MODUL PRAKTIKUM
LABORATORIUM INSTRUKSIONAL TEKNIK KIMIA
KINETIKA REAKSI FASA CAIR
(KIN)
Disusun oleh: Hilman Prasetya Edi Muhammad Afif Naufal
Dr. Subagjo
Dr. I.G.B.N. Makertihartha Dr. Ardiyan Harimawan
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT
TEKNOLOGI BANDUNG
Laboratorium Instruksional Teknik Kimia Kinetika Reaksi Fasa Cair
KIN i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR GAMBAR ... iii
DAFTAR TABEL ... iv
BAB I PENDAHULUAN ... 5
BAB II TUJUAN DAN SASARAN PERCOBAAN ... 6
2.1 Tujuan ... 6
2.2 Sasaran ... 6
BAB III RANCANGAN PERCOBAAN ... 7
3.1 Skema Alat Percobaan ... 7
3.2 Alat Pendukung Percobaan ... 7
BAB IV PROSEDUR KERJA ... 8
4.1 Langkah Percobaan... 8
4.1.1 Kalibrasi Skala Alat ... 8
4.1.2 Penentuan Konsentrasi H2O2 dan Pembuatan Larutan ... 8
4.1.3 Penentuan Kapasitas Panas Reaktor ... 9
4.1.4 Penentuan Nilai β ... 9
4.1.5 Penentuan Kalor Reaksi ... 10
4.1.6 Penentuan Ea dan A ... 11
4.1.7 Penentuan Densitas Campuran ... 12
4.2 Metode Pengukuran ... 12
DAFTAR PUSTAKA ... 13
LAMPIRAN A TABEL DATA MENTAH ... 14
A.1 Kalibrasi temperatur termometer terhadap temperatur nyata ... 14
A.2 Kalibrasi temperatur termometer terhadap temperatur termokopel ... 14
A.4 Penentuan nilai β ... 15
A.5 Penentuan kapasitas panas larutan ... 15
A.6 Penentuan nilai ΔHr, Ea, dan A ... 15
LAMPIRAN B PROSEDUR PERHITUNGAN ... 16
B.1 Penentuan temperatur nyata dari kalibrasi termometer ... 16
B.2 Penentuan temperatur nyata dari kalibrasi termokopel ... 16
B.3. Penentuan (m.Cp)reaktor ... 16
B.4. Penentuan (m.Cp)larutan ... 16
B.5 Penentuan (m.Cp)sistem ... 17
B.6 Penentuan konsentrasi H2O2 dengan standarisasi oleh KMnO4 ... 17
B.7 Penentuan nilai ... 17
B.8 Penentuan nilai β... 17
B.9 Penentuan ΔHr ... 18
B.10 Penentuan densitas larutan ... 18
B.11 Penentuan nilai orde reaksi, Ea, dan A ... 18
LAMPIRAN C DATA SPESIFIKASI DAN LITERATUR ... 19
Laboratorium Instruksional Teknik Kimia Kinetika Reaksi Fasa Cair
KIN iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Rangkaian alat percobaan Kinetika Reaksi Fasa Cair. ... 7
Gambar 2 Diagram Alir Kalibrasi Termometer ... 8
Gambar 3 Diagram Alir Kalibrasi Termokopel ... 8
Gambar 4 Diagram Alir Penentuan Konsentrasi H2O2 ... 8
Gambar 5 Diagram Alir Pembuatan Larutan H2O2 ... 9
Gambar 6 Diagram Alir Pembuatan Larutan Na2S2O3 ... 9
Gambar 7 Diagram Alir Penentuan Kapasitas Panas Reaktor ... 9
Gambar 8 Diagram Alir Penentuan Nilai β ... 9
Gambar 9 Diagram Alir Penentuan Kalor Reaksi ... 10
Gambar 10 Diagram Alir Penentuan Ea dan A ... 11
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Perangkat dan bahan kimia yang digunakan dalam percobaan Kinetika Reaksi Fasa Cair. 7
Tabel 2 Data kalibrasi temperatur termometer terhadap temperatur nyata ... 14
Tabel 3 Data kalibrasi temperatur termometer terhadap temperatur termokopel... 14
Tabel 4 Data yang diperlukan dalam penentuan kapasitas panas reaktor ... 14
Tabel 5 Data dalam penentuan nilai β ... 15
Tabel 6 Data yang diperlukan dalam penentuan kapasitas panas larutan ... 15
Tabel 7 Data percobaan utama dalam penentuan nilai ΔHr, Ea, dan A ... 15
Tabel 8 Data literatur densitas air pada berbagai temperatur ... 19
Tabel 9 Data literatur kapasitas panas air pada berbagai temperatur ... 19
BAB I
PENDAHULUAN
Rekayasa kimia atau chemical engineering adalah ilmu teknik tentang proses-proses dan sarana-sarana pemroses yang mengubah keadaan, kandungan energi, dan/atau komposisi suatu (kelompok) bahan dan menghasilkan produk yang memiliki nilai kemanfaatan lebih tinggi. Individu-individu yang mendapat pengakuan resmi sebagai orang yang menguasai dan mempraktikkan ilmu teknik ini disebut insinyur kimia atau sarjana teknik kimia.
Tugas-tugas insinyur kimia yang berkenaan dengan penerapan reaksi kimia di dalam praktik/industri adalah:
1. menentukan ukuran-ukuran dan kondisi operasi reaktor kimia yang diperlukan untuk menghasilkan sejumlah tertentu produk reaksi
2. mengendalikan, mengevaluasi, dan mengoptimumkan kinerja (performance) reaktor yang beropersi di dalam pabrik.
Pelaksanaan tugas-tugas tersebut membutuhkan data kinetika reaksi yang bersangkutan, yakni informasi kuantitatif tentang laju/kecepatan reaksi dan pengaruh variabel-variabel proses seperti temperatur dan konsentrasi terhadap kecepatan reaksi. Jika data kinetika reaksi itu sama sekali tidak tersedia, seorang insinyur kimia harus mampu secara mandiri menghimpunnya dan kemudian meringkaskan himpunan tersebut menjadi rumusan-rumusan kuantitatif yang siap pakai.
Usaha pengumpulan dan peringkasan data kinetika reaksi disebut penentuan kinetika reaksi. Kegiatan ini umumnya berupa penelaahan eksperimental di laboratorium, karena perkembangan ilmu kinetika reaksi kimia belum mencapai taraf yang memungkinkan dilakukannya peramalan teoretik yang cukup teliti tentang kecepatan reaksi.
Sesuai dengan tujuan di atas, praktikan harus terlebih dahulu menguasai:
1. asas-asas kekekalan massa dan energi serta penerapannya untuk menganalisa kelakukan reaksi eksoterm di dalam sistem tertutup
2. asas-asas dasar kinetika reaksi homogen
BAB II
TUJUAN DAN SASARAN PERCOBAAN
2.1 Tujuan
Praktikum Kinetika Reaksi Fasa Cair dilakukan dengan tujuan untuk
1. Mempelajari salah satu metoda eksperimen untuk menentukan kinetika reaksi homogen fasa cair, khususnya antara H2O2 dan Na2S2O3, di dalam reaktor batch.
2. Memperkenalkan salah satu penafsiran data kinetika reaksi
2.2 Sasaran
Sasaran praktikum ini adalah penurunan korelasi persamaan kinetika reaksi fasa cair dan menetukan parameter-parameter reaksi homogen
Laboratorium Instruksional Teknik Kimia Kinetika Reaksi Fasa Cair
KIN 7
BAB III
RANCANGAN PERCOBAAN
3.1 Skema Alat Percobaan
Skema alat praktikum Kinetika Reaksi Fasa Cair secara skematis dapat dilihat pada Gambar 1 berikut:
Gambar 1 Rangkaian alat percobaan Kinetika Reaksi Fasa Cair.
3.2 Alat Pendukung Percobaan
Perangkat, alat ukur, dan bahan kimia yang digunakan dalam praktikum Kinetika Reaksi Fasa Cair secara diantaranya:
Tabel 1 Perangkat dan bahan kimia yang digunakan dalam percobaan Kinetika Reaksi Fasa Cair.
Perangkat dan Alat Ukur Bahan / Zat Kimia 1. Gelas piala 100 ml (reaktor batch adiabatik)
2. Pengaduk magnetik 3. Perangkat titrasi 4. Pipet ukur 5. Gelas ukur 6. Labu takar 7. Termokopel
8. Converter (pengubah sinyal)
9. Recorder (komputer) 10. Termometer 1. Larutan H2O2 2. Larutan Na2S2O3 3. Larutan KMnO4 4. Larutan H2SO4
BAB IV
PROSEDUR KERJA
4.1 Langkah Percobaan
Langkah-langkah pengerjaan praktikum Kinetika Reaksi Fasa Cair dilakukan sebegai berikut:
4.1.1 Kalibrasi Skala Alat
a. Kalibrasi termometer terhadap temperatur
b. Kalibrasi termometer terhadap termokopel
4.1.2 Penentuan Konsentrasi H2O2 dan Pembuatan Larutan
a. Penentuan konsentrasi H2O2
Gambar 2 Diagram Alir Kalibrasi Termometer
Gambar 3 Diagram Alir Kalibrasi Termokopel
Laboratorium Instruksional Teknik Kimia Kinetika Reaksi Fasa Cair
KIN 9
b. Pembuatan larutan H2O2
c. Pembuatan larutan Na2S2O3
4.1.3 Penentuan Kapasitas Panas Reaktor
4.1.4 Penentuan Nilai β
Gambar 5 Diagram Alir Pembuatan Larutan H2O2
Gambar 6 Diagram Alir Pembuatan Larutan Na2S2O3
Gambar 7 Diagram Alir Penentuan Kapasitas Panas Reaktor
4.1.5 Penentuan Kalor Reaksi
Laboratorium Instruksional Teknik Kimia Kinetika Reaksi Fasa Cair
KIN 11
4.1.6 Penentuan Ea dan A
4.1.7 Penentuan Densitas Campuran
4.2 Metode Pengukuran
Parameter percobaan yang diperoleh pada percobaan Kinetika Reaksi Fasa Cair yaitu data-data temperatur pada waktu tertentu melalui perangkat alat berupa termokopel yang dihubungkan dengan converter (pengubah sinyal) untuk diteruskan ke dalam komputer sehingga diperoleh masing-masing data percobaannya.
Laboratorium Instruksional Teknik Kimia Kinetika Reaksi Fasa Cair
KIN 13
DAFTAR PUSTAKA
1. Root, R.B., and Schmitz, R.A., AIChEJ, 15(5), 1969, pp.670-679
2. Coohen, W.C., and Spencer, J.L., Chem. Eng. Sci., 58 (12), 1962,pp.40-41 3. Glasser, D., and Williams, D.F., Ind. Eng. Chem. Fundamental., 10(3), 1971, pp. 516-519.
LAMPIRAN A
TABEL DATA MENTAH
A.1 Kalibrasi temperatur termometer terhadap temperatur nyata
Tabel 2 Data kalibrasi temperatur termometer terhadap temperatur nyata Bahan Temperatur nyata (oC) Temperatur termometer (oC) Es Melebur
Air mendidih
A.2 Kalibrasi temperatur termometer terhadap temperatur termokopel
Tabel 3 Data kalibrasi temperatur termometer terhadap temperatur termokopel Temperatur Termometer (oC) Temperatur Termokopel (oC)
A.3 Penentuan kapasitas panas reaktor
Tabel 4 Data yang diperlukan dalam penentuan kapasitas panas reaktor
Data air dingin reaktor air panas
Cp (J/g.0C)
ρ (g/mL)
Volume (mL)
T awal (oC)
Laboratorium Instruksional Teknik Kimia Kinetika Reaksi Fasa Cair
KIN 15
A.4 Penentuan nilai β
Tabel 5 Data dalam penentuan nilai β
Run V H2O2 (ml) V Na2S2O3 (ml) α T min T max ΔT
1 2 3
A.5 Penentuan kapasitas panas larutan
Tabel 6 Data yang diperlukan dalam penentuan kapasitas panas larutan Data larutan dingin reaktor larutan panas
ρ (g/mL)
Volume (mL)
T awal (oC)
T akhir (oC)
Cp (J/g.0C)
A.6 Penentuan nilai ΔHr, Ea, dan A
Tabel 7 Data percobaan utama dalam penentuan nilai ΔHr, Ea, dan A Waktu, t (s) Temperatur, T (oC)
LAMPIRAN B
PROSEDUR PERHITUNGAN
B.1 Penentuan temperatur nyata dari kalibrasi termometer
Penentuan temperatur nyata terhadap temperatur termometer dapat ditentukan melalui persamaan regresi dari hasil kalibrasi
(1)
B.2 Penentuan temperatur nyata dari kalibrasi termokopel
Penentuan temperatur nyata terhadap temperatur termokopel dapat ditentukan melalui persamaan regresi dari hasil kalibrasi temperatur termokopel terhadap temperatur termomoeter. Selanjutnya, persamaan terseut disubsitusi ke persamaan (1)
(2)
(3)
B.3. Penentuan (m.Cp)reaktor
Nilai kapasitas panas reaktor dapat ditentukan melalui hukum asas black, yaitu panas yang masuk atau diterima sistem sama dengan panas yang keluar atau dilepas sistem. Pada persamaan berikut, reaktor menerima panas dari air panas
(4)
B.4. Penentuan (m.Cp)larutan
Nilai kapasitas panas reaktor dapat ditentukan melalui hukum asas black, yaitu panas yang masuk atau diterima sistem sama dengan panas yang keluar atau dilepas sistem. Pada persamaan berikut, reaktor menerima panas dari larutan panas
Laboratorium Instruksional Teknik Kimia Kinetika Reaksi Fasa Cair
KIN 17
B.5 Penentuan (m.Cp)sistem
Nilai kapasitas panas sistem dapat ditentukan melalui persamaan berikut
(6) B.6 Penentuan konsentrasi H2O2 dengan standarisasi oleh KMnO4
Konsentrasi H2O2 pekat dapat ditentukan melalui titrasi dengan KMnO4 dengan tambahan
H2SO4 sebagai suasana asam. H2O2 pekat sebaiknya diencerkan terlebih dahulu agar volume
KMnO4 yang dibutuhkan untuk menitrasi H2O2 tidak terlalu banyak. Berikut adalah
persamaan yang digunakan untuk menentukan konsentrasu H2O2
[ ] [ ] (7)
Sebelum melakukan titrasi dengan KMnO4, diperlukan standarisasi larutan KMnO4 dengan
menggunakan H2C2O4 terlebih dahulu.
B.7 Penentuan nilai
Nilai dari α merupakan perbandingan mol H2O2 dan mol Na2S2O3 sehingga dapat
ditentukan melalui persamaan berikut
(8)
B.8 Penentuan nilai β
Nilai dari β dapat ditentukan melalui subsitusi dua buah persamaan regresi linier naik dan linier turun untuk maks (y) terhadap (x) sehingga diperoleh nilai (x) yang merupakan nilai
β percobaan. Berikut adalah persamaan yang digunakan
Linier naik
(9)
Linier turun
(10)
Subsitusi persamaan y1 dan y2 sehingga diperoleh nilai x (β)
(11)
B.9 Penentuan ΔHr
Nilai dari kalor reaksi dapat ditentukan melalui persamaan berikut
(12)
B.10 Penentuan densitas larutan
Densitas dari larutan dapat ditentukan dengan menggunakan prosedur berikut.
Penentuan volume piknometer
(13)
Penentuan densitas larutan
(14)
B.11 Penentuan nilai orde reaksi, Ea, dan A
Persamaan hasil regresi linier untuk menentukan parameter kinetika reaksi adalah sebagai berikut. ( ) . 1 l n . l n . . ( ) . s r a b b s o o r d T m C p E a d t H V A R T m C p C a T T H V (15)
Laboratorium Instruksional Teknik Kimia Kinetika Reaksi Fasa Cair
KIN 19
LAMPIRAN C
DATA SPESIFIKASI DAN LITERATUR
C.1 Data Literatur
Data-data literatur yang diperlukan dalam percobaan Kinetika Reaksi Fasa Cair ini antara lain:
1. Densitas air pada berbagai temperatur
Tabel 8 Data literatur densitas air pada berbagai temperatur Temperatur (0C) ρair (kg/m
3
)
2. Kalor jenis air pada berbagai temperatur
Tabel 9 Data literatur kapasitas panas air pada berbagai temperatur Temperatur (0C) Cpair (kg/m
3
)
3. Jalur reaksi H2O2 dan Na2S2O3 yang ditentukan nilai β
Tabel 10 Data literatur nilai ΔHr dan β untuk masing-masing reaksi
No Reaksi β ∆H
1 2Na2S2O3 + H2O2 → Na2S4O6 + 2NaOH 0.5 -163300
2 Na2S2O3 + H2O2 → Na2S2O4 + 2 H2O 1.0 -173300
3 3Na2S2O3 + 4H2O2 → 2Na2S3O6 + 2NaOH +3H2O 1.33 -512800
4 Na2S2O3 + 4H2O2 +2NaOH→ Na2SO4 + 5H2O 4.00 -879000
5 3Na2S2O3 + 5H2O2 → 2Na2S4O6 + 2 Na2SO4 +5H2O 1.67 -432400
6 2Na2S2O3 + 4H2O2 → Na2S3O6 + 2Na2SO4 +4H2O 2.00 -596500
7 4NaOH + Na2S3O6 + 4H2O2 → 3Na2SO4 +6H2O
4. Reaksi antara H2O2 dan KMnO4
MnO4- + 8H+ + 5e → Mn2+ + 4H2O
H2O2 → O2 + 2H+ + 2e
5. Reaksi antara KMnO4 dan H2C2O4
MnO4- + 8H+ + 5e → Mn2+ + 4H2O
C2O42- → 2CO2 + 2e
2 MnO4- + 16H+ + 5C2O42- → 2Mn2+ + 8H2O+ 10CO2
6. Persamaan kinetika reaksi antara H2O2 dan Na2S2O3
Laboratorium Instruksional Teknik Kimia Kinetika Reaksi Fasa Cair
KIN 21
Job Safety Analysis
Judul Modul Percobaan KIN 2 - Kinetika Reaksi Fasa Cair Dosen Pembimbing Dr. Subagjo
Asisten Modul Percobaan Hilman Prasetya Edi
N o
Bahan Sifat Bahan Tindakan Penanggulangan
1 Hidrogen Peroksida (H2O2) Tidak berbau Tidak berwarna Berbentuk cairan dalam suhu ruangan
Oksidator kuat Titik Didih = 103 0C Titik Beku = -15 0 C pH = 5.0 – 6.0 Densitas = 1,45 gr/cm3 Mr = 34.0147 gr/mol
Gunakan selalu Personal Protective Equipment, seperti goggle, self-contained breathing apparatus (jika konsentrasi H2O2
melebihi 10 ppm), sarung tangan, pakaian tertutup (jangan menggunakan pakaian berbahan katun, wool, atau kulit), dan sepatu tertutup.
Jika terkena mata, segera bilas mata dengan air selama 15 menit dengan mengedipkan mata. Segera temui dokter untuk pemeriksaan karena bersifat korosif terhadap mata dan dapat mengakibatkan kebutaan
Jika terkena kulit, bilas kulit dengan air dan sabun. Segera hubungi dokter jika ada iritasi yang terasa.
Jika termakan, bilas mulut dengan 1-2 gelas air. Hindari muntah dan segera hubungi dokter
Jika terhirup, segera keluar dari ruangan tersebut dan hirup udara yang segar. Segera hubungi dokter saat merasa kesulitan bernafas 2 Natrium Tiosulfat (Na2S2O3) Berbentuk crystalline powder Berwarna putih Tidak berbau Stabil dalam temperatur dan tekanan normal Titik Didih = 100 0 C Titik Beku = 48 0C pH = 6.0-8.5 Mr = 158,1 gr/mol
Personal Protective Equipment yang harus
selalu digunakan adalah goggle, glove, sepatu tertutup, dan pakaian yang menutupi kulit
Simpan dalam wadah tertutup di tempat yang kering dan sejuk
Jika terkena mata, bersihkan mata dengan air berjumlah banyak, minimal 15 menit, dengan mengedipkan mata secara berulang lalu cari bantuan medis
berjumlah banyak, minimal 15 menit sembari melepas sepatu atau pakaian yang terkontaminasi
Jika tertelan, bilas mulut dengan air lalu cari bantuan medis
Jika terhirup, pergi dari lokasi yang terkontaminasi dan segera hirup udara segar lalu cari bantuan medis
3 Kalium Permanganat
(KMnO4)
Berwarna ungu tua
Berwujud padatan Oksidator kuat Mudah terbakar Tidak berbau Titik leleh = 240 0C Densitas = 2,70 gr/cm3 Mr = 158,0339 gr/mol
Gunakan selalu Personal Protective Equipment, seperti goggle, sarung tangan,
dan pakaian dan sepatu tertutup
Jika terkena mata, maka bersihkan mata dengan air selama minimal 30 menit lalu cari pertolongan medis
Jika terkena kulit, maka bersihkan kulit dengan air berjumlah banyak selama minimal 15 menit dengan melepaskan pakaian atau sepatu yang terkontaminasi Jika termakan, jangan dimuntahkan. Dalam keadaan sadar, segera minum 2-4 gelas susu atau air mineral. Jika korban tidak sadar, jangan masukkan apapun ke dalam mulut, namun segera cari bantuan medis
Jika terhirup, pergi dari lokasi tersebut lalu cari udara segar.
4 Air (H2O) Tidak mudah
terbakar Tidak berbau Tidak berwarna Titik didih = 100 0C Titik beku = 0 0C Densitas = 1 gr/cm3
Tidak membutuhkan penanggulangan khusus
Kecelakaan yang mungkin terjadi Penanggulangan
Ledakan peroksida akibat paparan cahaya atau panas Simpan peroksida di tempat yang sejuk, jauh dari paparan cahaya, dan dalam wadah tertutup. Peroksida hanya dikeluarkan dari tempat penyimpanan jika akan digunakan dan segera kembalikan ke tempat penyimpanan segera setelah digunakan
Kecelakaan akibat genangan air Selalu bersihkan area kerja secara berkala untuk mencegah genangan air dan periksa seluruh sambungan pipa atau keran agar selalu tertutup rapat
Hubungan arus pendek akibat kontak antara arus listrik dengan air
Hindarkan seluruh kabel listrik dari area kerja yang berhubungan dengan air dan bersihkan lokasi kerja dari air yang keluar dari wadah, sehingga genangan air bisa dicegah
Laboratorium Instruksional Teknik Kimia Kinetika Reaksi Fasa Cair
KIN 23
Alat gelas jatuh dan pecah Ambil pecahan besar dengan tanagan secara hati-hati, lalu kumpulkan disatu tempat. Sapu atau lap bagian kecil lalu buang ke tempat sampah.
Perlengkapan keselamatan kerja