EFISIENSI KONSUMSI ENERGI
PADA HOTEL DI JAKARTA BARAT
Charleshan, Renhata Katili, Yosica Mariana
Jurusan Arsitektur Universitas Bina Nusantara, Kampus Syahdan Jl. K.H. Syahdan No.9, Kemanggisan, Jakarta Barat 11480, Telp. (62-21) 534 5830, [email protected]
ABSTRACT
This research explain the needed of hotel in Jakarta, many tourist come to here with
many purpose so they need the living space for a while. The problem happend with the high
consumption of energy on hotel, 51% of usage energy come from air conditioner in hotel,
high radiation in Jakarta impact on micro temperature, radiation impact to the facade. Heat
from radiation on wall can be reduce with using shading device like sun shading and double
skin facade on facade, so the radiation not direct enter to the room. Research methode using
the analysis of the highest radiation with ecotect analysis software and energy calculation
using vasari. The result show that using of sun shading and double skin facade can reduce
the solar radiation and reduce more energy. (C).
Penelitian ini menjelaskan kebutuhan hotel di Jakarta, tingginya tingkat kedatangan
wisatawan yang datang dengan berbagai tujuan sehingga di butuhkan hotel dengan jenis
hotel bintang 4 di Jakarta khususnya Jakarta Barat. Permasalahan terjadi pada konsumsi
energi yang besar pada bangunan hotel, penggunaan energi sebesar 51% pada penggunaan
pendingin ruangan, tingginya radiasi di Jakarta menyebabkan naiknya suhu mikro.
Panasnya radiasi matahari yang terkena dinding bangunan dapat dikurangi dengan
menggunakan shading device seperti penggunaan sun shading dan double skin facade,
sehingga radiasi yang terkena tidak langsung masuk ke dalam ruangan. Metode yang
digunakan dengan menganalisa tingkat radiasi terbesar yang terkena sisi bangunan dengan
menggunakan software ecotect dan kalkulasi energi dengan vasari. Hasil yang dicapai
penggunaan sun shading dan double skin facade pada area yang banyak terkena paparan
radiasi matahari dapat mengurangi radiasi matahari dan menghemat energi. (C).
Kata k
unci :Hotel, energi, shading device, sun shading, dan double skin facade.
PENDAHULUAN
Berkembangnya pertumbuhan pembangunan di Jakarta menimbulkan kebutuhan akan perancangan bangunan yang berkelanjutan, pembangunan yang mendukung tempat tinggal yang memadai untuk pemukiman manusia yang berkelanjutan bagi generasi sekarang dan masa depan. Pada perkembangan kehidupan saat ini dimana perubahan sikap dan pola konsumsi pada energi dalam desain bangunan dan lingkungan. Bangunan yang berkelanjutan dapat di capai dengan pemanfaatan energi yang inovatif, efisien, dan baik yang diperlukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Perkembangan perekonomian di Jakarta menjadi faktor pendorong tumbuhnya pembangunan property di Jakarta. Pembangunan properti dengan cepat menyebar di Jakarta, berbagai gedung perkantoran, sentra bisnis, pusat perbelanjaan, hingga kawasan perumahan elit tumbuh dengan pesat di Jakarta. Hal ini memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, dimana terjadi peningkatan kedatangan dengan berbagai tujuan, seperti keperluan bisnis atau tujuan wisata dari berbagai wisatawan mancanegara maupun lokal. Data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta menunjukkan, jumlah wisatawan yang datang berkunjung ke Jakarta setiap tahun mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir dengan tingkat peminatan yang tinggi pada hotel berbintang 4. Data Portal Resmi provinsi
DKI Jakarta menyatakan bahwa, wilayah Puri Indah merupakan salah satu dari 5 lokasi kawasan yang termasuk dalam kategori kawasan sentra primer di Jakarta Barat. Lokasi dengan sebuah area perkembangan yang pesat dibawah pengelolaan Lippo Group, Pondok Indah Group, dan Goldland Group. Berdasarkan perencanaan kawasan yang terdapat di wilayah Puri Indah, pada tahun 2020 akan dibangun kawasan terpadu yang mengintegrasikan hunian, landed penthouse, menara perkantoran, apartemen dan hotel berbintang.
Wilayah Puri Indah berada di Jakarta yang dimana merupakan kawasan dengan iklim tropis.Iklim tropis dengan ciri-ciri sinar matahari yang terik sepanjang tahun, kecepatan angin yang rendah, suhu udara dan kelembapan yang relatif tinggi dan adanya curah hujan sedang. Iklim tropis seperti Jakarta memperoleh banyak penyinaran matahari. Penyinaran matahari yang datang tidak hanya membawa sinar atau cahayanya tetapi juga besertakan radiasi yang terbawa. Radiasi matahari yang besar masuk kedalam bangunan menyebabkan suhu mikro sekitar bangunan menjadi naik, suhu lingkungan yang tinggi menyebabkan penggunaan konsumsi energi semakin besar pada kebutuhan energi untuk pendingin ruangan.
Berdasarkan fakta laporan ICASEA (International Copper Association Southeas Asia), diantara sepuluh negara ASEAN, Indonesia merupakan negara yang paling boros energi dan berada di peringkat pertama pengguna pendingin udara. Dari semua negara, Indonesia menggunakan pendingin udara sebesar 72% per tahunnya, artinya ketergantungan masyarakat Indonesia akan pendingin udara sangat besar, jika dibandingkan dengan negara ASEAN lain yang rata-rata hanya 30%. Seperti diketahui bahwa tarif dasar listrik nasional yang terus meningkat perlu untuk ditanggapi dengan serius. Menurut Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), menegaskan bahwa kenaikan tarif listrik berdampak pada meningkatnya harga hingga 10%-20% di tahun 2014.
Pada Buku Panduan Efisiensi Energi di Hotel (2005)menunjukkan bahwa grafik penggunaan energi terbesar dalam suatu operasional hotel berasal dari penggunaan pendingin ruangan AC. Dalam keterkaitannya dapat terlihat bahwa radiasi panas memungkinkan menyebabkan terjadinya kenaikan suhu. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi radiasi matahari adalah dengan mereduksi radiasi matahari yang masuk ke dalam bangunan melalui fasade bangunan sehingga dapat menurunkan penggunaan energi dengan penggunaan perangkat pereduksi matahari seperti shading
device dan double skin facade.Penyelesaian disain fasade harus dibuat tidak diseragamkan antara yang
menghadap barat, timur selatan atau utara. Karena pada prisipnya deretan fasade yang menghadap ke barat dan ke selatan memiliki permasalahan yang berlainan apabila dilihat dari aspek lintasan matahari. (Sukawi : 2010).
Shading adalah sebuah metode untuk menghalau radiasi matahari sebelum masuk ke dalam bangunan pada area yang beiklim tropis. penggunaanbrise soleil di Rio de Janeio. penggunaan solar shading dapat mengurangi suhu untuk mencapai kenyamanan thermal dan mengurangi masalah pada lingkungan terhadap konsumsi energi yang besar (Arif : 2013). Penggunaan double skin facade yang telah banyak diterapkan dalam berbagai proyek penelitian salah satunya di bangunan beriklim panas. Penerapan pada berbagai proyek yang berbeda seperti perkantoran dan hotel. Pada penelitian terhadap proyek tersebut double skin facade cukup berhasil menurunkan suhu radiasi matahari dari luar ke dalam bangunan. (Meyer: 2012). Kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk mencoba meneliti dengan menggabungkan penggunaan sun shading dan double skin façade sebagai suatu cara untuk mereduksi radiasi matahari dan mengurangi penggunaan energi pada pendingin ruangan.
METODE PENELITIAN
Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melakukan uji coba terhadap desain pada massa bangunan, shading device, dan double skin facade. Hal ini ditujukan untuk mencari alternatif-alternatif terbaik yang tepat untuk dapat diterapkan dalam menjawab persoalan arsitektur, manusia, dan lingkungan. Penulis mengumpulkan datadengan melakukan pengamatan dan observasi pada tapak, lokasi tapak dan sekitar kawasan tapak di Puri Indah Jakarta Barat, berbagai potensi yang terdapat pada tapak.Mencari orientasi bangunan yang paling baik, dengan memasukkan data dari tapak (data iklim) pada software ecotect dan archicad.Menganalisa dan mensimulasi radiasi matahari terbanyak pada tapak dengan menggunakan softwareecotect dan archicad.Melakukan analisa dengan
vasari untuk menunjukkan energi yang dihasilkan dengan dan tanpa shading device dan double skin façade serta studi banding terhadap proyek sejenis.
Proses penelitian dilakukan dengan tahap mengumpulkan literatur mengenai hotel bintang 4, data radiasi matahari pada tapak.Membuat gubahan massa yang berdasarkan pertimbangan faktor manusia (kebutuhan ruang-program ruang), lingkungan (faktor tapak dan lingkungan sekitar), dan bangunan dengan menggunakan software Sketchup 2013.Menganalisa pembayangan untuk memperoleh bentuk dan jenis shading device yang akan digunakan pada fasad dinding hotel dengan menggunakan software Ecotect Analysis 2011 dan Archicad dengan memasukkan titik kordinat di Puri
Indah Jakarta Barat.Memasukkan tanggal dan bulan untuk menganalisa posisi matahari yang mempengaruhi radiasi matahari terhadap bangunan.Menentukan radiasi matahari terbesar yang akan ditempatkan shading device
jadikan sampel simulasi radiasi, kamar pada hotel yang menghadap sisi bagian yang banyak radiasi matahari.Menggunakan ukuran
radiasi.Menganalisa energi dengan terlebih dahulu membuat gubahan masa, dan menentukan sampel ruangan dan jendela untuk menempatkan
software Vasari. Hasil akhir dengan m
HASIL DAN BAHASAN
Analisa Gubahan Massa
1. Massa bangunan berbentuk persegi panjang hanya menjawab
lebih sedikit terkena radiasi matahari, tetapi belum menanggapi analisa faktor lainnya.
2. Bentuk menjawab analisa matahari dan angin yang datang dari sisi barat laut dengan mengalirkan angin ke dalam bentuk fasad, tetapi pertimbangan fa
diperhitungkan.
Indah Jakarta Barat.Memasukkan tanggal dan bulan untuk menganalisa posisi matahari yang si matahari terhadap bangunan.Menentukan radiasi matahari terbesar yang akan
shading device dan double skin façade. Menentukan unit-unit kamar hotel yang akan di
jadikan sampel simulasi radiasi, kamar pada hotel yang menghadap sisi bagian yang
banyak radiasi matahari.Menggunakan ukuran shading yang paling optimal untuk mengurangi radiasi.Menganalisa energi dengan terlebih dahulu membuat gubahan masa, dan menentukan sampel ruangan dan jendela untuk menempatkan shading device dan double skin façade
Hasil akhir dengan menarik kesimpulan dari hasil analisa.
HASIL DAN BAHASAN
Analisa Gubahan Massa
Gambar 1 Gubahan Massa 1 dan 2 Massa bangunan berbentuk persegi panjang hanya menjawab
lebih sedikit terkena radiasi matahari, tetapi belum menanggapi analisa faktor lainnya.
Bentuk menjawab analisa matahari dan angin yang datang dari sisi barat laut dengan mengalirkan angin ke dalam bentuk fasad, tetapi pertimbangan fa
diperhitungkan.
Gambar 2 Gubahan Massa 3 dan 4
1 2
3 4
Indah Jakarta Barat.Memasukkan tanggal dan bulan untuk menganalisa posisi matahari yang si matahari terhadap bangunan.Menentukan radiasi matahari terbesar yang akan unit kamar hotel yang akan di jadikan sampel simulasi radiasi, kamar pada hotel yang menghadap sisi bagian yang memperoleh yang paling optimal untuk mengurangi radiasi.Menganalisa energi dengan terlebih dahulu membuat gubahan masa, dan menentukan sampel
façade dengan penggunaan
Massa bangunan berbentuk persegi panjang hanya menjawab analisa matahari yang lebih sedikit terkena radiasi matahari, tetapi belum menanggapi analisa faktor Bentuk menjawab analisa matahari dan angin yang datang dari sisi barat laut dengan mengalirkan angin ke dalam bentuk fasad, tetapi pertimbangan faktor lain belum
3. Bentuk massa bangunan menjawab persoalan radiasi matahari dari barat, angin dari barat laut dan timur laut tetapi belum menjawab analisa
4. Massa bangunan cukup efektif untuk mengatasi analisa radiasi matahari barat, menangkap atau memperangkap angin dari barat laut, timur laut, dan selatan. Bentuk menjawab masalah kebisingan dari arah barat yang terdapat pedagang kaki lima, dan analisa
jalan tol sehingga dari segi komersial cukup menjual bangunan hotel.
Simulasi pembayangan bangunan sekitar pada pukul 08.00
Pada tanggal 23 Maret terlihat bahwa pembayangan sedikit terjadi pada sisi timur tapak oleh bangunan apartment St. Moritz sehingga pembayangan untuk fasad tidak terlalu diperlukan pada area timur tapak
Pada tanggal 21 Juni terlihat bahwa pembayangan hanya melewati bagian barat daya tapak pada sisi timur bangunan, sedangkan pada bagian utara, barat, dan selatan tapak tidak mendapatkan pembayangan dari bangunan sekitar.
Pada tanggal 23 September terlihat bahwa pembayangan sedikit mengenai bagian timur tapak. Bagian utara, selatan, dan barat tapak tidak mendapatkan pembayangan dari bangunan sekitar.
Bentuk massa bangunan menjawab persoalan radiasi matahari dari barat, angin dari barat laut dan timur laut tetapi belum menjawab analisa view dan kebisingan.
Massa bangunan cukup efektif untuk mengatasi analisa radiasi matahari barat, menangkap atau memperangkap angin dari barat laut, timur laut, dan selatan. Bentuk menjawab masalah kebisingan dari arah barat yang terdapat pedagang kaki lima, dan
view atau pandangan juga terjawab dengan bagian selatan tapak menghadap
jalan tol sehingga dari segi komersial cukup menjual bangunan hotel.
Gambar 3 Gubahan Massa Hotel
Simulasi pembayangan bangunan sekitar pada pukul 08.00-17.00
23 Maret terlihat bahwa pembayangan sedikit terjadi pada sisi timur tapak oleh bangunan apartment St. Moritz sehingga pembayangan untuk fasad tidak terlalu diperlukan pada area
Gambar 4 Perlintasan Matahari pada 23 Maret
Juni terlihat bahwa pembayangan hanya melewati bagian barat daya tapak pada sisi timur bangunan, sedangkan pada bagian utara, barat, dan selatan tapak tidak mendapatkan pembayangan dari bangunan sekitar.
Gambar 5 Perlintasan Matahari pada 21 Juni
tanggal 23 September terlihat bahwa pembayangan sedikit mengenai bagian timur tapak. Bagian utara, selatan, dan barat tapak tidak mendapatkan pembayangan dari bangunan sekitar.
• (Privat) : area unit kamar hotel dan ruang pendukung lainnya
• (Semi Publik) : area meeting room, ballroom, dan ruang
• (Publik): area front of house fasilitas, dan ruang lainnya
• (Servis) : area
service, dan basement
Bentuk massa bangunan menjawab persoalan radiasi matahari dari barat, angin dari dan kebisingan. Massa bangunan cukup efektif untuk mengatasi analisa radiasi matahari barat, menangkap atau memperangkap angin dari barat laut, timur laut, dan selatan. Bentuk menjawab masalah kebisingan dari arah barat yang terdapat pedagang kaki lima, dan tau pandangan juga terjawab dengan bagian selatan tapak menghadap jalan tol sehingga dari segi komersial cukup menjual bangunan hotel.
23 Maret terlihat bahwa pembayangan sedikit terjadi pada sisi timur tapak oleh bangunan apartment St. Moritz sehingga pembayangan untuk fasad tidak terlalu diperlukan pada area
Perlintasan Matahari pada 23 Maret
Juni terlihat bahwa pembayangan hanya melewati bagian barat daya tapak pada sisi timur bangunan, sedangkan pada bagian utara, barat, dan selatan tapak tidak mendapatkan
tanggal 23 September terlihat bahwa pembayangan sedikit mengenai bagian timur tapak. Bagian utara, selatan, dan barat tapak tidak mendapatkan pembayangan dari bangunan sekitar.
(Privat) : area unit kamar hotel dan ruang pendukung lainnya.
(Semi Publik) : area meeting room, , dan ruang lainnya
front of house, restoran,
fasilitas, dan ruang lainnya ) : area back of house,
Pada tanggal 22 Desember
dan bangunan tidak mendapatkan pembayangan, bagian selatan, barat, dan utara tidak mendapatkan pembayangan.
Kesimpulan Analisis menunjukkan bahwa pada bagian utara, barat, dan selatan tapak sangat minim mendapatkan pembayangan dari bangunan sekitar. Tetapi pada bagian timur sedikit terkena pembayangan dari apartment St. Moritz, potensi radiasi matahari terbesar
barat, utara, dan selatan. Tetapi bagian barat merupakan bagian yang paling panas menerima radiasi, sehingga pada bagian ini menjadi fokus untuk digunakannya
fasade. Pada bagian utara dan selatan ta
Pada gambar 4.16 dibawah ini merupakan simulasi bagian timur fasad yang terkena sinar radiasi matahari pagi jam 08.00 dan jam 10:00 pada 23 Maret, 21 Juni, 23 September, dan 22 Desember.
Gambar 6 Perlintasan Matahari pada 23 September
Pada tanggal 22 Desember terlihat bahwa pembayangan dari arah timur tidak mengenai tapak dan bangunan tidak mendapatkan pembayangan, bagian selatan, barat, dan utara tidak mendapatkan
Gambar 7 Perlintasan Matahari pada 22 Desember
Kesimpulan Analisis menunjukkan bahwa pada bagian utara, barat, dan selatan tapak sangat minim mendapatkan pembayangan dari bangunan sekitar. Tetapi pada bagian timur sedikit terkena pembayangan dari apartment St. Moritz, potensi radiasi matahari terbesar adalah datang dari arah barat, utara, dan selatan. Tetapi bagian barat merupakan bagian yang paling panas menerima radiasi, sehingga pada bagian ini menjadi fokus untuk digunakannya shading device
. Pada bagian utara dan selatan tapak akan menggunakan sun shading.
Pada gambar 4.16 dibawah ini merupakan simulasi bagian timur fasad yang terkena sinar radiasi matahari pagi jam 08.00 dan jam 10:00 pada 23 Maret, 21 Juni, 23 September, dan 22 Desember.
Tabel 1 Radiasi arah timur Timur
23 Maret
08:00 10:00
21 Juni
08:00 10:00
Perlintasan Matahari pada 23 September
terlihat bahwa pembayangan dari arah timur tidak mengenai tapak dan bangunan tidak mendapatkan pembayangan, bagian selatan, barat, dan utara tidak mendapatkan
Perlintasan Matahari pada 22 Desember
Kesimpulan Analisis menunjukkan bahwa pada bagian utara, barat, dan selatan tapak sangat minim mendapatkan pembayangan dari bangunan sekitar. Tetapi pada bagian timur sedikit terkena adalah datang dari arah barat, utara, dan selatan. Tetapi bagian barat merupakan bagian yang paling panas menerima radiasi,
shading device berupa double skin
Pada gambar 4.16 dibawah ini merupakan simulasi bagian timur fasad yang terkena sinar radiasi matahari pagi jam 08.00 dan jam 10:00 pada 23 Maret, 21 Juni, 23 September, dan 22 Desember.
Kesimpulan :
Hanya matahari pagi pada 23 Maret dan 21 Juni pada jam 8 pagi yang membawa radiasi matahari yang cukup besar pada bagian tower, sedangkan bagian podium radiasi tidak terlalu besar, sehingga pada area ini cukup menggunakan
14:00 14:00 23 September 08:00 10:00 22 Desember 08:00 10:00
Hanya matahari pagi pada 23 Maret dan 21 Juni pada jam 8 pagi yang membawa radiasi matahari yang cukup besar pada bagian tower, sedangkan bagian podium radiasi tidak terlalu besar, sehingga pada area ini cukup menggunakan sun shading.
Tabel 2 Radiasi bagian barat Barat
23 Maret
14:00 16:00
21 Juni
14:00 16:00
Hanya matahari pagi pada 23 Maret dan 21 Juni pada jam 8 pagi yang membawa radiasi matahari yang cukup besar pada bagian tower, sedangkan bagian podium radiasi tidak terlalu besar, sehingga
14:00
14:00
Kesimpulan :
Matahari siang 14:00-16:00 pada 23 Maret dan 23 September membawa radiasi yang cukup besar pada bagian tower maupun podium. Pada 22 desember matahari siang 14:00
radiasi, tetapi tidak terlalu besar. Pada area yang terkena radiasi besar i
skin facade guna mengurangi sisi bangunan yang terkena radiasi matahari secara langsung
Hasil Analisa Radiasi :
Terlihat bahwa sinar matahari barat sangat mendominasi datangnya radiasi terhadap
bangunan, angka hasil simulasi menunjukkan bahwa radiasi tinggi yaitu berwarna merah sampai kuning yang terkena kulit bangunan berkisar antara 160
Analisa Radiasi Matahari
23 September
14:00 16:00
22 Desember
14:00 16:00
16:00 pada 23 Maret dan 23 September membawa radiasi yang cukup besar pada bagian tower maupun podium. Pada 22 desember matahari siang 14:00
radiasi, tetapi tidak terlalu besar. Pada area yang terkena radiasi besar ini akan menggunakan guna mengurangi sisi bangunan yang terkena radiasi matahari secara langsung
Terlihat bahwa sinar matahari barat sangat mendominasi datangnya radiasi terhadap
hasil simulasi menunjukkan bahwa radiasi tinggi yaitu berwarna merah sampai kuning yang terkena kulit bangunan berkisar antara 160-300 Wh/m2.
Analisa Radiasi Matahari
Gambar 8Radiasi matahari pada tapak Puri Indah Jakarta BULAN
HARI
16:00 pada 23 Maret dan 23 September membawa radiasi yang cukup besar pada bagian tower maupun podium. Pada 22 desember matahari siang 14:00-16:00 ikut membawa ni akan menggunakan double guna mengurangi sisi bangunan yang terkena radiasi matahari secara langsung.
Terlihat bahwa sinar matahari barat sangat mendominasi datangnya radiasi terhadap tower dan podium hasil simulasi menunjukkan bahwa radiasi tinggi yaitu berwarna merah sampai
Jakarta MINGGU
Analisa Radiasi pada jendela di 4 sisi fasad
Kesimpulan :
Jendela Barat : Bagian barat terkena Jendela Timur :Bagian timur terkena Jendela Utara : Bagian Utara terkena m 18:00
Jendela Selatan :Bagian Selatan terkena ma pada pukul 06:00
Pada bagian yang menghadap Utara, Timur, dan Selatan memperoleh radiasi matahari sehingga area ini perlu di terapkan
besar dan lama sehingga di perlukan dalam ruangan.
Analisa Radiasi pada jendela di 4 sisi fasad lantai 7
Radiasi dan Cahaya pada jendela Timur
Radiasi dan Cahaya pada jendela Utara
Radiasi dan Cahaya pada jendela Selatan
Radiasi dan Cahaya pada jendela Barat
Gambar 9Radiasi matahari pada jendela
Bagian barat terkena matahari penuh dari Januari-Desember pada pukul 12:00 Bagian timur terkena matahari penuh dari Januari-Desember pada pukul 06:00
Bagian Utara terkena matahari sebagian dari Maret-September pada pukul 06:00 Bagian Selatan terkena matahari sebagian dari Januari-Maret dan Oktober
pada pukul 06:00-18:00
Pada bagian yang menghadap Utara, Timur, dan Selatan memperoleh radiasi matahari sehingga area ini perlu di terapkan sun shading, sedangkan pada sisi Barat terkena radiasi matahari yang lebih besar dan lama sehingga di perlukan double skin facade untuk mengurangi radiasi yang masuk ke Desember pada pukul 12:00-18:00 Desember pada pukul 06:00-12:00 September pada pukul 06:00-Maret dan Oktober-Desember
Pada bagian yang menghadap Utara, Timur, dan Selatan memperoleh radiasi matahari sehingga sedangkan pada sisi Barat terkena radiasi matahari yang lebih gurangi radiasi yang masuk ke
LANTAI 7 UTARA NO. BULAN 1. 23 MARET 2. 21 JUNI 3. 23 SEPTEMBER 4. 22 DESEMBER TIMUR NO. BULAN 1. 23 MARET 2. 21 JUNI 3. 23 SEPTEMBER 4. 22 DESEMBER SELATAN NO. BULAN 1. 23 MARET 2. 21 JUNI 3. 23 SEPTEMBER 4. 22 DESEMBER BARAT NO. BULAN 1. 23 MARET 2. 21 JUNI 3. 23 SEPTEMBER 4. 22 DESEMBER Kesimpulan :
Hasil analisa unit kamar pada lantai 7
menunjukkan bahwa jendela pada sisi yang menghadap utara, selatan, dan timur yang diberikan
shading menunjukkan terjadinya penurunan radiasi dan jendela pada sisi yang menghadap si
atau dominan radiasi apabila di terapkan dalam ruangan melalui jendela.
Analisa Sun Shading dan
TanpaSun Shading-Double Skin Facade
Tabel 3 Radiasi pada lantai 7 sisi utara
BULAN TANPA SHADING SUN SHADING
23 MARET 360-4460
21 JUNI 400-800
23 SEPTEMBER 450-3250
22 DESEMBER 630-1230
Tabel 4 Radiasi pada lantai 7 sisi timur
BULAN TANPA SHADING SUN SHADING
23 MARET 360-1760
21 JUNI 400-800
23 SEPTEMBER 450-850
22 DESEMBER 630-1430
Tabel 5 Radiasi pada lantai 7 sisi selatan
BULAN TANPA SHADING SUN SHADING
23 MARET 360-660
21 JUNI 400-700
23 SEPTEMBER 450-840
22 DESEMBER 630-2130
Tabel 6 Radiasi pada lantai 7 sisi barat
BULAN TANPA SHADING SUN SHADING 23 MARET 360-1760 320-1820 21 JUNI 400-700 400-600 23 SEPTEMBER 450-2450 450-2150 22 DESEMBER 630-1430 630-1230
alisa unit kamar pada lantai 7 dengan 4 perlintasan pergerakan matahari menunjukkan bahwa jendela pada sisi yang menghadap utara, selatan, dan timur yang diberikan
menunjukkan terjadinya penurunan radiasi dan jendela pada sisi yang menghadap si atau dominan radiasi apabila di terapkan double skin facade dapat menurunkan radiasi yang masuk ke dalam ruangan melalui jendela.
dan Double Skin Facade terhadap Energi
Double Skin FacadeDengan Sun Shading 50cm-Double Skin Facade
Sun Shadingdengan lebar 50cm berdasarkan hasil analisa yang dilakukan terhadap 4 perbandingan (30cm, 40cm, 50cm, dan 60cm) yang terdapat pada halaman lampiran. Ukuran 50cm sebagai yang lebih efektif terhadap pengurangan konsumsi energi.
SUN SHADING 320-2120 400-700 450-1250 630-1030 SUN SHADING 320-1520 400-700 450-750 630-1230 SUN SHADING 360-520 400-600 450-750 630-1430 DOUBLE SKIN FACADE 320-1420 400-460 450-1850 630-650
dengan 4 perlintasan pergerakan matahari menunjukkan bahwa jendela pada sisi yang menghadap utara, selatan, dan timur yang diberikan sun menunjukkan terjadinya penurunan radiasi dan jendela pada sisi yang menghadap sisi barat dapat menurunkan radiasi yang masuk ke
Double Skin Facade
Sun Shading yang digunakandengan lebar 50cm berdasarkan hasil analisa yang dilakukan terhadap 4 perbandingan (30cm, 40cm, 50cm, dan 60cm) yang terdapat pada halaman lampiran. Ukuran 50cm sebagai shading yang lebih efektif terhadap pengurangan konsumsi energi.
Penggunaan listrik = 176 kWh/yr Biaya = $3.234.042
Energi Listrik = $231.232
Beban pendingin bulanan : Minimum = 800.000 MJ
Gambar 10 Analisa Energi
Gambar 11 Analisa Energi Listrik
Penggunaan listrik = 176 kWh/yr Penggunaan listrik = 150 kWh/yr Biaya = $3.234.042 Biaya = $2.734.644
Gambar 12 Analisa Energi AC
Energi Listrik = $231.232 Energi Listrik = $196.281
Gambar 13 Analisa Penggunaan Energi Beban pendingin bulanan : Beban pendingin bulanan : Minimum = 800.000 MJ Minimum = 720.000 MJ
Penggunaan listrik = 150 kWh/yr
Energi Listrik = $196.281
Maksimum = 940.000 MJ Kesimpulan : Hotel dengan penggunaan
terjadinya potensi penghematan energi dari pada tanpa menggunakan
facade.
Berikut ini adalah bentuk perancangan hotel ini.
SIMPULAN DAN SARAN
Hotel yang cocok untuk dibangun di daerah Puri merupakan hotel berbintang, yaitu hotel berbintang 4.Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan maka bagian barat tapak merupakan bagian dengan penyinaran matahari dominan.Area barat tapak menghasilkan radiasi sebesar 272 sedangkan pada area timur tapak menghasilkan radiasi sebanyak 244
fasade dapat diterapkan pada sisi barat tapak untuk mengurangi radiasi matahari yang masuk ke dalam
ruangan.Sedangkan pada bagian timur, utara, dan selatan tapak dapat memanfaatkan
seperti sun shading untuk mengurangi sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan.Hasil penggunaan
shading device dan double skin facade
berkurang dari 176 kwh/sm/yr menjadi 150 kwh/sm/yr. Perancangan dengan memperhatikan ar
orientasi bangunan, karena orientasi bangunan sangat berkaitan dengan organisasi ruang didalamnya.Daerah barat merupakan potensi penghasil energi radiasi terbesar.Area privat dapat di tempatkan pada sisi memanjang yang menghadap arah utara dan selatan, sedangkan area servis dapat ditempatkan sebagian di area barat dan timur tapak.Penggunaan
terkena perolehan radiasi yang besar.
REFERENSI
Arif, M. (2013). Corbusier’s S
Approach. JARS 10.
Meyer, T. (2012). Hot Climate Double Façades: Avoiding Solar Gain Volume 14.
Sukawi. (2010). Kaitan Desain Selubung Bangunan Terhadap Pemakaian Energi Dalam Bangunan. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi.
RIWAYAT PENULIS
Charleshanlahir di kota Jakarta pada tanggal 28 juli 1992. Penulis menamatkan pendidikan S1 di
Universitas Bina Nusantara dalam bidang Tek
Maksimum = 940.000 MJ Maksimum = 850.000 MJ Kesimpulan : Hotel dengan penggunaan shading device dan double skin facade terjadinya potensi penghematan energi dari pada tanpa menggunakan shading device
Berikut ini adalah bentuk shading device dan double skin facade yang akan digunakan dalam
Gambar 14Shading Device
SIMPULAN DAN SARAN
Hotel yang cocok untuk dibangun di daerah Puri merupakan hotel berbintang, yaitu hotel berbintang 4.Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan maka bagian barat tapak merupakan bagian dengan penyinaran matahari dominan.Area barat tapak menghasilkan radiasi sebesar 272
area timur tapak menghasilkan radiasi sebanyak 244,3Wh/m2.Penggunaan
dapat diterapkan pada sisi barat tapak untuk mengurangi radiasi matahari yang masuk ke dalam ruangan.Sedangkan pada bagian timur, utara, dan selatan tapak dapat memanfaatkan
untuk mengurangi sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan.Hasil penggunaan
double skin facade menunjukkan bahwa intensitas penggunaan energi dapat
berkurang dari 176 kwh/sm/yr menjadi 150 kwh/sm/yr.
Perancangan dengan memperhatikan arah radiasi matahari sangat diperlukan dalam menentukan orientasi bangunan, karena orientasi bangunan sangat berkaitan dengan organisasi ruang didalamnya.Daerah barat merupakan potensi penghasil energi radiasi terbesar.Area privat dapat di si memanjang yang menghadap arah utara dan selatan, sedangkan area servis dapat ditempatkan sebagian di area barat dan timur tapak.Penggunaan double skin facade
terkena perolehan radiasi yang besar.
Corbusier’s Solar Shading Strategy for Tropical Environment:A Sustainable Hot Climate Double Façades: Avoiding Solar Gain. Facade tectonics journal Kaitan Desain Selubung Bangunan Terhadap Pemakaian Energi Dalam Bangunan.
ar Nasional Sains Dan Teknologi.
RIWAYAT PENULIS
lahir di kota Jakarta pada tanggal 28 juli 1992. Penulis menamatkan pendidikan S1 di tara dalam bidang Teknik Arsitektur pada tahun 2014.
Maksimum = 850.000 MJ
double skin facade menunjukkan dapat shading device dan double skin
yang akan digunakan dalam
Hotel yang cocok untuk dibangun di daerah Puri merupakan hotel berbintang, yaitu hotel berbintang 4.Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan maka bagian barat tapak merupakan bagian dengan penyinaran matahari dominan.Area barat tapak menghasilkan radiasi sebesar 272Wh/m2 .Penggunaan double skin dapat diterapkan pada sisi barat tapak untuk mengurangi radiasi matahari yang masuk ke dalam ruangan.Sedangkan pada bagian timur, utara, dan selatan tapak dapat memanfaatkan shading device untuk mengurangi sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan.Hasil penggunaan menunjukkan bahwa intensitas penggunaan energi dapat ah radiasi matahari sangat diperlukan dalam menentukan orientasi bangunan, karena orientasi bangunan sangat berkaitan dengan organisasi ruang didalamnya.Daerah barat merupakan potensi penghasil energi radiasi terbesar.Area privat dapat di si memanjang yang menghadap arah utara dan selatan, sedangkan area servis dapat
double skin facade untuk area yang
olar Shading Strategy for Tropical Environment:A Sustainable Facade tectonics journal: Kaitan Desain Selubung Bangunan Terhadap Pemakaian Energi Dalam Bangunan.