€-MAGRI
Jurnal llmiah Ekonomi, Manajemen dan Agribisnis
ANALISIS
PENGARUH CURREruT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO DAN RETURNO/V ASSETS
TERHADAP
RETIJRN SAHAM PERUSAHAANAUTOMOTIVE
ANDALLIED
PRODUCTS DI BURSA EFEK INDONESIAOleh:
1) Eko Purwanto
2l
lraWikartika
Dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
ABSTRACT
Competition
intensifies businesses
have
created
a
company
to
enhance shareholdervalue
that
can be done through
an
increasein
shareholderwealth.
The existenceof the
shareholdersand
the
managementrole
is
critical
in
determining the magnitudeof the
benefitsto
be
obtainedby
the
company. lnvestorswill
certainly
be interestedto
invest in companies that profit promising prospects for the future.lt
can beseen
from the
ability
of
the
company makesa
profit,the
ability
to
pay
off its
currentliabilities
using current
assets,the
ability
to
use
the
capital
to
cover the debt
and determine whetherthe
capital investment madeby
making beneficialor
detrimental tostock
return indicators
to
improve
the
wealth
of
investors, including
which
the shareholders.This
study
aimedto
determinethe
effect
of the
current ratio, debt
toequity ratio and return on
assetsof the
company stock returns Automotiveand
Allied Products that go public in lndonesia Stock Exchange.The
population
in this
study
are the
financial statements
of
Automotive
and Allied Products company that went public in the lndonesia Stock Exchange inthe
period2007
to
2010.
The
sampling technique
used
was
random sampling
technique
ie sampling technique in which every member of the population has an equal chance to bedrawn
as
a
sample.
The
research sample amounted
to
15
companies
during
theobservation
period
of
4
years. The data used
are
secondary
data
and
analysis teclrnique used is multiple linear regression analysis.The
resultsof this
study showed thatthe
current ratio, debtto
equity ratio
andreturn
on
assets does not
significantly
affect stock
returns Automotive
and
Allied Products companies that went public in the lndonesia Stock Exchange.Keywords : current ratio, debt to equity ratio, return on assefs
and
stock return PENDAHULUANTujuan
perusahaarr
adalahmemaksimalkan
kekayaan
pemegangsaham
sebagai pemilik
perusahaan,ekspektasi
dari para
investor terhadap investasinya adalah memperoleh return(tingkat
pengembalian)
sebesar-besarnya
dengan resiko
tertentu.Return tersebut dapat berupa
capitalgain
ataupun dividen untuk
investasipada saham
dan
pendapatan
bungauntuk
investasi
pada
surat
hutang. Returntersebut yang
menjadi indikatoruntuk
meningkatkan
wealth
parainvestor.
Persaingan
bisnis
yangsemakin
ketat
telah
membuat
suatuperusahaan
khususnya
perusahaanAutomotive
and Allied
Products semakin berusahauntuk
meningkatkannilai
perusahaan. Meningkatkan
nilaiperusahaan
dapat
dilakukan
melaluipeningkatan kemakmuran
parapemegang saham. Keberadaan
parapemegang
saham
dan
perananmanajemen
sangatlah penting
dalamE-MAGRI
Jurnal llmiah Ekonomi, Manajemen dan Agribisnis
Departemen Perindustrian
danPerdagangan
mengeluarkan
targetpertumbuhan
sektor industri
rata-rata8%
pertahun untuk periode 2005-2009.Selain itu,
ditetapkan empat
kelompokindustri
prioritas,yaitu
industri berbasis pertanian atau agro (pengolahan kelapasawit,
pengalengan
ikan, karet,
kayu,coklat, dan
lain-lain), industri
alat-alattransportasi (kendaraan
bermotor,perkapalan,
dan
kedirgantaraan),industri
telematika (informasi
dan telekomunikasi) dan manufaktur (tekstil, alas kaki, keramik, elektronik, konsumsikertas, dan ban)
(http//www.kompas.co.id), namun faktor
utama
yang
menentukan
kapasitasproduksi suatu industri adalah
modalinvestasi awal,
perkembangan industri,ketersediaan sumber
daya
manusia,teknologi,
sumber
daya
alam,
dan sektor-sektor pendukung.Salah
satu
sektor
pendukunguntuk
kelangsungan
suatu
industriadalah
ketersediaannyadana.
Sumber dana murah yang dapat diperoleh suatuindustri
adalah dengan menjual sahamkepada publik
di
pasar modal.
Pasarmodal
di
lndonesia,
yaitu BEI
dapatmenjadi media
pertemuan
antara investordan
industri. Kondisi seperti inisecara
langsung
akan
mempengaruhiaktivitas
pasar modalyang
selanjutnyamenyebabkan
naik
turunnya
jumlah'permintaan
dan
penawaran saham
dibursa
dan
pada
akhirnya
berakibatpada
perubahan
saham,
sehingga keadaan tersebut tentunya harus selaludiwaspadai
oleh para
investorkhususnya untuk industri
Automotive and Allied Products.Pada
umumnya menuntutperusahaan membaca
dengan
baikterhadap situasi internalnya
baik
dibidang
pemasaran, produksi,
sumberdaya
manusia
dan
keuangan.
Hal
ini agar perusahaan dapat bertahan dalamberbagai situasi
yang
dihadapi.
Salahsatu
cara agar
perusahaan
dapatberjalan
adalah dengan berinvestasi
dipasar modal adalah
investasi
danpenanaman
modal dalam
bentuk sahamyang
merupakan pemilikan ataupembelian saham-saham
perusahaanterbuka
oleh
investor dengan
tujuanuntuk
mendapatkan
pendaPatan(retum) sebagai
keuntungan.
Namun,berinvestasi
di
pasar modal
memiliki resiko yang sangat besar sehingga parainvestor
memerlukan
analisis
untukmenilai kelayakan perusahaan
yang akan ditanami modal untuk mengurangi resiko-resiko investasi.Ekspektasi
dari
para
investorterhadap
investasinya adalahmemperoleh
tingkat
pengembalian(return)
sebesar-besarnya
denganresiko
tertentu. Return tersebut
dapatberupa capital
gain
ataupun
dividenuntuk
investasi
pada saham
dan pendapatan bunga untuk investa.si padasurat
hutang. Return tersebut
yangmenjadi
indikator untuk
meningkatkanwealth
para
investor, termasuk
didalamnya
para
pemegang
saham.Dividen merupakan
salah satu
bentuk peningkatanwealth
pemegang saham.lnvestor akan sangat senang
apabilamendapatkan
return
investasi
yangsemakin
tinggi
dari
waktu
ke
waktu.Oleh
karena
itu,
investor
memiliki kepentingan untuk mampu memprediksi berapa besar investasi mereka. lnvestorselalu mencari alternative
investasinyayang
memberikan
return
tertinggidengan
tingkat resiko
tertentu.Mengingat
resiko yang melekat
padainvestasi
saham
lebih tinggi
dari investasi pada perusahaan,return
yang diharapkanjuga
lebih
tinggi,
(Husnan, 1992:59).Hal
tersebut
di
atas akan
dapat tercapai apabila kemampuanperusahaan
memenuhi
kewajibanjangka
pendeknya
semakin
tinggi sehinggaatau
dengankata lain
currentratio yang dimiliki cukup besar.
Akantetapi
apabila perusahaanhanya
dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya kondisisaja dan
semakin meningkat
proporsidebt
relative terhadap
ekuitas
makaakan
meningkatkanresiko
perusahaan yang akan semakin memperkecil reiurnsaham.
Karena
tidak
mengetahui
apayang akan
terjadi
di
masa
yang
akandatang, seorang investor
tidak
akanmampu
untuk
merencanakan
oolakonsumsi
selama
hidupnya
denganpasti. Karena
keuntungan investor danwaktu dari
keuntungan
selarnahidupnya dengan
pasti,
investorakan
terdiri
dari dividen
yang
diterimaditambah (dikurangi) clengan
"capitalgain
(/oss)" (Return
on
assef),
yaituselisih antara harga saham pada
saat ini dengan harga pada waktu pembelian (Husnan, 1992:59).Untuk
menentukan
perusahaanyang diamati maka
penelitian mengklasifikasikan permasalahanmencoba ketidakpastian
mengkompensir
ini
dengan mengharapkan keuntungan yang cukuptinggi dari
investasi
tersebr;t.Keuntungan investasi
dalam
sahamTabel
1Return
Saham PerusahaanAutomotive
andAllied
Products yang
GoPublic
Nama Perusahaan Tahun
Astra lnternasional Tbk
Goodvear lndonesia Tbk Hexindo Adiperkasa Tbk
I ndomobil Sukses lnternasionar
Tbk
lndosprinq Tbk lntraco Penta
Multistrada Arah Sarana Tbk
Polycham lndonesia Tbk
Selama: Sempurna Tbk
€-MAGRI
Jurnal llmiah Ekonomi, Manajemen dan Agrlbisnis
Berdasarkan data yang disajikan
tersebut
dapat
diperoleh
keteranganbahwa
return
saham
perusahaanAutomotive
and Allied
Products mengalami peningkatan dan penurunan yangfluktuatif.
Pertanyaan yang timbuladalah sejauh
mana
perusahaan mampu mempengaruhi harga saham dipasar modal dan faktor atau
variabel apa saja yang dapat dijadikan indikator,sehingga
memungkinkan
perusahaanuntuk
mengembalikannya
dan
tujuan meningkatnyanilai
perusahaan melaluipeningkatan
nilai saham
yang diperdagangkandi
pasar
modal
dapat tercapai.Faktor
yang
mempengaruhipergerakan
return saham yaitu
faktoreksternal
dan internal.
Faktor
internalyaitu
berkaitan
dengan
pendapatan yang akan diperoleh para pemodal baik berupa dividen atau capital gain. Faktoreksternal
yaitu
perubahan
nilai
tukarmata uang,
naik
turunnya suku
bungaserta
rumor-rumor
yang
sengaja
olehsekumpulan
atau
orang
-
orang
yang ingin mengeruk keuntungan.Dalam
memperkirakan
tingkatpengembalian
(rate
of
return)
yangakan
didapat, investor terlebih
dahuluakan
melakukan penelitian
terhadap kinerja perusahaan Denganmeningkatkan
harga saham
tentunyareturn saham yang diterima
investorjuga
meningkat. Untuk itu investor perlumelakukan
pengukuran
kinerja keuangan perusahaan.Jogiyanto
(2003)
membagireturn
menjadi
2
macam, yaitu
returnrealisasi
dan return
ekspektasi.Keinginan
investor untuk
memperolehreturn terjadi
pada
investasi
dalamasset
financial.
Suatu
investasi
assetfinancial
menunjukkan
kesediaaninvestor
menyediakan sejumlah
dana pada saat ini untuk memperoleh sebuah aliran dana pada masa yang akan datang sebagai kompensasi atas faktorwaktu selama dana
ditanamkan
danresiko
yang
tertanggung.
Dengandemikian
para
investor
sedairgmempertaruhkan
suatu nilai
sekaranguntuk sebuah
nilai
yang
diharapkan pada masa yang akan datang.Para
investor
dalam
assetfinansial
juga
mengharapkan
returnyang
maksimal. Harapan
untukmemperoleh
return yang
maksimaltersebut
diusahakan
agar
dapat tenruujuddengan
mengadakan analisisdan
upayatindakantindakan
berkaitandengan
investasi
dalam
sahamnya. Tingkat pengembalian yang diharapkan investor merupakanjumlah
probabilitaskeuntungan
pada
serangkaian
yangmungkin
terjadi. Untuk
keperluan tersebut investor memerlukanalat
ukuryang
memadai
terhadap
proyeksikeuntungan perusahaan
di
masa mendatangdengan tingkat
probabilitas yang berbeda-beda.Dalam
mengukur
kinerjakeuangan
suatu perusahaan, penggunaan rasio keuangan adalah halyang lazim. lnput dasar analisa
rasiokeuangan
ini
adalah laporan
laba-rugidan
neraca pada periodetertentu
yangakan
dievaluasi.
Analisa
rasio
tidakhanya
menggunakan
rumus
terhadapdata
keuanganuntuk
menghitung rasiotertentu,
tetapi yang lebih
pentingadalah
interpretasi
atas nilai
rasio tersebut. Ukuran umum yang digunakan oleh para investor dalam menilai kinerjaperusahaan
adalah analisis
rasiokeuangan.
Dari
berbagai
rasio keuanganterdapat
beberaparasio
daninformasi keuangan perusahaan
yang dapat dipakai untuk memprediksi return saham antaralain, Current
Ratio (CR), Debt toEquity
Ratio (DER), dan Returnon Assef
(ROA). Perumusan
masalahyang
dapat
dikemukakan
adalah sebagai berikut :1.
Apakah current
ratio berpengaruh terhadap returnsaham
perusahaanProducts
yang
go
public
di Bursa Efek lndonesia ?2.
Apakah debt
to
equity
ratio berpengaruh terhaCap returnsaham perusahaan
Automotive
and
AlliedProducts
yang
go
public
di Bursa Efek lndonesia ?3.
Apakah Return
')n
Assel
berpengaruh terhadap returnsaham perusahaan
Automotive
and
AlliedProducts
yanJ
gc,public
di Bursa Efek lndonesia ?KAJIAN
TEORILaporan Keuangan
Laporan
keuangan
pada dasarnyaadalah hasil
dari
refleksi darisekian banyak transaksi yang
terjadi2005). Transaksi
dan
perisliwa
yang.bersifat finansial dicatat,
digolongkandan
diringkaskan dengancara
setepat-tepatnya
dalam
satuan
uang
dankemudian
diadakan
untuk
berbagai tujuan.Kondisi
keuangan
dan
operasiperusahaan
pada
hakekatnyamerupakan
hasil akhir
dari
kegiatan akutansi perusahaansaham.
(Jogiyanto:
2003).Variabel
ini diukur dengan satuan prosentase.Pt
-l
Keterangan :
'. Return Saham
:
Harga saham
pada:
Harga saham
padaCurrent
RatioCurrent
ratio
merupakan
salah€.MAGRI
Jurnal llmiah Ekonomi, Manajemen dan Agribtsnis
Debt to
Equity
Ratio
Rasio
hutang
dengan
modalsendiri
merupakan imbangan
antarahutang
yang
dimiliki
Perusahaan dengan modal sendiri (Sutrisno : 2001).Semakin besar Debt
to
EquitY
Ratiomencerminkan
kinerja
perusaahaanyang
buruk,
dikarenakan
perusahaanbanyak
memanfaatkan hutang
jangka panjang sebagai pendanaan usahanya,sehingga
mengakibatkan
semakin besarnya resiko yang harus ditanggunginvestor. lnvestor
akan
menghindari pembelian saham perusahaan tersebut, sehingga dikatakandebt
to
equity ratioakan
berpengaruh
negatif
terhadap harga saham.Return
onAssefs
Return
on
assefs
juga
seringdisebut sebagai
rentabilitas
ekonomismerupakan
ukuran
kemampuanperusahaan
dalam
menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki olehperusahaan (Sutrisno '.
2041). Apabilareturn
on
assets
meningkat,
berartiprofitabilitas perusahaan
meningkat, sehingga dampaknya adalah peningkatan profitabilitas yang dinikmatioleh
pemegang
saham
(Husnan, 1998:565)Dengarr
demikian
dapatdikatakan bahwa
semakintinggi
returnon
assefs menunjukkan semakin efektifperusahaan
memanfaatkan
aktivanya untuk menghasilkan laba bersih setelahpajak
Dengan demikian meningkatnyareturn
on
assels
maka
kinerjaperusahaan
yang
ditinjau
dariprofitabilitas
semakin
baik.
Hal
inimenarik
investor untuk memiliki sahamperusahaan
tersebut.
Denganmeningkatnya permintaan
investormaka
harga saham
juga
cenderungmeningkat
yang
diikuti
oleh
tingkatpengembalian
(return)
saham
yang. besar.Penelitian KennedY
(2003)dalam Ulupui
(2005:7)
menunjukkanbahwa variabel
return
on
assefsberpengaruh
positif
dan
signifikanterhadap
return
saham
Periode kedepan.METODE PENELITIAN
Populasi dan
SampelPopulasi
adalah wilayahgeneralisasi
yang terdiri
atas,obyek/subyek
yang
mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkanoleh
penelitiuntuk
dipelajaridan
kemudian
ditarik
kesimpulanya(Sugiyono,
2003:55). Populasi
dalampenelitian
ini
adalah
perusahaanAutomotive
and Allied Products
yang terdaftardi
Bursa Efek lndonesia (BEl), sebanyak 1 5 perusahaan.Sampel
adalah bagian
daripopulasi
yang
mempunyai
ciri
dankarakteristik
yang sama
denganpopulasi
tersebut. Karena
itu
sampelharus
representative
dari
sebuahpopulasi (Sumarsono,
2002
.
45).Teknik
penentuan
sampel
yang digunakandalam
penelitian
ini
adalahsimple random
sampling,
yaitu
teknikpenarikan
sampel dimana
setiapanggota populasi mempunyai
peluangyang sama untuk ditarik
sebagaisampel
dan
dengan
menggunakan rumus Slovin, dengan rumus:N
l+
N.e2Dari keterangan diatas diperoleh
sampel
perusahaan
sebanyak
15Teknik Pengumpulan
DataData yang
digunakan
dalampenelitian
ini
adalah
data
sekunder.Teknik
pengumpular
data
yangdigunakan dalarn penelitian
ini
adalahmetode
dokr-rmentasi.
Data
yangdigunakan
dalam
peneiitian
inimerupakan
data
sekunder
yang bersumberdari data
laporan keuangantahunan emiten
/
perusahaan
yangterdapat
pada
lndonesian
CapitalM arket Di rectory (l C M D).
Tehnik
Analisis
dan Uji Hipotesis
Analisis
ini
merupakan
analisisdata untuk
pengujian hipotesis dengan menganalisis regresi cerganda. Analisisregresi
berganda
dalam
penelitian
inidigunakan untuk
mengetahui pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio(DER), dan Return Cn Assefs
(ROA) terhadap return saharn.Adapun
bentuk modelyang
akandiuji
dalam penelitian ini, yaitu :Y=q+FrXr+FzXz+3sXr+6
Dimana :
Y
= return sahamq
= konstanTabel2
Perusahaan
Automotive
andAllied Produits
yang terdaftar
di
BEINama Perusahaan PT. Astra Internasional Tbk
PT. Goodvear lndonesia Tbk
PT. lndomobil sukses lnternasional Tbk
PT. Selamat Sempurna Tbk
keputusan
dipertanggungjawabkan
BLUE
maka harus dipenuhitiga
asumsidasar
yaitu adanya autokorelasi,1.
Autokorelasi
Autokorelasi merupakan
anggota
serangkaian
observasi
yangdiurutkan
menurutwaktu (seperli
datacross
section).
Uji
autokorelasi bertujuanuntuk menguji
apakah dalamsuatu model regresi
linier ada
korelasiantara
korelasi
pengganggu
padaperiode
t
dengan
kesalahan
padaperiode
t-1
(sebelumnya).
ldentifikasiada tidaknya gejala
autokorelasi dapat dilihat dari tabel Watson dengan jumlahvariabel bebas
(k)
dan jumlah data
(n)sehingga
DL dan DU dapat
diperolehdistribusi
daerah
keputusan
ada
atautidaknya
korelasi. (Gujarati,
2000.2O1-merupakan
suatu
keadaandimana
satu
atau
lebihvariabel
independen
terdapat
korelasiatau
hubungan
dengan
variabel independentlainnya.
Pengujian asumsiini untuk
menunjukkan
adanyahubungan
linear
antara
variabel-variabel
bebas dalam
satu
modelregresi
maupun
untuk
menunjukkanada
tidaknya derajat
kolineritas
yangtinggi
diantara
variabel-variabel bebas. Jika diantara variabel bebas berkorelasidengan
sempurna
maka
disebutmultikolineritas
sempurna
(perfectmulticolinerity)
yang
berarti
modelkuadrat
terkecil tersebut
tidak
dapatdigunakan.
Dugaan diagnosis
atau dugaan adanya multikolineritas tersebutmaka perlu adanya
pembuktian
atauidentifikasi secara statistik
ada
atautidaknya
gejala
multikolineritas
yangdapat
dilakukan
dengan
caramenghitung Variance lnflation
Factor (VlF). VIF menyatakan bahwa :.
Jika nilai tolerance > 0,10 dandiartikan bahwa
tidak terdapat multikolineritas pada penelitian tersebut.
Jikanilaitolerance
< 0,'10 dandiartikan bahwa
terdapatmultikolineritas penelitian tersebut
pada
3. Heteros
kedastisitas
Uji
heteroskedastisitas
ini bertujuanuntuk
menguji apakah dalammodel
regresi
terjadi
ketidaksamaan variancedari
residual satu pengamatanke
pengamatan
lainnya.
Kebanyakandata
cross section mengandung situasiheteroskedastisitas
karenamenghimpun
data
yang
mewakiliberbagai ukuran (kecil, sedang,
danbesar).
Salah
satu cara
untukmendeteksi
ada atau
tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan caramenggunakan Rank Spearman
yaitudengan
membandingkan
antara residual dengan seluruh variabel bebas. Mendeteksi adanya heteroskedastisitas adalah :.
Nilai
probabilitasberarti
bebas heteroskedastisitas.
Nilai
probabilitasberarti
bebas heteroskedastisitas HASIL DAN PEMBAHASANUji Normalitas
Menggunakan
ujiKolmogorov-Smirnov
denganmenggunakan
uji
ini
diperolehhaSil analisis bahwa
tidaksemua
variabel
yang
ditelitimemiliki
distribusiyang
normal,hanya pada
variabel
returnsaham,
DER
dan
CR
yangmemiliki
distribusi
normaldimana
nilai
Asymp.
SigReturn.Sah am
N
Normal
Parametersa
Mean std. Deviation Most ExtremeDifferences
AbsolutePositive Negative Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig.
(2{ailed)
Sumber data . Hasil analisis SPSS
Uji
Multikolinieritas
Dalam
pengujian asumsiklasik terhadap analisis
regresilinier
berganda
ini
menyatakanbahwa
hasil analisis
penelitianini
menunjukkan
tidak
adanyagejala
multikolinieritas
padasemua variabel
bebas
dimananilai
VIF
pada semua
variabel lebih kecil dari 10.Tabel 4 Coefficientsu
Dependent Variable'. return saham Sumber data . Hasil analisis SPSS
Uji
Heteroskedastisitas
dari 0,05) maka hasil analisis
ini
dapatHasil
analisis
menunjukkan
disimpulkan
bahwa seluruh
variabel bahwa pada variabel current ratio,debt
penelitian
tidak
terjadito
eqttity ratio, dan return
on
assefs
heteroskedastisitas.tidak
mempunyai
korelasi
yangsignifikan
antara
residual
dengan variabel bebasnya (nilai Sig lebih besarUnstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients Collinea rity Statistics
Std. Error Beta Tolerance
'(Constant)
Manajemen dan Agribisnis
Uji
Autokorelasi
Untuk asumsi klasik yang mendeteksi adanya autokorelasi dilihat dari hasil analisis yang
menunjukkan
hasil
bahwa
nilai
DurbinWatson sebesar
1,680
hal
inimenunjukkan
tidak
adanya
gejala autokorelasi.a. Predictors: (Constant), CR, ROA, DER
a.
Dependent Variable '. return sahamUnstandar dized Residual
Spearma
CR
Correlationn's
rho
CoefficientDER
Correlation CoefficientROA
Correlation CoefficientSig. (2-tailed)
Unstandardi
Correlation zed Residual CoefficientSumber data : Hasil analisis SPSS
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of the
€-MAGRI
Jurnal llmiah Ekoromi, Manajemen dan Agribisnis
Pengaruh
Current
Ratio
terhadap
Return
SahamBerdasarkan
hasil
pengujiandiketahui bahwa variabel
current
ratiotidak
mempunyai
pengaruh
yang signifikan terhaoap return saham. Pada periode 2007-?C1O kondisi pasar modaldi
lndonesia khususnya
padaperusahaan Automotive
and
AlliedProducts
kurang begitu
baikdikarenakan
pada
tahun
tersebutkondisi
perekonomian
lndonesia
barubangkit
dari
keterpurukan
dan
belum sepenuhnyapr:ih
akibatkrisis
moneteryang
berkepanjangan
sehinggaberdampak
pada return saham
yang diperoleh perusahaan.Pengaruh
Debt
to
Equity
Ratioterhadap
Return SahamBerdasarkan
hasil
pengujian diketahui bahwa variabeldebt
to
equityralio
tidak
mempunyaipengaruh
yangsignifikan terhadap
return
saham. Penelitianini
sejalan dengan penelitianSuharli (2005)
yang
menyatakanbahwavariabel
Debt
to
Equity
Ratiotidak
mempergaruhi
return
sahamsecara
signifikan.
Perusahaanmengambil kebijakan
rasio
leverageyang kura-rg tepat
sehinggamenyebabkan
perusahaan
terlalubanyak
menggunakan
hutang
dalam sebagian modal perusahaan. Kebijakanmanajer peru=haan properly
dalam menentukantirgkat
DER
terlalu
besarjustru tidak
menguntungkan
bagi perusahaan, penggunaan sumber danaeksternal yaitu hutang
tidak
menjadi masalah selama usaha berjalan normalkarena
perusahaan
mempunyai harapan akan memperolehlaba
bersihyg
lebih
besar daripada
biaya
bunga,dalam
memprediksi
harga
saham (Lindananty, 2004: 1 69)Pengaruh Return
onAssefs
terhadap
Return
SaharnBerdasarkan
hasil
pengujiandiketahui banwa variabel
return
onassels tidak mempunyai pengaruh yang
signiiikan
terhadap returnsaham.
Pada periode 2007-2010 kondisi pasar modaldi
lndonesia
khususnya
padaperusahaan Automotive
and
AlliedProducts
kurang begitu
baikdikarenakan
pada tahun
tersebutkondisi
perekonomian
lndonesia
barubangkit
dari
keterpurukan
dan
belum sepenuhnya pulihakibat krisis
moneteryang
berkepanjangan
sehinggaberdampak pada return saham
yang diperoleh perusahaan.lni
menunjukkanbahwa
perusahaan Automotive
andAltied
Products
kurang mampu
untuk memperolehlaba
melaluisumber
yangada
dalam
perusahaan,
akibatnyainvestor kurang
perhatian
pada perusahaan tersebut. Karena itu analisarasio
return
on
assefs secara
umummemfokuskan
pada hubungan
antarahasil cperasi, sepefti yang
dilaporkandalam laporan
laba-rugi,
dan
sumberdaya yang
tersedia,
seperti
yang dilapor<an dalam neraca.KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
:1. Current
Ratio (CR)
tidakmemberikan
kontribusi
terhadapreturn
saham,
ini
menunjukkan bahwa perusahaan belum mampuuntuk
memenuhi
kewajibanjargka
pendeknyadengan
aktivala rcarnya.
2.
Debt
to
Equity Ratio
(DER) tidaknremberlkan
kontribusi
terhadapreturn
saham,
ini
menunjukkanbahwa
perusahaan
kinerjaperusahaan
yang
kurang
baikdikarenakan perusahaan
banyakmemanfaatkan
hutang
sebagai pendanaannYa.3.
Return
on
Assets
(ROA)
jugatidak
memberikan
kontribusiterhadap
return
saham,
ini menunjukkanbahwa
perusahaanE-MAGRI
Jurnal llmiah Ekonomi, Manajemen dan Agribisnis
Saran
:1.
Perusahaan-perusahaanAutomotive
and
AlliedProducts
yang
terdaftar
diBEI hendaknya
meningkatkan Debt to Equity
(DER) agar
perusahaan-perusahaan
tersebut menladi
prioritasdalam
membeli
sahamnya,sehingga
harga
sahamperusahaan
tersebut
dapatmeningkat
dan
juga
akanmenghasilkan
return perusahaan yang tinggi pula.2.
Penelitian
ini
diharapkandapat
memberikan informasiyang
bermanfaat
bagiinvestor
serta
pengambilankeputusan
yang
tepatsehubungan dengan
investasinya. Tingkat
rasioleverage
(DER)
dapatdijadikan sebagai
dasarpengambilan
keputusaninvestasi
karena
mampumenjelaskan
perubahanreturn
saham
perusahaandalam
menghasilkan tingkat pengembalianatas
investasiyang
dilakukan
pada perusahaan tersebut.DAFTAR PUSTAKA
Algifari, 2000,
Analisis
Regresi
Teori,kasus,
dan
So/usi,
Penerbit BPFE, YogyakartaGujarati, Damodar, 1995, Ekonometrika
Dasar,
Penerbit
Erlangga, Jakarta.Husnan, Suad, 1998, Dasar-dasar Teori
Porlfolio dan
Analisis Sekudtas, UPP AMP.YKPNJogiyanto,
2003, Teori
Portofolio
DanAnalisa
Sekuritas,
EdisiKedua,
Penerbit
BPFF Yogyakafia.Jumingan,
2005,
Analisis
Laporan Keuangan, PenerbitPT
Bumi Aksara, JakartaSartono,
Agus
2001,
Manajemen Keuangan Teoridan
Aplikasi, Penerbit BPFE, Yogyakarta.Sugiyono,
2003,
Statistika
UntukPenelitian, Cetakan
Kelima,Penerbit
CV.
Alphabeta, Bandung.Suharli.
M.
2005. "Studi
Empiris Terhadap Dua Faktor", JurnalAkutansi
&
Keuangan, Yol.7, No.2, hal 99-1'16Sutrisno, 2001, Manajemen Keuangan,
Edisi
Pertama,
Penerbit
Ekonisia, Yogyakarta.Ulupui.
2005.
lG.K.A,
"AnalisisPengaruh
Likuiditas,Leverage,
Aktivitas,
dan Profitabilitasterhadap
ReturnSaham
(Studi
PadaPerusahaan
Makanan
dan