21 A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Masjid a. Sejarah singkat
Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim berdiri tanggal 12 Agustus 2001, beralamat dijalan Keramat Basirih Kubah RT.009 RW.001 Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin kode pos 70245. Masjid ini berawal dari suatu musholla yang bernama musholla Al-Khair yang berubah status menjadi masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim. Awal mula terjadinya perubahan dari musholla menjadi masjid ini dikarenakan kehendak dari masyarakat dilingkungan masjid ini. Masyarakat sekitar meinginkan masjid yang terdekat agar saat mau sholat jumat tidak memerlukan waktu lama karena letak masjid yang jauh. Untuk itu maka kesepakatan dari panitia pengurus musholla Al-Khair memohon persetujuan kepada Departemen Agama Kantor Kotamadya Banjarmasin untuk perubahan status musholla Al-Khair menjadi Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim. Permohonan persetujuan tersebut telah diterima dan setujui tanggal 12 Agustus 2001, sehingga tanggal ini lah yang menjadi tanggal berdirinya Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim. b. Struktur Organisasi
Sebagai organisasi nirlaba yang hanya memiliki kewenangan untuk mengelola keuangan dari publik, Masjid ini hanya memiliki struktrur organisasi yang sederhana. Dengan adanya struktur organisasi maka dapat dilihat pembagian kerja setiap pengurus yang ada pada
Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada bagan berikut ini:
Gambar 4. 1 Struktur Organisasi
Sumber : Masjid Jami Al-HAbib Hamid bin Abbas Bahasyim Berdasarkan struktur organisasi diatas, maka dapat diuraikan tugas dan tanggung jawab masing-masing pengurus Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim sebagai berikut:
1) Penasehat
Adapun tugas dan tanggung jawab dari penasehat, diantaranya:
a) Memberikan nasehat, petunjuk, dan saran demi kemajuan masjid.
b) Memberikan arahan terhadap aktifitas kepengurusan masjid. c) Melakukan pengawasan dan penilaian atas sistem
pengendalian, pengelolaan dan pelaksanaan pada seluruh kegiatan pada masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim.
2) Ketua
Adapun tugas dan tanggung jawab dari ketua, diantaranya: a) Bertanggung jawab dalam memimpin atas terselenggaranya
seluruh kegiatan masjid.
b) Memberikan kebijakan umum terhadap permasalahan yang dihadapi.
c) Memberikan arahan kepada seluruh pengurus.
d) Menerima laporan dari bendahara dan sekretaris serta bidang lainnya.
e) Menerima laporan kegiatan pembangunan masjid. 3) Wakil ketua
Adapun tugas dan tanggung jawab dari wakil ketua, diantaranya:
a) Membantu ketua dalam melaksanakan tugasnya demi lancarnya program kerja.
b) Bertanggung jawab melaporkan semua pekerjaannya kepada ketua.
c) Menggantikan ketua apabila berhalangan dalam menjalan tugas.
4) Sekretaris
Adapun tugas dan tanggung jawab dari sekretaris, diantaranya:
a) Memegang tanggung jawab pelaksanaan tugas-tugas administrasi dan kesekretariatan masjid.
b) Menyediakan fasilitas untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan. c) Menjalankan tugas yang diberikan oleh ketua.
d) Mengarsipkan surat-menyurat yang epnting dan menginventarisasi sarana-prasarana.
5) Bendahara
Adapun tugas dan tanggung jawab dari bendahara, diantaranya:
a) Menerima dan mencatat setiap zakat, infaq, dan sedekah serta surat-surat berharga.
b) Melaksanakan pembukuan dan laporan keuangan masjid. c) Menerima tanda bukti penerimaan dan pembayaran untuk
keperluan masjid.
d) Melaksanakan pembayaran berdasarkan tagihan atau keperluan lainnya.
e) Mempertanggungjawabkan penerimaan dan pembayaran. 6) Seksi humas (hubungan masyarakat)
Adapun tugas dan tanggung jawab dari seksi humas, diantaranya:
a) Membentuk dan membangun suatu citra positif terhadap keberadaan masjid.
b) Membangun suatu komunikasi dua arah positif, secara efesien dan terintegritas.
c) Menditribusikan arus informasi dari setiap kegiatan keagamaan kepada masyarakat sekitar.
d) Mendokumentasikan informasi setiap kegiatan keaganaan dimasjid.
7) Seksi remaja masjid
Adapun tugas dan tanggung jawab dari seksi remaja masjid, diantaranya:
a) Memimpin organisasi remaja masjid dengan baik dan bijaksana.
b) Menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkan dan direncanakan oleh pengurus.
c) Mengadakan beragam kegiatan yang menarik perhatian remaja serta anak-anak calon anggota remaja masjid. d) Mendirikan dan mengawal kegitatan keremajaan seperti
mengaji dan bimbingan belajar keagamaan. 8) Seksi keagamaan
Adapun tugas dan tanggung jawab dari seksi keagamaan, diantaranya:
a) Membuat program kegiatan ibadah dan dakwah pertahun. b) Mengelola dan mengembangkan kegiatan-kegiatan ibadah
dan dakwah.
c) Merencanakan dan melaksanakan kegiatan Pelaksanaan Hari Besar Islam (PHBI) seperti Hari Raya, Maulid Nabi, Isra Mi’raj, Tahun Baru Islam dan Nuzulul qur’an.
9) Seksi penggalangan dana
Adapun tugas dan tanggung jawab dari seksi penggalangan dana, diantaranya:
a) Mengkoordinasikan penggalangan dana untuk pembangunan masjid.
b) Membuat daftar donatur.
c) Mencari dana dari donatur dan masyarakat. d) Menyusun laporan penggalangan dana.
c. Kegiatan Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim merupakan sebuah wadah untuk publik melakukan berbagai kegiatan diantaranya kegiatan keagamaan, sosial, dan kebudayaan. Kegiatan keagamaan seperti beribadah lima waktu shalat dilaksanakan setiap harinya, sedangkan kegiatan lainnya dilakukan secara berkala yang telah disusun jadwalnya oleh pengurus seperti kegiatan pengajian, tauhid,
fiqih, tajwid al-qur’an, dzikir dan shalawat, maulid habsyi serta burdah dilakukan suatu malam atau subuh hari.
2. Penjelasan Sistem yang Diterapkan pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahsyim
a. Diskripsi Pokok
Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim saat ini sistem Pencatatan Penerimaan dan pengeluaran kas masih terbilang sederhana dan berbentuk kertas biasa lalu direkap oleh sekretaris dikomputer menggunakan perangkat lunak yaitu Microsoft Word dan dengan menghitung menggunakan kalkulator untuk mendapatkan hasil laporan keadaan keuangan masjid. Sehingga perhitungan tidak akurat dan waktu yang terbilang tidak efesien untuk mengetahui pemasukkan dan pengeluaran dalam waktu tertentu.
b. Informasi yang diperlukan pengurus
Informasi yang diperlukan oleh pengurus dalam sistem penerimaan beserta pengeluaran kas adalah sebagai berikut:
1) Informasi berupa data transaksi penerimaan dan pengeluaran kas yang terjadi dalam satu periode. Seperti laporan transaksi harian, mingguan, serta bulanan berupa laporan keadaan keuangan masjid yang dibuat bendahara.
2) Bukti transaksi penerimaan dan pengeluaran kas yang disimpan bendahara.
c. Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan dan pengeluaran kas pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim, adalah: 1) Fungsi penerimaan
Fungsi ini mempunyai peran penting dalam memenuhi setiap kegiatan masjid seperti kegiatan adminitrasi, manajemen, organisasi, dan pemeliharaan masjid (bangunan, peralatan,
prasarana, lingkungan serta kebersihan). Fungsi dijalankan oleh donatur dari Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim. 2) Fungsi pengeluaran
Fungsi ini mempunyai peranan terhadap segala transaksi yang terjadi untuk kegiatan masjid yang sangat penting. Fungsi ini dijalankan oleh pengurus dari Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim.
3) Fungsi akuntansi
Fungsi ini mempunyai peranan mencatat segala transaksi yang terjadi serta membuat laporan penerimaan dan pengeluaran kas yang akan dilaporkan. Fungsi ini dijalankan oleh bendahara dari Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim.
d. Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang diterapkan Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim, adalah:
1) Prosedur penerimaan kas
Prosedur ini merupakan pencatatan penerimaan kas dijalankan oleh fungsi akuntansi. Prosedur penerimaan kas berasal dari donatur berupa zakat, infaq, dan sumbangan. Prosedur ini digunakan untuk melakukan pencatatan kedalam laporan penerimaan kas.
2) Prosedur pengeluaran kas
Prosedur ini merupakan pencatatan pengeluaran kas yang akan dijalankan oleh fungsi akuntansi. Prosedur pengeluaran kas yaitu berdasarkan kegiatan masjid lakukan dan untuk keperluan masjid ini. Sejumlah pengeluaran untuk kepentingan masjid ini sepenuhnya harus dipertanggungjawabkan.
e. Dokumen yang digunakan
1) Pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas perminggu
Pencatatan Penerimaan dan pengeluaran kas masjid ini dicatat oleh bendahara. Setiap satu minggu sekali sebelum hari jumat, catatan penerimaan dan pengeluaran kas yang dicatat diserahkan kepengurus untuk dipublikasikan kemasyarakat. Berikut pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas masjid yang digunakan pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim:
Gambar 4. 2 pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas yang digunakan
2) Laporan keadaaan keuangan masjid perminggu
Laporan keadaan keuangan masjid perminggu yang dibuat oleh bendahara diserahkan kepengurus masjid. Setelah itu laporan keadaan keuangan masjid perminggu dipublikasikan. Laporan keadaan keuangan masjid yang sudah dipublikasikan ini nanti nya dijadikan arsip oleh pengurus. Berikut gambar laporan keadaan keuangan Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim:
Gambar 4. 3 Laporan Keadaan Keuangan Masjid Sumber :Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim
f. Catatan Akuntansi yang Digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim bukan catatan akuntansi yang sesuai prosedur akuntansi melainkan hanya catatan-catatan pemasukkan dan pengeluaran sederhana.
B. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Analisis Permasalahan
a. Analisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran kas yang Berjalan pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim
Berdasarkan hasil penelitian dan beberapa data yang telah penulis kumpulkan, dapat diketahui bahwa sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim yang diterapkan masih memiliki kelemahan, yaitu:
1) Informasi yang diperlukan pengurus
Informasi yang diperlukan pengurus selama ini sudah lengkap dalam informasi penerimaan dan pengeluaran kas, akan tetapi pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas yang digunakan masih sangat sederhana. Belum ada informasi mengenai bukti-bukti seperti nota pada saat penerimaan dan pengeluaran kas yang dikeluarkan.
2) Fungsi yang terkait
Fungsi yang terkait pada penerimaan dan pengeluaran kas pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim saat ini hanya memanfaatkan fungsi akuntansi. Namun dalam fungsi akuntansi masih memiliki kelemahan, seperti terjadinya keselisihan angka dalam pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas perminggu. Kemudian diketik ulang untuk penyampaian ke
masyarakat sebagai laporan keadaaan keuang masjid perminggu dan diarsipkan oleh pengurus.
3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim ini meliputi prosedur sistem penerimaan kas dan prosedur pengeluaran kas ini sedikit kurang efektif untuk keperluan yang dibutuhkan.
4) Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan pada Majid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim yaitu pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas perminggu dan laporan keadaan keuangan masjid perminggu. Dokumen yang digunakan tidak berupa nota atau bukti tetapi pencatatan hanya menggunakan catatan harian biasa.
5) Sistem pengendalian intern
Sistem pengendalian intern yang berjalan pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim belum memenuhi unsur sistem penerimaan dan pengeluaran kas, yaitu:
a) Organisasi yang memisahkan tanggung jawab funsional secara tegas.
Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim dalam perancangan organisasi yang dijalankan saat ini belum memisahkan fungsi secara tegas dari setiap pengurus, sehingga perlu adanya penyesuaian untuk beberapa bagian dalam menjalankan suatu fungsi. b) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
Sistem otorisasi pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim sudah diterapkan. tetapi pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas dalam penerapannya masih manual.
c) Praktik yang sehat
Nota yang digunakan belum adanya nomor tercetak, sehingga penggunaannya tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh pengurus. Maka harus dibuatkan nota dan dengan adanya nomor agar bisa dipertanggung jawabkan.
d) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawab Karyawan yang bekerja di Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim seperti karyawan kebersihan, kaum atau marbot, imam, serta muazin sudah memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
b. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas Berbasis Komputer pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim
Permasalahan pada sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas masih menggunakan pencatatan transaksi penerimaan dan pengeluaran yang masih manual, sehingga memerlukan ketelitian dan ketekunan dalam melakukan pencatatan transaksi tersebut.
2. Alternatif Pemecah Masalah
a. Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim yang Disarankan
Berdasarkan permasalahan yang ada, maka penulis akan membuat alternatif pemecahan masalah yang dapat diberikan untuk sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim adalah sebagai berikut:
Informasi yang diperlukan oleh pengurus yang disarankan penulis untuk sistem penerimaan dan pengeluaran kas, yaitu:
a) Setiap penerimaan kas dibuatkan nota terima yang disarankan penulis.
b) Setiap pengeluaran kas dibuatkan nota bayar yang disarankan penulis.
c) Laporan penerimaan kas. d) Laporan pengeluaran kas.
e) Laporan rekapitulasi kas mingguan. 2) Fungsi terkait yang disarankan
Fungsi terkait yang sudah berjalan di Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim ini sudah dinyatakan memadai karena sudah terjalankan fungsinya. Hanya saja fungsi akuntansi dalam menjalankan tugasnya masih secara manual seperti pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas perminggu
3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem yang disarankan
Jaringan prosedur yang membentuk sistem pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Bahasyim yang disarankan penulis adalah:
a) Prosedur penerimaan kas
Prosedur penerimaan kas yang disarankan adalah ketika bendahara menerima sumbangan langsung dari donatur dan hasil perhitungan celengan, amplop serta kotak amal masjid menggunakan nota terima yang disarankan penulis agar ada pertanggung jawaban atas penerimaan kas. Bendahara yang akan bertindak sebagai admin harus membuatkan nota trerima dan merekap penerimaan kas yang disarankan itu melalui program aplikasi.
b) Prosedur pengeluaran kas
Prosedur pengeluaran kas yang disarankan adalah saat pengurus memerlukan uang untuk keperluan masjid maka bendahara menyerahkan nota bayar yang disarankan penulis sesuai sejumlah uang yang dibutuhkan kemudian admin (bendahara) akan merekap jumlah pengeluaran tersebut melalui apllikasi
4) Dokumen yang disarankan
Dokumen yang disarankan untuk transaksi penerimaan dan pengeluaran kas pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim yang disarankan oleh penulis adalah:
a) Nota terima
Dokumen ini dibuat oleh bendahara (admin) disistem aplikasi, nota terima dibuat sebanyak 2 (dua) rangkap sebagai bukti telah terima uang dari pemberian sejumlah uang. Berikut ini desain dokumen nota terima yang disarankan penulis untuk Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim:
Gambar 4. 4 Nota Terima Sumber : Penulis
b) Nota bayar
Dokumen ini dibuat oleh bendahara untuk dikeluarkan sebagaimana mestinya diprogram aplikasi, nota bayar dibuat satu saja untuk pengurus setelah itu disimpan oleh pengurus sebagai arsip. Berikut nota bayar yang disarankan penulis untuk Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim:
Gambar 4. 5 Nota Bayar Sumber : Penulis c) Laporan penerimaan kas yang disarankan
Dokumen ini digunakan untuk laporan transaksi penerimaan kas per periode seperti harian, mingguan, dan bulanan. Laporan ini dibuat agar pihak yang membutuhkan dapat ingin mengetahui setiap donatur yang telah bersedaqah. Berikut dokumen laporan penerimaan kas yang disarankan untuk Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim:
Gambar 4. 6 Laporan Penerimaan Kas yang disarankan Sumber : Penulis
d) Laporan pengeluaran kas
Dokumen ini digunakan untuk transaksi pengeluaran kas per periode seperti harian, mingguan, dan bulanan. Laporan ini dibuat untuk pihak yang membutuhkan dan ingin mengetahui setiap pengeluaran kas apa saja yang sudah terjadi. Berikut dokumen laporan pengeluaran kas yang disarankan untu Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim:
Gambar 4. 7 Laporan Pengeluaran Kas yang Disarankan Sumber : Penulis
e) Laporan rekapitulasi
Dokumen ini digunakan untuk mengetahui penerimaan dan pengeluaran kas per minggu untuk keperluan seperti dipublikasikan ke masyarakat setiap hari jumat. Berikut dokumen laporan rekapitulasi dibuat penulis untuk Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim:
Gambar 4. 8 Laporan Rekapitulasi yang Disarankan Sumber : Penulis
5) Bagan Alir Dokumen yang disarankan
Bagan alir dokumen program aplikasi penerimaan dan pengeluaran kas yang disarankan penulis untuk Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim sebagai berikut:
Gambar 4. 9 Bagan Alir Dokumen yang Disarankan Sumber : Penulis
Berdasarkan bagan alir dokumen penerimaan dan pengeluaran yang disarankan pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim diatas dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Donatur
(1) Menyerahkan sumbangan berupa sedaqah kepada bendaha untuk masjid ini.
(2) Menerima nota terima yang dibuat bendahara setelah menyerahkan sumbangan.
b) Bendahara
(1) Menerima sumbangan berupa sedeqah dari donatur. (2) Membuatkan nota terima untuk donatur.
(4) Membuat nota bayar untuk pengurus, uang digunakan untuk keperluan masjid.
(5) Menyerahkan nota bayar tersebut kepada pengurus.
(6) Membuat laporan penerimaan kas tetapi diarsipkan atau disimpan diprogram aplikasi sementara hanya untuk keperluan saja apabila dibutuhkan.
(7) Membuat laporan pengeluaran kas tetapi diarsipkan atau disimpan sementara diprogram aplikasi
(8) Membuat laporan rekapitulasi mingguan setiap hari jumat. (9) Setelah itu diserakan kepada pengurus untuk ditanda tangan dan dipublikasikan atau digunakan dengan semestinya.
c) Pengurus
(1) Menerima nota bayar dari bendahara untuk tanda bukti bahwa telah sudah dibayakan untuk keperluan masjid. (2) Menyimpan atau mengarsipkan nota bayar dari bendahara. (3) Menerima laporan rekapitulasi mingguan dari bendahara. (4) Mentanda tangani laporan tersebut dan menpublikasikan
ke masyarakat sekitar.
6) Sistem pengendalian intern yang disarankan
Sistem pengendalian intern yang disarankan pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim antra lain:
a) Organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas
Masjid Jami Al-Hamid bin Abbas Bahasyim sudah menjalankan 3 (tiga) fungsi. Fungsi akuntansi perlu dijalan dengan baik dan memisahkan dari tugas lain agar tidak ada nya campur tangan pengurus lain.
Penerimaan dan pengeluaran kas diotorisasi oleh fungsi akuntansi yaitu bendahara. Prosedur pencatatan menggunakan program aplikasi penerimaan dan pengeluaran kas menggunakan php untuk mengahasilkan laporan yang sesuai informasi yang akurat dan efektif.
c) Praktik yang sehat
Dokumen yang disarankan untuk nota yang sudah terdapat nomor urut yang tercetak, maka penerimaan dan pengeluaran kas bisa dipertanggung jawabkan. Laporan yang dibuat sudah ada dapat dipertanggung jawabnya.
d) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya Karyawan yang bekerja di Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim seperti karyawan kebersihan, kaum atau marbot, imam, serta muazin sudah memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
b. Program Aplikasi Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim yang disarankan 1) Perancangan Sistem Basis Data
Sistem basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan tabel data yang saling berhubungan. Dalam merancang sistem basis data dibutuhkan teknik normalisasi. Berikut adalah tahapan normalisasi yang digunakan:
a) Bentuk Tidak Normal (Unnormalize Form)
Bentuk ini merupakan kumpulan data-data mentah yang dimasukkan semua dalam satu tabel yang sama. Data mentah yang digunakan itu dokumen yang berjalan pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim. Berikut ini tabel yang
digunakan dalam desain program aplikasi penerimaan dan pengeluaran kas:
Tabel 4. 1 Tabel Unnormalize Form No. Nama Field
1 Tanggal 2 Uraian 3 Pemasukan 4 Pengeluaran 5 Saldo Akhir 6 Pengurus 7 Donatur Sumber : Penulis b) Normalisasi Pertama (1NF)
Normalisasi pertama (1NF) ini mengelompokan beberapa tipe data yang sejenis agar dapat dipisahkan sehingga anomali data dapat diatasi. Anomali artrinya tidak konsisten nya data atau membuat data menjadi hilang ketika data lain dihapus. Berikut ini tabel normalisasi pertama (1NF) pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim:
Tabel 4. 2 Tabel Normalisasi pertama (1NF) No. Nama Field
1 Id 2 Tanggal 3 Uraian 4 Pemasukan 5 Pengeluaran 6 Pengurus 7 Donatur Sumber : Penulis
c) Normalisasi Kedua (2NF)
Normalisasi kedua (2NF) menyelesaikan normalisasi normalisasi pertama ( 1NF) terlebih dahulu. Untuk
membentuk normalisasi kedua harus ditentukan kunci-kunci dalam setiap field. Berikut tabel untuk normalisasi kedua (2NF):
Tabel 4. 3 Tabel Normalisasi Kedua (2NF) No. Nama Field
1 Id 2 Nama 3 Jeniskelamin 4 Alamat 5 Nomorhp Sumber : Penulis Tabel 4. 4 Tabel Pengurus
Sumber : Penulis d) Normalisasi Ketiga (3NF)
Normalisasi ketiga (3NF) harus menyelesaikan normalisasi pertama dan kedua terlebih dahulu. Normalisasi ketiga bertujuan menghilangkan field yang sama sekali tidak
No. Nama Field
1 id 2 nama 3 jeniskelamin 4 alamat 5 jabatan 6 nomorhp
berhubungan dengan primery key. Berikut tabel yang digunakan untuk normalisasi ketiga(3NF):
Tabel 4. 5 Tabel Normalisasi Ketiga (3NF) No. Nama Field
1 Id 2 Jenis 3 Nonota 4 Tanggal 5 pengurus_id 6 donatur_id 7 Keterangan 8 Jumlah Sumber : Penulis 2) Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity relationship diagram (ERD) suatu bentuk menjelaskan
hubungan antar data dalam sistem basis data. ERD sebagai bentuk pemodelan basis data yang untuk berbagai sistem informasi. Berikut entity relationship diagram (ERD) pada program aplikasi penerimaan dan pengeluaran kas:
Gambar 4. 11 Relasi 3) Relasi
Penjelasan pada gambar relasi tebel diatas adalah sebagai berikut:
a) Tabel transaksi
Tabel transaksi ini memiliki relasi many to one dengan tabel pengurus dengan field kunci id dan tabel donatur dengan field kunci id. Hal ini berarti bahwa dalam banyak transaksi memiliki satu pengurus ditabel pengurus.
Nama tabel : transaksi Kunci utama : id Jumlah field : 8
Fungsi : Digunakan untuk menyimpan dan menambahkan data transaksi
Tabel 4. 6 Tabel Transaksi
No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)
1 Id int(11) 2 Jenis enum(‘penerimaan’,’pengeluaran) 3 Nonota varchar(20) 4 Tanggal Date 5 pengurus_id int(11) 6 donatur_id varchar(20) 7 keterangan varchar(30) 8 Jumlah varchar(20) Sumber : Penulis b) Tabel pengurus
Tabel pengurus ini memliki relasi one to many dengan tabel transaksi dengan field kunci id. Hal ini berarti bahwa setiap pengurus memiliki banyak transaksi ditabel transaksi. Nama tabel : pengurus
Kunci utama : id Jumlah field : 6
Fungsi : Digunakan untuk menyimpan dan menambahkan data pengurus
Tabel 4. 7 Tabel Pengurus
Sumber : Penulis
No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)
1 Id int(11) 2 nama varchar(30) 3 jeniskelamin varchar(10) 4 alamat varchar(20) 5 Jabatan varchar(20) 6 Nomorhp varchar(13)
c) Tabel donatur
Tabel donatur ini memiliki relasi one to many dengan tabel transaksi dengan field kunci id. Hal ini berarti bahwa setiap donatur memiliki banyak transaksi ditabel transaksi. Nama tabel : pengurus
Kunci utama : id Jumlah field : 6
Fungsi : Digunakan untuk menyimpan dan menambahkan data donatur
Tabel 4. 8 Tabel Donatur No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)
1 Id Int(11) 2 Nama varchar(20) 3 jeniskelamin varchar(10) 4 Alamat varchar(40) 5 Nomorhp varchar(13) Sumber : Penulis 4) Diagram Berjenjang
Diagram berjenjang menggambarkan seluruh proses dari fungsi-fungsi didalam sistem secara berjenjang. Diagram berjenjang memperlihatkan sebuah sistem yaitu input-proses-output. sistem aplikasi penerimaan dan pengeluaran kas terdapat beberapa proses diantaranya master data, transaksi, dan laporan. Pada proses master data terdapat input data penguru dan input data donatur. Proses transaksi untuk memproses setiap transaksi penerimaan dan pengeluaran, sehingga mengeluarkan nota terima dan nota bayar sebagai bukti pertanggungjawaban setiap transaksi. Untuk proses laporan dibuat untuk mengetahui penerimaan kas, pengeluaran kas dan rekapitulasi perminggu atau sesuai yang
diperlukan. Berikut gambaran diagram berjenjang untuk program aplikasi penerimaan dan pengeluaran kas pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim:
Gambar 4. 12 Diagram Berjenjang Sumber : Diolah Penulis
5) Diagram Konteks
Dokumen cash register diinput untuk diproses kedalam program aplikasi penerimaan dan pengeluaran kas. Sehingga menghasilkan ouput nota terima dan menyerahkan kepada donatur. Maka cash register dikelola untuk keperluan masjid sehingga di input dan menghasilkan nota bayar dan menyerahkan kepada pengurus. Dari setiap transaksi itu maka menghasilkan output berupa laporan penerimaan kas, laporan pengeluaran kas, dan laporan rekapitulasi. Menyerahkan laporan ini ke pengurus untuk dipergunakan dengan semestinya. Berikut ini diagram konteks yang penulis buat:
Gambar 4. 13 Diagram Konteks Sumber : Diolah Penulis
6) User interface Menggunakan PHP
User interface merupakan tampilan antar muka yang terlihat
dilayar komputer sebagai bentuk komunikasi antara user (pengguna) dengan komputer. Penulis akan menguraikan penjelasan dan juga rancangan serta tampilan progam aplikasi penerimaan dan pengeluaran kas pada Masjid Jami Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim adalah sebagai berikut:
a) Form login
Form login merupakan tampilan yang muncul pertama kali
saat membuka program aplikasi, dan untuk bisa masuk ke program aplikasi maka user (pengguna) perlu memasukkan
username (nama pengguna) dan password (kata sandi) terlebih
Gambar 4. 14 Form Login Sumber : Penulis
b) Dashboard
Dashboard adalah Menu utama yang merupakan tampilan
pertama kali muncul setelah melakukan proses login. Dalam menu utama bagian samping terdapat berbagai macam menu untuk proses program yang akan digunakan user (pengguna). Berikut tampilan dashboard:
Gambar 4. 15 Dashboard Sumber : penulis c) Master data
Pada menu master data terdapat dua pilihan yaitu data pengurus dan data donatur. Data pengurus menampilkan form pengurus untuk mengetahui data pengurus sedangkan data donatur untuk mengetahui donatur tetap. Setiap data bisa ditambahkan, diubah dan dihapus. Berikut uraian tampilan pada master data:
Gambar 4. 16 Master Data Sumber : Penulis
(1) Form tambah data pengurus
Form tambah data pengurus adalah tampilan memasukan data pengurus yang sesuai dengan pengurus masjid. Untuk memasukkann data pengurus bisa pilih tombol tambah bagian samping kanan atas, kemudian muncul form untuk diisi yang sesuai dengan data pengurus yang ingin dimasukkan. Jika sudah terisi semua maka pilih tombol simpan, apabila ingin membatalkan isi dari form tambah data pengurus maka pilih tombol batal. Berikut tampilan form data pengurus:
Gambar 4. 17 Tambah Data Pengurus Sumber : Penulis
(2) Data pengurus
Data pengurus adalah tampilan untuk menampilkan data pengurus yang sudah disimpan setelah memasukkan data untuk diisi pada form tampilan tambah data pengurus. Tampilan data pengurus berisikan tabel data pengurus, didalam tabel ada opsi apabila data pengurus yang dipilih ingin diubah dan dihapus.
Gambar 4. 18 Data Pengurus Sumber : Penulis (3) Form tambah data donatur
Form tambah data donatur adalah tampilan untuk memasukkan data donatur yang sesuai dengan data donatur tersebut dan donatur yang bersedaqah pada masjid ini. Untuk memasukkan data pengurus maka pilih tombol tambah disamping kanan atas, kemudian muncul form tambah data donatur untuk diisi yang sesuai dengan data donatur tersebut. Jika sudah terisi semua maka pilih tombol simpan. Jika ingin membatalkan isi dari form tambah data donatur maka pilih tombol batal. Berikut form tambah data donatur:
Gambar 4. 19 Form Tambah Data Donatur Sumber : Penulis
(4) Data Donatur
Data donatur adalah tampilan untuk menampilkan data donatur yang sudah disimpan dari proses memasukkan data pada form tampilan tambah data donatur. Tampilan data donatur berisikan tabel data donatur dalam tabel ada opsi apabila data donatur yang dipilih ingin diubah dan dihapus. Berikut tampilan data donatur:
Gambar 4. 20 Data Donatur Sumber : Penulis d) Transaksi
Transaksi adalah merupakan suatu aktivitas dari penerimaan kas dan pengeluaran kas. Pada menu transaksi terdapat dua pilihan yaitu penerimaan kas dan pengeluaran kas. Pada penerimaan kas menampilkan transaksi penerimaan kas untuk mengetahui list penerimaan kas yang sudah dimasukkan. Pada pengeluaran kas menampilkan transaksi pengeluaran kas yang sudah dimasukkan. Setiap transaksi bisa untuk ditambahkan, diubah, dihapus dan juga dicetak. Berikut penjelasan tampilan pada menu transaksi:
Gambar 4. 21 Transaksi Sumber : Penulis (1) Form tambah list penerimaan
Form tambah penerimaan adalah tampilan yang digunakan untuk menambahkan list penerimaan kas setiap transaksi yang dilakukan. Untuk menambahkan list penerimaan kas bisa dipilih tombol tambah pada bagian samping kanan atas tampilan list penerimaan kas. Setelah itu diisi sesuai transaksi yang terjadi, kemudian pilih tombol bertuliskan simpan dibagian bawah form tambah list penerimaan. Jika ingin membatalkan transaksi penerimaan kas pilih tombol batal disamping tombol simpan pada form tambah list penerimaan. Berikut tampilan form tambah list penerimaan:
Gambar 4. 22 Tambah List Penerimaan Sumber : Penulis
(2) List penerimaan kas
List penerimaan kas merupakan daftar penerimaan kas yang diterima setiap transaksi terjadi. Setelah melakukan tambah list penerimaan yang telah disimpan maka tersimpan dilist penerimaan kas. Pada tampilan list penerimaan kas dari setiap transaksi yang dipilih bisa untuk diubah, dihapus dan dicetak. Apabila transaksi yang dipilih tombol cetak, maka mucul tampilan nota terima untuk dicetak. Berikut tampilan list penerimaan dan cetak nota terima:
Gambar 4. 23 List Penerimaan Kas Sumber : Penulis
Gambar 4. 24 Cetak Nota Terima Sumber : Penulis
(3) Form tambah list pengeluaran
Form tambah list pengeluaran adalah tampilan yang digunakan untuk menambahkan list pengeluaran kas setiap transaksi yang dilakukan. Untuk menambahkan list pengeluaran kas bisa dipilih tombol tambah pada bagian samping kanan atas tampilan list pengeluaran kas. Setelah itu diisi sesuai transaksi yang terjadi, kemudian pilih tombol bertuliskan simpan dibagian bawah form tambah
list pengeluaran. Jika ingin membatalkan transaksi pengeluaran pilih tombol batal disamping tombol simpan pada form tambah list pengeluaran. Berikut tampilan form tambah list pengeluaran:
Gambar 4. 25 Form Tambah List Pengeluaran Sumber : Penulis
(4) List pengeluaran kas
List pengeluaran kas merupakan daftar pengeluaran kas yang diterima setiap transaksi terjadi. Setelah melakukan tambah list pengeluaran yang telah disimpan maka tersimpan dilist pengeluaran kas. Pada tampilan list pengeluaran kas dari setiap transaksi yang dipilih bisa untuk diubah, dihapus dan dicetak. Apabila transaksi yang
dipilih tombol cetak, maka mucul tampilan nota bayar untuk dicetak. Berikut tampilan list pengeluaran kas dan cetak nota bayar:
Gambar 4. 26 List Pengeluaran Kas Sumber : Penulis
Gambar 4. 27 Cetak Nota Bayar Sumber : Penulis
e) Laporan
Laporan adalah bentuk penyampaian informasi dari bawahan keatasan. Pada tampilan menu laporan terdapat tiga pilihan yaitu laporan penerimaan kas, laporam pengeluaran kas dan rekapitulasi. Laporan penerimaan kas untuk mengetahui
daftar penerimaan kas serta dari mana saja sumber kas atau donatur masjid ini. Laporan pengeluaran kas untuk mengetahui apa saja keperluan masjid ini yang sudah dibayarkan. Sedangkan rekapitulasi digunakan untuk keperluan publikasi perminggu disetiap jumat yang sudah bernilai saldo akhir. Setiap laporan hanya bisa untuk dicetak sesuai keperluan. Berikut tampilan menu laporan:
Gambar 4. 28 Laporan Sumber : Penulis (1) Laporan penerimaan kas
Laporan penerimaan kas menampilkan daftar penerimaan kas yang akan dicetak apabila diperlukan. Jika ingin mencetak laporan penerimaan kas pilihlah tombol cetak bewarna abu-abu disebelah kanan atas pada tampilan laporan penerimaan kas, maka akan muncul form print
filter date (cetak tanggal yang disaring). Isi kan form print filter date (cetak tanggal yang disaring) yaitu isi start date
(mulai tanggal) dan end date (akhir tanggal) lalu pilih tombol print (cetak) berwarna biru untuk cetak sesuai yang diisikan. Untuk menutup form print filter date (cetak
tanggal yang disaring) pilih tombol close (tutup) disamping tombol print (cetak) maka akan kembali ke tampilan laporan penerimaan kas. Berikut tampilan laporan penerimaan kas, form print filter date (cetak tanggal yang disaring) , dan cetak laporan penerimaan kas:
Gambar 4. 29 Laporan Penerimaan Kas Sumber : Penulis
Gambar 4. 30 Form Print Filter Date Sumber : Penulis
Gambar 4. 31 Cetak Laporan Penerimaan Kas Sumber : Penulis
(2) Laporan pengeluaran kas
Laporan pengeluaran kas menampilkan daftar peneluaran kas yang akan dicetak apabila diperlukan. Jika ingin mencetak laporan pengeluaran kas pilihlah tombol cetak bewarna abu-abu disebelah kanan atas pada tampilan laporan pengeluaran kas, maka akan muncul form print
filter date (cetak tanggal yang disaring). Isi kan form print filter date (cetak tanggal yang disaring) yaitu isi start date
(mulai tanggal) dan end date (akhir tanggal) lalu pilih tombol print (cetak) berwarna biru untuk cetak sesuai yang diisikan. Untuk menutup form print filter date (cetak tanggal yang disaring) pilih tombol close (tutup) disamping tombol print (cetak) maka akan kembali ke tampilan laporan pengeluaran kas. Berikut tampilan laporan pengeluaran kas, form print filter date (cetak tanggal yang disaring) , dan cetak laporan pengeluaran kas:
Gambar 4. 32 Laporan Pengeluaran Kas Sumber : Penulis
Gambar 4. 33 Form Print Filter Date Sumber : Penulis
Gambar 4. 34 Cetak Pengeluaran Kas Sumber : Penulis
(3) Rekapitulasi
Rekapitulasi adalah penjumlahan keseluruhan penerimaan dan pengeluaran kas. Laporan rekapitulasi dipergunakan untuk keperluan publikasi setiap satu minggu sekali. Untuk mencetak laporan rekapitulasi yang diperlukan maka pilih tombol cetak sebalah kanan atas berwana abu-abu pada tampilan rekapitulasi. Setelah diklik maka akan muncul form print filter date (cetak tanggal yang disaring). Isi kan form print filter date (cetak tanggal yang disaring) yaitu isi start date (mulai tanggal) dan end date (akhir tanggal) lalu pilih tombol print (cetak) berwarna biru untuk cetak sesuai yang diisikan. Untuk menutup form print filter date (cetak tanggal yang disaring) pilih tombol close (tutup) disamping tombol print (cetak) maka akan kembali ke tampilan laporan rekapitulasi. Berikut tampilan laporan rekapitulasi, form print filter date (cetak tanggal yang disaring) , dan cetak laporan rekapitulasi:
Gambar 4. 35 Laporan Rekapitulasi Sumber : Penulis
Gambar 4. 36 Form Print Filter Date Sumber : Penulis
Gambar 4. 37 Rekapitulasi Sumber : Penulis