• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Pagar Alam, Maret 2021 Guru BK/ Konselor. Titin Solehah, A.Md.T.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KATA PENGANTAR. Pagar Alam, Maret 2021 Guru BK/ Konselor. Titin Solehah, A.Md.T."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta’alaa, berkat limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya maka kami dapat menyelesaikan Dokumen program layanan Bimbingan Konseling bidang pengembangan Pendidikan Lanjut/Karir Madrasah Aliyah Lan Tabur Kota Pagar Alam tahun pelajaran 2020/2021

Dokumen program layanan Bimbingan Konseling bidang pengembangan Pendidikan Lanjut/Karir disusun sebagai salah satu unsur atau komponen yang penting dan dibutuhkan oleh sekolah agar peserta didik memperoleh penyesuaian diri, pemahaman tentang dunia kerja dan pada akhirnya mampu menentukan pilihan kerja dan menyusun perencanaan karir.

Keterbatasan pengetahuan dan kemampuan kami dalam membuat program ini masih jauh dari yang diharapkan. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat kami butuhkan.

Semoga program ini bisa berjalan dengan baik sesuai harapan dan tujuan bersama. Aamiin

Pagar Alam, Maret 2021 Guru BK/ Konselor

Titin Solehah, A.Md.T.

(2)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sekolah sebagai tempat remaja menimba ilmu dan mengembangkan kompetensinya bertanggung jawab untuk membantu dan memfasilitasi remaja yang menjadi peserta didiknya untuk menguasai semua kompetensi yang diperlukan untuk memasuki masa dewasa, termasuk untuk menyiapkan diri untuk memasuki dunia karir.

Pendidikan di sekolah memiliki peran penting dalam mengembangkan sikap mental, keterampilan, kecerdasan, dan wawasan yang dipelukan bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja. Di sekolahlah dibangun berbagai kapasitas yang diperlukan seseorang untuk menghadapi tantangan dan persaingan dunia kerja. Sekolah tidak hanya bertanggung jawab untuk mengembangkan hard-skills siswa, tapi juga memperkuat soft-skill yang mereka perlukan untuk sukses mengarungi dunia kerja.

Salah satu elemen pendidikan di sekolah yang dipandang strategis dalam memfasilitasi pengembangan berbagai kemampuan prevokasional dan soft-skill siswa adalah program bimbingan karir bagi siswa. Pelayanan bimbingan karir merupakan salah satu dari empat bidang pelayanan bimbingan konseling di sekolah. Keempat bidang yang dimaksud, adalah bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan pembelajaran, dan bimbingan karir (Prayitno & Anti, 1999; Prayitno, 2002).

Layanan bimbingan konseling di sekolah sangat penting untuk dilaksanakan secara khusus, terprogram dan ditangani dengan baik oleh guru yang bersangkutan agar siswa-siswanya dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki dengan baik. Maka sudah sepantasnya dilaksanakan layanan bimbingan konseling dalam bidang pengembangan Pendidikan lanjut atau karir. Harapannya dengan dibuatnya program layanan ini kita dapat menemukan solusi permasalahan yang dihadapi oleh guru bimbingan dan konseling serta peserta didik sebagai konseli.

(3)

1.2 Tujuan

Program ini disusun dengan tujuan sebagai berikut :

a. Peserta didik dapat Mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bidang tertentu.

b. Peserta didik dapat merencanakan masa depannya serta menemukan karir kehidupannya yang serasi/sesuai

c. Peserta didik dapat memahami diri mengenai kemampuan minat, bakat, sikap dan cita-citanya

1.3 Sasaran

Program ini ditujukan kepada Peserta didik MA Lan Tabur Pagar Alam

(4)

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bimbingan

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu agar mampu memahami diri dan lingkungannya.

2.2 Pengertian Konseling

Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara, dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapi untuk mencapai kesejateraan hidupnya.

2.3 Hubungan Bimbingan dan Konseling

Hubungan bimbingan dan konseling adalah satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan karena satu dengan yang lain saling terikat dan saling mendukung.

2.4 Asas –Asas Bimbingan dan Konseling

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah mengemukakan asas – asas layanan bimbingan dan konseling:

a. kerahasiaan sebagaimana diatur dalam kode etik Bimbingan dan Konseling b. kesukarelaan dalam mengikuti layanan yang diperlukan;

c. keterbukaan dalam memberikan dan menerima informasi;

d. keaktifan dalam penyelesaian masalah;

e. kemandirian dalam pengambilan keputusan;

f. kekinian dalam penyelesaian masalah yang berpengaruh pada kehidupan konseli;

g. kedinamisan dalam memandang Konseli dengan menggunakan teknik layanan sejalan dengan perkembangan ilmu Bimbingan dan Konseling;

(5)

h. keterpaduan kerja antar pemangku kepentingan pendidikan dalam membantu konseli;

i. keharmonisan layanan dengan visi dan misi satuan pendidikan, nilai dan norma kehidupan yang berlaku di masyarakat;

j. keahlian dalam pelayanan yang berdasarkan kaidah – kaidah akademik dan profesional di bidang Bimbingan dan Konseling;

k. Tut Wuri Handayani dalam memfasilitasi setiap peserta didik untuk mencapai tingkat perkembangan yang optimal.

2.5 Pengertian Bimbingan Pendidikan Lanjut atau karir

Bimbingan karir adalah suatu proses bantuan, layanan dan pendekatan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dirinya, memahami dirinya, dan mengenal dunia kerja merencanakan masa depan dengan bentuk kehidupan yang diharapkan sesuai dengan keadaan dirinya.

Layanan pendidikan lanjut atau karir bertujuan untuk membantu siswa merencanakan karirnya sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat yang dimilikinya.

2.5.1 Aspek-Aspek Bimbingan Pendidikan lanjut atau karir

Dalam konteks menempuh karier berarti dorongan untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang mendukung bidang karier yang diminati sebaik mungkin.

Siswa yang memiliki motif berprestasi tinggi dalam menempuh karier memiliki ciri sebagai berikut: (1) ingin melakukan kegiatan yang mendukung bidang kariernya sebaik mungkin sesuai dengan potensi yang dimiliki, (2) bertanggung jawab terhadap keputusan-keputusan hidup yang mengarah pada pencapaian bidang kariernya, (3) tidak menyia-nyiakan peluang karier yang ada, (4) berkeinginan untuk menciptakan peluang karier. Peran konselor atau guru dalam memfasilitasi perkembangan motif berprestasi siswa dalam menempuh karier antara lain: (1) membantu mengembangkan kegiatan-kegiatan yang mendukung pengembangan karier siswa serta memberikan penilaian dan balikan, (2) memfasilitasi akses

(6)

informasi karier bagi siswa, dan (3) memberi dukungan positif kepada siswa untuk menciptakan peluang karier sendiri.

2.5.2 Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Lanjut atau Karir

Bimbingan dan konseling memiliki beberapa jenis layanan yang dilakukan untuk menunjang kegiatan layanan bimbingan dan konseling, jenis layanan bimbingan dan konseling Pendidikan Lanjut atau Karir adalah sebagai berikut :

a) Orientasi , yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.

b) Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.

c) Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.

d) Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

e) Bimbingan dan Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya

f) Bimbingan dan Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalampembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.

(7)

BAB 3

PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN KONSELING BIDANG PENGEMBANGAN PENDIDIKAN LANJUT ATAU

KARIR

No Komponen Layanan Dasar

1. Bidang Layanan Karier

2. Topik / Tema Layanan Pentingnya memahami bakat dan minat

3. Fungsi Layanan Pemahaman

4. Tujuan Umum Peserta didik dapat menjadi siswa yang mandiri 5. Tujuan Khusus a. Peserta didik atau konseli mengerti tentang

bakat dan minat

b. Peserta didik atau konseli dapat mengenal minat bakat

c. Peserta didik atau konseli dapat memahami pentingnya bakat dan minat

6. Sasaran Layanan Kelas XII

7.

Materi Layanan a. Manfaat mengenal minat dan bakat

b. Dampak buruk tidak mengenal minat dan bakat

8.

Waktu 1 X 45 Menit

9.

Sumber Materi

10.

Metode / Teknik Tanya Jawab

11.

Media / Alat Angket mengidentifikasi keterampilan yang konseli suka

(8)

12.

Pelaksanaan

a. Tahap Awal / Pendahuluan

1) Pernyataan Tujuan - Guru BK / Konselor membuka dengan salam dan berdoa

- Guru BK Memperkenalkan diri

- Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)

- Menyampaikan tujuan khusus yang akan dicapai

2) Penjelasan tentang langkah-langkah

kegiatan

- Memberikan langkah-langkah kegiatan , tugas dan tanggung jawab peserta didik - Kontrak layanan (kesepakatan layanan) , hari

ini kita akan melakukan kegiatan selama 1 jam pelayanan , kita sepakat akan melakukan dengan baik

3) Mengarahkan Kegiatan - Guru BK / Konselor memberikan penjelasan tentang materi Pentingnya memahami bakat dan minat

- Guru menjelaskan materi Dampak buruk tidak mengenal minat dan bakat

13.

Evaluasi

a. Penilaian proses Antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan

(9)

layanan

b. Penilaian Hasil - Peserta didik mampu mengetahui Pentingnya memahami bakat dan minat

- Peserta didik mampu memahami Dampak buruk tidak mengenal minat dan bakat

(10)

PENUTUP

Program layanan Bimbingan Konseling bidang Pengembangan pendidikan lanjut atau karir ini disusun berdasarkan kondisi obyektif sekolah dengan harapan agar dapat dipergunakan oleh Guru Pembimbing dalam pelaksanaannya. Tentunya kita menyadari bahwa nantinya mungkin terjadi permasalahan-permasalahan berkenaan dengan lapangan. Bila hal ini terjadi kita berharap tidak mengurangi atau mengganggu fungsi dari pelaksanaan Program layanan Bimbingan Konseling bidang pendidikan lanjut atau karir .

Demikian program ini disusun semoga kinerja kita dapat berjalan dengan baik dan lancar serta tertib demi peserta didik kita.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

1. https://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---asia/---ro-bangkok/---ilo- jakarta/documents/publication/wcms_165903.pdf

2. https://bukunnq.wordpress.com/2012/04/01/program-pelayanan-bimbingan-dan- konseling-karier-di-sekolah/

Referensi

Dokumen terkait

Perencanaan penelitian sangat dibutuhkan agar penelitian berjalan secara sistematis, di mana pada tahap ini peneliti mengembangan produk yang nantinya akan digunakan sebagai

keinginan masyarakat untuk membayar air bersih (willingness to pay) di pengaruhi oleh 2 variabel, yaitu jumlah anggota keluarga dalam satu rumah dan akumulasi

Dalam pemberian deposito berjangka yang dilakukan oleh BTN Cabang Sidoarjo terdapat hambatan-hambatan diantaranya adalah bilyet deposito rusak atau hilang, nasabah

a. Terdapat perbedaan antara individu yang berada dalam kondisi terdapat elemen Pengendalian Internal maupun tidak terdapat elemen Pengendalian Internal dalam

Hal ini didukung oleh pernyataan Siagian (dalam Syamsi, 1995) bahwa pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan

Event Mandiri Jogja Marathon ini merupakan kegiatan marketing public relations yang menerapkan pendekatan strategi pass karena berdasarkan hasil wawancara dengan

Hasil keluaran dari sistem ini yaitu pada pengiriman sms yang telah terenkripsi akan terkirim apabila ≤ 160 karakter, dan sms tidak akan terkirim apabila ≥ 160 karakter, pada

Aspek konsekuensi memberikan sumbangan terbesar dalam korelasi terhadap tingkat stres adalah karena ketika seseorang menganggap penyakitnya sebagai suatu hal yang normal, maka