Rekrutmen dan
Rekrutmen dan
Seleksi
Seleksi
Komunikasi Bisnis & Sosial
Komunikasi Bisnis & Sosial
Pengantar: I Gede Iwan Suryadi,SE.,MM.
Proses Rekrutmen
Proses Rekrutmen
•
Rekrutmen
adalah proses pencarian dan
‘pemikatan’ para calon karyawan
(pelamar) yang mampu untuk melamar
sebagai karyawan.
• Proses ini dimulai ketika para pelamar
dicari dan berakhir bila lamaran-lamaran
(aplikasi) mereka diserahkan.
Proses Rekrutmen (lanj’)
Proses Rekrutmen (lanj’)
Proses Rekrutmen (lanj’)
Proses Rekrutmen (lanj’)
•
Kendala Rekrutmen
– Kebijaksanaan Organisasi
• Kebijaksanaan Promosi
– Memberikan kesempatan pertama kepada karyawan yang ada sekarang untuk mengisi lowongan pekerjaan.
– Meningkatkan moral dan partisipasi karyawan, serta membantu kegiatan “pemeliharaan” para karyawan.
• Kebijaksanaan Kompensasi
– Menetapkan ‘range’ upah untuk berbagai pekerjaan yang berbeda.
• Kebijaksanaan Status Karyawan
– Penerimaan karyawan dengan status honorer, musiman, atau sementara, atau ‘part-time’.
– Perusahaan menolak karyawan ‘qualified’ yang menginginkan status kerja ‘full-time’.
Proses Rekrutmen (lanj’)
Proses Rekrutmen (lanj’)
•
Rencana SDM
– Merinci persediaan keterampilan, rencana pelatihan dan pengembangan serta promosi dan transfer, rencana
personalia menguraikan pekerjaan mana yang harus dipenuhi melalui rekrutmen dan mana yang akan diisi secara internal.
•
Kondisi Pasar Tenaga Kerja
– Suatu wilayah geografis dimana kekuatan-kekuatan
supply (orang-orang yang sedang mencari pekerjaan) berinteraksi dengan kekuatan-kekuatan demand
(perusahaan-perusahaan yang sedang mencari
Proses Rekrutmen (lanj’)
Proses Rekrutmen (lanj’)
•
Kondisi Lingkungan Eksternal
– Tingkat pengangguran, kondisi dan tingkat
pertumbuhan perekonomian, hukum
perburuhan, proyeksi angkatan kerja oleh
Departemen Tenaga Kerja, kelangkaan tenaga
kerja dengan keterampilan tertentu, dan
kegiatan rekrutmen para pesaing.
•
Persyaratan jabatan
– Menarik tenaga terampil adalah lebih sulit
daripada tenaga tidak terampil.
Proses Rekrutmen (lanj’)
Proses Rekrutmen (lanj’)
• Kebiasaan Pelaksana Rekrutmen
– Dapat menghilangkan keputusan yang memakan waktu, tetapi juga bisa meneruskan kesalahan atau
menghindarkan alternatif yang lebih efektif.
• Saluran Rekrutmen (
Channels
)
– Metode rekrutmen sering juga disebut channels. – Walk-ins
• Pelamar atau pencari kerja datang sendiri ke perusahaan dan kemudian mengisi blangko lamaran yang sudah
disediakan.
– Rekomendasi dari Karyawan (employee Refferals) • Karyawan yang memberikan rekomendai berarti telah
Proses Rekrutmen (lanj’)
Proses Rekrutmen (lanj’)
• Perusahaan memperoleh informasi lengkap dari pemberi rekomendasi tentang pelamar.
• Karyawan akan cenderung merekomendasikan teman-temannya yang mempunyai sikap dan kebiasaan yang hampir sama.
• Pelamar telah mengetahui karakteristik organisasi dari karyawan pemberi rekomendasi.
• Masalah utama, kecederungan diskriminasi.
–
Pengiklanan
(advertising)
• Pengiklanan bisa dipasang pada media yang hanya bisa dibaca oleh Kelompok tertentu; seperti majalah komputer.
• Informasi lebih banyak tentang perusahaan,
pekerjaan, spesifikasi jabatan yang dapat dicakup
Proses Rekrutmen (lanj’)
Proses Rekrutmen (lanj’)
• Ada dua jenis iklan Rekrutmen:
– Want ad menguraikan pekerjaan dan ‘benefit’,
mengidentifikasikan perusahaan dan memberitahukan bagaimana cara untuk melamar.
» Keterbatasan: menyebabkan perusahaan
‘kebanjiran’ pelamar, atau sebaliknya kekurangan pelamar untuk pekerjaan yang kurang menarik.
– Blind ad merupakan want ad yang tidak menyebutkan perusahaan. Para pelamar berminat diminta untuk
mengirimkan lamaran ke PO. Box dengan tujuan tertentu.
– Pengiklanan untuk rekrutmen melalui media lain: papan pengumuman, televisi dan radio jarang digunakan
Proses Rekrutmen (lanj’)
Proses Rekrutmen (lanj’)
•
Agen-agen Penempatan Kerja
– Menyediakan pelayanan informasi
pekerjaan melalui papan-papan
pengumuman atau
penerbitan-penerbitan secara periodik (job flow)
yang berisi daftar lowongan pekerjaan.
• Contoh:
– Pemerintah: PJTKI
Proses Rekrutmen (lanj’)
Proses Rekrutmen (lanj’)
•
Lembaga Pendidikan
•
Organisasi Karyawan
•
Leasing
– Perusahaan tidak hanya mendapatkan personalia yang terlatih baik dan terpilih tetapi juga menghindarkan
perusahaan dari kewajiban dalam pensiun, asuransi, dan konpensasi.
•
Nepotisme
– Tidak atas dasar kecakapan tetapi atas dasar kepentingan dan kesetiaan kepada perusahaan.
•
Asosiasi Profesional
– KADIN, IWAPI, HIPMI, IAI, dan sebagainya.
Proses Rekrutmen (lanj’)
Proses Rekrutmen (lanj’)
•
Operasi Militer (
veteran
)
– Mekanik, pilot, penjagaan keamanan.
•
Open House
– Orang-orang disekitar perusahaan
diundang untuk mengunjungi dan
melihat fasilitas-fasilitas perusahaan,
memperoleh penjelasan-penjelasan dan
mungkin menonton pemutaran film
Proses Rekrutmen (lanj’)
Proses Rekrutmen (lanj’)
• Evaluasi Rekrutmen
– Kreteria sukses rekrutmen
• Jumlah pelamar
• Jumlah usul tentang pelamar yang diajukan untuk diterima • Jumlah penerimaan atau pelamar yang diterima
• Jumlah penempatan karyawan yang berhasil • Blanko Lamaran Pekerjaan
– Mengumpulkan informasi tentang para pelamar dalam bentuk yang seragam.
• Data Pribadi
• Pendidikan dan Keterampilan • Pengalaman Kerja
• Status Pekerjaan
• Keanggotaan Organisasi • Referensi
Proses Seleksi
Proses Seleksi
•
Input Seleksi
–
Informasi analisis pekerjaan
memberikan
deskripsi jabatan, spesifikasi jabatan dan
standar-standar prestasi yang disyaratkan
setiap jabatan.
–
Rencana SDM
memberitahukan kepada
manajer personalia bahwa ada lowongan
pekerjaan.
–
Rekrutmen
perlu agar manajer mendapatkan
sekelompok orang yang akan dipilih.
–
Tiga tantangan;
supply, ethis dan
Proses Seleksi (lanj’)
Proses Seleksi (lanj’)
Analisis Jabatan
Rencana-rencana Sumberdaya
Manusia
Rekrutmen
Orientasi Latihan Pengembangan Perencanaan Karir
Evaluasi Prestasi Kompensasi Perjanjian Kolektif Pengawasan Personalia Proses
Seleksi
Proses Seleksi (lanj’)
Proses Seleksi (lanj’)
•
Tantangan Supply
– Rasio Seleksi = jumlah pelamar yang diterima dibagi
jumlah total pelamar.
•
Tantangan Ethis
– Penerimaan karyawan baru karena hubungan keluarga, pemberian komisi dari kantor penempatan tenaga kerja, atau karena suap.
•
Tantangan Organisasional
– Proses seleksi bukan merupakan tujuan akhir, tetapi prasarana dengan mana organisasi berupaya untuk mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasarannya. – Keterbatasan organisasi dalam hal anggaran dan
Proses Seleksi (lanj’)
Proses Seleksi (lanj’)
1
Proses Seleksi (lanj’)
Proses Seleksi (lanj’)
•
Langkah 1: Penerimaan Pendahuluan
– Proses seleksi merupakan jalur dua arah.
– Organisasi memilih karyawan dan pelamar memilih perusahaan.
– Seleksi dimulai dengan kunjungan calon pelamar ke
kantor personalia atau dengan permintaan tertulis untuk aplikasi.
•
Langkah 2: Tes-Tes Penerimaan
– Berguna untuk mendapatkan informasi yang relatif obyektif tentang pelamar yang dapat dibandingkan dengan para pelamar lainnya dan para karyawan sekarang.
– Merupakan berbagai peralatan bantu yang menilai
Proses Seleksi (lanj’)
Proses Seleksi (lanj’)
–
Validitas
berarti bahwa skor-skor tes
mempunyai hubungan yang berarti (signifikan)
dengan prestasi kerja atau dengan kreteria
relevan lainnya.
–
Reliabilitas
berarti bahwa tes seharusnya
menghasilkan skor-skor secara konsisten setiap
waktu pelamar melakukannya.
•
Berbagai Peralatan Tes
–
Tes-Tes Psikologis
(Psycological Test)
• Tes Kecerdasan (intelligence test), yang menguji kemampuan mental pelamar dalam hal daya pikir
Proses Seleksi (lanj’)
Proses Seleksi (lanj’)
•
Tes Keperibadian (personality test),
dimana hasilnya akan mencerminkan
kesediaan bekerjasama, sifat kepemimpinan
dan unsur-unsur keperibadian lainnya.
•
Tes Bakat (aptitude test),
yang
mengukur kemampuan potensial pelamar
yang dapat dikembangkan.
•
Tes Minat (interest test),
yang mengukur
antusiasme pelamar terhadap suatu jenis
pekerjaan.
Proses Seleksi (lanj’)
Proses Seleksi (lanj’)
–
Tes-Tes Pengetahuan (
Knowledge Tests
)
• Bentuk tes yang menguji informasi atau pengetahuan yang dimiliki para pelamar.
–
Performance Tests
• Bentuk tes yang mengukur kemampuan pelamar untuk melaksanakan beberapa bagian pekerjaan yang akan dipegangnya.
•
Langkah 3: Wawancara Seleksi
– Percakapan formal dan mendalam yang
dilakukan untuk mengevaluasikan hal dapat
diterimanya atau tidak
(acceptability)
seorang
Proses Seleksi (lanj’)
Proses Seleksi (lanj’)
Tipe
Wawancara
Pewawancara
Jumlah
Jumlah
Pelamar
Wawancara
Individu
1
1
Wawancara
Kelompok
2 atau lebih
1
2 atau lebih
1
Format Wawancara Tipe-Tipe Pertanyaan Penerapan
Tidak terstruktur
(unstructured) Sedikit, bila ada pertanyaan yang disiapkan. Pertanyaan dibuat selama wawancara.
Berguna bila pewawancara
berusaha untuk membantu orang yang diwawancara memecahkan masalah pribadi atau memahami mengapa dia tidak tepat untuk suatu pekerjaan.
Terstruktur (structured) Suatu daftar pertanyaan ditentukan sebelumnya,
biasanya diajukan kepada smua pelamar.
Berguna untuk memperoleh hasil yang valid, terutama bila jumlah pelamar sangat besar.
Campuran (mixed) Suatu kombinasi pertanyaan terstruktur dan tidak terstruktur, yang biasanya dilakuka dalam praktek.
Pendekatan realistik yang menghasilkan jawaban yang dapat diperbandingkan plus pandangan-pandangan tajam.
Pemecahan masalah Pertanyaan-pertanyaan dibatasi pada berbagai situasi hipotesis. Evaluasi dilakukan pada
penyelesaian dan pendekatan yang digunakan pelamar.
Berguna untuk mengetahui penalaran dan kemampuan analitis pelamar dibawah kondisi stress yang moderat.
Stress interview Serangkain gertak, pertanyaan-pertanyaan sengit dan cepat yang dimaksudkan untuk
keluhan-Proses Seleksi (lanj’)
Proses Seleksi (lanj’)
Persiapan Pewawancara Pengarahan
(penciptaan hubungan) Pertukaran Informasi
Terminasi Evaluasi
Proses Seleksi (lanj’)
Proses Seleksi (lanj’)
•
Beberapa contoh pertanyaan:
1. Bagaimana saudara menggunakan waktu luang? Apa hobby saudara?
2. Apa kegiatan sekolah atau masyarakat yang telah diikuti?
3. Ceritakan pekerjaan yang ideal bagi saudara. Tipe pekerjaan apa yang saudara inginkan?
4. Mengapa saudara ingin bekerja pda perusahaan kami. 5. Apakah saudara bersedia ditempatkan dimanapun? 6. Berapa gaji yang saudara minta? Berapa menurut
saudara gaji yang layak?
7. Apa yang saudara ketahui tentang produk-produk perusahaan?
Proses Seleksi (lanj’)
Proses Seleksi (lanj’)
• Kesalahan Wawancara
–
Halo effect
• Pewawancara menggunakan informasi terbatas
tentang pelamar untuk berprasangka dalam evaluasi terhadap karakteristik lain pelamar.
– Misal; seorang pelamar mempunyai senyuman menarik dan simpatik diperlakukan sebagai calon unggul dalam wawancara.
–
Leading Questions
• Pewawancara mengirimkan ‘telegram’ jawaban yang diinginkan dengan cara memberi arah-arah
pertanyaan wawancara.
Proses Seleksi (lanj’)
Proses Seleksi (lanj’)
–
Personal Biases
• Hasil prasangka pribadi pewawancara terhadap kelompok tertentu.
– Misal; saya lebih menyukai orang penjualan yang berbadan tinggi.
–
Dominasi Pewawancara
• Menggunakan waktu wawancara untuk ‘membual’
kepada pelamar, menyombongkan keberhasilan, atau melakukan percakapan sosial.
Proses Seleksi (lanj’)
Proses Seleksi (lanj’)
• Langkah 4: Pemeriksaan Referensi
– Personal references, tentang karakter pelamar –biasanya
diberikan oleh keluarga atau teman-teman terdekat baik yang ditunjuk oleh pelamar sendiri atau diminta perusahaan.
– Employment references, mencakup latar belakang dan pengalaman kerja pelamar.
• Langkah 5: Evaluasi Medis
– Pemeriksaan kesehatan pelamar sebelum keputusan penerimaan karyawan dibuat.
• Langkah 6: Wawancara Atasan Langsung
– Atasan langsung (penyelia) pada akhirnya merupakan orang yang bertanggung jawab atas karyawan yang baru diterima.
• Langkah 7: Keputusan Penerimaan