(Char-shin Liu et al, 1983 dalam Natawidjaja, 1994). Setelah itu kecepatan mengalami kenaikan (Char-shin Liu et al, 1983 dalam Natawidjaja, 1994). Setelah itu kecepatan mengalami kenaikan sampai sekitar 76 milimeter/ tahun (Sieh, 1993 dalam Natawidjaja, 1994). Proses tumbukan ini sampai sekitar 76 milimeter/ tahun (Sieh, 1993 dalam Natawidjaja, 1994). Proses tumbukan ini pada akhirnya mengakibatkan terbentuknya banyak sistem sesar sebelah timur India.
pada akhirnya mengakibatkan terbentuknya banyak sistem sesar sebelah timur India.
Keadaan Pulau Sumatra menunjukkan bahwa kemiringan penunjaman, punggungan busur muka Keadaan Pulau Sumatra menunjukkan bahwa kemiringan penunjaman, punggungan busur muka dan cekungan busur muka telah terfragmentasi akibat proses yang terjadi. Kenyataan dan cekungan busur muka telah terfragmentasi akibat proses yang terjadi. Kenyataan menunjukkan bahwa adanya transtensi (trans-tension) Paleosoikum Tektonik Sumatra menunjukkan bahwa adanya transtensi (trans-tension) Paleosoikum Tektonik Sumatra menjadikan tatanan Tektonik Sumatra menunjukkan adanya tiga bagian pola (Sieh, 2000). menjadikan tatanan Tektonik Sumatra menunjukkan adanya tiga bagian pola (Sieh, 2000). Bagian selatan terdiri dari lempeng mikro Sumatra, yang terbentuk sejak 2 juta tahun lalu dengan Bagian selatan terdiri dari lempeng mikro Sumatra, yang terbentuk sejak 2 juta tahun lalu dengan bentuk
bentuk geometri geometri dan dan struktur struktur sederhana, sederhana, bagian bagian tengah tengah cenderung cenderung tidak tidak beraturan beraturan dan dan bagianbagian utara yang tidak selaras dengan pola penunjaman.
utara yang tidak selaras dengan pola penunjaman.
a. Bagian Selatan Pulau Sumatra memberikan kenampakan pola tektonik: a. Bagian Selatan Pulau Sumatra memberikan kenampakan pola tektonik: 1. Sesar Sumatra menunjukkan sebuah pola geser kanan en echelon dan terletak pada 100-135 1. Sesar Sumatra menunjukkan sebuah pola geser kanan en echelon dan terletak pada 100-135
kilometer di atas penunjaman.
kilometer di atas penunjaman.
2. Lokasi gunung api umumnya sebelah timur-laut atau di dekat sesar. 2. Lokasi gunung api umumnya sebelah timur-laut atau di dekat sesar. 3. Cekungan busur muka terbentuk sederhana, dengan ke dalaman 1-2 kilometer dan 3. Cekungan busur muka terbentuk sederhana, dengan ke dalaman 1-2 kilometer dan
dihancurkan oleh sesar utama.
dihancurkan oleh sesar utama.
4. Punggungan busur muka relatif dekat, terdiri dari antiform tunggal dan berbentuk sederhana. 4. Punggungan busur muka relatif dekat, terdiri dari antiform tunggal dan berbentuk sederhana. 5. Sesar Mentawai dan homoklin, yang dipisahkan oleh punggungan busur muka dan cekungan 5. Sesar Mentawai dan homoklin, yang dipisahkan oleh punggungan busur muka dan cekungan busur
busur muka muka relatif relatif utuh.utuh.
6. Sudut kemiringan tunjaman relatif seragam.
6. Sudut kemiringan tunjaman relatif seragam.
b.
b. Bagian Bagian Utara Utara Pulau Pulau Sumatra Sumatra memberikan memberikan kenampakan kenampakan pola pola tektonik:tektonik: 1. Sesar Sumatra berbentuk tidak beraturan, berada pada posisi 125-140 kilometer dari garis 1. Sesar Sumatra berbentuk tidak beraturan, berada pada posisi 125-140 kilometer dari garis penunjaman.
penunjaman.
2. Busur vulkanik berada di sebelah utara sesar Sumatra. 2. Busur vulkanik berada di sebelah utara sesar Sumatra.
3. Kedalaman cekungan busur muka 1-2 kilometer.
3. Kedalaman cekungan busur muka 1-2 kilometer.
4. Punggungan busur muka secara struktural dan kedalamannya sangat beragam. 4. Punggungan busur muka secara struktural dan kedalamannya sangat beragam. 5. Homoklin di belahan selatan sepanjang beberapa kilometer sama dengan struktur Mentawai 5. Homoklin di belahan selatan sepanjang beberapa kilometer sama dengan struktur Mentawai
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
yang berada di sebelah selatannya.
yang berada di sebelah selatannya.
6. Sudut kemiringan penunjaman sangat tajam.
6. Sudut kemiringan penunjaman sangat tajam.
c. Bagian Tengah Pulau Sumatra memberikan kenampakan tektonik: c. Bagian Tengah Pulau Sumatra memberikan kenampakan tektonik: 1. Sepanjang 350 kilometer potongan dari sesar Sumatra menunjukkan posisi memotong arah 1. Sepanjang 350 kilometer potongan dari sesar Sumatra menunjukkan posisi memotong arah penunjaman.
penunjaman.
2. Busur vulkanik memotong dengan sesar Sumatra.
2. Busur vulkanik memotong dengan sesar Sumatra.
3. Topografi cekungan busur muka dangkal, sekitar 0.2-0.6 kilometer, dan terbagi-bagi menjadi 3. Topografi cekungan busur muka dangkal, sekitar 0.2-0.6 kilometer, dan terbagi-bagi menjadi berapa
berapa blok blok oleh oleh sesar sesar turun turun miringmiring
4. Busur luar terpecah-pecah.
4. Busur luar terpecah-pecah.
5. Homoklin yang terletak antara punggungan busur muka dan cekungan busur muka 5. Homoklin yang terletak antara punggungan busur muka dan cekungan busur muka tercabik-cabik.
cabik.
6. Sudut kemiringan penunjaman beragam. 6. Sudut kemiringan penunjaman beragam.
Sesar Sumatra sangat tersegmentasi. Segmen-segmen sesar sepanjang 1900 kilometer tersebut Sesar Sumatra sangat tersegmentasi. Segmen-segmen sesar sepanjang 1900 kilometer tersebut merupakan upaya mengadopsi tekanan miring antara lempeng Eurasia dan India-Australia merupakan upaya mengadopsi tekanan miring antara lempeng Eurasia dan India-Australia dengan arah tumbukan 10°N-7°S. Sedikitnya terdapat 19 bagian dengan panjang masing-masing dengan arah tumbukan 10°N-7°S. Sedikitnya terdapat 19 bagian dengan panjang masing-masing segmen 60-200 kilometer, yaitu segmen Sunda (6.75°S-5.9°S), segmen Semangko segmen 60-200 kilometer, yaitu segmen Sunda (6.75°S-5.9°S), segmen Semangko (5.9°S-5.25°S), segmen Kumering (5.3°S-4.35°S), segmen Manna (4.35°S-3.8°S), segmen Musi 5.25°S), segmen Kumering (5.3°S-4.35°S), segmen Manna (4.35°S-3.8°S), segmen Musi (3.65°S-3.25°S), segmen Ketaun (3.35°S-2.75°S), segmen Dikit (2.75°S-2.3°S), segmen Siulak (3.65°S-3.25°S), segmen Ketaun (3.35°S-2.75°S), segmen Dikit (2.75°S-2.3°S), segmen Siulak (2.25°S-1.7°S), segmen Sulii (1.75°S-1.0°S), segmen Sumani (1.0°S-0.5°S), segmen Sianok (2.25°S-1.7°S), segmen Sulii (1.75°S-1.0°S), segmen Sumani (1.0°S-0.5°S), segmen Sianok (0.7°S-0.1°N), segmen Barumun (0.3°N-1.2°N), segmen Angkola (0.3°N-1.8°N), segmen Toru (0.7°S-0.1°N), segmen Barumun (0.3°N-1.2°N), segmen Angkola (0.3°N-1.8°N), segmen Toru (1.2°N-2.0°N), segmen Renun (2.0°N-3.55°N), segmen Tnpz (3.2°N-4.4°N), segmen Aceh (1.2°N-2.0°N), segmen Renun (2.0°N-3.55°N), segmen Tnpz (3.2°N-4.4°N), segmen Aceh (4.4°N-5.4°N), segmen Seulimeum (5.0°N-5.9°N).
(4.4°N-5.4°N), segmen Seulimeum (5.0°N-5.9°N).
Tatanan tektonik regional sangat mempengaruhi perkembangan busur Sunda, di bagian barat, Tatanan tektonik regional sangat mempengaruhi perkembangan busur Sunda, di bagian barat, pertemuan
pertemuan subduksi subduksi antara antara lempeng lempeng Benua Benua Eurasia Eurasia dan dan lempeng lempeng Samudra Samudra AustraliaAustralia mengkontruksikan Busur Sunda sebagai sistem busur tepi kontinen (epi-continent arc) yang mengkontruksikan Busur Sunda sebagai sistem busur tepi kontinen (epi-continent arc) yang relatif stabil; sementara di sebelah timur pertemuan subduksi antara lempeng samudra Australia relatif stabil; sementara di sebelah timur pertemuan subduksi antara lempeng samudra Australia dan lempeng-lempeng mikro Tersier mengkontruksikan sistem busur Sunda sebagai busur dan lempeng-lempeng mikro Tersier mengkontruksikan sistem busur Sunda sebagai busur
kepulauan (island arc) kepulauan yang lebih labil.
kepulauan (island arc) kepulauan yang lebih labil.
Perbedaan sudut penunjaman antara Propinsi Jawa dan Propinsi Sumatra Selatan Busur Sunda Perbedaan sudut penunjaman antara Propinsi Jawa dan Propinsi Sumatra Selatan Busur Sunda mendorong pada kesimpulan bahwa batas Busur Sunda yang mewakili sistem busur kepulauan mendorong pada kesimpulan bahwa batas Busur Sunda yang mewakili sistem busur kepulauan dan busur tepi kontinen terletak di Selat Sunda. Penyimpulan tersebut akan menyisakan dan busur tepi kontinen terletak di Selat Sunda. Penyimpulan tersebut akan menyisakan pertanyaan, karena pola
pertanyaan, karena pola kenampakan anomali gaya kenampakan anomali gaya berat menunjukkan bahwa berat menunjukkan bahwa pola struktur Jawapola struktur Jawa bagian
bagian barat barat yang yang cenderung cenderung lebih lebih sesuai sesuai dengan dengan pola pola Sumatra Sumatra dibanding dibanding dengan dengan pola pola strukturstruktur Jawa bagian Timur. Secara vertikal perkembangan struktur masih menyisakan permasalahan Jawa bagian Timur. Secara vertikal perkembangan struktur masih menyisakan permasalahan namun jika dilakukan pembangungan dengan struktur cekungan Sumatra Selatan, namun jika dilakukan pembangungan dengan struktur cekungan Sumatra Selatan,
struktur-Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
barat seperti
barat seperti Pegunungan Pegunungan Gayo Tengah Gayo Tengah berbeda berbeda dengan dengan pegunungan pegunungan pada pada umumnya di umumnya di SumatraSumatra yang arahnya barat laut
yang arahnya barat laut – – tenggara. Dengan demikian di Sumatra terjadi pertemuan antartenggara. Dengan demikian di Sumatra terjadi pertemuan antar gelombang dengan pusat undasi Margui dan pusat undasi Anambas. Titik pertemuannya adalah gelombang dengan pusat undasi Margui dan pusat undasi Anambas. Titik pertemuannya adalah di Gunung Lembu, adapun busur dalam hasil penggelombangan dari pusat undasi Margui adalah di Gunung Lembu, adapun busur dalam hasil penggelombangan dari pusat undasi Margui adalah kepulauan Barren-Narkondam dan busur luar Andaman
kepulauan Barren-Narkondam dan busur luar Andaman – – Nikobar Nikobar – – Gayo Tengah.Gayo Tengah.
Sedangkan Seksi Sumatra dengan pusat undasinya di Anambas, penggelombangan dari pusat Sedangkan Seksi Sumatra dengan pusat undasinya di Anambas, penggelombangan dari pusat undasi Anambas telah berkembang sejak Palaezoikumakhir, Sehingga menghasilkan sisitem undasi Anambas telah berkembang sejak Palaezoikumakhir, Sehingga menghasilkan sisitem Orogene Malaya pada Mesozoikum bawah (Trias, Jura), system Orogene Sumatra pada Orogene Malaya pada Mesozoikum bawah (Trias, Jura), system Orogene Sumatra pada Mesozoikum atas (Crataceus) dan system orogene Sunda pada priode tersier kuarter, yang Mesozoikum atas (Crataceus) dan system orogene Sunda pada priode tersier kuarter, yang dimaksud dengan Orogene Malaya adalah busur pegunungan yang terbentuk pada Mesozoikun dimaksud dengan Orogene Malaya adalah busur pegunungan yang terbentuk pada Mesozoikun bawah
bawah dengan dengan busur busur Zone Zone Karimata Karimata dan dan busur busur luar luar Daerah Daerah Timah. Timah. Yang Yang dimaksud dimaksud dengandengan Orogene Sumatra adalah busur pengunungan yang terbentuk pada Mesozoikun atas dengan busur Orogene Sumatra adalah busur pengunungan yang terbentuk pada Mesozoikun atas dengan busur dalam Sumatra Timur dan busur luar Sumatra Barat. Yang dimaksud dengan Orogenesa Sunda dalam Sumatra Timur dan busur luar Sumatra Barat. Yang dimaksud dengan Orogenesa Sunda adalah busur pengununagn yang terbuntuk periode Tersier-Kuarter dengan busur dalam Bukit adalah busur pengununagn yang terbuntuk periode Tersier-Kuarter dengan busur dalam Bukit Barisan dan busur luar pulau-pulau sebelah barat Sumatra. Bukit Barisan pada Mesozoikum atas Barisan dan busur luar pulau-pulau sebelah barat Sumatra. Bukit Barisan pada Mesozoikum atas masih merupakan Foredeep, memasuki tersier baru mengalami pengangkatan pada priode Tersier masih merupakan Foredeep, memasuki tersier baru mengalami pengangkatan pada priode Tersier pulau-pulau
pulau-pulau di di sebelah sebelah barat barat Sumatra Sumatra dari dari Nias Nias sampai sampai Enggano Enggano belum belum ada ada memasuki memasuki periodeperiode Kuarter baru mengalami penggkatan membentuk pulau-pulau tadi, sampai sekarang masih Kuarter baru mengalami penggkatan membentuk pulau-pulau tadi, sampai sekarang masih mengalami pengakatan secara pelan-pelan.
mengalami pengakatan secara pelan-pelan.
Sejarah Kejadian Bukit Barisan:
Sejarah Kejadian Bukit Barisan:
• Mesozoikum Bawah
• Mesozoikum Bawah
Bukit barisan masih merupakan Foredeep dari Orogene Malaya, terisi dengan Sendimen marin. Bukit barisan masih merupakan Foredeep dari Orogene Malaya, terisi dengan Sendimen marin. Terjadi penyusupan batuan Ophiolith (larva basa/ ultra basal) sebagai mana dapat dijumpai di Terjadi penyusupan batuan Ophiolith (larva basa/ ultra basal) sebagai mana dapat dijumpai di
Pegunungan Garba dan Gumai (Sumatra Selatan)
Pegunungan Garba dan Gumai (Sumatra Selatan)
• Kapur Atas mengalami Penggkatan I
• Kapur Atas mengalami Penggkatan I
Terjadi intrusi batuan granit dalam batuan sendimen slate masa Mesozoikum. Pegunungan yang Terjadi intrusi batuan granit dalam batuan sendimen slate masa Mesozoikum. Pegunungan yang terbentuk ini sifatnya masih non vulkanis dan dikenal sebagei Proto Barisan. terbentuk ini sifatnya masih non vulkanis dan dikenal sebagei Proto Barisan.
• Paleogen ( Oligo
• Paleogen ( Oligo-Miosen)-Miosen)
Terjadi penurunan Proto Basin secara pelan-pelan Asthenolith yang terdiri dari materi magma Terjadi penurunan Proto Basin secara pelan-pelan Asthenolith yang terdiri dari materi magma dengan pemasaman sedang sehingga terperas sehingga menyebar ke arah sisi bagian luar. Di dengan pemasaman sedang sehingga terperas sehingga menyebar ke arah sisi bagian luar. Di Sumatra Selatan penurunan ini disertai dengan aktivitas vulkanisme, menghasikan batuan Sumatra Selatan penurunan ini disertai dengan aktivitas vulkanisme, menghasikan batuan
Andesit Tua.
Andesit Tua.
• Intra Meosen
• Intra Meosen
Mengalami penggkatan II disertai intrusi Batholit mendekati permukaan bumi membentuk Mengalami penggkatan II disertai intrusi Batholit mendekati permukaan bumi membentuk vulkan-vulkan andesit tua. Pengkatan masa ini bersifat vulkanis dengan erupsi asam dan sedang. vulkan-vulkan andesit tua. Pengkatan masa ini bersifat vulkanis dengan erupsi asam dan sedang.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
mengakibatkan pucak Geantiklin Bukit barisan pecah-pecah menghasilkan slenk atau Graben mengakibatkan pucak Geantiklin Bukit barisan pecah-pecah menghasilkan slenk atau Graben antara Batang Ankola-Batang Toru di Sumatara Utara. Materi sedimen di backdeep di sekitar antara Batang Ankola-Batang Toru di Sumatara Utara. Materi sedimen di backdeep di sekitar
Palembang, Mangkani, Batak Land mengalami pelipatan.
Palembang, Mangkani, Batak Land mengalami pelipatan.
• Niogen (Mio–
• Niogen (Mio– Pliosen)Pliosen)
Bukit Barisan mengalami penurunan lagi secara pelan-penan kemudian terisi dengan sedimen. Bukit Barisan mengalami penurunan lagi secara pelan-penan kemudian terisi dengan sedimen.
• Plio
• Plio-Pleistisen-Pleistisen
Bukit Barisan mengalami penggkatan III di mana seharusnya sudah tidak vulkanis namun terjadi Bukit Barisan mengalami penggkatan III di mana seharusnya sudah tidak vulkanis namun terjadi pengaktifan
pengaktifan kembali kembali vulkanisme. vulkanisme. Gaya Gaya tarik tarik ke ke dasar dasar laut laut yang yang dalam dalam di di sebelah sebelah baratbarat menyebabkan retakan-retakan yang memungkinkan magma masuk menyusup lewat retakan menyebabkan retakan-retakan yang memungkinkan magma masuk menyusup lewat retakan tersebut. Akibatnya geantiklin patahan memanjang disekitar slank membentuk Lembah tersebut. Akibatnya geantiklin patahan memanjang disekitar slank membentuk Lembah Semangka yang bermula dari Teluk Semangkadi Tenggara sampai Lembah Aceh di Barat Laut. Semangka yang bermula dari Teluk Semangkadi Tenggara sampai Lembah Aceh di Barat Laut. Erupsi selama periode Pleistosen menghasilkan depresiVvolcano-Tektonik seperti Lembah Suoh Erupsi selama periode Pleistosen menghasilkan depresiVvolcano-Tektonik seperti Lembah Suoh dan Danau Ranau di Sumatra Selatan, Danau Maninjau dan Danau Rinjani di Sumatra Tengah, dan Danau Ranau di Sumatra Selatan, Danau Maninjau dan Danau Rinjani di Sumatra Tengah, dan Danau Toba di Sumatra Utara. Penggkatan III pada periode Plio-Pleitosen di Sumatra Utara dan Danau Toba di Sumatra Utara. Penggkatan III pada periode Plio-Pleitosen di Sumatra Utara antara Sungai Barumun dan Sungai Wampu menghasilkan bentuk Dome yang dikenal dengan antara Sungai Barumun dan Sungai Wampu menghasilkan bentuk Dome yang dikenal dengan nama Batak Timor.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
sehingga materi yang dimuntahkan volumenya sekitar 2000 km3, menghasilkan gua di bagian sehingga materi yang dimuntahkan volumenya sekitar 2000 km3, menghasilkan gua di bagian bawah pipa k
bawah pipa kepundan. Bahan epundan. Bahan erupsi Batak Timor erupsi Batak Timor sampai ke Malaka sampai ke Malaka dalam jarak 300dalam jarak 300-400 km, di-400 km, di mana tebal abu vulkanik sekitar 5 ft (1,5 m). Aliran lava menutupi daerah seluas 20.000-30.000 mana tebal abu vulkanik sekitar 5 ft (1,5 m). Aliran lava menutupi daerah seluas 20.000-30.000 km2 yang tebalnya sampai ratusan meter.
km2 yang tebalnya sampai ratusan meter.
Sebagai akibat dari gaya berat atap gua yang terbentuk di bawah pipa kepundan maka atap gua Sebagai akibat dari gaya berat atap gua yang terbentuk di bawah pipa kepundan maka atap gua runtuh membentuk depresi yang kemudian terisi air membentuk Danau Toba. Kemudian gaya runtuh membentuk depresi yang kemudian terisi air membentuk Danau Toba. Kemudian gaya dari dalam dapur magma mendorong runtuhan tadi sehingga terungkit ke atas dan muncul di dari dalam dapur magma mendorong runtuhan tadi sehingga terungkit ke atas dan muncul di permukaan dan
permukaan danau sebagai au sebagai pulau. Pada pulau. Pada mulanya ketinggian mulanya ketinggian permukaan permukaan air danau air danau 1.150 1.150 m di m di atasatas permukaan
permukaan laut, laut, tetapi tetapi karena karena erosi erosi mundur mundur yang yang dialami dialami sungai sungai Asahan Asahan mencapai mencapai danau danau TobaToba maka drainasenya lewat sungai Asahan menyebabkan permukaan air danau turun hingga maka drainasenya lewat sungai Asahan menyebabkan permukaan air danau turun hingga
ketinggian 906 m di atas permukaan laut.
ketinggian 906 m di atas permukaan laut.
Sebagaiman telah disinggunga dimuka, pada periode Neogen (Mio-Pliosen) Sematra Timur Sebagaiman telah disinggunga dimuka, pada periode Neogen (Mio-Pliosen) Sematra Timur mengalami penurunan mencapai ribuan meter, kemudian terisi dengan sdimen marine (Telisa & mengalami penurunan mencapai ribuan meter, kemudian terisi dengan sdimen marine (Telisa & Lower Palembang stage) dan sedimen daratan (Middle & Upper Palembang stage). Ketika terjadi Lower Palembang stage) dan sedimen daratan (Middle & Upper Palembang stage). Ketika terjadi pengangkatan
pengangkatan III III pada pada periode periode Plio-Pleitosen, Plio-Pleitosen, maka maka endapan endapan di di basin basin Sumatera Sumatera Timur Timur iniini menderita tekanan gaya berat dari arah Bukit Barisan. Gejala Compression di basin minyak menderita tekanan gaya berat dari arah Bukit Barisan. Gejala Compression di basin minyak sumatera Timur pada periode Plio-Pleistosen akan dibicarakan secara berturut-turut mulai dari sumatera Timur pada periode Plio-Pleistosen akan dibicarakan secara berturut-turut mulai dari Sumatra Selatan ke utara.
Sumatra Selatan ke utara.
Terbentuknya pegunungan Bukit Barisan … Terbentuknya pegunungan Bukit Barisan …
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Indonesia
Indonesia terletak pada terletak pada pertemuan tiga pertemuan tiga lempeng aktif dlempeng aktif dunia, yaitu: unia, yaitu: lempeng Indo-Australia,lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik yangmana kepulauan di nusantara tersebut akan terus lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik yangmana kepulauan di nusantara tersebut akan terus bergerak rata2 3-6cm *bahkan 12cm* per tahunnya, yang saling berrtumbukan/berinteraksi. bergerak rata2 3-6cm *bahkan 12cm* per tahunnya, yang saling berrtumbukan/berinteraksi.
Pulau sumatera sendiri berada pada zona wilayah tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Pulau sumatera sendiri berada pada zona wilayah tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Gambar disamping berikut adalah visualisasi kronologis dari pulau Sumatera lempeng Eurasia. Gambar disamping berikut adalah visualisasi kronologis dari pulau Sumatera (Isya N Dana, pakar Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi).
(Isya N Dana, pakar Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi).
Pegunungan Bukit Barisan adalah jajaran pengunungan yang membentang dari ujung utara (di Pegunungan Bukit Barisan adalah jajaran pengunungan yang membentang dari ujung utara (di Nangroe
Nangroe Aceh Aceh Darusalam) Darusalam) sampai sampai ujung ujung selatan selatan (di (di Lampung) Lampung) pulau pulau Sumatra. Sumatra. ProsesProses pembentukan pegunungan ini berlangsung menurut skala tahun geologi
pembentukan pegunungan ini berlangsung menurut skala tahun geologi yaitu berkisar antara 45yaitu berkisar antara 45 – – 450 juta tahun yang lalu. Teori pergerakan lempeng tektonik menjelaskan bagaimana 450 juta tahun yang lalu. Teori pergerakan lempeng tektonik menjelaskan bagaimana pegunungan ini terbentuk.
pegunungan ini terbentuk.
Lempeng tektonik merupakan bagian dari litosfer padat yang terapung di atas mantel Lempeng tektonik merupakan bagian dari litosfer padat yang terapung di atas mantel yang bergerak satu sama lainnya. Terdapat tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik yang bergerak satu sama lainnya. Terdapat tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila: 1] Kedua lempeng saling menjauhi (spreading) ; relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila: 1] Kedua lempeng saling menjauhi (spreading) ;
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
pada
pada bagian bagian ini ini kita kita dapat dapat melihat melihat salah salah satu satu manifestasinya manifestasinya berupa berupa puncak puncak tertinggi tertinggi padapada gunungapi Kerinci, 3.805mdpl, di Jambi*.
gunungapi Kerinci, 3.805mdpl, di Jambi*.
Bumi/Earth terdiri atas 3bagian utama, yakni: litosfer (kerak bumi yang terdiri atas lempeng Bumi/Earth terdiri atas 3bagian utama, yakni: litosfer (kerak bumi yang terdiri atas lempeng samudera & lempeng benua, bertemperatur antara 30-50 derajat Celcius), mantel (dikenal samudera & lempeng benua, bertemperatur antara 30-50 derajat Celcius), mantel (dikenal sebagai astenosfer, berupa pasta panas) & inti bumi (solid core & liquid core, bertemperatur sebagai astenosfer, berupa pasta panas) & inti bumi (solid core & liquid core, bertemperatur mencapai ribuan derajat Celcius). Sederhananya adalah bahwa temperatur bumi semakin ke mencapai ribuan derajat Celcius). Sederhananya adalah bahwa temperatur bumi semakin ke dalam relatif semakin panas. Pergerakan lempeng tektonik muncul akibat dipicu oleh panas pada dalam relatif semakin panas. Pergerakan lempeng tektonik muncul akibat dipicu oleh panas pada inti bumi. Sehingga secara ilmiah/alamiah akan terjadi pergerakan materi panas ke dingin atau inti bumi. Sehingga secara ilmiah/alamiah akan terjadi pergerakan materi panas ke dingin atau
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Teori mengenai gaya konveksi inti bumi dilontarkan oleh Arthur Holmes (Scottish geologist, Teori mengenai gaya konveksi inti bumi dilontarkan oleh Arthur Holmes (Scottish geologist, 1929) yang mampu menerangkan mekanisme gerakan lempeng tektonik dari Alfred Wegener 1929) yang mampu menerangkan mekanisme gerakan lempeng tektonik dari Alfred Wegener (German meteorologist and geophysicist, 1912).
(German meteorologist and geophysicist, 1912). RIAU …
RIAU …
Provinsi Riau memiliki topografi dengan kemiringan lahan 0
Provinsi Riau memiliki topografi dengan kemiringan lahan 0 – – 2 persen (datar) seluas 1.157.006 2 persen (datar) seluas 1.157.006 hektar, kemiringan lahan 15
hektar, kemiringan lahan 15 – – 40 persen (curam) seluas 737.966 hektar dan daerah dengan 40 persen (curam) seluas 737.966 hektar dan daerah dengan topografi yang memiliki kemiringan sangat curam (> 40 persen) seluas 550.928 (termasuk topografi yang memiliki kemiringan sangat curam (> 40 persen) seluas 550.928 (termasuk Provinsi Kepulauan Riau) hektar dengan ketinggian rata-rata 10 meter di atas permukaan laut. Provinsi Kepulauan Riau) hektar dengan ketinggian rata-rata 10 meter di atas permukaan laut. Secara umum topografi Provinsi Riau merupakan daerah dataran rendah dan agak bergelombang Secara umum topografi Provinsi Riau merupakan daerah dataran rendah dan agak bergelombang
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Keseluruhan daerah tersebut dapat dikatakan tanah tua sedangkan selebihnya membentang ke Keseluruhan daerah tersebut dapat dikatakan tanah tua sedangkan selebihnya membentang ke utara sampai dengan daerah-daerah pantai, merupakan kontruksi dari formasi jenis tanah utara sampai dengan daerah-daerah pantai, merupakan kontruksi dari formasi jenis tanah alluvium (endapan) yang
alluvium (endapan) yang berasal dari zaman berasal dari zaman Quarter sampai Quarter sampai dengan dengan zaman Recen, terlebih-zaman Recen, terlebih-lebih pada daerah bencah berawa-rawa sepanjang daerah pantai utara. Provinsi Riau terdapat lebih pada daerah bencah berawa-rawa sepanjang daerah pantai utara. Provinsi Riau terdapat empat jenis tanah (berdasarkan penelitian Zwieryeki, tahun 1919-1929), yakni :
empat jenis tanah (berdasarkan penelitian Zwieryeki, tahun 1919-1929), yakni : Jenis tanah Organosol Glei Humus
Jenis tanah Organosol Glei Humus
Jenis Tanah Padsolik Merah Kuning dari Alluvium Jenis Tanah Padsolik Merah Kuning dari Alluvium Jenis Tanah Padsolik Merah Kuning dari batuan endapat Jenis Tanah Padsolik Merah Kuning dari batuan endapat
Jenis tanah Padsolik Merah kuning dari batuan endapan dan batuan beku. Jenis tanah Padsolik Merah kuning dari batuan endapan dan batuan beku.
Jenis-jenis tanah tersebut terutama didapati di daerah-daerah sepanjang pantai sampai dengan Jenis-jenis tanah tersebut terutama didapati di daerah-daerah sepanjang pantai sampai dengan pertengahan
pertengahan daratan daratan yang yang berformasi berformasi sebagai sebagai daratan daratan muda muda tidak tidak bergunung-gunung, bergunung-gunung, bahkanbahkan beberapa bagian terdiri dari tanah bencah berawa-rawa.
beberapa bagian terdiri dari tanah bencah berawa-rawa.
Dumai adalah salah satu pintu gerbang utama bagi daerah Riau Daratan yang dahulunya hanya Dumai adalah salah satu pintu gerbang utama bagi daerah Riau Daratan yang dahulunya hanya sebuah kota nelayan kecil dibelahan pantai timur Sumatera. Namun saat ini kota ini telah sebuah kota nelayan kecil dibelahan pantai timur Sumatera. Namun saat ini kota ini telah berubah
berubah dan dan sedang sedang tumbuh tumbuh pesat pesat menjadi menjadi sebuah sebuah Kota Kota Industri Industri dan dan Kota Kota Pelabuhan Pelabuhan MinyakMinyak yang dilengkapi dengan tangki-tangki penyimpanan minyak dan instalasi lainnya.
yang dilengkapi dengan tangki-tangki penyimpanan minyak dan instalasi lainnya. Kota Dumai
Kota Dumai Informasi Umum Informasi Umum
Secara geografis, Kota Dumai berada pada posisi
1º23-Secara geografis, Kota Dumai berada pada posisi 1º23-1º24‟23″ BT dan 101º28‟13 LU dengan1º24‟23″ BT dan 101º28‟13 LU dengan luas wilayah 1.727,385 km², terdiri dari tiga daerah kecamatan dengan batas wilayah sebagai luas wilayah 1.727,385 km², terdiri dari tiga daerah kecamatan dengan batas wilayah sebagai berikut:
berikut:
Utara : Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis Utara : Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Kota Dumai terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi Kota Dumai terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi dengan situasi mengarah ke arah Selatan pantai Pulau Rupat dengan situasi mengarah ke arah Selatan pantai Pulau Rupat dengan kondisi topografi datar. Setiap tahun Kota Dumai dengan kondisi topografi datar. Setiap tahun Kota Dumai mengalami iklim yang berubah-ubah dan sangat dipengaruhi mengalami iklim yang berubah-ubah dan sangat dipengaruhi oleh iklim laut dengan rata-rata curah hujan antara 200-300, oleh iklim laut dengan rata-rata curah hujan antara 200-300, dengan dua musim, yakni musim kemarau dari Maret ke dengan dua musim, yakni musim kemarau dari Maret ke Agustus dan musim hujan dari September ke Februarid dengan Agustus dan musim hujan dari September ke Februarid dengan rata-rata suhu udara berkisar antara 24º-33º C.
rata-rata suhu udara berkisar antara 24º-33º C.
Kota Dumai dengan jumlah penduduk sebanyak 230.191 jiwa Kota Dumai dengan jumlah penduduk sebanyak 230.191 jiwa
merupakan salah satu kota pelabuhan paling strategis di Provinsi Riau. Sebagai pintu gerbang di merupakan salah satu kota pelabuhan paling strategis di Provinsi Riau. Sebagai pintu gerbang di pantai
pantai timur timur Sumatera, Sumatera, pelabuhan pelabuhan Dumai Dumai berperan berperan penting penting dalam dalam melayani melayani aktifitas aktifitas eksporekspor impor barang dan penumpang domestik maupun manca negara seperti Malaka Malaysia. impor barang dan penumpang domestik maupun manca negara seperti Malaka Malaysia. Pelabuhan ini terdiri dari 9 unit, empat diantaranya dikelola oleh perusahaan minyak “Chevron” Pelabuhan ini terdiri dari 9 unit, empat diantaranya dikelola oleh perusahaan minyak “Chevron” dan 5 unit dikelola oleh Pemerintah. Saat ini aktifitas ekspor impor menghasilkan uang sebanyak dan 5 unit dikelola oleh Pemerintah. Saat ini aktifitas ekspor impor menghasilkan uang sebanyak US$. 5.770,13 juta per tahun.
US$. 5.770,13 juta per tahun.
Saat ini sebuah kota yang berkembang pesat, Dumai telah dilengkapi dengan fasilitas dan Saat ini sebuah kota yang berkembang pesat, Dumai telah dilengkapi dengan fasilitas dan infrastruktur yang baik seperti sarana transportasi (Jalan Raya, Pelabuhan dan Bandar Udara), infrastruktur yang baik seperti sarana transportasi (Jalan Raya, Pelabuhan dan Bandar Udara), Listrik, Perbankan, Layanan Telekomunikasi Canggih (termasuk Telepon Selular dan Jaringan Listrik, Perbankan, Layanan Telekomunikasi Canggih (termasuk Telepon Selular dan Jaringan Internet).