• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAR PENGESAHAN DAN PERSETUJUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBAR PENGESAHAN DAN PERSETUJUAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Dilarang Menggandakan / Mengcopy Dokumen Ini Tanpa Persetujuan Manajemen PMPN SERUI 1 | 6

LEMBAR PENGESAHAN DAN PERSETUJUAN

Prosedur ini diterbitkan sebagai bagian dari Sistem Manual Mutu Tim Penjaminan Mutu Pengadilan Negeri Serui kelas II dari aspek Manajemen Administrasi dan Operasional berdasarkan Sistem Manajemen Mutu

Prosedur ini bersifat dinamis mengikuti Standar, Regulasi ataupun Kode, sehingga diharapkan bahwa dalam Proses Implementasinya tingkat Penyempurnaan tersebut akan mendorong lebih cepat tercapainya Sasaran secara efektif.

PERINGATAN ! PerlindunganHakCipta Warning!@ Copyright Protection

Terbitan Prosedur ini tidak dapat digandakan, disimpan dalam Sistem yang diperbaiki atau dipindahkan dalam bentuk atau dengan cara apapun baik Elektronik, Mekanik, Photo Copy, dicatat atau lainnya tanpa izin tertulis Wakil Manajemen.

Tim Penjaminan Mutu

PENGADILAN NEGERI SERUI KELAS II Jalan Sumatera Serui

TANGGAL DIBUAT

DOCUMENT CONTROL DOCUMENT CONTROL

STAMP / STEMPEL RENNY LEO, S.Si AGUSTINUS PALINGGI, SE.

NIP 19810808 200604 2 005 19840829 200912 1 008

STAMP / STEMPEL LILIS SETIAWATI, S.H.,M.H.

QUALITY MANAGEMENT REPRESENTATIVE KETUA PMPN

IVAN BUDI SANTOSO, S.H.,M.Hum YANCE PATIRAN, S.H.,M.H.

(2)

Dilarang Menggandakan / Mengcopy Dokumen Ini Tanpa Persetujuan Manajemen PMPN SERUI 2 | 6

STATUS REVISI

NO. REVISI NO. HALAMAN

BAGIAN/ SUB BAGIAN YANG DIREVISI

DISETUJUI

(3)

Dilarang Menggandakan / Mengcopy Dokumen Ini Tanpa Persetujuan Manajemen PMPN SERUI 3 | 6 1. TUJUAN

Tim Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan Negeri Serui Kelas II melakukan Evaluasi terhadap Tindakan yang akan dilakukan, bila terjadi Ketidaksesuaian atau Potensi Ketidaksesuaian terhadap Persyaratan, Standar, ataupun Regulasi pada Pelayanan yang diberikan dan membuat perencanaan Tindakan Pencegahan agar tidak terulang kembali

2. RUANG LINGKUP

Prosedur ini mencakup Evaluasi Ketidaksesuaian, Tindakan Perbaikan (Korektif), Pengerjaan Ulang dan Pencegaha, serta melakukan Review terhadap keefektifan Tindakan Pencegahan yang dilakukan semua Bagian di Pengadilan Negeri Serui Kelas II yang mengacu pada :

2.1 Kebijakan Mutu 2.2 Sasaran Mutu 2.3 Hasil Audit

2.4 Analisa Data Survei Kepuasan Pengguna 2.5 Tindakan Perbaikan Dan Pencegahan

yang dilakukan melalui Rapat Tinjauan Manajemen Tim Akreditasi Penjaminan Negeri Serui Kelas II

3. DEFINISI

3.1 Tindakan Korektif : Tindakan menghilangkan Penyebab Ketidak sesuaianyang diketemukan atau situasi yang tidak dikehendaki;

3.2 Tindakan Pencegahan : Tindakan untuk menghilangkan Penyebab Ketidaksesuaian yang Potensial atau Situasi Potensial lain yang tidak dikehendaki

3.3 Originator / Penemu : adalah Personil Intemal / Ekstemal yang menemukan terjadinya Ketidaksesuaian dan meminta perlu dilakukanTindakan Koreksi

3.4 QMR : adalah singkatan Quality Management Representative atau Perwakilan Manajemen Mutu, yang bertanggung jawab memastikan Proses Sistem Manajemen yang diperlukan ditetapkan, diterapkan dan dipelihara dalam Organisasi Perusahaan

3.5 DC : adalah singkatan dari Document Control, yaitu Personil Organisasi Perusahaan yang bertanggungjawab mengendalikan Dokumen yang beredar

(4)

Dilarang Menggandakan / Mengcopy Dokumen Ini Tanpa Persetujuan Manajemen PMPN SERUI 4 | 6 3.6 Laporan Ketidaksesuaian : Laporan tentang Ketidaksesuaian yang harus diisi oleh pihak

yang bersangkutan, dimana ketidaksesuaian itu terjadi.

4. DASAR HUKUM

4.1 Manual MutuTim Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan Negeri Serui Kelas II;

4.2 ISO 9001:2015 Klausul 10.3 Peningkatan Berkelanjutan

5. WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB

5.1 Ketua Pengadilan Negeri (PN) :

5.1.1 Meneriman dan Menyetujui Tindakan Korektifdan Tindakan Pencegahan dari QMR.

5.1.2 Mengetahui dan Menyetujui Laporan Ketidaksesuaian, Koreksi dan Pencegahan

5.2 Wakil Manajemen (Quality Management Representative / QMR) :

5.2.1 Menyiapkan Tindakan Korektif dan Tindakan Pencegahan

5.2.2 Memonitor Tindakan Koreksi dan Pencegahan.

5.2.3 Melaporkan Tindakan Koreksi dan Pencegahan ke Ketua Pengadilan Tinggi.

5.3 Document Control (DC) :

5.3.1 Menyimpan Laporan Tindakan Korektif dan Tindakan Pencegahan;

6. PROSEDUR

6.1 PROSEDUR PELAKSANAAN

6.1.1 Sumber – sumber Ketidaksesuaian 6.1.2 Keluhan Pelanggan.

6.1.3 Ketidaksesuaian dari Proses (aktifitas) dan Sistem.

(5)

Dilarang Menggandakan / Mengcopy Dokumen Ini Tanpa Persetujuan Manajemen PMPN SERUI 5 | 6 6.2 PROSES TINDAKAN KOREKSI DAN PENCEGAHAN

ALUR PELAKSANAAN PROSES KEGIATAN

6.1.1. Setiap Bagian melakukan Identifikasi setiap Ketidaksesuaian dan Potensi Ketidaksesuaian yang ditemukan dan harus dilaporkan kepada QMR dengan mengisi Form Tindakan Koreksi dan Pencegahan 6.1.2. Bagian yang bertanggungjawab harus menganalis

apenyebab ketidaksesuaiannya untuk memudahkan melakukan Tindakan Koreksi dan Pencegahan

6.1.3. Bagian yang bertanggungjawab harus menuliskan Tindakan Koreksi serta batas waktu penyelesaiannya yang akan dilakukan pada Form Tindakan Koreksi dan Pencegahan

6.1.4. QMR harus memastikan apakah Tindakan Koreksi dan Pencegahan telah dilaksanakan dengan efektif atau tidak. Kecuali untuk Internal Audit akan dikaji oleh Tim Auditor Internal

6.1.5. Sesuai dengan waktu yang disepakati QMR harus meninjau kembali atau memverifikasi apakah Tindakan Koreksi dan Pencegahan sudah dilaksanakanatautidak, dengan meminta Copy Bukti hasil Tindakan Koreksi dan Pencegahan yang dilakukan oleh Bagian terkait

6.1.6. Form Tindakan Koreksidan Pencegahan yang sudahdiisibeserta Lampiran Copy Bukti Hasil Tindakan Koreksi dan Pencegahan oleh QMR dilaporkan ke Auditor Internal untuk diperiksa dan dibuatkan LKA. 6.1.7. Pemeriksaan Tindakan Koreksi dan Pencegahan

ditandatangani oleh Internal Auditor dan Auditee 6.1.8. Jika Tindakan Koreksi dan Pencegahan sudah

dilaksanakan dengan baik, maka Form LKA diberi Status

“CLOSED”

6.1.9. Jika Tindakan Koreksi dan Pencegahan yang sudah di agendakan belum selesai, maka Form LKA diberi status

(6)

Dilarang Menggandakan / Mengcopy Dokumen Ini Tanpa Persetujuan Manajemen PMPN SERUI 6 | 6 6.1.10. Rekaman LKA akan dievaluasi keefektifannya dari

Tindakan Koreksi dan Pencegahan oleh QMR dan dilaporkan ke President Director

6.1.11. DC menyimpan Rekaman LKA, kemudian membuat copynya dan diberikan pada Bagian yang bertanggungjawab

6.1.12. Membuat Rekapitulasi LKA untuk masukan Data pada Rapat Tinjauan Manajemen.

7. DOKUMEN TERKAIT

7.1 W30.U9/1/PM-FORM/QMR.4/2018 : Form Tindakan Koreksi dan Pencegahan 7.2 W30.U9/2/PM-FORM/QMR.4/2018 : Form Ketidak sesuaian dan Pencegahan;

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pengadilan Negeri Sumedang sendiri telah mendapatkan Sertifikat Akreditasi Penjaminan Mutu dari Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung

Wakil Ketua Akreditasi Pengadilan Agama Bontang telah membaca Pedoman Standar Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan Agama Bontang yang dikeluarkan oleh Direktur

bahwa untuk kelancaran tugas tersebut perlu dibentuk Tim Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan Tinggi Ambon yang melibatkan Ketua dan Wakil Ketua serta para Hakim Tinggi

Ketiga : Memerintahkan Tim Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan Agama Pamekasan untuk menjalankan tugas sesuai dengan uraian tugas pada lampiran II dalam

Membentuk Tim Penjaminan Mutu Pengadilan Negeri Dobo, yang bertugas menyusun Dokumen Akreditasi serta menyiapkan kelengkapannya sesuai ketentuan dan persyaratan yang

Formulir Mutu ini diterbitkan sebagai bagian dari Sistem Manual Mutu Pengadilan Negeri Surakarta Kelas IA Khusus Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum, baik dari aspek

Prosedur Mutu ini diterbitkan sebagai bagian dari Sistem Manual Mutu Tim Penjaminan Mutu Pengadilan Negeri Pacitan, baik dari aspek Manajemen Administrasi dan Operasional

Dalam hal Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang dilaksanakan dalam bentuk proses Akreditasi, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) berusaha maksimal