i ABSTRAK
Selfie adalah tindakan mengabadikan diri sendiri dengan menggunakan perangkat elektronik. Penggunaan awal dari kata selfie ini adalah Selca atau Self-Camera. Pada tahun 2013, kata selfie secara resmi akhirnya dicantumkan menjadi salah satu kata yang telah dikenal keberadaan dan kegunaannya dalam Oxford English Dictionary sebagai aktivitas seseorang mengabadikan diri sendiri menggunakan perangkat elektronik kemudian mengunggahnya ke situs media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motif remaja SMAN 1 Denpasar dalam melakukan tindakan selfie dam mengunggahnya ke Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Informan dipilih dengan menggunakan teknik nonprobabilitas purposive sampling. Data diperoleh dengan cara menyebarkan kuisioner. Adapun teknik analisis yang digunakan dalam penelitian melalui beberapa tahap yaitu teknik analisis data statistik distribusi frekuensi, tabulasi silang dengan pengolahan datanya menggunakan penghitungan komputasi program SPSS dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja cenderung memiliki motif ingin mendapatkan respon berupa like, sementara motif yang tidak banyak dimiliki remaja adalah motif pengakuan berupa keinginan mendapatkan perhatian. Remaja perempuan cenderung lebih banyak memiliki motif ingin mendapatkan pengalaman baru dan motif mendapatkan respon dibandingkan dengan laki-laki sedangkan motif mendapatkan pengakuan cenderung tidak ada perbedaan yang begitu signifikan antara perempuan dan laki-laki.
Kata Kunci :Instagram , Motif, Remaja, Selfie
ii ABSTRACT
Selfie is an act of taking self-photograph by using electronic devices. The initial use of this selfie word is Selca or Self-Camera. In 2013, Selfie is officially listed as a known word on the Oxford English Dictionary that define an activity of taking self-photograph using electronic devices and shared via social media. The purpose of this study is to describe the motives of adolescents from SMAN 1 Denpasar in performing the act of selfie and share it to Instagram. This research used descriptive quantitative approach, informants were selected by purposive sampling technique, and data were obtained by distributing questionnaires. The several stages of analyzing techniques used in this research are statistical data analysis techniques of frequency distribution, cross tabulation with data processing using SPSS program computational calculation and conclusions drawing. The results shows that adolescents tend to have a motive to get response such as like, while the adolescent is less likely to have the motive of recognition in the form of desire to get attention. More teenage girls tend to have motives of getting new experiences and motives to get responses when compared to boys, while there is less significance difference between women and men in terms of motives of getting recognition.
Keywords : Adolescent, Instagram, Motives, Selfie
iii DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN……… ii
PERNYATAAN KEASLIAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
ABSTRAK ... vi
ABSTRACT ... vii
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah……….. 1
1.2 Rumusan Masalah ... 5
1.3 Batasan Masalah ... 6
1.4 Tujuan Penelitian ... 7
1.5 Manfaat Penelitian ... 7
1.5.1 Manfaat Teoritis ... 7
1.5.2 Manfaat Praktis ... 7
1.6 Sistematika Penulisan ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka ... 9
2.2 Landasan Teori ... 11
2.2.1 Motif Komunikasi ... 11
2.2.2 Media Sosial ... 15
iv
2.2.3 Teori Fungsional Kumulatif Pada Komunikasi Nonverbal 17
2.2.4 Konsep Selfie (Self Portrait) ... 19
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 21
3.2 Sumber Data ... 22
3.3 Unit Analisis ... 22
3.4 Populasi dan Sampel ... 23
3.4.1 Populasi ... 23
3.4.2 Sampel ... 23
3.5 Teknik Pengamilan Sampel ... 24
3.6 Teknik Pengumpulan Data ... 25
3.7 Teknik Analisis Data ... 25
3.7 Teknik Penyajian Data ... 26
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Pelaku Selfie ... 27
4.2 Temuan Penelitian………... 33
4.2.1 Perilaku Bermedia………..…… 33
4.2.2 Perilaku Selfie…...……….. 36
4.2.3 Motif Mengunggah Foto Selfie ke Dalam Media Sosial Instagram di Kalangan Remaja SMAN 1 Denpasar.………... 40
4.2.3.1 Motif Mendapatkan Pengalaman Baru ………... 40
4.2.3.2 Motif Mendapatkan Respon………… ………... 41
4.2.3.3 Motif Mendapatkan pengakuan……... ………... 42
4.2.4 Tabulasi Silang Karakteristik Responden.……… 45
4.2.4.1 Jenis Kelamin dengan Prilaku Bermedia .………... 45
4.2.4.2 Tabulasi Silang Jenis Kelamin dengan Perilaku Selfie………...... 46
v
4.2.4.3 Tabulasi Silang Jenis Kelamin dengan otif Pengalaman Baru
……….………... 50 4.2.4.4 Tabulasi Silang Jenis Kelamin dengan Motif Mendapatkan
Respon ……… 51 4.2.4.5 Tabulasi Silang Jenis Kelamin dengan Motif Mendapatkan Pengakuan ………... 52 4.3 Analisis ………..53
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan... 59 5.2 Saran... 60
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
vi
DAFTAR TABEL
No. Tabel Halaman
3.1 Data Jumlah Siswa SMAN 1 Denpasar……….. 23
4.1 Jenis Kelamin Remaja Pelaku Selfie………. 27
4.2 Kelas Remaja Pelaku Selfie……….. ... 28
4.3 Usia Remaja Pelaku Selfie………… ... 29
4.4 Uang Saku Setiap Bulan………. ………..… 30
4.5 Biaya Paket Internet Dalam Sebulan ……… . ………. 31
4.6 Jumlah Kuota Dalam Sebulan …. ………... 32
4.7 Penggunaan WIFI………... ... ……….. 33
4.8 Kepemilikan Instagram, Facebook, Path, Twitter, Line dan Media Sosial Lainnya……… 34
4.9 Frekuensi Mengakses Media Sosial Dalam Sehari……… 35
4.10 Waktu Mengakses Media Sosial……… 36
4.11 Tindakan Selfie Dalam Sehari………... 37
4.12 Foto Selfie di Unggah ke Instagram, Facebook, Path, Twitter, Line dan Media Sosial Lainnya……… 38
4.13 Foto Selfie yang di Unggah ke Instagram Dalam Sehari ... 39
4.14 Mengunggah Foto Selfie ke Instagram untuk Mendapatkan Pengalaman Baru ... 40
4.15 Mengunggah Foto Selfie ke Instagram untuk Mendapatkan Komentar ... 41
4.16 Mengunggah Foto Selfie ke Instagram untuk Mendapatkan Like ... 42
4.17 Mengunggah Foto Selfie ke Instagram untuk Mendapatkan Kepuasan ... 43
vii
4.18 Mengunggah Foto Selfie ke Instagram untuk Mendapatkan Perhatian
... 43 4.19 Mengunggah Foto Selfie ke Instagram Agar Dikenal Banyak Orang .
... 44 4.20 Mengunggah Foto Selfie ke Instagram untuk Membentuk Reputasi atau Citra Diri ... 45 4.21 Tabulasi Silang Jenis Kelamin dengan Kepemilikan Instagram ... 46 4.22 Tabulasi Silang Jenis Kelamin Dengan Tindakan Selfie Dalam Sehari
... 47 4.23 Tabulasi Silang Jenis Kelamin Dengan Mengunggah Foto Selfie ke Instagram
... 48 4.24 Tabulasi Silang Jenis Kelamin Dengan Jumlah Foto Selfie yang di Unggah ke
Instagram Dalam Sehari ... 49 4.25 Tabulasi Silang Jenis Kelamin Dengan Motif Pengalaman Baru ... 51 4.26 Tabulasi Silang Jenis Kelamin Dengan Motif Mendapatkan Respon... 52 4.27 Tabulasi Silang Jenis Kelamin Dengan Motif Mendapatkan Pengakuan
... 53 4.28 Foto Selfie di Unggah ke Instagram, Facebook, Path, Twitter, Line dan Media
Sosial Lainnya ... 55
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Identitas Narasumber Lampiran 2 : Daftar Pertanyaan Lampiran 3 : Transkrip Wawancara
ix BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Komunikasi adalah salah satu aktivitas yang sangat fundamental dalam kehidupan manusia. Sebagai makhluk sosial manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Manusia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi di dalam dirinya. Rasa ingin tahu ini memaksa manusia untuk berkomunikasi (Cangara, 2010:04).
Di era globalisasi ini, manusia mengandalkan informasi dari perangkat elektronik dan akses internet. Ponsel merupakan salah satu perangkat elektronik yang dapat membantu manusia untuk berkomunikasi. Dalam artikel berita di VIVA NEWS disebutkan bahwa jumlah pengguna ponsel di Indonesia lebih besar dibandingkan jumlah penduduknya. Berdasarkan laporan US Cencus Bureau pada Januari 2014, diketahui bahwa pengguna ponsel di Indonesia berkisar di angka 281 juta dan setiap penduduk Indonesia dapat memiliki lebih dari satu telepon genggam untuk mengakses dunia maya. Dalam artikel yang sama, menurut Cahyana Ahamdjayadi Co Founder Republik Internet tercatat pengguna aktif internet sebanyak 72 juta bahkan secara global jumlah penduduk di dunia mencapai tujuh miliar penduduk dan sekitar 6,5 miliar jiwa memiliki ponsel. Dari jumlah tersebut, sebanyak dua miliar pengguna aktif internet, dan 1,8 miliar aktif di media sosial. Hal ini menunjukkan dunia sedang menuju
x
peradaban digital, (diakses dari http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/512467- pengguna-ponsel-di-indonesia-lampaui-jumlah-penduduk). Direktur Pelayanan Informasi International Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Selamatta Sembiring menyatakan pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang.
Dari angka tersebut, 95 persen menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial.
(http://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3415/kominfo+%3A+Pengguna+Intern et+di+Indonesia+63+Juta+Orang/0/berita_satker#.VHSFXEA17IU).
Perkembangan teknologi informasi yang pesat seperti sekarang ini telah menghadirkan sebuah fenomena baru, fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga seluruh dunia. Manusia saat ini sering mengabadikan dirinya melalui foto diri sendiri lalu mengunggahnya ke dalam media sosial atau sering disebut selfie.
Awalnya, akun media sosial yang dimiliki setiap individu menuntut setiap individu untuk memiliki foto diri sendiri. Kecenderungan untuk mengisi akun-akun media sosial dengan foto-foto pribadi menjadikan selfie sebagai fenomena baru. Media sosial telah memfasilitasi kebutuhan seseorang untuk menunjukan potensi diri kepada orang lain melalui foto selfie.
Popularitas selfie mulai merangkak naik dan dapat dikatakan populer setelah era teknologi, internet, smartphone dan jejaring sosial menjelma menjadi satu hal yang sangat digemari. Selfie semakin populer dan merambah ke Indonesia melalui akun- akun media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram hingga Path. Di Indonesia tindakan selfie tidak hanya dilakukan oleh masyarakat biasa, artis dan pejabat-pejabat
xi
tinggi di Indonesia pun sering memamerkan foto selfie mereka ke dalam akun media sosial. Salah satu contohnya, foto selfie Presiden Indonesia Joko Widodo bersama wakilnya Jusuf Kala yang dilakukan di sebuah rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, ketika sedang berlatih untuk persiapan debat capres dan cawapres. Hal ini semakin menunjukan bahwa fenomena selfie telah menyentuh seluruh lapisan
masyarakat Indonesia. (diakses dari
http://hiburan.metrotvnews.com/read/2014/07/05/261533/foto-selfie-jokowijkheboh di-twitter).
Di Indonesia, kota yang menduduki peringkat pertama dengan jumlah foto selfie terbanyak adalah kota Denpasar, Bali. Kota Denpasar menduduki posisi delapan
belas dunia dan nomor satu paling narsis untuk Indonesia. Denpasar menjadi salah satu kota besar di mana hampir setengah penduduknya tampil bergaya di depan kamera.
Tidak hanya mengambil foto diri, hasilnya pun diunggah ke dalam Instagram. (diakses dari http://www.merdeka.com/peristiwa/di-indonesia-warga-denpasar-pegang-rekor- terbanyak-foto-selfie.html).
Instagram merupakan akun media sosial yang berperan penting dalam hal
menyebarkan hasil foto selfie seseorang sehingga dapat dilihat oleh orang lain. Hal ini dikarenakan Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan penggunanya mengambil foto dan video singkat, menerapkan filter digital lalu menyebarkannya dan dapat membaginya ke dalam media sosial lain, seperti Facebook, Twitter, dan Tumblr. (diakses dari http://instagram.com)
xii
Tindakan seseorang mengunggah foto diri ke dalam akun media sosial Instagram didorong oleh motif yang menjadi dasar seseorang melakukan tindakan
tersebut. Motif merupakan kekuatan yang terdapat dalam diri manusia yang mendorong untuk berbuat sesuatu (Bimo Walgito, 2010:240). Keinginan akan pengakuan menjadi motif dominan yang dimiliki para remaja untuk melakukan selfie dan mengunggahnya ke dalam Instagram. Selain itu terdapat motif lain seperti ingin memperbanyak foto di Instagram, mengabadikan momen-momen dan mendapat perhatian dari orang lain berupa komentar dan like (Fritta Paulina Simatupang, 2015).
Motif yang ada pada diri manusia berbeda-beda tergantung pada maksud dan tujuan individu tersebut mengunggah foto selfie ke dalam Instagram.
Menurut dr. Nova Riyanti, selfie dapat memicu munculnya gejala gangguan kepribadian seperti narsistik, histrinoik (keinginan menjadi pusat perhatian), adiksi atau kecanduan, Body Dismorphic Disorder (tidak percaya diri), dan eksibisionis (keinginan memperlihatkan bagian tubuh) (diakses dari
http://health.detik.com/read/2014/08/14/180732/2662446/763/3/5macam-gangguan- jiwa-yang-bermula-dari-foto-selfie). Hal tersebut dapat terjadi pada setiap individu baik disadari maupun tidak disadari. Selain itu, terdapat dampak yang ditimbulkan akibat tindakan selfie. Foto selfie yang disebarkan ke dunia maya dapat menimbulkan kerugian yang tentu berdampak buruk bagi pelakunya. Tidak menutup kemungkinan, foto tersebut mengundang kejahatan yang merugikan diri sendiri. Selain itu, interaksi sosial dapat terganggu. Sebagai contoh, seorang ibu rumah tangga yang memiliki dua
xiii
anak, sejak selfie di media sosial menjadi sebuah trend, sang ibu tidak mengurus anaknya tetapi sibuk memotret diri sendiri. Ia merasa ada kegiatan baru dengan foto selfie. Akhirnya ini yang membuat anak-anaknya kurang perhatian karena sang ibu
"kecanduan" menyebarkan foto selfie ke dalam media sosial. (diakses dari http://wolipop.detik.eom/read/2014/02/07/130826/2490218/852/l/hati-hati-5dampak- buruk-yang-bisa-terjadi-karena-pamer-foto-selfie).
Dilihat dari fenomena selfie di atas, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motif mengunggah foto selfie ke dalam akun media sosial Instagram di kalangan remaja SMAN 1 Denpasar. Penulis memilih SMA Negeri 1 Denpasar dikarenakan SMA tersebut termasuk ke dalam 35 SMA terbaik dan favorit di
Indonesia. (diakses dari http://www.pendidikan-
diy.go.id/dinas_v4/?view=v_berita&id_sub=3223) dan dibandingkan dengan sekolah- sekolah lain secara pergaulan para siswa SMAN 1 Denpasar memiliki mobilitas sosial yang luas yang membuat perilakunya lebih aktif. Hal ini dapat dilihat dari berbagai acara sekolah yang diadakan SMAN 1 Denpasar yang melibatkan para siswanya, seperti gema karmany smansa (GKS), Festival Karmany Smansa (FKS), music clinic, donor darah SYRC, bazzar, art electrobolic competition (ALERION), capoerra smansa, KISS, malam apresiasi smansa (MAS), smansa selfie contest, dan lain-lain, (diakses dari http://instagram.com@smanldenpasar).
1.2 Rumusan Masalah
xiv
Selfie hadir sebagai sebuah fenomena baru yang sangat digemari, khususnya
remaja. Tindakan seseorang mengunggah foto diri ke dalam akun media sosial Instagram didorong oleh motif yang menjadi dasar seseorang melakukan tindakan
tersebut. Pada penelitian Fritta Paulina Simatupang (2015), diketahui bahwa remaja Kelurahan Simpang Baru, Pekanbaru memiliki dua jenis motif yang mendorong mereka melakukan kegiatan selfie dan mengunggahnya ke Instagram, yaitu motif masa lalu dan motif masa yang akan datang. Motif-motif tersebut mendorong remaja kelurahan Simpang Baru, Pekanbaru untuk melakukan kegiatan selfie dan mengunggahnya ke Instagram agar mereka mendapatkan tujuannya melalui kegiatan tersebut.
Tindakan mengunggah foto selfie ke dalam Instagram juga memiliki berbagai dampak sosial. Foto selfie yang disebarkan ke dunia maya dapat mengundang kejahatan yang merugikan diri sendiri. Selain itu, seseorang menjadi tidak peduli dengan lingkungan sosialnya karena sibuk dengan aktivitas selfie dan menyebarkannya ke dalam akun media sosial Instagram. Oleh karena itu, penting untuk meneliti fenomena foto selfie yang diunggah ke dalam akun media sosial Instagram.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah :
1.2.1 Apa saja motif komunikasi remaja mengunggah foto selfie ke dalam akun media sosial instagram ?
1.3 Batasan Masalah
xv
Penelitian ini akan dilakukan di SMA Negeri 1 Denpasar. Penulis memilih SMA Negeri 1 Denpasar dikarenakan SMA tersebut termasuk ke dalam 35 SMA terbaik dan favorit di Indonesia.
1.4 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif para siswa SMAN 1 Denpasar dalam melakukan tindakan foto selfie dan mengunggahnya ke akun media sosial Instagram.
1.5 Manfaat Penelitian 1.5.1 Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini secara teoritis diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam bidang komunikasi khususnya psikologi komunikasi mengenai motif remaja mengunggah foto selfie ke dalam media sosial Instagram.
1.5.2 Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini secara praktis diharapkan dapat menyumbangkan pemikiran terhadap pemecahan masalah yang berkaitan dengan permasalahan yang diakibatkan oleh perilaku mengunggah foto diri (selfie) di kalangan remaja.
1.6 Sistematika Penulisan
Dalam memberikan gambaran umum mengenai isi penelitian ini, maka perlu dikemukakan sistematika penulisan. Adapun proposal ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:
xvi
1. Bab 1, pendahuluan meliputi: latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta sistematika penulisan.
2. Bab II, tinjauan pustaka meliputi: kajian pustaka, landasan teori, model analisis, hipotesa, serta operasionalisasi konsep.
3. Bab III, metode penelitian meliputi: jenis penelitian, sumber data, unit analisis, populasi dan sampel, teknik pengambilan sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, teknik penyajian, serta keterbatasan penelitian.
4. Bab IV, pembahasan meliputi: gambaran umum obyek/subyek penelitian, serta hasil temuan dan analisa.
5. Bab V, penutup meliputi: simpulan, dan saran.