• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran SMK dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Peran SMK dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

1

1

P

P

P

P

e

e

e

e

r

r

r

r

a

a

a

a

n

n

n

n

S

S

S

S

M

M

M

M

K

K

K

K

d

d

d

d

a

a

a

a

l

l

l

l

a

a

a

a

m

m

m

m

M

M

M

M

e

e

e

e

n

n

n

n

d

d

d

d

u

u

u

u

k

k

k

k

u

u

u

u

n

n

n

n

g

g

g

g

P

P

P

P

e

e

e

e

r

r

r

r

t

t

t

t

u

u

u

u

m

m

m

m

b

b

b

b

u

u

u

u

h

h

h

h

a

a

a

a

n

n

n

n

E

E

E

E

k

k

k

k

o

o

o

o

n

n

n

n

o

o

o

o

m

m

m

m

i

i

i

i

D

D

D

D

a

a

a

a

e

e

e

e

r

r

r

r

a

a

a

a

h

h

h

h

:

:

:

:

S

S

S

Se

e

eb

e

b

bu

b

u

ua

u

a

ah

a

h

h A

h

An

A

A

n

na

n

a

al

a

lli

l

iis

i

s

si

s

iis

i

s

s M

s

Ma

M

M

a

ak

a

k

kr

k

r

ro

r

oe

o

o

e

ek

e

k

ko

k

on

o

o

n

no

n

o

om

o

mi

m

m

iik

i

k

ka

k

a

a

a

Jose Rizal Joesoef  Jose Rizal Joesoef  Umi Muawanah Umi Muawanah Fahmi Poernamawatie Fahmi Poernamawatie Sugeng Mulyono Sugeng Mulyono Imam Mukhlis Imam Mukhlis

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2007 2007

(2)

2

2

DAFTAR ISI DAFTAR ISI  DAFTAR ISI 2DAFTAR ISI 2

 ABSTRAK ABSTRAK 33

11 Pendahuluan Pendahuluan 33

22 Perkembangan Perkembangan SMK SMK 2003-2006 2003-2006 55 2.1.

2.1. Perkembangan Perkembangan Jumlah Jumlah SMK SMK 55 2.2.

2.2. Macam Macam Bidang/Program Bidang/Program Keahlian Keahlian dalam dalam SMK SMK 77 2.3.

2.3. Perkembangan Perkembangan Jumlah Jumlah Siswa Siswa SMK SMK 99 33 Kerangka Kerangka Teoritis: Teoritis: Pendidikan Pendidikan dan dan Pertumbuhan Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi 1010

3.1.

3.1. Pendidikan Pendidikan dan dan Produktivitas Produktivitas Kerja Kerja 1010 3.2.

3.2. Produktivitas Produktivitas Kerja Kerja dan dan Pertumbuhan Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi 1111 3.3.

3.3. Hipotesis Hipotesis 1313

44 Metode Metode Penelitian Penelitian 1313

4.1.

4.1. Data Data dan dan Sumber Sumber Data Data 1313 4.2.

4.2. Teknik Teknik Analisis Analisis 1313

4.2.1.

4.2.1. Korelasi Korelasi 1313

4.2.2.

4.2.2. Two-Stage Least SquareTwo-Stage Least Square (2SLS) (2SLS) 1414 4.2.3.

4.2.3. Simple Least SquareSimple Least Square 1515 55 Analisis Analisis dan dan Pembahasan Pembahasan 1616

5.1.

5.1. Hubungan Hubungan antara antara Jumlah Jumlah Siswa Siswa terhadap terhadap Jumlah Jumlah Sekolah Sekolah 1717 5.2.

5.2. Pertumbuhan Pertumbuhan Jumlah Jumlah SMK SMK dan dan Kualitas Kualitas Lulusan Lulusan SMK SMK 1919 5.3.

5.3. Kualitas Kualitas Lulusan Lulusan SMK SMK dan dan Kesempatan Kesempatan Kerja Kerja 2121 5.4.

5.4. SMK, SMK, Kesempatan Kesempatan Kerja, Kerja, dan dan Pertumbuhan Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi Regional Regional 2525

66 Penutup Penutup 2828

(3)

3

3

P

P

P

P

e

e

e

e

r

r

r

r

a

a

a

a

n

n

n

n

S

S

S

S

M

M

M

M

K

K

K

K

d

d

d

d

a

a

a

a

l

l

l

l

a

a

a

a

m

m

m

m

M

M

M

M

e

e

e

e

n

n

n

n

u

u

u

u

n

n

n

n

 j

 j

 j

 j

a

a

a

a

n

n

n

n

g

g

g

g

P

P

P

P

e

e

e

e

r

r

r

r

t

t

t

t

u

u

u

u

m

m

m

m

b

b

b

b

u

u

u

u

h

h

h

h

a

a

a

a

n

n

n

n

E

E

E

E

k

k

k

k

o

o

o

o

n

n

n

n

o

o

o

o

m

m

m

m

i

i

i

i

D

D

D

D

a

a

a

a

e

e

e

e

r

r

r

r

a

a

a

a

h

h

h

h

:

:

:

:

S

S

S

S

e

e

e

e

b

b

b

b

u

u

u

u

a

a

a

a

h

h

h

h

A

A

A

A

n

n

n

n

a

a

a

a

l

l

l

l

i

i

i

i

s

s

s

s

i

i

i

i

s

s

s

s

M

M

M

M

a

a

a

a

r

r

r

r

k

k

k

k

o

o

o

o

e

e

e

e

k

k

k

k

o

o

o

o

n

n

n

n

o

o

o

o

m

m

m

m

i

i

i

i

k

k

k

k

a

a

a

a

The Role of SMK in

The Role of SMK in Supporting Regional Economic Growth: An Macroeconomic AnalysisSupporting Regional Economic Growth: An Macroeconomic Analysis Jose Rizal Joesoef, Umi Muawanah, Fahmi Poernamawati, Sugeng Mulyono, Jose Rizal Joesoef, Umi Muawanah, Fahmi Poernamawati, Sugeng Mulyono, dan Imam Mukhlis

dan Imam Mukhlis

ABSTRAK ABSTRAK

This article presents the empirical results confirming the important role

This article presents the empirical results confirming the important role

of SMK in supporting regional economic growth in Indonesia. In

of SMK in supporting regional economic growth in Indonesia. In

influen-cing regional economies, it is argued that SMK has significant direct

cing regional economies, it is argued that SMK has significant direct

im-pact on labor market and subsequently on regional economic growth. It

pact on labor market and subsequently on regional economic growth. It

indicates that the position of SMK is between two forces: the input

indicates that the position of SMK is between two forces: the input

mar-ket from where SMK has to “buy” SMP graduates and the labor marmar-ket

ket from where SMK has to “buy” SMP graduates and the labor market

to where SMK has to “sell” SMK graduates. The SMK’s capacity

to where SMK has to “sell” SMK graduates. The SMK’s capacity

signifi-cantly depends on the input market’s response (that is SMP graduates),

cantly depends on the input market’s response (that is SMP graduates),

and the labor market’s response (that is DUDI) significantly depends on

and the labor market’s response (that is DUDI) significantly depends on

the quality of SMK graduates. After having been formed by SMK

the quality of SMK graduates. After having been formed by SMK

gra-duates, then the labor market exerts positive effect on regional

duates, then the labor market exerts positive effect on regional

eco-nomic growth.

nomic growth.

Kata Kunci:

Kata Kunci: lulusan SMP, lulusan SMK, kualitas lulusan, pasar tenaga kerja,lulusan SMP, lulusan SMK, kualitas lulusan, pasar tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi,

pertumbuhan ekonomi, two-stage least squaretwo-stage least square (2SLS)(2SLS)

1

1

1

1

P

P

P

P

E

E

E

E

N

N

N

N

D

D

D

D

A

A

A

A

H

H

H

H

U

U

U

U

L

L

L

L

U

U

U

U

A

A

A

A

N

N

N

N

Hampir semua negara, tak terkecuali Indonesia, sangat berkepentingan Hampir semua negara, tak terkecuali Indonesia, sangat berkepentingan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi tinggi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi tinggi diyakini mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk diyakini mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk mening-katkan pertumbuhan ekonominya, strategi yang dianggap efektif adalah dengan katkan pertumbuhan ekonominya, strategi yang dianggap efektif adalah dengan melakukan industrialisasi. Industrialisasi, pada derajad tertentu, melakukan industrialisasi. Industrialisasi, pada derajad tertentu, mengimplika-sikan pergeseran proses produksi dari

sikan pergeseran proses produksi dari labouringlabouring menjadimenjadi manufacturingmanufacturing dalam artidalam arti tenaga kerja manusia tergantikan oleh

tenaga kerja manusia tergantikan oleh hard technologyhard technology. Ini berarti industrialisasi. Ini berarti industrialisasi membutuhkan tenaga-tenaga kerja terampil (

membutuhkan tenaga-tenaga kerja terampil (skilled workersskilled workers) yang mampu tidak) yang mampu tidak hanya mengoperasikan teknologi tersebut, melainkan juga memeliharanya. hanya mengoperasikan teknologi tersebut, melainkan juga memeliharanya. Industrialisasi juga berpotensi menciptakan pengangguran jika pergeseran proses Industrialisasi juga berpotensi menciptakan pengangguran jika pergeseran proses produksi tersebut tidak dibarengi dengan perubahan orientasi pendidikan dari produksi tersebut tidak dibarengi dengan perubahan orientasi pendidikan dari akademis menjadi vokasional. Oleh karena, dalam rangka menunjang akademis menjadi vokasional. Oleh karena, dalam rangka menunjang pertum- buhan ekonomi, pendidikan semacam SMK, menjadi penting.

(4)

4

4

Pentingnya SMK dapat dijelaskan dengan empat hal berikut: Pentingnya SMK dapat dijelaskan dengan empat hal berikut: 1.

1. SMK menghasilkanSMK menghasilkan specific human capitalspecific human capital  , ketimbang  , ketimbang  general human capital  general human capital (meminjam istilah Becker (1964)). Dalam SMK, siswa diprogram untuk (meminjam istilah Becker (1964)). Dalam SMK, siswa diprogram untuk ber-komitmen pada ketrampilan khusus (

komitmen pada ketrampilan khusus (specificspecific) tertentu sehingga ia dapat) tertentu sehingga ia dapat lebih berkonsentrasi pada usaha untuk mengasah dan mengembangkan lebih berkonsentrasi pada usaha untuk mengasah dan mengembangkan ketrampilan itu. Semakin khusus ketrampilan alumni SMK, semakin ketrampilan itu. Semakin khusus ketrampilan alumni SMK, semakin mudah ia mengembangkan ketrampilan itu.

mudah ia mengembangkan ketrampilan itu. 2.

2. Keanekaragaman jalur keahlian dalam SMK, mencerminkan diferensiasiKeanekaragaman jalur keahlian dalam SMK, mencerminkan diferensiasi siswa/lulusan satu terhadap siswa/lulusan lainnya. Diferensiasi jalur siswa/lulusan satu terhadap siswa/lulusan lainnya. Diferensiasi jalur keahlian dalam SMK mengimplikasikan spesifikasi satu lulusan tertentu keahlian dalam SMK mengimplikasikan spesifikasi satu lulusan tertentu terhadap satu lulusan lainnya sehingga para lulusan SMK relatif “tidak terhadap satu lulusan lainnya sehingga para lulusan SMK relatif “tidak hilang dalam kerumunan” di antara lulusan-lulusan sekolah menengah hilang dalam kerumunan” di antara lulusan-lulusan sekolah menengah lainnya. Pendek kata, SMK membuat lulusannya tidak

lainnya. Pendek kata, SMK membuat lulusannya tidak loosing in the crowdloosing in the crowd.. Hal ini memberikan

Hal ini memberikan menumenu   bagi DUDI untuk mendapatkan alumni SMK  bagi DUDI untuk mendapatkan alumni SMK yang spesifik serta

yang spesifik serta matchmatch dengan kebutuhannya.dengan kebutuhannya. 3.

3. Melalui SMK, siswa dapat “memperpendek masa studi” sehinggaMelalui SMK, siswa dapat “memperpendek masa studi” sehingga mengurangi beban ekonomi orangtua siswa atas pendidikan anaknya.

mengurangi beban ekonomi orangtua siswa atas pendidikan anaknya. 4.

4. Melalui SMK pula, siswa SMK dapat “memperpanjang masa magang,”Melalui SMK pula, siswa SMK dapat “memperpanjang masa magang,” sehingga mengurangi biaya

sehingga mengurangi biaya on-the-job-trainingon-the-job-training yang seharusnya dipikulyang seharusnya dipikul oleh DUDI.

oleh DUDI.

Banyak pakar menaruh perhatian mendalam terhadap sekolah kejuruan, di Banyak pakar menaruh perhatian mendalam terhadap sekolah kejuruan, di antaranya adalah Balogh (1969), Grubb (1985), dan Psacharopoulos (1997). Balogh antaranya adalah Balogh (1969), Grubb (1985), dan Psacharopoulos (1997). Balogh melihat bahwa sekolah kejuruan dapat mengatasi masalah-masalah di melihat bahwa sekolah kejuruan dapat mengatasi masalah-masalah di negara-negara berkembang. Ia mengatakan bahwa: “

negara berkembang. Ia mengatakan bahwa: “  As a purposive factor for rural socio-  As a purposive factor for rural socio-economic prosperity and progress, education must be technical,

economic prosperity and progress, education must be technical, vocational and democratic”vocational and democratic” (h.262). Ia bahkan menyarankan

(h.262). Ia bahkan menyarankan “elementary education must impart technical know-“elementary education must impart technical know-ledge to rural youth in an eminently practical way ...”

ledge to rural youth in an eminently practical way ...” (h. 265).(h. 265). Grubb (1985) menceritakan

Grubb (1985) menceritakan rationalerationale pendirian sekolah kejuruan oleh kolonipendirian sekolah kejuruan oleh koloni Inggris di India pada pertengahan abad 19. Alasan koloni Inggris untuk Inggris di India pada pertengahan abad 19. Alasan koloni Inggris untuk mendirikan sekolah kejuruan adalah

mendirikan sekolah kejuruan adalah “to stabilize traditional agricultural life and to“to stabilize traditional agricultural life and to curb educational ‘over-production’—the tendency of individuals from rural areas to curb educational ‘over-production’—the tendency of individuals from rural areas to continue in school past the capacity of labour markets to absorb them”

continue in school past the capacity of labour markets to absorb them” (h.527-28).(h.527-28).

Psacharopoulos (1997)—ekonom dari London School of Economics (LSE) Psacharopoulos (1997)—ekonom dari London School of Economics (LSE) sekaligus konsultan Bank Dunia—melihat fakta bahwa negara-negara sekaligus konsultan Bank Dunia—melihat fakta bahwa negara-negara berkem- bang berusaha mempersolek dirinya menjadi negara industri. Industrialisasi  bang berusaha mempersolek dirinya menjadi negara industri. Industrialisasi

men-syaratkan teknologi, dan teknologi membutuhkan tenaga kerja (

syaratkan teknologi, dan teknologi membutuhkan tenaga kerja ( hard skillhard skill) sebagai) sebagai operatornya. Ia mengatakan:

operatornya. Ia mengatakan: “If technology is seen as a panacea for industrializing a“If technology is seen as a panacea for industrializing a country’s economy and achieving higher levels of per capita income, the next logical step i country’s economy and achieving higher levels of per capita income, the next logical step iss to instil into the labour force the ‘necessary skills’ for such higher technology to be applied to instil into the labour force the ‘necessary skills’ for such higher technology to be applied and further developed”

and further developed” (h.385). Ini berarti penyediaan sekolah kejuruan untuk(h.385). Ini berarti penyediaan sekolah kejuruan untuk mencetak

mencetak necessary skillsnecessary skills menjadi sangat penting. Penyediaan sekolah ini digam-menjadi sangat penting. Penyediaan sekolah ini digam- barkan oleh Psacharopoulos sebagai berikut: “

(5)

5

5

transportation costs between two sides of a river, so by providing vocational education a transportation costs between two sides of a river, so by providing vocational education a country can allegedly prosper economically and reap more easily the benefits of economic country can allegedly prosper economically and reap more easily the benefits of economic  growth”

 growth” (h.385).(h.385).

Argumen dari Balogh (1969), Grubb (1985), dan Psacharopoulos (1997) di Argumen dari Balogh (1969), Grubb (1985), dan Psacharopoulos (1997) di atas, cukup dapat dijadikan

atas, cukup dapat dijadikan samplesample yang menyatakan pentingnya sekolah kejuruanyang menyatakan pentingnya sekolah kejuruan  bagi negara-negara berkembang. Konsensus mereka ini kemudian dikuatkan oleh  bagi negara-negara berkembang. Konsensus mereka ini kemudian dikuatkan oleh hasil studi UNESCO-UNEVOC (2006)—International Centre for Technical and hasil studi UNESCO-UNEVOC (2006)—International Centre for Technical and Vocational Education and Training—yang menemukan bahwa

Vocational Education and Training—yang menemukan bahwa “…the higher the“…the higher the GDP per capita, the higher the Percentages of Technical/Vocational Enrolment (PTVE),” GDP per capita, the higher the Percentages of Technical/Vocational Enrolment (PTVE),” (h.64) di mana PTVE adalah

(h.64) di mana PTVE adalah “number of students enrolled in technical/vocational“number of students enrolled in technical/vocational  programmes at a given level of education as a percentage of the total number of students  programmes at a given level of education as a percentage of the total number of students

enrolled in all

enrolled in all programmeprogrammes (technical/vocational and general) at that s (technical/vocational and general) at that level”.level”.

Artikel ini bertujuan untuk memotret perkembangan SMK di Indonesia Artikel ini bertujuan untuk memotret perkembangan SMK di Indonesia sekaligus menganalisis perannya dalam pertumbuhan ekonomi regional. Untuk sekaligus menganalisis perannya dalam pertumbuhan ekonomi regional. Untuk itu, artikel ini terbagi ke dalam enam bagian: (1) pendahuluan, yang menjelaskan itu, artikel ini terbagi ke dalam enam bagian: (1) pendahuluan, yang menjelaskan pentingnya SMK dan beberapa studi terdahulu; (2) perkembangan SMK pentingnya SMK dan beberapa studi terdahulu; (2) perkembangan SMK 2003-2006, yang memaparkan perkembangan “industri” SMK terkini; (3) kerangka 2006, yang memaparkan perkembangan “industri” SMK terkini; (3) kerangka teoritis, yang menyajikan kerangka pikir serta hipotesis dalam studi ini; (4) teoritis, yang menyajikan kerangka pikir serta hipotesis dalam studi ini; (4) metode penelitian, yang menyajikan bagaimana studi ini dilakukan; (5) analisis metode penelitian, yang menyajikan bagaimana studi ini dilakukan; (5) analisis dan pembahasan, yang memaparkan temuan-temuan studi; dan (6) penutup, yang dan pembahasan, yang memaparkan temuan-temuan studi; dan (6) penutup, yang menyimpulkan hasil temuan serta memberikan saran untuk pengembangan SMK menyimpulkan hasil temuan serta memberikan saran untuk pengembangan SMK di masa yang akan datang.

di masa yang akan datang.

2

2

2

2

P

P

P

P

E

E

E

E

K

K

K

K

E

E

E

E

M

M

M

M

B

B

B

B

A

A

A

A

N

N

N

N

G

G

G

G

A

A

A

A

N

N

N

N

S

S

S

S

M

M

M

M

K

K

K

K

2

2

2

2

0

0

0

0

0

0

0

0

3

3

3

3

-

-

-

-

2

2

2

2

0

0

0

0

0

0

0

0

6

6

6

6

2

2

2

2.

..1

.

1

1.

1

.. P

.

Pe

P

P

e

er

e

r

rk

r

ke

k

k

e

em

e

m

mb

m

ba

b

b

a

an

a

n

ng

n

ga

g

g

a

an

a

n

n J

n

J

Ju

J

u

um

u

m

ml

m

lla

l

a

ah

a

h

h S

h

S

SM

S

M

MK

M

K

K

K

Apabila disepakati bersama bahwasanya SMK dibutuhkan untuk Apabila disepakati bersama bahwasanya SMK dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi daerah, yang menjadi pertanyaan awal adalah: menunjang pertumbuhan ekonomi daerah, yang menjadi pertanyaan awal adalah: ”Seberapa besar ketersediaan SMK bagi penduduk usia 16-18?” Ketersediaan SMK ”Seberapa besar ketersediaan SMK bagi penduduk usia 16-18?” Ketersediaan SMK menjanjikan kepada:

menjanjikan kepada: 1.

1. Lulusan SMP untuk memilih jalur pendidikan alternatif.Lulusan SMP untuk memilih jalur pendidikan alternatif. 2.

2. Dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk mendapatkan tenagaDunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk mendapatkan tenaga trampil lulusan SMK.

trampil lulusan SMK.

Semakin banyak SMK yang tersedia, semakin besar peluang siswa lulusan Semakin banyak SMK yang tersedia, semakin besar peluang siswa lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikannya di SMK. Semakin banyak program SMP untuk melanjutkan pendidikannya di SMK. Semakin banyak program keahlian dalam pendidikan SMK, semakin memberikan banyak alternatif jalur keahlian dalam pendidikan SMK, semakin memberikan banyak alternatif jalur pendidikan dan keahlian untuk dipertimbangkan oleh lulusan SMP dalam pendidikan dan keahlian untuk dipertimbangkan oleh lulusan SMP dalam menentukan masa depannya.

menentukan masa depannya.

Data dari DPSMK (Tabel 2-1) menunjukkan bahwa jumlah SMK berikut Data dari DPSMK (Tabel 2-1) menunjukkan bahwa jumlah SMK berikut tingkat pertumbuhannya, dari tahun sebelumnya ke tahun berikutnya dalam tingkat pertumbuhannya, dari tahun sebelumnya ke tahun berikutnya dalam kurun waktu 2003-2006, telah mengalami peningkatan yang cukup tajam, yaitu kurun waktu 2003-2006, telah mengalami peningkatan yang cukup tajam, yaitu dari 5.325 SMK pada 2003, kemudian tumbuh 9,92% (menjadi 5.853 SMK) pada dari 5.325 SMK pada 2003, kemudian tumbuh 9,92% (menjadi 5.853 SMK) pada

(6)

6

6

2004, kemudian tumbuh 0,72% (menjadi 5.895 SMK) pada 2005, dan akhirnya 2004, kemudian tumbuh 0,72% (menjadi 5.895 SMK) pada 2005, dan akhirnya tumbuh 9,21% (menjadi 6.438 SMK) pada 2006.

tumbuh 9,21% (menjadi 6.438 SMK) pada 2006. T T T T T T T T T T T TTT T

Taaaaabaaaaaaaaaaabbebbbbbbbbbbbbbeleeeeeeeeeeeeeelllllllll 2llllll 22-2222222222222---1---11 P1111111111111PePPPPPPPPPPPPPPeereeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrkrrrrrrkekkkkkkkkkkkkkkeeeeeeemeeeeeeeemmbmmmmmmmmmmmmmbbabbbbbbbbbbbbbaaaaaaanaaaaaaaannnnnnngnnnnnnnngagggggggggggggganaaaaaaaaaaaaaann Jnnnnnnnnnnnnn JJJJJJJJuJJJJJJJuuuuumuuuuuuuuuummlmmmmmmmmmmmmmllllllllalllllllahaaaaaaaaaaaaaahh ShhhhhhhhhhhhhSMSSSSSSSSSSSSSSMKMMMMMMMMMMMMMMK NKKKKKKKKKKKKKK NaNNNNNNNNNNNNNNaaaaaaasaaaaaaaasssssissssssssssiiiiiiiioiiiiiiioonooooooooooooonnnnnannnnnnnnnnalaaaaaaaaaaaaaalllllllllll (llll ((((((((2(((((((2202222222222222000000000000000000300000000000003-33333333333333---2----2022222222222222000000000000000000600000000000006)66666666666666)))))))))))))))

Tahun

Tahun Jumlah Jumlah SMK SMK Pertumbuhan Pertumbuhan (%)(%)

2003 5.325 2003 5.325 2004 5.853 2004 5.853 9,92 (=9,92 (=5.853 - 5.3255.853 - 5.3255.3255.325 x 100%x 100%)) 2005 5.895 2005 5.895 0,72 (=0,72 (=5.895 - 5.8535.895 - 5.8535.8535.853 x 100%x 100%)) 2006 6.438 2006 6.438 9,21 (=9,21 (=6.438 - 5.8956.438 - 5.8955.8955.895 x 100%x 100%))

Sumber: DPSMK, data diolah. Sumber: DPSMK, data diolah.

Sedikit catatan bahwa yang dimaksud dengan pertumbuhan adalah suatu Sedikit catatan bahwa yang dimaksud dengan pertumbuhan adalah suatu angka (dalam persen) yang mencerminkan tingkat pada mana suatu besaran angka (dalam persen) yang mencerminkan tingkat pada mana suatu besaran ((variablevariable) pada waktu tertentu () pada waktu tertentu (tt) telah meningkat atau menurun relatif dibanding) telah meningkat atau menurun relatif dibanding   besaran itu pada waktu sebelumnya (

  besaran itu pada waktu sebelumnya (tt – 1). Misalnya, Fulan sekarang (– 1). Misalnya, Fulan sekarang (tt)) mempunyai pendapatan Rp1.100, sementara kemarin (

mempunyai pendapatan Rp1.100, sementara kemarin (tt – 1) berpendapatan– 1) berpendapatan Rp1.000. Jadi, pendapatan Fulan telah mengalami pertumbuhan:

Rp1.000. Jadi, pendapatan Fulan telah mengalami pertumbuhan: 10% =

10% = 1.100 - 1.0001.100 - 1.0001.0001.000 x 100%x 100%

Dibanding angka absolut tertentu (misalnya Rp1.000 atau Rp1.100), angka atau Dibanding angka absolut tertentu (misalnya Rp1.000 atau Rp1.100), angka atau tingkat pertumbuhan dapat bermakna adanya perubahan, perbandingan, atau tingkat pertumbuhan dapat bermakna adanya perubahan, perbandingan, atau peningkatan (

peningkatan (increasingincreasing)—jika pertumbuhannya bertanda positif (+), atau penu-)—jika pertumbuhannya bertanda positif (+), atau penu-runan (

runan (decreasingdecreasing)—jika pertumbuhannya negatif (-).)—jika pertumbuhannya negatif (-).

Kembali ke persoalan perkembangan jumlah SMK. Siapa yang Kembali ke persoalan perkembangan jumlah SMK. Siapa yang menyum-  bang pertumbuhan jumlah SMK pada periode 2003-2004? Jawabnya adalah   bang pertumbuhan jumlah SMK pada periode 2003-2004? Jawabnya adalah wilayah Maluku, Papua, serta Sulawesi. Pada periode tersebut, wilayah Maluku wilayah Maluku, Papua, serta Sulawesi. Pada periode tersebut, wilayah Maluku telah menambah jumlah SMK sebesar 128%, wilayah Papua 95,83%, dan wilayah telah menambah jumlah SMK sebesar 128%, wilayah Papua 95,83%, dan wilayah Sulawesi 43,29% (lihat Tabel 2-2).

Sulawesi 43,29% (lihat Tabel 2-2).

Rasanya tidaklah sulit menemukan argumentasi mengapa, di tiga wilayah Rasanya tidaklah sulit menemukan argumentasi mengapa, di tiga wilayah tersebut, pertumbuhan SMK harus dipesatkan. Pertumbuhan itu dapat tersebut, pertumbuhan SMK harus dipesatkan. Pertumbuhan itu dapat men-cerminkan usaha pemerintah untuk meninggikan tingkat pendidikan bagi cerminkan usaha pemerintah untuk meninggikan tingkat pendidikan bagi pendu-duk usia sekolah menengah di wilayah-wilayah tersebut dalam rangka duk usia sekolah menengah di wilayah-wilayah tersebut dalam rangka mereda-kan isu ketertinggalan wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) dibandingmereda-kan kan isu ketertinggalan wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) dibandingkan Kawasan Barat Indonesia (KBI). Semakin banyak SMK yang tersedia, semakin Kawasan Barat Indonesia (KBI). Semakin banyak SMK yang tersedia, semakin   besar peluang penduduk usia 16-18 tahun untuk melanjutkan pendidikannya   besar peluang penduduk usia 16-18 tahun untuk melanjutkan pendidikannya sehingga mempertinggi tingkat partisipasi penduduk usia tersebut untuk sehingga mempertinggi tingkat partisipasi penduduk usia tersebut untuk  bersekolah.

(7)

7

7

T T T T T T T T T T T TTT T

Taaabaaaaaaaaaaaaabebbbbbbbbbbbbbbeeleeeeeeeeeeeeelllllllll 2llllll 2-22222222222222---2---2222222 P22222222PePPPPPPPPPPPPPPeereeeeeeeeeeeeerrrrrrrrkrrrrrrrkekkkkkkkkkkkkkkeemeeeeeeeeeeeeemmmmbmmmmmmmmmmmbbabbbbbbbbbbbbbaanaaaaaaaaaaaaangnnnnnnnnnnnnnnggagggggggggggggaanaaaaaaaaaaaaan Jnnnnnnnnnnnnnn JJJJJJJJuJJJJJJJuuuumuuuuuuuuuuummmlmmmmmmmmmmmmllllllllalllllllaahaaaaaaaaaaaaahh ShhhhhhhhhhhhhSMSSSSSSSSSSSSSSMMMMKMMMMMMMMMMMKKKK MKKKKKKKKKKK MMeMMMMMMMMMMMMMeeneeeeeeeeeeeeennunnnnnnnnnnnnnuuruuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrurrrrrruutuuuuuuuuuuuuutttttttt Wttttttt WiWWWWWWWWWWWWWWiiiiiiiiiliiiiiillllllllalllllllaayaaaaaaaaaaaaayayyyyyyyyyyyyyyaahaaaaaaaaaaaaah (hhhhhhhhhhhhhh ((((((((2(((((((2022222222222222000000000000000003000000000000003-33333333333333---2----2022222222222222000000000000000000600000000000006)66666666666666)))))))))))))))

No Wilayah

No Wilayah Jumlah Jumlah SMK SMK Pertumbuhan Pertumbuhan (%)(%)

2003 2003 2004 2004 2005 2005 2006 2006 03-04 03-04 04-05 04-05 05-0605-06 1 1 Jawa Jawa 3.372 3.372 3.456 3.456 3.461 3.461 3.724 3.724 2,49 2,49 0,14 0,14 7,607,60 2 2 Sumatera Sumatera 1.157 1.157 1.360 1.360 1.373 1.373 1.517 1.517 17,55 17,55 0,96 0,96 10,4910,49 3 3 KalimantaKalimantan n 287 287 301 301 307 307 342 342 4,88 4,88 1,99 1,99 11,4011,40 4 4 Sulawesi Sulawesi 298 298 427 427 433 433 468 468 43,29 43,29 1,41 1,41 8,088,08 5 5 Maluku Maluku 25 25 57 57 57 57 76 76 128,00 128,00 0,00 0,00 33,3333,33 6 6 Papua Papua 24 24 47 47 56 56 75 75 95,83 95,83 19,15 19,15 33,9333,93 7 7 Bali-NTT-NTB Bali-NTT-NTB 162 162 205 205 208 208 236 236 26,54 26,54 1,46 1,46 13,4613,46 5.325 5.325 5.853 5.853 5.895 5.895 6.4386.438 Sumber: DPSMK, data diolah.

Sumber: DPSMK, data diolah.

2

2

2

2.

..2

.

2

2.

2

.. M

.

M

Ma

M

ac

a

a

ca

c

c

a

am

a

m

m B

m

B

Bi

B

iid

i

d

da

d

a

an

a

n

ng

n

g

g/

g

/P

/

/

P

Pr

P

r

ro

r

o

og

o

gr

g

g

r

ra

r

a

am

a

m

m K

m

K

Ke

K

ea

e

e

a

ah

a

h

hl

h

l

lli

iia

i

an

a

a

n

n d

n

d

da

d

a

al

a

lla

l

am

a

a

m

m S

m

S

SM

S

M

MK

M

K

K

K

Di samping menjanjikan lulusan SMP untuk menempuh pendidikan Di samping menjanjikan lulusan SMP untuk menempuh pendidikan alternatif, SMK juga menjanjikan DUDI untuk mendapatkan alumni SMK yang alternatif, SMK juga menjanjikan DUDI untuk mendapatkan alumni SMK yang trampil dan spesifik. Untuk lebih mendiferensiasi lulusannya, SMK menawarkan trampil dan spesifik. Untuk lebih mendiferensiasi lulusannya, SMK menawarkan   beragam bidang/program keahlian.Keanekaragaman jalur keahlian dalam SMK,   beragam bidang/program keahlian.Keanekaragaman jalur keahlian dalam SMK, akan mencerminkan diferensiasi lulusan SMK. Diferensiasi dalam pendidikan akan mencerminkan diferensiasi lulusan SMK. Diferensiasi dalam pendidikan lulusan SMK mengimplikasikan spesifikasi satu lulusan tertentu terhadap satu lulusan SMK mengimplikasikan spesifikasi satu lulusan tertentu terhadap satu lulusan lainnya. Artinya, semakin bervariasi program keahlian dalam pendidikan lulusan lainnya. Artinya, semakin bervariasi program keahlian dalam pendidikan SMK, semakin terdiferensiasi lulusan SMK, maka semakin spesifik satu lulusan SMK, semakin terdiferensiasi lulusan SMK, maka semakin spesifik satu lulusan SMK terhadap terhadap satu lulusan SMK lainnya, sedemikian rupa sehingga SMK terhadap terhadap satu lulusan SMK lainnya, sedemikian rupa sehingga memberikan

memberikan menumenu   bagi DUDI untuk mendapatkan tenaga lulusan SMK yang  bagi DUDI untuk mendapatkan tenaga lulusan SMK yang spesifik dan

spesifik dan matchmatch dengan kebutuhannya.dengan kebutuhannya.

Tercatat bahwa pada 2007 terdapat 19.320 ”sekolah” dalam 6.500 SMK yang Tercatat bahwa pada 2007 terdapat 19.320 ”sekolah” dalam 6.500 SMK yang tergolong dalam 13 rumpun bidang/program keahlian (Tabel 2-3). Misalnya, tergolong dalam 13 rumpun bidang/program keahlian (Tabel 2-3). Misalnya, dalam rumpun Bangunan (nomor 7), terdapat program keahlian (pk) teknik dalam rumpun Bangunan (nomor 7), terdapat program keahlian (pk) teknik konstruksi baja, pk teknik konstruksi kayu, pk teknik plumbing dan sanitasi, pk konstruksi baja, pk teknik konstruksi kayu, pk teknik plumbing dan sanitasi, pk teknik batu dan beton, dll; dalam rumpun bisnis dan akuntansi (nomor 13) teknik batu dan beton, dll; dalam rumpun bisnis dan akuntansi (nomor 13) terdapat pk administrasi perkantoran, pk akuntansi, pk penjualan, dll.

(8)

8

8

T T T T T T T T T T T TTT T

Taaabaaaaaaaaaaaaabbebbbbbbbbbbbbbeeleeeeeeeeeeeeellllllll 2lllllll 22-2222222222222---3---33 R3333333333333RuRRRRRRRRRRRRRRuumuuuuuuuuuuuuumpmmmmmmmmmmmmmmpuppppppppppppppuunuuuuuuuuuuuuunn BnnnnnnnnnnnnnBiBBBBBBBBBBBBBBiiiiiiiidiiiiiiiddddadddddddddddaanaaaaaaaaaaaaanngnnnnnnnnnnnnng /gggggggggggggg / /P /// / / / / / / / ///PrPPPPPPPPPPPPPPrrrrrrrrorrrrrrroooogoooooooooooggrgggggggggggggrrrrrrrrarrrrrrraamaaaaaaaaaaaaam Kmmmmmmmmmmmmmm KeKKKKKKKKKKKKKKeeaeeeeeeeeeeeeeaaaaaaaaahaaaaaahhlhhhhhhhhhhhhhllllllllillllllliiiiiiiiiaiiiiiianaaaaaaaaaaaaaann SnnnnnnnnnnnnnSSMSSSSSSSSSSSSSMKMMMMMMMMMMMMMMK (KKKKKKKKKKKKKK ((((((((2(((((((2202222222222222000000000000000000700000000000007)77777777777777)))))))))))))))

No

No Rumpun Bidang/ProgramRumpun Bidang/Program Keahlian dalam SMK

Keahlian dalam SMK JumlahJumlah

Proporsi Proporsi

(%) (%) 1

1 Geologi Geologi Pertambangan Pertambangan 65 65 0,340,34 2

2 Kesehatan Kesehatan 111 111 0,570,57

3

3 Elektronika Elektronika 244 244 1,261,26

4

4 Seni, Seni, Kria, Kria, dan dan Grafika Grafika 315 315 1,631,63 5

5 Pertanian Pertanian dan dan Peternakan Peternakan 670 670 3,473,47 6

6 Listrik Listrik (8 (8 pk) pk) 783 783 4,054,05 7

7 Bangunan Bangunan (8 (8 pk) pk) 815 815 4,224,22

8 TIK

8 TIK & & TelekomunikTelekomunikasi asi (8 (8 pk) pk) 1.234 1.234 6,396,39 9

9 Kelautan, Pelayaran, danKelautan, Pelayaran, dan Budidaya Ikan

Budidaya Ikan 1.254 1.254 6,496,49

10

10 Pariwisata, Tata BKB, dan P.Pariwisata, Tata BKB, dan P. Social

Social 1.487 1.487 7,707,70

11

11 Tek. Tek. Mekanik Mekanik Otomotif Otomotif (1 (1 pk) pk) 1.676 1.676 8,678,67 12

12 Tek. Tek. Mesin, Mesin, Tekstil, Tekstil, dan dan Industri Industri 4.039 4.039 20,9120,91 13

13 Bisnis Bisnis dan dan Manajemen Manajemen (7 (7 pk) pk) 6.627 6.627 34,3034,30 Jumlah

Jumlah 19.320 19.320 100,00100,00

Sumber: DPSMK, data diolah Sumber: DPSMK, data diolah

Macam bidang/program keahlian dalam SMK ini relatif tersebar di wilayah Macam bidang/program keahlian dalam SMK ini relatif tersebar di wilayah  Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku, Papua, dan Bali-NTT-NTB (lihat Tabel 2-4).  Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku, Papua, dan Bali-NTT-NTB (lihat Tabel 2-4). Kerataan ini diukur berdasarkan sebaran jumlah penduduk usia 16-18 di tujuh Kerataan ini diukur berdasarkan sebaran jumlah penduduk usia 16-18 di tujuh wilayah tersebut. BPS mencatat bahwa angka partisipasi kasar (APK) atau

wilayah tersebut. BPS mencatat bahwa angka partisipasi kasar (APK) atau  gross gross enrollment rate

enrollment rate—yaitu angka yang menunjukkan jumlah siswa SMK dibandingkan—yaitu angka yang menunjukkan jumlah siswa SMK dibandingkan dengan penduduk usia sekolah itu—untuk wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dengan penduduk usia sekolah itu—untuk wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku, Papua, dan Bali-NTT-NTB masing-masing adalah 24,47%, 18,57%, Maluku, Papua, dan Bali-NTT-NTB masing-masing adalah 24,47%, 18,57%, 17,45%, 13,51%, 13,73%, 14,02%, dan 15,56%.

17,45%, 13,51%, 13,73%, 14,02%, dan 15,56%.

Ketersediaan SMK berikut keanekaragaman program/bidang keahlian yang Ketersediaan SMK berikut keanekaragaman program/bidang keahlian yang ditawarkan SMK, memberikan

ditawarkan SMK, memberikan menumenu bagi lulusan SMP untuk menentukan jalurbagi lulusan SMP untuk menentukan jalur pendidikan lanjutan serta bagi DUDI untuk mendapatkan tenaga trampil yang pendidikan lanjutan serta bagi DUDI untuk mendapatkan tenaga trampil yang lebih spesifik. Dengan demikian dapatlah kiranya disimpulkan bahwa SMK telah lebih spesifik. Dengan demikian dapatlah kiranya disimpulkan bahwa SMK telah menawarkan banyak macam bidang/program keahlian, dan jumlah SMK pada menawarkan banyak macam bidang/program keahlian, dan jumlah SMK pada tahun 2007 telah meningkat dibanding tahun sebelumnya, dan sudah tersebar tahun 2007 telah meningkat dibanding tahun sebelumnya, dan sudah tersebar relatif merata di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku, Papua, dan relatif merata di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku, Papua, dan Bali-NTT-NTB.

(9)

9

9

T T T TTT T T T T T TTT T

Taaabaaaaaaaaaaaaabebbbbbbbbbbbbbbeleeeeeeeeeeeeeellllllll 2lllllll 2-22222222222222---4---44 S4444444444444 SSeSSSSSSSSSSSSSeeeeeeeeebeeeeeebabbbbbbbbbbbbbbaaraaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrarrrrrraaanaaaaaaaaaaaannnn RnnnnnnnnnnnRuRRRRRRRRRRRRRRuumuuuuuuuuuuuuumpmmmmmmmmmmmmmmpppppppppppuppppuuuunuuuuuuuuuuunn BnnnnnnnnnnnnnBBBBiBBBBBBBBBBBiiiiiiiidiiiiiiiddddadddddddddddanaaaaaaaaaaaaaannnngnnnnnnnnnnng /gggggggggggggg / /P / /// / / / / / / ///PPrPPPPPPPPPPPPPrrrrrrrrrorrrrrrogooooooooooooooggrgggggggggggggrrrrrrrrrarrrrrraamaaaaaaaaaaaaamm Kmmmmmmmmmmmmm KKeKKKKKKKKKKKKKeaeeeeeeeeeeeeeeahaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhlhhhhlllllllllllilllliiiiiiiiaiiiiiiianaaaaaaaaaaaaaann SnnnnnnnnnnnnnSSSSMSSSSSSSSSSSMKMMMMMMMMMMMMMMK (KKKKKKKKKKKKKK ((((((((2(((((((202222222222222200000000000000000070000000000000777777777)777777)))))))))))))))

No Wilayah

No Wilayah Bidang/Program KeahlianBidang/Program Keahlian

1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 1313 1 1 Jawa Jawa 14 14 83 83 94 94 137 137 141 141 352 352 267 267 687 687 667 667 651 651 767 767 2.263 2.263 3.7353.735 2 2 Sumatera Sumatera 3 3 10 10 92 92 76 76 160 160 264 264 234 234 210 210 186 186 274 274 563 563 1.094 1.094 1.4991.499 3 3 Kalimantan Kalimantan 42 42 2 2 2 2 28 28 114 114 44 44 99 99 108 108 80 80 124 124 117 117 262 262 594594 4 4 Sulawesi Sulawesi 12 12 36 36 22 22 141 141 77 77 106 106 139 139 201 201 192 192 134 134 240 240 473473 5 5 Maluku Maluku 3 3 12 12 2 2 28 28 6 6 7 7 12 12 32 32 14 14 4 4 14 14 2828 6 6 Papua Papua 3 3 2 2 40 40 12 12 27 27 26 26 30 30 34 34 17 17 62 62 104104 7 7 Bali-NTT- Bali-NTT-NTB NTB 4 4 8 8 48 48 46 46 28 28 75 75 52 52 58 58 198 198 74 74 104 104 194194 Jumlah Jumlah 1.676 1.676 65 65 111 111 244 244 315 315 670 670 783 783 815 815 1.234 1.234 1.254 1.254 1.487 1.487 1.676 1.676 4.0394.039

Sumber: DPSMK, data diolah. Sumber: DPSMK, data diolah.

2

2

2

2.

..3

.

3

3.

3

.. P

.

Pe

P

P

e

er

e

r

rk

r

k

ke

k

em

e

e

m

mb

m

b

ba

b

a

an

a

ng

n

n

g

ga

g

a

an

a

n J

n

n

J

Ju

J

u

um

u

ml

m

m

lla

l

a

ah

a

h

h S

h

Si

S

S

iis

i

s

sw

s

w

wa

w

a S

a

a

S

SM

S

M

MK

M

K

K

K

Data dari DPSMK (Tabel 2-5) menunjukkan bahwa angka jumlah siswa Data dari DPSMK (Tabel 2-5) menunjukkan bahwa angka jumlah siswa SMK berikut tingkat pertumbuhannya, dari tahun ke tahun dalam kurun waktu SMK berikut tingkat pertumbuhannya, dari tahun ke tahun dalam kurun waktu 2003-2007, telah mengalami peningkatan yang cukup tajam, yaitu dari 1,978 juta 2003-2007, telah mengalami peningkatan yang cukup tajam, yaitu dari 1,978 juta siswa SMK pada 2003, kemudian tumbuh 5,96% (menjadi 2,096 juta) pada 2004, siswa SMK pada 2003, kemudian tumbuh 5,96% (menjadi 2,096 juta) pada 2004, kemudian tumbuh 1,4% (menjadi 2,125 juta) pada 2005, kemudian tumbuh 13,12% kemudian tumbuh 1,4% (menjadi 2,125 juta) pada 2005, kemudian tumbuh 13,12% (menjadi 2,404 juta) pada 2006, dan akhirnya tumbuh 12,4% (menjadi 2,702 juta) (menjadi 2,404 juta) pada 2006, dan akhirnya tumbuh 12,4% (menjadi 2,702 juta) pada 2007. Gambaran tentang pertumbuhan jumlah siswa SMK menurut wilayah, pada 2007. Gambaran tentang pertumbuhan jumlah siswa SMK menurut wilayah, dapat dilihat dalam Tabel 2-6, yang mencerminkan perubahan minat (

dapat dilihat dalam Tabel 2-6, yang mencerminkan perubahan minat (demanddemand)) lulusan SMP terhadap pendidikan SMK.

lulusan SMP terhadap pendidikan SMK. T T T T T T T T T T T TTT T

Taaaaabaaaaaaaaaaabbebbbbbbbbbbbbbeleeeeeeeeeeeeeellllllll 2lllllll 22-2222222222222---5---5 P55555555555555PePPPPPPPPPPPPPPeereeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrkrrrrrrkekkkkkkkkkkkkkkemeeeeeeeeeeeeeemmbmmmmmmmmmmmmmbbabbbbbbbbbbbbbaaaaaaaaanaaaaaanngnnnnnnnnnnnnnggagggggggggggggaaanaaaaaaaaaaaann Jnnnnnnnnnnnnn JJJJJJJJuJJJJJJJuumuuuuuuuuuuuuumlmmmmmmmmmmmmmmllllllllllllalllahaaaaaaaaaaaaaah ShhhhhhhhhhhhhhSiSSSSSSSSSSSSSSiiiiiiiisiiiiiiiswsssssssssssssswawwwwwwwwwwwwwwaa SaaaaaaaaaaaaaSSSSMSSSSSSSSSSSMKMMMMMMMMMMMMMMK (KKKKKKKKKKKKKK (((((((((2((((((22022222222222220000000000000000003000000000000033-3333333333333---2---2202222222222222000000000000000007000000000000007)77777777777777)))))))))))))))

Tahun

Tahun Jumlah Jumlah Siswa Siswa SMK SMK Pertumbuhan Pertumbuhan (%)(%) 2003 1.977.658 2003 1.977.658 2004 2004 2.095.595 2.095.595 5,965,96 2005 2005 2.125.031 2.125.031 1,401,40 2006 2006 2.403.900 2.403.900 13,1213,12 2007 2007 2.701.908 2.701.908 12,4012,40 Sumber: DPSMK, data diolah.

Sumber: DPSMK, data diolah.

Tampak bahwa dalam periode 2003-2004, terjadi

Tampak bahwa dalam periode 2003-2004, terjadi boomingbooming peminat SMK dipeminat SMK di wilayah Papua sebesar 103,77% dan wilayah Maluku 55,32% (Tabel 2-6). wilayah Papua sebesar 103,77% dan wilayah Maluku 55,32% (Tabel 2-6). Pertum- buhan peminat ini berlangsung secara menyeluruh di seluruh di wilayah  buhan peminat ini berlangsung secara menyeluruh di seluruh di wilayah

Indone-sia dalam 2004-2005, di mana wilayah Papua tetap menjadi

sia dalam 2004-2005, di mana wilayah Papua tetap menjadi leaderleader dengan pertum-dengan pertum- buhan sebesar 43,02%. Dalam periode 2005-2006, terjadi penurunan peminat SMK  buhan sebesar 43,02%. Dalam periode 2005-2006, terjadi penurunan peminat SMK di wilayah Maluku dan wilayah Papua. Tetapi kemudian dalam periode di wilayah Maluku dan wilayah Papua. Tetapi kemudian dalam periode 2006-2007, di seluruh wilayah di Indonesia terjadi pertumbuhan positif jumlah peminat 2007, di seluruh wilayah di Indonesia terjadi pertumbuhan positif jumlah peminat SMK utamanya yaitu: wilayah Papua dengan pertumbuhan 41,65%, wilayah SMK utamanya yaitu: wilayah Papua dengan pertumbuhan 41,65%, wilayah Bali-NTT-NTB dengan pertumbuhan 34,62%, dan wilayah Kalimantan dengan NTT-NTB dengan pertumbuhan 34,62%, dan wilayah Kalimantan dengan pertumbuhan 34,57%.

(10)

10

10

T T T TTT T T T T T T T T T

Taaabaaaaaaaaaaaaabbebbbbbbbbbbbbbeeeleeeeeeeeeeeelllllllllll 2llll 22-2222222222222---6---6 P66666666666666 PPPPPPPePPPPPPPPeereeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrkrrrrkkekkkkkkkkkkkkkeeeeeemeeeeeeeeemmmbmmmmmmmmmmmmbabbbbbbbbbbbbbbaaaanaaaaaaaaaaannnnnnngnnnnnnnnggaggggggggggggganaaaaaaaaaaaaaann Jnnnnnnnnnnnnn JJJJJJJJJJJJuJJJuumuuuuuuuuuuuuumlmmmmmmmmmmmmmmlllllllllallllllaahaaaaaaaaaaaaahhhh Shhhhhhhhhhh SSSSSSiSSSSSSSSSiiiiiiiiisiiiiiisswssssssssssssswawwwwwwwwwwwwwwaa Saaaaaaaaaaaaa SSMSSSSSSSSSSSSSMMKMMMMMMMMMMMMMKKKKKKKKK MKKKKKK MMeMMMMMMMMMMMMMeeeeeeeeeeneeeeennunnnnnnnnnnnnnuuruuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrurrrrrrutuuuuuuuuuuuuuutttttttt Wttttttt WiWWWWWWWWWWWWWWiiiiiiiiiliiiiiillllllllalllllllayaaaaaaaaaaaaaayyyyyyyayyyyyyyyaahaaaaaaaaaaaaah (hhhhhhhhhhhhhh (((((((((((2((((2202222222222222000000000000000003000000000000003-33333333333333---2----22022222222222220000000000000000007000000000000077)7777777777777)))))))))))))))

No Wilayah

No Wilayah PertumbuhPertumbuhan Jumlah Siswa an Jumlah Siswa SMK (%)SMK (%) 2003-04 2004-05 2005-06 2006-07 2003-04 2004-05 2005-06 2006-07 1 1 Jawa Jawa 7,79 7,79 0,77 0,77 14,8114,81 9,899,89 2 2 Sumatera Sumatera -4,28 -4,28 1,07 1,07 13,5713,57 9,749,74 3 3 Kalimantan Kalimantan 2,30 2,30 2,19 2,19 9,979,97 34,5734,57 4 4 Sulawesi Sulawesi 38,33 38,33 2,24 2,24 1,271,27 15,7915,79 5 5 Maluku Maluku 55,32 55,32 0,61 0,61 -15,43-15,43 19,4819,48 6 6 Papua Papua 103,77 103,77 43,02 43,02 -12,66-12,66 41,6541,65 7 7 Bali-NTT-NTB Bali-NTT-NTB -8,75 -8,75 3,12 3,12 17,6617,66 34,6234,62

Sumber: DPSMK, data diolah. Sumber: DPSMK, data diolah.

3

3

3

3

K

K

K

K

E

E

E

E

A

A

A

A

N

N

N

N

G

G

G

G

K

K

K

K

A

A

A

A

T

T

T

T

E

E

E

E

O

O

O

O

I

I

I

I

T

T

T

T

I

I

I

I

S

S

S

S

:

:

:

:

P

P

P

P

E

E

E

E

N

N

N

N

D

D

D

D

I

I

I

I

D

D

D

D

I

I

I

I

K

K

K

K

A

A

A

A

N

N

N

N

D

D

D

D

A

A

A

A

N

N

N

N

P

P

P

P

E

E

E

E

T

T

T

T

U

U

U

U

M

M

M

M

B

B

B

B

U

U

U

U

H

H

H

H

A

A

A

A

N

N

N

N

E

E

E

E

K

K

K

K

O

O

O

O

N

N

N

N

O

O

O

O

M

M

M

M

I

I

I

I

3

3

3

3.

..1

.

1

1.

1

.. P

.

P

Pe

P

en

e

e

n

nd

n

d

di

d

iid

i

di

d

d

iik

i

k

ka

k

a

an

a

n d

n

n

d

da

d

a

an

a

n

n P

n

Pr

P

P

r

ro

r

o

od

o

d

du

d

uk

u

u

k

kt

k

tti

t

iiv

i

v

vi

v

iit

i

tta

t

a

as

a

s

s K

s

K

Ke

K

er

e

e

r

r j

r

 j

 ja

 j

a

a

a

Literatur standar ekonomika pembangunan telah dengan rapi Literatur standar ekonomika pembangunan telah dengan rapi mendoku-mentasikan peran pendidikan dalam perekonomian. Pendidikan akan mentasikan peran pendidikan dalam perekonomian. Pendidikan akan mening-katkan produktivitas tenaga kerja.

katkan produktivitas tenaga kerja.11

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN

PRODUKTIVITASPRODUKTIVITAS KERJA

KERJA Selama dalam pendidikan terjadi proses

Selama dalam pendidikan terjadi proses learninglearning , maka tambahan pendidikan ( , maka tambahan pendidikan (exex ante

ante) akan meningkatkan produktivitas kerja () akan meningkatkan produktivitas kerja (ex postex post).). Apabila, oleh industri

Apabila, oleh industri22 yang memperkerjakannya, seseorang dibayar menu-yang memperkerjakannya, seseorang dibayar

menu-rut

rut marginal productmarginal product-nya, maka semakin tinggi pendidikannya, maka ia harus-nya, maka semakin tinggi pendidikannya, maka ia harus mendapatkan upah lebih tinggi.

mendapatkan upah lebih tinggi. PENDIDIKAN

PENDIDIKAN

UPAHUPAH

 Jadi, dari sudut pandang industri, pendidikan berpengaruh terhadap  Jadi, dari sudut pandang industri, pendidikan berpengaruh terhadap

produktivi-tas kerja; sedangkan dari s

tas kerja; sedangkan dari sudut pandang pekerja, pendidikan pekerja berpengaruhudut pandang pekerja, pendidikan pekerja berpengaruh terhadap upahnya.

terhadap upahnya.

11 Yang dimaksud pendidikan adalah pengetahuan atau ketrampilan yang diperoleh dan di-Yang dimaksud pendidikan adalah pengetahuan atau ketrampilan yang diperoleh dan di-kembangkan dari sebuah proses belajar. Sedangkan produktivitas, menurut ekonomika, adalah kembangkan dari sebuah proses belajar. Sedangkan produktivitas, menurut ekonomika, adalah tingkat pada mana sebuah barang-jasa diproduksi. Produktivitas bisa diukur dengan merasiokan tingkat pada mana sebuah barang-jasa diproduksi. Produktivitas bisa diukur dengan merasiokan  jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam proses produksi terhadap output yang dihasilkan oleh  jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam proses produksi terhadap output yang dihasilkan oleh

tenaga kerja itu. tenaga kerja itu.

22 Menurut ekonomika, industri diartikan sebagai sekumpulan dari perusahaan-perusahaan yangMenurut ekonomika, industri diartikan sebagai sekumpulan dari perusahaan-perusahaan yang relatif sejenis. Di Indonesia, peneliti biasanya mengacu pada penjenisan yang dibuat oleh Badan relatif sejenis. Di Indonesia, peneliti biasanya mengacu pada penjenisan yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

(11)

11

11

Hubungan teoritis di atas tidaklah mengada-ada. Sebagai contoh, Hubungan teoritis di atas tidaklah mengada-ada. Sebagai contoh, Psacharo-poulos (1994) melaporkan hasil studinya di negara-negara Afrika, bahwa poulos (1994) melaporkan hasil studinya di negara-negara Afrika, bahwa oneone additional year of schooling

additional year of schooling dapat meningkatkandapat meningkatkan returnreturn antara 8% hingga 20%.antara 8% hingga 20%. Birdsall, Ross & Sabot (1995, h.182f) melihat bahwa di negara-negara Asia Timur Birdsall, Ross & Sabot (1995, h.182f) melihat bahwa di negara-negara Asia Timur dan Amerika Latin, terdapat hubungan positif antara pendidikan dengan dan Amerika Latin, terdapat hubungan positif antara pendidikan dengan pertum-  buhan sektor manufaktur. Mwabu & Schultz (2000) lebih spesifik melihat Afrika   buhan sektor manufaktur. Mwabu & Schultz (2000) lebih spesifik melihat Afrika

Selatan pada masa

Selatan pada masa Apartheid System Apartheid System di mana peluang kerja orang hitam dibedakandi mana peluang kerja orang hitam dibedakan secara politis dengan orang putih. Mwabu & Schultz membandingkan bahwa secara politis dengan orang putih. Mwabu & Schultz membandingkan bahwa oneone additional year of schooling

additional year of schooling lebih meningkatkan pendapatan orang hitam ketimbanglebih meningkatkan pendapatan orang hitam ketimbang orang putih.

orang putih.33

Kita tahu bahwa level pendidikan SMK adalah lanjutan dari level Kita tahu bahwa level pendidikan SMK adalah lanjutan dari level pendidikan SMP sekaligus pra perguruan tinggi. Artinya, setelah lulus SMP, pendidikan SMP sekaligus pra perguruan tinggi. Artinya, setelah lulus SMP, seseorang dapat “menambah pendidikannya” di SMK.

seseorang dapat “menambah pendidikannya” di SMK.

TAMBAHAN TAMBAHAN PENDIDIKAN DI PENDIDIKAN DI SMK SMK

TAMBAHAN TAMBAHAN PRODUKTIVITAS PRODUKTIVITAS KERJA (TAMBAHAN KERJA (TAMBAHAN UPAH) UPAH)

Dalam kata lain, produktivitas kerja atau upah pekerja lulusan SMP, adalah Dalam kata lain, produktivitas kerja atau upah pekerja lulusan SMP, adalah   berbeda dengan lulusan SMK atau SMA. (Di sini kita tidak membicarakan   berbeda dengan lulusan SMK atau SMA. (Di sini kita tidak membicarakan

peluang lulusan SMK untuk menambah pendidikannya di perguruan tinggi.) peluang lulusan SMK untuk menambah pendidikannya di perguruan tinggi.)

3

3

3

3.

..2

.

2

2.

2

.. P

.

P

Pr

P

r

ro

r

od

o

o

d

du

d

u

uk

u

k

kt

k

tti

t

iiv

i

v

vi

v

iit

i

tta

t

a

as

a

s

s K

s

Ke

K

K

e

er

e

r

r j

r

 j

 ja

 j

a

a d

a

da

d

d

a

an

a

n P

n

n

P

Pe

P

e

er

e

rt

r

r

ttu

t

u

um

u

m

mb

m

b

bu

b

uh

u

u

h

ha

h

a

an

a

n

n E

n

E

Ek

E

ko

k

k

o

on

o

n

no

n

o

om

o

m

mi

m

ii

i

Kita sudah menggambarkan hubungan antara pendidikan dengan Kita sudah menggambarkan hubungan antara pendidikan dengan pro-duktivitas. Pendidikan adalah

duktivitas. Pendidikan adalah soft skillsoft skill dan/ataudan/atau hard skillhard skill yang diperoleh danyang diperoleh dan dikembangkan dari sebuah

dikembangkan dari sebuah learning processlearning process. Pendidikan dapat dilihat dari jumlah. Pendidikan dapat dilihat dari jumlah masa sekolah dan pengalaman kerja. Sedangkan produktivitas adalah tingkat masa sekolah dan pengalaman kerja. Sedangkan produktivitas adalah tingkat pada mana sebuah barang-jasa diproduksi. Produktivitas bisa diukur dengan pada mana sebuah barang-jasa diproduksi. Produktivitas bisa diukur dengan merasiokan jumlah tenaga kerja yang digunakan oleh industri terhadap output merasiokan jumlah tenaga kerja yang digunakan oleh industri terhadap output yang dihasilkan oleh tenaga kerja itu.

yang dihasilkan oleh tenaga kerja itu.

Pastikan kembali bahwa tenaga kerja bekerja pada industri tertentu. Ini Pastikan kembali bahwa tenaga kerja bekerja pada industri tertentu. Ini   berarti produktivitas tenaga kerja mencerminkan output yang dihasilkan oleh   berarti produktivitas tenaga kerja mencerminkan output yang dihasilkan oleh industri itu. Artinya, peningkatan produktivitas tenaga kerja dalam sebuah industri itu. Artinya, peningkatan produktivitas tenaga kerja dalam sebuah

33 Pendidikan tidak hanya menimbulkan pengaruh langsung terhadap produktivitas dan upah,Pendidikan tidak hanya menimbulkan pengaruh langsung terhadap produktivitas dan upah, tetapi juga

tetapi juga ripple effectsripple effects atauatau  positive externality  positive externalityterhadap yang lain, misalnya: (1) Pendidikan ibuterhadap yang lain, misalnya: (1) Pendidikan ibu turut mendorong prestasi pendidikan anak (Glewwe 1999); (2) Pendidikan ibu dapat turut mendorong prestasi pendidikan anak (Glewwe 1999); (2) Pendidikan ibu dapat mening-katkan kesehatan dan mengurangi kematian anak (Hobcraft 1993); (3) Pendidikan seseorang dapat katkan kesehatan dan mengurangi kematian anak (Hobcraft 1993); (3) Pendidikan seseorang dapat membuatnya lebih sehat (Schultz 1993); (4) Pendidikan dapat mengurangi angka kelahiran membuatnya lebih sehat (Schultz 1993); (4) Pendidikan dapat mengurangi angka kelahiran (Thomas, Strauss & Henriques 1991), dan (5) Pendidikan cara bercocok-tanam dari petani satu, (Thomas, Strauss & Henriques 1991), dan (5) Pendidikan cara bercocok-tanam dari petani satu, ditiru petani lainnya (Foster & Rosenzweig 1995, h.1194).

(12)

12

12

industri berarti peningkatan output industri tersebut. Selama industri itu adalah industri berarti peningkatan output industri tersebut. Selama industri itu adalah  bagian dari seluruh unit produksi lainnya yang “bertugas” menghasilkan output  bagian dari seluruh unit produksi lainnya yang “bertugas” menghasilkan output

dalam sebuah perekonomian, maka kami memolakan: dalam sebuah perekonomian, maka kami memolakan:

PRODUKTIVITAS PRODUKTIVITAS KERJA (UPAH) KERJA (UPAH)

PERTUMBUHAN PERTUMBUHAN EKONOMI EKONOMI

Maksudnya, produktivitas tenaga kerja dalam suatu industri—yang Maksudnya, produktivitas tenaga kerja dalam suatu industri—yang mencer-minkan output industri itu—berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Apa minkan output industri itu—berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Apa itu pertumbuhan ekonomi?

itu pertumbuhan ekonomi?

Untuk memahami konsep pertumbuhan ekonomi (

Untuk memahami konsep pertumbuhan ekonomi (economic growtheconomic growth), kita), kita perlu memahami konsep PDB (produk domestik bruto). PDB adalah jumlah nilai perlu memahami konsep PDB (produk domestik bruto). PDB adalah jumlah nilai tambah barang-jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di suatu wilayah tambah barang-jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu. Yang dimaksud unit produksi adalah dalam jangka waktu tertentu. Yang dimaksud unit produksi adalah usaha/peru-sahaan dari semua tingkatan, dari usaha/peruusaha/peru-sahaan kecil, menengah, sampai sahaan dari semua tingkatan, dari usaha/perusahaan kecil, menengah, sampai de-ngan usaha/perusahaan besar; dan dari semua sektor (pertanian, manufaktur, ngan usaha/perusahaan besar; dan dari semua sektor (pertanian, manufaktur, sampai dengan jasa). Di Indonesia, PDB dihitung, melalui survei, oleh BPS. sampai dengan jasa). Di Indonesia, PDB dihitung, melalui survei, oleh BPS. Apabila dilaporkan bahwa PDB

Apabila dilaporkan bahwa PDB sekarangsekarang adalah Rp.110 triliun, dan PDBadalah Rp.110 triliun, dan PDB kemarinkemarin adalah Rp.100 triliun, maka pertumbuhan ekonomi

adalah Rp.100 triliun, maka pertumbuhan ekonomi sekarangsekarang (relatif dibanding(relatif dibanding kemarin

kemarin) adalah 10%.) adalah 10%.

Studi ini menganggap bahwa dinamika dalam pendidikan SMK—atau Studi ini menganggap bahwa dinamika dalam pendidikan SMK—atau domain SMK—tidak secara langsung ditransmisikan kepada pertumbuhan domain SMK—tidak secara langsung ditransmisikan kepada pertumbuhan eko-nomi, melainkan ditengahi oleh pasar tenaga kerja yang di dalamnya terjadi nomi, melainkan ditengahi oleh pasar tenaga kerja yang di dalamnya terjadi inter-aksi antara lulusan SMK dengan DUDI. Artinya, terlebih dahulu SMK aksi antara lulusan SMK dengan DUDI. Artinya, terlebih dahulu SMK ”mewar-nai” pasar tenaga kerja, dan baru kemudian pasar tenaga kerja mendorong nai” pasar tenaga kerja, dan baru kemudian pasar tenaga kerja mendorong per-tumbuhan ekonomi. Berdasarkan uraian teoritis di atas, berikut ini disampaikan tumbuhan ekonomi. Berdasarkan uraian teoritis di atas, berikut ini disampaikan kerangka konseptual yang akan menjadi acuan pengkajian dan analisis peran kerangka konseptual yang akan menjadi acuan pengkajian dan analisis peran SMK dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

SMK dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

G G G G G G G G G G G G G G G Gaaamaaaaaaaaaaaaambmmmmmmmmmmmmmmbabbbbbbbbbbbbbbaraaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr 3rrrrrr3-33333333333333---1---11:1111111111111:::::::: K:::::::KKeKKKKKKKKKKKKKereeeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrarrrrrranaaaaaaaaaaaaaangnnnnnnnnnnnnnnggkgggggggggggggkkkkkkkkkakkkkkkaa Kaaaaaaaaaaaaa KKKoKKKKKKKKKKKKonoooooooooooooonnnnnsnnnnnnnnnnssssssssesssssssepeeeeeeeeeeeeeeptpppppppppppppptttttttttuttttttuuauuuuuuuuuuuuualaaaaaaaaaaaaaalllllllllllllll

(13)

13

13

3

3

3

3.

..3

.

3

3.

3

.. H

.

Hi

H

H

iip

i

p

po

p

ot

o

o

tte

t

e

es

e

s

si

s

iis

i

s

s

s

Melihat kerangka konseptual di atas, studi ini mengajukan empat hipotesis Melihat kerangka konseptual di atas, studi ini mengajukan empat hipotesis yang akan diuji kemudian, yaitu:

yang akan diuji kemudian, yaitu: 1.

1. Ada pengaruh positif antara perkembangan minat masyarakat terhadapAda pengaruh positif antara perkembangan minat masyarakat terhadap SMK dengan perkembangan SMK.

SMK dengan perkembangan SMK. 2.

2. Ada hubungan positif antara perkembangan SMK dengan kualitas lulusanAda hubungan positif antara perkembangan SMK dengan kualitas lulusan SMK.

SMK. 3.

3. Ada pengaruh positif antara kualitas lulusan SMK dengan keterserapannyaAda pengaruh positif antara kualitas lulusan SMK dengan keterserapannya dalam pasar tenaga kerja.

dalam pasar tenaga kerja. 4.

4. Ada pengaruh positif antara pasar tenaga kerja—setelah dibentuk olehAda pengaruh positif antara pasar tenaga kerja—setelah dibentuk oleh lulusan SMK—terhadap pertumbuhan ekonomi regional.

lulusan SMK—terhadap pertumbuhan ekonomi regional.

4

4

4

4

M

M

M

M

E

E

E

E

T

T

T

T

O

O

O

O

D

D

D

D

E

E

E

E

P

P

P

P

E

E

E

E

N

N

N

N

E

E

E

E

L

L

L

L

I

I

I

I

T

T

T

T

I

I

I

I

A

A

A

A

N

N

N

N

4

4

4

4.

..1

.

1

1.

1

.. D

.

D

Da

D

a

at

a

tta

t

a

a d

a

d

da

d

a

an

a

n

n S

n

Su

S

S

u

um

u

m

mb

m

b

be

b

e

er

e

r D

r

r

D

Da

D

a

at

a

tta

t

a

a

a

Data diambil dari DPSMK dan BPS. Data yang didapatkan dari DPSMK adalah: Data diambil dari DPSMK dan BPS. Data yang didapatkan dari DPSMK adalah:

  Jumlah siswa SMK menurut kab/kota (2003-2006) Jumlah siswa SMK menurut kab/kota (2003-2006)

  Jumlah SMK berikut ragam keahliannya menurut kab/kota (2003-2006) Jumlah SMK berikut ragam keahliannya menurut kab/kota (2003-2006)

 Kualitas lulusan menurut kab/kota (2003-2006), yang diproksi denganKualitas lulusan menurut kab/kota (2003-2006), yang diproksi dengan tingkat kelulusan dan NUN menurut kab/kota

tingkat kelulusan dan NUN menurut kab/kota Sedangkan yang diperoleh dari BPS adalah

Sedangkan yang diperoleh dari BPS adalah

 Data ketenagakerjaan (= penduduk yang bekerja) menurut propinsi danData ketenagakerjaan (= penduduk yang bekerja) menurut propinsi dan menurut pendidikan (2003-2006)

menurut pendidikan (2003-2006)

 PDRB menurut propinsi (2003-2006)PDRB menurut propinsi (2003-2006)

4

4

4

4.

..2

.

2

2.

2

.. T

.

T

Te

T

ek

e

e

k

kn

k

n

ni

n

iik

i

k A

k

k

A

An

A

n

na

n

a

al

a

lli

l

iis

i

s

si

s

iis

i

s

s

s

4

4

4

4.

..2

.

2

2.

2

..1

.

1.

1

1

..

.

K

Ko

K

K

or

o

o

re

r

r

e

el

e

lla

l

a

as

a

s

si

s

ii

i

Korelasi adalah salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mencari Korelasi adalah salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel yang sifatnya kuantitatif. Dua variabel dikatakan hubungan antara dua variabel yang sifatnya kuantitatif. Dua variabel dikatakan   berkorelasi apabila perubahan pada variabel yang satu akan diikuti perubahan   berkorelasi apabila perubahan pada variabel yang satu akan diikuti perubahan pada variabel yang lain secara teratur, dengan arah yang sama atau dapat pula pada variabel yang lain secara teratur, dengan arah yang sama atau dapat pula dengan arah yang berlawanan. Tanda arah (

dengan arah yang berlawanan. Tanda arah (signsign) korelasi antara dua variabel) korelasi antara dua variabel dapat dibedakan: (1) positif, jika perubahan pada salah satu variabel diikuti oleh dapat dibedakan: (1) positif, jika perubahan pada salah satu variabel diikuti oleh perubahan variabel yang lain secara teratur dengan gerakan yang sama; (2) perubahan variabel yang lain secara teratur dengan gerakan yang sama; (2) negatif, jika perubahan pada salah satu variabel diikuti oleh perubahan variabel negatif, jika perubahan pada salah satu variabel diikuti oleh perubahan variabel yang lain secara teratur dengan gerakan yang berlawanan; dan (3) nol, jika yang lain secara teratur dengan gerakan yang berlawanan; dan (3) nol, jika kenaikan nilai variabel yang satu kadang-kadang disertai dengan turunnya nilai kenaikan nilai variabel yang satu kadang-kadang disertai dengan turunnya nilai variabel yang lain, atau kadang-kadang diikuti kenaikan variabel yang lain.

variabel yang lain, atau kadang-kadang diikuti kenaikan variabel yang lain. Sebagai gambaran, bayangkan ada variabel

Sebagai gambaran, bayangkan ada variabel XX dandan Y Y . Korelasi antara. Korelasi antara XX dandan Y 

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan tentang pencegahan HIV AIDS di SMA N 1 Parigi pada saat sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media

Pemungutan BPHTB di Kota Surabaya sejak tahun 2011 diambil alih oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Surabaya (Dispenda Kota Surabaya), namun dalam pelaksanaan pemungutan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Intervensi Relaksasi Otot Progresif dan Mindfulness Spiritual Islam terhadap Kecemasan Mahasiswa Early Exposure

Pada gambar 16 dapat dilihat untuk proses download video selama 1 menit dengan bandwidth 128 Kbps hanya mampu memainkan video selama 7 detik, pada web client video yang diplay

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang diberi model pembelajaran think pair share dengan siswa

Melanoma Maligna merupakan jenis kanker kulit yang paling ganas, dapat menyebar kebagian tubuh lainnya seperti kelenjar limfa.Penyebab yang timbul adalah factor

Pada konstruksi pohon filogenetika ini dilakukan dengan seratus kali ulangan untuk mendapatkan pohon filogenetika yang paling optimal, sebagai pembanding untuk

Kemudian semenjak didirikan jumlah murid dalam tiga bulan pertama sudah tercatat 35 orang santri laki-laki yang dibagi dalam dua kelas pengajian, dan pada tahun itu