SKRIPSI
PENGARUH TEKANAN PERAN (ROLE STRESS)
TERHADAP KINERJA AUDITOR PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK
DI KOTA BANDUNG
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti sidang sarjana di Jurusan Akuntasi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia
Disusun oleh: Lilis Tuti Alawiyah
NIM : 0800463
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
SKRIPSI
PENGARUH TEKANAN PERAN (ROLE STRESS) TERHADAP
KINERJA AUDITOR PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK
DI KOTA BANDUNG
Oleh:
Lilis Tuti Alawiyah NIM. 0800463
Kinerja Auditor
Pada Kantor Akuntan Publik
Di Kota Bandung
Oleh Lilis Tuti Alawiyah
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
© Lilis Tuti Alawiyah 2013 Universitas Pendidikan Indonesia
November 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Pengaruh Tekanan Peran (Role Stress) Terhadap Kinerja Auditor Pada Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung”. Beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan.
Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Bandung, November 2013 Yang Membuat Pernyataan
ABSTRAK
PENGARUH TEKANAN PERAN (ROLE STRESS)
TERHADAP KINERJA AUDITOR PADA
KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI KOTA BANDUNG
Oleh :
Lilis Tuti Alawiyah 0800463
Dosen Pembimbing :
Dr. H. Memen Kustiawan, SE.,M.Si.,Ak.,CA Indah Fitriani, SE.,M.Ak.,Ak
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran umum mengenai tekanan peran yang dialami oleh auditor yang bekerja pada 10 Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Bandung, (2) untuk mengetahui bagaimana kinerja auditor yang bekerja pada 10 Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Bandung, dan (3) untuk mengetahui pengaruh tekanan peran terhadap kinerja auditor yang bekerja pada 10 Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Bandung.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana, koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling purposive. Sehingga, sampel dalam penelitian ini adalah para auditor yang telah ditentukan yang terdiri dari auditor junior, auditor senior dan manajer yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung. Jumlah Auditor yang menjadi sampel penelitian ini adalah 30 reponden.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tekanan peran jarang dialami oleh auditor yang bekerja pada KAP di Kota Bandung, (2) kinerja auditor yang bekerja pada KAP di Kota Bandung tergolong baik, dan (3) tekanan peran berpengaruh negatif terhadap kinerja auditor yang bekerja pada KAP di Kota Bandung dengan koefisien regresi sebesar (-0,993) dan koefisien korelasi sebesar (-0,444), hal ini menunjukkan bahwa tekanan peran memiliki hubungan negatif yang sedang dengan kinerja auditor. Sedangkan, berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi, tekanan peran memberikan kontribusi atau pengaruh sebesar 19,7% terhadap kinerja auditor yang bekerja pada KAP di Kota bandung, sementara sisanya sebesar 80,3% merupakan kontribusi dari faktor lain yang tidak diteliti.
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF ROLE STRESS
ON AUDITORS’ PERFORMANCE AT
PUBLIC ACCOUNTING FIRM IN BANDUNG
By :
Lilis Tuti Alawiyah 0800463
Supervisor :
Dr. H. Memen Kustiawan, SE.,M.Si.,Ak.,CA Indah Fitriani, SE., M.Ak.,Ak
The aim of this reseacrh are (1) to know the general description of role stress experienced by auditors who worked on 10 Public Accounting Firms in Bandung,(2) to find out how the performance of auditors who worked on 10 Public Accounting Firms in Bandung, and (3) to know the influence of role stress on auditor performance who work at10 public accounting firms in Bandung.
This research used descriptive and verificative method. And the analysis used are simple linier regression, correlation coefficient and determination coefficient. The sampling technic for this research is sampling purposive technic. So, the sample of this research are auditors who have been fixed that consist self auditor junior, auditor senior and manager. There were about 30 respondents of this research.
The result of this research are (1) role stress rarely experienced by auditors who worked on public accounting firms in Bandung, (2) performance auditors who worked in Bandung is good, and (3) role stress negatively influence on auditors’ performance with the regression coefficent about (-0,993) and the result of regression shows that coefficient corellation is (-0,444). It shows that role stress has negative medium influence on auditor performance. And based on the calculation result of the determination coefficient shows that role stress contribute/influence by 19,7% againts the auditors’ performance on Public Accounting Firms in Bandung, while the rest 80,3% is the contribution from the other factors that are yet to be analyzed.
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
ABSTRAK
KATA PENGANTAR ... i
UCAPAN TERIMA KASIH ... iii
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR TABEL ... xi
BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang ... 1
1.2Rumusan Masalah ... 8
1.3Tujuan Penelitian ... 9
1.4Kegunaan Penelitian ... 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESA 2.1 Kajian Pustaka ... 10
2.1.1 Auditing ... 10
2.1.1.1 Pengertian Auditing ... 10
2.1.1.2 Jenis-Jenis Audit ... 15
2.1.1.4 Jenis-Jenis KAP ... 19
2.1.1.5 Standar Auditing ... 21
2.1.1.6 Proses Audit ... 22
2.1.1.7 Tingkatan Staf di KAP ... 23
2.1.2 Teori Atribusi ... 24
2.1.2 Teori Peran ... 24
2.1.3 Tekanan Peran ... 25
2.1.4 Kinerja Auditor ... 29
2.1.4.1 Pengertian Kinerja ... 29
2.1.4.2 Penilaian Kinerja ... 34
2.1.4.3 Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja ... 36
2.1.4.4 Penilaian Kinerja Auditor ... 38
2.1.4.5 Dimensi Kinerja Auditor ... 44
2.1.5 Pengaruh Tekanan Peran terhadap Kinerja Auditor ... 46
2.1.6 Penelitian Terdahulu ... 50
2.2 Kerangka Pemikiran ... 51
2.3 Hipotesis ... 54
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian ... 55
3.2 Metode Penelitian ... 55
3.2.1 Desain Penelitian ... 55
3.2.2 Desain dan Operasionalisasi Variabel ... 56
3.2.3 Populasi dan Sampel Penelitian ... 59
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data ... 60
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3.2.4.2 Dasar Pengukuran ... 62
3.2.5 Teknik Analisis Data dan Rancangan Pengujian Hipotesis ... 63
3.2.5.1 Uji Kualitas Instrumen ... 63
3.2.5.2 Regresi Linier Sederhana ... 66
3.2.5.3 Uji Asumsi Klasik Regresi ... 67
3.2.5.4 Uji Hipotesis Penelitian ... 68
3.2.5.5 Koefisien Korelasi ... 69
3.2.5.6 Koefisien Determinasi ... 70
3.2.5.7 Uji Signifikansi (Uji t) ... 71
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 73
4.1.1 Gambaran Umum Tentang Kantor Akuntan Publik ... 73
4.1.1.1 Profil Singkat Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung 77 4.1.1.2 Tugas Kantor Akuntan Publik ... 83
4.1.2 Gambaran Umum Responden ... 85
4.1.3 Deskripsi Data Variabel ... 86
4.1.3.1 Uji Validitas Instrumen ... 87
4.1.3.2 Uji Reliabilitas Instrumen ... 90
4.1.4 Gambaran Variabel Tekanan Peran pada KAP di Kota Bandung ... 92
4.1.4.1 Dimensi Konflik Peran (Role Stress) ... 92
4.1.4.2 Dimensi Ketidakjelasan Peran (Role Ambiguity) ... 98
4.1.4.3 Dimensi Kelebihan Peran (Role Overload) ... 104
4.1.5 Gambaran Variabel Kinerja Auditor ... 111
4.1.5.2 Dimensi Responden Mengenai Karakterisitik
Profesional ... 119
4.1.5.3 Dimensi Keterampilan Berkomunikasi ... 125
4.1.6 Analisis Statistik ... 130
4.1.6.1 Uji Asumsi Klasik ... 130
4.1.6.2 Uji Hipotesis Penelitian ... 133
4.1.6.2.1 Persamaan Regresi Sederhana ... 133
4.1.6.2.2 Koefisien Korelasi ... 134
4.1.6.2.3 Koefisien Determinasi ... 135
4.1.6.3.4 Pengujian Hipotesi... 136
4.2 Pembahasan ... 138
4.2.1 Tekanan Peran (Role Stress) ... 138
4.2.2 Kinerja Auditor ... 142
4.2.3 Pengaruh Tekanan Peran (Role Stress) terhadap Kinerja Auditor ... 143
BAB V PEMBAHASAN 5.1 Kesimpulan ... 147
5.2 Saran ... 148
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN 1
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keberhasilan sebuah organisasi dalam mencapai visi dan misi sangat
tergantung dari kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang dimiliki. Slogan pada sebuah pabrik Union Carbide “Assets make things possible, people make things
happen” (Werther and Davis, 1996) atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia berarti “aset-aset membuat sesuatu menjadi mungkin, orang membuat
sesuatu terwujud.” Slogan ini cukup menunjukkan bahwa Sumber Daya Manusia
(SDM) merupakan aset yang sangat berharga bagi suatu organisasi. Melalui
kinerja, kreasi dan inovasinya, SDM bisa memanfaatkan aset-aset dalam upaya
mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, setiap organisasi harus bisa
menjamin bahwa setiap orang yang berada didalamnya bisa menghasilkan kinerja
yang optimal. Begitu pentingnya keberadaan dan kinerja SDM tersebut
mendorong organisasi untuk bisa mempertahankan kinerja mereka.
Mempertahankan kinerja SDM bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan,
sebab ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tekanan peran merupakan salah
satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja SDM dalam suatu organisasi.
Dalam penelitian ini organisasi yang dimaksud adalah Kantor Akuntan Publik
Tekanan peran adalah suatu kondisi struktur sosial dimana suatu peranan
adalah samar-samar, sulit, bertentangan atau tidak mungkin untuk bertemu.
Dengan demikian tekanan peran pada hakekatnya merupakan suatu kondisi
dimana setiap peranan seseorang memiliki harapan yang berbeda yang
dipengaruhi oleh harapan orang lain, yang mana harapan – harapan tersebut dapat
berbenturan, tidak jelas dan menyulitkan peranan seseorang, sehingga peranan
seseorang menjadi samar-samar, sulit, bertentangan atau tidak mungkin untuk
bertemu (Hardy and Conway:1979).
Profesi akuntan publik telah mendapat banyak pengakuan dari berbagai
kalangan baikdari dunia usaha, pemerintah, bahkan masyarakat luas. Hal ini
seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan
dana keuangan yang baik, disamping itu perkembangan profesi akuntan publik
juga ikut didorong oleh peraturan pemerintah yang mengharuskan perusahaan
yang berkeinginan untuk go public untuk terlebih dahulu menyerahkan laporan
keuangannya yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik.
Akan tetapi, dewasa ini banyak sekali pihak-pihak yang menyorot kantor
akuntan publik mengingat sering ditemukannya kasus kelalaian maupun kesalahan
dalam proses audit yang dilakukan oleh KAP. Karena banyaknya kasus-kasus
yang berkembang, maka profesionalisme dan kinerja auditor pun sering
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Belakangan kasus besar yang sangat kencang gaungnya pun menimpa
profesi ini, “Satyam”, yang merupakan perusahaan teknologi informasi
outsourcing terbesar keempat di India. Mempunyai 50 ribu karyawan yang
tersebar di berbagai pusat pengembangan IT-nya di negara-negara Asia, Amerika,
Eropa, dan Australia. Menjadi rekanan dari 654 perusahaan global, termasuk
General Electric, Nestle, Qantas Airways, Fujitsu, dan 185 perusahaan Fortune
500 lainnya luluh lantah.
Satyam diketahui telah melakukan fraud terhadap laporan keuangan. Pada
awalnya, Satyam fraud dilakukan dengan menggelembungkan nilai keuntungan
perusahaan. Setelah dilakukan selama beberapa tahun, selisih antara keuntungan
yang sebenarnya dan yang dilaporkan dalam laporan keuangan semakin lama
semakin besar.
Keruntuhan Satyam ikut menyeret Kantor Akuntan Publik “Price
Waterhouse” selaku KAP yang mengaudit Satyam selama 8 tahun terakhir. Pada
14 Januari 2009, “Price Waterhouse” mengumumkan bahwa laporan auditnya
berpotensi tidak akurat dan tidak reliable karena dilakukan berdasarkan informasi
yang diperoleh dari manajemen Satyam. Institusi akuntan di India ICAI, meminta KAP “Price Waterhouse” memberikan jawaban resmi dalam 21 hari terkait
skandal Satyam.
Ini bukan pertama kalinya KAP Price Waterhouse tersangkut masalah di
untuk mengaudit bank selama 8 tahun karena melakukan audit yang tidak
memadai atas non-performing asset dari Global Trust Bank. KAP Price
Waterhouse menghadapi investigasi terkait kegagalannya mengidentifikasi fraud
senilai 21 juta euro di divisi air mineral grup perusahaan Greencore.
(www.tempo.co.id)
Tidak hanya terjadi pada perusahaan skala besar dunia dan kantor akuntan
publik berskala internasional, namun kasus runtuhnya perusahaan dan membawa
akuntan publiknya terseret serta dinyatakan bersalah pun terjadi di Indonesia,
beberapa kantor akuntan publik dibekukan izin kerjanya dan auditor yang
mengaudit juga harus menerima hukuman baik wajib mengikuti pendidikan
profesional kembali bahkan sampai kepada sanksi pembekuan izin kerja. Berikut
disajikan daftar kasus pelanggaran yang berakhir pada pembekuan izin akuntan
publik di Indonesia tahun 2008 dan 2009:
Tabel 1.1
Kasus Pembekuan Izin Akuntan Publik Tahun 2008 dan 2009
Akuntan Publik Kasus Pelanggaran Sanksi
Akuntan Publik di Bank Global pada tahun 2004. Pembekuan merupakan buntut dari kasus Bank Global
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Sejahtera tahun buku 2004 dan
berpotensi mempengaruhi laporan auditor independen dan melanggar ketentuan tentang pembahasan penugasan audit umum atas laporan keuangan PT Electro Indonesia dan PT Mandiri tahun buku 2007 yang berpengaruh cukup signifikan
berdasarkan surat keputusan Mentri Keuangan Nomor: 7040KM.1/2008 tanggal
22 Oktober 2008, kantor akuntan publik Drs. Sugiono Poulus, MBA., telah
dibekukan untuk jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal 16 Oktober
2008 dan berkahir pada tanggal 15 April 2009 akibat melakukan pelanggaran
bulan juni 2009 dengan ketentuan harus memenuhi Standar Auditing
(SA)-Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dan Peraturan Mentri Keuangan
Nomor: 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik. Selain itu, Akuntan
Publik E. Ristandi Suhardjadinata,MM pernah melakukan pelanggaran terhadap
Standar Auditing (SA) - Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dan
pelaksanaan audit atas laporan keuangan PT. Dana Pensiun Pos Indonesia
(Dapenpos) untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2007. Berdasarkan
Keputusan Mentri Keuangan Nomor: KEP-443/KM.6/200 akuntan publik Drs. E
Ristandi Suhardjadinata,MM, dibekukan untuk jangka waktu 6 (enam) bulan.
Beberapa contoh kasus pelanggaran Standar Auditing (SA) – Standar
Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang berakhir pada pembukan izin Akuntan
Publik tersebut sangat disayangkan, akuntan publik sebagai pihak yang
independen seharusnya dapat menjamin keandalan informasi laporan keuangan
dan dapat menghasilkan laporan audit yang berkualitas. Contoh diatas sebahagian
kecil contoh merosotnya kinerja akuntan publik bahkan ikut membawa
merosotnya perekonomian Indonesia, bahkan dalam hal ini, karena peran
pentingnya dalam masyarakat bisnis, akuntan publik bahkan dituduh sebagai
pihak yang paling besar tanggung jawabnya atas kemerosotan perekonomian
Indonesia (Unti Lugido;2007).
Kinerja KAP yang berkualitas sangat ditentukan oleh kinerja auditor.
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menilai hasil audit yang dilakukan. Kinerja auditor merupakan hasil kerja yang
dicapai oleh seorang auditor dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikan kepadanya, dan menjadi salah satu tolok ukur
yang digunakan untuk menentukan apakah suatu pekerjaan yang dilakukan akan
mencapai hasil kerja yang baik bahkan lebih baik kearah tercapainya tujuan
organisasi / perusahaan atau sebaliknya.
Tuntutan pekerjaan yang tinggi dan kemampuan untuk bersikap
professional menjadi tantangan yang harus dipenuhi oleh seorang auditor, karena
tanggung jawabnya yang besar.(Sudirman, 2002).
Seorang auditor yang independen akan mengambil keputusan tidak
berdasarkan kepentingan klien, pribadi, maupun pihak lainnya, melainkan
berdasarkan fakta dan bukti yang berhasil dikumpulkan selama penugasan (Hery,
2005). Karena tuntutan profesionalitas dan kode etik, maka seorang auditor harus
selalu memperhatikan kinerjanya dalam kondisi apapun, hal inilah yang dapat
menyebabkan timbulnya stres atau tekanan.
Ada suatu aktivitas yang dinamakan Boundary Spanning Activities (BSA).
BSA adalah sejauh mana seseorang melakukan aktivitas mencari informasi
tambahan untuk pengambilan keputusan. Individu yang berada pada boundary
spanning sangat berpotensi mengalami tekanan peran (role stress), sebab individu
dengan bermacam – macam keinginan dan harapan (Goolsby, 1992 dalam Fisher,
2001).
Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh
Lidya Agustina yang meneliti “Pengaruh Konflik Peran, Ketidakjelasan Peran dan
Kelebihan Peran terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Auditor”. Adapun
perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah peneliti melakukan
penyempitan pada variabel dependen dalam penelitian ini yaitu dengan
menghilangkan variabel dependen kepuasan kerja. Selain itu, peneliti
menggunakan sampel penelitian yaitu auditor yang bekerja di KAP daerah
Bandung, sedangkan peneliti sebelumnya menggunakan sampel penelitian para
akuntan publik di daerah DKI Jakarta.
Penelitian akan dilakukan pada KAP yang beroperasi di kota Bandung
karena berdasarkan data IAPI (2012), Bandung memiliki 28 KAP, kota Bandung
masuk ke dalam 7 Kota dengan penyebaran KAP terbanyak di Indonesia yang
menurut peneliti dapat mewakili dalam penelitian ini.
Berdasarkan fenomena dan masalah terkait tekanan peran (role stress)
yang telah diuraikan di atas, penulis akan meneliti tentang Tekanan Peran (Role
Stress) serta pengaruhnya terhadap Kinerja Auditor, oleh karena itu penulis
mengambil judul “Pengaruh Tekanan Peran (Role Stress) terhadap Kinerja
Auditor pada Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung”.
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Isu utama dari penelitian ini adalah untuk meneliti Pengaruh Tekanan
Peran (Role Stress) terhadap Kinerja Auditor. Berangkat dari masalah utama
tersebut, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah :
1. Bagaimana Tekanan Peran (Role Stress) di KAP yang berada di Kota
Bandung?
2. Bagaimana Kinerja Auditor pada KAP yang berada di Kota Bandung?
3. Bagaimana pengaruh Tekanan Peran (Role Sress) terhadap Kinerja
Auditor pada KAP yang berada di Kota Bandung?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana gambaran umum mengenai Tekanan Peran
(Role Stress) yang dialami oleh auditor pada KAP yang berada di Kota
Bandung.
2. Untuk mengetahui bagaimana kinerja auditor pada KAP yang berada di
Kota Bandung.
3. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Tekanan Peran (Role Stress)
terhadap Kinerja auditor pada KAP yang berada di Kota Bandung.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada
beberapa pihak, antara lain:
1. Kegunaan bagi Instansi
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat kepada instansi,
khususnya mengenai pengaruh tekanan peran.
2. Kegunaan bagi Ilmu Pengetahuan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah bukti empiris dari
penelitian-penelitian sebelumnya dan memberikan manfaat berupa
tambahan kepustakaan / referensi empiris mengenai beberapa faktor yang
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB III
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Objek Penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Sesuai
dengan pendapat Sugiyono (2004) mendefinisikan objek penelitian sebagai berikut: “Objek penelitian adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data tujuan
dan guna tertentu tentang suatu hal atau objektif, valid dan reliabel tentang
sesuatu hal (variabel tertentu). Objek dalam penelitian ini adalah tekanan peran
(role stress) dan kinerja auditor yang terdapat di KAP yang tersebar di Kota
Bandung. Dengan menggunakan objek tersebut, peneliti ingin menguji apakah ada
pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor.
3.2 Metode Penelitian
3.2.1 Desain Penelitian
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti
kegiatan penelitian itu berdasarkan pada ciri - ciri keilmuan, yaitu rasional,
empiris dan sistematis (Sugiyono, 2010).
Penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh tekanan peran
Berdasarkan tujuan tersebut maka metode yang digunakan untuk penelitian ini
merupakan metode deskriptif dan verifikatif.
Metode deskriptif (Nazir, 2003) adalah suatu metode dalam meneliti status
sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, atau
pun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini
adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual
dan akurat, mengenai fakta - fakta, sifat - sifat, serta hubungan antar fenomena
yang diselidiki. Melalui jenis penelitian deskriptif maka dapat diperoleh gambaran
mengenai pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada
Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung.
Sedangkan verifikatif menurut Arikunto (2006), pada dasarnya sifat
penelitian verifikatif ingin menguji kebenaran dari suatu hipotesis penelitian yang
dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan. Jadi dalam penelitian ini
diuji kebenaran mengenai pengaruh tekanan peran terhadap kinerja auditor.
Dapat disimpulkan bahwa metode deskriptif dan verifikatif adalah metode
penelitian yang menggambarkan keadaan saat ini dengan informasi yang telah
didapatkan dan melihat pengaruh antara variabel - variabel yang ada dimana
pengujian yang digunakan dalam penelitian menggunakan perhitungan statistika.
3.2.2 Desain dan Operasionalisasi Variabel
Pada dasarnya variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa
saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat dirumuskan bahwa variabel
penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan
yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Variabel Bebas (Independent)
Variabel independen sering disebut sebagai variable stimulus, predictor,
antecedent.Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi
atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen
(terikat), Sugiyono (2010). Dalam penelitian ini, variabel bebasnya yaitu
tekanan peran (role stress).
b. Variabel Terikat (Dependent)
Variabel dependen sering disebut variabel output, kriteria, konsekuen.
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas, Sugiyono (2010). Dalam penelitian ini,
variabel terikatnya yaitu kinerja auditor.
Untuk mempermudah penelitian dan menghindari salah penafsiran yang
berbeda terhadap judul penelitian ini maka variabel - variabel tersebut akan
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Variabel Dimensi Indikator Skala No Kuesioner
Tekanan
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Keterampilan
3.2.3 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek / subjek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010).
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja
pada Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung, dengan asumsi responden adalah
pihak-pihak yang secara langsung melakukan pelaksanaan audit mulai dari Junior
auditor, Senior Auditor sampai tahap Manager yang bekerja di Kantor Akuntan
Publik yang berada di Kota Bandung. Adapun daftar KAP yang berada di Kota
Bandung adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2
Daftar Kantor Akuntan Publik (KAP) di Bandung
No. Nama KAP No. Nama KAP
1. Abubakar Usman & Rekan 15. Drs. Joseph Munthe, MS.Ak. 2. Achmad,Rasyid, Hisbullah &
Jerry 16. Karel & Widyarta
3.
AF. Rachman & Soetjipto WS 17. Koesbandijah, Beddy Samsi &Setiasih
6. Djoemarma, Wahyudin &
Rekan 20.
Moch. Zainuddin & Sukmadi 7. Dr. H.E.R. Suhardjadinata&
Rekan 21.
Peddy HF Dasuki 8. Drs. Gunawan Sudradjat 22. Roebiandini & Rekan 9. Ekamasni Bustaman & Rekan 23. Drs. Ronald Haryanto
10. Heliantono & Rekan 24. Sanusi, Supardi & Soegiharto 11. Arifin, Halid & Rekan 25. Sugiono Poulus
12.
Drs. Jajat Marjat 26. Prof. Dr. H. TB. Hasanudin, M,SC & Rekan
13. Jojo Sunarjo, Ruchiat & Arifin 27. Wisnu B. Soewito & Rekan 14. Drs. R. Hidayat Effendy 28. Dra. Yati Ruhiyati
Sumber: Direktori KAP 2012
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut (Sugiyono, 2010). Sampel penelitian ini diambil dari populasi
menggunakan non probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang
tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota
populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2010). Teknik yang digunakan
adalah sampling purposive. Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel
dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010). Pertimbangan tersebut
didasarkan pada kepentingan atau tujuan penelitian. Kriteria yang dipakai dalam
menentukan sampel adalah sebagai berikut:
1. Auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik yang berada di Kota
Bandung.
2. Auditor yang bekerja di KAP yang berada di Kota Bandung yang memiliki
jabatan sebagai auditor junior, auditor senior, manajer dan partner.
Berdasarkan metode purposive sampling, diperoleh sampel auditor
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 3.3 Hasil Seleksi Sampel
Keterangan Jumlah
1. Jumlah Auditor yang ditargetkan menjadi responden dalam penelitian ini dari 28 KAP, hanya 10 KAP yang auditornya bersedia menjadi responden. Masing-masing KAP diberi 5 eksemplar kuesioner. 2. Kuesioner yang tidak dikembalikan dari 10 KAP
yang auditornya akan dijadikan sampel.
50
(20)
Jumlah Akhir sampel 30
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu studi
lapangan (field research atau survei). Penelitian ini menggunakan data primer,
yaitu data yang dikumpulkan langsung kepada objek penelitian dengan
mekanisme kuisioner. Untuk memperoleh data primer, digunakan penelitian
lapangan (field research) dengan teknik pengumpulan data melalui kuisioner yang
merupakan daftar pertanyaan yang ditujukan pada responden.
3.2.4.1Instrumen Penelitian
Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran terhadap
fenomena sosial maupun alam. Karena prinsipnya mengukur, maka harus ada alat
ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen
fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini
disebut variabel penelitian (Sugiyono, 2010).
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang
disebarkan kepada responden. Dalam penelitian ini, kuisioner adalah sumber yang
paling penting. Oleh karena itu, format kuisioner harus menarik, singkat, jelas dan
tidak terlalu banyak untuk mendapatkan respon yang baik dari responden
sehingga peneliti tidak mendapatkan kesulitan ketika menggunakan kuisioner
sebagai dasar pengukuran dalam penelitian ini.
3.2.4.2Dasar Pengukuran
Untuk mengukur variabel penelitian diperlukan skala pengukuran. Skala
pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk
menentukan panjang pendeknya yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur
tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.
Dengan skala pengukuran ini, maka nilai variabel yang diukur dengan instrumen
tertentu dapat dinyatakan dalam bentuk angka, sehingga akan lebih akurat, efisien
dan komunikatif (Sugiyono, 2010).
Macam-macam skala pengukuran dapat berupa : skala nominal, skala
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
data nominal, ordinal, interval dan rasio. Variabel - variabel di dalam penelitian
ini menggunakan skala interval.
Skala interval mempunyai karakteristik yang dimiliki oleh skala nominal dan
ordinal dengan ditambah karakteristik lain yaitu berupa adanya interval yang
tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karakteristik
antara objek yang satu dengan yang lainnya. (Umi Narimawati,2007)
Skala interval menunjukkan lambang atau simbol, peringkat atau urutan,
jarak atau interval yang tetap, dan memiliki titik awal (titik nol) bersifat relatif
(tidak mutlak). (Sugiyono, 2010)
Selanjutnya menganalisis data interval tersebut dengan menghitung
rata-rata jawaban berdasarkan skoring setiap jawaban dari responden. Dengan rumus :
(Jumlah total skor jawaban : Jumlah skor ideal) x 100%. (Sugiyono, 2010).
Untuk menentukan kriteria pengklasifikasian untuk variabel X dan
variabel Y yang mengacu pada ketentuan yang dikemukakan oleh Husein Umar
(2008), dimana rentang skor dicari dengan rumus sebagai berikut :
RS =
Keterangan:
RS = Rentang Skor
m = Skor tertinggi item
n = Skor terendah item
3.2.5 Teknik Analisis Data dan Rancangan Pengujian Hipotesis
Teknik analisis data merupakan salah satu tahap penelitian berupa proses
penyusunan dan pengolahan data untuk menafsirkan data yang telah diperoleh
dari lapangan. Tujuan analisis data adalah untuk menyederhanakan data ke dalam
bentuk yang lebih sederhana. Teknik analisis data ini berhubungan erat dengan
tujuan dari penelitian untuk mencapai hasil dari penelitian tersebut. Oleh karena
itu, tahap ini merupakan tahap yang paling penting karena akan memberikan
jawaban atas hipotesis yang diajukan oleh peneliti.
3.2.5.1Uji Kualitas Instrumen
Setelah peneliti membuat kuisioner dari instrumen-instrumen yang telah
ditentukan sebelumnya, selanjutnya kuisioner tersebut perlu di uji terlebih dahulu
sebelum disebarkan. Pengujian dilakukan dengan menguji kualitas data untuk
mengetahui apakah data tersebut dapat menjamin mutu dari penelitian yang
dilakukan. Kuisioner yang baik harus memenuhi validitas dan reabilitas.
1. Uji Validitas
Pengujian validitas dilakukan terhadap item-item yang telah disusun
berdasarkan konsep operasionalisasi variabel beserta indikator-indikatornya.
Suatu item dianggap valid jika item tersebut dapat mengungkapkan apa yang
diungkapkan atau apa yang ingin diukur. Uji validitas digunakan untuk
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
mendefinisikan suatu variabel.Teknik yang digunakan yaitu teknik korelasi
produk moment, dengan rumus sebagai berikut:
Sumber: Husein Umar (2008)
Dimana : rxy = koefisien antara instrumen pertanyaan secara keseluruhan
XY = jumlah perkalian item dengan total item
X = tingkat skor indikator yang diuji / nilai dari setiap
pertanyaan
Y = total skor indikator
n = jumlah responden
Skor setiap item pertanyaan yang diuji kevalidannya dikorelasikan dengan
skor total seluruh item. Jika kolerasi antara skor item dengan skor total adalah 0,3
keatas, maka faktor tersebut merupakan konstruk yang kuat. Jika kurang dari 0,3,
maka faktor itu dinyatakan tidak valid (Sugiyono, 2010). Uji validitas dalam
penelitian ini menggunakan program SPSS 20.0.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden
merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam suatu bentuk kuisioner. Uji
reliabilitas dapat dilakukan secara bersama-sama terhadap seluruh butir
pertanyaan untuk lebih dari satu variabel, namun sebaiknya uji reliabilitas
dilakukan pada masing-masing variabel pada lembar kerja yang berbeda sehingga
dapat diketahui konstruk variabel mana yang tidak reliabel.
Alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu program SPSS untuk
analisis reliabilitas, dengan menggunakan model Koefisien Cronbrach Alpha.
Cronbrach Alpha merupakan salah satu koefisien reliabilitas yang paling sering
digunakan.
Cara menghitung tingkat reliabilitas suatu data yaitu dengan Cronbrach
Alpha yang dirumuskan :
= [ ] [ 1- ]
Sumber: Husein Umar (2008)
Keterangan : = reliabilitas instrumen atau pertanyaan
k = banyaknya butir pertanyaan = varians total
= jumlah varian butir
Setelah nilai koefisien reliabilitas diperoleh, maka ditetapkan suatu nilai
koefisien paling kecil yang dianggap reliabel. Keandalan dikatakan baik jika
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3.2.5.2 Regresi Linier Sederhana
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan regresi linier sederhana. Menurut Sugiyono (2011) ‘Regresi sederhana didasarkan pada hubungan
fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen’.
‘Analisis regresi digunakan oleh peneliti untuk memprediksikan seberapa
jauh perubahan nilai variabel dependen, bila nilai variabel independen
dimanipulasi/diubah-ubah atau dinaikturunkan’ (Sugiyono, 2011). Dampak dari
penggunaan analisis regresi dapat digunakan untuk memutuskan apakah naik dan
menurunnya variabel dependen dapat dilakukan dengan menaikkan dan
menurunkan keadaan variabel independen, atau untuk meningkatkan keadaan
variabel dependen dapat dilakukan dengan meningkatkan variabel independen dan
sebaliknya (Sugiyono, 2011).
Bentuk persamaan regresi linier sederhana adalah:
= a + bX
Sumber : Husein Umar (2008)
X = Tekanan Peran (Role Stress)
a = Konstanta
b = Koefisien Regresi
3.2.5.3Uji Asumsi Klasik Regresi
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi mempunyai
distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik memiliki distribusi
normal atau mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secara
statistika. Untuk mendeteksi apakah data berdistribusi normal atau tidak dapat
diketahui dengan menggambarkan penyebaran data melalui sebuah grafik.
Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis
diagonalnya, model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Linieritas
Uji linearitas dipergunakan untuk melihat apakah model yang dibangun
mempunyai hubungan linear atau tidak. Dengan uji linearitas dapat
mengkonfirmasikan apakah sifat linear antara dua variabel yang
diidentifikasikan secara teori sesuai atau tidak dengan hasil observasi yang
ada.
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Setelah koefisien masing - masing diperoleh, selanjutnya untuk
memastikan apakah hipotesis dalam penelitian ini diterima atau ditolak, maka
akan dilakukan pengujian hipotesis statistik sebagai berikut:
Hipotesis :
Ho : β = 0 : Tekanan peran tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor.
Ha : β≠ 0 : Tekanan peran berpengaruh terhadap kinerja auditor.
Selanjutnya akan dilakukan analisis melalui persamaan regresi linier sederhana
sebagai berikut:
= a + bX
Dimana : = Kinerja Auditor
a = konstanta
b = koefisien regresi
X = Tekanan Peran (Role Stress)
Hipotesis ini ditolak atau diterima dilihat dari taraf signifikansi yang
didapatkan setelah pengolahan data dilakukan dengan bantuan SPSS. Jika taraf
signifkansi yang didapat lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak. Sebaliknya, jika
taraf signifikansi yang didapat lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima.
Menurut Suharyadi (158:2009), analisis korelasi adalah suatu teknik
statistika yang digunakan untuk mengukur keeratan hubunga atau korelasi antara
dua variabel. Dengan kata lain koefisien korelasi ini digunakan untuk
menunjukkan sejauh mana hubungan yang terjadi di antara variabel bebas dan
variabel terikat. Dikarenakan data berskala interval, maka teknik korelasi yang
digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment. Adapun rumus dari korelasi
Pearson Product Moment adalah sebagai berikut:
Sumber : Suharyadi (2009:159)
Dimana:
r : Nilai koefesien korelasi
: Jumlah pengamatan variabel X
: Jumlah pengamatan variabel Y
: Jumlah hasil perkalian variabel X dan Y
: Jumlah kuadrat dari pengamatan variabel X
: Jumlah kuadrat dari jumlah pengamatan variabel X
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu : Jumlah kuadrat dari jumlah pengamatan variabel Y
Tingkat hubungan antara variabel X dan varabel Y di dalam koefisien
korelasi dibagi ke dalam lima interval tingkat hubungan, yang akan dijelaskan
dalam tabel berikut:
Tabel 3.4
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 - 0,199 Sangat rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
Sumber : Sugiyono (2005 : 214)
3.2.5.6 Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi merupakan ukuran untuk mengetahui kesesuaian
atau ketepatan antara nilai dugaan atau garis regresi dengan data sampel. Jika
semua data observasi terletak pada garis regresi akan diperoleh garis regresi yang
sesuai atau sempurna, namun apabila data observasi tersebar jauh dari nilai
dugaan atau garis regresinya, maka nilai dugaannya menjadi kurang sesuai.
Koefisien determinasi didefinisikan sebagai bagian dari keragaman total
diterangkan atau diperhitungkan oleh keragaman variabel bebas X (variabel yang
mempengaruhi atau independent).
Koefisien determinasi (KD) merupakan kuadrat dari koefisien korelasi (r)
atau disebut juga sebagai R-Square. Apabila nilai koefisien korelasi sudah
diketahui, makan untuk mendapatkan koefisien determinasi dapat diperoleh
dengan mengkuadratkannya.
3.2.5.7 Uji Signifikansi (Uji t)
Pada Imam Ghozali (2009), uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa
jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam
menerangkan variasi variabel dependen. Dalam Sudjana (2002), untuk menguji
hipotesis mengenai koefisien arah dari regresi linier, maka harus menetapkan
hipotesis H dan alternatif, yakni:
Ho : Tekanan Peran (Role Stress) tidak berpengaruh terhadap Kinerja
Auditor.
Ha : Tekanan Peran (Role Stress) berpengaruh terhadap Kinerja Auditor.
Untuk mencari t hitung digunakan rumus sebagai berikut :
Keterangan:
b = koefisien arah regresi linier = nilai yang dimisalkan
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
= kekeliruan standar taksiran n = sampel
Kriteria untuk penerimaan atau penolakan hipotesis , ditentukan oleh taraf nyata α = 5 % dan distribusi t dengan d.k = (n-2). Dalam pengambilan
keputusan perlu diperhatikan perbandingan antara dengan :
1. Jika > , maka ditolak, yang artinya tekanan peran (role
stress) berpengaruh terhadap kinerja auditor.
2. Jika < , maka diterima, yang artinya tekanan peran (role
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang pengaruh tekanan
peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada Kantor Akuntan Publik di Kota
Bandung, maka penulis dapat mengambil kesimpulan :
1. Sesuai dengan hasil penelitian, tekanan peran (role stress) termasuk dalam
kategori rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa auditor yang bekerja
pada Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung jarang mengalami tekanan
peran pada Kantor Akuntan Publik tempat auditor bekerja.
2. Berdasarkan hasil penelitian, kinerja auditor yang bekerja pada Kantor
Akuntan Publik di Kota Bandung termasuk ke dalam kategori baik.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa auditor yang bekerja pada Kantor
Akuntan Publik di Kota Bandung sudah memiliki kinerja yang baik.
3. Tekanan Peran (role stress) berpengaruh negatif terhadap kinerja auditor..
Arah negatif pada tekanan peran (role stress) mengindikasikan apabila nilai
tekanan peran (role stress) mengalami kenaikan, maka kinerja auditor akan
menurun. Tekanan peran (role stress) pun berpengaruh signifikan terhadap
kinerja auditor pada KAP yang berada di Kota Bandung dengan kontribusi
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan dan kesimpulan yang
diperoleh, maka terdapat beberapa saran yang penulis sampaikan sehubungan
dengan pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor, yaitu:
1. Penelitian ini hanya menggunakan tekanan peran (role stress) saja sebagai
variabel independen yang mempengaruhi kinerja auditor. Oleh karena itu
disarankan pada penelitian selanjutnya untuk menggunakan variabel
independen lainnya yang tidak digunakan dalam penelitian ini, seperti
komitmen organisasi, kepuasan kerja, dan beberapa faktor lainnya yang
dapat mempengaruhi kinerja auditor.
2. Berdasarkan hasil penelitian, indikator kelebihan peran (role overload)
merupakan hal yang paling sering dialami oleh auditor yang bekerja pada
KAP di Kota Bandung. Jika terjadi terus menerus, maka akan membuat
kinerja auditor semakin menurun. Sebaiknya, KAP lebih memperhatikan
sumber daya yang dimiliki supaya dapat mencegah kesalahan pengalokasian
sumber daya yang kurang tepat, sehingga terdapat keseimbangan antara
sumber daya yang dimiliki dengan beban pekerjaan yang ada.
3. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mendapatkan data berupa
bisa mendapatkan data yang lebih nyata dan memperoleh fakta yang lebih
detail dan melengkapi pernyataan-pernyataan dalam kuesioner yang
mungkin terlalu sempit atau kurang menggambarkan keadaan sebenarnya.
4. Penlitian lebih lanjut diharapkan dapat memperluas daerah survei, sehingga
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA
A.A. Anwar Prabu Mangkunegara. (2005). Evaluasi Kinerja SDM. Bandung: Refika Aditama
Almer, E.D., & S.E. Kaplan. (2002). The Effects of Flexible Work Arrangement on Stressors, Burnout, and Behavioral Job Outcomes in Public Accounting. Behavioral Research in Accounting, Vol.14:1-34.
Andraeni, Ni Nyoman Novitasari. Pengaruh Stres Kerja Terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan PT.H.M. Sampoerna Tbk. Studi Pengembangan SDA Program Pascasarjana Universitas Airlangga.
Arens, Alvin A., et.al. (2010). Auditing and Assurance Service, Thirteenth Edition. Pearson Education,Inc., Upper Saddle River, New Jersey, 07458.
Arikunto Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: RinekaCipta
Bamber, E.M., et al. 1989. Audit Structureand Its Relation to Role Conflict and Role Ambiguity: An Empirical Investigation. The Accounting Review. Vol.64 No.2. Hal: 285-298.
Bernardin, John H., & Russel, Joyce E.A. (1993). Human Resources management an experiental approach. Singapura: McGrawl-Hill, Inc
Boynton, Johnson, dan Kell. Moderb Auditing. Jilid 2, Edisi keenam. Jakarta: Erlangga.
Fanani, Zaenal, Rhenny Afriana Hanif dan Bambang Subroto. (2008). Pengaruh Struktur Audit, Konflik Peran dan Ketidakjelasan Peran Terhadap Kinerja Auditor. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia. Vol.5. No.2. Halaman 139-155.
Fisher, R.T. (2001). Role Stress, The Type A Behaviour Pattern, and External Auditor Job Satisfaction & Performance. Behavioral Research in Accounting, Vol. 12:31-67.
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Ghozali, Imam. (2009). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Edisi Keempat. Universitas Diponegoro
Gomes, Faustino Cardoso. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Andi Offset
Hardy and Conway.( 1978). “Role Theory”. Melalui http://www.dhep.astate.edu
Harrel, Adrian, and Arnold Wright.1990. Emprical Evidence on The Validity and Rehability of Behaviorally Anchored Rating Scales for Auditors. Auditing: A Journal of Practice and Theory Fall 1990. Vol. 09 N0. 03
Husein Umar. (1999). Riset Strategi Perusahaan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Husein Umar. (2008). Desain Penelitian Akuntansi Keperilakuan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
http://www.iapi.or.id/iapi/directory.php (01/02/2013)
http://www.tempo.co/read/news/2010/11/03/090289056/Kasus-Indias-Enron-Mulai-Diadili (01/07/2013)
Ikatan Akuntansi Indonesia. (2004). Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat
USAP. (2003). Review: Auditing dan Jasa Profesional Akuntan Publik. Jakarta: IAI
Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) . (2011). Standar Profesional Akuntan Publik, 31 Maret 2011. Jakarata: Salemba Empat
I Wayan Suartana. (2010). Akuntansi Keperilakuan. Denpasar: CV. Andi Offset.
Jackson, S.E., & R.S. Schuler. (1985). A Meta-Analysis and Conceptual Critique of Research on Role Ambiguity and Role conflict in Working Setting. Organizational Behavior and human Decision Process. 36: 16-78.
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Pengaruh tekanan peran (role stress) terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan publik di kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002). Departemen Pendidikan Nasional Edisi ke-3. Balai Pustaka, Jakarta: Gramedia
Lidya Agustina, (2009). Pengaruh Konflik Peran, Ketidakjelasan Peran dan Kelebihan Peran terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Auditor. Jurnal Akuntansi Vol.1 No.1 (40-69).
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. (2011). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Akuntan Publik. Jakarta: Lembaga Negara Republik Indonesia
Moh.Nazir .(2003). MetodePenelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Mulyadi. (1993). Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa. Edisi Kedua. Yogyakarta: BP . STIE YKPN
Mulyadi, dan Kanaka Puradireja.(1998).Auditing.Edisi kelima.Jakarta:Salemba Empat.
Mulyadi. (2001). Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa. Edisi Ketiga. Jakarta: Salemba Empat.
Mulyadi. (2002). Auditing. Edisi ke enam, cetakan pertama. Jakarta: Salemba Empat.
Rahayu, Siti Kurnia dan Ely Suhayati. (2010). Auditing, Konsep Dasar dan Pedoman Pemeriksaan Akuntansi Publik. Yogyakarta: Graha Ilmu
Rebele, J.e., & R.E. Michaels. (1990). Independen auditors Role Stress: Antecedent, Outcome, and Moderating Variabel, Behavioral Research in Accounting, Vol.12:124-152).
Robbins, Stephen P. (2002). Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga
Sastrohadiwiryo. (2003). Manajemen Tenaga Kerja Indonesia (Pendidikan Administratif dan Operatif). Jakarta: Bumi Aksara
Lilis Tuti Alawiyah, 2014
Sorensen, J.E. and Sorensen, T.L. 1974. The Conflict of Profesionals in bureaucratic organizations. Administrative Science Quarterly, Vol 19 No 1. Hal 98-106
Sudirman. (2002) . Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Efektifitas Pelayanan. Bandung: Primako Akademika
Sugiyono.(2010).Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono.(2005). Metode Penelitian Administrasi R&D. Jakarta: Salemba Empat
Suharyadi, Purwanto S.K (2009). Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat
Surya Darma. (2005). Manajemen Kinerja: Falsafah Teori dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tjhai Fung Jin. 2003. “Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pengaruh Pemanfaatan Teknoligi Informasi
terhadap Kinerja Akuntan Publik.” Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol.5 No
1 : Hal 1-26.
Theodorus, M Tuanakotta. (2011). Berfikir Kritis dalam Auditing. Jakarta: Salemba Empat
Trisnaningsih, Sri. (2007). Independensi Auditor dan Komitmen Organisasi Sebagai Mediasi Pengaruh Pemahaman Good Governance, Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Auditor. Simposium Nasional AkuntansiX : Halaman 1-56.
Undang-Undang Republik Indoesia Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik. Tersedia: http://www.depkumham.go.id/produk-hukum/undang-undang/176-undan-undang-nomor-5-tahun-2011-tentang-akuntan-publik (10/01/2013)
Unti Lugido. (2007). Paradoks Etika Akuntan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Werther, William B. & Keith Davis. 1996. Human Resources And Personal