• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERNYATAAN ORGANISASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERNYATAAN ORGANISASI"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

1

(2)

PERNYATAAN ORGANISASI

VISI DAN MISI

 Visi : Menjadi Repositori Nasional Bidang Sains dan Teknologi Terdepan di Indonesia

 Misi : Membangun dan mengembangkan sistem repositori nasional bidang sains dan

teknologi di Indonesia:

1) Menyediakan layanan informasi bidang sains dan teknologi kepada pemangku kepentingan;

2) Melaksanakan penelitian bidang dokumentasi dan informasi;

3) Melakukan pengelolaan pengetahuan;

4) Membangun kerjasama nasional dan internasional;

5) Melakukan penguatan kelembagaan.

MAKLUMAT PELAYANAN

“Dengan Ini, kami menyatakan sanggup menyelenggarakan pelayanan dokumentasi dan pelayanan informasi ilmiah sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan, dan apabila dalam penyelenggaraan pelayanan kami tidak sesuai, kami bersedia menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

KEBIJAKAN MUTU

 PDII-LIPI berkomitmen melaksanakan layanan perpustakaan, dokumentasi, dan informasi kepada pelanggan/pemustaka sesuai dengan persyaratan pelanggan berdasarkan ketentuan ISO 9001:2008;

 PDII-LIPI berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan informasi dengan mengutamakan kepuasan pelanggan dengan memperhatikan aspek kecepatan, ketepatan, kemudahan, dan kenyamanan pelanggan/pemustaka;

 PDII-LIPI melakukan evalusi dan melakukan perbaikan mutu pelayanan informasi secara berkelanjutan;

 PDII-LIPI Melakukan pengembangan karir dan peningkatan kompetensi SDM secara berkesinambungan.

MOTTO PELAYANAN

“Layanan Berkualitas, Dinamis, dan Maju”

NILAI MUTU PELAYANAN “Berkualitas, Dinamis, dan Maju”

Berkualitas: mencapai mutu layanan terbaik dalam upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan/pemustaka sesuai dengan harapan;

Dinamis: menyesuaikan dinamika perkembangan zaman dengan memperhatikan kritik-konstruktif demi kemajuan;

Maju: mengembangkan pikiran positif yang inovatif untuk mencapai tingkat pelayanan yang semakin baik dari hari ke hari.

BUDAYA KERJA ORGANISASI

“IDAMAN Ikhlas – Disiplin – Amanah – Mandiri – Akuntabel - Normatif

(3)

KATA PENGANTAR

Buku ini merupakan panduan teknis bagi petugas layanan perpustakaan PDII-LIPI dalam memberikan data dan informasi secara jelas dan cepat tentang pemanfaatan layanan informasi publik lembaga. Buku ini menyajikan sekilas data tentang Layanan ISSN (2007- 2017), Layanan Perpustakaan (2004-2017), Layanan Membership ISJD (2015-2017), Layanan Penelusuran Informasi (2008-2017), dan Layanan Kemasan Informasi (1986- 2017). Melalui buku ini, petugas layanan (khususnya yang ada di perpustakaan) diharapkan dapat memahami isi dan informasi yang terkandung di dalamnya serta mampu menyampaikannya dengan baik kepada pengguna dan pihak-pihak yang berkepentingan, baik pengguna yang datang langsung ke PDII-LIPI maupun secara online.

Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman sejawat yang telah memberikan data layannya secara jelas dan objektif sehingga dalam penyusunan buku ini dapat berjalan lancar. Tak lupa juga kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Ibu Ambar Yoganingrum (Kepala Bidang Diseminasi Informasi) yang telah memberikan dukungan moral kepada penyusun untuk menyelesaikan buku panduan ini dengan baik dan tepat waktu.

Kami menyadari bahwa setiap informasi yang tercantum dalam buku ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik positif dari berbagai pihak sangat kami butuhkan. Terima kasih.

Jakarta, Maret 2018 Penyusun,

Wahid Nashihuddin

(4)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN ORGANISASI ... 2

KATA PENGANTAR ... 3

DAFTAR ISI ... 4

DAFTAR TABEL ... 5

DAFTAR GAMBAR ... 5

DAFTAR GRAFIK ... 5

BAB 1 PENDAHULUAN ... 6

1.1 Latar Belakang ... 6

1.2 Ruang Lingkup ... 6

1.3 Tujuan dan Manfaat ... 6

1.4 Sasaran ... 6

BAB 2 ORGANISASI PDII-LIPI ... 7

2.1 Sejarah PDII ... 7

2.1.1 PDIN Periode I (1965-1975) ... 7

2.1.2 PDIN Periode II (1975-1986) ... 7

2.1.3 PDII Periode III (1986-2001) ... 9

2.1.4 PDII Periode IV (2001-2014) ... 10

2.1.5 PDII Periode V (2014 - Sekarang) ... 13

2.2 Sumber Daya Organisasi ... 14

2.2.1 Pegawai PDII ... 14

2.2.2 Koleksi PDII ... 15

2.2.3 Kerjasama PDII ... 15

2.2.4 Pelatihan PDII... 17

2.3 Kontak Layanan PDII ... 18

BAB 3 PEMANFAATAN LAYANAN PDII-LIPI ... 19

3.1 Layanan ISSN ... 19

3.2 Layanan Perpustakaan ... 20

3.2.1 Pemustaka PDII ... 20

3.2.2 Anggota Perpustakaan... 21

3.2.3 Pemanfaatan koleksi/Literatur ... 22

3.2.4 Layanan Meja Informasi... 22

3.3 Layanan Membership ISJD ... 23

3.4 Layanan Penelusuran Informasi ... 28

3.5 Layanan Kemasan Informasi ... 30

BAB 4 PENUTUP ... 31

LAMPIRAN 1. Daftar Judul Kemasan Informasi PDII (1986-2017) ... 32

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Jumlah Pegawai PDII ... 14

Tabel 2. Jumlah Koleksi PDII ... 15

Tabel 3. Jumlah Terbitan Berkala ber-ISSN di PDII (2007-2017) ... 19

Tabel 4. Pemustaka PDII Berdasarkan Pekerjaan (2004-2017) ... 20

Tabel 5. Status Anggota Perpustakaan PDII (2004-2017) ... 21

Tabel 6. Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan PDII Berdasarkan Jenisnya (2004-2017) ... 22

Tabel 7. Media Layanan Pengguna Meja Informasi (2004-2017) ... 23

Tabel 8. Asal Daerah Anggota Membership ISJD (2015-2017) ... 24

Tabel 9. Pengguna Layanan Penelusuran Informasi PDII Berdasarkan Pekerjaan (2008-2017) ... 29

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur PDIN Periode I (1965-1975) ... 7

Gambar 2. Struktur PDIN Periode II (1975-1986) ... 8

Gambar 3. Struktur PDII Periode III (1986-2001) ... 9

Gambar 4. Struktur PDII Periode IV (2001-2014) ... 10

Gambar 5. Struktur PDII Periode V (2014 – Sekarang) ... 13

Gambar 6. Database ISSN PDII ... 19

Gambar 7. Menu Pendaftaran Membership Online ISJD ... 23

Gambar 8. Formulir Layanan Penelusuran Informasi PDII ... 28

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1. Jumlah Pegawai PDII ... 14

Grafik 2. Jumlah Koleksi PDII ... 15

Grafik 3. Jumlah Jurnal dan Artikel ... 15

Grafik 4. Jumlah Terbitan Berkala ber-ISSN di PDII (2007-2017) ... 19

Grafik 5. Jumlah Pemustaka PDII (2004-2017)... 20

Grafik 6. Pemustaka PDII Berdasarkan Pekerjaan (2004-2017) ... 20

Grafik 7. Jumlah Anggota Perpustakaan PDII (2004-2017) ... 21

Grafik 8. Status Anggota Perpustakaan PDII (2004-2017) ... 21

Grafik 9. Jumlah Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan PDII (2004-2017) ... 22

Grafik 10. Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan PDII Berdasarkan Jenisnya (2004-2017) ... 22

Grafik 11. Jumlah Pengguna Layanan Meja Informasi Perpustakaan PDII (2004-2017) ... 23

Grafik 12. Media Layanan Pengguna Meja Informasi (2004-2017) ... 23

Grafik 13. Anggota Membership ISJD Berdasarkan Jenis Kelamin (2015-2017) ... 24

Grafik 14. Anggota Membership ISJD Berdasarkan Pekerjaan (2015-2017) ... 24

Grafik 15. Jumlah Pengguna Layanan Penelusuran Informasi PDII (2008-2017) ... 29

Grafik 16. Pengguna Layanan Penelusuran Informasi PDII Berdasarkan Pekerjaan (2008-2017) ... 29

Grafik 17. Media Pengguna Layanan Penelusuran Informasi PDII (2008-2017) ... 29

Grafik 18. Jumlah Kemasan Informasi PDII (1986-2017) ... 30

Grafik 19. Kemasan Informasi PDII berdasarkan Jenisnya (1986-2017) ... 30

(6)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai lembaga layanan publik, Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII-LIPI) bertanggung jawab untuk menginformasikan segala kegiatan layanan dan melaporkan hasil kegiatannya kepada masyarakat secara jelas, transparan, dan akurat. Berkaitan hal tersebut, Bidang Diseminasi Informasi sebagai unit kerja PDII yang langsung berhubungan dengan pelayanan publik berinisiatif menyediakan informasi tertulis yang terkait dengan organisasi dan data pemanfaatan layanan publik. Laporan ini merupakan hasil review pemanfaatan layanan publik PDII dalam kurun waktu tertentu terhadap layanan ISSN, perpustakaan, membership ISJD, penelusuran informasi, dan kemasan informasi. Laporan ini dianggap penting karena untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna PDII, baik pengguna internal maupun eksternal, khususnya bagi mereka yang sedang melakukan tugas penulisan dan penelitian tentang PDII dan sumber daya organisasinya.

1.2 Ruang Lingkup

Ruang lingkup laporan ini mencakup hal-hal sebagai berikut:

1) Organisasi PDII dan sumber dayanya;

2) Data pemanfaatan layanan PDII, yang terkait:

o Layanan ISSN (2007-2017);

o Layanan Perpustakaan (2004-2017);

o Layanan Membership ISJD (2015-2017);

o Layanan Penelusuran Informasi (2008-2017);

o Layanan Kemasan Informasi (1986-2017).

1.3 Tujuan dan Manfaat

Laporan ini disusun dengan tujuan:

1) menyediakan informasi tertulis bagi petugas ketika memberikan pelayanan kepada pengguna atau pemustaka;

2) menyediakan informasi tertulis kepada pengguna PDII yang sedang membuat karya tulis dan penelitian tentang PDII;

3) mengetahui sekilas organisasi dan sumber dayanya, serta data statistik pemanfaatan layanan PDII dari waktu ke waktu.

Berdasarkan tujuan di atas, laporan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pembaca pengguna, dan petugas layanan PDII. Manfaat laporan ini, antara lain:

1) dapat menjadi bahan evaluasi petugas dan lembaga untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengguna;

2) dapat menjadi bahan pengambilan kebijakan dan keputusan bagi pimpinan PDII dalam meningkatkan mutu pelayanan lembaga yang lebih baik di masa mendatang.

1.4 Sasaran

Sasaran laporan ini adalah dapat dipahami isinya oleh pemustaka dan pengguna jasa

PDII yang membaca dan memanfaatkannya untuk tujuan tertentu.

(7)

BAB 2 ORGANISASI PDII-LIPI

2.1 Sejarah PDII

2.1.1 PDIN Periode I (1965-1975)

 Sebelum menjadi nama Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII), PDII-LIPI bernama PDIN (Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional) berdasarkan Keputusan Menteri Urusan Research Nasional No.107/M/Kpts/Str/65. Menteri Research Nasional waktu itu adalah Dr.Sudjono D.Pusponegoro, beliau meresmikan PDIN tanggal 31 Juli 1965 di alamat Jl.Raden Saleh, 43 Jakarta Pusat, serta melantik Winarti Partaningrat, M.Sc. sebagai direktur PDIN yang pertama kali (Berita MIPI, Vol.IX, 1965, No.3-4, p 107 dalam Sudarsono, 1996).

 PDIN berdiri Resmi Tanggal 1 Juni 1965 dengan tugas memberikan penerangan dan penyebaran ilmu pengetahuan dengan cara menyediakan bahan literatur yang diperlukan karyawan riset dan karyawan lainnya yang bekerja dalam lembaga- lembaga ilmiah dan suatu industri yang memerlukan bahan-bahan literatur ilmiah (Berita MIPI, Vol.10 , 1966, No.1-2, p.l dalam Nuraini, 1998).

 PDIN dipimpinan oleh seorang Direktur dan dibantu oleh Asisten Direktur dan seorang Sekretaris, dan terdiri dari tiga pusat, yaitu Pusat Bibliografi, Pusat Perpustakaan, dan Pusat Reproduksi. Dalam struktur organisasi LIPI, PDIN berada di bawah Deputi Ketua Bidang Teknologi.

 Berdasarkan SK Ketua LIPI No.227/Kep/D.5/1968 Tanggal 20 Nopember 1968, Struktur Organisasi PDIN sebagai berikut (Nuraini, 1998).

Gambar 1. Struktur PDIN Periode I (1965-1975)

 Pada Tahun 1969, PDIN membantu usaha-usaha rehabilitasi perpustakaan- perpustakaan dengan menyelenggarakan “Kursus Perpustakaan dan Dokumentasi”, dengan peserta lembaga-lembaga penelitian di Indonesia.

2.1.2 PDIN Periode II (1975-1986)

 Pada tanggal 31 Juli 1975, PDIN berpindah lokasi di Jln.Jend.Gatot Subroto, No.10, Jakarta.

 Pada tanggal 4 Agustus 1975, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Jhon Ford,

menyerahkan secara simbolis buku-buku yang dihadiahkan dari Pemerintah Inggris

(8)

(yang sebelumnya disimpan di Gedung British Council) ke Pemerintah Indonesia (diwakili oleh Ketua LIPI, Prof.Dr.Ir.Bachtiar Rifai, di Gedung PDIN-LIPI).

 Tugas PDIN adalah memberikan pelayanan akan kebutuhan bahan-bahan bacaan keperluan penelitian, baik di lembaga-lembaga penelitian di Lingkungan LIPI maupun di luar lingkungan LIPI.

 Berdasarkan SK Ketua LIPI No.245B/Kep/D.5/75 Tanggal 15 Nopember 1975, Struktur Organisasi PDIN sebagai berikut (Nuraini, 1998).

Gambar 2. Struktur PDIN Periode II (1975-1986)

 Pada waktu itu, PDIN menyelenggarakan “Lokakarya Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Ilmiah untuk Indonesia” di Bandung, dengan menghasilkan 4 keputusan penting, yaitu:

1) Bibliotheca Bogoriensis¸melayani bidang biologi dan pertanian;

2) PDIN, melayani bidang ilmu pengetahuan dan teknologi;

3) Perpustakaan Departemen Kesehatan, melayani bidang kesehatan dan kedokteran;

4) Pusat Dokumentasi Ilmu Sosial (PDIS), melayani bidang ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan.

 Sejak Tahun 1975, PDIN sudah aktif di kegiatan-kegiatan dokumentasi dan informasi,

seperti FID (Federation International de Documentation), ASEAN, dan CONSAL

(Congres of Southeast Asian Librarians).

(9)

2.1.3 PDII Periode III (1986-2001)

 Sejak tahun 1986, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.1 1986, tanggal 13 Januari 1986. Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional (PDIN) berubah menjadi Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) di bawah Kedeputian Ketua LIPI Bidang Pembinaan Sarana Ilmiah (BINSARIL).

 Berdasarkan SK Ketua LIPI No.23/Kep/D.5/87 Tanggal 17 Januari 1987, Struktur Organisasi PDII-LIPI sebagai berikut (Laporan PDII-LIPI, 1998).

Gambar 3. Struktur PDII Periode III (1986-2001)

 PDII-LIPI memiliki tugas melaksanakan pembinaan dan pemberian jasa dokumentasi dan informasi ilmiah, sesuai dengan kebijaksanaan Ketua LIPI. Adapun fungsi PDII, antara lain:

1) Mempersiapkan rencana pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pemberian jasa bidang dokumentasi dan informasi ilmiah;

2) Memberikan jasa di bidang dokumentasi dan informasi IPTEK;

3) Melaksanakan dokumentasi hasil ilmiah yang terbit di Indonesia dan yang terbit di luar negeri mengenai Indonesia;

4) Memberikan jasa Perpustakaan IPTEK;

5) Melaksanakan pengumpulan hasil terbitan ilmiah Indonesia;

6) Membina pangkalan data bibliografi ilmiah nasional;

7) Melaksanakan penerbitan untuk menunjang penyebaran informasi;

8) Melaksanakan pengkajian bidang dokumentasi dan informasi ilmiah;

9) Membina sistem jaringan, kerjasama, prasarana dokumentasi dan informasi ilmiah;

10) Mengadakan evaluasi hasil kegiatan pembinaan dan pemberian jasa di bidang dokumentasi dan informasi ilmiah

 Pada Tahun 1987/1988, PDII memiliki program-program khusus, diantaranya:

1) Program Komputerisasi PDII—dengan sasaran: a) tersusunnya kerangka dasarPangkalan Data Bibliografi untuk artikel majalah dan buku, serta penerbitan indeks artikel majalah; b) terselenggaranya lokakarya yang berhubungan dengan komputer; c) terhimpunnya masukan dari pusat komputer dan perpustakaan lain;

2) NLDC-SEA (National Libraries and Documentation Center-Southeast Asia)—

yang dibentuk pada Tahun 1979 dengan beranggotakan perpustakaan-

(10)

perpustakaan nasional dari Malaysia, Muangthai, Filipina, Singapura, dan Indonesia (PDII-LIPI)

3) Penyebarluasan Terbitan NTIS (National Technical Information Service)—yang diberikan oleh US Department of Commerce di Indonesia sejak 27 Nopember 1977. Dalam hal ini, PDII bertindak sebagai badan tunggal pelayanan dan pemasaran jasa informasi NTIS di Indonesia.

2.1.4 PDII Periode IV (2001-2014)

 Sesuai SK Kepala LIPI NO.1151/M/2001 tanggal 5 Juni 2001, PDII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana dan program, pelaksanaan penelitian, pelayanan serta evaluasi dan penyusunan laporan. Dalam melaksanakan tugasnya, PDII menyelenggarakan fungsi :

1) Penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang dokumentasi dan informasi ilmiah;

2) Penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, pelaksanaan dan pelayanan di bidang dokumentasi dan informasi ilmiah;

3) Penyusunan rencana, program, serta pelaksanaan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi ilmiah;

4) Pengelolaan sarana teknis dokumentasi dan informasi ilmiah;

5) Evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pelayanan dokumentasi dan informasi ilmiah;

6) Pelaksanaan urusan tata usaha.

 Visi dan Misi PDII-LIPI periode ini:

Visi:

Menjadi Institusi Terdepan di Bidang Dokumentasi dan Informasi Ilmiah dalam Rangka Ikut Membangun Masyarakat yang Adil, Cerdas, Kreatif, Integratif, dan Dinamis Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang Humanistik.

Misi:

Melaksanakan Pembinaan, Penelitian, dan Pemberian Jasa di Bidang Dokumentasi dan Informasi Ilmiah.

 Berdasarkan Surat keputusan Kepala LIPI No.1151/M/2001 tanggal 5 Juni 2001, PDII mengalami perubahan Struktur Organisasi, dengan susunan sebagai berikut.

Gambar 4. Struktur PDII Periode IV (2001-2014)

(11)

Bagian Tata Usaha

Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan, persuratan, perlengkapan, dan rumah tangga. Bagian Tata Usaha bertanggung jawab untuk memfasilitasi semua urusan administrasi dan manajemen yang diperlukan PDII- LIPI dalam melaksanakan tugasnya. Dalam melaksanakan tugas, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

a) Pelaksanaan urusan kepegawaian;

b) Pelaksanaan urusan tata usaha, keuangan, kearsipan, rumah tangga, dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

Bagian Tata Usaha terdiri atas:

1) Sub.Bagian Kepegawaian

Sub.Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian;

2) Sub.Bagian Umum

Sub.Bagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, keuangan, kearsipan, rumah tangga, dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.

Bidang Dokumentasi

Bidang Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana, pelaksanaan dokumentasi ilmiah, serta evaluasi dan penyusunan laporan. Dalam melaksanakan tugas Bidang Dokumentasi menyelenggarakan fungsi:

1) Penyiapan bahan penyusunan pedoman akuisisi dan koleksi literatur, pengolahan literatur, serta basis data literatur;

2) Penyiapan bahan pemberian bimbingan teknisakuisisi dan koleksi literatur, pengolahan literatur, serta basis data literatur;

3) Penyiapan bahan penyusunan rencana dan pelaksanaan akuisisi dan koleksi literatur, pengolahan literatur, serta basis data literatur;

4) Evaluasi dan penyusunan laporan.

Bidang Dokumentasi terdiri atas:

1) Sub.Bidang Akuisisi dan Koleksi Literatur

Sub.Bidang Akuisisi dan Koleksi Literatur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi dan penyusunan laporan akuisisi dan koleksi literatur;

2) Sub.Bidang Pengolahan Literatur

Sub.Bidang Pengolahan Literatur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan laporan pengolahan literatur;

3) Sub.Bidang Pangkalan Data Literatur

Sub.bidang Pangkalan Data Literatur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi dan penyusunan laporan basis data literatur.

Bidang Informasi

Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana, pelaksanaan layanan informasi ilmiah, serta evaluasi dan penyusunan laporan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi:

1) Penyiapan bahan penyusunan pedoman jasa perpustakaan, penelusuran informasi, serta jasa kemasan informasi;

2) Penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis jasa perpustakaan, penelusuran informasi, serta jasa kemasan informasi;

3) Penyiapan bahan penyusunan rencana dan pelaksanaan jasa perpustakaan, penelusuran informasi, serta jasa kemasan informasi;

4) Evaluasi dan penyusunan laporan.

(12)

Bidang Informasi terdiri atas:

1) Sub.Bidang Jasa Perpustakaan

Sub.Bidang Jasa Perpustakaan melakukan pengembangan dan urusan pelayanan jasa perpustakaan dan layanan referensi singkat, serta pengelolaan;

2) Sub.Bidang Jasa Penelusuran Informasi

Sub.Bidang Jasa Penelusuran Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pelayanan jasa penelusuran dan konsultasi informasi ilmiah, serta melakukan pengembangan dan pengelolaan;

3) Sub.Bidang Jasa Kemasan Informasi

Sub.Bidang Jasa Kemasan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pelayanan, pengemasan informasi ilmiah, menyiapkan rencana penerbitan dalam bentuk cetak maupun digital serta melakukan pengembangan dan pengelolaan.

Bidang Pengembangan Sistem Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi

Bidang Pengembangan Sistem Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis penelitian, penyusunan rencana dan program, pelaksanaan penelitian, pemantauan, pemanfaatan, evaluasi, dan penyusunan laporan hasil penelitian bidang dokumentasi dan informasi.

Bidang Sarana Teknis

Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan sarana dokumentasi dan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi bidang reproduksi, sarana komputer dan kerja sama. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi:

1) Penyiapan bahan, perencanaan program, pembinaan, perawatan, pemeliharaan dan pengembangan sarana reproduksi dan komputer;

2) Pelaksanaan program dan kerja sama, pembinaan, pelayanan dan pengembangan sarana reproduksi dan komputer;

3) Pengelolaan, pengembangan, perawatan dan pengadministrasian sarana jaringan komputer.

Bidang Sarana Teknis terdiri atas:

1) Sub.Bidang Reprografi

Subbidang Reprografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan bidang reprografi.

2) Sub.Bidang Sarana komputer

Subbidang Sarana Komputer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan bidang komputer.

3) Sub.Bidang Kerja Sama

Subbidang Kerja sama mempunyai tugas melakukan pengembangan, perawatan dan administrasi kerja sama sarana jaringan komputer dengan instansi sejenis dan pemasaran produk.

Kelompok Jabatan Fungsional

 Kelompok Jabatan Fungsional pada Pusat dan masing-masing Bidang mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan yang berlaku.

 Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas beberapa jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai Kelompok Jabatan Fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.

Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Pusat.

 Kelompok Jabatan Fungsional yang ada di PDII terdiri atas pustakawan, peneliti,

arsiparis, perencana, pranata humas, pranata komputer, dan analis kepegawaian.

(13)

2.1.5 PDII Periode V (2014 - Sekarang)

 Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Pasal 360 yang menyatakan bahwa PDII mempunyai tugas melaksanakan pendokumentasian informasi ilmiah, menyediakan akses ke informasi ilmiah,dan pengkajian dan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi.

 Dalam melaksanakan tugasnya PDII menyelenggarakan fungsi:

b) Penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan program pengkajian dan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi;

c) Pendokumentasian informasi ilmiah;

d) Penyediaan akses ke informasi ilmiah;

e) Pengkajian dan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi;

f) Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pendokumentasian informasi ilmiah, penyediaan akses ke informasi ilmiah, pelaksanaan pengkajian dan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi;

g) Pelaksanaan urusan tata usaha.

 Visi dan Misi PDII-LIPI periode ini, adalah:

Visi:

Menjadi Repositori Nasional Bidang Sains dan Teknologi Terdepan di Indonesia.

Misi:

Membangun dan mengembangkan sistem repositori nasional bidang sains dan teknologi di Indonesia:

a) Menyediakan layanan informasi bidang sains dan teknologi kepada pemangku kepentingan;

b) Melaksanakan penelitian bidang dokumentasi dan informasi;

c) Melakukan pengelolaan pengetahuan;

d) Membangun kerjasama nasional dan internasional;

e) Melakukan penguatan kelembagaan.

 Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 1 Tahun 2014, Struktur Organisasi PDII sebagai berikut.

Gambar 5. Struktur PDII Periode V (2014 – Sekarang)

Bidang Dokumentasi

Mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, rencana, dan program, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pengelolaan dokumentasi.

Bidang Diseminasi Informasi

Mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, rencana, dan program,

pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pengelolaan diseminasi informasi.

(14)

Bidang Sarana Akses Informasi

Mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, rencana, dan program, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pengelolaan pangkalan data dan teknologi informasi serta alih media dan preservasi. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Sarana Akses Informasi menyelenggarakan fungsi:

1) Penyiapan kebijakan teknis, rencana, dan program pengelolaan pangkalan data dan teknologi informasi serta alih media dan preservasi;

2) Pelaksanaan pengelolaan pangkalan data dan teknologi informasi serta alih media dan preservasi;

3) Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pengelolaan pangkalan data dan teknologi informasi serta alih media dan preservasi.

Bidang Sarana Akses Informasi terdiri atas:

a) Subbidang Pangkalan Data dan Teknologi Informasi, mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan pengelolaan pangkalan data dan teknologi informasi;

b) Subbidang Alih Media dan Preservasi, mempunyai tugas melakukan pengelolaan alih media dan preservasi.

Bagian Tata Usaha

Mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

1) Pelaksanaan urusan kepegawaian;

2) Pelaksanaan urusan keuangan;

3) Pelaksanaan urusan umum.

Bagian Tata Usaha terdiri atas:

a) Subbagian Kepegawaian;

b) Subbagian Keuangan;

c) Subbagian Umum, mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaansarana penelitian, persuratan, kearsipan, pengelolaanperlengkapan, inventarisasi barang milik negara, dan rumah tangga.

2.2 Sumber Daya Organisasi 2.2.1 Pegawai PDII

Berdasarkan data kepegawaian PDII per-Desember 2017 diketahui ada sejumlah 115 orang (PNS). Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 dan Grafik 1.

Tabel 1. Jumlah Pegawai PDII

No Jabatan Jumlah

1 Pustakawan 23

2 Arsiparis 12

3 Peneliti 10

4 Pranata Komputer 3

5 Pranata Humas 2

6 Analis Kepegawaian 1

7 Perencana 0

8 Rangkap Jabatan 0

9 Struktural 10

10 Fungsional Umum 52

11 Diperbantukan 2

Total 115

Grafik 1. Jumlah Pegawai PDII

(15)

2.2.2 Koleksi PDII

Berdasarkan data koleksi atau literatur PDII di database LARAS (http://elib.pdii.lipi.go.id/katalog) dan ISJD (http://isjd.pdii.lipi.go.id/) per-Desember 2017 diketahui ada sekitar 641072 judul. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 2 dan Grafik 2.

Tabel 2. Jumlah Koleksi PDII No Jenis Koleksi Judul

1 Artikel Jurnal 351308 2 Laporan Penelitian 78976

3 Buku 83985

4 Makalah 80836

5 Tesis/Disertasi 32901

6 Paten 6859

7 Prosiding 6207

Total 641072

Grafik 2. Jumlah Koleksi PDII

Berdasarkan data terbitan di ISJD diketahui ada sejumlah 14305 jurnal dan 351308 judul artikel. Hal tersebut dapat dilihat pada Grafik 3.

Grafik 3. Jumlah Jurnal dan Artikel ISJD

2.2.3 Kerjasama PDII

PDII melakukan kerjasama dengan lembaga mitra, baik kerjasama nasional (dalam negeri) maupun kerjasama internasional (luar negeri). Lingkup kerjasamanya mencakup bidang dokumentasi, informasi, dan perpustakaan.

Kerjasama Nasional

Kegiatan kerjasama nasional PDII dengan lembaga mitra terbangun sejak tahun 1993 hingga sekarang. Program kerjasama ini fokus pada program diseminasi iptek ke masyarakat di daerah. Beberapa kegiatan kerjasama tingkat nasional yang telah dilakukan PDII, sebagai berikut:

1) Kerjasama PDII dengan Satuan Kerja LIPI di Serpong dan Cibinong—Layanan Unit Perpanjangan Jasa (UPJ) (1993);

2) Kerjasama PDII dengan Perguruan Tinggi Mitra—Layanan Unit Perpanjangan Layanan Informasi (UPLI) (1996);

3) Kerjasama PDII dengan Kementerian Ristek–Layanan Warung Informasi dan Teknologi (Warintek) dan IPTEKDA LIPI (2000);

4) Kerjasama PDII dengan Bappenas—Program Telecenter; Penyediaan Akses Internet di Daerah Terpencil dan Miskin (2003);

5) Kerjasama PDII dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika—Layanan Warung Masyarakat Informasi (Warmasif) (2005);

6) Kerjasama PDII dengan Fakultas Adab UIN Syarif Hidayatullah—Pemanfaatan Sumberdaya dan Fasilitas Layanan Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (2010);

7) Kerjasama PDII dengan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Global Informatika Multi Data Palembang—Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (2010);

8) Kerjasama PDII dengan Akademi Telkom Sandy Putra Jakarta—Pengelolaan

Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (2010);

(16)

9) Kerjasama PDII dengan Fakultas Ilmu Budaya UNDIP Semarang—Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (2010);

10) Kerjasama PDII dengan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya—Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (2011);

11) Kerjasama PDII dengan Pemerintah Kota Pekalongan—Pembangunan Database Litbang Kota Pekalongan (2011);

12) Kerjasama PDII dengan Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Jawa Tengah—

Pengembangan Sistem Pengelolaan Perpustakaan Digital, Dokumentasi, dan Informasi (2013);

13) Kerjasama PDII dengan Pusat Dokumentasi dan Jaringan Informasi Hukum Nasional Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN)—Pemanfaataan Jasa dan Fasilitas Layanan Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (2013);

14) Kerjasama PDII dengan Akademi Keperawatan Jayakarta—Pemanfaataan Jasa dan Fasilitas Layanan Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (2013);

15) Kerjasama PDII dengan Kantor RISTEKIN Kota Pekalongan—Kerjasama Pusat Layanan dan Informasi Hasil Penelitian, 3 Tahun (2014);

16) Kerjasama PDII dengan Universitas Ar-Raniry Aceh—Penyediaan dan Penyebaran Informasi Ilmiah, 3 Tahun (2014);

17) Kerjasama PDII dengan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pekalongan—Pengembangan Sistem Pengelolaan Perpustakaan Digital, Dokumentasi, dan Informasi, 3 Tahun (2014);

18) Kerjasama PDII dengan UPT Pengajuan Sertifikasi Mutu Barang Lembaga Tembakau Jember—Kerjasama Pengembangan Sistem Pengelolaan Informasi, Dokumentasi, dan Edukasi Tembakau, 3 Tahun (2015);

19) Kerjasama PDII dengan UIN Sultan Syarif Kasim Riau—Penyediaan dan Penyebaran Informasi Ilmiah, 3 Tahun (2015);

20) Kerjasama PDII dengan Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta—

Program Peningkatan Kemampuan SDM dalam Mengakses Informasi Ilmiah serta Pemanfaatannya dalam Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, 3 Tahun (2015);

21) Kerjasama PDII dengan House Of Rice—Pengembangan Sistem Pengelolaan Dokumentasi, Informasi, dan Edukasi Beras, 3 Tahun (2016);

22) Kerjasama PDII dengan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pekalongan—Pengembangan Sistem Digitalisasi Layanan Perpustakaan, Dokumentasi, dan Informasi Kegiatan Pembuatan Kemasan Teknologi Tepat Guna (TTG), 1 Tahun (2016);

23) Kerjasama PDII dengan Poltekkes Kemenkes Malang—Program Pendidikan Peningkatan Kualitas SDM, 1 Tahun (2016);

24) Kerjasama PDII dengan STAIN Kudus -- Pusat Layanan dan Informasi serta Program Peningkatan Kemampuan Sumberdaya dalam Mengakses Informasi Ilmiah serta Pemanfaatannya dalam Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, 3 Tahun (2016);

25) Kerjasama PDII dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta—Pusat Layanan dan Informasi Hasil Penelitian Akses Informasi Ilmiah serta Pemanfaatannya dalam Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, 3 Tahun (2016);

26) Kerjasama PDII dengan Universitas Negeri Manado—Program Peningkatan Kemampuan Sumberdaya dalam Mengakses Informasi Ilmiah serta Pemanfaatannya dalam Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, 3 Tahun (2016);

27) Kerjasama PDII dengan Pasca-Sarjana Universitas Sahid Jakarta—Inhouse Training “Penerbitan Jurnal Elektronik” dengan Universitas Sahid (2017);

28) Kerjasama PDII dengan Institut Teknologi Telkom Purwokerto–Workshop Diseminasi Iptek dan Penulisan Ilmiah (2017);

29) Kerjasama PDII dengan NELITI (http://neliti.com) –Data Sharing dan Cross-

Promotion Akses Database (2017);

(17)

30) Kerjasama PDII dengan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian—Portal Referensi Ilmiah (2017);

31) Kerjasama PDII dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna – Diseminasi Kegiatan dan Hasil Penelitian Melalui Pojok Iptek pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna (2017);

32) Kerjasama PDII dengan Dirjen Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM—Peningkatan Kompetensi SDM dalam Pengelolaan Jurnal Ilmiah Elektronik (2017);

33) Kerjasama PDII dengan Universitas Respati Indonesia (URINDO)—Program Peningkatan Kualitas SDM melalui Publikasi Ilmiah (2017).

Kerjasama Internasional

Di tingkat internasional, PDII sejak tahun 1975 sudah aktif dalam berbagai kerjasama dengan lembaga dan forum internasional, seperti British Council, FID (Federation International de Documentation), CONSAL (Conference of Southeast Asian Librarians), NLDC-SEA (National Libraries and Documentation Center-Southeast Asia), NTIS (National Technical Information Service) yang bekerjasama dengan US Department of Commerce, KITLV (Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies), MOW UNESCO, serta ASFA FAO. Berikut ini beberapa kegiatan kerjasama internasional yang pernah dilakukan PDII.

1) Partnership Agreement Providing for Coorporation in The Preparation and Publication of The Aquatic Sciences and Fisheries Abstracts (ASFA) and For The Reconstitution of The Advisory Board (2014-Sekarang);

2) International Standard Serial Number (ISSN) Working Agreement Between ISSN Internaional Centre and ISSN National Centre (2014-Sekarang);

3) Working Agreement Between Pusat Dokumetasi dan Informasi Ilmiah-LIPI and The Library Of Congress Jakarta and KITLV on Documentation and Preservation of Grey Literature (2011-Sekarang);

4) LIPI and Leiden University on Concerning Scientific Research and Exchange (2014-Sekarang);

5) Recommendation of Jakarta Roundtable Meeting -- Nominated as Memory Of the World (2015-sekarang);

6) Bandung +60 Rethinking Emerging Forces: Building Sovereignty, Preventing Hegemony Challenges for Emerging Forces in the Globalised World (2015- sekarang).

7) Agreement between of The National Research Council of Thailand and National Research Council of The Philipines and National Council for Science and Technology Policy Vietnam, and LIPI (2015-sekarang).

2.2.4 Pelatihan PDII

Kegiatan pelatihan PDII mencakup pelatihan dokumentasi, informasi, dan perpustakaan, seperti:

1) Manajemen Penerbitan Jurnal Ilmiah Elektronik (OJS) Menuju Terakreditasi Nasional dan Bereputasi Internasional;

2) Publikasi Ilmiah di Jurnal Terakreditasi Nasional dan Bereputasi Internasional;

3) Pembuatan Kemasan Informasi Digital;

4) Metodologi Penelitian Bidang Perpustakaan Metodologi Penelitian Bidang Perpustakaan;

5) Dokumentasi Dokumen Dalam Bentuk Media Digital.

Bagi lembaga dan pihak-pihak yang berkepentingan yang berminat mengikuti program

pelatihan di atas, dapat menghubungi bagian humas dan kerjasama PDII (Sub.bagian

Umum, Bagian Tata Usaha) di Gedung A PDII-LIPI, Jl.Jend.Gatot Subroto No.10 Jakarta

Selatan 12710.

(18)

2.3 Kontak Layanan PDII

Berikut ini kontak email layanan PDII yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna.

 Layanan Perpustakaan dan Informasi Publik ([email protected])

 Layanan Pemesanan Literatur ([email protected])

 Layanan ISSN ([email protected])

 Layanan Serah Simpan Jurnal ([email protected])

 Layanan Kerjasama dan Pelatihan ([email protected])

 Layanan Izin Kunjungan dan Penelitian ([email protected])

 Layanan Magang/PKL ([email protected])

 Sekretariat/Redaksi Jurnal BACA ([email protected])

 Sekretariat/Redaksi Loknas Dokinfo ([email protected])

Selain kontak email di atas, pengguna atau masyarakat dapat menghubungi petugas di nomor telepon:

 PPID PDII (Telp./WA. 089678992990)

 Operator PDII (Telp.021-5733465; 5251063; 5250719/ Fax.021-5733467)

Alamat media sosial PDII dapat diakses di:

 Facebook PDII (Pdii Lipihttps://www.facebook.com/pdiilipi)

 Twitter PDII (@Meja Informasi/@PDII_LIPIhttps://twitter.com/PDII_LIPI)

 Youtube PDII

(Redaksi PDII LIPI

https://www.youtube.com/channel/UCU1yrKaMkiK3xsKKg6iEWQw)

(19)

BAB 3 PEMANFAATAN LAYANAN PDII-LIPI

Di bawah ini dijelaskan sekilas tentang laporan pemanfaatan layanan PDII, yang terkait dengan Layanan ISSN (2007-2017); Layanan Perpustakaan (2004-2017); Layanan Membership ISJD (2015-2017); Layanan Penelusuran Informasi (2008-2017); dan Layanan Kemasan Informasi (1986-2017).

3.1 Layanan ISSN

Layanan ISSN merupakan layanan PDII berupa pemberian nomor unik untuk terbitan berkala atau berseri, seperti jurnal, majalah, tabloid, bulletin, warta/berita, laporan tahunan, dan terbitan berkala lainnya. Layanan ISSN di PDII ada sejak tahun 1974. Mulai tahun 2007 pemberian layanan ISSN diberikan secara online, melalui database ISSN sebagai berikut (Gambar 6).

Gambar 6. Database ISSN PDII

(http://issn.pdii.lipi.go.id/ atau http://issn.lipi.go.id/)

Berdasarkan data ISSN per-Desember 2017 diketahui ada sejumlah 38971 judul terbitan berkala yang telah dikelola oleh PDII. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 3 dan Grafik 10.

Tabel 3. Jumlah Terbitan Berkala ber-ISSN di PDII (2007-2017)

No. Tahun Jumlah

1 2007 12375

2 2008 153

3 2009 416

4 2010 709

5 2011 1400

6 2012 3767

7 2013 2137

8 2014 2978

9 2015 5817

10 2016 4554

11 2017 4665

Total 38971 Grafik 4. Jumlah Terbitan Berkala ber-ISSN di PDII (2007-2017)

(20)

Berdasarkan tabel dan grafik di atas, terlihat bahwa jumlah terbitan ber-ISSN dengan jumlah terbanyak pada 2007 karena datanya merupakan gabungan dari data terbitan ISSN sebelum tahun 2007, yakni tahun 1974 – 2006.

3.2 Layanan Perpustakaan

Perpustakaan PDII merupakan perpustakaan khusus milik pemerintah yang memiliki tupoksi penyediaan literatur ilmiah untuk mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian, khususnya bagi sivitas LIPI dan umumnya bagi masyarakat. Pemustaka PDII tidak hanya berasal dari sivitas LIPI tetapi juga dari pengguna eksternal, seperti mahasiswa, peneliti, dosen, guru, karyawan/industri, pelajar, pustakawan, dan sebagainya.

3.2.1 Pemustaka PDII

Berdasarkan data layanan perpustakaan tahun 2004-2017 diketahui ada sejumlah 219621 pemustaka. Dalam kurun waktu tersebut diketahui jumlah pemustaka PDII paling banyak terjadi pada tahun 2004 (31299 orang). Sementara trend pengunjung perpustakaan hingga kini (tahun 2017) mengalami penurunan, terlihat bahwa jumlah pemustaka pada tahun 2017 hanya 1883 orang. Hal tersebut disebabkan karena perubahan perilaku pemustaka yang lebih cenderung menyukai layanan online, seperti memesan informasi/literatur ke PDII melalui email; dan banyaknya database ilmiah open access yang disediakan oleh perpustakaan lain. Data jumlah kunjungan pemustaka PDII tersebut dapat dilihat pada Grafik 5 .

Grafik 5. Jumlah Pemustaka PDII (2004-2017)

Kemudian dilihat dari dari pekerjaan pemustaka diketahui bahwa mahasiswa S1 merupakan jumlah pemustaka PDII terbanyak (173793 orang) dan paling sedikit dari kalangan peneliti LIPI (559 orang). Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 4 dan Grafik 6.

Tabel 4. Pemustaka PDII Berdasarkan Pekerjaan (2004-2017)

N o

Pekerjaan Jumla h 1 Mahasiswa S1 173793 2 Mahasiswa D3 10281 3 Mahasiswa S2/S3 9979

4 Umum 8728

5 Pelajar 5739

6 Karyawan/Industri 3128 7 Peneliti Non-LIPI 2818 8 Pendidik

(Guru/Dosen)

2171

9 PNS/TNI 1679

10 Pustakawan 746

11 Peneliti LIPI 559 Total 219621

Grafik 6. Pemustaka PDII Berdasarkan Pekerjaan (2004-2017)

(21)

3.2.2 Anggota Perpustakaan

Meskipun tidak sebanyak dengan jumlah anggota perpustakaan di instansi lain, Perpustakaan PDII tetap berkomitmen menyediakan layanan keanggotaan/sirkulasi untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Sampai saat ini layanan keanggotaan di Perpustakaan PDII masih sistem manual. Dari tahun 2004-2017 diketahui ada sejumlah 1340 orang anggota perpustakaan. Dalam kurun waktu tersebut, diketahui jumlah anggota perpustakaan dengan jumlah terbanyak terjadi pada tahun 2006 (279 orang) dan paling sedikit tahun 2014 (11 orang). Hal tersebut dapat dilihat pada Grafik 7.

Grafik 7. Jumlah Anggota Perpustakaan PDII (2004-2017)

Dilihat dari status asal anggota diketahui bahwa peneliti dan karyawan LIPI merupakan anggota perpustakaan PDII dengan jumlah terbanyak (525 orang) dan jumlah anggota paling sedikit berasal dari umum (9 orang). Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 5 dan Grafik 8.

Tabel 5. Status Anggota Perpustakaan PDII (2004-2017)

No Status Jumlah

1

Peneliti/Karyawa

n LIPI (AL/BL) 525 2 Mahasiswa (C) 443 3 Karyawan (B) 205 4 Peneliti (A) 158

5 Umum (D) 9

Total 1340 Grafik 8. Status Anggota Perpustakaan PDII (2004-2017)

(22)

3.2.3 Pemanfaatan koleksi/Literatur

Berdasarkan data tahun 2004-2017 diketahui jumlah pemanfaatan koleksi perpustakaan PDII sebanyak 1036239 judul/eksemplar. Dalam kurun waktu tersebut diketahui jumlah pemanfaatan koleksi dengan jumlah terbanyak terjadi pada tahun 2006 (184443 judul/eksemplar) dan paling sedikit terjadi pada tahun 2015 (4270 judul/eksemplar). Hal tersebut dapat dilihat pada Grafik 9.

Grafik 9. Jumlah Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan PDII (2004-2017)

Dilihat dari jenis koleksi yang dimanfaatkan pemustaka, diketahui jurnal/majalah ilmiah merupakan koleksi yang paling banyak dimanfaatkan pemustaka (373632 judul/eksemplar), dan mikrofis merupakan koleksi yang paling sedikit dimanfaatkan pemustaka (52 judul). Pemanfaatan koleksi perpustakaan PDII tersebut dapat dilihat pada Tabel 6 dan Grafik 10.

Tabel 6. Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan PDII Berdasarkan

Jenisnya (2004-2017) No Jenis Koleksi Jumlah

1

Jurnal/

Majalah Ilmiah 373632

2

Majalah Catu/Luar Negeri

208438

3

Umum dan

IPSK 160349

4

Laporan

Penelitian/RUT 87640 5 Tesis/Disertasi 84789 6 Referensi 51817 7

Koleksi Wanita

dan Anak 43028

8 Meja Informasi 14337

9 TTG 12157

10 Mikrofis 52

TOTAL 1036239

Grafik 10. Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan PDII Berdasarkan Jenisnya (2004-2017)

3.2.4 Layanan Meja Informasi

Layanan meja informasi merupakan layanan referensi untuk membantu pemenuhan

kebutuhan informasi pengguna atau pemustaka secara cepat, jelas, dan tuntas, baik

yang datang secara langsung (di perpustakaan) maupun tidak langsung (online). Di

meja informasi, petugas dapat memberikan pelayanan referensi, konsultasi

perpustakaan, penelusuran informasi, bimbingan pemustaka, dan membalas surat

izin studi literatur atau observasi di perpustakaan. Bagi pemustaka yang tidak dapat

datang ke perpustakaan dapat mengajukan pertanyaan ke petugas meja informasi

secara online di email: [email protected]. Berdasarkan data tahun 2004-

2017 diketahui ada sejumlah 19125 kali layanan rujukan di meja informasi. Dari

(23)

jumlah tersebut diketahui bahwa jumlah pengguna terbanyak terjadi pada tahun 2004 (3536 kali) dan paling sedikit tahun 2017 (268 kali). Hal tersebut dapat dilihat pada Grafik 11.

Grafik 11. Jumlah Pengguna Layanan Meja Informasi Perpustakaan PDII (2004-2017)

Berdasarkan grafik di atas, diketahui bahwa pengguna layanan memanfaatkan meja informasi dengan cara datang (13615 kali), telepon (3278 kali), dan email (2232 kali).

Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 7 dan Grafik 12.

Tabel 7. Media Layanan Pengguna Meja Informasi (2004-2017) No Meja informasi Jumlah

1

Datang (Tatap

Muka) 13615

2 Telepon 3278

3 E-mail 2232

Total 19125

Grafik 12. Media Layanan Pengguna Meja Informasi (2004- 2017)

3.3 Layanan Membership ISJD

Layanan memberhip ISJD merupakan layanan akses artikel digital jurnal full text yang bersumber dari database ISJD (http://isjd.pdii.lipi.go.id/) dengan sistem keanggotaan.

Layanan ini disebut juga layanan membership online PDII. Pemustaka dan masyarakat

yang ingin mengakses dan men-download artikel full text harus mendaftar terlebih

dahulu, dan akunnya diaktivasi oleh petugas. Layanan ini di launching sejak Juni 2015,

bertepatan dengan HUT PDII-LIPI ke-50 pada Acara Ekspose dan Pameran Jasa PDII-

LIPI di Jakarta. Berikut ini menu pendaftaran membership online di database ISJD

(Gambar 7).

(24)

Gambar 7. Menu Pendaftaran Membership Online ISJD (http://isjd.pdii.lipi.go.id/#)

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh anggota Membership ISJD, diantaranya sistem keanggotaan ini tidak menggunakan sistem kartu, tetapi sistem kuota dengan cara top up. Sistem kuota ini bertujuan untuk memudahkan pemantauan petugas dalam pemanfaatan artikel oleh anggota, baik artikel yang dibaca maupun di-download. Setiap pengakses akan mendapatkan kuota akses artikel digital secara gratis sebanyak 20 artikel. Apabila kuota akses artikel habis (karena di-download), petugas akan menambahkan kuota baru sejumlah 20 artikel (gratis) dan seterusnya. Pemanfaatan layanan ini dapat dilakukan secara personal (individu) atau kolektif lembaga (sistem kerjasama). Berdasarkan data layanan membership ISJD dari 1 Juni 2015 - 31 Desember 2017 diketahui terdapat 8437 orang yang terdaftar sebagai anggota. Dari jumlah tersebut diketahui 3852 orang berjenis kelamin laki-laki dan 4585 orang berjenis kelamin perempuan. Hal tersebut dapat dilihat pada Grafik 13.

Grafik 13. Anggota Membership ISJD Berdasarkan Jenis Kelamin (2015-2017)

Dilihat dari status pekerjaan anggota diketahui bahwa mahasiswa S1 merupakan anggota dengan jumlah yang terbanyak (5637 orang), dan paling sedikit yaitu pegawai LIPI (17 orang). Hal tersebut dapat dilihat pada Grafik 14.

Grafik 14. Anggota Membership ISJD Berdasarkan Pekerjaan (2015-2017)

Dilihat dari asal daerah terlihat bahwa anggota membership ISJD berasal dari berbagai daerah kota/kabupaten di Indonesia. Berdasarkan data layanan diketahui ada sejumlah 306 kota/kabupaten asal daerah anggota, dan Kota Yogyakarta merupakan asal daerah anggota dengan jumlah terbanyak, yaitu 1750 orang. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Sebara Daerah Anggota Membership ISJD (2015-2017)

No Kota/Kabupaten Jumlah No Kota/Kabupaten Jumlah

1 Kota Yogyakarta 1750 154 Kota Payakumbuh 4

2 Kota Jakarta Selatan 509 155 Kabupaten Lampung Selatan 4

3 Kota Jakarta Timur 365 156 Kabupaten Belitung 4

4 Kota Bandung 252 157 Kabupaten Blora 4

5 Kota Semarang 237 158 Kabupaten Lumajang 4

6 Kota Surabaya 232 159 Kabupaten Ngawi 4

(25)

7 Kota Medan 213 160 Kota Probolinggo 4

8 Kota Bekasi 190 161 Kota Mojokerto 4

9 Kota Malang 171 162 Kabupaten Banjar 4

10 Kota Pekanbaru 163 163 Kabupaten Berau 4

11 Kota Jakarta Barat 159 164 Kota Bontang 4

12 Kota Tangerang Selatan 146 165 Kabupaten Wajo 4

13 Kota Tangerang 144 166 Kota Baubau 4

14 Kabupaten Bogor 143 167 Kabupaten Aceh Barat 3

15 Kota Jakarta Pusat 142 168 Kabupaten Pidie 3

16 Kota Depok 141 169 Kota Langsa 3

17 Kota Makassar 138 170 Kabupaten Indragiri Hilir 3

18 Kota Bogor 125 171 Kabupaten Ogan Ilir 3

19 Kota Padang 102 172 Kota Lubuklinggau 3

20 Kabupaten Sleman 93 173 Kabupaten Rejang Lebong 3

21 Kota Palembang 89 174 Kabupaten Lampung Timur 3

22 Kota Surakarta 86 175 Kabupaten Lampung Tengah 3

23 Kota Jakarta Utara 83 176 Kabupaten Bangka 3

24 Kabupaten Bandung Barat 83 177 Kabupaten Kuningan 3

25 Kota Bandar Lampung 75 178 Kota Banjar 3

26 Kabupaten Bandung 75 179 Kabupaten Trenggalek 3

27 Kabupaten Bekasi 74 180 Kabupaten Pamekasan 3

28 Kabupaten Bantul 74 181 Kabupaten Lebak 3

29 Kabupaten Banyumas 68 182 Kabupaten Ketapang 3

30 Kabupaten Tangerang 60 183 Kabupaten Kutai Kartanegara 3

31 Kota Banda Aceh 59 184 Kota Bitung 3

32 Kota Samarinda 56 185 Kabupaten Bulukumba 3

33 Kota Jambi 53 186 Kota Palopo 3

34 Kota Sukabumi 52 187 Kabupaten Muna 3

35 Kabupaten Sidoarjo 51 188 Kota Ternate 3

36 Kabupaten Cilacap 46 189 Kabupaten Manokwari 3

37 Kota Denpasar 45 190 Kota Sorong 3

38 Kota Banjarmasin 45 191 Kabupaten Simeulue 2

39 Kabupaten Jember 43 192 Kota Subulussalam 2

40 Kabupaten Klaten 39 193 Kabupaten Mandailing Natal 2

41 Kabupaten Semarang 39 194 Kabupaten Asahan 2

42 Kota Mataram 38 195 Kabupaten Dairi 2

43 Kota Bengkulu 36 196 Kabupaten Karo 2

44 Kabupaten Malang 33 197 Kota Tanjung Balai 2

45 Kota Pontianak 33 198 Kota Tebing Tinggi 2

46 Kabupaten Kebumen 32 199 Kota Gunungsitoli 2

47 Kota Serang 32 200 Kabupaten Tanah Datar 2

48 Kabupaten Gresik 31 201 Kota Padang Panjang 2

49 Kota Manado 30 202 Kabupaten Kerinci 2

50 Kabupaten Kudus 27 203 Kabupaten Sarolangun 2

51 Kabupaten Tulungagung 26 204 Kabupaten Batang Hari 2

52 Kota Balikpapan 25 205 Kabupaten Ogan Komering Ulu 2

53 Kabupaten Sumedang 24 206 Kabupaten Lahat 2

(26)

54 Kabupaten Cirebon 22 207 Kabupaten Musi Rawas 2 55 Kabupaten Purworejo 22 208 Kabupaten Ogan Komering Ulu

Timur

2

56 Kabupaten Sukoharjo 22 209 Kabupaten Lampung Barat 2

57 Kabupaten Tegal 22 210 Kabupaten Tulangbawang 2

58 Kabupaten Ponorogo 22 211 Kabupaten Bangka Barat 2

59 Kabupaten Karawang 21 212 Kabupaten Pangandaran 2

60 Kota Cimahi 21 213 Kabupaten Situbondo 2

61 Kabupaten Brebes 21 214 Kabupaten Sampang 2

62 Kota Kendari 21 215 Kota Blitar 2

63 Kabupaten Sukabumi 20 216 Kabupaten Pandeglang 2

64 Kota Pekalongan 20 217 Kabupaten Jembrana 2

65 Kota Palu 20 218 Kabupaten Karang Asem 2

66 Kota Tasikmalaya 19 219 Kabupaten Buleleng 2

67 Kabupaten Purbalingga 17 220 Kabupaten Lombok Barat 2

68 Kabupaten Wonosobo 17 221 Kabupaten Lombok Tengah 2

69 Kabupaten Lombok Timur 17 222 Kabupaten Sumbawa Barat 2

70 Kabupaten Cianjur 16 223 Kabupaten Kupang 2

71 Kabupaten Karanganyar 16 224 Kabupaten Kubu Raya 2

72 Kabupaten Pati 16 225 Kabupaten Hulu Sungai Utara 2

73 Kota Kediri 16 226 Kota Tomohon 2

74 Kota Palangka Raya 16 227 Kabupaten Maros 2

75 Kota Pangkal Pinang 15 228 Kabupaten Bone 2

76 Kabupaten Ciamis 15 229 Kabupaten Soppeng 2

77 Kota Cirebon 15 230 Kabupaten Enrekang 2

78 Kabupaten Temanggung 15 231 Kabupaten Konawe 2

79 Kota Salatiga 15 232 Kabupaten Kolaka 2

80 Kabupaten Pasuruan 15 233 Kota Tidore Kepulauan 2

81 Kabupaten Banjarnegara 14 234 Kabupaten Jayapura 2

82 Kabupaten Kendal 14 235 Kebumen 1

83 Kabupaten Kulon Progo 14 236 Kabupaten Aceh Singkil 1

84 Kabupaten Purwakarta 13 237 Kabupaten Aceh Selatan 1

85 Kabupaten Jepara 13 238 Kabupaten Aceh Tengah 1

86 Kabupaten Gunung Kidul 13 239 Kabupaten Aceh Jaya 1

87 Kabupaten Jombang 13 240 Kota Sabang 1

88 Kabupaten Lamongan 13 241 Kabupaten Nias 1

89 Kota Banjar Baru 13 242 Kabupaten Labuhan Batu 1

90 Kota Gorontalo 13 243 Kota Sibolga 1

91 Kota Bukittinggi 12 244 Kabupaten Pesisir Selatan 1

92 Kabupaten Garut 12 245 Kabupaten Agam 1

93 Kabupaten Magelang 12 246 Kabupaten Lima Puluh Kota 1

94 Kabupaten Demak 12 247 Kabupaten Pasaman 1

95 Kota Magelang 12 248 Kabupaten Solok Selatan 1

96 Kabupaten Kediri 12 249 Kabupaten Dharmasraya 1

97 Kota Pasuruan 12 250 Kabupaten Pasaman Barat 1

98 Kota Jayapura 12 251 Kota Solok 1

99 Kabupaten Indramayu 11 252 Kota Sawah Lunto 1

(27)

100 Kabupaten Blitar 11 253 Kabupaten Kuantan Singingi 1

101 Kabupaten Mojokerto 11 254 Kabupaten S I A K 1

102 Kabupaten Nganjuk 11 255 Kabupaten Merangin 1

103 Kabupaten Pemalang 10 256 Kabupaten Tanjung Jabung Timur 1

104 Kabupaten Banyuwangi 10 257 Kabupaten Bungo 1

105 Kota Cilegon 10 258 Kota Sungai Penuh 1

106 Kota Tanjung Pinang 9 259 Kabupaten Banyu Asin 1

107 Kabupaten Tasikmalaya 9 260 Kota Prabumulih 1

108 Kabupaten Sragen 9 261 Kabupaten Seluma 1

109 Kabupaten Pekalongan 9 262 Kabupaten Pesawaran 1

110 Kabupaten Tuban 9 263 Kabupaten Tulang Bawang Barat 1

111 Kabupaten Sumenep 9 264 Kabupaten Bangka Selatan 1

112 Kabupaten Serang 9 265 Kabupaten Karimun 1

113 Kabupaten Bengkalis 8 266 Kabupaten Bintan 1

114 Kota Metro 8 267 Kabupaten Natuna 1

115 Kabupaten Subang 8 268 Kabupaten Kepulauan Anambas 1

116 Kabupaten Boyolali 8 269 Kabupaten Bondowoso 1

117 Kota Tegal 8 270 Kabupaten Tabanan 1

118 Kota Kupang 8 271 Kabupaten Klungkung 1

119 Kota Tarakan 8 272 Kabupaten Bangli 1

120 Kabupaten Gowa 8 273 Kabupaten Sumbawa 1

121 Kota Parepare 8 274 Kabupaten Dompu 1

122 Kota Ambon 8 275 Kabupaten Bima 1

123 Kabupaten Aceh Besar 7 276 Kabupaten Sumba Barat 1

124 Kabupaten Deli Serdang 7 277 Kabupaten Sumba Timur 1

125 Kabupaten Solok 7 278 Kabupaten Sikka 1

126 Kabupaten Bengkulu Utara 7 279 Kabupaten Ngada 1

127 Kabupaten Rembang 7 280 Kabupaten Rote Ndao 1

128 Kabupaten Batang 7 281 Kabupaten Sambas 1

129 Kabupaten Magetan 7 282 Kabupaten Bengkayang 1

130 Kota Madiun 7 283 Kabupaten Sanggau 1

131 Kota Batu 7 284 Kabupaten Sintang 1

132 Kabupaten Badung 7 285 Kabupaten Sekadau 1

133 Kabupaten Gorontalo 7 286 Kota Singkawang 1

134 Kota Lhokseumawe 6 287 Kabupaten Kotawaringin Barat 1

135 Kota Pematang Siantar 6 288 Kabupaten Tapin 1

136 Kabupaten Majalengka 6 289 Kabupaten Tanah Bumbu 1

137 Kabupaten Wonogiri 6 290 Kabupaten Paser 1

138 Kabupaten Pacitan 6 291 Kabupaten Kutai Barat 1

139 Kabupaten Bojonegoro 6 292 Kabupaten Bulungan 1

140 Kabupaten Gianyar 6 293 Kabupaten Minahasa 1

141 Kota Padangsidimpuan 5 294 Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

1

142 Kabupaten Muaro Jambi 5 295 Kabupaten Banggai 1

143 Kabupaten Lampung Utara 5 296 Kabupaten Sigi 1

144 Kabupaten Pringsewu 5 297 Kabupaten Morowali Utara 1

145 Kota Batam 5 298 Kabupaten Sidenreng Rappang 1

(28)

146 Kabupaten Grobogan 5 299 Kabupaten Luwu 1

147 Kabupaten Probolinggo 5 300 Kabupaten Tana Toraja 1

148 Kabupaten Madiun 5 301 Kabupaten Luwu Utara 1

149 Kabupaten Bangkalan 5 302 Kabupaten Toraja Utara 1

150 Kota Bima 5 303 Kabupaten Majene 1

151 Kabupaten Bireuen 4 304 Kabupaten Mamuju 1

152 Kota Binjai 4 305 Kabupaten Halmahera Utara 1

153 Kabupaten Padang Pariaman 4 306 Kabupaten Nabire 1

Total 8198 Total 284

3.4 Layanan Penelusuran Informasi

Layanan penelusuran informasi merupakan layanan pemesanan dan pemberian informasi/ literatur ilmiah secara online. Layanan ini dapat dimanfaatkan ketika pemustaka atau pengguna tidak memiliki waktu untuk datang ke PDII, sehingga mereka dapat menyampaikan informasi atau literatur yang dibutuhkan secara online, misalnya melalui email: [email protected] dan mengisi form layanan penelusuran online (Gambar 7).

Gambar 8. Formulir Layanan Penelusuran Informasi PDII

(http://pdii.lipi.go.id/penelusuran/ atau http://bit.ly/formpenelusuranPDII-LIPI)

Berdasarkan data layanan penelusuran informasi tahun 2008 – 2017 diketahui ada

sejumlah 3385 orang yang memanfaatkan jasa tersebut. Dalam kurun waktu tersebut

diketahui bahwa jumlah pengguna layanan penelusuran paling banyak terjadi pada

tahun 2016 (947 orang) dan paling sedikit pada tahun 2011 (61 orang). Hal tersebut

dapat dilihat pada Grafik 15.

(29)

Grafik 15. Jumlah Pengguna Layanan Penelusuran Informasi PDII (2008-2017)

Dilihat dari status pekerjaan terlihat bahwa mahasiswa (S1/S2/S3) merupakan pengguna terbanyak jasa penelusuran informasi (2404 orang) dan paling sedikit dari kalangan pustakawan (13 orang). Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 9 dan Grafik 16.

Tabel 9. Pengguna Layanan Penelusuran Informasi PDII Berdasarkan Pekerjaan (2008-

2017)

No. Profesi Jumla h 1 Mahasiswa

(S1/S2/S3)

2404

2 Umum 276

3 Peneliti Non- LIPI

204

4 Swasta 198

5 Pendidik (Guru/Dosen)

110 6 Peneliti LIPI 96

7 PNS/TNI 84

8 Pustakawan 13

TOTAL 3385

Grafik 16. Pengguna Layanan Penelusuran Informasi PDII Berdasarkan Pekerjaan (2008-2017)

Dilihat dari cara pemesan informasi ke layanan ini terlihat bahwa email merupakan media dan yang paling banyak digunakan untuk memesan informasi ke PDII (3285 kali) dan yang paling sedikit adalah pengguna yang datang langsung ke PDII (1 orang). Hal tersebut dapat dilihat pada Grafik 17.

Grafik 17. Media Pengguna Layanan Penelusuran Informasi PDII (2008-2017)

(30)

3.5 Layanan Kemasan Informasi

Layanan kemasan informasi merupakan layanan kesiagaan informasi berupa layanan kemas ulang informasi atau pengetahuan ilmiah. Format kemasan informasi ini ada dua, yaitu cetak dan digital. Konten kemasan informasi berisi informasi ilmiah mutakhir dalam bidang tertentu yang memiliki nilai tepat guna dan ekonomis. Berdasarkan data kemasan informasi PDII tahun 1986 – 2017 diketahui ada 611 judul. Dari jumlah tersebut diketahui bahwa jumlah kemasan informasi terbanyak diproduksi pada tahun 2015 (208 judul). Hal tersebut dapat dilihat pada Grafik 18.

Grafik 18. Jumlah Kemasan Informasi PDII (1986-2017)

Berdasarkan jenisnya diketahui bahwa jumlah kemasan informasi terbanyak tersaji dalam bentuk e-book (227 judul) dan paling sedikit info grafis dan policy brief (masing- masing 1 judul). Hal tersebut dapat dilihat pada Grafik 19.

Grafik 19. Kemasan Informasi PDII berdasarkan Jenisnya (1986-2017)

Kemasan e-book PDII ini dibuat dengan aplikasi flipping book (https://flippingbook.com/).

Adapun daftar judul kemasan informasi PDII di atas, terlampir dalam dokumen ini.

(31)

BAB 4 PENUTUP

Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa sejak berdiri hingga sekarang, PDII mengalami

perubahan struktur organisasi untuk menyesuaikan perkembangan zaman. Perubahan

organisasi tersebut tentunya tidak merubah tugas pokok dan fungsi lembaga, yakni

pengelolaan dan pelayanan dokumentasi, informasi, dan perpustakaan. Hal tersebut

menunjukkan bahwa PDII merupakan organisasi layanan publik yang terus berkembang dan

senantiasa menyesuaikan perkembangan zaman untuk memenuhi kebutuhan informasi

pengguan. Berdasarkan data layanan pemanfaatan PDII di atas terlihat juga bahwa trend

permintaan layanan di PDII cenderung mengalami perubahan, ada yang meningkat dan ada

yang menurun, tergantung pada jenis layanannya. Dalam melayani pengguna, PDII

berkomitmen senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik guna meningkatkan kepuasan

pengguna. Sebagai penutup, penyusun berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi pihak-

pihak yang kepentingan. Saran, kritik, dan saran positif dari berbagai pihak sangat kami

nantikan untuk penyempurnaan isi laporan ini.

(32)

LAMPIRAN 1. Daftar Judul Kemasan Informasi PDII (1986-2017)

No Jenis Kemasan Judul Kemasan Informasi Tahun

1 Buku Teks Tinjauan Literatur: Pengolahan Daging 1986

2 Informasi Terseleksi Cetak Rekayasa Genetika Padi 1994

3 Pohon Industri Cetak Singkong 1998

4 Pohon Industri Cetak Kelapa 1998

5 Panduan Usaha Cetak Santan Pasta 1998

6 Panduan Usaha Cetak Nata De Coco 1998

7 Panduan Usaha Cetak Gula Semut 1998

8 Panduan Usaha Cetak Tepung Ikan 1998

9 Panduan Usaha Cetak Arang Aktif 1998

10 Panduan Usaha Cetak Tepung Tapioka 1998

11 Panduan Usaha Cetak Kecap Air Kelapa 1998

12 Informasi Terseleksi Cetak Parafin (dari Crude Oil) 1999

13 Panduan Usaha Cetak Budidaya Murbei 2000

14 Informasi Terseleksi Digital (CD) Bambu 2000

15 Informasi Terseleksi Digital (CD) Pengolahan Sabut Kelapa 2001

16 Informasi Terseleksi Cetak Rami 2001

17 Informasi Terseleksi Cetak Rumput Laut (Untuk Kesehatan dan Kosmetik) 2001

18 Informasi Terseleksi Cetak Tepung Tapioka 2001

19 Panduan Usaha Cetak Jem Jambu Mete 2002

20 Panduan Usaha Cetak Pindang Bandeng Duri Lunak 2002

21 Panduan Usaha Cetak Sabun Krim Deterjen 2002

22 Panduan Usaha Cetak Manisan Jambu Mete 2002

23 Panduan Usaha Cetak Sirih Instan 2002

24 Informasi Terseleksi Cetak Budidaya Ikan Betutu 2002

25 Informasi Terseleksi Cetak Curcuma (Untuk Hepatitis) 2002

26 Informasi Terseleksi Cetak Fiber Glass 2002

27 Informasi Terseleksi Cetak Limbah KAYU 2002

28 Informasi Terseleksi Cetak Massoia 2002

29 Informasi Terseleksi Cetak Minyak Pala 1 2002

30 Informasi Terseleksi Digital (CD) Bahan Pewarna Alami 2003

31 Informasi Terseleksi Cetak Expert System For Plant Disease 2003 32 Informasi Terseleksi Cetak Flux Material For Metallurgical Industries 2003 33 Informasi Terseleksi Cetak Fototerapi Untuk Kasus Bayi Kuning (Neonatal

Jaundice) 2003

34 Informasi Terseleksi Cetak Galactomannan 2003

35 Informasi Terseleksi Cetak Lidah Buaya 1 2003

36 Informasi Terseleksi Cetak Minyak Mawar 2003

37 Informasi Terseleksi Cetak Minyak Melati 2003

38 Informasi Terseleksi Cetak Multilayer Printed Circuit Boards (Process

Technology And Material) 2003

39 Informasi Terseleksi Cetak Padi Toleran Terhadap Penyakit Blas 1 2003

Gambar

Gambar 1. Struktur PDIN Periode I (1965-1975)
Gambar 2. Struktur PDIN Periode II (1975-1986)
Gambar 3. Struktur PDII Periode III (1986-2001)
Gambar 4. Struktur PDII Periode IV (2001-2014)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kedua, Sunni moderat, yang membuka ruang bagi madzhab fikih selain Ibn Hanbal, dan memilih merujuk pada para pemikir Islam moderat, seperti Asy-Syafi`i dalam fikih

atau 4 minggu postpartum. Perubahan lokia terjadi dalam tiga tahap, yaitu lokia rubra, serosa dan alba. 1) Lokia rubra merupakan darah yang pertama yang keluar dan

Tabel 2 Pengaruh media tumbuh terhadap tanaman inang yang telah diinokulasi CMA pada parameter pengamatan tinggi tajuk, jumlah daun, total panjang akar, bobot basah tajuk, bobot

Tetapi apabila ada kerusakan atau buku hilang maka kartu anggota akan disita petugas sampai pengunjung bisa membayar denda yang dibebankan kepadanya.. Jadi apabila

Dictionary Entry), digunakan untuk tiap elemen data yang termasuk dalam semua struktur yang ada dalam arus data maupun penyimpanan.. Entry Kamus Elemen Data Entry Kamus Struktur

Buku ini mengajak pembaca (anak maupun dewasa) untuk membongkar anggapan ‘klasik’ yang masih hidup di antara masyarakat akan makna ‘kebahagiaan’ dalam cengkerama manusia di

Hasil penelitian yaitu pada hari ke'14 biomassa ikan koan 1500 gram dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok paling besar (52 %) dengan pertambahan biomassa ikan sebesar 127

Maka dengan hal tersebut kinerja BPD sebagai lembaga yang melaksanakan kewenangan desa untuk pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat masih sangat