• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Usaha Perunggasan dan Pakan Terpadu*

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Usaha Perunggasan dan Pakan Terpadu*"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Usaha Perunggasan dan Pakan Terpadu

*

Dedi Suryanto, Umi Kalsum **

RINGKASAN

Pelaksanaan kegiatan MKU mulai tanggal26 Juli sampai dengan22 Agustus2009. Lokasi

kegiatan MKU dilakukan di Dusun Slamet Desa Ringinanom Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.

Tujuan kegiatan MKU ini antara lain meningkatkan kemampuan untuk menerapkan

pengetahuan dan pengalaman kewirausahaan mahasiswa di bidang agribisnis terutama menyangkut manajemen pemeliharaan ayam, pembuatan pakan, kesehatan ternak, pemasaran

produk, hingga pengolahan limbah kotoran ayam. Target luaran kegiatan antara lain

menciptakan keterkaitan dan transfer teknologi antara perguruan tinggi dengan usaha kecil dan menengah, melalui terbentuknya kerjasama lanjutan di bidang pendidikan dan penelitian antara Perusahaan Peternakan “Mandiri” dengan Unisma.

Manfaat bagi mahasiswa antara lain mahasiswa berpengalaman membuat formulasi

pakan untuk ayam dalam skala usaha menengah dengan pemanfaatan teknologi komputerisasi,

mahasiswa dapat menguasai manajemen agribisnis terutama manajemen pemeliharaan ayam, manajemen kesehatan ternak, manajemen pengolahan limbah ternak, manajemen penyediaan dan pengolahan pakan ternak ayam, menambah gairah mahasiswa sehingga siap menjadi calon

wirausahawan. Bagi pengusaha mitra bermanfaat memperoleh program komputerisasi formulasi

ransum unggas, memperoleh peningkatan manajemen agribisnis, serta membuka peluang agar lokasi MKU dijadikan basis pendidikan dan latihan untuk manajemen agribisnis peternakan dan

pakan ayam terpadu yang profesional dan tangguh.

Kegiatan langsung di tempat magang meliputi manajemen pemeliharaan ayam, manajemen produksi pakan, manajemen pemasaran dan analisa keuangan dan manajemen pengolahan limbah. Evaluasi dilakukan dengan cara pemantauan kegiatan setiap hari oleh pengawas di lokasi dan pemantauan oleh dosen pembimbing setiap akhir minggu serta pembuatan laporan oleh setiap mahasiswa peserta MKU.

Indikator pencapaian tujuan menunjukkan keberhasilan program ini terlihat dari keaktifan peserta MKU dan meningkatnya pengalaman dan pengetahuan kewirausahaan dilihat dari post test.

Pelaksanaan MKU dinilai telah berjalan lancar dan telah menggairahkan minimal 7 calon wirausahawan baru. Untuk penyempurnaan kegiatan perlu dilakukan pembekalan (pengetahuan dan ketrampilan) oleh nara sumber dari perusahaan mitra di lokasi pelaksanaan MKU pada minggu pertama pelaksanaan MKU sehingga sesuai dengan sistim kerja dan peraturan yang ada diperusahaan

Kata kunci : MKU, agribisnis, produk pakan

* Pengabdian pada masyarakat ini didanai DP2M Dirjen Dikti

** Ir. Dedi Suryanto dan Ir Umi Kalsum, MP, MP adalah staf pengajar Fakultas Peternakan

(2)

SUMMARY

MKU activities began on July 26 until August 22, 2009. Location of activities carried out in MKU Slamet Hamlet Village Tumpang Ringinanom District Malang Regency.

The purpose of this MKU activities include improving the ability to apply knowledge and experience of student entrepreneurship in agribusiness, especially regarding the maintenance management of chickens, feed production, animal health, product marketing, to waste processing chicken droppings. Targeting superficial activities include creating linkages and technology transfer between universities with small and medium enterprises, through the establishment of further cooperation in education and research between the Company Ranch "Mandiri" with Unisma.

Benefits to students include students experienced a feed formulation for chicken in a medium-scale businesses with the use of computerized technology, students can master the management of maintenance management in particular agribusiness chickens, livestock health management, livestock waste treatment management, supply management and processing of poultry feed, add excitement that students are ready to prospective entrepreneurs. Useful partner for entrepreneurs get computerized program formulation of poultry rations, have increased agribusiness management, as well as opportunities to become MKU location of education and training base for farm and agribusiness management of chicken feed that integrated professional and tough.

Direct activities include an internship at a chicken maintenance management, feed production management, marketing management and financial analysis and management of waste treatment. The evaluation is done by monitoring the activities of each day by the supervisor at the location and monitoring of the supervisor every weekend and making reports by each student participant MKU.

Achievement indicators show the success of this program is seen from the active participants increased MKU and entrepreneurial experience and knowledge of the post test views. MKU has assessed the implementation went smoothly and has exciting potential of at least 7 new entrepreneurs. To improve the activities necessary debriefing (knowledge and skills) by resource persons from partner companies in the location of the first week of MKU at MKU implementation so that the work system in accordance with existing regulations and company

Keywords: MKU, agribusiness, food products

* Dedication to the community is funded DP2M Director General of Higher Education

** Ir. Dedi Suryanto, MP and Ir. Umi Kalsum, MP is a faculty Unisma Faculty of Animal

(3)

PENDAHULUAN

Pemikiran yang mendasari kegiatan Magang Kewirausahaan ini bahwa agribisnis di bidang perunggasan merupakan usaha bisnis yang memiliki prospek yang tinggi untuk dikembangkan karena Indonesia masih kekurangan daging, telur dan produk olahannya, sedangkan konsumsi per kapita setiap tahunnya terus meningkat, akibatnya volume impor telur dan daging terus meningkat karena lebih dari sepertiga kebutuhan telur dan daging harus dipenuhi melalui impor.

Magang kewirausahaan dibidang

agribisnis, peternakan sangat diperlukan bagi mahasiswa maupun staf pengajar dan lembaga untuk memberikan motivasi dan pengalaman langsung bagi mahasiswa dan

staf pengajar, mengingat agribisnis

merupakan suatu sistem yang komprehensif mulai dari kegiatan input produksi, sistem pengolahan sampai pemasaran; dan sistem

penunjang (Sutawi, 2002). Sehingga

mahasiswa nantinya mampu menyerap

berbagai pengalaman kewirausahaan proses produksi, kualitas produk, permasalahan yang dihadapi dan cara mengatasinya.

Dengan demikian akan mendorong

berkembangnya sifat kreatif dan inovatif

mahasiswa untuk bergerak di bidang

kewirausahaan.

Saat ini lulusan Perguruan Tinggi masih belum terserap seluruhnya dalam lapangan pekerjaan. Dari sejumlah sarjana lulusan Fakultas Peternakan Unisma hanya sekitar 40 – 60% yang bekerja sesuai dengan

profesi dan keahliannnya. Sedangkan

kenyataannya mahasiswa yang telah

mendapat mata kuliah kewirausahaan belum mampu menjiwai kewirausahaan, karena itu diperlukan adanya penggairahan semangat berwirausaha melalui kegiatan magang kewirausahaan di bidang agribisnis. Dengan melakukan kegiatan magang kewirausahaan pada lingkungan wirausaha di daerah setempat yang mempunyai potensi bagus dan

prospektif, maka mahasiswa dapat

mempersiapkan diri untuk menjadi

wirausaha, sehingga dapat digunakan sebagai

basis pengembangan usaha sesuai dengan profesi dan keahliannya setelah lulus. Oleh karena itu diperlukan magang kewirausahaan di bidang agribisnis bagi mahasiswa Fakultas

Peternakan sebagai upaya untuk

menggairahkan semangat berwirausaha.

Dengan melakukan kegiatan magang

kewirausahaan pada lingkungan wirausaha di daerah setempat yang mempunyai potensi bagus dan prospektif, maka mahasiswa dapat

mempersiapkan diri untuk menjadi

wirausaha, sehingga dapat digunakan sebagai basis pengembangan usaha sesuai dengan profesi dan keahliannya setelah lulus. Kegiatan magang kewirausahaan ini sangat diperlukan mengingat wirausahawan adalah

individu yang ahli mengambil resiko

(Pambudy, dkk, 1999) dan menciptakan sesuatu yang baru (kreatif) serta membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovatif) yang bertujuan untuk tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat (Supriyoadi dan Wacik, 1998). Sedangkan kenyataan saat ini mahasiswa

yang telah mendapat mata kuliah

kewirausahaan belum mampu menjiwai kewirausahaan, sehingga diperlukan adanya penggairahan semangat berwirausaha melalui kegiatan magang kewirausahaan.

. Model perusahaan perunggasan yang

hanya bergerak di salah satu sub sistem saja kurang menguntungkan dibanding dengan model perusahaan perunggasan yang terpadu yang bergerak dari sub sistem hulu hingga

hilir, sehingga dapat menekan taraf

penyaluran barang konsumsi. Dengan

demikian diperlukan bentuk kegiatan magang kewirausahaan pada pengusaha mitra yang menggunakan sistem usaha ternak terpadu yaitu dipilih lokasi magang yang prospektif yang bergerak di bidang usaha perunggasan

terpadu mulai dari produksi pakan,

pemeliharaan ternak, kesehatan ternak,

pemasaran hingga sub sistem penunjang. Dengan demikian usaha tersebut akan saling menunjang, lebih efisien dan tangguh.

Untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan magang kewirausahaan dibutuhkan pengarahan, dan

(4)

kegiatan secara maksimal, disamping perlunya pengusaha mitra yang jelas dapat memberikan pengalaman berwirausaha bagi peserta, karena itu diperlukan penetapan tim dan institusi pelaksana, dosen pembimbing, nara sumber serta calon industri atau pengusaha mitra.

PELAKSANAAN KEGIATAN 1. Peserta Kegiatan

Jumlah peserta MKU yang memenuhi syarat yaitu 7 orang mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa angkatan tahun 2007 sebanyak 4 orang dan angkatan tahun 2008 sebanyak 3 orang. Mahasiswa tersebut diambil berdasarkan seleksi dari 18 orang pendaftar yang memenuhi syarat yang telah ditetapkan.

2. Pengusaha Mitra

Industri/perusahaan yang dijadikan mitra adalah Peternakan Unggas ”Mandiri” yang didirikan pada tahun 1989 di Dusun

Slamet Desa Ringinanom Kecamatan

Tumpang, yang berlokasi di Kabupaten Malang bagian timur, kurang lebih 10 kilometer dari kota Malang. Perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam potong dan petelur.

Sistem yang dilaksanakan terdiri dari subsistem agribisnis hulu yang berupa kegiatan ekonomi input produksi informasi dan penyediaan bibit pulet; selanjutnya sub sistem produksi ternak berupa manajemen pemeliharaan broiler dan layer mulai dari

starter, finisher, grower, pulet, layer,

kesehatan dan kebersihan lingkungan. Pada sub sistem pemasaran dilaksanakan kegiatan penyaluran produk ayam pada saluran pemasaran yang telah terbentuk. Akhirnya

pada sub sistem penunjang telah

dilaksanakan pengolahan limbah kotoran ayam menjadi pupuk.

Latar belakang pendirian perusahaan ini karena tingginya kebutuhan daging dan telur yang belum tercukupi secara memadai disamping usaha perunggasan merupakan

usaha yang prospektif menghasilkan

keuntungan yang menjanjikan.

Dalam perjalanannya perusahaan

tersebut menghadapi berbagai permasalah-an

antara lain manajemen pemeliharaan,

recording dan penyakit. Adapun masalah yang dibantu diselesaikan dengan adanya

MKU ini yaitu peningkatan efisiensi

manajemen pemeliharaan, efisiensi pakan dan recording.

Sumberdaya manusia yang dimiliki perusahaan unggas “Mandiri” sebanyak 11 orang. Sarana produksi yang digunakan meliputi sarana untuk pemeliharaan ayam potong dan petelur yang terdiri dari : kandang broiler 6 buah, kandang pulet 2 buah, kandang layer 2 buah, gudang pakan, 17.000 ekor ayam potong dan 1500 ekor ayam petelur.

3. Pelaksanaan Kegiatan

Sebelum pelaksanaan kegiatan di lokasi MKU dilakukan kegiatan antara lain : seleksi awal calon peserta, pembekalan materi dari pakar dan persiapan alat bantu magang. Selanjutnya kegiatan langsung ditempat magang dimana peserta magang dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok menjalani seluruh kegiatan yang ada di lokasi magang dengan cara rotasi. Adapun kegiatan langsung di lokasi magang terdiri dari : manajemen pemeliharaan ayam, manajemen produksi pakan, manajemen pemasaran dan analisa keuangan serta manajemen pengolahan limbah.

4. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan

Evaluasi pelaksanaan MKU meliputi : pembuatan daftar kegiatan yang dilakukan setiap hari selama pelaksanaan MKU dan

ditandatangani setiap hari oleh

pengawas/pegawai di lokasi MKU, setiap minggu pembimbing memantau buku harian tersebut dan menguji secara lisan tingkat penguasaan dari masing-masing mahasiswa dan pembuatan laporan kegiatan yang dilakukan selama MKU per individu.

Hasil evaluasi secara keseluruhan

menunjukkan bahwa alasan pemilihan

kegiatan dan jenis evaluasi yang dilakukan memang sangat tepat dan sangat diperlukan

(5)

bagi peningkatan profesionalis-me dibidang peternakan.

EVALUASI DAN PEMBAHASAN

PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Manfaat dan Ketercapaian Tujuan Kegiatan

Dengan adanya pelaksanaan MKU memberikan nilai tambah bagi Pengusaha mitra dalam hal ini perusahaan peternakan unggas “Mandiri” antara lain pengusaha

mitra MKU memperoleh tambahan

pengetahuan tentang analisa ekonomi

terutama yang berhubungan dengan efisiensi ekonomis seperti Income Over Feed Cost (IOFC) dan rentabilitas, efisiensi sistem pemasaran dan penciptaan jalur pemasaran alternatif; pengusaha mitra memperoleh program komputerisasi formulasi ransum unggas dan hasil analisa proksimat bahan pakan yang tersedia; Pengusaha mitra

memperoleh peningkatan manajemen

agribisnis terutama dalam manajemen

pembuatan pakan yang efisien dan

berkualitas tinggi sehingga meningkatkan mutu dan produksi ternak, manajemen ekonomi dalam efisiensi ekonomi sehingga

dapat menekan biaya produksi juga

meningkatkan keuntungan; dan membuka peluang bagai pengusaha mitra agar lokasi MKU dijadikan basis pendidikan dan latihan untuk manajemen agribisnis peternakan dan pakan ayam terpadu yang profesional dan tangguh.

Nilai tambah bagi mahasiswa peserta MKU dari sisi ketrampilan dan manajemen antara lain : mahasiswa berpengalaman membuat formulasi pakan untuk ayam dalam skala usaha menengah dengan pemanfaatan teknologi komputerisasi, mahasiswa dapat membuat berbagai pruduk pakan untuk ayam seperti konsentrat, pakan lengkap, pakan stater, dan pakan finisher, mahasiswa berpengalaman dan mampu menganalisa

ekonomi usaha perunggasan tingkat

menengah, mahasiswa mampu membuat jalur alternatif pemasaran produk, mahasiswa dapat menguasai manajemen agribisnis

terutama manajemen pemeliharaan ayam, manajemen kesehatan ternak, manajemen

pengolahan limbah ternak, manajemen

penyediaan dan pengolahan pakan ternak ayam, menambah gairah dan motivasi mahasiswa sehingga siap fisik dan mental serta pengalaman dan ketrampilan untuk menjadi calon wirausahawan.

Nilai tambah bagi Unisma sebagai

Perguruan Tinggi pelaksana antara lain : tim

pelaksana dan pembimbing memperoleh

tambahan pengalaman praktis dalam

berwirausaha perunggasan terpadu dan

pemecahan masalah yang timbul di

perusahaan peternakan unggas tingkat

menengah, kemampuan dalam mentransfer ilmu dan hasil penelitian seperti analisa ekonomi, bioteknologi pakan dan tanaman berkhasiat obat untuk kesehatan ternak

kepada pengusaha mitra, pelatihan

kemampuan manajemen di berbagai bidang

terutama manajemen produksi dan

manajemen ekonomi dan wawasan pergaulan dengan pelaksana agribisnis perunggasan di lapangan.

2. Penerapan Metode Penyelesaian

Masalah di Perusahaan Unggas

“Mandiri”.

Dalam penerapan metode

penyelesaian masalah di Peternakan Unggas “Mandiri” telah berjalan sesuai dengan sistim yang telah ditetapkan. Adapun penyelesaian masalah recording dan manajemen pakan, maka peserta MKU telah menawarkan

solusinya dengan membuatkan tabel

recording sehingga akan memudahkan untuk menentukan jadwal pelaksanaan operasional manajemen pemberian pakan, kesehatan dan pengobatan penyakit

Sedangkan untuk penyelesaian

permasalahan di bidang manajemen pakan, maka peserta MKU telah menawarkan solusinya dengan alternatif pemilihan bahan pakan yang ekonomis namun mampu menghasilkan produksi yang optimal baik kualitas maupun kuantitasnya dengan sistim komputerisasi berupa CD formulasi pakan

sehingga akan memudahkan untuk

(6)

kebutuhan ternak dan menentukan formulasi

ransum yang tepat, sehingga dapat

meningkatkan kualitas dan kuantitas

produksinya.

3. Indikator Pencapaian Tujuan Kegiatan

Terciptanya transfer teknologi dari pihak Perguruan Tinggi kepada Pengusaha Mitra MKU, melalui terbentuknya kerjasama lanjutan di bidang pendidikan dan penelitian

antara perusahaan peternakan unggas

“Mandiri” sebagai mitra dengan Perguruan Tinggi Universitas Islam Malang khususnya Fakultas Peternakan

4. Penyempurnaan Kegiatan

Dalam seleksi awal calon peserta diperlukan sosialisasi yang lebih optimal dengan waktu yang lebih lama sehingga memberikan motivasi bagi mahasiswa lain diluar Fakultas Peternakan untuk turut serta berpartisipasi dalam kegiatan MKU sehingga jumlah peserta bisa dimaksimalkan.

Perlu dipertahankan pemberian materi pembekalan secara tutorial yang diikuti dengan demo dari materi yang diberikan sehingga akan memberikan tidak hanya pengetahuan namun juga ketrampilan yang memadai untuk terjun di lapang. Disamping itu juga perlu dipertahankan pelaksanaan diskusi dalam “problem solving” yang berhubungan dengan permasalahan di tempat mitra dengan mengikutsertakan langsung peserta MKU.

Perlu dilakukan pembekalan

(pengetahuan dan ketrampilan) oleh nara sumber dari perusahaan mitra di lokasi

pelaksanaan MKU pada minggu I

pelaksanaan MKU sehingga sesuai dengan sistim kerja dan peraturan yang ada diperusahaan.

Perlu dipertahankan persiapan alat bantu magang sehingga perusahaan mitra MKU tidak merasa terbebani dan dirugikan dengan adanya pelaksanaan MKU, namun justru mendapatkan input maupun transfer teknologi yang dibutuhkan.

Perlunya dipertahankan pembuatan daftar kegiatan harian selama pelaksanaan MKU yang ditandatangani pengawas di lokasi MKU sehingga mahasiswa peserta

MKU lebih disiplin dan jika ada

permasalahan segera bisa diatasi melalui pemantauan dosen pembimbing. Disamping itu juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menguji tingkat penguasaan dari mahasiswa peserta MKU

KESIMPULAN

Proses pelaksanaan MKU telah

berjalan lancar sesuai dengan rencana

pelaksanaan dan telah menggairahkan

minimal 7 calon wirausahawan baru dalam usaha perunggasan sehingga dapat digunakan sebagai bekal pengembangan usaha sesuai dengan profesi dan keahliannya.

KEPUSTAKAAN

Darmawan, T. 2003. Kebutuhan Produk Pangan 2035. Makalah Seminar Regional. Fakultas Peteternakan Universitas Brawijaya, Malang. Kalsum, U. 2001. Upaya Efisiensi Saluran

Pemasaran Makanan Ternak Ayam

di Poultry Shop “Sawahan”

Malang. Laporan Penelitian.

Unisma, Malang.

Lupriyoadi, R. dan J. Wacik, 1998. Wawasan Kewirausahaan. Lembaga Penerbit

Fakultas Ekonomi. Universitas

Indonesia. Jakarta.

Pambudy, R., T. Sipayung, W.D. Priatna, Burhanuddin, A. Kriswantriyono,

A. Satria. 1999. Bisnis dan

Kewirausahaan dalam sistem

Agribisnis : Kumpulan Pemikiran. Pustaka Wirausaha. Bogor.

Sutawi, 2001. Manajemen Agribisnis. Bayu Media dan UMM Press, Malang.

Referensi

Dokumen terkait

Semua ini tidak dibenarkan dalam Islam, karena dukun-dukun tersebut tidak beriman kepada Allah; mereka adalah pendusta dan pembohong yang mengaku mengetahui hal-hal ghaib, dan

[r]

Kalibalau Kencana, Sukabumi Bandar Lampung Dengan ini memberitahukan bahwa setelah diadakan Penetapan oleh Panitia Pengadaan barang/jasa. Pemerintah Bidang Pengairan Dinas

Tidak sedikit kritikus sastra yang meyakini sejumlah informasi yang diangkat Eco ini sebagai sebuah kebenaran sejarah, meski sejarah Knight Templar hingga Masonry sering kali

Adapun maksud penyelesaian hadis-hadis mukhtalif, dengan cara takwil di sini adalah menakwilkan hadis dari makna lahiriah yang tampak bertentangan kepada makna lain karena adanya

Jika pada hasil simulasi frekuensi kerja yang dianalisis hanya dibatasi pada range 1-2.7 GHz dengan tujuan untuk membandingkan hasil simulasi dengan hasil pengukuran yang

Berdasarkan uraian diatas maka dalam penelitian ini di lakukan pengujian untuk mendapatkan konduktivitas termal dari bahan PCM yaitu lemak sapi dengan menambahkan arang

Budidaya padi organik bertujuan meminimalkan penggunaan pupuk anorganik dan pestisida kimia, namun kenyataannya tetap tidak terlepas dari gangguan hama dan penyakit.