• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI NGAWI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGAWI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUPATI NGAWI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGAWI"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI NGAWI

PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR 46 TAHUN 2008

TENTANG

TUGAS, FUNGSI DAN KEWENANGAN

DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN KEBERSIHAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI NGAWI

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah, maka perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Tugas, Fungsi dan Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 19, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia Nomor 9);

2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890) ; 3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara

Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851) ;

4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389) ;

(2)

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ;

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438) ;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) ;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 197, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4018) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4194) ;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263) ;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593) ;

11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737) ;

12. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741) ;

(3)

13. Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi Nomor 3 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Ngawi (Lembaran Daerah Kabupaten Ngawi Tahun 2008 Nomor 03) ;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Ngawi Tahun 2008 Nomor 08).

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN KEWENANGAN DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN KEBERSIHAN.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah, adalah Kabupaten Ngawi.

2. Pemerintahan Daerah, adalah Penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut azas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

3. Pemerintah Daerah, adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah Kabupaten Ngawi.

4. Bupati, adalah Bupati Ngawi.

5. Perangkat Daerah, adalah unsur pembantu Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan, dan Kelurahan di Kabupaten Ngawi.

6. Sekretaris Daerah, adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi.

7. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan, adalah Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan Kabupaten Ngawi.

(4)

8. Kepala Dinas, adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan Kabupaten Ngawi.

9. Satuan Organisasi, adalah bagian dalam organisasi pemerintahan pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan yang dipimpin oleh seorang Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi.

10. Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD ), adalah unsur pelaksana sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang yang mempunyai wilayah kerja 1 (satu) atau beberapa kecamatan.

11. Jabatan Struktural, adalah suatu kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi negara.

12. Jabatan Fungsional, adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi, keahlian dan/atau ketrampilan untuk mencapai tujuan organisasi.

13. Bina Marga, adalah suatu bidang pembinaan atas jalan yaitu prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun meliputi segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1980 tentang Jalan.

14. Cipta Karya, adalah suatu bidang pembinaan atas penetapan ruang kota dan daerah, bangunan gedung, perumahan, air bersih dan penyehatan lingkungan permukiman.

15. Jalan, adalah suatu prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun meliputi segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas.

16. Jembatan, adalah bagian dari jalan yang berfungsi untuk menghubungkan antar ruas jalan, berupa suatu konstruksi bangunan perlintasan yang melintasi hambatan alam (sungai, jurang dan sebagainya).

17. Tata ruang, adalah wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang baik direncanakan maupun tidak.

18. Perumahan, adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan.

(5)

19. Permukiman, adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung peri kehidupan dan penghidupan.

20. Bangunan gedung negara, adalah bangunan gedung untuk keperluan dinas yang menjadi / akan menjadi kekayaan milik negara dan bangunan dengan sumber pembiayaan yang berasal dari dana APBN dan atau sumber pembiayaan lainnya, antara lain : gedung kantor, gedung sekolah, gedung rumah sakit, gedung, rumah negara/dinas. 21. Pertamanan, adalah merupakan kegiatan fisik dan non fisik sebagai

asesoris perkotaan yang berfungsi untuk keindahan, kesejukan, penghijauan, keseimbangan dan rekreasi.

22. Energi, adalah kemampuan untuk melakukan kerja yang dapat berupa panas, cahaya, mekanika, kimia dan elektromagnetika.

23. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Ngawi.

BAB II KEDUDUKAN,

TUGAS, FUNGSI DAN KEWENANGAN

Pasal 2

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan merupakan unsur pelaksana otonomi daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Pasal 3

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang pekerjaan umum bina marga, cipta karya dan kebersihan serta tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati.

(6)

Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya dan Kebersihan mempunyai fungsi :

a. perumusan Kebijakan Teknis di bidang pekerjaan umum bina marga, cipta karya dan kebersihan ;

b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pekerjaan umum bina marga, cipta karya dan kebersihan ;

c. pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang pekerjaan umum bina marga, cipta karya dan kebersihan ;

d. pembinaan terhadap unit pelaksana teknis dinas ; dan

e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Pasal 5

Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan mempunyai kewenangan :

1. Bidang Pekerjaan Umum : a. pengaturan jalan kabupaten :

1) perumusan kebijakan penyelenggaraan jalan kabupaten dan jalan berdasarkan kebijakan nasional di bidang jalan dengan memperhatikan keserasian antar daerah dan antar kawasan ;

2) penyusunan pedoman operasional penyelenggaraan jalan kabupaten dan jalan kota ;

3) penetapan status jalan kabupaten dan jalan kota ;

4) penyusunan perencanaan umum dan pembiayaan jaringan jalan kabupaten dan jalan kota.

b. pembinaan jalan kabupaten :

1) pemberian bimbingan penyuluhan serta pendidikan dan pelatihan para aparatur penyelenggara jalan kabupaten dan jalan kota ; 2) pemberian rekomendasi, dispensasi dan pertimbangan

pemanfaatan ruang manfaat jalan, ruang milik jalan, dan ruang pengawasan jalan.

c. pengembangan teknologi terapan di bidang jalan untuk jalan kabupaten dan jalan kota ;

d. pembangunan jalan kabupaten :

(7)

2) perencanaan teknis, pemrograman dan penganggaran, pengadaan lahan, serta pelaksanaan konstruksi jalan kabupaten dan jalan kota ;

3) pengoperasian dan pemeliharaan jalan kabupaten dan jalan kota ; 4) pengembangan dan pengelolaan manajemen jalan kabupaten dan

jalan kota.

e. pengawasan jalan kabupaten :

1) evaluasi kinerja penyelenggaraan jalan kabupaten dan jalan kota ; 2) pengendalian fungsi dan manfaat hasil pembangunan kabupaten

dan jalan kota.

f. penetapan kebijakan dan strategi pembangunan peran dan perdesaan wilayah kabupaten (mengacu kebijakan nasional dan provinsi) ;

g. penetapan peraturan daerah kabupaten mengenai pengembangan peran dan perdesaan berdasarkan NSPK ;

h. fasilitasi peningkatan kapasitas manajemen pembangunan dan pengelolaan PS peran dan pedesaan tingkat kabupaten ;

i. pemberdayaan masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan peran dan perdesaan ;

j. penyiapan program pembangunan sarana dan prasarana peran dan perdesaan jangka panjang dan jangka menengah kabupaten dengan mengacu pada RPJP dan RPJM nasional dan provinsi ;

k. penyelenggaraan kerjasama/kemitraan antara pemerintah daerah/dunia usaha/masyarakat dalam pengelolaan dan pembangunan sarana dan prasarana peran dan perdesaan ;

l. penyelenggaraan pembangunan PS peran dan perdesaan ;

m. pembentukan lembaga/badan pengelola pembangunan peran dan perdesaan ;

n. pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan kawasan peran dan perdesaan ;

o. pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan NSPK ;

p. penetapan peraturan daerah kebijakan dan strategi Kasiba/Lisiba ; q. penetapan Peraturan Daerah NSPK Kasiba dan Lisiba ;

r. penyelenggaraan pembangunan Kasiba/Lisiba ;

s. pelaksanaan kerjasama swasta, masyarakat tingkat nasional dalam pembangunan Kasiba/Lisiba ;

t. pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan Kasiba dan Lisiba ; u. evaluasi penyelenggaraan pembangunan Kasiba dan Lisiba ;

(8)

w. penetapan peraturan daerah kebijakan dan strategi penanggulangan permukiman kumuh ;

x. penetapan peraturan daerah tentang pencegahan timbulnya permukiman kumuh ;

y. penyelenggaraan penanganan kawasan kumuh peran.

z. pengelolaan peremajaan/ perbaikan permukiman kumuh/nelayan dengan rusunawa ;

aa. melaksanakan pengawasan dan pengendalian permukiman kumuh ; bb. evaluasi pelaksanaan program penanganan permukiman kumuh ; cc. pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan NSPK ;

dd. penetapan peraturan daerah kebijakan dan strategi pembangunan kawasan ;

ee. penetapan peraturan daerah NSPK pembangunan kawasan ; ff. penyelenggaraan pembangunan kawasan strategis nasional ;

gg. melaksanakan pengawasan dan pengendalian pembangunan kawasan ;

hh. evaluasi pelaksanaan program pembangunan kawasan ; ii. pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan NSPK ;

jj. penetapan peraturan daerah kabupaten, mengenai bangunan gedung dan lingkungan mengacu pada norma, standar, prosedur dan kriteria nasional ;

kk. penetapan kebijakan dan strategi kabupaten mengenai bangunan gedung dan lingkungan ;

ll. penetapan kelembagaan bangunan gedung ; jj. rekomendasi IMB gedung ;

nn. pendataan bangunan gedung ;

oo. penetapan persyaratan administrasi dan teknis untuk bangunan gedung adat, semi permanen, darurat, dan bangunan gedung yang dibangun di lokasi bencana ;

pp. penyusunan dan penetapan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) ;

qq. pemberdayaan kepada masyarakat dalam penyelenggaraan bangunan gedung dan lingkungannya ;

rr. pemberdayaan masyarakat dalam penyelenggaraan bangunan gedung dan lingkungan ;

ss. penyelenggaraan bangunan gedung dan lingkungan dengan berbasis pemberdayaan masyarakat ;

tt. pembangunan dan pengelolaan bangunan gedung dan rumah negara yang menjadi aset pemerintah kabupaten ;

(9)

uu. penetapan status bangunan gedung dan lingkungan yang dilindungi dan dilestarikan yang berskala lokal ;

vv. pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan, pedoman dan standar teknis dalam penyelenggaraan bangunan gedung dan lingkungannya ;

ww. pengawasan dan penertiban pembangunan, pemanfaatan, dan pembongkaran bangunan gedung ;

xx. pengawasan dan penertiban pelestarian bangunan gedung dan lingkungan yang dilindungi dan dilestarikan yang berskala lokal ; yy. pelaksanaan kebijakan pembinaan jasa konstruksi yang telah

ditetapkan ;

zz. pengembangan sistem informasi jasa konstruksi dalam wilayah kabupaten yang bersangkutan ;

aaa. penelitian dan pengembangan jasa konstruksi dalam wilayah kabupaten yang bersangkutan ;

bbb. pengembangan sumber daya manusia bidang jasa konstruksi ; ccc. peningkatan kemampuan teknologi jasa konstruksi ;

ddd. melaksanakan pelatihan, bimbingan teknis dan penyuluhan ; eee. pengawasan tata lingkungan ;

fff. pengawasan sesuai kewenangannya untuk terpenuhinya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi ;

ggg. penetapan peraturan daerah kebijakan pengembangan PS persampahan di kabupaten mengacu pada kebijakan nasional dan provinsi ;

hhh. penetapan lembaga tingkat kabupaten penyelenggara pengelolaan persampahan ;

iii. penetapan peraturan daerah berdasarkan NSPK yang ditetapkan oleh pemerintah dan provinsi ;

jjj. pelayanan pengelolaan persampahan ;

kkk. peningkatan kapasitas manajemen dan fasilitasi kerjasama dunia usaha dan masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan PS persampahan ;

lll. memberikan bantuan teknis kepada kecamatan, pemerintah desa, serta kelompok masyarakat ;

mmm. penyelengaraan dan pembiayaan pembangunan PS persampahan ; nnn. penyusunan rencana induk pengembangan PS persampahan ; ooo. pengawasan terhadap seluruh tahapan pengembangan

persampahan ;

(10)

qqq. pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan NSPK ;

rrr. penetapan peraturan daerah kebijakan dan strategi kabupaten berdasarkan kebijakan nasional dan provinsi ;

sss. penetapan peraturan daerah NSPK drainase dan pematusan genangan di wilayah kabupaten berdasarkan SPM yang disusun pemerintah pusat dan provinsi ;

ttt. peningkatan kapasitas teknik dan manajemen penyelenggara drainase dan pematusan genangan ;

uuu. penyelesaian masalah dan permasalahan operasionali-sasi sistem drainase dan penanggulangan banjir di wilayah kabupaten serta koordinasi dengan daerah sekitarnya ;

vvv. penyelenggaraan pembangunan dan pemeliharaan PS drainase ; www. penyusunan rencana induk PS drainase ;

xxx. evaluasi terhadap penyelenggaraan sistem drainase dan pengendali banjir ;

yyy. pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan drainase dan pengendalian banjir ;

zzz. pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan NSPK.

2. Bidang Perumahan :

a. penetapan kebijakan, strategi, dan program kabupaten di bidang pembiayaan perumahan ;

b. penyusunan NSPM kabupaten bidang pembiayaan perumahan ;

c. pelaksanaan, penerapan dan penyesuaian pengaturan instrumen pembiayaan dalam rangka penerapan sistem pembiayaan ;

d. fasilitasi bantuan teknis bidang pembiayaan perumahan kepada para pelaku di tingkat kabupaten ;

e. pemberdayaan pelaku pasar dan pasar perumahan ;

f. fasilitasi bantuan pembiayaan pembangunan dan pemilikan rumah serta penyelenggaraan rumah sewa ;

g. pengendalian penyelenggaraan bidang pembiayaan perumahan ; h. melakukan evaluasi penyelenggaraan bidang pembiayaan perumahan ; i. penetapan kebijakan, strategi, dan program kabupaten di bidang

pembiayaan perumahan ;

j. penyusunan NSPM kabupaten bidang pembiayaan perumahan ;

k. pelaksanaan, penerapan dan penyesuaian pengaturan instrumen pembiayaan dalam rangka penerapan sistem pembiayaan ;

l. fasilitasi bantuan bidang pembiayaan perumahan kepada para pelaku. m. pemberdayaan pelaku pasar dan pasar perumahan ;

(11)

n. fasilitasi bantuan pembiayaan perbaikan/pembangunan rumah swadaya milik ;

o. pengendalian penyelenggaraan bidang pembiayaan perumahan ; p. melakukan evaluasi penyelenggaraan bidang pembiayaan perumahan ; q. memberikan masukan penyusunan dan penyempurnaan peraturan

perundang-undangan bidang perumahan ;

r. peninjauan kembali kesesuaian peraturan perundang-undangan bidang perumahan di kabupaten dengan peraturan perundang-undangan di atasnya ;

s. pelaksanaan kebijakan dan strategi nasional pembangunan dan pengembangan ;

t. pelaksanaan upaya efisiensi pasar dan industri perumahan ;

u. pelaksanaan peraturan perundang-undangan, produk NSPM, serta kebijakan dan strategi nasional perumahan ;

v. pelaksanaan teknis penyelenggaraan perumahan ;

w. memanfaatkan badan usaha pembangunan perumahan, baik BUMN,BUMD, koperasi, perorangan maupun swasta, yang bergerak di bidang usaha industri bahan bangunan, industri komponen banguan, konsultan, kontraktor dan pengembang ;

x. penyusunan pedoman dan manual perencanaan, pembangunan dan pengelolaan PSU ;

y. melaksanakan hasil sosialisasi ;

z. pelaksanaan kegiatan melalui pelaku pembangunan perumahan ; aa. penyelenggaraan perumahan sesuai teknik pembangunan ;

bb. pembinaan dan kerjasama dengan badan usaha pembangunan perumahan, baik BUMN,BUMD, koperasi, perorangan maupun swasta, yang bergerak di bidang usaha industri bahan bangunan, industri komponen bangunan, konsultan, kontraktor dan pengembang ;

cc. fasilitasi pelaksanaan tindakan turun tangan dalam penyelenggaraan pembangunan perumahan dan PSU yang berdampak lokal ;

dd. perumusan RPJP dan RPJM ;

ee. fasilitasi percepatan pembangunan perumahan ;

ff. pembangunan Rusunawa dan Rusunami lengkap dengan penyediaan tanah, PSU dan melakukan pengelolaan dan pemeliharaan diperan, perbatasan internasional, pusat kegiatan, perdagangan / produksi ;

gg. pembangunan prasarana, sarana dan utilitas umum sebagai stimulan di RSH, Rusun dan Rusus dengan melaksanakan pengelolaan dan pemeliharaan ;

(12)

hh. pembangunan rumah contoh (RSH) sebagai stimulan pada daerah terpencil dan uji coba serta fasilitasi pengelolaan, pemeliharaan kepada kabupaten, penyediaan tanah, PSU umum ;

ii. pelaksanaan pembangunan rumah untuk korban bencana dan khusus lainnya serta pengelolaan depo dan pendistribusian logistik penyediaan lahan, pengaturan, pemanfaatan seluruh bantuan ;

jj. perumusan kebijakan dan strategi pembangunan dan pengembangan perumahan ;

kk. pelaksanaan SPO baku penanganan pengungsi akibat bencana ; ll. pelaksanaan SPM perumahan ;

mm. pelaksanaan dan atau penerima bantuan perumahan ; nn. penetapan harga sewa rumah ;

oo. pelaksanaan pembangunan perumahan untuk penampungan pengungsi lintas kawasan ;

pp. pelaksanaan bantuan pembangunan dan kelembagaan serta penyelenggaraan perumahan dengan dana tugas pembantuan ; qq. pelaksanaan pembangunan rumah susun untuk MBR dan rumah

khusus ;

rr. pengelolaan PSU bantuan pusat ;

ss. pembentukan kelembagaan perumahan ;

tt. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan pembangunan dan pengelolaan perumahan ;

rr. penyusunan pedoman dan manual penghunian, dan pengelolaan perumahan setempat dengan acuan umum SPM nasional ;

vv. pengawasan dan pengendalian pengelolaan rusun dan rusus ;

ww. perumusan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ; xx. penyusunan RPJP dan RPJM kabupaten tentang perumahan

swadaya ;

yy. penyusunan NSPM pembangunan perumahan swadaya ;

zz. koordinasi pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

aaa. fasilitasi pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

(13)

bbb. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

ccc. sosialisasi kebijakan strategi, program dan NSPM pembangunan perumahan swadaya ;

ddd. pengkajian kebijakan dan peraturan daerah kabupaten yang terkait dengan pembangunan perumahan swadaya ;

eee. perumusan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ; fff. penyusunan RPJP dan RPJM kabupaten perumahan swadaya ; ggg. penyusunan NSPM pembangunan perumahan swadaya ;

hhh. koordinasi pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

iii. fasilitasi pelaksanaan kebijakan dan strategi Kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

jjj. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

kkk. sosialisasi kebijakan strategi, program dan NSPM pembangunan perumahan swadaya ;

lll. pengkajian kebijakan dan peraturan daerah kabupaten yang terkait dengan pembangunan perumahan swadaya ;

mmm. perumusan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ; nnn. penyusunan RPJP dan RPJM kabupaten perumahan swadaya ; ooo. penyusunan NSPM pembangunan perumahan swadaya ;

ppp. koordinasi pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

(14)

qqq. fasilitasi pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

rrr. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

sss. sosialisasi kebijakan strategi, program dan NSPM pembangunan perumahan swadaya ;

ttt. pengkajian kebijakan dan peraturan daerah kabupaten yang terkait dengan pembangunan perumahan swadaya ;

uuu. perumusan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya. vvv. penyusunan RPJP dan RPJM kabupaten perumahan swadaya ; www. penyusunan NSPM pembangunan perumahan swadaya ;

xxx. koordinasi pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

yyy. fasilitasi pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

zzz. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

aaaa. sosialisasi kebijakan strategi, program dan NSPM pembangunan perumahan swadaya ;

bbbb. pengkajian kebijakan dan peraturan daerah kabupaten yang terkait dengan pembangunan perumahan swadaya ;

cccc. perumusan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ; dddd. penyusunan RPJP dan RPJM kabupaten perumahan swadaya ;

(15)

eeee. penyusunan NSPM pembangunan perumahan swadaya ;

ffff. koordinasi pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

gggg. fasilitasi pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

hhhh. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

iiii. sosialisasi kebijakan strategi, program dan NSPM pembangunan perumahan swadaya ;

jjjj. pengkajian kebijakan dan peraturan daerah kabupaten yang terkait dengan pembangunan perumahan swadaya ;

kkkk. perumusan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ; llll. penyusunan RPJP dan RPJM kabupaten perumahan swadaya ; mmmm. penyusunan NSPM pembangunan perumahan swadaya ;

nnnn. fasilitasi pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

oooo. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan dan strategi kabupaten tentang lembaga pendukung pembangunan perumahan, pendataan perumahan dan peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan swadaya ;

pppp. sosialisasi kebijakan strategi, program dan NSPM pembangunan perumahan swadaya ;

qqqq. pengkajian kebijakan dan peraturan daerah kabupaten yang terkait dengan pembangunan perumahan swadaya ;

rrrr. penetapan kebijakan dan strategi kabupaten dalam pengembangan kawasan ;

ssss. penyusunan Rencana Kabupaten dalam Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Daerah (RP4D- Kabupaten) ;

(16)

tttt. pembinaan teknis penyusunan RP4D di wilayahnya ; uuuu. penyusunan RP4D di wilayahnya ;

vvvv. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan strategi pengembangan kawasan dan RP4D ;

wwww. pengendalian pelaksanaan kebijakan dan strategi pengembangan kawasan dan RP4D ;

xxxx. penetapan kebijakan dan strategi kabupaten dalam penyelenggaraan pembangunan dan pengelolaan kawasan skala besar ;

yyyy. pembinaan teknis pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan dan pengelolaan kawasan skala besar ;

zzzz. pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan dan pengelolaan kawasan skala besar ;

aaaaa. monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan dan pengelolaan kawasan skala besar ;

bbbbb. pengendalian pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan dan pengelolaan kawasan skala besar ;

ccccc. penetapan kebijakan dan strategi kabupaten dalam penyelenggaraan pembangunan dan pengelolaan kawasan khusus ;

ddddd. pembinaan teknis pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan dan pengelolaan kawasan khusus ;

eeeee. pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan dan pengelolaan kawasan khusus ;

fffff. monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan dan pengelolaan kawasan khusus ;

ggggg. pengendalian pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan dan pengelolaan kawasan khusus ;

hhhhh. penetapan kebijakan dan strategi kabupaten dalam penyelenggaraan keterpaduan prasarana kawasan ;

iiiii. pembinaan teknis pelaksanaan penyelenggaraan keterpaduan prasarana kawasan ;

jjjjj. pelaksanaan penyelenggaraan keterpaduan prasarana kawasan ; kkkkk. monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan

keterpaduan prasarana kawasan ;

lllll. pengendalian pelaksanaan penyelenggaraan keterpaduan prasarana kawasan ;

(17)

mmmmm. penetapan kebijakan dan strategi kabupaten dalam penyelenggaraan keserasian kawasan dan lingkungan hunian berimbang ;

nnnnn. pembinaan teknis pelaksanaan penyelenggaraan keserasian kawasan dan lingkungan hunian berimbang ;

ooooo. pelaksanaan penyelenggaraan keserasian kawasan dan lingkungan hunian berimbang ;

ppppp. monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan keserasian kawasan dan lingkungan hunian berimbang ;

qqqqq. pengendalian pelaksanaan penyelenggaraan keserasian kawasan dan lingkungan hunian berimbang ;

rrrrr. pelaksanaan penyusunan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan bidang perumahan ;

sssss. pelaksanaan kesesuaian peraturan daerah kabupaten dengan peraturan perundang-undangan terkait di bidang perumahan ; ttttt. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan bidang

perumahan dalam rangka mewujudkan jaminan kepastian hukum dan perlindungan hukum dalam bermukim ;

uuuuu. koordinasi pengawasan dan pengendalian pelaksanaan peraturan perundang-undangan bidang perumahan ;

vvvvv. pelaksanaan kebijakan dan penanganan masalah dan sengketa bidang perumahan ;

wwwww. pelaksanaan fasilitasi penanganan masalah dan sengketa bidang perumahan ;

xxxxx. fasilitasi penyusunan, koordinasi dan sosialisasi NSPM bidang perumahan ;

yyyyy. pelaksanaan dan sosialisasi NSPM penyediaan lahan untuk pembangunan perumahan ;

zzzzz. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

aaaaaa. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

bbbbbb. fasilitasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

(18)

cccccc. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ; dddddd. fasilitasi penyelesaian eksternasitas pembangunan

perumahan ;

eeeeee. pelaksanaan penyusunan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan bidang perumahan ;

ffffff. pelaksanaan kesesuaian peraturan daerah kabupaten dengan peraturan perundang-undangan terkait di bidang perumahan ;

gggggg. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan bidang perumahan dalam rangka mewujudkan jaminan kepastin hukum dan perlindungan hukum dalam bermukim ; hhhhhh. koordinasi pengawasan dan pengendalian pelaksanaan

peraturan perundang-undangan bidang perumahan ;

iiiiii. pelaksanaan kebijakan dan penanganan masalah dan sengketa bidang perumahan ;

jjjjjj. pelaksanaan fasilitasi penanganan masalah dan sengketa bidang perumahan ;

kkkkkk. fasilitasi penyusunan, koordinasi dan sosialisasi NSPM bidang perumahan ;

llllll. pelaksanaan dan sosialisasi NSPM penyediaan lahan untuk pembangunan perumahan ;

mmmmmm. pelaksanaan kebijakan Kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

nnnnnn. pelaksanaan kebijakan Kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

oooooo. fasilitasi pelaksanaan kebijakan Kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

pppppp. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ; qqqqqq. fasilitasi penyelesaian eksternalitas pembangunan

perumahan ;

rrrrrr. pelaksanaan penyusunan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan bidang perumahan ;

(19)

ssssss. pelaksanaan kesesuaian peraturan daerah kabupaten dengan peraturan perundang-undangan terkait di bidang perumahan ;

tttttt. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan bidang perumahan dalam rangka mewujudkan jaminan kepastin hukum dan perlindungan hukum dalam bermukim ; uuuuuu. koordinasi pengawasan dan pengendalian pelaksanaan

peraturan perundang-undangan bidang perumahan ;

vvvvvv. pelaksanaan kebijakan dan penanganan masalah dan sengketa bidang perumahan ;

wwwwww. pelaksanaan fasilitasi penanganan masalah dan sengketa bidang perumahan ;

xxxxxx. fasilitasi penyusunan, koordinasi dan sosialisasi NSPM bidang perumahan ;

yyyyyy. pelaksanaan dan sosialisasi NSPM penyediaan lahan untuk pembangunan perumahan ;

zzzzzz. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

aaaaaaa. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

bbbbbbb. fasilitasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

ccccccc. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ; ddddddd. fasilitasi penyelesaian eksternasitas pembangunan

perumahan ;

eeeeeee. pelaksanaan penyusunan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan bidang perumahan ;

fffffff. pelaksanaan kesesuaian peraturan daerah kabupaten dengan peraturan perundang-undangan terkait di bidang perumahan ;

ggggggg. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan bidang perumahan dalam rangka mewujudkan jaminan kepastin hukum dan perlindungan hukum dalam bermukim ;

(20)

hhhhhhh. koordinasi pengawasan dan pengendalian pelaksanaan peraturan perundang-undangan bidang perumahan ;

iiiiiii. pelaksanaan kebijakan dan penanganan masalah dan sengketa bidang perumahan ;

jjjjjjj. pelaksanaan fasilitasi penanganan masalah dan sengketa bidang perumahan ;

kkkkkkk. fasilitasi penyusunan, koordinasi dan sosialisasi NSPM bidang perumahan ;

lllllll. pelaksanaan dan sosialisasi NSPM penyediaan lahan untuk pembangunan perumahan ;

mmmmmmm. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

nnnnnnn. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

ooooooo. fasilitasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

ppppppp. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ; qqqqqqq. fasilitasi penyelesaian eksternalitas pembangunan

perumahan ;

rrrrrrr. pelaksanaan penyusunan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan bidang perumahan ;

sssssss. pelaksanaan kesesuaian peraturan daerah kabupaten dengan peraturan perundang-undangan terkait di bidang perumahan ;

ttttttt. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan bidang perumahan dalam rangka mewujudkan jaminan kepastin hukum dan perlindungan hukum dalam bermukim ; uuuuuuu. koordinasi pengawasan dan pengendalian pelaksanaan

peraturan perundang-undangan bidang perumahan ;

vvvvvvv. pelaksanaan kebijakan dan penanganan masalah dan sengketa bidang perumahan ;

(21)

wwwwwww. pelaksanaan fasilitasi penanganan masalah dan sengketa bidang perumahan ;

xxxxxxx. fasilitasi penyusunan, koordinasi dan sosialisasi NSPM bidang perumahan ;

yyyyyyy. pelaksanaan dan sosialisasi NSPM penyediaan lahan untuk pembangunan perumahan ;

zzzzzzz. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

aaaaaaaa. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

bbbbbbbb. fasilitasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

cccccccc. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ; dddddddd. fasilitasi penyelesaian eksternasitas pembangunan

perumahan ;

eeeeeeee. pelaksanaan penyusunan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan bidang perumahan ;

ffffffff. pelaksanaan kesesuaian peraturan daerah kabupaten dengan peraturan perundang-undangan terkait di bidang perumahan ;

gggggggg. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan bidang perumahan dalam rangka mewujudkan jaminan kepastian hukum dan perlindungan hukum dalam bermukim ;

hhhhhhhh. koordinasi pengawasan dan pengendalian pelaksanaan peraturan perundang-undangan bidang perumahan ; iiiiiiii. pelaksanaan kebijakan dan penanganan masalah dan

sengketa bidang perumahan ;

jjjjjjjj. pelaksanaan fasilitasi penanganan masalah dan sengketa bidang perumahan ;

(22)

kkkkkkkk. fasilitasi penyusunan, koordinasi dan sosialisasi NSPM bidang perumahan ;

llllllll. pelaksanaan dan sosialisasi NSPM penyediaan lahan untuk pembangunan perumahan ;

mmmmmmmm. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

nnnnnnnn. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

oooooooo. fasilitasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ;

pppppppp. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pembangunan perumahan sesuai dengan penataan ruang dan penataan pertanahan ; qqqqqqqq. fasilitasi penyelesaian eksternasitas pembangunan

perumahan ;

rrrrrrrr. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan pemanfaatan hasil teknologi bahan bangunan, sosial ekonomi budaya serta PSU pendukung perumahan ;

ssssssss. koordinasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

tttttttt. fasilitasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

uuuuuuuu. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

vvvvvvvv. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan pemanfaatan hasil teknologi bahan bangunan, sosial ekonomi budaya serta PSU pendukung perumahan ;

(23)

wwwwwwww. koordinasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

xxxxxxxx. fasilitasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

yyyyyyyy. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

zzzzzzzz. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan pemanfaatan hasil teknologi bahan bangunan, sosial ekonomi budaya serta PSU pendukung perumahan ;

aaaaaaaaa. koordinasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

bbbbbbbbb. fasilitasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

ccccccccc. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

ddddddddd. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan pemanfaatan hasil teknologi bahan bangunan, sosial ekonomi budaya serta PSU pendukung perumahan ;

eeeeeeeee. koordinasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

fffffffff. fasilitasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan

(24)

bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

ggggggggg. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

hhhhhhhhh. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan pemanfaatan hasil teknologi bahan bangunan, sosial ekonomi budaya serta PSU pendukung perumahan ;

iiiiiiiii. koordinasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

jjjjjjjjj. fasilitasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

kkkkkkkkk. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pendayagunaan dan pemanfaatan hasil teknologi dan bahan bangunan, sosial ekonomi budaya, serta PSU pendukung perumahan ;

lllllllll. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

mmmmmmmmm. koordinasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

nnnnnnnnn. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

ooooooooo. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

ppppppppp. melaksanakan kemitraan antara pemerintahan daerah, badan usaha, dan kelompok masyarakat dalam pembangunan perumahan ;

qqqqqqqqq. fasilitasi peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan pemerintah, swasta dan masyarakat ;

(25)

rrrrrrrrr. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

sssssssss. koordinasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

ttttttttt. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

uuuuuuuuu. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

vvvvvvvvv. melaksanakan kemitraan antara pemerintahan daerah, badan usaha, dan kelompok masyarakat dalam pembangunan perumahan ;

wwwwwwwww. fasilitasi peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan pemerintah, swasta dan masyarakat ;

xxxxxxxxx. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

yyyyyyyyy. koordinasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

zzzzzzzzz. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

aaaaaaaaaa. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

bbbbbbbbbb. melaksanakan kemitraan antara pemerintahan daerah, badan usaha, dan kelompok masyarakat dalam pembangunan perumahan ;

cccccccccc. fasilitasi peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan pemerintah, swasta dan masyarakat ;

dddddddddd. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

(26)

eeeeeeeeee. koordinasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

ffffffffff. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

gggggggggg. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

hhhhhhhhhh. melaksanakan kemitraan antara pemerintahan daerah, badan usaha, dan kelompok masyarakat dalam pembangunan perumahan ;

iiiiiiiiii. fasilitasi peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan pemerintah, swasta dan masyarakat ; jjjjjjjjjj. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang

pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

kkkkkkkkkk. koordinasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

llllllllll. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

mmmmmmmmmm. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

nnnnnnnnnn. melaksanakan kemitraan antara pemerintahan daerah, badan usaha, dan kelompok masyarakat dalam pembangunan perumahan ;

oooooooooo. fasilitasi peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan pemerintah, swasta dan masyarakat ; pppppppppp. pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang

pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

qqqqqqqqqq. koordinasi pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

(27)

rrrrrrrrrr. pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

ssssssssss. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian kebijakan kabupaten tentang pemberdayaan para pelaku pendukung pembangunan perumahan ;

tttttttttt. melaksanakan kemitraan antara pemerintahan daerah, badan usaha, dan kelompok masyarakat dalam pembangunan perumahan ;

uuuuuuuuuu. fasilitasi peningkatan kapasitas pelaku pembangunan perumahan pemerintah, swasta dan masyarakat.

3. Bidang Tata Ruang :

a. penetapan peraturan daerah bidang penataan ruang (detail dan teknis) ; b. penetapan penataan ruang perairan sampai dengan 4 (empat) mil dari

garis pantai ;

c. penetapan kriteria penentuan dan perubahan fungsi ruang kawasan/lahan wilayah dalam rangka penyelenggaraan penataan ruang ;

d. penetapan kawasan strategis ;

e. sosialisasi NSPK bidang penataan ruang ; f. sosialisasi SPM bidang penataan ruang ;

g. pendidikan dan pelatihan bidang penataan ruang ; h. penelitian dan pengembangan bidang penataan ruang ;

i. pengembangan sistem informasi dan komunikasi penataan ruang ; j. penyebarluasan informasi penataan ruang kepada masyarakat ; k. pengembangan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat ;

l. penyusunan dan penetapan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis ; m. penetapan rencana detail tata ruang untuk RTRWK ;

n. penyusunan program dan anggaran kabupaten di bidang penataan ruang ;

o. pemanfaatan kawasan strategis ;

p. pemanfaatan NSPK bidang penataan ruang ;

q. pemanfaatan kawasan andalan sebagai bagian dari RTRWK ;

r. pemanfaatan investasi di kawasan strategis kabupaten dan kawasan lintas kabupaten bekerjasama dengan pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha ;

(28)

t. perumusan kebijakan strategis operasionalisasi RTRWK dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis ;

u. perumusan program sektoral dalam rangka perwujudan struktur dan pola pemanfaa-tan ruang wilayah kabupaten dan kawasan strategis ; v. pelaksanaan pembangunan sesuai program pemanfaatan ruang

wilayah kabupaten dan kawasan strategis ;

w. pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten ; x. pengendalian pemanfaatan ruang kawasan strategis ;

y. penyusunan peraturan zonasi sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang kabupaten ;

aa. pemberian rekomendasi penerbitan izin pemanfaatan ruang yang sesuai dengan RTRWK ;

bb. pembatalan izin pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan RTRWK ;

cc. pembentukan lembaga yang bertugas melaksanakan pengendalian pemanfaatan ruang ;

dd. pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang.

4. Bidang Energi :

a. penetapan peraturan daerah kabupaten di bidang energi dan ketenagalistrikan ;

b. penetapan Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD) ; c. pemberian IUKU yang sarana maupun energi listriknya ;

d. pengaturan harga jual tenaga listrik untuk konsumen pemegang IUKU yang izin usahanya dikeluarkan oleh kabupaten ;

e. pengaturan harga jual tenaga listrik kepada pemegang IUKU yang izinnya dikeluarkan oleh kabupaten ;

f. pemberian IUKS yang sarana instalasinya dalam kabupaten ;

g. pemberian persetujuan penjualan kelebihan tenaga listrik oleh pemegang IUKS kepada pemegang IUKU yang izinnya dikeluarkan oleh kabupaten ;

h. pemberian rekomendasi penerbitan izin usaha jasa penunjang tenaga listrik bagi badan usaha dalam negeri/mayoritas sahamnya dimiliki oleh penanam modal dalam negeri ;

i. pembinaaan dan pengawasan pelaksanaan usaha ketenagalistrikan yang izinnya diberikan oleh kabupaten ;

(29)

j. penyediaan listrik pedesaan ;

k. pengangkatan dan pembinaan inspektur ketenagalistrikan serta pembinaan jabatan fungsional kabupaten ;

l. penghitungan produksi dan realisasi lifting minyak bumi dan gas bumi bersama pemerintah ;

m. pemberian rekomendasi penggunaan wilayah kerja kontrak kerja sama untuk kegiatan lain di luar kegiatan migas ;

n. pemberian rekomendasi penerbitan ijin pembukaan kantor perwakilan perusahaan di sub sektor migas ;

o. pengawasan pengendalian pendistribusian dan tata niaga bahan bakar minyak dari agen dan pangkalan dan sampai konsumen akhir ;

p. pemantauan dan inventarisasi penyediaan, penyaluran dan kualitas harga BBM serta melakukan analisa dan evaluasi terhadap kebutuhan/penyediaan BBM ;

q. pemberian rekomendasi lokasi pendirian kilang dan tempat penyimpanan migas ;

r. pemberian rekomendasi penerbitan izin lokasi pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) ;

s. pemberian rekomendasi pendirian gudang bahan peledak dalam rangka kegiatan usaha migas di daerah operasi daratan dan di daerah operasi pada wilayah kabupaten dan 1/3 (sepertiga) dari wilayah kewenangan provinsi ;

t. penyertaan dan atau memfasilitasi penyelenggaraan assessment bekerjasama dengan lembaga assessment DESDM ;

u. penyusunan kebutuhan dan penyelenggaraan diklat teknis dan fungsional tertentu sektor energi dan sumber daya mineral.

BAB III ORGANISASI Bagian Pertama Susunan Organisasi

Pasal 6

(1) Susunan Organisasi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan terdiri dari :

(30)

a. Kepala ; b. Sekretariat ;

c. Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan ; d. Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan ; e. Bidang Tata Perkotaan dan Perdesaan ; f. Bidang Perumahan dan Permukiman ; g. Bidang Kebersihan ;

h. Bidang Pertamanan dan Pemakaman ; i. Bidang Energi ;

j. Unit Pelaksana Teknis Dinas ; dan k. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Sekretariat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dipimpin oleh seorang Sekretaris yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.

(3) Bidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, huruf g dan huruf h masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.

(4) Bagan Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.

Bagian Kedua Sekretariat

Pasal 7

Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan dan umum serta tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 8

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Sekretariat mempunyai fungsi :

a. pengelolaan administrasi kepegawaian ; b. pengelolaan administrasi keuangan ;

(31)

rumah tangga ;

d. penyusunan perencanaan program dan pelaporan ; e. pengelolaan barang dan jasa inventaris ; dan

f. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 9

(1) Sekretariat membawahkan : a. Bagian Kepegawaian ; b. Bagian Keuangan ; dan c. Bagian Umum.

(2) Masing-masing Sub Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Sekretaris.

Pasal 10

(1) Sub Bagian Kepegawaian, mempunyai tugas :

a. menyusun dan memelihara data perencanaan serta pengembangan pegawai ;

b. melaksanakan administrasi kepegawaian, kebutuhan rekruitmen, mutasi dan pemberhentian pegawai ;

c. menyiapkan dan melakukan upaya dalam meningkatkan disiplin pegawai serta mengurus kesejahteraan dan kedudukan hukum pegawai ;

d. menyusun dan menyiapkan perencanaan bagi pegawai untuk mengikuti penataran, kursus, pendidikan, pelatihan, tugas belajar dan lainnya yang berhubungan dengan peningkatan mutu dan ketrampilan serta mengembangkan karier pegawai ; dan

e. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan bidang tugasnya.

(2) Sub Bagian Keuangan, mempunyai tugas :

a. melakukan penghimpunan data dan menyusun rencana anggaran rutin dan anggaran pembangunan ;

b. melakukan pengelolaan tata usaha keuangan anggaran rutin dan anggaran pembangunan ;

c. melakukan pembayaran gaji pegawai dan pembayaran keuangan dinas lainnya ;

(32)

d. melakukan penyusunan laporan pertanggunggjawaban pengelolaan keuangan ;

e. melaksanakan analisis, evaluasi, pengendalian terhadap pelaksanaan pengelolaan keuangan ; dan

f. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan bidang tugasnya.

(3) Sub Bagian Umum, mempunyai tugas :

a. melakukan surat menyurat, penggandaan dan tata kearsipan; b. melakukan penyusunan rencana kebutuhan dan melaksanakan

kegiatan-kegiatan tata usaha serta memelihara perlengkapan, peralatan kantor dan keamanan kantor ;

c. melakukan penyusunan perencanaan dan mengurus pemeliharaan kebersihan dan keamanan kantor ;

d. melakukan pengurusan tugas-tugas keprotokolan dan perjalanan dinas ;

e. melakukan penyiapan dan penyajian informasi ;

f. melakukan kegiatan-kegiatan dokumentasi dan kepustakaan ; g. melakukan pengelolaan data administrasi kepegawaian untuk

bahan perencanaan penyusunan program ;

h. melakukan urusan administrasi untuk pengusulan kenaikan gaji berkala dan kenaikan tingkat ; dan

i. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan bidang tugasnya.

Bagian Keempat

Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan

Pasal 11

Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan di bidang pembangunan jalan dan jembatan serta tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 12

(33)

Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan mempunyai fungsi :

a. penyiapan dan pengumpulan bahan dalam rangka penyusunan program dan estimasi biaya pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan dan jembatan ;

b. pelaksanaan program kegiatan pembangunan serta peningkatan jalan dan jembatan ;

c. pelaksanaan penelitian dan pengkajian dokumen teknis, pembinaan dan pengawasan kegiatan pembangunan jalan dan jembatan, peningkatan jalan dan penggantian jembatan ;

d. pengevaluasian dan pelaporan kegiatan dan pembangunan jalan dan jembatan, peningkatan jalan dan penggantian jembatan ; dan

e. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 13

(1) Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan membawahkan :

a. Seksi Penyusunan Program dan Perencanaan Pembangunan Jalan dan Jembatan ;

b. Seksi Pelaksanaan dan Pengawasan Pembangunan Jalan dan Jembatan ; dan

c. Seksi Pendataan dan Pelaporan Pembangunan Jalan dan Jembatan.

(2) Masing-masing seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab pada Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan.

Pasal 14

(1) Seksi Penyusunan Program dan Perencanaan Pembangunan Jalan dan Jembatan, mempunyai tugas :

a. mengumpulkan dan menyiapkan data, melakukan penelitian dan pengkajian sebagai bahan penyusunan program pembangunan dan penggantian jalan dan jembatan ;

b. menyusun program tahunan, tiga tahunan, lima tahunan terhadap pembangunan jalan dan jembatan ;

d. melaksanakan kegiatan pemantauan dan studi kelayakan dalam rangka pengembangan jaringan jalan dan pemanfaatan jalan ;

(34)

e. menyusun pemutakhiran program-program dan estimasi biaya pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan ;

f. melaksanakan spesifikasi teknis dan estimasi biaya terhadap pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan ;

g. melaksanakan pengkajian terhadap kegiatan penggunaan bahan jalan dan jembatan ; dan

h. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan sesuai dengan bidang tugasnya.

(2) Seksi Pelaksanaan dan Pengawasan Pembangunan Jalan dan Jembatan, mempunyai tugas :

a. mengumpulkan, menghimpun dan mengolah data untuk bahan pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan dan jembatan ;

b. menyusun pemutakhiran program-program dan estimasi biaya pelaksanaan pembangunan dan penggantian jalan dan jembatan ; c. melaksanakan kegiatan-kegiatan pembangunan dan penggantian

jalan dan jembatan ;

d. melakukan pengawasan dan pengendalian pembangunan dan penggantian jalan dan jembatan ; dan

e. melaksanakan tugas-tugas yang lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan sesuai dengan bidang tugasnya.

(3) Seksi Pendataan dan Pelaporan Pembangunan Jalan dan Jembatan, mempunyai tugas :

a. mengumpulkan dan menyiapkan data program pembangunan dan penggantian jalan dan jembatan ;

b. mengolah, menyajikan, menyimpan, memelihara dan melakukan pemutakhiran data jalan dan jembatan ;

c. menyusun laporan tahunan, tiga tahunan, lima tahunan terhadap pembangunan jalan dan jembatan ; dan

h. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan sesuai dengan bidang tugasnya.

Bagian Kelima

Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

(35)

Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan di bidang pemeliharaan jalan dan jembatan, pemanfaatan dan pelayanan jalan serta tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 16

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 15, Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan mempunyai fungsi :

a. pengumpulan data dan bahan dalam rangka menyusun program, estimasi biaya pemeliharaan jalan dan jembatan ;

b. pelaksanaan program pemeliharaan jalan dan jembatan ;

c. penelitian dan pengkajian dokumen teknik pemeliharaan jalan dan jembatan serta penanggulangan kerusakan jalan dan jembatan akibat bencana alam ;

d. pelaksanaan penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian kegiatan pemeliharaan, pemanfaatan jalan dan jembatan serta penanggulangan kerusakan jalan dan jembatan akibat bencana alam ; dan

e. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberian oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 17

(1) Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan membawahkan :

a. Seksi Penyusunan Program dan Perencanaan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan ;

b. Seksi Pelaksanaan dan Pengawasan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan ; dan

c. Seksi Pendataan dan Pelaporan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan.

(2) Masing-masing seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan.

(36)

(1) Seksi Penyusunan Program dan Perencanaan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, mempunyai tugas :

a. mengumpulkan, menyiapkan dan mengolah data, serta, melakukan penelitian dan pengkajian sebagai bahan penyusunan program pemeliharaan jalan dan jembatan ;

b. menyusun program tahunan, tiga tahunan, lima tahunan terhadap pemeliharaan jalan dan jembatan ;

c. melaksanakan analisa dan evaluasi terhadap status dan manfaat jalan ;

d. melaksanakan kegiatan pemantauan dan studi kelayakan dalam rangka pengembangan jaringan jalan dan pemanfaatan jalan ;

e. menyusun pemutakhiran program-program dan estimasi biaya pelaksanaan pemeliharaan jalan dan jembatan ; dan

f. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan sesuai dengan bidang tugasnya.

(2) Seksi Pelaksanaan dan Pengawasan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, mempunyai tugas :

a. menghimpun dan mengolah data guna pelaksanaan pemeliharaan jalan dan jembatan ;

b. melaksanakan kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan serta upaya penanggulangan kerusakan jalan dan jembatan akibat bencana alam ;

c. menyiapkan bahan pembinaan, pengawasan dan pengendalian pemeliharaan jalan dan jembatan serta penanggulangan kerusakan jalan dan jembatan akibat bencana alam ;

d. melaksanakan pengkajian, penelitian dan pemantauan tentang pemanfaatan jalan dan jembatan ;

e. melaksanakan penyuluhan dan pembinaan terhadap pemanfaatan jalan dan jembatan ;

f. melaksanakan fasilitasi pemanfaatan jalan dan jembatan ;

g. melaksanakan pengawasan, pengendalian dan evaluasi pemanfaatan jalan dan jembatan ; dan

h. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan sesuai dengan bidang

(37)

tugasnya.

(3) Seksi Pendataan dan Pelaporan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, mempunyai tugas :

a. mengumpulkan dan menyiapkan data program pemeliharaan jalan dan jembatan ;

b. mengolah, menyajikan, menyimpan, memelihara dan melakukan pemutakhiran data jalan dan jembatan ;

c. menyusun laporan tahunan, tiga tahunan, lima tahunan terhadap pemeliharaan jalan dan jembatan ; dan

h. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan sesuai dengan bidang tugasnya.

Bagian Keenam

Bidang Tata Perkotaan dan Perdesaan

Pasal 19

Bidang Tata Perkotaan dan Perdesaan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya dan Kebersihan di bidang pengembangan prasarana dan sarana perkotaan dan perdesaan, tata ruang wilayah serta tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 20

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Bidang Tata Perkotaan dan Perdesaan mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian terhadap pengembangan perkotaan, perdesaan dan tata ruang wilayah ;

b. pengaturan pemeliharaan bangunan gedung, prasarana dan sarana lingkungan perkotaan, perdesaan dan tata ruang wilayah ;

c. pembinaan teknis pembangunan bangunan gedung negara ; d. pendataan terpadu dengan instansi lain ;

e. pelaksanaan evaluasi Peraturan Daerah tata ruang di seluruh kecamatan ;

f. pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan pembangunan di kawasan perkotaan, perdesaan dan tata ruang wilayah ; dan

(38)

dengan bidang tugasnya.

Pasal 21

(1) Bidang Tata Perkotaan dan Perdesaan membawahkan :

a. Seksi Penyusunan Program dan Perencanaan Tata Perkotaan dan Perdesaan ;

b. Seksi Pelaksanaan dan Pengawasan Perkotaan dan Perdesaan ; dan

c. Seksi Pendataan dan Pelaporan Perkotaan dan Perdesaan.

(2) Masing-masing Seksi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan berrtanggungjawab kepada Kepala Bidang Tata Perkotaan dan Perdesaan.

Pasal 22

(1) Seksi Penyusunan Program dan Perencanaan Tata Perkotaan dan Perdesaan mempunyai tugas :

a. mengumpulkan dan menyiapkan data, melakukan penelitian dan pengkajian sebagai bahan penyusunan program tata perkotaan, perdesaan dan tata ruang wilayah ;

b. mengumpulkan data dan informasi sebagai bahan perencanaan tata ruang dan penataan bangunan ;

d. melaksanakan perencanaan, bantuan dan bimbingan teknis perencanaan bangunan gedung dan rumah dinas ;

e. melaksanakan pemeriksaan dan menyiapkan rekomendasi pengesahan perencanaan bangunan gedung daerah ;

f. menyusun program tahunan, tiga tahunan, lima tahunan terhadap pemeliharaan tata perkotaan, perdesaan dan tata ruang wilayah ; g. menyusun pemutakhiran program-program dan estimasi biaya

pelaksanaan pemeliharaan tata perkotaan, perdesaan dan tata ruang wilayah ;

g. mengumpulkan, mengolah dan mendokumentasikan data/informasi bangunan ;

h. melaksanakan survey dan pemetaan dalam rangka pendataan bangunan dan perkembangan bangunan ; dan

i. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Tata Perkotaan dan Perdesaan sesuai dengan bidang tugasnya.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya saya bersedia mengundurkan diri dari anggota / kepengurusan dalam organisasi Partai Politik, apabila saya telah

Syarat BAL termasuk ke dalam probiotik ialah mampu bertahan hidup di dalam saluran pencernaan, meskipun terdapat berbagai suasana yang menghambat pertumbuhan BAL tersebut seperti

Dalam sistem pengujian non real time, dua jenis data ucapan angka ini diproses untuk mengetahui parameter terbaik dari variasi nilai koefisien ‘k’ yang digunakan pada saat

yang berupa perhiasan ataupun batangan dengan menunjukkan persyaratan pembiayaan yang telah ditentukan. Jika persyaratan yang dibawa oleh calon nasabah sudah

Parkir di luar badan jalan merupakan fasilitas parkir kendaraan di luar tepi jalan umum yang dibuat khusus atau penunjang kegiatan yang dapat berupa tempat parkir dan /

persen dari total ekspor sedangkan jenis RSS sebesar 11.45 persen pada tahun. 2007 seperti tertera pada

Menurut Stephany (2009) transformasi baik dalam arsitektur maupun bu- daya, harus melalui suatu proses yang panjang dan disesuaikan dengan perkembangan nilai-

Sebagai contoh, dengan evaluasi secara e- learning maka kita juga bisa memantau urutan peserta menjawab soal, apakah berurutan dari nomor awal hingga akhir, berapa kali