) Binjai yang dimulai tahun 1973 dengan lokasi kantor di Jl. Olahraga no 30 Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.
Berlandaskan SK Nomor 94/KMK.01/1994 sedari 1 April Kantor Pelayanan Pajak di Kantor Wilayah I Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara (KANWIL I DJP SUMUT) terbagi 4 Kantor Pelayanan Pajak, yakni: KPP Medan Utara, KPP Medan Timur, KPP Medan Barat, KPP Medan Binjai.
KPP Binjai dan Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan dimulai tahun 1996 yang lokasi kantor bergabung di Gedung Kanwil Medan.
Beberapa kali KPP dan KP PBB ini berpindah ke kantor dengan melakukan sewa gedung kantor, mulai dari lokasi kantor di komplek pertokoan Tomang Elok. Selanjutnya berpindah ke Gedung Keuangan di Jl. Asrama.
Berasas Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 443/KMK.01/2001 perihal Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Pajak di Medan diubah menjadi 6, melingkupi: KPP Medan Timur, KPP Medan Kota , KPP Medan Barat, KPP Medan Polonia, KPP Medan Belawan, KPP
Binjai. KPP Pratama Binjai mulai tahun 2008 hingga saat ini berlokasi kantor di Jl. Jambi Nomor 1, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai.
Dimana Wilayah kerja KPP Pratama Binjai mencakup 2 (dua) kabupaten/kota, yaitu:
Tabel 2. 1 Wilayah Kerja KPP Pratama Binjai Kantor
Pelayanan Pajak
Lokasi
Jenis KPP
Wilayah Kerja Kabupaten /
Kota
Kecamatan Desa / Kelurahan KPP
Pratama Binjai
Jl. Jambi Nomor
1, Binjai
Selatan, Kota Binjai
Pratama (Kel I)
Kota Binjai Seluruh Kecamatan
Seluruh Desa / Kelurahan Kab.
Langkat
Seluruh Kecamatan
Seluruh Desa / Kelurahan
Sumber: Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No 18 /PMK.2020
2.1.2 Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai
1. Kedudukan
KPP Pratama Binjai merupakan perangkat departemen Direktorat Jenderal Pajak yang berada di bawah dan berkewajiban langsung kepada Kepala KANWIL I DJP SUMUT dan dikepalai oleh Kepala Kantor KPP Pratama Binjai yang terdapat di jalan Jambi No.1, Binjai.
2. Tugas
Berasas Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 184/PMK.01/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak pasal 57A, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai berperan sebagai pelaksana pelayanan, penyuluhan, pengawasan, dan penegakan hukum Wajib Pajak di bidang PPh, PPN, PPnBM, Pajak tidak langsung lainnya, dan Pajak Bumi dan Bangunan dalam otoritas.
3. Fungsi
Dalam pelaksanaan, KPP Pratama Binjai menjalankan fungsi : a. Pengumpulan, penelusuran, pengolahan data, pemantauan
Pajak, penyajian Informasi Kena Pajak, pendataan Benda dan Benda Kena Pajak, penilaian Barang Kena Pajak dan Bangunan;
b. Penetapan dan penerbitan produk berdasarkan undang- undang perpajakan;
c. Mengelola dokumen dan file pajak, menerima dan memproses SPT, dan lainnya;
d. Edukasi perpajakan;
e. Pelaksanaan pendaftaran wajib pajak;
f. Pelaksanaan perpanjangan waktu;
g. Pengelolaan tagihan pajak dan pelaksanaan pemungutan pajak;
h. Pemeriksaan pajak;
i. Pemantauan kepatuhan wajib pajak terhadap kewajiban perpajakan;
j. Memberikan konsultasi perpajakan;
k. Pelaksanaan penggiatan perpajakan;
l. Perubahan Surat Ketetapan Pajak;
m. Pengurangan PBB dan BPHTB;
n. Manajemen kantor.
2.1.3 Visi, Misi serta Motto Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai 1. Visi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai
”Menjadi kantor pelayanan penghimpun pajak negara terbaik di lingkungan kantor wilayah DJP Sumatera Utara I”
2. Misi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai
a. Bekerja dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Kementerian Keuangan.
b. Menyelesaikan fungsi administrasi perpajakan dengan menerapkan Undang-undang perpajakan secara adil.
c. Memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat khususnya di wilayah Kota Binjai dan Kabupaten Langkat.
3. Motto Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai
BINJAI yakni Bersih, Inisiatif, Jujur, Amanah, Ikhlas.
2.1.4 Wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai 1. Kota Binjai, meliputi kecamatan:
a. Binjai Kota
b. Kecamatan Binjai Selatan c. Kecamatan Binjai Timur d. Kecamatan Binjai Utara e. Kecamatan Binjai Barat
2. Kabupaten Langkat, meliputi kecamatan:
a. Babalan m. Pematang Jaya
b. Bahorok n. Salapian
c. Batang Serangan o. Sawit Seberang d. Brandan Barat p. Secanggang
e. Besitang q. Sei Bingei
f. Binjai r. Sei Lepan
g. Gebang s. Selesai
h. Hinai t. Sirapit
i. Kuala u. Stabat
j. Kutambari v. Tanjung Pura k. Padang Tualang w. Wampu l. Pangkalan Susu
2.2 Struktur Organisasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai Struktur organisasi KPP Pratama Binjai, yaitu:
1. Subbagian Umum dan Kepatuhan Internal;
2. Seksi Penjaminan Kualitas Data;
3. Seksi Pelayanan;
4. Seksi Pemeriksaan, Penilaian, dan Penagihan;
5. Seksi Pengawasan I;
6. Seksi Pengawasan II;
7. Seksi Pengawasan III;
8. Seksi Pengawasan IV;
9. Seksi Pengawasan V;
10. Seksi Pengawasan VI; dan 11. Kelompok Jabatan Fungsional.
Tabel 2. 2 Jumlah Pegawai Per Seksi di KPP Pratama Binjai
No. Seksi/Bagian Jumlah Pegawai
1 Kepala Kantor 1
2 Subbagian Umum dan Kepatuhan Internal 11
3 Seksi Penjaminan Kualitas Data 6
4 Seksi Pelayanan 15
5 Seksi Pemeriksaan, Penilaian, dan Penagihan 11
6 Seksi Pengawasan I 7
7 Seksi Pengawasan II 6
8 Seksi Pengawasan III 6
9 Seksi Pengawasan IV 5
10 Seksi Pengawasan V 6
11 Kelompok Jabatan Fungsional 9
Sumber: Hasil Riset di KPP Pratama Binjai (2022)
2.3 Struktur Organisasi Unit Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai 1. Kepala Kantor
a. Mengkoordinasikan pembuatan jadwal kantor layanan pajak dan mengembangkan agenda strategis untuk kantor lokal.
b. Mengkoordinasikan pembuatan rencana keamanan pendapatan pajak berdasarkan potensi dan tren pajak, realisasi kegiatan keuangan dan pendapatan tahunan
c. Mengkoordinasikan pelaksanaan tindak lanjut dengan MOU sesuai instruksi direktur kantor wilayah.
d. Sesuaikan rencana pencarian untuk peningkatan/perluasan pajak yang strategis dan potensial.
e. Koordinasikan pelaksanaan pengambilan data dengan sumber data strategis sebagai bagian dari peningkatan/perluasan pajak.
f. Menyesuaikan penyusunan rincian dasar pemungutan atau pemungutan pajak berdasarkan hasil perhitungan ketetapan pajak.
g. Mengkoordinasikan pengelolaan data untuk memberikan informasi perpajakan.
h. Sesuaikan pembuatan monografi pajak.
i. Mengkoordinasikan pelaporan dan pembayaran periode dan PPh serta pemantauan pembayaran periode PPN/PPnBM untuk mengetahui tingkat kepatuhan wajib pajak dan pengelolaan/pelaksanaan pemeriksaan pajak.
2. Subbagian Umum
a. Manajemen dan Sumber Daya Manusia b. Pengelolaan keuangan kantor.
c. Rumah tangga dan peralatan yang dibutuhkan.
d. Kepengurusan dokumen.
3. Seksi Pelayanan
Seksi Pelayanan bertugas melakukan analisis, penyusunan, dan pengelolaan terkait dengan penyediaan layanan perpajakan yang berkualitas dan memastikan bahwa wajib pajak memahami hak dan kewajibannya melalui penyuluhan perpajakan. Mengelola pendaftaran
pajak, menerima dan memproses SPT, menindaklanjuti dan memproses permohonan, saran dan/atau pengaduan dan komunikasi lainnya dari Wajib Pajak, pemenuhan hak Wajib Pajak, pengelolaan dan penyimpanan dokumen perpajakan, serta pengelolaan keputusan dan penerbitan produk layanan pajak yang sah.
4. Seksi Pemeriksaan, Penilaian, dan Penagihan
Bertugas menganalisis, menyiapkan, dan mengelola target penerimaan pajak dengan melakukan pemeriksaan, penilaian real estate, bisnis dan aset tidak berwujud, melakukan operasi penagihan utang, menunda dan membayar angsuran pajak yang terlambat, dan mengelola klaim pajak, kontrol produk yang sah dan inspeksi, penilaian dan keputusan akuntansi produk dan penerbitan.
5. Seksi Pengawasan dan Konsultasi (I,II,III) a. Memantau kepatuhan wajib pajak
b. Bimbingan / himbauan kepada wajib pajak dan saran teknis perpajakan
c. Membuat profil wajib pajak
d. Rekonsiliasi data wajib pajak untuk pengintensifikasian e. Perubahan ketetapan pajak
f. Ajuan untuk mengurangi PBB
g. Mengevaluasi hasil dari proses banding.
29 BAB III
DATA HASIL PENELITIAN
3.1 Pelaksanaan Kegiatan Relawan Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai
3.1.1 Jumlah Relawan Pajak
Relawan Pajak bertempat di KPP Pratama Binjai ialah pelajar yang bersumber dari beberapa universitas di Sumatera Utara yang Tax Center-nya terdaftar serta bekerjasama dengan Kanwil Sumut I.
Tabel 3. 1 Jumlah Relawan Pajak KPP Pratama Binjai berdasarkan Universitas
No. Asal Universitas Jumlah
1 Universitas Sumatera Utara 10
2 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara 7
3 Universitas HKBP Nommensen 10
4 Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia 10
Jumlah 37
3.1.2 Jadwal Kegiatan Relawan Pajak di KPP Pratama Binjai
Relawan pajak yang berhasil melewati penyeleksian akan diberitahukan oleh Tax Center tiap-tiap institut pada Rabu, 23 Februari 2022 yang kemudian dikukuhkan di ruang rapat Gedung Kanwil DJP Sumut I, Jalan Sukamulia, melalui video converence /zoom. Pengukuhan pada hari Jumat 25 Februari 2022 tersebut dilakukan langsung oleh
Kepala Kanwil Ditjen Pajak (DJP) Sumatera Utara I, Bapak Eddi Wahyudi.
Setelahnya pihak DJP Sumut I akan mempersilahkan Person In Charge (PIC) per KPP untuk pengenalan serta menginformasi perihal prosedur pelaksanaan Relawan Pajak. Program Relawan Pajak di KPP Pratama Binjai dimulai melalui penginformasian skedul dengan para Relawan Pajak. Jadwal ini disesuaikan juga dengan jadwal kegiatan perkuliahan para Relawan Pajak agar terhindarnya miskomunikasi.
Pelaksanaan kegiatan Relawan Pajak di KPP Pratama Binjai memberlakukan 2 sesi agar menjamin selalu ada Relawan Pajak di KPP, yaitu:
1. Sesi I = 08.00 – 12.00 WIB 2. Sesi II = 12.00 – 16.00 WIB
Tabel 3. 2 Jadwal Tugas Relawan Pajak di KPP Pratama Binjai
Jadwal diatas berlaku tiap minggunya, namun bisa berubah jika terjadi bentrok dengan jadwal perkuliahan para Relawan Pajak. Disetiap harinya PIC KPP Binjai akan mengonfirmasi kepada Relawan Pajak terkait jadwal mereka di keesokan harinya, jika berhalangan maka akan digantikan oleh Relawan Pajak yang lain. Jadwal tersebut diluar jadwal kelas asistensi pengisian SPT dan Kampanye Simpatik Sosialisasi Program Pengungkapan Sukarela (PPS).
3.1.3 Tugas Pokok dan Tugas Tambahan Relawan Pajak
Relawan Pajak ialah penyuluhan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang datang untuk menyampaikan SPT Tahunan di kantor pajak. Fasilitas yang diberikan berupa oleh Relawan Pajak ini berupa bantuan berupa
Nama
Jadwal
Nama
Jadwal Sesi I Sesi II Sesi I Sesi II
Josua Senin Irma Rabu
Wando Senin Samuel Rabu
Louis Febri Senin Sinta Lidia Kamis
Pestaria Senin Desi Mariani Kamis
Wasilatul Senin Dario Kamis
Abdul Senin Tsany Kamis
Soraya Indah Senin Bobby Kamis
Agnes Selasa M.Yudhistira Kamis
Christyna Selasa Nadhira Kamis
Osti Lisbet Selasa Cindy Jumat
Silvia Sarah Selasa Nurmala Jumat
Giah Perana Selasa Aaisyah Lutfhi Jumat
Veronika Selasa Maulid Dhiyah Jumat
Sindy Natalia Selasa M. Alwi Jumat
Hengki Selasa Vania Dinella Jumat
Natalia Rabu Indri Lestari Jumat
Nova Aginta Rabu Eirene Jumat
Dinny Reza Rabu Debora Jumat
Noprianty Rabu
penyuluhan pajak, penyampaian SPT orang pribadi menggunakan e-filing, juga penyuluhan penunaian PPh bagi wajib pajak.
Berdasarkan Modul Relawan Pajak oleh Direktorat P2 Humas &
TPB DJP, peran Relawan Pajak dibagi menjadi:
1. Petugas Pengawas, bertanggung jawab untuk mengawasi dan menyokong Relawan Pajak lainnya.;
2. Petugas Asistensi, bertugas membantu wajib pajak mengajukan SPT melalui e-filing.
3. Petugas Regristasi, bertugas membantu Wajib Pajak dalam pendaftaran akun DJP secara online sehingga dapat melakukan login melalui e-filing dan pelaporan pajak.
4. Petugas Pendukung, bertanggung jawab untuk mendukung fitur tugas seperti persiapan perangkat, berkas tertentu, penerbitan, pembuatan email, dan media sosial.
Namun, bersumber dari keadaan saat terlaksananya, Relawan Pajak mengambil alih dalam beberapa hal, yaitu:
1. Petugas Asistensi
Membantu para Wajib Pajak Orang Pribadi saat pengisian SPT Tahunan merupakan tugas utama Relawan Pajak. Namun Relawan Pajak diberikan tugas untuk menyertai wajib pajak dengan formulir SPT 1770S dan 1770SS lantaran semasa pelatihan, materi yang diberikan hanya perihal edukasi mengenai SPT 1770S dan 1770SS. Adapun sarana yang dipakai adalah
laptop yang terhubung jaringan internet. Sebagian disediakan oleh pihak KPP, sebagian lagi dari Relawan Pajak dan pihak KPP juga akan menyiapkan akses internetnya.
2. Pengarah Layanan
Relawan Pajak bertugas memilah wajib pajak berdasarkan berkas yang diperlukan dalam pengisian SPT di web DJP Online, yakni menanyakan jenis profesi, ketersediaan bukti potong, NPWP, e-fin, password akun DJP online dan email yang aktif.
Wajib pajak yang semuanya lengkap bisa langsung mengisi SPT Tahunannya bersama Relawan Pajak. Tetapi bagi wajib pajak yang terdapat kekurangan pada berkasnya akan diberi kesempatan serta diarahkan untuk memenuhi terlebih dahulu.
Relawan Pajak juga akan mengarahkan sesuai kebutuhan mereka, seperti ke area pelayanan e-fin, pembuatan email, helpdesk, maupun ke tempat/meja asistensi pelaporan e-filing oleh Relawan Pajak petugas asistensi.
3. Petugas Regristrasi
Relawan Pajak akan bertugas melayani wajib pajak yang berkasnya belum lengkap yang berupa belum memiliki/tidak mengingat e-fin, email, dan password akun DJP online.
3.1.4 Tahap Persiapan Kegiatan Relawan Pajak
Terdapat dua tahapan yang dilakukan, yaitu Perekrutan dan Pelatihan. Dimana pada rekrutmen ini, pihak Tax Center bertindak sebagai pihak yang :
1. Berkoordinasi dengan pihak Kanwil DJP perihal keperluan kegiatan dan bahan lanjutan
2. Publikasi dalam penerimaan Relawan Pajak 3. Penyaringan administrasi dan pewawancaraan 4. Menyebarkan hasil kelulusan
Pihak Tax Center berkoordinasi dengan pihak Kanwil DJP dalam proses publikasi perekrutan Relawan Pajak. KemudianTax Center akan memilah siswa yang kompeten dari beragam jurusan yang telah mendaftar sebagai calon Relawan Pajak. Penyeleksian tidak hanya berdasarkan IPK yang dilampirkan, tetapi juga berdasarkan tingkah laku dan personalitas yang diketahui saat tahapan wawancara. Calon Relawan Pajak yang lolos pada tahap wawancara akan diumumkan oleh Tax Center masing-masing universitas.
Tahapan selanjutnya adalah pelatihan yaitu pembekalan yang meliputi satu hari pelatihan oleh Tax Center masing-masing universitas untuk memberikan materi Kepemimpinan, Kesadaran Pajak, pengisian SPT 1770S dan 1770SS yaitu pada hari Senin, 14 Februari 2022.
Kemudian disusul pembekalan oleh Kanwil Sumut I pada Rabu, 16 Februari 2022 yang memberikan materi berupa:
Tabel 3. 3 Materi Pelatihan Relawan Pajak
Materi Waktu (jam) Kompetensi Dasar
Kesadaran Pajak 1 Relawan Pajak diharapkan mampu menjelaskan tentang hak dan kewajiban perpajakan.
SPT Tahunan 2 Relawan Pajak diharapkan dapat menjelaskan objek Pajak PPh untuk Wajib Pajak Orang Pribadi, dasar pengenaan pajak, pajak terutang.
Pengisian 1770SS
2 Relawan Pajak diharapkan dapat menjelaskan cara penyampaian SPT Tahunan 1770SS melalui efiling
Pengisian 1770S 3 Relawan Pajak diharapkan dapat menjelaskan cara penyampaian SPT Tahunan 1770 S melalui efiling
Frequently Asked Questions
2 Relawan Pajak diharapkan dapat menjelaskan pertanyaan- pertanyaan terkait EFIN, e-filing, dan troubleshoot.
Contoh Kasus I 2 Relawan Pajak diharapkan dapat menjelaskan dan menyelesaikan kasus dalam pengisian SPT 1770SS
Contoh Kasus II 2 Relawan Pajak diharapkan dapat menjelaskan dan menyelesaikan kasus dalam pengisian SPT 1770S
Softskill 2 Relawan Pajak diharapkan dapat menghadapi Wajib Pajak dengan baik, meningkatkan communication skill dan mengimplementasikannya kepada Wajib Pajak.
Code of Conduct Relawan Pajak
1 Relawan Pajak diharapkan mampu melaksanakan kode etik pelaksanaan kegiatan.
Sumber: Modul Relawan Pajak 2019
3.1.5 Tahap Pelaksanaan Kegiatan Relawan Pajak
Kegiatan Relawan Pajak diawali pada 9 Maret – 30 September 2022, dengan hari serta jam efektif kegiatan menyesuaikan waktu kerja pegawai KPP, serta tambahan penguatan Relawan Pajak dilaksanakan saat pihak DJP ataupun KPP memerlukan uluran tangan mengenai kegiatan perpajakan yang berlangsung.
Pelaksanaan program Relawan Pajak ini dapat dipaparkan:
1. Kegiatan Relawan Pajak di KPP Pratama Binjai berjalan di dua lokasi, yaitu di KPP Pratama Binjai serta Pojok Pajak yang berada di Binjai Supermall.
2. Pelaksanaan kegiatan asistensi SPT oleh Relawan Pajak yang berjalan di KPP Medan Pratama Binjai dan Pojok Pajak Binjai Supermall dimulai sejak 9 Maret – 31 Maret 2022.
3. Jadwal akan ditentukan per minggu berdasarkan sinkronisasi antara Relawan dengan pihak PIC KPP Pratama Binjai melalui grup Whatsapp Relawan Pajak KPP Binjai.
4. Relawan Pajak yang bertugas di KPP Pratama Binjai adalah sebagai pemandu layanan dan asistensi. Sedangkan Relawan Pajak di Pojok Pajak Binjai Supermall akan bertugas selaku petugas asistensi.
5. Relawan Pajak diharapkan agar memakai pakaian yang sopan dan rapi, bisa memakai dresscode yang sesuai dengan pegawai KPP Pratama Binjai ataupun bisa menggunakan kaos Relawan Pajak 2022 yang diberikan oleh pihak Direktorat Jenderal Pajak.
Pakaian tergantung kesepakatan Relawan Pajak dengan PIC KPP Pratama Binjai.
6. Kegiatan Relawan Pajak di KPP Pratama Binjai dilaksanakan dua sesi per harinya oleh dua sampai enam Relawan Pajak per sesinya. Relawan Pajak akan dibagi menjadi petugas asistensi, pengarah layanan, dan petugas registrasi yang jumlah nya disesuaikan menurut keadaan di lapangan. Sedangkan terdapat dua Relawan Pajak sebagai petugas asistensi mobile yang berada di Pojok Pajak.
7. Tiap-tiap Relawan Pajak yang telah rampung asistensi akan memberikan link survey perihal kepuasan wajib pajak atas asistensi Relawan Pajak, sehingga dapat menjadi peremeter bagi pelayanan.
8. Di akhir kegiatan, Relawan Pajak akan mengirimkan bukti pelaksanaan berupa foto/video dan nama-nama relawan pajak yang bertugas pada grup besar Relawan Pajak 2022.
Gambar 3. 1 Relawan Pajak KPP Pratama Binjai dengan Kepala Kanwil DJP SUMUT I
Gambar 3. 2 Asistensi oleh Relawan Pajak
Gambar 3. 3 Asistensi oleh Relawan Pajak
3.1.6 Piagam Penghargaan Relawan Pajak
Aktivitas mahasiswa sebagai Relawan Pajak diakui oleh DJP yang diwakili oleh Kanwil I Sumut dengan pemberian Piagam Penghargaan.
Namun sesuai ketentuan yang berlaku, tidak semua sukarelawan pajak berhak mendapatkan sertifikat. Saat menerbitkan Piagam Relawan Pajak, KPP akan menyerahkan surat rekomendasi yang menyebutkan nama Relawan Pajak, peran, jam pelatihan, pengiriman dukungan dan koordinator kegiatan/pemeriksa pajak untuk setiap KPP kepada P2Humas. Piagam Penghargaan ini dicetak oleh P2Humas dan ditandatangani oleh Kepala Kanwil DJP Sumut I. Setelah itu, Direktorat P2Humas akan mendistribusikan ke Tax Center masing-masing universitas, kemudian akan memberikan kepada Relawan Pajak.
Gambar 3. 4 Piagam Penghargaan Relawan Pajak 2021
Sumber: Dokumen pribadi penulis (2021)
3.2 Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Binjai
3.2.1 Wajib Pajak Orang Pribadi yang Terdaftar di KPP Pratama Binjai pada Tahun 2018-2021
Tabel 3. 4 Jumlah Wajib Pajak yang Terdaftar di KPP Pratama Binjai
Tahun
Jumlah Wajib Pajak Total
OP
2018 159.807
2019 173.216
2020 259.575
2021 271.510
Sumber : Hasil riset di KPP Pratama Binjai 2022
Berlandaskan tabel diatas dapat dikatakan terjadi kenaikan total wajib pajak terdaftar di KPP Pratama Binjai tiap tahunnya. Jumlah Wajib Pajak terdaftar pada tahun 2021 adalah 259.575, meningkat 4,6% dari tahun 2020, sedangkan jumlah Wajib Pajak terdaftar pada tahun 2019 adalah 173.216, meningkat 49,8% pada tahun 2020.
Dari persentase tersebut, dapat disimpulkan bahwa jumlah wajib pajak terdaftar mengalami penurunan sebesar 45,2% pada tahun 2019- 2020 dan 2020-2021. Namun, kemajuannya terus meningkat dari tahun ke tahun, seperti peningkatan kesadaran pajak karena terdapat peningkatan jumlah wajib pajak terdaftar, namun kemajuannya berkurang dari tahun lalu.
3.2.2 Wajib Pajak Orang Pribadi yang Melaporkan SPT di KPP Pratama Binjai pada Tahun 2018-2021
Wajib pajak berdasarkan kewajibannya dibagi menjadi wajib pajak efektif & non efektif. Wajib pajak efektif adalah wajib pajak
yang terdaftar serta dinyatakan wajib untuk melaporkan SPT masa dan/atau Tahunan.
Tabel 3. 5 Jumlah Wajib Pajak Lapor
Sumber: Hasil riset di KPP Pratama Binjai (2022)
Pada Tabel 3.4 di atas ini dapat diperhatikan wajib pajak terdaftar yang melaporkan pajaknya mengalami kenaikan dan penurunan tiap tahunnya. Dimana pada tahun 2020 terdapat kenaikan sebesar 13.538 wajib pajak yang melaporkan pajaknya sedangkan, pada 2021 terjadi kemerosotan sebesar 18.640. Walaupun jumlah wajib pajak yang mendaftar tiap tahunnya selalu bertambah, namun jumlah wajib pajak yang melaporkan pajaknya malah berkurang di tahun 2021 dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kemudahan akses pelaporan pajak terlihat kurang efektif jika tidak dibarengi dengan kesadaran para wajib pajak, ditambah faktor terjadinya pandemi Covid-19 yang sungguh berpengaruh pada ekonomi serta gaya hidup masyarakat.
Tahun
Kuantitas
Jumlah Wajib Pajak Lapor
Presentase Total Efektif
OP
OP OP
2018 159.807 51.732 43.695 84,4%
2019 173.216 56.359 40.732 72,2%
2020 259.575 65.196 54.270 83,2%
2021 271.510 71.704 35.630 49,6%
3.3 Data Hasil Wawancara Online & Offline di KPP Pratama Binjai 3.3.1 Peran Relawan Pajak dalam Proses Asistensi Penyampaian
SPT Tahunan Orang Pribadi secara e-filing
1. Sebagai perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Pajak untuk mengedukasi wajib pajak tentang kewajiban perpajakannya, mereka memainkan peran penting dalam anggaran tahunan pemerintah..
2. Mengedukasi wajib pajak terkait ketaatan pembayaran serta pelaporan pajak sebelum batas waktu yang ditentukan setiap tahunnya.
3. Membantu pengajuan SPT tahunan perorangan dengan formulir 1770S dan 1770SS menggunakan e-filing yang dapat diakses dari situs djponline.pajak.go.id.
4. Membantu wajib pajak dalam kelengkapan data/berkas yang digunakan saat proses penyampaian SPT tahunan berbasis e- filing, yaitu kelengkapan bukti potong 1721 A1/A2 dan NPWP.
5. Membantu kelengkapan data teknis wajib pajak yang berhubungan dengan web djponline.pajak.go.id, yaitu efin, password akun, dan email aktif yang dimiliki oleh wajib pajak.
6. Membantu pegawai KPP Pratama Binjai dalam meningkatkan efektivitas pelayanan selama masa pelaporan SPT Tahunan orang pribadi.
7. Mewujudkan terealisasinya sistem self-assessment yang salah satunya dengan e-filing.