BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi yang berfungsi menyalurkan penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lain. Ketersediaan prasarana transportasi Jalan Raya akan meningkatkan kehidupan sosial dan membantu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraannya.
Kegiatan pembangunan jalan raya di Kota Ternate merupakan salah satu program di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Kota Ternate. Dalam rangka mencapai sasaran pembangunan yakni untuk sebesar-besarnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diperlukan optimalisasi terhadap penggunaan dana, salah satunya adalah melaksanakan kegiatan perencanaan.
Pada tahun anggaran 2012 ini salah satu kegiatan di lingkungan Pemerintah Kota Ternate.
1.2. MAKSUD DAN TUJUAN 1.2.1. MAKSUD
Jasa pelayanan ini dimaksudkan untuk membantu Pemerintah Kota Ternate cq Dinas Pekerjaan Umum Kota Ternate Bidang Bina Marga dalam rangka melaksanakan pekerjaan Pemeliharaan /Rehabilitasi Jalan Hotmix Paket 1,Paket 2 dan Pakewt 3.
1.2.1. TUJUAN
Tujuan umum dari Pemeliharaan /Rehabilitasi Jalan Hotmix Paket 1, Paket 2 dan Paket 3 adalah :
“Menyiapkan perencanaan teknis jalan termasuk bangunan–bangunan pelengkapnya”.
Tujuan yang lebih khusus dari Pekerjaan Pemeliharaan / Rerhabilitasi Jalan Hotmix Paket 1,Paket 2 dan Paket 3 adalah :
a. Untuk menyediakan hasil karya perencanaan yang benar–benar memenuhi standard, dilaksanakan dengan teliti sehingga menghasilkan produk gambar desain lengkap disertai jenis item kegiatan dan kuantitas yang lengkap dan akurat.
b. kegiatan pembangunan fisik bisa dilaksanakan dengan baik dan memenuhi standard tanpa terjadi perubahan – perubahan yang besar menyangkut jenis dan kuantitas item–item pekerjaan pada saat pelaksanaan konstruksi fisik.Langkah- langkah pelaksanaan pekerjaan dan hasil karya perencanaan tersebut dituangkan dalam :
Data – data hasil survey
Laporan Kemajuan Pekerjaan
Laporan Pendahuluan dan Interim Report
Final Report minimal berupa :
⇒ Gambar Perencanaan dalam format standard Bina Marga
⇒ Analisa dan Perencanaan Tebal Perkerasan
⇒ Analisa dan Perencanaan Geometrik Jalan
⇒ Daftar Kuantitas dan Harga
Menyediakan Dokumen Tender ( Rencana Kerja dan Syarat-Syarat)
1.3. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA
Pengguna jasa adalah Pemerintah Kota Ternate cq. Dinas Pekerjaan Umum Kota Tenate.
1.4. SUMBER PEDANAAN
Untuk pelaksanaan kegiatan ini tersedia pagu anggaran Fisik sebesar Rp.
8.822,000.000,-(Delapan Miliyar Delapan Ratus Dua Puluh Dua Juta Rupiah), termasuk PPN Sumber dana APBD Tahun Anggaran 2012.
1.5. RUANG LINGKUP, LOKASI KEGIATAN DAN JASA PENUNJANG 1.6.1. RUANG LINGKUP
Lingkup jasa konsultansi berupa konsultansi teknik, Tanggung Jawab Konsultan Perencanaan Jalan dan Jembatan adalah sebagai berikut :
a) Melaksanakan survai dan perencanaan teknik jalan dan jembatan pengguna jasa sesuai standar perencanaan.
b) Menyediakan dokumen pelelangan pengadaan jasa kontruksi, daftar kuantitas dan gambar tipikal sebagai bahan pelelangan konstruksi.
c) Menyediakan perencanaan teknik detail, gambar detail, dan perhitungan volume pekerjaan.
d) Merevisi perencanaan teknik jalan dan jembatan sesuai kebutuhan setelah pemeriksaan final dari pengguna jasa, serta menyiapkan Addendum Dokumen Kontrak yang diperlukan pada saat 1 bulan pertama pada tahap pelaksanaan konstruksi fisik.
1.6.2. LOKASI
Lokasi jasa pelayanan ini di pulau Ternate Kelurahan Kalumata Provinsi Maluku Utara
1.7. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Keseluruhan jadual waktu jasa konsultasi ini terdiri dari pekerjaan Pemeliharaan / Rehabilitasi Jalan Hotmix Paket 1,Paket 2 dan Paket 3 dilakukan dalam periode 90 Hari Kalender.
1.8. INFORMASI KEGIATAN
Informasi kegiatan yaitu sebagai berikut :
a) Nama Pekerjaan : Pemeliharaan /
Rehabilitasi Jalan Hotmix Paket 1,Kota Ternate Utara,Paket 2 Kota Ternate Tengah
Paket 3 Kota Ternate Selatan
b) Lokasi Kegiatan : Dalam Kota Ternate ( Tersebar ), Provinsi Maluku Utara
c) No. Kontrak : 600/44- Kontrak/BM/DPU-KT/2012 12 April 2012
d) Pembiayaan : APBD Tahun Anggaran 2012
e) Nama Pengguna Jasa : Dinas Pekerjaan Umum Kota Ternate
f) Alamat Pengguna Jasa : Jl. Ki. Hajar Dewantara No. 218 Ternate
g) Nama Penyedia Jasa : CV. Megacotama Eng
h) Alamat Penyedia Jasa : Jl. Melati (Samping Kantor Proteksi Pangan) Kel.Ubo - Ubo Ternate
i) Nilai Kontrak : Rp. 93.390.000,- j) Jenis Kontrak : Lumpsum
k) Pembayaran : Angsuran ( ”Termin”) l) Masa Pelaksanaan : 60 Hari Kalender m) Lokasi / Nama Ruas :
⇒ Ruas Dalam Kota Ternate Utara = ± 3.753 km
⇒ Ruas Dalam Kota Ternate Tengah = ± 4,417 km
⇒ Ruas Dalam Kota Ternate Utara = ± 6,872 km
1.9. URAIAN LINGKUP KEGIATAN Uraian Lingkup Kegiatan :
a) Survai Pendahuluan (”Reconnaisace Survai”)
b) Survai Detail, meliputi : inventarisasi geometrik jalan, pengukuran topografi, survai hidrologi, penelitian perkerasan dan tanah dasar (”subgrade”), survai material dan harga pasaran setempat.
c) Analisa data survai dan perencanaan
d) Penggambaran (situasi, potongan memanjang, potongan melintang, struktur dan bangunan pelengkap)
e) Perhitungan Volume dan Perkiraan Biaya f) Dokumen Lelang
1.10. SASARAN MUTU
Melaksanakan Pekerjaan Perencanaan Teknik Jalan full design dengan menyediakan jasa semaksimal mungkin baik tenaga maupun peralatan, sehingga menghasikan produk perencanaan yang memenuhi standard, dilaksanakan sesuai arahan dalam kerangka acuan kerja dan diselesaikan sesuai waktu yang telah disepakati dalam kontrak. Gambar perencanaan disajikan dengan lengkap didukung oleh perhitungan dan kajian data yang valid, sehingga infrastruktur (jalan) yang dibangun berdasarkan hasil perencanaan ini efisien, bisa menyediakan konstruksi jalan dengan durability perkerasan minimal sesuai umur rencana (10 tahun), terhindar dari masalah-masalah longsoran, masalah drainase dan memberikan layanan keamanan dan kenyamanan yang cukup bagi masyarakat pengguna jalan.
1.11. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI
Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan Pemeliharaan / Rehabilitasdi Jalan Hotmix Paket 1,Paket 2 Dan Paket 3 adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut :
a) Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor : 620/51-SPMK/BM/DPU-KT/2012 Tanggal 12 April 2012
b) Kontrak Nomor : 600/44/Kontrak/BM/DPU-Kota/2012, Tanggal 12 April 2012.
(Surat Perjanjian Kerja dan Kerangka Acuan Kerja) c) Peraturan Perundang-undangan yang terdiri dari:
• Undang-Undang No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan;
• Permen PU No. 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa dilingkungan Departemen Pekerjaan Umum;
• Permen PU No. 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum;
• Permen PU No. 04/PRT/M/2009 tentang Sistem Manajemen Mutu (SMM) Departemen Pekerjaan Umum.
d) Standar Nasional Indonesia dan Standar Internasional untuk Perencanaan Jalan yang terdiri dari:
• Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Atar Kota No. 038/T/BM/1997 dan Standar Perencanaan Geometrik untuk Jalan Perkotaan (Bina Marga - Maret 1992) ;
• Tata Cara Perencanaan Fasilitas Pejalan Kaki Di Kawasan Perkotaan 011/T/Bt/1995
• SNI No : 03-3424-1994 tentang Standar Perencanaan Drainase Permukaan Jalan ;
• SNI No : 03-3424-1994 atau NI No : 03-1724-1989 KBI-1.3.10.1987 tentang Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidrolika untuk Bangunan di Sungai;
• Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Metode Analisa Komponen (SKBI-2.3.26.1987, UDC : 625.73(02))
• AASHTO Guide for Design of Pavement Structures 1996
• Pedoman Gambar Standar Pekerjaan Jalan dan Jembatan No : 004- A/PW/2004 dari Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Ditjen Prasarana Wilayah
• Permen PU No : 43/PRT/M/2007 tentang Dokumen Pelelangan Pekerjaan Fisik
• Spesifikasi Jalan dan Jembatan Bina Marga Tahun 2010
BAB II
METODOLOGI
2.1. PERSIAPAN PELAKSANAAN DESAIN
2.1.1. TUJUAN PERSIAPAN DESAIN Persiapan desain ini bertujuan :
a) Mempersiapkan dan mengumpulkan data-data awal.
b) Menetapkan desain sementara dari awal untuk dipakai sebagai panduan survai pendahuluan.
c) Menetapkan ruas yang akan disurvai.
2.1.2. LINGKUP PEKERJAAN
Kegiatan pekerjaan ini meliputi :
a) Mengumpulkan data kelas, fungsi dan status jalan dan jembatan yang akan di desain.
b)Mempersiapkan peta-peta dasar berupa ; (sesuai dengan jenis pekerjaan)
• Citra Satelit dan photo Udara (bila diperlukan terutama untuk jalan baru)
• Peta Topografi skala 1 : 250.000 s/d 1 : 25.000 atau yang lebih besar.
• Peta Geologi skala 1 : 250.000 s/d 1 : 250.000
• Peta Tata guna tanah.
c) Melakukan koordinasi dan konfirmasi dengan instansi terkait baik di pusat maupun di daerah termasuk juga mengumpulkan informasi harga satuan / upah untuk disekitar lokasi proyek terutama pada proyek yang sedang berjalan.
d) Mengumpulkan dan mempelajari laporan-laporan yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan dan sosial pada wilayah yang dipengaruhi atau mempengaruhi jalan / jembatan yang akan direncanakan atermasuk laporan rawan kecelakaan lalu-lintas.
2.1.3. BAGAN ALIR PELAKSANAAN PEKERJAAN
Bagan alir pelaksanaan pekerjaan ini dapat dilihat pada Gambar 2.1.
Adapun pada bagan alir ini menggambarkan urutan pelaksanaan pekerjaan mulai dari awal hingga diperolehnya hasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Gambar 2.1. Diagram Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan Pemeliharaan / Rehabilitasi Jalan Hotmix Paket 1,Paket 2 dan Paket 3 Kota Ternate
2.2. SUR VAI DAN INVESTIGASI
Survai lapangan dan investigasi harus dilaksanakan untuk mendapatkan data di lapangan sampai dengan tingkat ketelitian tertentu dengan memperhatikan beberapa faktor, seperti kondisi lapangan aktual yang ada dan sasaran penaganan yang hendak di capai. Konsultan Perencana dengan persetujuan pengguna jasa harus menghindarkan suatu kondisi bahwa informasi terlalu berlebihan atau terlalu minimal.
Jenis-jenis survai atau Investigasi yang harus dilaksanakan tersebut bergantung kepada jenis pekerjaan penanganan yang akan dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana Kontruksi kelak. Sebagai acuan dasar, apabilah tidak ditentukan lain oleh pengguna Jasa pada saat review hasil Survai Pendahuluan, jenis-jenis survai dan investigasi yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana adalah sebagimana tabel di bawah ini.
Tabel 2.1. Ruang Lingkup Survai dan Investigasi.
No Jenis Survai Dan Investigasi Pelapisan Ulang Perkerasan
Lama
● Pelebaran Perkerasan
● Rekontruksi Perkerasan
● Realinyemen
● Kontruksi Baru (Jalan atau Jembatan
● Penggantian Jembatan
1 Survai Pendahuluan ya Ya
2 Inventarisasi Jalan & Jembatan Jika diperlukan ya
3 Investigasi Perkerasan Lama Ya ya
4 Survai Topografi & guna lahan Ya Ya
5 Investigasi Geoteknik &
Geologi
Ya Ya
6 Survai Hidrologi & Hidrolika Ya Ya
7 Survai Lalu Lintas&Angkutan Berat
Jika diperlukan Ya
8 Investigasi Jembatan Ya Ya
2.3. SURVAI PENDAHULUAN
2.3.1. TUJUAN SURVAI PENDAHULUAN.
Sasaran Survai Pendahuluan atau Reconnaissance Survai atau PremilinarySurvai adalah :
a) Pengumpulan informasi menyangkut ruas jalan dan bangunan struktur yang ada, termasuk data sekunder dari berbagai sumber yang relevan, untuk maksud menetapkan survai detail berikutnya yang diperlukan.
b) Pencatatan kondisi perkerasan secara umum dan prakiraan penyebab kerusakan yang telah dan mungkin akan terjadi.
c) Perkiraan secara umum tentang penanganan yang di perlukan, baik pada perkerasan maupun pada pekerjaan-pekerjaan lainnya di luar perkerasan, seperti bahu jalan, lajur pedestrian, drainase, perbaikan lereng timbunan dan galian, perbaikan geometri jalan, jembatan dan bangunan-bangunan struktur lainnya, peningkatan keselamatan jalan.
d) Identifikasi lebar ruang milik jalan, dan perkiraan kebutuhan pembebasan lahan studi lingkungan (Amdal, UKL/UPL), jika masing-masing diperlukan.
e) Identifikasi dampak penting lingkungan, sebagai bahan pertimbangan dalam pelingkup, dalam proses penyaringan lingkungan yang akan menghasilkan output berupa jenis dokumen lingkungan yang dibutuhkan.
f) Identifikasi lokasi-lokasi yang memerlukan penanganan khusus untuk peningkatan keselamatan jalan.
2.3.2. RUANG LINGKUPSURVAI PENDAHULUAN.
Sebelum Survai Pendahuluan dilaksanakan, terlebih dahulu Tim Survai harus menyiapkan dan mempelajari data pendukung, yang meliputi tetapi tidak terbatas pada antara lain :
a) Dokumen studi-studi terdahulu (jika ada), seperti studi kelayakan atau studi lingkungan.
b) As bulit drawings di lokasi yang bersangkutan dari pekerjaan penanganan sebelumnya (jika ada).
c) Peta-peta dasar yang relevan.
d) Dan sebagainya.
Survai pendahuluan dilaksanakan dengan menggunakan kendaraan survai Berjalan kaki, sesuai dengan kebutuhan, untuk memperoleh data atau informasi yang ditargetkan sebagaimana di tentukan di dalam sasaran tersebut di atas.
Pengambilan data lapangan untuk maksud Survai Pendahuluan harus dilaksanakan sepanjang ruas jalan (dari titik stasion awal ruas sampai dengan titik stasion akhir ruas), dengan Interval paling jauh setiap 50 meter atau setiap kali ada perubahan kondisi lapangan.
2.3.3. KELUARAN SURVAI PENDAHULUAN.
Laporan mengenai jenis survai detail berikutnya yang harus dilaksanakan, yang mengutarakan antara lain lokasi survai dan cakupan yang diperluka.Diagram strip longitudinal, mulai dari titik awal ruas sampai dengan titik akhir ruas, yang memuat gambaran :
1) Kondisi perkerasan, termasuk jenis-jenis kerusakan yang terjadi.
2) Lokasi dan kondisi jembatan dan bangunan-bangunan struktur lainnya.
3) Lokasi yang membutuhkan perbaikan/peningkatan penampang melintang.
4) Informasi dalam bentuk tabel atau daftar, yang lebih terperinci hal-hal tersebut dalam diagram strip longitudinal tersebut dalam butir 3.a di atas
Gambar-gambar atau peta-peta yang menunjukkan : a) Sketsa alinyemen horizontal dan alinyemen vertikal.
b) Batas-batas ruang milik jalan.
c) Lokasi deposit material jalan yang diperkirakan dapat di mamfaatkan, seperti quarry pasir, batu, atau bahan timbunan.
d) Kondisi alam tertentu yang dapat atau akan mempengaruhi kontruksi jalan, seperti misalnya sungai, danau, laut, lembah, juramg, bukit, gunung dan sebagainya.
e) Lokasi bangunan-bangunan tertentu sepanjang ruas jalan yang diperkirakan dapat atau akan mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan kontruksi maupun layanan lalu lintas jalan.
Survai Pendahuluan atau Reconnaissance Survai meliputi kegiatan pengumpulan data primer, penentuan rencana awal trase jalan berdasarkan data primer dan
melakukan survai lapangan untuk menganalisa serta menentukan trase definitif yang memenuhi syarat teknis, ekonomis dan lingkungan.
Survai Pendahuluan meliputi kegiatan-kegiatan antara lain :
a) Kon teraktor disarankan mempersiapkan peta dasar berupa peta Citra Satelit (Land Sat ) dengan skala 1 : 50.000 s/d 1 : 25.000 dan peta-peta pendukung lainnya seperti peta geologi, tata guna tanah dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan studi yang pernah diadakan sebelumnya. Informasi yang diperoleh dan dokumen-dokumen diatas harus dipertimbangkan dalam proses penentuan rencana trase jalan yang akan di survai, rencana trase jalan yang akan disurvai merupakan trase terbaik yang diperoleh berdasarkan kajian beberapa alternatif trase jalan.
b)
Kegiatan ini terdiri dari :
1) Kontraktor harus melaksanakan konfirmasi dan koordinasi dengan instansi terkait di daerah sehubungan dengan akan dilaksanakan survai.
2) Guna mempelajari dan menganalisis rencana trase jalan, Kontraktor harus melengkapi data penunjang antara lain :
• Peta Dasar Topografi (Hasil Citra Satelit)
• Demografi, sosial ekonomi dan lingkungan
• Geografi, geoteknik dan hidrologi.
3) Kontraktor harus mengumpulkan informasi mengenai :
Harga satuan upah/bahan pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku Utara
Harga satuan upah/bahan pada proyek yang sedang berjalan di sekitar lokasi pekerjaan.
c)
Reconnaissance survai di lapangan 1) Penandaan / identifikasi trase
Dalam reconnaissance survey, konsultan melakukan identifikasi trase di lapangan untuk semua ruas yang direncanakan. Identifikasi berdasarkan pada peta land sat dan rintisan jalan atau badan jalan yang ada. Alat yang dipakai roll meter, camera, clinometer dan GPS.
Hasil “ tracking” dengan GPS dipindahkan ke laptop untuk mendapatkan gambaran kasar mengenai trase jalan yang akan direncanakan. Tracking bisa dilaksanakan beberapa kali dengan lokasi yang berbeda untuk mendapatkan trase yang terbaik, ditinjau dari alinemen horizontal. Hasil tacking yang terbaik ditandai dengan patok-patok kayu atau cat, sebagai pedoman dalam survey detail.
Pada peninjauan titik awal dan titik akhir perjalanan diberi Bench Mark (BM), Konsultan diwajibkan mengambil data sejauh 200 m sebelum titik awal dan 200 m setelah titik akhir pekerjaan.
2) Pemeriksaan Kelandaian
Untuk mendapatkan kelandaian yang memenuhi Persyaratan Perencanaan Geometrik jalan, harus dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
Pada setiap segmen jalan yang diperkirakan mempunyai kelandaian lebih besar dari kelandaian maksimum, Konsultan harus melakukan pemeriksaan kelandaian segmen jalan tersebut dengan menggunakan clinometer bersamaan dengan pembacaan jarak. Dalam hal demikian, Konsultan harus membuat draft desain alinyemen vertikal. Apabila persyaratan kelandaian tidak terpenuhi, rencana trase segmen tersebut harus diganti dengan trase
3) Kontraktor harus mengumpulkan dan mencatat data, antara lain :
•Lokasi-lokasi yang diperkirakan perlu jembatan (misal : sungai, alur), gorong-gorong, penanganan khusus dan pencatatan lokasi sumber material (quarry).
•Pencatatan data dilakukan seperti contoh berikut :
Rencana jembatan pertama, ditandai dalam data survey misalnya dengan tulisan :
J – 1 Sta... + ... dan Koordinat GPS.
Rencana gorong-gorong pertama, ditandai dalam data survey misalnya dengan tulisan :
G-1 Sta …. + …. dan Koordinat GPS
Koordinat awal dan akhir ruas
4) Dalam melaksanakan survai pendahuluan ini, Kontraktor harus membuat foto dokumentasi lapangan sekurang-kurangnya pada :
Awal dan akhir rencana trase
Setiap 1 (satu) km dengan identifikasi arah pengambilan foto
Lokasi yang diperkirakan memerlukan jembatan (misal: sungai, alur)
Lokasi yang perlu penanganan khusus
Persimpangan / pertemuan dengan jalan lainnya
Lokasi Quarry d)
Kon traktor harus membuat laporan lengkap perihal pada butir a s/d c diatas dan memberikan saran-saran yang diperlukan untuk pelaksanaan EPC Pembangunan Jalan Gunung S selanjutnya.
Pada pelaksanaan survai pendahuluan ini kontraktot akan mengirimkan tenaga yang terkait dengan rencana pelaksanaan kerja yang terdiri dari :
1 Team Leader (Team Leader) 2 Ahli Teknik Jalan & Jembatan
3 Ass. Ahli Estimator/Cost and Quantity
Personil-personil di atas mempunyai pengalaman yang cukup. Bersama-sama dengan Project Officer, team akan berkonsultasi dengan Pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Ternate untuk mendiskusikan segala hal yang bersangkutan dengan ruas jalan yang ditangani.
Dalam pelaksanaannya team akan mengumpulkan sebanyak mungkin data-data yang diperlukan untuk penentuan langkah-langkah desain, yang mencakup :
1) Data mengenai trase 2) Data klasifikasi medan 3) Data lokasi quarry material 4) Survai topografi sederhana 5) Lokasi titik traffic counting
Selama survai pendahuluan team akan mengecek semua data-data di lapangan, memberi koreksi-koreksi seperlunya serta mengambil keputusan apa yang akan dilakukan. Tugas dari Team antara lain :