• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1, Muhyani 2 , Muhammad Fahri 3 1146

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP

PENYALAHGUNAAN MEDIA SOSIAL DI KELAS X IPS MAN 1 BOGOR Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1) , Muhyani 2) , Muhammad Fahri 3)

Universitas Ibn Khaldun

INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK

URL : http://e-jurnalmitrapendidikan.com e-ISSN 2550-0481 p-ISSN 2614-7254

Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online)

Dikirim : 14 Agustus 2019 Revisi pertama : 18 Agustus 2019 Diterima : 21 Agustus 2019

Tersedia online : 03 September 2019

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui adanya pengaruh pola asuh orang tua dan penyalahgunaan media sosial di siswa kelas X IPS di MAN 1 Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh pola asuh orang tua dan penyalahgunaan media sosial di kelas X IPS MAN 1 Bogor. Pada taraf signifikan 5%

rxy = 0,357 > r Tabel 0,266 berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima, ini berarti terdapat kolerasi yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan penyalahgunaan media sosial di kelas IPS MAN 1 Bogor. Maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh pola asuh orang tua terhadap penyalahgunaan media sosial di kelas X IPS MAN 1 Bogor terdapat kolerasi yang signifikan.

Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Media Sosial

Email: [email protected]

(2)

Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1, Muhyani 2 , Muhammad Fahri 3 1147 PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pada zaman sekarang banyak sekali orang tua yang salah dalam memberikan pola asuh terhadap anaknya, yang menyebabkan anak kecanduan dalam menggunakan internet khususnya media sosial. Dengan media sosial anak bisa berkomunikasi dengan teman sebayanya, mencari info atau berita terkini, menambah wawasan dan pengetahuan, dan lain sebagainya. Sayangnya anak remaja sekarang salah dalam menggunakan media sosial. Mereka menggunakan media sosial dengan tujuan negatif.

Contohnya, Cyber bullying terutama di kalangan pelajar yang menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Line, WhatsApp, banyak melahirkan penindasan. Media sosial bisa menjadi lahan bagi predator untuk melakukan kejahatan.

Anggapan yang mengatakan bahwa internet identic dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, ponografi pun merajalela. Namun, sejumlah besar anak dan remaja telah terekspos dengan konten pornografi, terutama ketika muncul secara tidak sengaja atau dalam bentuk iklan yang menampilkan konten bernuansa vulgar.

Semakin anak kecanduan media sosial, ia hanya akan mementingkan diri sendiri. Kemampuan berinteraksi dengan orang lain juga bisa menghilang. Hal ini karena anak remaja tersebut tidak berhubungan dengan masyarakat sekitar. Kecanduan telepon genggam, video games, chatting, game online, internet, situs jejaring sosial, dan sebagainya telah menjadi perhatian banyak peneliti seiring dengan kemajuan teknologi yang berkembang sangat pesat. Apabila seseorang sampai bergantung terhadap situs jejaring sosial dan menjadi kecanduan, maka akan menimbulkan dampak negatif bagi pengguna di dalam kehidupannya. Penggunaan situs jejaring sosial yang berlebihan dapat menghabiskan waktu sehingga pekerjaan yang harus dikerjakan terbengkalai. Pemakaian yang berlebihan bisa memunculkan masalah baru bagi individu sehingga terkadang mengakibatkan perilaku negatif seperti menunda pekerjaan, mengabaikan kegiatan atau tugas yang dilakukan. Penurunan produktivitas dalam bekerja dan belajar dan sebagainya. Hal tersebut dapat mengakibatkan stress, depresi, masalah interpersonal, dan gangguan psikologis lain (Dwiutami, 2013: 51-52)

Cara orang tua dalam mengasuh anak sangat berpengaruh pada sikap, kebiasaan dan pola belajar seorang anak. Karena orang tua merupakan pendidik pertama dari seorang anak dan juga dari orang tua lah pertama-tama anak mendapatkan pendidikan. Dikatakan orang tua sebagai pendidik pertama karena pendidikan dari orang tua menjadi dasar bagi perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari.

Pada hakekatnya keluarga merupakan suatu tempat pembentukan sifat dan karakter seorang anak yang masih berada dalam bimbingan dan pengawasan orang tua.

Orang tua harus dapat membimbing dan memberi pendidikan yang baik kepada anak bimbingan yang diberikan orang tua adalah dasar dari pembentukan pribadi anak.

Pribadi anak terbentuk dimulai dari usia sangat dini dan pendidikan serta bimbingan

yang diberikan orang tua sangat berpengaruh bagaimana seorang anak menjalani

kehidupannya kelak saat sudah dewasa. Mendidik anak dengan baik dan benar berarti

menumbuh kembangkan totalitas potensi anak secara wajar baik potensi jasmani

maupun rohani. Seperti memenuhi sandang, pangan, papan serta pemenuhan

kebutuhan intelektual anak, perasaan dan budi pekerti. Mengasuh dan membesarkan

(3)

Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1, Muhyani 2 , Muhammad Fahri 3 1148 anak berarti memelihara kehidupan dan kesehatannya serta mendidiknya dengan penuh ketulusan dan cinta kasih. Cara pengasuhan anak yang baik itu dapat terwujud dengan pola pengasuhan orang tua yang tepat seperti yang dikatakan (Sugihartono, 2007:31) dalam skripsi “Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar KKPI Kelas X Program Keahlian TKJ dan TAV di SMK PIRI 1 Yogyakarta” bahwa pola asuh pada orang tua ada tiga macam yaitu pola asuh Otoriter, pola asuh autoritatif dan pola asuh permisif. Pola asuh yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya tidak hanya berpengaruh pada perilaku si anak melainkan akan berpengaruh pula pada prestasi belajarnya.

Pola asuh dapat diartikan seluruh cara perlakuan orang tua yang diterapkan pada anak. Banyak para ahli mengatakan pengasuhan anak adalah bagian terpenting dan mendasar, menyiapkan anak untuk menjadi masyarakat yang baik (Muslima, 2011).

Pada kenyataannya internet sudah menjadi salah satu bahan pokok yang diperlukan manusia pada zaman sekarang. Internet atau yang merupakan kependekan dari inter-connected Network merupakan sebuah jaringan kompuer yang menghubungkan antar komputer secara global. Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa internet dapat juga disebut sebagai jaringan alam, yaitu jaringan yang sangat luas.

Internet adalah suatu jaringan komunikasi yang menghubungkan satu media elektronik dengan media yang lainnya. Di dalam internet terdapat banyak sekali aplikasi-aplikasi yang bisa membuat kita berinteraksi dengan orang lain tanpa harus bertemu di tempat dan waktu yang sama. Contoh aplikasi tersebut adalah facebook, instagram, twitter, dan sebagainnya. Tentunya terdapat sisi positif dan sisi negatifnya, tapi sayangnya manusia di era milenial ini sering manyalahgunakan aplikasi media sosial tersebut yang bisa menyebabkan terjadinya penipuan, penculikan, bahkan pembunuhan.

Media sosial adalah media online (daring) yang dimanfaatkan sebagai sarana pergaulan sosial secara online di internet. Media sosial menggunakan teknologi berbasis website atau aplikasi yang dapat mengubah suatu komunikasi ke dalam bentuk dialog interaktif. Media sosial adalah layanan berbasis web yang memungkinkan penggunanya untuk menciptakan konten, mengungkap informasi pribadi, dan berinteraksi dengan pihak lainnya (Setyaningsih, 2010: 91)

Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka dapat dirumkan masalah yang diteliti sebagai berikut :

1. Bagaimana pola asuh orang tua di siswa kelas X IPS MAN 1 Bogor?

2. Bagaimana penggunaan media sosial di siswa kelas X IPS MAN 1 Bogor?

3. Apakah berpengaruh pola asuh orang tua terhadap penyalahgunaan media sosial di siswa kelas X IPS MAN 1 Bogor?

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui adanya pengaruh pola asuh orang tua di siswa kelas X IPS MAN 1 Bogor.

2. Untuk mengetahui penggunaan media sosial di siswa kelas X IPS MAN 1 Bogor.

(4)

Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1, Muhyani 2 , Muhammad Fahri 3 1149 3. Untuk mengetahui adanya pengaruh pola asuh orang tua dan penyalahgunaan media

sosial di siswa kelas X IPS MAN 1 Bogor KAJIAN PUSTAKA

Pola Asuh Orang Tua

Pola asuh terdiri dari dua kata yaitu pola dan asuh. Pola berarti corak, model, sistem, cara kerja, bentuk (struktur) yang tetap. Ketika pola diberi arti bentuk/struktur yang tetap, maka hal itu semakna dengan istilah “kebiasaan” Asuh yang berarti mengasuh, satu bentuk kerja yang bermakna (1) menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil (2) membimbing (membantu, melatih, dan sebagainya) supaya dapat berdiri sendiri (3) memimpin (mengepalai, menyelenggarakan) suatu kelembagaan. Ketika dapat awalan dan akhiran, kata asuh memiliki makna yang berbeda. Pengasuh berarti orang yang mengasuh ; wali (orang tua, dan sebagainya). Pengasuhan berarti proses, perbuatan, cara pengasuhan. Kata asuh mencakup segala aspek yang berkaitan dengan pemeliharaan, perawatan dukungan, dan bantuan sehingga orang tetap berdiri dan menjalani hidupnya secara sehat. Orang yang dianggap tua (cerdik, pandai, ahli, dan sebagainya) orang-orang yang dihormati (disegani) di kampung. Dalam konteks keluarga, tentu saja orang tua yang dimaksud adalah ayah dan atau ibu kandung dengan tugas dan tanggung jawab mendidik anak dalam keluarga (Djamarah, 2014:

50-51).

Pola asuh orang tua yang diterapkan pada anak mencerminkan hubungan keluarga yang sehat dan bahagia sehingga menimbulkan anak menjadi berprestasi (Garilah, Nasution, 2015: 59). Dengan demikian, pola asuh orang tua adalah upaya orang tua yang konsisten dan persisten dalam menjaga dan membimbing anak dari sejak dilahirkan hingga remaja. Pola asuh orang tua adalah pola perilaku yang yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku ini dirasakan oleh anak, dari segi negatif maupun positif. Pola asuh yang ditanamkan tiap keluarga berbeda, hal ini tergantung pandangan dari tiap orang tua.

Pola asuh orang tua adalah serangkaian bentuk atau tata cara yang dilakukan oleh orang tua dalam menjaga, merawat, dan mendidik anaknya yang beersifat konsisten yang diwujudkan dalam bentuk interaksi antara orang tua dengan anak- anaknya (Dasmo, Nurhayati, Marhento, (2014. 132-139).

Islam memandang bahwa orang tua memiliki tanggung jawab terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis anaknya bahkan lebih dari itu membebaskan anaknya dari siksaan api neraka. Sebagaimana firman Allah Swt.

الَ ٌداادِش ٌظ الَِغ ٌةاكِئ الَام ااهْيالاع ُة ارااج ِحْلا او ُساَّنلا ااهُدوُق او اًراان ْمُكيِلْهاأ او ْمُكاسُفْناأ اوُق اوُنامآ انيِذَّلا ااهُّياأ ااي انوُرامْؤُي اام انوُلاعْفاي او ْمُهاراماأ اام ا َّللَّا انوُصْعاي Artinya: Hai orang-orang yang beriman, periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat- malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan. (Q.S. at-Tahrim: 6).

ًلَاماأ ٌرْياخ او اًبا اواث اكِ ب ار ادْنِع ٌرْياخ ُتااحِلاَّصلا ُتاايِقاابْلا او ۖ اايْنُّدلا ِةااياحْلا ُةاني ِز انوُنابْلا او ُلاامْلا

Artinya: Harta dan ank-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-

amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih

baik untuk menjadi harapan. (Q.S. al-Kahfi: 46).

(5)

Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1, Muhyani 2 , Muhammad Fahri 3 1150 Ayat diatas menjelaskan bahwa setiap individu termasuk orang tua harus berusaha membebaskan diri dari keluarganya dari siksaan api neraka. Orang tua dalam keluarga terutama makanan halal dan baik serta mendidik yang sesuai dengan usianya dan tentunya mengarah kepada pembentukan akhlak anak (Padjirin, 2016: 1).

Tipe-Tipe Pola Asuh Orang Tua

Pola asuh orang tua dalam keluarga tampil dalam berbagai tipe (Djamarah, 2014: 60). Ada 15 Macam tipe-tipe pola asuh orang tua dalam keluarga, tetapi disini saya hanya akan menjelaskan 3 tipe pola asuh orang tuayang sangat berperan besar, yaitu sebagai berikut:

1. Tipe Pola Asuh Otoriter

Sikap orang tua yang otoriter (mau menang sendiri, selalu mengatur, semua perintah harus dituruti tanpa memperlihatkan pendapat dan kemauan si anak) akan sangat berpengaruh pada perkembangankepribadian remaja. Ia akan berkembang menjadi penakut, tidak memliki rasa percaya diri, merasa tidak berharga, sehinga proses sosialisasi menjadi terganggu (Nurhayati, Novotasari, Natalia, 2013: 49-59).

2. Tipe Pola Asuh Permisif

Sikap orang tua yang permisif (serba boleh, tidak pernah melarang, selalu mengikiti kehendak si anak, selalu dimanjakan) akan menumbuhkan sikap ketergantungan dan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial di luar keluarga (Nurhayati, Novotasari, Natalia, 2013: 49-59).

3. Tipe Pola Asuh Demokratis

Tipe pola asuh demokratis adalah tipe pola asuh yang terbaik dari semua tipe pola asuh yang ada. Hal ini disebabkan tipe pola asuh ini selalu mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan individu anak (Djamarah, 2014: 61).

Penyalahgunaan Media Sosial

Media sosial awalnya diciptakan untuk mempermudah jalannya komunikasi dan berbagi informasi tanpa batasan jarak dan waktu. Namun kenyataannya, justru banyak sekali oknum yang sengaja menyalahgunakan media sosial. Penyalahgunaan media sosial yang sering kita jumpai penipuan, pencemaran nama baik, pembullyan, dan masih banyak lagi.

Media sosial adalah sebuah media online, dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi dan saling berbagi informasi. Saat ini tidak ada satupun media sosial yang sama sekali tidak terhubung satu sama lain. Namun selain dari kegunaan positif yang telah disampaikan di atas, banyak juga pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan media sosial (Palapessy, Syahroni, Soares, Martin, 2013). Hal yang banyak digunakan saat ini adalah bagaimana media sosial digunakan sebagai media untuk penyampaian berita bohong atau biasa disebut dengan HOAX. Penyebaran hoax tumbuh subur saat ini karena mayoritas pengguna media sosial jarang untuk melakukan check and re-check terhadap informasi yang diterima.

Pengguna media sosial cenderung untuk langsung meneruskan pesan dan informasi

kepada jejaring mereka tanpa memperhatikan sumber maupun kebenaran dari

informasi tersebut.

(6)

Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1, Muhyani 2 , Muhammad Fahri 3 1151 Permasalahan yang muncul dari penyalahgunaan media sosial adalah banyaknya hoax yang melebar luas, bahkan orang terpelajar pun susah untuk membedakan mana berita yang benar, advertorial, dan hoax. Penyebaran tanpa di koreksi dan di kaji lebih dalam, pada akhirnya akan berdampak pada hukumdan informasi hoax-pun telah memecah belah publik (Rahadi, 2017: 59).

Kemudian media sosial berdasarkan sudut pandang integrasi sosial tidaklah berbeda dengan televisi. Media sama-sama dijadikan sebagai bentuk ritual (Soliha, 2015: 7). Terdapat diagnosa Goldberg mengenai kecanduan internet. Menurut (Thurlow, 2014: 151-152) dikutip dalam jurnal “Tingkat Ketergantungan Pengguna Media Sosial dan Kecemasan Media Sosial” :

1. Tolerance, ditandai dengan peningkatan jumlah waktu secara mencolok dalam menggunakan internet untuk mencapai kepuasan.

2. Withdrawal symptoms, kecemasan berfikir obsesif tentang apa yang terjadi di internet, menggerakan jari-jari untuk mengetik secara sukarela atau terpaksa.

3. Banyak waktu yang dihabiskan dalam kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan internet (misalnya, membeli buku-buku internet, mencoba web browser baru, meneliti vendor internet, mengatur file untuk di download).

4. Kegiatan sosial yang penting, pekerjaan, atau rekreasi berkurang karena penggunaan internet.

METODE PENELITIAN Jenis Pendekatan

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.

Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2016: 14).

Penelitian ini digunakan dengan mengguakan teknik survey, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengukur data pokok (Pudjiastuti, 2009: 28).

Tempat, Waktu dan Subjek Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bogor, Jawa Barat. Adapun waktu penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2018 sampai dengan bulan Maret 2019. Jadi pada penelitian ini penulis memilih sampel secara acak dari setiap kelas pada kelas X IPS di MAN 1 Bogor. Karena subyeknya lebih dari 100 yaitu 516 siswa maka penulis mengambil sampel 15% dari 516 siswa, sehingga sampel yang diambil sebanyak 60 siswa

Teknik Pengumpulan Data 1. Angket

Angket merupakan suatu daftar pertanyaan atau pernyataan tentang topik

tertentu yang diberikan kepada subyek, baik secara individual maupun secara

(7)

Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1, Muhyani 2 , Muhammad Fahri 3 1152 kelompok, untuk mendapatkan informasi tertentu (Arikunto, 2014: 268). Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup, yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih jawabannya. Teknik ini dilakukan untuk mengumpulkan data tentang pola asuh orang tua (variabel x).

2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah pengumpulan data melalui dokumen, dalam hal ini melalui buku legger semester ganjil. Teknik ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai penyalahgunaan media sosial (variabel y).

Teknik Analisis Data

Teknik analisa data merupakan suatu cara yang digunakan untuk menyederhanakan keterangan-keterangan atau data yang diperoleh agar data tersebut dapat dipahami. Analisa data dilakukan dengan menggunakan bentuk tabel dengan menggunakan teknik deskriptif persentase dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

P = Presentase F = Frekuensi

N = Jumlah Responden

Untuk menganlisis kedua hubungan variabel tersebut, digunakan teknik analisa korelasional dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment Pearson dengan rumus sebagai berikut (Sudijono, 2015: 207)

Keterangan:

rxy : Angka indeks korelasi “r” product moment N : Jumlah responden

∑x : Jumlah skor x

∑y : Jumlah skor y

∑x² : Jumlah kuadrat skor x

∑y² : Jumlah kuadrat skor y

Setelah diperoleh angka korelasi “rxy” maka dilakukan interpretasi secara sederhana pada tabel nilai “r” Product Moment (Sudijono, 2015: 193).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Tabel 1. Data Responden Berdasarkan Klasifikasi Kelas

No Kelas P L Jumlah siswa

1 X IPS 31 26 57

Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2019)

Berdasarkan Tabel 1 di atas, diketahui bahwa kelas yang dijadikan sampel adalah

kelas X IPS dengan jumlah siswa sebanyak 57 siswa dan siswi yang terdiri dari siswa

laki-laki 26 siswa dan siswi perempuan 31 siswi.

(8)

Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1, Muhyani 2 , Muhammad Fahri 3 1153 Uji Persyaratan Analisis

1. Uji Normalitas Data

Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Pola Asuh Orang Tua

Penyalahgunaan Media Sosial

N 57 57

Normal Parameters

a,b

Mean 43.4561 37.3158

Std. Deviation 6.23948 11.44421

Most Extreme Differences

Absolute .085 .117

Positive .069 .117

Negative -.085 -.077

Test Statistic .085 .117

Asymp. Sig. (2-tailed) .200

c,d

.049

c

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2019)

Berdasarkan Tabel pengujian menggunakan SPSS 25 diperoleh jumlah data (N) pada kelas X IPS adalah 57 siswa, yang terdiri dari siswa laki-laki 26 sswa dan siswi perempuan 31 siswi. Rata-rata (Mean) mengenai pola asuh orang tua di kelas X IPS sebesar 43,45 dan (Mean) mengenai penyalahgunaan media sosial di kelas X IPS sebesar 37,31. Standar deviasi mengenai pola asuh orang tua di kelas X IPS sebesar 6,23. Dan standar deviasi mengenai penyalahgunaan media sosial di kelas X IPS sebesar 11,44. Kemudian berdasarkan perhitungan diatas dengan menggunakan kolmogrov-Smirnov dapat disimpulkan bahwa data rata-rata berdistribusi normal karena memiliki Asymp. Sig> 0,05. Pola asuh orang tua di kelas X IPS memiliki Sig. 0,200 dan penyalahgunaan media sosial di kelas X IPS memiliki Sig. 0,049.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal.

2. Uji Homogenitas

Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances

Levene

Statistic df1 df2 Sig.

Penyalahgunaan Media Sosial

Based on Mean 1.675 14 36 .106

Based on Median .481 14 36 .929

Based on Median and with adjusted df

.481 14 16.896 .914 Based on trimmed

mean

1.531 14 36 .150

Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2019)

(9)

Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1, Muhyani 2 , Muhammad Fahri 3 1154 Berdasarkan Tabel pengujian menggunakan SPSS 25 dapat diketahui bahwa nilai signifikansinya adalah 0,150 karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05 yakni 0,150, sehingga data tersebut dapat dikatakan homogen.

3. Uji Validitas

Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Jumlah

Item

Jumlah Item Gugur

No. Item Gugur Jumlah Item Valid Pola Asuh Orang

Tua 30 10 1,3,4,6,9,10,12,14,15,30 20

Penyalahgunaan Media Sosial

Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2019)

Dari Tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah item pernyataan valid berjumlah 20 item. Hasil validitas pola asuh orang tua (Variabel X) dan penyalahgunaan media sosial (Variabel Y) bermakna bahwa pernyataan-pernyataan tersebut dapat dipergunakan sebagai alat pengumpul data untuk mengukur variabel penelitian.

4. Uji Relibilitas

Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.832 20

Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2019)

Dari Tabel diatas didapatkan koefisien Cronbach’s Alpha yang berada pada tingkat reliabilitas sedang yakni sebesar 0,832. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa instrument pola asuh orang tua dan penyalahgunaan media sosial dapat digunakan dengan baik dan dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data.

Hasil Uji Hipotesis

Tabel 6. Hasil Uji Hipotesis Correlations

Pola Asuh Orang Tua

Penyalahgunaan Media Sosial Pola Asuh

Orang Tua

Pearson Correlation 1 .357 **

Sig. (2-tailed) .006

N 57 57

Penyalahgunaan Media Sosial

Pearson Correlation .357 ** 1 Sig. (2-tailed) .006

N 57 57

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2019)

(10)

Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1, Muhyani 2 , Muhammad Fahri 3 1155 Tabel 7. Interpretasi Data

Besarnya “r”

Product Moment

Interpretasi

0,00-0,20 Antara variabel X dan Y memang terdapat korelasi, akan tetapi korelasi itu sangat lemah atau sangat rendah.

0,20-0,40 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang lemah atau rendah.

0,40-0,70 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sedang.

0,70-0,90 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang baik atau kuat.

0,90-1,00 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sangat baik atau sangat kuat.

Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2019)

Setelah diadakan uji kolerasi dengan rumus kolerasi product moment, maka hasil yang diperoleh dikonsultasikan dengan nilai rtabel dengan taraf signifikan 5%

dengan asumsi sebagai berikut:

a. Apabila rxy > rt berarti signifikan dan hipotesis diterima.

b. Apabila rxy < rt berarti tidak signifikan dan hipotesis ditolak.

Untuk mengetahui Tabel signifikan rxy melalui Tabel “r” Product moment langkah pertama yang haru ditempuh untuk mencari nilai df (degress of freedom) atau derajat bebasnya dengan menggunakan rumus df = N-nr. Dalam penelitian ini sampel yang diteliti berjumlah 57 responden maka N=57, sedangkan variabel yang diteliti adalah 2 variabel maka nr = 2, dengan demikian df = N-nr = 57-2= 55.

Kemudian dengan memeriksa Tabel nilai “r” Product Moment ternyata dengan df sebesar 55, maka diambil nilai yang mendekati yaitu 55 pada taraf signifikan5%

diperoleh r Tabel 0,266.

Dengan demikian pada taraf signifikan 5% rxy = 0,357 > r Tabel 0,266 berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima, ini berarti terdapat kolerasi yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan penyalahgunaan media sosial di kelas IPS MAN 1 Bogor.

Bahwa dapat disimpulkan pola asuh orang tua dengan penyalahgunaan media sosial di kelas IPS MAN 1 Bogor terdapat kolerasiyang signifikan.

Pembahasan

Berdasarkan data yang diperoleh pengaruh pola asuh orang tua terhadap

penyalahgunaan media sosial di kelas X IPS MAN 1 Bogor menunjukan bahwa

penelitian ini berjalan dengan sangat baik. Hasil itu berdasarkan Tabel pengujian

menggunakan SPSS 25 diperoleh jumlah data (N) pada kelas X IPS adalah 57 siswa,

yang terdiri dari siswa laki-laki 26 sswa dan siswi perempuan 31 siswi. Rata-rata

(Mean) mengenai pola asuh orang tua di kelas X IPS sebesar 43,45 dan (Mean)

mengenai penyalahgunaan media sosial di kelas X IPS sebesar 37,31. Standar deviasi

mengenai pola asuh orang tua di kelas X IPS sebesar 6,23. Dan standar deviasi

mengenai penyalahgunaan media sosial di kelas X IPS sebesar 11,44. Differences

positive mengenai pola asuh orang tua di kelas X IPS sebesar 0,069 dan differences

positive mengenai penyalahgunaan media sosial di kelas X IPS sebesar 0,117.

(11)

Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1, Muhyani 2 , Muhammad Fahri 3 1156 Differences negative mengenai pola asuh orang tua di kelas X IPS sebesar 0,085 dan differences negative mengenai penyalahgunaan media sosial di kelas X IPS sebesar 0,077. Dan nilai test statistic mengenai pola asuh orang tua di kelas X IPS sebesar 0,085 dan nilai test statistic mengenai penyalahgunaan media sosial di kelas X IPS sebesar 0,117. Kemudian berdasarkan perhitungan diatas dengan menggunakan kolmogrov-Smirnov dapat disimpulkan bahwa data rata-rata berdistribusi normal karena memiliki Asymp. Sig> 0,05. Pola asuh orang tua di kelas X IPS memiliki Sig.

0,200 dan penyalahgunaan media sosial di kelas X IPS memiliki Sig. 0,049. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Dapat diketahui bahwa nilai signifikansinya adalah 0,150 karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05 yakni 0,150 sehingga data tersebut dapat dikatakan homogen.

Untuk mengetahui Tabel signifikan rxy melalui Tabel “r” Product moment langkah pertama yang haru ditempuh untuk mencari nilai df (degress of freedom) atau derajat bebasnya dengan menggunakan rumus df = N-nr. Dalam penelitian ini sampel yang diteliti berjumlah 57 responden maka N=57, sedangkan variabel yang diteliti adalah 2 variabel maka nr = 2, dengan demikian df = N-nr = 57-2= 55.

Kemudian dengan memeriksa Tabel nilai “r” Product Moment ternyata dengan df sebesar 55, maka diambil nilai yang mendekati yaitu 55 pada taraf signifikan5%

diperoleh r Tabel 0,266.

Dengan demikian pada taraf signifikan 5% rxy = 0,357 > r Tabel 0,266 berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima, ini berarti terdapat kolerasi yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan penyalahgunaan media sosial di kelas IPS MAN 1 Bogor.

Bahwa dapat disimpulkan pola asuh orang tua dengan penyalahgunaan media sosial di kelas IPS MAN 1 Bogor terdapat kolerasi yang signifikan.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh pola asuh orang tua terhadap penyalahgunaan media sosial di kelas IPS MAN 1 Bogor yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Pelaksanaan penelitian tentang Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Penyalahgunaan Media Sosial di kelas X IPS MAN 1 Bogor menurut data yang diperoleh nilai skor pola asuh pada kelas X IPS siswa yang terdiri dari 26 siswa dan 31 siswi. Nilai skor rendah 30-49 berjumlah 48 orang, nilai skor sedang 50-69 berjumlah 9 orang, dan nilai skor tinggi 70-90 tidak ada.

2. Pelaksanaan peneltian tentang Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Penyalahgunaan Media Sosial di kelas X IPS MAN 1 Bogor menurut data yang diperoleh nilai skor penyalahgunaan media sosial pada kelas X IPS siswa yang terdiri dari 26 siswa dan 31 siswi. Nilai skor rendah 30-49 berjumlah 47 orang, nilai skor sedang 50-69 berjumlah 10 orang, dan nilai skor tinggi 70-90 tidak ada.

3. Pada taraf signifikan 5% rxy = 0,357 > r Tabel 0,266 berarti hipotesis alternatif

(Ha) diterima, ini berarti terdapat kolerasi yang signifikan antara pola asuh orang

tua dengan penyalahgunaan media sosial di kelas IPS MAN 1 Bogor. Antara

variabel x dan variabel y terdapat kolerasi yang lemah atau rendah.

(12)

Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1, Muhyani 2 , Muhammad Fahri 3 1157 Saran

1. Sekolah

a. Lebih merawat sarana dan prasarana pembelajaran sekolah yang ada, karena terdapat beberapa sarana pembelajaran yang ada di kelas yang sudah tidak berfungsi.

b. Lebih merawat keadaan gedung yang ada, baik ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar maupun masjid yang digunakan sebagai sarana ibadah.

2. Guru

a. Menciptakan inovasi dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran lebih variatif dan menarik.

b. Menggunakan media pembelajaran yang lebih membantu tercapainya tujuan pembelajaran.

3. Siswa

a. Menjadikan sekolah sebagai sarana untuk mencari ilmu

b. Lebih memperhatikan etika berpenampilan yang baik dan rapih.

DAFTAR PUSTAKA

Ade Dwi Utami; dkk. 2013. Modul Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Universitas Negeri Malang.

Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta: Jakarta.

Ayun, Qurrotu, Pola Asuh Orang Tua dan Metode Pengasuhan Dalam Membentuk Kepribadian Anak, Jurnal Thufula, Vol 5, No 1, diunduh tanggal 13 Agustus 2019

Dasmo, Nurhayati dan Marhento, G. 2014. Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pola Asuh Orang tua Terhadap Prestasi Belajar IPA. Jurnal Formatif 2(2): 132-139 ISSN: 2088-351X.

Dasmo, Nurhayati, Giri marhento. 2019. “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Ips” Jurnal Formatif 2, ISSN 2088-351X, diunduh tanggal 13 Agustus 2019

Djamarah, Syaiful Bahri. 2014. Pola Asuh Orang Tua dan Komunikasi Dalam Keluarga Upaya Membangun Citra Membentuk Pibadi anak, PT Rineka Cipta:

Jakarta.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2014: 50-51, Pola Asuh Orang Tua dan Komunikasi dalam Keluarga Upaya Membangun Citra Membentuk Pribadi Anak. Jakarta: Rineka Cipta.

Martin, J. A., Hamilton, B. E., Osterman, M. J., Curtin, S. C., Matthews, T. J. 2013.

Births: final data for , Natl Vital Stat Rep, 64(1), 1-65.

Muslim, Ahmad. 2011. Peranan Konsumsi dalam Perekonomian Indonesia dan Kaitannya dengan Ekonomi Islam, Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Pranata Sosial, Vol. 1, No. 2 , 2011

Nasution, Nur. 2015. Manajemen Mutu Terpadu. 2015. Bogor. Ghalia Indonesia.

(13)

Rizal Fahmi Nur Fauzi Yasim 1, Muhyani 2 , Muhammad Fahri 3 1158 Nurhayanti, R., Novotasari, D., & Natalia. 2013. Tipe Pola Asuh Orang Tua yang

Berhubungan dengan Perilaku Bullying di SMA Kabupaten Semarang. Jurnal Keperawatan Jiwa, 1(1), 49-59.

Rahadi, D. 2017. Perilaku Pengguna dan Informasi Hoax di Media Sosial. Jurnal manajemen & Kewirausahaan, 58-70.

Setyaningsih, Dwi, Anton Apriyantono, dan Maya Puspita Sari. 2010. Analisis Sensori untuk Industri Pangan dan Argo. Bogor: IPB Press.

Sugihartono, dkk, 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Pers.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT

Alfabet.

Referensi

Dokumen terkait

1) Adanya dukungan Pemerintah Kabupaten Maros di bidang Komunikasi dan Informasi melalui Peraturan Daerah Kabupaten Maros Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan

Individu atau beberapa anggota kelompok usaha dapat terdaftar secara legal dan memperbolehkan mereka membuat profit Kelompok usaha sepakat bahwa Individu atau beberapa anggota

Hal ini sesuai dengan Suwarna (2006:77) yang menyatakan bahwa memberi penguatan bertujuan untuk 1) meningkatkan perhatian siswa pada pembelajaran; 2) meningkatkan motivasi

Dari sekitar 300.000 jenis tanaman yang tersebar di muka bumi ini, masing-masing tanaman mengan- dung satu atau lebih mikroba endofit yang terdiri dari bakteri dan jamur (Stro bel

And yet, Katherine Duncan-Jones, in her 1997 Arden edition of the sonnets, refused to let Thorpe stand as the only begetter of his tortuous dedication, suggesting instead that,

Already head and shoulders under the hood, Gray simply turned his head and gave her a dry look.. Brianna bit her lip as she watched

Prinsip kerjanya adalah aliran data dari phones (client)/WAP protokol, akan mengirim encoded request, protokol gateway akan mentranslasikan request dari WAP protokol yang

yang nantinya menginkubasi perusahaan pemula dalam industri hilir kelapa sawit dan memberikan layanan bisnis dan teknologi kepada UMKM yang sudah ada. Berperan