• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ringkasan Padiatapa GAR SMART Final

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Ringkasan Padiatapa GAR SMART Final"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PROSEDUR PENERAPAN PERSETUJUAN ATAS INFORMASI AWAL DAN TANPA PAKSAAN (PADIATAPA)

Latar Belakang

Sebagai perusahaan penghasil minyak kelapa sawit yang terintegrasi, GAR/SMART peduli pada pentingnya penerapan prinsip-prinsip produksi minyak sawit berkelanjutan. Oleh karena itu GAR/SMART berkomitmen untuk meniadakan jejak deforestasi; menerapkan praktik dan standar industri terbaik; pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab; menghormati hak-hak masyarakat asli dan komunitas setempat, pemberdayaan masyarakat yang berada di sekitar operasional perusahaan dengan tetap memaksimalkan keuntungan jangka panjang yang diperoleh para pemegang saham.

Sebagai bagian dari penerapan Kebijakan Sosial dan Keberperanan Komunitas yang dalam penyusunannya memperoleh masukan dari The Forest Trust, GAR/SMART menilai perlunya

penerapan Persetujuan atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) atau Free, Prior, and

Informed Consent (FPIC) di dalam setiap aktivitas operasional kebun yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat asli dan komunitas setempat. Hal ini dilakukan agar setiap keputusan yang dilakukan oleh masyarakat asli dan komunitas setempatkomunitas setempat bebas dari tekanan

atau intimidasi (Free), dilakukan sebelum aktivitas yang dapat berdampak pada komunitas

setempatkomunitas setempat (Prior), berdasarkan pengetahuan yang cukup mengenai aktivitas dan

dampaknya bagi masyarakat asli dan komunitas setempat (Informed), sehingga mereka dapat

memberikan persetujuan atau ketidaksetujuan terhdapap aktivitas tersebut (Consent).

Prosedur ini meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan dan pemantauan penerapan PADIATAPA dan bagan alur yang menjelaskan secara terperinci setiap tahapan yang dilakukan untuk setiap kegiatan.

Tujuan

Prosedur ini disusun sebagai rujukan bagi perusahaan dalam menerapkan PADIATAPA dalam operasional kebun kelapa sawit yang memberikan dampak pada masyarakat asli dan komunitas setempat yang berada di sekitar perusahaan.

Ruang Lingkup

Prosedur ini meliputi persiapan, interaksi dan proses pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemantauan dan pelaporan kegiatan PADIATAPA. Penerapan PADIATAPA dilakukan pada:

i. Pembangunan kebun kelapa sawit dan atau pembangunan pabrik di dalam lokasi izin yang baru

ii. Pengembangan kebun kelapa sawit dan atau pembangunan pabrik di dalam lokasi izin yang telah

(2)

Bagan Alur Prosedur

Penjelasan Prosedur

1. Persiapan

a. Pucuk Pimpinan menyusun tim PADIATAPA untuk menjalankan proses PADIATAPA di lokasi

operasional kebun.

b. Tim PADIATAPA merencanakan Rencana Kerja Penerapan PADIATAPA dengan meninjau

sejumlah data awal yang berasal dari kajian AMDAL, SIA, dan HCV. Tim PADIATAPA juga mempersiapkan materi sosialisasi yang akan disampaikan kepada masyarakat.

c. Tim PADIATAPA melakukan kontak awal dengan masyarakat dengan cara berbagi informasi

dan melibatkan mereka dalam pertemuan.

2. Penerapan

a. Tim PADIATAPA melakukan sosialisasi rencana operasional kebun yang dapat memberi

dampak positif dan negatif kepada masyarakat asli dan komunitas setempat. Tim

Prosedur PADIATAPA

Tim PADIATAPA

Pucuk Pimpinan Unit Operasional Terkait Masyarakat Asli dan Komunitas LOkal P e rs iap an P e lak san aan Pembentukan Tim PADIATAPA SK Tim PADIATAPA Persiapan Rencana Kerja Dokumen Kajian Awal Bahan Sosialisasi

Kontak Awal dengan Masayarakat Undangan Sosialisasi P e m an tau an d an E v al u as i

Membagikan Informasi Kepada Masyarakat Asli dan Komunitas Lokal

Undangan Sosialisasi

Daftar Undangan

Pemetaan Partisipatif termasuk Kajian Kepemilikan Lahan

Peta Kesepakatan

(3)

PADIATAPA harus memastikan keterwakilan seluruh masyarakat asli dan komunitas setempat di dalam sosialisasi tersebut.

b. Tim PADIATAPA bersama dengan masyarakat asli dan komunitas setempat melakukan

pemetaan partisipatif termasuk kajian kepemilikan lahan dan juga menyusun kesepakatan yang dipandang perlu. Dari kegiatan ini akan dihasilkan peta partisipatif, laporan kajian kepemilikan lahan, dan kesepakatan terkait rencana operasional yang akan dikerjakan.

3. Pemantauan dan Evaluasi

a. Tim PADIATAPA bersama dengan masyarakat asli dan komunitas setempat melakukan

pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan rencana operasional.

b. Hasil dari pemantauan dan evaluasi dari pelaksanaan kesepakatan yang berkaitan dengan

Referensi

Dokumen terkait

Adapun kesiapan dari petani kelapa sawit dalam menghadapi peremajaan kebun replanting yaitu sudah memiliki kebun lain sebagai ganti kebun kelapas sawit yang akan di

Tujuan dari pengembangan teknologi pemotongan pelepah dan pemanenan kelapa sawit adalah modernisasi alat mesin dalam perawatan dan pemanenan kebun kelapa sawit melalui

Bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan minyak inti sawit (CPKO) di perkebunan PTP Nusantara IV Unit Kebun Pabatu adalah Inti Kelapa Sawit (IKS/kernel) yang hanya

- Menyusun prosedur pemanfaatan air limbah PKS KAGM di kebun kelapa sawit PT WNL. - Mengaplikasikan limbah cair yang telah dikelola sesuai dengan prosedur yang dibuat. -

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak usahatani kebun kelapa sawit terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Merlung Kecamatan Merlung Kabupaten

Peran Perempuan Pekebun dalam Pengelolaan Usahatani Perkebunan Kelapa Sawit di Lahan Basah Kalimantan Selatan pada Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan (TM). Pengelolaan kebun

Dalam laporan tersebut menjelaskan bahwa terdapat sekitar 26 perusahaan kebun kelapa sawit yang telah mengembangkan kebun sawit sejak lama pada kawasan hutan,

Adapun kesiapan dari petani kelapa sawit dalam menghadapi peremajaan kebun replanting yaitu sudah memiliki kebun lain sebagai ganti kebun kelapas sawit yang akan di remajakan sehingga