• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK ROLE PLAYING TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM BELAJAR PADA KELAS X SMA PERSIAPAN 2 PADANG TUALANG TAHUN AJARAN 2013 – 2014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK ROLE PLAYING TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM BELAJAR PADA KELAS X SMA PERSIAPAN 2 PADANG TUALANG TAHUN AJARAN 2013 – 2014."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK

ROLE PLAYING TERHADAP KEPERCAYAAN

DIRI SISWA DALAM BELAJAR PADA

KELAS X SMA PERSIAPAN 2

PADANG TUALANG

TAHUN AJARAN

2013 - 2014

Skripsi

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Jurusan BK S.1

Fakultas Ilmu Pendidikan

Oleh

SUPRIYANTO 109351037

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

ABSTRAK

SUPRIYANTO Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Role Playing Terhadap Kepercayaan Diri Siswa dalam belajar pada Kelas X SMA Persiapan 2 Padang Tualang tahun ajaran 2013 – 2014

Rumusan masalah yang di ajukan dalam penelitian ini adalah: Apakah terdapat hubungan yang positif antara layanan bimbingan kelompok teknik role playing terhadap kepercayaan diri siswa dalam belajar pada kelas X SMA Persiapan 2 Padang Tualang tahun ajaran 2013 – 2014. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh positif antara layanan bimbingan kelompok teknik role playing terhadap kepercayaan diri siswa dalam belajar pada kelas X SMA Persiapan 2 Padang Tualang tahun ajaran 2013 – 2014.

Subjek dalam penelitian ini adalah 8 siswa kelas X SMA Persiapan 2 Padang Tualang, 6 siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah dan 2 siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Pemilihan subjek penelitian yaitu siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah dan tinggi yang di dapatkan dari hasil pretest kepercayaan diri. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Eksperimen Semu ( Quasi Eksperimen ) yakni, model rancangan eksperimen dengan penelitian yang memberikan perlakuan kepada sekelompok orang yang dijadikan subjek penelitian.

Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket kepercayaan diri dengan menggunakan skala liters. Dengan disain penelitian one group pre test – post test. Selanjutnya untuk melihat sebaran angket itu dikatakan normal atau tidak maka digunakan uji normalitas.

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Pemberian Skor Angket. ... 40

Tabel 3.2. Kisi-kisi Angket Kepercayaan Diri... 41

Tabel Ringkasan Perhitungan Angket Kepercayaan Diri... 81

Tabel Uji Normalitas Yang Diberi Layanan BKP... 93

(8)

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam usaha membina dan membentuk manusia yang berkualitas tingggi, maka masalah pendidikan menjadi pusat perhatian khusus nya di negara indonesia . pendidikan nasional yakni meningkatkan kualitas manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tanggung jawab, mandiri, cerdas, terampil serta sehat jasmani dan rohani.

(9)

pendapat Kinney(yang di kutip Syamsiah 1994: 112) yang menyatakan kepercayaan diri merupakan modal utama bagi individu guna mewujudkan potensi yang di milikinya . individu yang memiliki rasa percaya diri cendrung memiliki motivasi yang baik untuk belajar guna mencapai kemajuan, seta penuh keyakinan terhadap peran yang akan di jalani nya . kesadaran pentingnya perubahan tingkahlaku individu dirasakan tidak hanya dibutuhkan pada lingkungan pendidikan saja,tetapi di lapangan pekerjaan juga. Dengan melihat begitu pentingnya kepercayaan diri dalam kehidupan manusia terlebih dalam zaman tehnologi saat ini, maka sudah sewajarnya generasi muda khususnya siswa – siswi baik dari sekolah dasar sampai tingkat perguruan tinggi dibekali kepercayaan diri yang cukup bias mengikuti perkembangan tehnologi saat ini.

Mikessell (Syamsiah,1994:112):

Menyatakan”kepercayaan diri bukan merupakan sifat yang dapat diturunkan melainkan diperoleh dari pengalaman hidup, serta dapat di ajarkan dan di tanamkan oleh pendidik sehingga upaya tertentu dapat dilakukan guna membentuk dan meningkatkan kepercayaan diri”.Anak yang percaya diri cenderung lebih tenang dibandingkan dengan anak yang kurang yakin akan kemampuan dirinya mereka tampak tidak gugup dalam menghadapi persoalan dalam belajanya, sebab mereka merasa cukup menguasai pelajaran yang dihadapi”.

Adapun identifikasi masalah yang terdapat pada siswa SMA Persiapan 2 Padang Tualang yaitu:

1. Timbulnya rasa malu yang yang berlebihan sehingga siswa tidak percaya diri.

2. Mudah cemas dalam menghadapi berbagai situasi.

3. Salah tingkah dalam menghadapi lawan jenis.

4. Tidak berani bertanya dan menyatakan pendapat.

5. Gerogi saat tampil di depan kelas.

(10)

7. Sering mencontek saat menghadapi test

Pada umumnya orang beranggapan bahwa siswa yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, maka akan memperoleh nilai prestasi belajar yang kurang memuaskan. Untuk itulah maka sangat dibutuhkan peranan bimbingan konseling di sekolah seperti yang dinyatakan oleh Prayitno (1999:114) bahwa bimbingan konseling adalah untuk membantu individu mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya seperti kemampuan dasar, dan bakat – bakatnya, berbagai latar belakang keluarga, pendidikan, status sosial ekonomi, serta sesuai dengan tuntutan positip lingkungannya.

B. Identifikasi Masalah

Adapun identifikasi masalah yang terdapat pada siswa SMA Persiapan 2 Padang Tualang yaitu:

1. Timbulnya rasa malu yang yang berlebihan sehingga siswa tidak percaya diri,

2. Mudah cemas dalam menghadapi berbagai situasi, 3. Salah tingkah dalam menghadapi lawan jenis, 4. Tidak berani bertanya dan menyatakan pendapat, 5. Gerogi saat tampil di depan kelas,

(11)

C.Batasan Masalah

Melihat keterbatasan ,kemampuan peneliti, waktu serta luasnya ruang lingkup masalah yang dihadapi siswa kelas X SMA Persiapan 2 Padang Tualang ini , maka dalam penelitian ini masalah yang akan di teliti oleh peneliti guna mencapai hasil yang baik yakni :

“Pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik role playing

terhadap kepercayaan diri siswa dalam belajar pada kelas X SMA

Persiapan 2 Padang Tualang tahun ajaran 2013-2014

D.Perumusan Masalah

Berdasarkan Batasan masalah di atas ,maka yang jadi rumusan masalah dalam penelitian adalah :

Apakah terdapat pengaruh yang positif antara layanan bimbingan kelompok teknik role playing terhadap kepercayaan diri siswa dalam belajar pada kelas X SMA Persiapan 2 Padang Tualang tahun ajaran 2013-2014.

E.Tujuan Penelitian

(12)

Untuk mengetahui pengaruh positif layanan bimbingan kelompok terhadap kepercayaan diri siswa kelas X SMA Persiapan 2 Padang Tualang tahun ajaran 2013-2014.

F.Manfaat Penelitian

Adapun yang menjadi manfaat penelitian yang sudah diperoleh oleh. a. Bagi pembimbing dan calon konselor, sebagai bahan masukan yang bermanfaat dan menambah wawasan guna untuk meningkatkan kepercayaan diri.

b. Bagi peneliti, sebagai bahan referensi semua pihak yang membutuhkan dan yang ingin mengembangkan sebagian karya tulis pada masa yang akan datang dan memperluas wawasan pengetahuan oleh peneliti.

(13)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti, maka

diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam pemberian

layanan bimbingan kelompok teknik role playing dalam meningkatkan

kepercayaan diri siswa kelas X SMA Persiapan 2 Padang Tualang,ini dapat

dilihat dari:

- Data Kepercayaan Diri Siswa Yang Diberi Layanan Bimbingan

Kelompok

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dengan jumlah

responden 8 orang terdapat skor tertinggi 138 dan sekor terendah 100,

dengan rata – rata (M)=119,125 dan standard deviasi (SD)=12,878.

Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 8.

- Data Kepercayaan Diri Siswa Yang Tidak Diberi Layanan Bimbingan

Kelompok

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dengan jumlah

responden 8 orang terdapat skor tertinggi 85 dan skor terendah 70, dengan

rata – rata (M)=76,500 dan standard deviasi (SD)=4,440. Perhitungan

(14)

Jadi dari hasil analisis data, rata – rata skor kepercayaan diri kepercayaan

diri siswa yang diberi layanan bimbingan kelompok =119,125, sedangkan skor

kepercayaan diri siswa yang tidak diberi layanan bimbingan kelompok

=76,500, artinya rata – rata skor kepercayaan diri siswa yang diberi layanan

bimbingan kelompok lebih tinggi dari pada skor kepercayaan diri siswa yang

tidak diberi layanan bimbingan kelompok (119,125 > 76,500).

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka sebagai tindak lanjut penelitian ini

disarankan hal – hal sebagai berikut:

1. Guru pembimbing hendaknya melakukan kegiatan layanan bimbingan

kelompok dengan teknik role playing untuk kepercayaan diri siswa.

2. Bagi siswa tingkatkan terus rasa percaya diri, karena kepercayaan diri

sangat berpengaruh pada saat belajar dikelas. Siswa yang kepercayaan

diri tinggi akan meyakini bahwa dia mampu dalam pembelajaran di

sekolah.

3. Hasil penelitian ini hendaknya dapat dijadikan masukan bagi peneliti

lain dan melakukan penelitian tindakan kelas dalam

mengimplementasikan layanan bimbingan konseling lainnya untuk

meningkatkan kinerja BK di sekolah, sehingga tidak ada anggapan BK

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Adiyanti, 1990, Rahasia Membangun Kepercayaan Diri. Yokyakarta: Sigma Alpha.

Angelis, Barbara. 2003. Confidence Sumber Sukses Dan Kemandirian. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum

Ahmad Juntika Nurihsan. (2005) Strategi Layanan Bimbingan Konseling. Bandung: PT Refika Aditama

Arikunto, Suharsini 2010. Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Burns,R.B.1993. Konsep Diri Teori, Pengukuran, Perkembangan dan Prilaku. Jakarta:Arcan

Davies. 2004. Pengertian rasa percaya diri. Jakarta: Mitra wacana Media.

Gultom, I.dkk 2006. Pedoman Penulisan Sekripsi Fakultas Ilmu Pendidikan. Medan : Fip Unimed.

Istarani (Ed). 2011. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada

Lindenfield Gael. 1993. Kepercayaan Diri. Elex Media Komputindo.

Martania dan Adiyanti. 1990. Ciri –Ciri Kepercayaan Diri. Bandung: Falah Production.

Mulyasa.E. 2006. Kurikulum Yang DI Sempurnakan. Bandung: Rosda

Prayitno, 1995.25. Layanan Bimbingan Dan Konseling Kelompok, Jakarta: Rineka Cipta.

Prayitno, 1999. Layanan Bimbingan Dan Konseling Kelompok ( Dasar Dan Propil ). Jakarta: Rineka Cipta.

Prayitno, 2004. Seri Layanan Bimbingan Kelompok Dan Konseling Kelompok.

JurusanBimbingan Dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.

Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Syamsiyah Kamanto. 1994. Pengembangan Pribadi Terhadap Rasa Percaya Diri. Yokyakarta: Sigma Alpha.

Surya, Hendra. 2004. Rahasia Membangun Percaya Diri. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Tohirin, 2007. Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

(16)

Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif. Bandung: Bumi Aksara.

Winkel,W.S dan Hastuti,M.M. 1991. Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan Edisi Revisi. Yokyakarta: Media Abadi

Wiliss, Sofyan S.2011. Konseling Keluarga (Family Counseling). Bandung: Alfabeta.

http://www.Hakim Thursan. 2005.com. Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri.htm (di akses pada tanggal 20/06/2013).

http://www.inidicky .co.cc/2009/04/program-bimbingan-dan-konseling.html (diakses pada tanggal 26/02/2013).

Gambar

Tabel 3.1 Pemberian Skor Angket. .....................................................

Referensi

Dokumen terkait

Masalah penelitian ini adalah apakah ada Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Role Playing Terhadap Sikap Menghargai Pendidik Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sei

Masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada pengaruh pelaksanaan layanan bimbingan kelompok teknik role playing dapat mengembangkan karakter kemandirian siswa

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian layanan bimbingan kelompok teknik role playing dapat mengurangi sikap narsis siswa di kelas

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan antara layanan bimbingan kelompok teknik role playing dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas XI IPA

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah Ada Pengaruh Pemberian Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Role Playing terhadap keadilan bersosialisasi Dengan Teman

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keterampilan sosial siswa dapat ditingkatkan melalui pemberian layanan bimbingan kelompok teknik role playing pada kelas VII

sebelumnya anggota kelompok belum mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing. Pada pertemuan ini, proses kegiatan awalnya sangat kaku, anggota kelompok

Bagi peneliti.Tujuan Penelitian: 1.Mendeskripsikan keberanian berpendapat sebelum dan setelah diterapkannya layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing siswa