BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan program prioritas untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang cerdas, handal, cakap dan kompeten dalam rangka mendukung keberhasilan pembangunan secara menyeluruh. Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan gender.
Akses pendidikan yang mudah, murah dan terjangkau, serta pendidikan yang berkualitas akan membuat warga masyarakat memiliki kecakapan hidup (life
skills) yang akan menjadi pendorong serta tumpuan tegaknya pembangunan
manusia seutuhnya yang pada gilirannya akan mampu mewujudkan masyarakat maju, mapan dan sejahtera yang dijiwai dengan nilai-nilai Pancasila.
Selanjutnya Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dinas Pendidikan Kabupaten Malang berdasarkan Peraturan Bupati Malang Nomor 4 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Dinas Pendidikan dan Peraturan Bupati Malang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Koordinasi Lintas Organisasi Perangkat Daerah merupakan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang pendidikan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan serta melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.
Untuk mewujudkan fungsi dan tujuan tersebut, Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan, membimbing, membantu, dan
mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, sesuai dengan prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan nasional yaitu :
1) Demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa ; 2) Satu kesatuan yang sistemik dengan system terbuka dan multimakna,
diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat ;
3) Memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran ;
4) Mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat ; dan
5) Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.
Dinas Pendidikan sebagai organisasi perangkat daerah yang mengemban amanat dan tanggung jawab melaksanakan tujuan dan fungsi pendidikan tersebut, harus mewujudkan pelaksanaan kinerja dan penerapan mekanisme pertanggung-jawaban dari masing-masing program dan kegiatan yang tepat, jelas dan terukur sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap terciptanya good governance.
Penerapan pencapaian good governance berlandaskan pada TAP MPR RI No. XI/MPR/1998 dan UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN yang aturan pelaksanaannya didasarkan pada INPRES No. 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). Selanjutnya melalui Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menyusunan Laporan Kinerja yang merupakan wujud pertanggung-jawaban pelaksanaan kinerja selama 1 (satu) tahun anggaran dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pendidikan Kabupaten Malang 2011-2015.
Maksud dari penyusunan Laporan Kinerja ini adalah untuk mengukur dan mengevaluasi capaian kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun 2015 sekaligus sebagai bentuk format pertanggungjawaban atas keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan kedinasan pada tahun 2015.
Adapun tujuan penyusunan Laporan Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Malang adalah:
1. Untuk mengetahui sampai seberapa jauh kualitas kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Malang pada tahun anggaran 2015 secara transparan, sistematik dan dapat dipertanggungjawabkan;
2. Untuk memberikan informasi tentang tingkat keberhasilan dan kegagalan dalam melaksanakan tugas, agar tugas-tugas dapat dilaksanakan lebih efektif, efisien dan responsif terhadap lingkungannya.
3. Untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja Daerah khususnya Pemerintah Kabupaten Malang sebagai salah satu prasyarat untuk tercapainya pemerintahan yang baik dan terpercaya.
C. Gambaran Umum
1. Organisasi Perangkat Daerah
Berdasarkan Peraturan Bupati Malang Nomor 4 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Dinas Pendidikan dan Peraturan Bupati Malang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Koordinasi Lintas Organisasi Perangkat Daerah, tugas pokok Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pendidikan adalah sebagai berikut :
1) Melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang pendidikan berdasarkan asas ootonomi dan tugas pembantuan ;
2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.
Selanjutnya dalam rangka menyelenggarakan tugas tersebut, Dinas Pendidikan mempunyai fungsi :
1) Pengumpulan, pengolahan dan pengendalian data yang berbentuk database serta analisis data untuk penyusunan program kegiatan ; 2) Perencanaan strategis pada Dinas Pendidikan ;
4) Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang pendidikan ;
5) Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang pendidikan ;
6) Pelaksanaan, pengawasan, pengendalian serta evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan bidang pendidikan ;
7) Pelaksanaan standart pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan bidang pendidikan ;
8) Penyelenggara kesekretariatan Dinas Pendidikan ; 9) Pembinaan UPTD ;
10) Pembinaan penyelenggaraan taman kanak-kanak, sekolah tingkat dasar dan lanjutan pertama, lanjutan atas, dan pendidikan luar sekolah ;
11) Pengaturan dan pengawasan penerimaan murid sekolah, keuangan, ketata-laksanaan, alat-alat perlengkapan, pembangunan gedung sekolah dan tenaga teknis, ijasah serta perpustakaan sekolah.
Didalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan sesuai Struktur Organisasi yang telah ditetapkan, didukung ketersediaan sarana dan prasarana kelembagaan serta sistem prosedur yang baku, maka Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Malang adalah sebagai berikut:
1. Kepala Dinas (Eselon IIb) 2. Sekretaris (Eselon IIIa)
a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian (Eselon IVa) b. Sub Bagian Keuangan (Eselon IVa)
c. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan (Eselon IVa)
3. Bidang TK/SD (Eselon IIIb)
a. Seksi KurikulumTK/SD (Eselon IVa)
b. Seksi Sarana dan PrasaranaTK/SD (Eselon IVa) c. Seksi KesiswaanTK/SD (Eselon IVa)
4. Bidang Sekolah Menengah (Eselon IIIb)
a. Seksi KurikulumSekolah Menengah (Eselon IVa) b. Seksi Sarana dan PrasaranaSekolah Menengah (Eselon IVa)
c. Seksi KesiswaanSekolah Menengah (Eselon IVa) 5. Bidang Tenaga Teknis Pendidikan (Eselon IIIb)
a. Seksi Tenaga Teknis TK/SD (Eselon IVa)
b. Seksi Tenaga TeknisSMP/SMA/SMK (Eselon IVa) c. Seksi Tenaga TeknisPLS dan Kepengawasan (Eselon IVa)
6. Bidang Pendidikan Luar Sekolah (Eselon IIIb)
a. Seksi Pendidikan Anaka Usia Dini (PAUD)(Eselon IVa) b. Seksi Pendidikan Kesetaraan (Eselon IVa)
c. Seksi Pendidikan Kursus dan Kelembagaan(Eselon IVa) 7. Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan (Eselon IVa).
a. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Ampelgading b. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Bantur
c. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Bululawang d. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Dampit e. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan D a u f. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Donomulyo g. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Gedangan h. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Gondanglegi i. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Jabung j. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Kalipare k. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Karangploso l. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Kasembon m. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Kepanjen n. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Kromengan o. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Lawang p. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Ngajum q. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Ngantang r. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Pagak s. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Pagelaran t. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Pakis u. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Pakisaji
v. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Poncokusumo w. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Pujon
x. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Singosari
y. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Sumbermanjing z. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Sumberpucung å. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Tajinan
ö. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Tumpang aa. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Turen bb. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Wagir cc. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Wajak dd. UPTD Pendidikan TK/SD dan PLS Kecamatan Wonosari ee. UPTD Pendidikan SMP
ff. UPTD Pendidikan SMA gg. UPTD Pendidikan SMK
8. Kelompok Jabatan Fungsional ( Pengawas TK dan SD, Pengawas
Sekolah Menengah, dan Penilik Pendidikan Non Formal )
Susunan struktur organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dapat dilihat sebagaimana bagan struktur organisasi di bawah ini.
Gambar 1.1 Bagan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Malang BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN
KEPALA DINAS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKRETARIAT SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN KEUANGAN SUB BAGIAN PERENCANAAN, EVALUASI DAN PELAPORAN BIDANG TK/RA DAN SD/MI BIDANG SEKOLAH MENENGAH BIDANG TENAGA TEKNIS PENDIDIKAN BIDANG PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH SEKSI KURIKULUM TK/RA dan SD/MI
SEKSI KURIKULUM
SMP/Mts/SMA/SMK/MA SEKSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
SEKSI TENAGA TEKNIS TK/SD
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
: GARIS KOMANDO : GARIS KOORDINASI
2. Sumber Daya Aparatur
Disamping Struktur Organisasi diatas, didalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Dinas Pendidikan didukung oleh jumlah personil Pegawai Negeri Sipil aktif dengan klasifikasi jenis kelamin sebagaimana pada Tabel 1.1, dengan klasifikasi tingkat pendidikan yang bervariasi sebagaimana pada Tabel 1.2 dan klasifikasi berdasarkan pangkat/golongan sebagaimana pada Tabel 1.3.
Tabel 1.1 Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Dinas Pendidikan Berdasarkan Jenis Kelamin
No UPTD TK/SD dan PLS
JENIS KELAMIN Jumlah
Pegawai (Orang) LAKI-LAKI PEREMPUAN 1 PUSAT (Dinas Pnndkn) 72 21 93 2 AMPELGADING 6 0 6 3 BANTUR 6 2 8 4 BULULAWANG 2 1 3 5 DAMPIT 6 2 8 6 DAU 2 2 4 7 DONOMULYO 4 1 5 8 GEDANGAN 5 0 5 9 GONDANGLEGI 3 0 3 10 JABUNG 3 3 6 11 KALIPARE 3 1 4 12 KARANGPLOSO 4 2 6 13 KASEMBON 4 1 5 SEKSI KESISWAAN TK/RA dan SD/MI
SEKSI SARANA TK/RA dan SD/MI
SEKSI KESISWAAN SMP/Mts/SMA/SMK/MA SEKSI SARANASMP/Mts/SMA/ SMK/MA SEKSI PENDIDIKAN KESETARAAN SEKSI PEMBINAAN KURSUS DAN KELEMBAGAAN SEKSI TENAGA TEKNIS SMP/SMA/SMK SEKSI TENAGA TEKNIS PLS DAN KEPENGAWASAN U P T D TK/SD DAN PLS U P T D SMP U P T D U P T D SMK U P T D TK/SD DAN PLS U P T D TK/SD DAN PLS U P T D TK/SD DAN PLS U P T D U P T D TK/SD DAN PLS U P T D SMA Ka.TU SMP Ka.TU UPTD TK/SD
14 KEPANJEN 5 1 6 15 KROMENGAN 1 1 2 16 LAWANG 2 4 6 17 NGAJUM 3 0 3 18 NGANTANG 5 2 7 19 PAGAK 5 1 6 20 PAGELARAN 3 1 4 21 PAKIS 6 2 8 22 PAKISAJI 3 2 5 23 PONCOKUSUMO 7 0 7 24 PUJON 5 0 5 25 SINGOSARI 3 4 7 26 SUMBERMANJING 4 1 5 27 SUMBERPUCUNG 7 0 7 28 TAJINAN 4 3 7 29 TIRTOYUDO 4 1 5 30 TUMPANG 3 2 5 31 TUREN 2 2 4 32 WAGIR 3 2 5 33 WAJAK 5 2 7 34 WONOSARI 5 1 6 Jumlah 205 68 273
Sumber data : Kepegawaian Dinas Pendidikan, status data : 31 Desember 2015
Tabel 1.2 Jumlah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Dinas Pendidikan Berdasarkan Tingkat Pendidikan
No Jenis Pendidikan
Jumlah Pegawai (Orang) Jumlah Pegawai
(Orang) Pusat Workshop UPTD
1 Pendidikan Strata tiga (S3) 3 1 4
2 Pendidikan Strata Satu (S2) 39 43 82
3 Pendidikan Strata Satu (S1) 32 124 156
4 Pendidikan D3/Sarjana Muda 7 2 9
5 Pendidikan SLTA 12 10 22
7 Pendidikan SD
JUMLAH 93 180 273
Sumber data : Kepegawaian Dinas Pendidikan, status data :31 Desember 2015
Tabel 1.3 Jumlah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Dinas Pendidikan Berdasarkan Pangkat/Golongan
No UPTD TK/SD dan PLS JENIS KELAMIN
Jumlah Pegawai
(Orang) LAKI-LAKI PEREMPUAN
1 Pembina Utama Muda (IV/c) 2 0 2
2 Pembina Tingkat I (IV/b) 18 6 24
3 Pembina (IV/a) 40 5 45
4 Penata Tk.I (III/d) 29 15 43
5 Penata (III/c) 28 11 39
6 Penata Muda Tk.I (III/b) 27 13 40
7 Penata Muda (III/a) 20 5 24
8 Pengatur Tk.I (II/d) 9 2 11
9 Pengatur (II/c) 16 1 17
10 Pengatur Muda Tk.I(II/b ) 17 0 17
11 Pengatur Muda (II/a) 9 0 9
JUMLAH 215 58 273
Sumber data : Kepegawaian Dinas Pendidikan, status data : 31 Desember 2015
Sekretariat dan Bidang masing-masing dipimpin oleh seorang Sekretaris dan Kepala Bidang, yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas, sedangkan Sub Bagian dan Seksi masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab Iangsung kepada Sekretaris dan Kepala Bidang.
Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sesuai dengan bidang keahliannya dipimpin oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditunjuk oleh Kepala Dinas, yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas atau pejabat lain yang ditunjuk oleh Kepala Dinas.
Masing-masing Unit Pelaksana Teknis Dinas dipimpin oleh seorang Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Tugas pokok dan fungsi Sekretariat dan Bidang di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang :
a. Sekretaris mempunyai tugas melaksanakan koordinasi perencanaan, evaluasi dan pelaporan program, pengelolaan urusan kepegawaian (pegawai struktural), urusan yang meliputi kegiatan surat menyurat, penggandaaan, perlengkapan, rumah tangga dan humas, uwsan keuangan serta urusan evaluasi dan pelaporan kegiatan; b. Bidang Taman Kanak – Kanak dan Sekolah Dasar melaksanakan sebagian urusan
teknis Dinas Pendidikan dalam bidang kurikulum, pengelolaan sekolah, sarana dan prasarana serta pembinaan tenaga teknis Taman Kanak – Kanak dan Sekolah Dasar;
c. Bidang Sekmen melaksanakan sebagian urusan teknis Dinas Pendidikan dalam bidang kurikulum, pengelolaan sekolah, sarana prasarana serta pembinaan tenaga teknis sekolah lanjutan pertama dan menengah;
d. Bidang Pendidikan Luar Sekolah melaksanakan pembinaan kursus, PAUD, Program Paket A setara, Program Paket B setara, Program Paket C setara, Kelompok Belajar Usaha (KBU) magang, pendidikan perempuan, pemberantasan buta huruf (keaksaraan Fungsional) dan pembinaan tenaga teknis pendidikan luar sekolah;. e. Bidang Tenaga Teknis. Melaksanakan pembinaan karier guru, peningkatan mutu
guru, koordinasi perlindungan hukum tenaga kependidikan dan koordinasi penyelenggaraan penataran;
f. Unit Pelaksana Teknis Dinas merupakan unsur pelaksanan dilapangan yang melaksanakan sebagian tugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di wilayah Kecamatan.
3. Capaian Kinerja Dinas Pendidikan Tahun 2015
Capaian kinerja menggambarkan tingkat keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan dengan menggunakan indikator tertentu. Adapun capaian kinerja masing-masing program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan pada tahun anggaran 2015 dapat diuraikan sebagai berikut :
Sasaran Strategis :
Pengembangan Program Pendidikan Anak Usia Dini
Tabel 1.4. Capaian Kinerja Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Pada Indikator Pendidikan Anak Usia Dini sasaran strategisnya adalah meningkatkan partisipasi penduduk usia 2-6 tahun untuk memperoleh layanan Pendidikan Anak Usia Dini Ketercapaian program 97,38 %. merupakan pencapaian yang sangat signifikan dalam peningkatan partisipasi masyarakat untuk mendapatkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini.
Pencapaian yang sangat signifikan tersebut disebabkan oleh minat dan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program peningkatan APK PAUD yang ditargetkan mencapai 83,06 pada tahun 2015. Hal tersebut juga merupakan bukti keberhasilan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dalam mengembangkan pendidikan Anak Usia Dini yang di dukung oleh lintas sektor dan yang sangat erat keterkaitannya dalam program penanganan layanan Pendidikan Anak Usia Dini, antara lain PKK Kabupaten Malang, Dinas Kesehatan, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta Instansi lain yang terkait.
Meningkatnya Profesionalisme pendidik PAUD ditandai dengan meningkatnya prosentase Pendidik PAUD yang berkualifikasi S-1 PAUD. Hal inilah yang mendorong kebijakan pemerintah yang akan memperbaiki tingkat pendapatan, dan tingkat kesejahteraan Pendidik PAUD.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik bagi pendidik PAUD serta Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009 tentang standart kompentensi Pendidikan Anak Usia Dini, peningkatan kompentensi pendidik PAUD dilaksanakan dengan jalan pelatihan – pelatihan, baik yang diselenggarakan secara mandiri oleh Organisasi – Organisasi Mitra PAUD seperti Himpaudi dan IGTKI , maupun
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
a. Prosentase partisipasi penduduk usia 2-6 tahun terhadap PAUD (APK PAUD)
83,06% 80,89% 97,38%
b.. Prosentase Pendidik PAUD
berkualifikasi S-1/D4 53,08% 54,21% 102,12%
pelatihan peningkatan kompentensi pendidik yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Guru (PKG) PAUD yang ada di setiap kecamatan. Kegiatan ini mengalami
kenaikan yang signifikan pada tahun 2015 dengan capaian kinerja sebesar 99,75 %.
Sasaran Strategis :
Pengembangan Program Pendidikan Dasar Wajib belajar 9 Tahun
Tabel 1.5. Capaian Kinerja Program Pendidikan Dasar
Sasaran strategis pengembangan Pendidikan Dasar wajib belajar 9 tahun pada tahun 2015, terdapat penurunan APK baik pada jenjang Sekolah Dasar maupun pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama, dari yang ditargetkan yang disebabkan oleh penurunan jumlah penduduk usia SD sehingga APK SD juga mengalami penurunan sebesar 0,03% demikian juga untuk jenjang SMP.
Pemenuhan kualifikasi guru yang mempunyai kualifikasi S1/D4 yang ditargetkan sebesar 76,00% juga mengalami penurunan sebesar 0,01%, sedangkan prosentase putus sekolah untuk jenjang SMP juga mengalami kenaikan sebesar 0,9% dari target yang telah ditetapkan sebesar 0,35%, hal ini disebabkan makin tingginya anak usia sekolah SMP yang tidak melanjutkan dengan alasan bekerja untuk membantu ekonomi orang tua, atau pada daerah – daerah tertentu anak –
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
a.. Angka Partisipasi Kasar (APK)
Sekolah Dasar 113,20% 113,19% 99,99%
b. Angka Partisipasi Kasar (APK)
Sekolah Menengah Pertama 96,52% 96,45% 99,93%
c. Angka Partisipasi Murni (APM)
Sekolah Dasar 99,60 99,34 99,74%
d. Angka Partisipasi Murni (APM)
Sekolah Menengah Pertama 79,80 79,78 99,97%
e. Prosentase Pendidikan yang
ditamatkan SD 100% 100% 100%
f. Prosentase Pendidikan yang
ditamatkan SMP 100% 100% 100%
g. Prosentase Putus Sekolah Dasar 0,13% 0,09% 144,44% h. Prosentase Putus Sekolah
Menengah Pertama 0,35% 0,44% 79,55%
i. Prosentase Guru yang memiliki
kualifikasi S-1/D4 SD (layak) 76,00% 75,99% 99,98% j. Prosentase Guru yang memiliki
kualifikasi S-1/D4 SMP (layak) 88 91,35 103,81%
anak yang seharusnya masih menempuh jenjang SMP memilih untuk tidak melanjutkan sekolah karena kawin muda.
Akan tetapi secara keseluruhan tingkat pencapaian kinerja pada program pendidikan dasar telah mencapai rata – rata 102,74%.
Sasaran Strategis :
Pengembangan Program Pendidikan Menengah Tabel 1.6. Capaian Kinerja Program Pendidikan Menengah
Program pendidikan menengah diarahkan pada peningkatan akses ketersediaan dan keterjangkauan layanan pendidikan menengah, dengan terus meningkatkan kualitas lulusan yang dihasilkan, relevansi dan berkesetaraan. Dengan program ini diharapkan akan meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan menengah dan menghasilkan lulusan yang berkualitas.
Peran serta masyarakat dalam pembangunan SMK Swasta, mempunyai andil yang sangat besar bagi peningkatan Angka Partisipasi Sekolah Menengah, yang mengalami kenaikan cukup sigifikan, dari taget 55,55% realisasinya mencapai 55,62%, hal ini disebabkan dengan dibukanya 4 sekolah baru SMK Swasta yang dapat menampung penduduk usia sekolah 15 – 18 tahun sehingga dapat menampung lulusan SMP yang melanjutkan ke jenjang SMA/K.
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
a.. Angka Partisipasi Kasar (APK) Sekolah Menengah
Atas/Kejuruan
81,00% 81,23%
b. Angka Partisipasi Murni (APM) Sekolah Menengah
Atas/Kejuruan
75,00% 76,61%
c. Prosentase Putus Sekolah
Menengah Atas/Kejuruan 0,70% 0,11%
d. Angka Kelulusan 100% 100%
d. Prosentase ketersediaan sarana praktek pendidikan
kewirausahaan
70,00% 71,13%
Pencapaian target penurunan angka putus sekolah yang ditetapkan sebesar 0,72% belum memberikan hasil yang memuaskan, karena mengalami peningkatan sebesar 0,22%, tentunya harus dipersiapkan program yang lebih aplikatif dalam menekan angka putus sekolah sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Penyediaan kurikulum yang mengacu pada relevansi pendidikan yang ditargetkan mencapai 92,23% belum sepenuhnya dapat dicapai, dan merupakan tantangan ke depan untuk mencari terobosan – terobosan baru guna pencapaiannya secara maksimal.
Pendidikan kewirausahaan mendorong siswa untuk mempunyai kreatifitas dan pengetahuan tentang kewirausahaan. Pemenuhan sarana praktek pendidikan kewirausahaan yang ditargetkan mencapai 70% baru dapat tercapai 65,13% .
Sasaran Strategis :
Pengembangan Program Pendidikan Luar Sekolah Tabel 1.8. Capaian Kinerja Program Pendidikan Luar Sekolah
Masih banyaknya warga masyarakat penyandang Buta Aksara merupakan hambatan untuk mewujudkan sumberdaya manusia berkualitas. Penanganan terhadap warga buta aksara sudah dilakukan secara intensif dan berkelanjutan, namun berdasar data yang dirilis oleh BPS, penyandang buta aksara di Kabupaten Malang masih cukup besar jumlahnya yaitu 54.904 penduduk dari 1,8 juta penduduk usia 15-66 tahun atau 2,98 %.
Jumlah penyandang tersebut, mengalami penurunan 0,86 % atau sebesar 15.830 orang yang sudah tertangani pada tahun 2012 dari kondisi tahun 2011 yang mencapai 70.734 orang atau Angka melek Huruf baru mencapai 96,16 %.
Ketersediaan Tutor mempunyai hubungan erat dengan upaya penanganan buta aksara. Tutor yang tersedia di lingkungan masyarakat membutuhkan pelatihan intensif agar mereka betul-betul mampu membimbing warga belajar menjadi melek
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
a.. Prosentase Angka melek Huruf 99% 98,18% 98%
b. Meningkatnya jumlah Kompentensi
Tutor kesetaraan 90% 84,56% 93,95%
aksara.Jumlah Tutor berkompeten yang ditargetkan 300 orang baru tersedia sebanyak 100 orang.
Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan ( life skill ) kepada kelompok masyarakat dari keluarga kurang mampu yang ditargetkan pencapaiannya 20% yang bisa tertangani masih 18,20%
Sasaran Strategis :
Pengembangan Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tabel 1.9. Capaian Kinerja Program Peningkatan Mutu Pendidik dan tenaga kependidikan
Guru berkelayakan sesuai UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen adalah mereka yang telah berkualifikasi S1 atau D4 dengan program jurusan sesuai mata ajar yang diajarkan yang bersangkutan. Dari 28.224 guru mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA yang berkualifikasi S1 baru 18.376 orang atau 65,11 %.
Untuk guru bersertifikat, data guru yang tersedia adalah dari lingkungan Dinas Pendidikan yaitu TK, SD, SMP, SMA dan SMK serta Pengawas Sekolah. Dari target 14.200 orang yang mendapatkan sertifikat pendidik baru mencapai 85,70 %.
Sasaran Strategis :
Pengembangan Program Pengelolaan managemen pendidikan Tabel 1.10. Capaian Kinerja Program Pegelolaan Managemen Pendidikan
No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
a.. Prosentase Guru berkelayakan mengajar berdasarkan kualifikasi pendidikan
65,00% 65,11% 93,01%
b. Prosentase Guru yang telah
tersertifikasi 14.200 12.170 85,70%
c. Prosentase Guru yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan kompentensi
53,00% 47,15% 88,96%
Rata – rata capaian kinerja 89,22%
No Indikator Kinerja Target Realisa
si Capaian
a.. Prosentase ketersediaan Data
Kependidikan 100% 98% 98%
b. Prosentase Sekolah yang telah memiliki Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) secara online.
Kebutuhan data pendidikan yang integral, akurat, valid, dan dapat terkoneksi mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Pusat sangat diperlukan untuk penyusunan perencanaan dan kebijakan pembangunan pendidikan.
Namun karena sumberdaya baik sarana maupun SDM yang tersedia masih sangat terbatas, kualitas data sekolah yang ditunjukkan dengan pengiriman data secara online baru mencapai 98 % dari 100 % target yang diharapkan.
Mutu pendidikan di tingkat sekolah juga ditunjukkan dengan adanya perencanaan yang komprehensif dengan memperhatikan berbagai aspek dan sumber daya yang tersedia di sekolah.
D. DASAR HUKUM
Penyusunan Laporan Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun 2015 berlandaskan kepada:
1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang PenyelenggaraanNegara yang Bersih dan Bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851);
2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
3) Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 4) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang PerimbanganKeuangan
antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);
5) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
6) Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
7) Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
8) Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;
9) Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 10 Tahun 2007 tentang Kewenangan Pemerintahan Kabupaten Malang Dalam Urusan Pemerintahan Wajib dan Pilihan;
9) Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah;
10) Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kabupaten Malang Tahun 2005- 2025;
11) Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang Tahun 2010- 2015;
12) Peraturan Bupati Malang Nomor 4 Tahun 2008tentang Organisasi Perangkat Daerah Dinas Pendidikan
13) Peraturan Bupati Malang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Koordinasi Lintas Organisasi Perangkat Daerah
14) Peraturan Bupati Malang Nomor 28 Tahun 2013 tentang Indikator Kunci Utama;
15) Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2014 tentang Reviu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD);
16) Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tentang Revisi Rencana Strategis Tahun 2011-2015
E. SISTEMATIKA PENULISAN
Adapun sistematika penulisan Laporan Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, yang meliputi 4 (empat) bab sebagai berikut :
Pada bab ini disajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi.
BAB II Perencanaan Kinerja
Pada bab ini diuraikan ringkasan/ikhtisar perjanjian kinerja tahun yang bersangkutan.
BAB III Akuntabilitas Kinerja
A. Capaian Kinerja Organisasi
Pada sub bab ini disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut :
1. Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;
2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capain kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir;
3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;
4. Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional (jika ada);
5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan;
6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya;
7. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian perjanjian kinerja.
B. Realisasi Anggaran
Pada sub bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja.
Pada bab ini diuraikan simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.
LAMPIRAN - LAMPIRAN - Penetapan Kinerja 2015 - Pengukuran Kinerja 2015
- Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2015 - Renstra 2011 - 2015
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A. Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis adalah suatu perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 sampai dengan 5 tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul. Keluaran dari perencanaan strategis ini adalah dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) yang bersifat perencanaan jangka menengah. Sebagai institusi pemerintah yang berhubungan langsung dengan masyarakat maka dalam proses penyusunan RENSTRA-nya selain melibatkan seluruh komponen organisasi dalam rangka merumuskan tindakan-tindakan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan dan kendala yang dihadapi, juga melakukan penjaringan aspirasi dari seluruh stakeholder yang meliputi kebutuhan dan harapan stakeholder terhadap Dinas Pendidikan. Oleh sebab itu RENSTRA Dinas Pendidikan bersifat partisipatif dan akomodatif karena melibatkan seluruh stakeholder dalam proses penyusunannya serta fleksibel karena dimungkinkan untuk dilakukannya penyesuaian-penyesuaian yang bersifat konstruktif untuk mengikuti perkembangan situasi dan kondisi.
Mengingat dinamika dan perubahan kebijakan pemerintah dalam sistem pembangunan dan penyelenggaraan anggaran, maka Renstra yang disusun masih bersifat sementara dan transisional. Secara skematis penyusunan Dokumen RENSTRA Dinas Pendidikan sebagai berikut :
RPJMD Kabupaten Malang (2011-2015) RENSTRA Dinas Pendidikan (2011-2015) Pernyataan VISI Pernyataan MISI Pernyataan SASARAN
STRATEGI / CARA PENCAPAIAN TUJUAN DAN SASARAN 1.KEBIJAKAN
2.PROGRAM / KEGIATAN Pernyataan TUJUAN
Gambar 2.1
1. VISI
Visi Dinas Pendidikan merupakan cara pandangan jauh ke depan, kemana dan bagaimana organisasi harus dibawa dan berkarya agar tetap konsisten dan dapat eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Visi Dinas Pendidikan adalah suatu gambaran cara memandang keadaan masa depan yang berisikan cita-cita dan citra yang ingin diwujudkan dan sekaligus sebagai pengarah dan sumber acuan dalam pelaksanaan tugas yang diemban oleh seluruh jajaran organisasi.
Visi Dinas Pendidikan digali dari keyakinan dasar dan nilai-nilai dasar yang dianut oleh seluruh komponen organisasi, dengan mempertimbangkan lingkungan sekitarnya dan tugas pokok serta fungsi Dinas Pendidikan. Atas dasar pertimbangan terhadap faktor-faktor tersebut maka visi Dinas Pendidikan Kabupaten Malang adalah sebagai berikut :
” Terwujudnya insan intelektual yang berakhlak, berwawasan, demokratis, cerdas dan professional “
Insan intelektual yang berakhlak dimaksudkan adalah insan berpendidikan yang memiliki kapabilitas dalam merealisasikan pikiran dan tindakan positif serta mampu menghindari pikiran dan tindakan negatif sesuai norma-norma agama, social dan peraturan perundangan yang berlaku.
Insan intelektual yang berwawasan demokratis dimaksudkan adalah insan berpendidikan yang mempunyai kapabilitas untuk berinteraksi social, bersikap toleran dan dapat menerima perbedaan serta menghargai pendapat orang lain, berjiwa kebangsaan dan mengedepankan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi.
Insan intelektual yang cerdas dimaksudkan sebagai insan berpendidikan yang memiliki kapabilitas dalam merealisasikan
kecerdasan spiritual yaitu kemampuan untuk beraktualisasi diri dalam menumbuhkan dan memperkuat keimanan, ketaqwaan, budi pekerti luhur, dan kepribadian unggul
kecerdasan emosional yaitu kemampuan berktualisasi diri dalam mengendalikan diri serta mempunyai kepekaan sosial dan
kecerdasan sosial yaitu kemampuan beraktualisasi diri dalam realitas interaksi sosial.
Insan intelektual yang professional dimaksudkan adalah insan berpendidikan yang memiliki kapabilitas dalam mengekspresikan potensi, bakat dan ketrampilan yang dimiliki serta mempunyai kecakapan bekerja untuk mendukung kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat lingkungannya.
2. MISI
Dalam rangka pencapaian visi, Dinas Pendidikan kabupaten Malang menetapkan misi yang akan dicapai yaitu ”Mewujudkan pelayanan
pendidikan yang mudah, murah dan berkualitas”. Secara khusus dengan
mengacu pada misi pembangunan pendidikan nasional tahun 2010 – 2014 dan misi pembangunan pendidikan Provinsi Jawa Timur serta dalam rangkaian mendukung misi Pemerintah Kabupaten Malang, adalah :
a) Meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan ; b) Memperluas keterjangkauan layanan pendidikan ;
c) Mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan ; d) Menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan ;
e) Meningkatkan kualitas / mutu dan relevansi layanan pendidikan.
3. TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN, DAN PROGRAM
Untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan pendidikan, perlu dirumuskan tujuan, sasaran, Kebijakan dan program sebagai langkah operasional yang terukur untuk mencapai visi dan misi.
A. Tujuan
Tujuan pembangunan Pendidikan Kabupaten Malang dalam kurun 2011 s.d. 2015 adalah :
1. Tersedianya layanan pendidikan PAUD bermutu dan berkesetaraan yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Malang ; 2. Terjaminnya kepastian memperoleh layanan pendidikan dasar
yang murah, mudah terjangkau, merata, dan berkualitas ;
3. Terwujudnya layanan pendidikan menengah yang murah, berkualitas dan relevan ;
4. Tertampungnya warga yang berkebutuhan khusus pada layanan pendidikan luar biasa yang berkualitas.
5. Tersedianya layanan pendidikan kesetaraan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat ;
6. Tersedianya pendidik dan tenaga kependidikan yang bermutu, profesional dan mendapatkan jaminan peningkatan kesejahteraan mereka;
7. Terwujudnya sistem pengelolaan pendidikan jenjang PAUD, Dasar dan Menengah serta pendidikan luar sekolah yang akuntabel, demokratis dan mandiri.
B. Sasaran Strategis
Adapun sasaran strategis pembangunan pendidikan tahun 2011 s.d. 2015 adalah :
1. Mewujudkan ketersediaan layanan pendidikan PAUD bermutu dan berkesetaraan yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Malang, sasaran yang akan dicapai adalah :
a) Meningkatnya partisipasi penduduk usia 2-6 tahun terhadap PAUD dengan indikator APK PAUD mencapai 83 % (SS.1) b) Kualifikasi S1 pendidik PAUD formal mencapai 53 %, serta 70
% pendidik PAUD formal maupun nonformal telah mengikuti Diklat Kompetensi Pendidik (SS.2)
2. Mewujudkan terjaminnya kepastian memperoleh layanan pendidikan dasar yang murah, mudah terjangkau, merata, dan berkualitas, sasaran yang akan dicapai meliputi :
a) Menuntaskan Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu dengan indikator APK SMP telah mencapai 98 % ;(SS.3)
b) Penurunan Angka Putus Sekolah (APS) SD dan SMP hingga mencapai dibawah 0,5 % (SS.4)
3. Mencapai terwujudnya layanan pendidikan menengah yang murah, berkualitas dan relevan, sasaran yang akan dicapai adalah :
a) Meningkatnya akses dan kesempatan belajar pada pendidikan menengah dengan indikator APK SM mencapai 80 % (SS.5) b) Menurunnya Angka Putus Sekolah (APS) hingga kurang dari
0,7 % (SS.6)
c) Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan kejuruan berbasis kompetensi untuk mendukung penyiapan lulusan memasuki dunia kerja (SS.7)
d) Meningkatnya ketersediaan layanan pembinaan pengembangan kewira-usahaan (SS.8)
4. Mewujudkan ketersediaan layanan pendidikan Luar Sekolah (Pendidikan Non Formal) yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sasaran yang akan dicapai adalah :
a. Meningkatnya prosentase masyarakat memperoleh SUKMA dengan indikator Angka Melek Huruf mencapai 99 % (SS.9) b. Berkembangnya fasilitas layanan pendidikan orang dewasa
(SS.10)
5. Mewujudkan ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan yang bermutu, profesional dan mendapatkan jaminan peningkatan kesejahteraan mereka, sasaran yang akan dicapai meliputi :
a. Meningkatnya prosentase guru berkelayakan atau telah berkualifikasi S1 (SS.11)
b. Meningkatnya kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan lainnya (SS.12)
c. Meningkatnya prosentase guru berkompeten dalam metode pembelajaran. (SS.13)
6. Mencapai terwujudnya sistem pengelolaan manajemen pendidikan yang akuntabel, transparan, demokratis dan mandiri, sasaran yang akan dicapai adalah :
a. Tersedianya data Kependidikan yang valid dan akurat (SS.14) b. Meningkatnya prosentase lembaga sekolah yang memiliki
Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) secara online (SS.15)
C. Kebijakan
Kebijakan pembangunan pendidikan Kabupaten Malang 2011-2015 disusun berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran yang akan dicapai serta mengacu pada RPJMD Kabupaten Malang. Kebijakan merupakan arah dan pedoman pelaksanaan program dan kegiatan berkaitan dengan cara-cara dan langkah yang sistematis dan efektif untuk mencapai tujuan dan sasaran yang akan dicapai.
a. Pengembangan PAUD
(1) Peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik PAUD formal maupun non formal ;
(2) Pengembangan pengelolaan manajemen lembaga formal maupun non formal ;
(3) Peningkatan dukungan sarana prasarana pembelajaran PAUD formal maupun non formal ;
(4) Peningkatan dukungan kesejahteraan pendidik PAUD formal maupun non formal ;
(5) Pengembangan sistem dan metode pembelajaran PAUD formal maupun non formal.
b. Pendidikan Dasar
(1) Pengembangan sumberdaya pendidikan di wilayah-wilayah pedesaan, terpencil dan sulit transportasi ;
(2) Peningkatan sarana prasarana pembelajaran yang layak dan memadai ;
(3) Peningkatan manajemen pengelolaan kelembagaan sekolah ; (4) Peningkatan kompetensi pedagogis pendidik ;
(5) Peningkatan mutu dan metode pembelajaran ; c. Pendidikan Menengah
(1) Pengembangan pendidikan kejuruan di wilayah kawasan pembangunan dan perbatasan ;
(2) Pengembangan program dan jurusan pendidikan kejuruan yang korelatif dan adaptif dengan kebutuhan masyarakat dan keunggulan lokal;
(3) Peningkatan sarana prasarana pembelajaran yang layak dan memadai ;
(4) Peningkatan manajemen pengelolaan kelembagaan sekolah ; (5) Peningkatan kompetensi pedagogis pendidik;
(6) Peningkatan mutu dan metode pembelajaran ; d. Pendidikan Luar Sekolah
(1) Penyediaan sumberdaya pendidikan kecakapan hidup di wilayah-wilayah kantong kemiskinan ;
(2) Penyediaan tutor kesetaraan paket A,B,C yang berkompeten ; (3) Penyediaan subsidi pembiayaan ;
e. Pendidik dan tenaga Kependidikan
(1) Perluasan kesempatan menempuh pendidikan tinggi bagi guru yang belum mempunyai kulifikasi S1/D4;
(3) Peningkatan pemahaman dan wawasan kinerja bagi guru dan pengawas bersertifikat.
f. Manajemen pendidikan
(1) Penguatan sistem perencanaan, evaluasi dan pelaporan dengan dukungan data Kependidikan yang valid dan akurat ; (2) Penguatan sistem koordinasi, sinkronisasi dan sinergi baik
antar lembaga sektoral maupun dengan lembaga sekolah binaan ;
D. Program
Implementasi dan penjabaran visi, misi, tujuan, sasaran, hingga kebijakan pembangunan pendidikan dituangkan dalam program dan kegiatan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 59 tahun 2008. Sebagai tindak lanjut dari kebijakan yang diambil, maka dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah di bidang teknis pendidikan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, membuat dan menetapkan program-programnya sesuai RPJMD Pemerintah Kabupaten Malang periode 2010-2015, yaitu program teknis (utama) dan program generik (pendukung) sebagai berikut:
A. Program teknis (Utama)
Program ini dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas utama Dinas Pendidikan dalam proses perencanaan, pengawasan, evaluasi, dan pelaksanaan kebijakan pembangunan pendidikan.
B. Program generic (Pendukung)
Program ini dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas kelembagaan Dinas Pendidikan antara lain meliputi program dukungan manajemen pendidikan dan pelaksanaan tugas teknis lainnya, program peningkatan sarana dan prasarana aparatur dan program peningkatan pengawasan dan akuntabilitas aparatur.
Program teknis Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sesuai dengan tugas dan fungsi yang merupakan program prioritas
RPJMD Kabupaten Malang dan merupakan penjabaran dari RENSTRA Dinas Pendidikan antara lain:
1. Program Pendidikan Anak Usia Dini;
Adapun kegiatan yang dapat mendukung program ini adalah : a) Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini
b) Pemberian bantuan insentif guru PAUD
c) Pemberian Bantuan Operasional / BOP-PAUD (Pusat)
d) Peningkatan kompentensi dan profesionalisme guru PAUD (Propinsi)
2. Program Wajib Belajar Pendidikan dasar 9 Tahun
Adapun kegiatan yang dapat medukung program ini adalah : a) Pengadaan Pakaian Seragam Sekolah
b) Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik c) Pelatihan Kompetensi Siswa Berpresatasi
d) Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ) Jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTs serta Pesantren Salafayiyah e) Penyediaan Dana Pengembangan Sekolah untuk SD dan
SMP (DAK)
f) Penyelenggaraan Paket A Setara SD g) Penyelenggaraan Paket B Setara SMP
h) Pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa
i) Penyelenggaraan Ujian Akhir Sekolah (UAS) SD,MI SMP dan MTs
j) Penyediaan Dana Pengembangan Sekolah Untuk SD/MI, SMP/MTs (DAK)
k) Penyediaan Dana Pengembangan Sekolah Untuk SD/MI, SMP/MTs (pendamping DAK)
l) Pengadaan Alat Praktek dan peraga siswa 3. Program Pendidikan Menengah
Adapun kegiatan yang dapat medukung program ini adalah : a) Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik
b) Penyelenggaraan Paket C setara SMU
c) Pengembangan Metode Belajar Mengajar dengan Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi
d) Penyelenggaraan Ujian Akhir Sekolah ( UAS) SMA,SMK dan MA
e) Peningkatan Kerjasama Dengan Dunia Usaha dan Industri (Bantuan Provinsi )
f) Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah (DAK)
g) Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah ( Pendamping DAK )
h) Pembangunan Laboratorium dan Ruang Praktikum Sekolah (Laboratorium Bahasa, Komputer, IPA, IPS dll) (DAK)
i) Pembangunan Laboratorium dan Ruang Praktikum Sekolah (Laboratorium Bahasa, Komputer, IPA, IPS dll) (Pendamping DAK)
j) Pengadaan Alat Praktek dan Peraga Siswa (DAK)
k) Pengadaan Alat Praktek dan Peraga Siswa (Pendamping DAK)
l) Pengadaan Perlengkapan Sekolah (DAK)
m) Pengadaan Perlengkapan Sekolah (Pendamping DAK) 4. Program Pendidikan Non Formal;
Adapun kegiatan yang dapat mendukung program ini adalah a) Pengembangan pendidikan keaksaraan
b) Pengembangan Pendidikan Kecakapan Hidup c) Publikasi dan sosialisasi PNF
d) Publikasi dan sosialisasi PNF (Bantuan Provinsi)
5. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Adapun kegiatan yang dapat mendukung program ini adalah a) Pelaksanaan sertifikasi pendidik
b) Pelaksanaan uji kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
c) Pembinaan Kelompok Kerja Guru (KKG)
d) Pengembangan Mutu dan Kualitas Program Pendidik dan Pelatihan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
e) Pengembangan sistem pendataan dan Pemetaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
f) Pelaksanaan Uji Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Bantuan Provinsi)
6. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan
a) Pelaksanaan Evaluasi Hasil Kinerja Bidang Pendidikan b) Pelaksanaan Kerjasama secara kelembagaan di Bidang
c) Pembinaan Dewan Pendidikan
d) Penerapan sistem dan informasi Managemen Pendidikan e) Penyelenggaraan Pelatihan, seminar, dan lokakarya serta
diskusi ilmiah tentang berbagai isu Pendidikan.
Sedangkan program generik / penunjang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang merupakan kegiatan managemen Pelayanan Pendidikan yang dapat mendukung program – program teknis beserta kegiatan-kegiatan pokoknya antara lain diimplementasikan dengan kegiatan pokok sebagai berikut
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Adapun kegiatan untuk mendukung program ini adalah : a. Kegiatan Penyediaan Jasa surat Menyurat
b. Kegiatan Penyediaaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
c. Kegiatan Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan d. Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor e. Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor
f. Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan
g. Kegiatan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
h. Kegiatan Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Adapun kegiatan untuk mendukung program ini adalah : a. Kegiatan Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor b. Kegiatan Pengadaan Peralatan Gedung Kantor c. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
d. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional
e. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Adapun kegiatan untuk mendukung program ini adalah : a. Kegiatan sosialisasi dan advokasi peraturan pendidikan
b. Kegiatan penerapan sistem dan informasi manajemen pendidikan
c. Kegiatan penyelenggaraan seminar, lokakarya dan diskusi isu pendidikan
4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan CapaianKinerja dan Keuangan dengan kegiatan antara lain : a. Kegiatan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar
Realisasi Kinerja SKPD
b. Kegiatan Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran c. Kegiatan Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun
Perjanjian Kinerja
Perjanjian kinerja merupakan kontrak kinerja yang harus diwujudkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang pada dasarnya menjadi tolak ukur keberhasilan kinerja Dinas Pendidikan.
Adapun target 11 indikator kinerja utama/sasaran yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang pada tahun 2015 mengacu pada misi, tujuan, dan sasaran yang ditetapkan adalah sebagai berikut :
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
1
Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam
mendukung mutu pendidikan
Rasio Siswa per Guru
SD : 1:16 SMP : 1 : 11,33
SM : 1 : 11,53
2
Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam
mendukung mutu pendidikan
Persentase guru
berkelayakan atau telah berkualifikasi S1/D4
SD :85%
SMP : 94%
SM : 94%
3
Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam
mendukung mutu pendidikan
Persentase guru dan tenaga kependidikan tersertifikasi SD :86% SMP :88% SM :88% 4 Terwujudnya layanan pendidikan yang murah
berkualitas dan relevan jenjang SD, SMP dan SM
Persentase Kondisi Ruang Kelas Kondisi Baik
SD : 76 % SMP : 87 %
SM : 84 %
5
Meningkatkan Angak Melek Huruf penduduk Usia 15 Tahun ke atas
persentase Angka Melek
Huruf : 99,85%
6 Meningkatkan Angka Partisipasi
Kasar ( APK ) di semua jenjang
Persentase Angka
pendidikan
SD : 113,2% SMP : 98, 5 %
SM : 81%
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
7
Meningkatkan Angka Partisipasi Murni ( APM ) di semua jenjang pendidikan Persentase Angka Partisipasi Murni ( APM ) SD : 99,50% SMP : 80.00% SM : 75% 8
Meningkatkan Angka Kelulusan (AL) di semua Jenjang
Pendidikan
Persentase Angka Kelulusan Per Jenjang Pendidikan
SD : 100%
SMP : 100%
SM : 100%
9
Meningkatkan ketepatan waktu belajar yang dibutuhkan untuk menempuh pembelajaran sesuai dengan jenjang pendidikan ( SD = 6 Tahun, SMP, SMA/SMK = 3 Tahun )
Persentase Angka rata-rata lama belajar per jenjang pendidikan
SD : 6,01 Tahun
SMP : 3,02 Tahun
SM : 3,00 Tahun
10
Mengurangi Angka Putus Sekolah ( Aps ) disemua jenjang pendidikan
Persentase Angka Putus Sekolah Perjenjang Pendidikan SD : 0,13% SMP : 0,35% SM : 0,7% 11 Meningkatkan Angka Melanjutkan pada jenjang SD,MP dan SMA.SMK Persentase Angka Melanjutkan Perjenjang Pendidikan SMP : 96% SM : 71%
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas kinerja adalah perwujudan kewajiban suatu Instansi untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan Program dan Kegiatan yang telah diamanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai misi organisasi secara terukur dengan sasaran/target kinerja yang telah ditetapkan melalui laporan kinerja yang disusun secara periodik. Berdasarkan pada pemahaman tersebut di atas, maka semua instansi pemerintah, badan dan lembaga negara di pusat dan daerah sesuai dengan tugas pokok masing-masing, harus memahami lingkup akuntabilitasnya masing-masing karena akuntabilitas yang diminta meliputi keberhasilan dan juga kegagalan pelaksanaan misi instansi yang bersangkutan.
Dalam semangat transparansi seperti itulah, Laporan Kinerja Dinas Pendidikan tahun 2015 ini disusun dan disajikan kepada pihak-pihak terkait sebagai pertanggungjawaban administrasi, moral dan spiritual sesuai koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pengumpulan data kinerja diperoleh dengan menggunakan formulir capaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Kualitas Indikator Kinerja Utama harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
a. IKU spesifik dan jelas (Spesific)
b. IKU dapat diukur secara objektif (Measurabel) c. IKU dapat dicapai (Achievabel)
d. IKU menggambarkan hasil (Relevance) e. IKU untuk kurun waktu tertentu (Time Bound)
Pengukuran kinerja disamping sebagai upaya pengembangan strategi organisasi kedepan, juga dapat dilihat sebagai suatu sistem lacak performa Dinas Pendidikan atau dengan kata lain pengukuran kinerja merupakan hal yang penting dalam manajemen
penanganan program secara menyeluruh, karena kinerja yang diukur akan mendorong pencapaian kinerja suatu instansi pemerintah. Pengukuran kinerja yang dilakukan secara berkelanjutan merupakan umpan balik yang penting dalam upaya perbaikan secara terus menerus untuk mencapai keberhasilan dimasa yang akan datang.
Pengukuran kinerja Dinas Pendidikan disusun dengan melakukan pendekatan terhadap indikator kinerja baik secara kualitatif maupun kuantitatif yang diharapkan dapat memberikan suatu gambaran mengenai tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkandalam mewujudkan visi, misi dan strategi Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.Pengukuran tersebut dilaksanakan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan sampai tahap kegiatan selesai dilaksanakan.
Penetapan indikator kinerja pada tingkat sasaran dan kegiatan merupakan prasyarat bagi pengukuran kinerja. Kriteria pengukuran yang dilakukan pada dokumen ini adalah target kinerja yang ditetapkan dalam Dokumen Penetapan Kinerja. Target kinerja ini merupakan komitmen dari pimpinan dan seluruh anggota organisasi untuk mencapai hasil yang diinginkan dari setiap sasaran dan kegiatan yang dilakukan. Selanjutnya pada akhir tahun 2015, target kinerja (performance plan) akan dibandingkan dengan realisasinya (performance result), sehingga diketahui celah kinerja (performance
gap). Celah kinerja ini kemudian dianalisis untuk diketahui penyebab ketidak-berhasilan
dan selanjutnya terhadap kekurangan yang terjadi akan ditetapkan strategi untuk peningkatan kinerja di masa datang (performance improvement).
Atas hasil pengukuran kinerja tersebut di atas, maka dilakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran strategis yang terkait dengan Core Area Dinas Pendidikan Kabupaten Malang pada tahun anggaran 2015. Untuk mempermudah interpretasi atas pencapaian sasaran serta Program/Kegiatan makro maka ditetapkan nilai dalam skala ordinal disertai makna sebagaimana pada Tabel 3.0.
Tabel 3.0 Kategori Nilai Capaian untuk Prosentase Pencapaian Sasaran
Urutan Rentang Capaian Kategori Nilai Capaian
I II III IV 85% ke atas 70% ≤ x ≤ 85% 55% ≤ x ≤ 70% x ≤ 55% Sangat berhasil Berhasil Cukup Berhasil Kurang Berhasil
Berikut akan disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap sasaran strategis yang telah ditetapkan sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi dengan melakukan analisis capaian kinerja :
Tabel 3.1
Capaian target Sasaran
No Sasaran Strategis Indikator
Kinerja Target Realisasi
Capaian (%) 1 2 3 4 5 7 1 Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam mendukung mutu pendidikan Rasio Siswa per Guru SD : 1:16 1:17 106% SMP : 1 : 11,33 1 : 15 134% SM : 1 : 11,53 1 : 15 134% 2 Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam mendukung mutu pendidikan Persentase guru berkelayakan atau telah berkualifikasi S1/D4 SD :82% 81,97 99,96 % SMP : 93% 92,81 99,79 % SM : 93% 93,40 100,43%
No Sasaran Strategis Indikator
Kinerja Target Realisasi
Capaian (%) 3 Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam mendukung mutu pendidikan Persentase guru dan tenaga kependidikan tersertifikasi SD :85% 86% 101 % SMP :87% 87% 100 % SM :87% 87% 100 % 4 Terwujudnya layanan pendidikan yang murah berkualitas dan relevan jenjang SD, SMP dan SM Persentase Kondisi Ruang Kelas Kondisi Baik SD : 75 % 85 % 113,33% SMP : 85,51% 87 % 101,74% SM : 83,76 % 89 % 106,25% 5 Meningkatkan Angka Melek Huruf penduduk Usia 15 Tahun ke atas persentase Angka Melek Huruf 98,81% 99,30 100,49% 6 Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar ( APK ) di semua jenjang pendidikan Persentase Angka Partisipasi Kasar ( APK ) PAUD : 80,06% 80,89% 101.03% SD : 113,20% 113,19% 99,99 % SMP : 96, 50 % 96, 45 % 99,94 % SM : 81% 81,23 % 100,28 % 7 Meningkatkan Angka Partisipasi Murni ( APM ) di semua jenjang pendidikan Persentase Angka Partisipasi Murni ( APM ) SD : 99,50% 99,35% 99,84 % SMP : 80.00% 80.78% 100,97 % SM : 75% 76,61% 102 % 8 Meningkatkan Angka Kelulusan (AL) di Persentase Angka SD : 100% 100% 100 %
semua Jenjang Pendidikan Kelulusan Per Jenjang Pendidikan SMP : 100% 100% 100 % SM : 100% 100% 100 % 9 Meningkatkan ketepatan waktu belajar yang dibutuhkan untuk menempuh pembelajaran sesuai dengan jenjang pendidikan ( SD = 6 Tahun, SMP, SMA/SMK = 3 Tahun ) Persentase Angka rata-rata lama belajar per jenjang pendidikan SD : 6,01 Thn 6,01 Thn 100 % SMP : 3,02 Thn 3,01 Thn 100,33 % SM : 3,00 Thn 3,01 Thn 99,66 % 10 Mengurangi Angka Putus Sekolah ( Aps ) disemua jenjang pendidikan Persentase Angka Putus Sekolah Perjenjang Pendidikan SD : 0,13% SMP : 0,35% SM : 0,7% 0,53% 24,53 % 0,50% 70,00 % 0,50% 71,42 % 11 Meningkatkan Angka Melanjutkan pada jenjang SD,MP dan SMA.SMK Persentase Angka Melanjutkan Perjenjang Pendidikan SMP SM : 96% 95,06 % 99,02 % : 71% 70,50 % 99,29 %
1. Membandingkan antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2015
Secara umum semua program dan kegiatan yang telah direncanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2015 telah dilaksanakan sesuai dengan waktu dan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.
Sasaran Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Malang di Tahun Anggaran 2015 diuraikan sebagai berikut :
Tabel 3.2
Perbandingan Capaian Kinerja Sasaran I
No Sasaran Strategis Indikator
Kinerja Target Realisasi Capaian (%) 2014 (n-1) 2015 ( n ) 1 2 3 4 5 6 1 Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam mendukung mutu pendidikan Rasio Siswa per Guru SD : 1:16 1 : 17 1 : 17 SMP : 1 : 11,33 1 : 15 1 : 15 SM : 1 : 11,53 1 : 15 1 : 15 2 Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam mendukung mutu pendidikan Persentase guru berkelayakan atau telah berkualifikasi SD :82% 81,56 81,97 SMP : 93% 92,47 92,81 SM : 93% 92,67 93,40
S1/D4 3 Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam mendukung mutu pendidikan Persentase guru dan tenaga kependidikan tersertifikasi SD :85% 81% 86% SMP :87% 85% 87% SM :87% 82% 87% 4 Terwujudnya layanan pendidikan yang murah berkualitas dan relevan jenjang SD, SMP dan SM Persentase Kondisi Ruang Kelas Kondisi Baik SD : 75 % 82,22% 85 % SMP : 85,51% 85,07% 87 % SM : 83,76 % 87,07% 89 % 5 Meningkatkan Angka Melek Huruf penduduk Usia 15 Tahun ke atas persentase Angka Melek Huruf 98,81% 98,81% 99,30 6 Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar ( APK ) di semua jenjang pendidikan Persentase Angka Partisipasi Kasar ( APK ) PAUD : 80,06% 78,89 % 80,89% SD : 113,20% 113,17 % 113,19% SMP : 96, 50 % 96, 39 % 96, 45 % SM : 81% 80,00 % 81,23 % 7 Meningkatkan Angka Partisipasi Murni ( APM ) di semua jenjang pendidikan Persentase Angka Partisipasi Murni ( APM ) SD : 99,50% 99,32 % 99,35% SMP : 80.00% 79.83 % 80.78% SM : 75% 65,00 % 76,61% 8 Meningkatkan Angka Kelulusan (AL) di semua Jenjang Pendidikan Persentase Angka Kelulusan Per Jenjang Pendidikan SD : 100% 100 % 100 % SMP : 100% 100 % 100 % SM : 100% 100 % 100 %
No Sasaran Strategis Indikator
Kinerja Target Realisasi Capaian (%) 2014 (n-1) 2015 ( n ) 9 Meningkatkan ketepatan waktu belajar yang dibutuhkan untuk menempuh pembelajaran sesuai dengan jenjang pendidikan ( SD = 6 Tahun, SMP, SMA/SMK = 3 Tahun ) Persentase Angka rata-rata lama belajar per jenjang pendidikan SD : 6,01 Thn 6,01 Thn 6,01 Thn SMP : 3,02 Thn 3,01 Thn 3,01 Thn SM : 3,00 Thn 3,01 Thn 3,01 Thn 10 Mengurangi Angka Putus Sekolah ( Aps ) disemua jenjang pendidikan Persentase Angka Putus Sekolah Perjenjang Pendidikan SD : 0,13% SMP : 0,35% SM : 0,7% 0,54% 0,53% 0,50% 0,50% 0,50% 0,50%
11 Meningkatkan Angka Melanjutkan pada jenjang SD,MP dan SMA.SMK Persentase Angka Melanjutkan Perjenjang Pendidikan SMP SM : 96% 94,04 % 95,06 % : 71% 69,40 % 70,50 % Tabel 3.3
Perbandingan Capaian Kinerja s.d. Akhir Periode RENSTRA
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Akhir RPJMD Realisasi Tingkat Kemajuan 1 2 3 4 5 7 1 Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam mendukung mutu pendidikan Rasio Siswa per Guru SD : 1:16 1:17 106% SMP : 1 : 11,33 1 : 15 134% SM : 1 : 11,53 1 : 15 134% 2 Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam mendukung mutu pendidikan Persentase guru berkelayakan atau telah berkualifikasi S1/D4 SD :82% 81,97 99,96 % SMP : 93% 92,81 99,79 % SM : 93% 93,40 100,43% 3 Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam mendukung mutu pendidikan Persentase guru dan tenaga kependidikan tersertifikasi SD :85% 86% 101 % SMP :87% 87% 100 % SM :87% 87% 100 % 4 Terwujudnya layanan pendidikan yang murah berkualitas dan relevan jenjang SD, SMP dan SM Persentase Kondisi Ruang Kelas Kondisi Baik SD : 75 % 85 % 113,33% SMP : 85,51% 87 % 101,74% SM : 83,76 % 89 % 106,25% 5 Meningkatkan Angka Melek Huruf penduduk Usia 15 Tahun ke atas persentase Angka Melek Huruf 98,81% 99,30 100,49%
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Akhir RPJMD Realisasi Tingkat Kemajuan 6 Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar ( APK ) di semua jenjang pendidikan Persentase Angka Partisipasi Kasar ( APK ) PAUD : 80,06% 80,89% 101.03% SD : 113,20% 113,19% 99,99 % SMP : 96, 50 % 96, 45 % 99,94 % SM : 81% 81,23 % 100,28 % 7 Meningkatkan Angka
( APM ) di semua
jenjang pendidikan Angka Partisipasi
Murni ( APM ) SMP : 80.00% 80.78% 100,97 % SM : 75% 76,61% 102 % 8 Meningkatkan Angka Kelulusan (AL) di semua Jenjang Pendidikan Persentase Angka Kelulusan Per Jenjang Pendidikan SD : 100% 100% 100 % SMP : 100% 100% 100 % SM : 100% 100% 100 % 9 Meningkatkan ketepatan waktu belajar yang dibutuhkan untuk menempuh pembelajaran sesuai dengan jenjang pendidikan ( SD = 6 Tahun, SMP, SMA/SMK = 3 Tahun ) Persentase Angka rata-rata lama belajar per jenjang pendidikan SD : 6,01 Thn 6,01 Thn 100 % SMP : 3,02 Thn 3,01 Thn 100,33 % SM : 3,00 Thn 3,01 Thn 99,66 % 10 Mengurangi Angka Putus Sekolah ( Aps ) disemua jenjang pendidikan Persentase Angka Putus Sekolah Perjenjang Pendidikan SD : 0,13% SMP : 0,35% SM : 0,7% 0,53% 24,53 % 0,50% 70,00 % 0,50% 71,42 % 11 Meningkatkan Angka Melanjutkan pada jenjang SD,MP dan SMA.SMK Persentase Angka Melanjutkan Perjenjang Pendidikan SMP SM : 96% 95,06 % 99,02 % : 71% 70,50 % 99,29 % Tabel 3.4
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Realisasi 2015 Realisasi Nasioanal Ket ( +/- ) 1 2 3 4 5 7 1 Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam mendukung mutu pendidikan Rasio Siswa per Guru 1:17 1 : 15 1 : 15 2 Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam mendukung mutu pendidikan Persentase guru berkelayakan atau telah berkualifikasi S1/D4 81,97 92,81 93,40 3 Penyediaan Guru Profesional dan Kompeten dalam mendukung mutu pendidikan Persentase guru dan tenaga kependidikan tersertifikasi 86% 87% 87% 4 Terwujudnya layanan pendidikan yang murah berkualitas dan relevan jenjang SD, SMP dan SM Persentase Kondisi Ruang Kelas Kondisi Baik 85 % 87 % 89 % 5 Meningkatkan Angka Melek Huruf penduduk Usia 15 Tahun ke atas persentase Angka Melek Huruf 99,30 6 Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar ( APK ) di semua jenjang pendidikan Persentase Angka Partisipasi Kasar ( APK ) 80,89% 113,19% 96, 45 % 81,23 % 7 Meningkatkan Angka Partisipasi Murni ( APM ) di semua jenjang pendidikan Persentase Angka Partisipasi Murni ( APM ) 99,35% 80.78% 76,61% 8 Meningkatkan Angka Kelulusan (AL) di semua Jenjang Pendidikan Persentase Angka Kelulusan Per Jenjang Pendidikan 100% 100% 100% 9 Meningkatkan ketepatan waktu belajar yang dibutuhkan untuk menempuh pembelajaran sesuai Persentase Angka rata-rata lama belajar per jenjang pendidikan 6,01 Thn 3,01 Thn 3,01 Thn