• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas M6 KB2. Penilaian Otentik Sumber

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tugas M6 KB2. Penilaian Otentik Sumber"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN

(PPG DALJAB) (PPG DALJAB) TUGAS M6 KB2 TUGAS M6 KB2 PENILAIAN OTENTIK PENILAIAN OTENTIK HOTDELIMA BR HUTABARAT, SP HOTDELIMA BR HUTABARAT, SP 18071084510016 18071084510016 SMK NEGERI 1

SMK NEGERI 1 ARSEARSE

KABUPATEN TAPANULI SELATAN KABUPATEN TAPANULI SELATAN

PROPINSI SUMATERA UTARA PROPINSI SUMATERA UTARA

AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN

AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURAHORTIKULTURA UNIVERSITAS SEBELAS MARET

UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2018

(2)

Nama

Nama : : Hotdelima Hotdelima Br Br HutabaratHutabarat No.Peserta

No.Peserta PPGDJ PPGDJ : : 1807108451001618071084510016 Kompetensi

Kompetensi Keahlian Keahlian : : Agribisnis Agribisnis Tanaman Tanaman Pangan Pangan dan dan HortikulturaHortikultura LPTK

LPTK : : Universitas Universitas Sebelas Sebelas MaretMaret Modul/Materi

Modul/Materi : : M6 M6 KB2/ KB2/ Penilaian Penilaian OtentikOtentik

Tugas Tugas

Kemampuan berbahasa pesrta didik dapat dinilai dari aspek yaitu kompetensi aktif reseptif dan Kemampuan berbahasa pesrta didik dapat dinilai dari aspek yaitu kompetensi aktif reseptif dan kompetensi aktif produktif. Kompetensi aktif reseptif lebih ditujukan untuk mengungkap pemahaman kompetensi aktif produktif. Kompetensi aktif reseptif lebih ditujukan untuk mengungkap pemahaman wacana lisan maupun tulisan, sedangkan kompetensi aktif produktif adalah kemampuan peerta didik untuk wacana lisan maupun tulisan, sedangkan kompetensi aktif produktif adalah kemampuan peerta didik untuk menghasilkan bahasa untuk disampaikan kepada pihak lain secara lisan (berbicara) maupun tertulis menghasilkan bahasa untuk disampaikan kepada pihak lain secara lisan (berbicara) maupun tertulis (menulis). Kedua kompetensi ini menuntut dilaksanakan penilaian unjuk kerja bahasa atau praktik (menulis). Kedua kompetensi ini menuntut dilaksanakan penilaian unjuk kerja bahasa atau praktik mepergunakan bahasa. Khusus untuk kompetensi aktif produktif yaitukompetensi berbicara dan menulis mepergunakan bahasa. Khusus untuk kompetensi aktif produktif yaitukompetensi berbicara dan menulis sangat

sangat tepat dinilai tepat dinilai menggunakan menggunakan penilaian otentik.penilaian otentik. Tugas

Tugas 

 Identifikasi tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan kompetensi berbicara.Identifikasi tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan kompetensi berbicara. 

 Identifikasi tugas-tugas belajar yangb berkaitan dengan kompetensi berbicara.Identifikasi tugas-tugas belajar yangb berkaitan dengan kompetensi berbicara. 

 Rancangkan program pembelajaran yang menggunakan penilaian otentik untuk menilai Rancangkan program pembelajaran yang menggunakan penilaian otentik untuk menilai kompetensikompetensi  berbicara.

 berbicara. 

 Rancangkan program pembelajaran yang menggunakan penilaian otentik untuk menilai Rancangkan program pembelajaran yang menggunakan penilaian otentik untuk menilai kompetensikompetensi menulis. menulis. Rubrik Rubrik Aspek Bobot Aspek Bobot Tugas-tugas

Tugas-tugas belajar belajar kompetensi kompetensi berbicara berbicara 20%20% Tugas-tugas

Tugas-tugas belajar belajar komoetensi komoetensi menulis menulis 20%20% Rancangan

Rancangan penilaian penilaian otentik otentik untuk untuk kompetensi kompetensi berbicara berbicara 30%30% Rancangan

(3)

Pertanyaan dan Jawaban Pertanyaan dan Jawaban 1.

1. Identifikasi tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan kompetensi berbicara.Identifikasi tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan kompetensi berbicara.

Tarigan (2008:15) mendefinisikan berbicara adalah kemampuan dalam mengucapkan bunyi-bunyi Tarigan (2008:15) mendefinisikan berbicara adalah kemampuan dalam mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi untuk mengekspresikan, menyatakan, serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. artikulasi untuk mengekspresikan, menyatakan, serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Berbicara merupakan sutau bentuk prilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik, psikologis, Berbicara merupakan sutau bentuk prilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik, psikologis, neurologis, semantik, dan linguistik, secara luas berbicara dapat dianggap sebagai alat manusia yang paling neurologis, semantik, dan linguistik, secara luas berbicara dapat dianggap sebagai alat manusia yang paling  penting

 penting bagi bagi kontrol kontrol manusia. manusia. Setiap Setiap orang orang yang yang berbicara berbicara tentu tentu mempunyai mempunyai tujuan tujuan yakni yakni menyampaikanmenyampaikan  pikiran dan perasaan secara

 pikiran dan perasaan secara efektif. Tarigan (2008:15) mengatakan bahwa sebagai alaefektif. Tarigan (2008:15) mengatakan bahwa sebagai ala t sosial, pada t sosial, pada dasarnyadasarnya  berbicara

 berbicara mempunyai mempunyai tiga tiga maksud maksud umum umum yaitu yaitu sebagai sebagai berikut: berikut: 1. 1. memberitahukan memberitahukan dan dan melaporkan melaporkan (to(to inform); 2. menjamu dan menghibur (to entertain); 3. membujuk, mengajak, mendesak, dan meyakinkan (to inform); 2. menjamu dan menghibur (to entertain); 3. membujuk, mengajak, mendesak, dan meyakinkan (to  persuade).

 persuade).

http

http

:

:

/

/

/

/

e

e

pr

pr

i

i

nts.

nts.

ums.ac.i

ums.ac.i

d/

d/

42879/15/

42879/15/

naskah%20pub

naskah%20pub

li

li

k

k

asi

asi

.pdf 

.pdf 

Tugas tugas belajar yang dapat diberikan kepada peserta didik yang berkaitan dengan kompetensi berbicara Tugas tugas belajar yang dapat diberikan kepada peserta didik yang berkaitan dengan kompetensi berbicara adalah sebagai berikut :

adalah sebagai berikut :

Tugas berbicara sebagai bentuk assesmen otentik harus berupa tugas-tugas yang ditemukan dan

Tugas berbicara sebagai bentuk assesmen otentik harus berupa tugas-tugas yang ditemukan dan

dibutuhkan dalam kehidupan nyata

dibutuhkan dalam kehidupan nyata  Tugas berbicara otentik dimaksudkan sebagai tes berbicara yang  Tugas berbicara otentik dimaksudkan sebagai tes berbicara yang

memenuhi kriteria assesmen otentik

memenuhi kriteria assesmen otentik 

1.

1. Berbicara berdasarkan gamba Berbicara berdasarkan gambarr

1.

1. Gambar ObjekGambar Objek

2.

2. Gambar CeritaGambar Cerita

Tugas ini memang sangat berkaitan dengan kegiatan menyimak 

Tugas ini memang sangat berkaitan dengan kegiatan menyimak   Tugas berbicara berdasarkan  Tugas berbicara berdasarkan

rangsangan suara yang lazim dipergunakan adalah suara yang berasal dari radio atau rekaman yang

rangsangan suara yang lazim dipergunakan adalah suara yang berasal dari radio atau rekaman yang

sengaja dibuat

(4)

2.

2. Berbicara berdasarkan rangsang Berbicara berdasarkan rangsangan suara :an suara :

-- Tugas berbicara berdasarkan rangsangan suara yang lazim dipergunakan adalah suara yang berasalTugas berbicara berdasarkan rangsangan suara yang lazim dipergunakan adalah suara yang berasal

dari radio atau rekaman yang sengaja dibuat.

dari radio atau rekaman yang sengaja dibuat.

-- Tugas ini berkaitan dengan menyimakTugas ini berkaitan dengan menyimak

3.

3. Berbicara berdasarkan rangsanga Berbicara berdasarkan rangsangan visual dan suaran visual dan suara

Berbicara berdasarkan rangsangan visual dan suara merupakan gabungan antara berbicara berdasarkan

Berbicara berdasarkan rangsangan visual dan suara merupakan gabungan antara berbicara berdasarkan

rangsangan gambar dan suara sebelumnya

rangsangan gambar dan suara sebelumnya 4.

4. Bercerita Bercerita

Tugas bercerita yang dimaksudkan di sini ada kemiripan dengan tugas bercerita berdasarkan beberapa

Tugas bercerita yang dimaksudkan di sini ada kemiripan dengan tugas bercerita berdasarkan beberapa

rangsang di atas, namun lebih luas cakupannya. Ia dapat berdasarkan “rangsang” apa saja tergantung

rangsang di atas, namun lebih luas cakupannya. Ia dapat berdasarkan “rangsang” apa saja tergantung

 perintah guru

 perintah guru 5.

5. WawancaraWawancara

Wawancara (oral interview) barangkali merupakan teknik yang paling banyak dipergunakan untuk

Wawancara (oral interview) barangkali merupakan teknik yang paling banyak dipergunakan untuk

menilai kompetensi berbicara seseorang dalam suatu bahasa

menilai kompetensi berbicara seseorang dalam suatu bahasa

Mampu memenuhi kebutuhan rutin untuk bepergian dan tatakama berbahasa secara minimal. 2. Mampu

Mampu memenuhi kebutuhan rutin untuk bepergian dan tatakama berbahasa secara minimal. 2. Mampu

memenuhi kebutuhan rutin sosial untuk keperluan pekerjaan secara terbatas. 3. Mampu berbicara dengan

memenuhi kebutuhan rutin sosial untuk keperluan pekerjaan secara terbatas. 3. Mampu berbicara dengan

ketepatan tata bahasa dan kosakata untuk berperan serta dalam umumnya percakapan formal dan non

ketepatan tata bahasa dan kosakata untuk berperan serta dalam umumnya percakapan formal dan non

formall dalam masalah yang bersifat praktis, sosial, dan profesional. 4. Mampu memergunakan bahasa itu

formall dalam masalah yang bersifat praktis, sosial, dan profesional. 4. Mampu memergunakan bahasa itu

dengan fasih dan tepat dalam segala tingkat sesuai dengan kebutuhan professional. 5. Mampu

dengan fasih dan tepat dalam segala tingkat sesuai dengan kebutuhan professional. 5. Mampu

mempergunakan bahasa itu dengan fasih sekali (asing: setaraf dengan penutur asli terpelajar).

mempergunakan bahasa itu dengan fasih sekali (asing: setaraf dengan penutur asli terpelajar).

6.

6. Berdiskusi dan Debat Berdiskusi dan Debat

Berdiskusi, berdebat, dan berdialog merupakan tugas-tugas berbicara yang paling tidak melibatkan dua

Berdiskusi, berdebat, dan berdialog merupakan tugas-tugas berbicara yang paling tidak melibatkan dua

orang pembicara.

orang pembicara.

7.

7. Berpidato Berpidato

Untuk melatih kemampuan peserta didik mengungkapkan gagasan dalam bahasa yang tepat dan cerrnat,

Untuk melatih kemampuan peserta didik mengungkapkan gagasan dalam bahasa yang tepat dan cerrnat,

tugas berpidato baik untuk diajarkan dan diujikan di sekolah. Ujian berbahasa lisan dengan tugas

tugas berpidato baik untuk diajarkan dan diujikan di sekolah. Ujian berbahasa lisan dengan tugas

 berpidato pun tingg

 berpidato pun tinggi kadar keotentikannya.i kadar keotentikannya.

https://www.slideshare.net/diantara1/kompetensi-berbicara https://www.slideshare.net/diantara1/kompetensi-berbicara

2.

2. Identifikasi tugas-tugaIdentifikasi tugas-tugas belajar s belajar yang berkaitan dengan kompetensi menulis.yang berkaitan dengan kompetensi menulis.

Tugas tugas belajar yang dapat diberikan kepada peserta didik yang berkaitan dengan kompetensi menulis Tugas tugas belajar yang dapat diberikan kepada peserta didik yang berkaitan dengan kompetensi menulis adalah sebagai berikut :

adalah sebagai berikut : a.

a.  Penilaian Kinerja Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja sering disebut sebagai penilaian unjuk kerja (

Penilaian kinerja sering disebut sebagai penilaian unjuk kerja ( performance performance assessment)

assessment). Bentuk penilaian ini digunakan untuk mengukur status kemampuan belajar . Bentuk penilaian ini digunakan untuk mengukur status kemampuan belajar   peserta

 peserta didik didik berdasarkan berdasarkan hasil hasil kerja kerja dari dari suatu suatu tugas. tugas. Pada Pada penilaian penilaian kinerja kinerja peserta peserta didik didik  diminta untuk mendemonstrasikan tugas belajar tertentu dengan maksud agar peerta didik  diminta untuk mendemonstrasikan tugas belajar tertentu dengan maksud agar peerta didik 

(5)

mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Instrumen yang dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Instrumen yang dapat digunakan untuk merekam hasil belajar pada penilaian kinerja ini antara lain: daftar cek  digunakan untuk merekam hasil belajar pada penilaian kinerja ini antara lain: daftar cek  (check list),

(check list), catatan anekdot/narasi, skala penilaian (catatan anekdot/narasi, skala penilaian ( rating scale).rating scale). b. Penilaian Proyek 

b. Penilaian Proyek 

Penilaian proyek (

Penilaian proyek ( project  project assessment assessment )adalah )adalah bentuk bentuk penilaian penilaian yang yang diujudkan diujudkan dalamdalam  bentuk

 bentuk pemberian pemberian tugas tugas kepada kepada peserta peserta didik didik secara secara berkelompok. berkelompok. Penilaian Penilaian ini ini difokuskandifokuskan  pada

 pada penilaian penilaian terhadap terhadap tugas tugas belajar belajar yang yang harus harus diselesaikan diselesaikan oleh oleh peserta peserta didik didik dalamdalam  periode/waktu

 periode/waktu tertentu. tertentu. Penilaian Penilaian proyek proyek dapat dapat juga juga dikatakan dikatakan sebagai sebagai penilaian penilaian berbentuk berbentuk   penugasan

 penugasan yang yang bertujuan bertujuan untuk untuk mengukur mengukur kemampuan kemampuan peserta peserta didik didik menghasilkan menghasilkan karyakarya tertentu yang dilakukan secara berkelompok. Dengan menggunakan penilaian proyek  tertentu yang dilakukan secara berkelompok. Dengan menggunakan penilaian proyek   pendidik

 pendidik dapat dapat memperoleh memperoleh informasi informasi berkaitan berkaitan dengan dengan kemampuan kemampuan peserta peserta didik didik dalam dalam halhal  pengetahuan,

 pengetahuan, pemahaman, pemahaman, aplikasi, aplikasi, sintesis sintesis informasi informasi atau atau data, data, sampai sampai dengan dengan pemaknaanataupemaknaanatau  penyimpulan.

 penyimpulan. b.

b.  Penilaian Portofolio Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio merupakan salah satu penilaian otentik yang dikenakan pada sekumpulan karya Penilaian portofolio merupakan salah satu penilaian otentik yang dikenakan pada sekumpulan karya  peserta

 peserta didik didik yang yang diambil diambil selama selama proses proses pembelajaran pembelajaran dalam dalam kurunkurun waktu tertentu. Karya-karya ini berkaitan dengan mata pelajaran dan disusun secara waktu tertentu. Karya-karya ini berkaitan dengan mata pelajaran dan disusun secara

7

7 sistematis dan terogansir . Proses penilaian portofolio dilakukan secara bersama antara antarasistematis dan terogansir . Proses penilaian portofolio dilakukan secara bersama antara antara

 peserta

 peserta didik didik dan dan guru.Hal guru.Hal ini ini dimaksudkan dimaksudkan untuk untuk menentukan menentukan fakta-fakta fakta-fakta peserta peserta didik didik dandan  proses

 proses bagaimana bagaimana fakta-fakta fakta-fakta tersebut tersebut diperoleh diperoleh sebagai sebagai salah salah satu satu bukti bukti bahwa bahwa peserta peserta didik didik  telah memiliki kompetensi dasar dan indikator hasil belajar sesuai dengan yang telah telah memiliki kompetensi dasar dan indikator hasil belajar sesuai dengan yang telah ditetapkan.

ditetapkan. Untuk melakukan penilaian portofolio secara tepat perlu memperhatikan hal-halUntuk melakukan penilaian portofolio secara tepat perlu memperhatikan hal-hal seperti berikutini, yaitu: kesesuaian,saling percaya antara pendidik dan peserta didik, seperti berikutini, yaitu: kesesuaian,saling percaya antara pendidik dan peserta didik, kerahasiaan bersama antara pendidik dan peserta didik, kepuasan, milik bersama antara kerahasiaan bersama antara pendidik dan peserta didik, kepuasan, milik bersama antara  pendidik guru dan

 pendidik guru dan peserta didik, penilaian proses dan hasil.peserta didik, penilaian proses dan hasil. d. Jurnal 

d. Jurnal 

Jurnal belajar merupakan rekaman tertulis tentang apa yang dilakukan peserta didik  Jurnal belajar merupakan rekaman tertulis tentang apa yang dilakukan peserta didik   berkaitan

 berkaitan dengan dengan apa-apa apa-apa yang yang telah telah dipelajari. dipelajari. Jurnal Jurnal belajar belajar ini ini dapat dapat digunakan digunakan untuk untuk  merekam atau meringkas aspek-aspek yang berhubungan dengan topik-topik kunci yang merekam atau meringkas aspek-aspek yang berhubungan dengan topik-topik kunci yang dipelajari. Misalnya, perasaan siswa terhadap suatu pelajaran, kesulitan yang dialami, atau dipelajari. Misalnya, perasaan siswa terhadap suatu pelajaran, kesulitan yang dialami, atau keberhasilan di dalam memecahkan masalah atau topik tertentu atau berbagai macam catatan keberhasilan di dalam memecahkan masalah atau topik tertentu atau berbagai macam catatan dan komentar yang dibuat siswa.Jurnal merupakan tulisan yang dibuat peserta didik untuk  dan komentar yang dibuat siswa.Jurnal merupakan tulisan yang dibuat peserta didik untuk  menunjukkan segala sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran. menunjukkan segala sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran. Jadi, jurnal dapat juga diartikan sebagai catatan pribadi siswa tentang materi yang Jadi, jurnal dapat juga diartikan sebagai catatan pribadi siswa tentang materi yang disampaikan oleh guru di kelas maupun kondisi proses pembelajaran di kelas.

(6)

e. Penilaian Tertulis e. Penilaian Tertulis

Penilaian tertulis mensuplai jawaban isian atau melengkapi, jawaban singkat atau Penilaian tertulis mensuplai jawaban isian atau melengkapi, jawaban singkat atau  pendek

 pendek dan dan uraian. uraian. Penilaian Penilaian tertulis tertulis yang yang termasuk termasuk dalam dalam model model penilaian penilaian otentik otentik adalahadalah  penilaian

 penilaian yang yang berbentuk berbentuk uraian uraian atau atau esai esai yang yang menuntut menuntut peserta peserta didik didik mampu mampu mengingat,mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi dan memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi dan sebagainya atas materi yang telah dipelajari. Penilaian ini sebisa mungkin bersifat sebagainya atas materi yang telah dipelajari. Penilaian ini sebisa mungkin bersifat komprehensif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan komprehensif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan  peserta

 peserta didik.Dalam didik.Dalam menyusun menyusun instrumen instrumen penilaian penilaian tertulis tertulis perlu perlu dipertimbangkan dipertimbangkan hal-halhal-hal seperti kesesuaian soal dengan indikator pada kurikulum, konstruksisoal atau pertanyaan seperti kesesuaian soal dengan indikator pada kurikulum, konstruksisoal atau pertanyaan harus jelas dan tegas, dan bahasa yang digunakan tidak menimbulkan penafsiran ganda.

harus jelas dan tegas, dan bahasa yang digunakan tidak menimbulkan penafsiran ganda.  f. Penilaian Diri

 f. Penilaian Diri Penilaian diri(

Penilaian diri( self  self assessment )adalah assessment )adalah suatu suatu teknik teknik penilaian penilaian di di mana mana peserta peserta didik didik  diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan proses dan tingkat pencapaian diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan proses dan tingkat pencapaian

8

8 kompetensi yang diperolehnya dalam pelajaran tertentu. Dalam proses penilaian diri, bukankompetensi yang diperolehnya dalam pelajaran tertentu. Dalam proses penilaian diri, bukan

 berarti

 berarti tugas tugas pendidik pendidik untuk untuk menilai menilai dilimpahkan dilimpahkan kepada kepada peserta peserta didik didik semata semata dan dan terbebasterbebas dari kegiatan melakukan penilaian. Dengan penilaian diri, diharapkan dapat melengkapi dan dari kegiatan melakukan penilaian. Dengan penilaian diri, diharapkan dapat melengkapi dan menambah penilaian yang telah dilakukan pendidik.

menambah penilaian yang telah dilakukan pendidik. Untuk melaksanakan penilaian diri oleh pesertaUntuk melaksanakan penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu memperhatikan

didik di kelas perlu memperhatikan hal-halseperti: menentukan terlebih dahulu kompetensi atau aspekhal-halseperti: menentukan terlebih dahulu kompetensi atau aspek apa yang akan dinilai;

apa yang akan dinilai; langkah berikutnya menentukan criteria penilaian yang akan digunakan;langkah berikutnya menentukan criteria penilaian yang akan digunakan; merancang format

merancang format  penilaian  penilaian yang yang akan akan digunakan digunakan seperti seperti pedoman pedoman penskoran, penskoran, daftar daftar tanda tanda cek, cek, atauatau skala

skala  penilaian;  penilaian; peserta peserta didik didik diminta diminta untuk untuk melakukan melakukan penilaian penilaian diri; diri; pendidik pendidik mengkaji mengkaji sampelsampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan  penilaian

 penilaian diri diri secara secara cermat cermat dan dan objektif; objektif; dan dan pendidik pendidik menyampaikan menyampaikan umpan umpan balik balik kepadakepada  peserta

 peserta didik didik yang yang didasarkan didasarkan pada pada hasil hasil kajian kajian terhadap terhadap sampel sampel hasil hasil penilaian penilaian yang yang diambildiambil secara acak.

secara acak.

 g. Penilaian Antarteman  g. Penilaian Antarteman

Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peseta Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peseta didik untuk saling menilai temannya terkait dengan pencapain kompetensi, sikap, dan didik untuk saling menilai temannya terkait dengan pencapain kompetensi, sikap, dan  perilaku

 perilaku keseharian keseharian peserta peserta didik. didik. Penilaian Penilaian ini ini dapat dapat dilakukan dilakukan secara secara berkelompok berkelompok untuk untuk  mendapatkan informasi sekitar kompetensi peserta didik dalam kelompok. Informasi inidapat mendapatkan informasi sekitar kompetensi peserta didik dalam kelompok. Informasi inidapat dijadikan sebagai bahan menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.

dijadikan sebagai bahan menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. h. Pertanyaan Terbuka

h. Pertanyaan Terbuka

Penilaian otentik juga dilakukan dengan cara meminta peserta didik membaca materi Penilaian otentik juga dilakukan dengan cara meminta peserta didik membaca materi  pelajaran,

 pelajaran, kemudian kemudian merespon merespon pertanyaan pertanyaan terbuka. terbuka. Penilaian Penilaian ini ini lebih lebih difokuskan difokuskan terhadapterhadap  bagaimana

 bagaimana peserta peserta didik didik mengaplikasikan mengaplikasikan informasi informasi daripada daripada seberapa seberapa banyak banyak peserta peserta didik didik  memanggil kembali apa yang telah diajarkan. Pertanyaan terbuka tesebut harus dibatasi memanggil kembali apa yang telah diajarkan. Pertanyaan terbuka tesebut harus dibatasi supaya jawabannya tidak terlalu luas dan bermakna sesuai dengan tujuannya.

(7)

i. Menceritakan Kembali Teks atau Cerita i. Menceritakan Kembali Teks atau Cerita

Menceritakan kembali teks atau cerita merupakan model penilaian otentik yang Menceritakan kembali teks atau cerita merupakan model penilaian otentik yang meminta peserta didik membaca atau mendengarkan suatu teks kemudian menceritakan meminta peserta didik membaca atau mendengarkan suatu teks kemudian menceritakan kembali ide pokok atau bagian yang dipilihnya. Penilaian model ini dimaksudkan untuk  kembali ide pokok atau bagian yang dipilihnya. Penilaian model ini dimaksudkan untuk  mengetahui keampuan peserta didik dalam mengungkapkan kembali apa yang sudah dibaca mengetahui keampuan peserta didik dalam mengungkapkan kembali apa yang sudah dibaca tidak sebatas pada apa yang didengar.

tidak sebatas pada apa yang didengar. 9 9

 j. Menulis Sampel Teks  j. Menulis Sampel Teks

Menulis sampel teks adalah bentuk penilaian yang meminta peserta didik untuk  Menulis sampel teks adalah bentuk penilaian yang meminta peserta didik untuk  menulis teks narasi, ekspositori, persuasi, atau kombinasi berbeda dari teks-teks tersebut. menulis teks narasi, ekspositori, persuasi, atau kombinasi berbeda dari teks-teks tersebut. Penggunaan model penilaian ini disarankan menggunakan rubrik yang dapat menilai secara Penggunaan model penilaian ini disarankan menggunakan rubrik yang dapat menilai secara analitis dan menyeluruh dalam ranah penulisan, seperti kosakata, komposisi, gaya bahasa, analitis dan menyeluruh dalam ranah penulisan, seperti kosakata, komposisi, gaya bahasa, konstruksi kalimat, dan proses penulisan.

konstruksi kalimat, dan proses penulisan. k. Ekperimen atau Demonstrasi

k. Ekperimen atau Demonstrasi

Pada penilaian melalui eksperimen atau demonstrasi peserta didik diminta melakukan Pada penilaian melalui eksperimen atau demonstrasi peserta didik diminta melakukan eksperimen dengan bahan sebenarnya atau mengilustrasikan bagaimana sesuatu bekerja. eksperimen dengan bahan sebenarnya atau mengilustrasikan bagaimana sesuatu bekerja. Peserta didik dapat dinilai dengan menggunakan rubrik berdasarkan semua aspek yang Peserta didik dapat dinilai dengan menggunakan rubrik berdasarkan semua aspek yang dilakukan sesuai dengan karakteristik materi yang dieksprimenkan.

dilakukan sesuai dengan karakteristik materi yang dieksprimenkan. l. Pengamatan

l. Pengamatan

Pada penilaian dengan pengamatan pendidik mengamati perhatian peserta didik dalam Pada penilaian dengan pengamatan pendidik mengamati perhatian peserta didik dalam mengerjakan tugas, responnya terhadap berbagai jenis tugas, atau interaksi dengan peserta mengerjakan tugas, responnya terhadap berbagai jenis tugas, atau interaksi dengan peserta didik lain ketika sedang bekerja kelompok. Pengamatan dapat dilakukan dalam pembelajaran didik lain ketika sedang bekerja kelompok. Pengamatan dapat dilakukan dalam pembelajaran secara spontan maupun dengan perencanaan sebelumnya.

secara spontan maupun dengan perencanaan sebelumnya. 3.

3. Rancangkan program pembelajaran yang menggunakan penilaian otentik untuk menilaiRancangkan program pembelajaran yang menggunakan penilaian otentik untuk menilai kompetens

kompetensi i berbicara.berbicara. Jawaban :

Jawaban :

RPP dengan Penilaian Otentik Salah Satunya Siswa DISKUSI, BERDEBAT dan BERPIDATO RPP dengan Penilaian Otentik Salah Satunya Siswa DISKUSI, BERDEBAT dan BERPIDATO

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan

Satuan Pendidikan Pendidikan :: SMK Negeri 1 Arse SMK Negeri 1 Arse Kelas/Semester :

Kelas/Semester : X X / / GANJILGANJIL

Tema :

Tema :1. Dasar Dasar Budidaya Tanaman1. Dasar Dasar Budidaya Tanaman Sub

Sub Tema Tema :: 1.1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)1.1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Materi

Materi Pokok Pokok :: Penerapan K3 Pada Pengendalian Hama Pada Pertanaman Hortikultura.Penerapan K3 Pada Pengendalian Hama Pada Pertanaman Hortikultura. Pembelajaran

Pembelajaran ke ke ::11 Alokasi

(8)

A.

A. KompetensKompetensi Inti i Inti (KI)(KI) 1.

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama,Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasehat, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasehat,  penguatan,

 penguatan, pembiasaan, pembiasaan, dan dan pengkondisian pengkondisian secara secara berkesinambungan berkesinambungan serta serta menunjukkan menunjukkan sikapsikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

dunia. 3.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual,Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. 4.

4. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual,Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional lanjut, dan metakognitif secara multidisiplin sesuai dengan bidang dan lingkup kerja operasional lanjut, dan metakognitif secara multidisiplin sesuai dengan bidang dan lingkup kerja  pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan denganilmu pengetahuan,

 pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan denganilmu pengetahuan,teknologi,seni,teknologi,seni,  budaya,

 budaya, dan dan humaniora humaniora dalam dalam konteks konteks pengembangan pengembangan potensi potensi diri diri sebagai sebagai bagian bagian dari dari keluarga,keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. B.

B. KompetensKompetensi i Dasar dan Indikator Dasar dan Indikator Pencapaian KompetensPencapaian Kompetensii Mata pelajaran : Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mata pelajaran : Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

No. Kompetensi

No. Kompetensi Dasar Dasar No. No. IndikatorIndikator

3.2.

3.2.  Menerapkan keselamatan danMenerapkan keselamatan dan kesehatan (K3) dalam kegiatan kesehatan (K3) dalam kegiatan  produksi

 produksi tanaman.tanaman.

(C3) : menerapkan (C3) : menerapkan 3.2.1. 3.2.1. 3.2.2. 3.2.2.

 Menerapkan pengunaan alat-alat pelindungMenerapkan pengunaan alat-alat pelindung diri dalam kegiata produksi tanaman diri dalam kegiata produksi tanaman hortikultura

hortikultura

 Menerapkan Menerapkan K3 dK3 dalam kegalam kegiatan pengeniatan pengendaliandalian hama pada tanaman hortikultura melalui hama pada tanaman hortikultura melalui  penyemprotan pestisida.

 penyemprotan pestisida.

(C3) menerapkan (C3) menerapkan

(9)

4.2 4.2

 MMengimplementasikan engimplementasikan K3K3 dalam kegiatan produksi dalam kegiatan produksi tanaman

tanaman

4.2.1

4.2.1  Mempraktekkan penerapan K3 dalam kegiatanMempraktekkan penerapan K3 dalam kegiatan  produksi tanaman hortikultura

 produksi tanaman hortikultura

Karakter: Disiplin, Kerjasama, teliti, Mandiri dan bertanggung jawab. Karakter: Disiplin, Kerjasama, teliti, Mandiri dan bertanggung jawab. C.

C. Tujuan PembelajaranTujuan Pembelajaran 1.

1. Melalui praktek kegiatan K3 peserta didik mampu menerapkan penggunaan alat-alat pelindung diri padaMelalui praktek kegiatan K3 peserta didik mampu menerapkan penggunaan alat-alat pelindung diri pada kegiatan produksi tanaman hortikultura dengan teliti.

kegiatan produksi tanaman hortikultura dengan teliti. 2.

2. Melalui praktek kegiatan K3 peserta didik mampu menerapkan kegiatan pengendalian hama tanamanMelalui praktek kegiatan K3 peserta didik mampu menerapkan kegiatan pengendalian hama tanaman hortikultura dengan teliti.

hortikultura dengan teliti. D.

D. Materi PembelajaranMateri Pembelajaran Keselamatan

Keselamatan dan dan kesehatan Kerja kesehatan Kerja (K3)(K3) Menerapkan penggunaan K3

Menerapkan penggunaan K3

Menerapkan Pekerjaan sesuai dengan SOP pada K3 Menerapkan Pekerjaan sesuai dengan SOP pada K3 E.

E. Metode PembelajaranMetode Pembelajaran Pendekatan Saintifik Pendekatan Saintifik Model Pembelajaran

Model Pembelajaran

D

Diisc

sco

ove

verry L

y Le

ea

arrni

ning

ng

Metode belajar

Metode belajar

diskusi kelompok, praktek dan presentasi 

diskusi kelompok, praktek dan presentasi 

.. F.

F. Media PembelajaranMedia Pembelajaran 1.

1. LCD Proyektor : berfungsi untuk menampilkan materi yang hendak disampaikan.LCD Proyektor : berfungsi untuk menampilkan materi yang hendak disampaikan. 2.

2. Laptop Laptop : : alat alat bantu bantu untuk untuk menyampaikan menyampaikan materi materi penerapan penerapan K3.K3. 3.

3. Alat- alat pelindung diri seperti :Sarung tangan, KacamatAlat- alat pelindung diri seperti :Sarung tangan, Kacamat a, Maker, Baju panjang tangan, Sepatu boot ,a, Maker, Baju panjang tangan, Sepatu boot , Topi/Helm.

Topi/Helm. G.

G. Sumber BelajarSumber Belajar a.

a. Bahan ajarBahan ajar 1.

1. Direktorat Pembinaan SMK. 2013.Direktorat Pembinaan SMK. 2013. Buku Buku Pembiakan Tanaman  Pembiakan Tanaman Kelas XKelas X Semester 1

Semester 1. Jakarta: Kemendikbud RI.. Jakarta: Kemendikbud RI. 2.

2. Husni, lalu, 2003, Hukum Ketenagakerjaan Indonesia , Jakarta: PT RajaHusni, lalu, 2003, Hukum Ketenagakerjaan Indonesia , Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Grafindo Persada.  b.

 b. AlatAlat –  –  alat pelindung diri alat pelindung diri c.

(10)

H.

H. Langkah-langkaLangkah-langkah h PembelajPembelajaran :aran : Pertemuan 1 : 50 menit

Pertemuan 1 : 50 menit KEGIATAN

KEGIATAN DESKRIPSI DESKRIPSI KEGIATANKEGIATAN ALOKASIALOKASI WAKTU WAKTU

Pendahuluan

Pendahuluan a.a. Guru memberi salam , dilanjutkan dengan memintaGuru memberi salam , dilanjutkan dengan meminta salah seorang siswa memandu doa, selanjutnya guru salah seorang siswa memandu doa, selanjutnya guru menanyakan “kabar” kepada siswa, dengan menanyakan “kabar” kepada siswa, dengan memberikan pertanyaan” bagaimana kabar anak  memberikan pertanyaan” bagaimana kabar anak --anak hari ini ?”

anak hari ini ?”  b.

 b. Guru memperlihatkan gambar buah pear yangGuru memperlihatkan gambar buah pear yang dibungkus kertas kemudian mengajukan pertanyaan dibungkus kertas kemudian mengajukan pertanyaan “mengapa buah pear ini dibungkus?

“mengapa buah pear ini dibungkus? c.

c. Peserta didik menjawab, supaya buahnya terhindarPeserta didik menjawab, supaya buahnya terhindar dari serangan hama.

dari serangan hama. d.

d. Guru memperlihatkan lagi gambar buah yang sudahGuru memperlihatkan lagi gambar buah yang sudah diserang hama dan bertanya “ini kenapa”

diserang hama dan bertanya “ini kenapa” e.

e. Peserta didik menjawab, “buahnya sudah busukPeserta didik menjawab, “buahnya sudah busuk diserang hama”

diserang hama” f.

f. Guru bertanya lagi “kalau sudah diserang hamaGuru bertanya lagi “kalau sudah diserang hama seperti ini apa yang harus dilakukan selain dengan seperti ini apa yang harus dilakukan selain dengan cara membungkus?

cara membungkus? g.

g. Peserta didik menjawab, “disemprot.”Peserta didik menjawab, “disemprot.” h.

h. Guru menanyakan “bagaimana cara menyempGuru menanyakan “bagaimana cara menyemprotrot yang benar, apa yang harus dipersiapkan?”

yang benar, apa yang harus dipersiapkan?” i.

i. Guru meminta siswa untuk mendiskusikannyaGuru meminta siswa untuk mendiskusikannya dalam kelompok belajar.

dalam kelompok belajar.  j.

 j. Guru membentuk 3 kelompok, masing-masingGuru membentuk 3 kelompok, masing-masing kelompok mengisi LKPD sambil mengamati kelompok mengisi LKPD sambil mengamati alat-alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, topi, sepatu lapangan dan menjelaskan fungsi.

topi, sepatu lapangan dan menjelaskan fungsi.

5 menit 5 menit

Inti

Inti

 Me

 Merum

rumus

uska

kan

n p

pe

errtta

any

nya

aa

an

n

Melalui menggali informasi dari referensi dan diskusi Melalui menggali informasi dari referensi dan diskusi siswa dapat mendeskripsikan K3 sesuai buku literatur siswa dapat mendeskripsikan K3 sesuai buku literatur dengan teliti, santun, bekerjasama dan menghargai dengan teliti, santun, bekerjasama dan menghargai

35 35 menit menit

(11)

 pendapat orang lain.  pendapat orang lain.

a.

a. Peserta didik diminta mengamati alat-alat pelindungPeserta didik diminta mengamati alat-alat pelindung diri pada proses penyemprotan pestisida dipertanaman diri pada proses penyemprotan pestisida dipertanaman sayur

sayur dan mendiskudan mendiskusikan masalah ysikan masalah yang timbul ang timbul yaitu:yaitu: Peserta didik merencanakan kegiatan penerapan Peserta didik merencanakan kegiatan penerapan K3 pada pengendalian hama tanaman hortikultura: K3 pada pengendalian hama tanaman hortikultura: melalui beberapa pertanyaan :

melalui beberapa pertanyaan :

 Bagaimana cara menerapkan K3 dalamBagaimana cara menerapkan K3 dalam pengendalian hama tanaman sayuran

pengendalian hama tanaman sayuran

 Apa yang terjadi bila alat pelindung diri tidakApa yang terjadi bila alat pelindung diri tidak digunakan pada saat penyemprotan hama pada digunakan pada saat penyemprotan hama pada tanaman sayur ?

tanaman sayur ?

 Me

 Merre

enc

nca

ana

naka

kan

n

a.

a. Peserta Peserta didik didik mendiskusikan mendiskusikan temuan-temuantemuan-temuan  berdasarkan

 berdasarkan observasi observasi terhadap terhadap penggunaan penggunaan K3K3 dalam kegiatan penyemprotan pestisida pada tanaman dalam kegiatan penyemprotan pestisida pada tanaman hortikultura.

hortikultura.  b.

 b. Peserta didik merencanakan penerapan K3 untukPeserta didik merencanakan penerapan K3 untuk  pengendalian hama tanaman hortikultura.

 pengendalian hama tanaman hortikultura. c.

c. Peserta didik melaksanakan cara penerapan K3 padaPeserta didik melaksanakan cara penerapan K3 pada  pengendalian hama di pertanaman hortikultura.

 pengendalian hama di pertanaman hortikultura.

 Me

 Mengum

ngump

pul

ulka

kan

n d

da

an

n m

me

enga

ngana

nalisis

lisis d

da

atta

a

a.

a. Peserta didik Peserta didik diminta menddiminta mendata ata alat-alat pelindung alat-alat pelindung diridiri untuk pengendalian hama.

untuk pengendalian hama.  b.

 b. Peserta didik mencatat langkah kerja penerapan K3Peserta didik mencatat langkah kerja penerapan K3  pada pengendalian hama.

 pada pengendalian hama. c.

c. Peserta didik melaksanakan praktek penggunaan alatPeserta didik melaksanakan praktek penggunaan alat –  –  alat pelindung diri dalam pengendalian hama.

alat pelindung diri dalam pengendalian hama. d.

d. Peserta didik Peserta didik mengumpulkan mengumpulkan data yang data yang diperoleh daridiperoleh dari  praktek

 praktek penggunaan penggunaan alat-alat alat-alat pelindung pelindung diri diri padapada  pengendalian hama pada tanaman hortikultura.

 pengendalian hama pada tanaman hortikultura. e.

e. Peserta didik mengolah data yang diperoleh dariPeserta didik mengolah data yang diperoleh dari  praktek

 praktek penerapan penerapan alat-alat alat-alat pelindung pelindung diri diri padapada  pengendalian hama.

 pengendalian hama. f.

(12)

g.

g. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusiSetiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi didepan kelas dan kelompok lain memberi tanggapan. didepan kelas dan kelompok lain memberi tanggapan.

 Me

 Mena

nari

ri k

k ke

kesim

simp

pul

ula

an

n

Dari hasil diskusi dan praktek yang dilaksanakan peserta Dari hasil diskusi dan praktek yang dilaksanakan peserta didik bersama dengan guru menyimpulkan bahwa didik bersama dengan guru menyimpulkan bahwa  penggunaan

 penggunaan alat-alat alat-alat pelindung pelindung diri diri dapat dapat mencegahmencegah terjadinya kecelakaan kerja yang berdampak pada terjadinya kecelakaan kerja yang berdampak pada  peningkatan produktifitas kerja.

 peningkatan produktifitas kerja.

Guru memberikan penguatan tentang materi yang telah Guru memberikan penguatan tentang materi yang telah didiskusikan.

didiskusikan.

 A

 Ap

plikas

likasi d

i da

an

n ttind

inda

ak

k la

lanjut 

njut 

a.

a. Peserta didik diminta dapat mengaplikasikan caraPeserta didik diminta dapat mengaplikasikan cara yang tepat dalam penggunaan alat pelindung diri yang tepat dalam penggunaan alat pelindung diri dalam pengendalian hama tanaman hortikultura dalam pengendalian hama tanaman hortikultura dalam kehidupan sehari-hari

dalam kehidupan sehari-hari  b.

 b. Guru meminta peserta didik untuk menanyakan hal-Guru meminta peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas / kurang dipahami mengenai hal yang belum jelas / kurang dipahami mengenai  penerapan

 penerapan K3 K3 dalam dalam pengendalian pengendalian hama hama tanamantanaman hortikultura.

hortikultura. Penutup

Penutup c.c. Guru bersama peserta didik melakukan refleksiGuru bersama peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.

terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. d.

d. Guru membimbing siswa dalam mengerjakan tugasGuru membimbing siswa dalam mengerjakan tugas dan membimbing dalam merangkum kegiatan dan membimbing dalam merangkum kegiatan menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)  pada pengendalian hama tanaman sayuran.

 pada pengendalian hama tanaman sayuran. e.

e. Guru memberi beberapa pertanyaan kepada siswaGuru memberi beberapa pertanyaan kepada siswa tentang kegiatan dalam pembelajaran pada hari ini. tentang kegiatan dalam pembelajaran pada hari ini.

10 menit 10 menit

I.

I. Penilaian Hasil Penilaian Hasil PembelajarPembelajaranan a.

a. Penilaian Penilaian Sikap Sikap : : Teknik Teknik Non Non Tes Tes Bentuk Bentuk Pengamatan Pengamatan sikapsikap dalam pembelajaran.

dalam pembelajaran.  b.

 b. Penilaian Penilaian pengetahuan pengetahuan : Teknik : Teknik tes tes bentuk bentuk tertulis tertulis uraianuraian c.

c. Penilaian Penilaian keterampilan keterampilan : Teknik Tes : Teknik Tes Hasil Hasil pengamatan pengamatan di di lapanganlapangan dalam melakukan praktek / eksprimen. dalam melakukan praktek / eksprimen.

(13)

J.

J. LAMPIRAN-LAMPIRAN:LAMPIRAN-LAMPIRAN: Lampiran

Lampiran 1 1 : : Pengembangan Pengembangan Bahan Bahan ajarajar Lampiran

Lampiran 2 2 : : Media Media pembelajaranpembelajaran Lampiran

Lampiran 3 3 : : Lembar Lembar kerja kerja peserta peserta didikdidik Lampiran

Lampiran 4 4 : : Instrumen Instrumen penilaian penilaian (Kisi-kisi, (Kisi-kisi, Soal, Soal, Kunci/rubrik/rambu-rambuKunci/rubrik/rambu-rambu Jawaban, Pedoman penskoran)

Jawaban, Pedoman penskoran)

Arse

Arse , , Juli Juli 20182018 Guru Mata Pelajaran, Guru Mata Pelajaran,

Hotdelima Br Hutabarat, SP Hotdelima Br Hutabarat, SP  Nip. 19770525

 Nip. 1977052520090420032009042003

Lampiran

Lampiran 1 1 : : PengembangPengembangan an Bahan Bahan ajarajar

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

1.

1. MendeskripsiMendeskripsikan kan Keselamatan dan Keselamatan dan kesehatan Kerja kesehatan Kerja (K3)(K3)

Pengertian K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) adalah secara filosofis suatu pemikiran dan upaya Pengertian K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) adalah secara filosofis suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil dan makmur.

dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil dan makmur.

Seirama dengan derap langkah pembangunan negara ini kita akan memajukan industri yang maju Seirama dengan derap langkah pembangunan negara ini kita akan memajukan industri yang maju dan mandiri dalam rangka mewujudkan era industrialisasi. Proses industrialisasi maju ditandai antara lain dan mandiri dalam rangka mewujudkan era industrialisasi. Proses industrialisasi maju ditandai antara lain dengan mekanisme, elektrifikasi dan modernisasi. Dalam keadaan yang demikian maka penggunaan dengan mekanisme, elektrifikasi dan modernisasi. Dalam keadaan yang demikian maka penggunaan mesin-mesin, pesawat-pesawat, instalasi-instalasi modern serta bahan berbahaya mungkin makin meningkat.

mesin, pesawat-pesawat, instalasi-instalasi modern serta bahan berbahaya mungkin makin meningkat.

Masalah tersebut di atas akan sangat mempengaruhi dan mendorong peningkatan jumlah maupun Masalah tersebut di atas akan sangat mempengaruhi dan mendorong peningkatan jumlah maupun tingkat keseriusan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu tingkat keseriusan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu keselamatan dan kesehatan kerja yang merupakan salah satu bagian dari perlindungan tenaga kerja perlu keselamatan dan kesehatan kerja yang merupakan salah satu bagian dari perlindungan tenaga kerja perlu dikembangkan dan ditingkatkan, mengingat keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan agar :

dikembangkan dan ditingkatkan, mengingat keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan agar : A.

A. Setiap tenaga kerja dan orang lainnya yang berada di tempat kerja mendapat perlindungan atasSetiap tenaga kerja dan orang lainnya yang berada di tempat kerja mendapat perlindungan atas keselamatannya.

keselamatannya. B.

B. Setiap sumber produksi dapat dipakai, dipergunakan secara aman dan efisien.Setiap sumber produksi dapat dipakai, dipergunakan secara aman dan efisien. C.

(14)

Kondisi tersebut di atas dapat dicapai antara lain bila kecelakaan termasuk kebakaran, peledakan dan Kondisi tersebut di atas dapat dicapai antara lain bila kecelakaan termasuk kebakaran, peledakan dan  penyakit

 penyakit akibat akibat kerja kerja dapat dapat dicegah dicegah dan dan ditanggulangi. ditanggulangi. Oleh Oleh karena karena itu itu setiap setiap usaha usaha kesehatan kesehatan dandan keselamatan kerja tidak lain adalah usaha pencegahan dan penanggulangan dan kecelakaan di tempat kerja. keselamatan kerja tidak lain adalah usaha pencegahan dan penanggulangan dan kecelakaan di tempat kerja. Pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja haruslah ditujukan untuk mengenal dan menemukan Pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja haruslah ditujukan untuk mengenal dan menemukan sebabsebabnya, bukan gejala-gejalanya untuk kemudian sedapat mungkin menghilangkan atau sebabsebabnya, bukan gejala-gejalanya untuk kemudian sedapat mungkin menghilangkan atau mengeliminirnya. Untuk itu semua pihak yang terlibat dalam usaha berproduksi khususnya para pengusaha mengeliminirnya. Untuk itu semua pihak yang terlibat dalam usaha berproduksi khususnya para pengusaha dan tenaga kerja diharapkan dapat mengerti dan memahami serta menerapkan keselamatan dan kesehatan dan tenaga kerja diharapkan dapat mengerti dan memahami serta menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja.

kerja. 2.

2. KesehatanKesehatan

Tujuan utama kesehatan Kerja adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. Tujuan Tujuan utama kesehatan Kerja adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. Tujuan demikian mungkin dicapai, oleh karena terdapatnya korelasi diantara derajat kesehatan yang tinggi dengan demikian mungkin dicapai, oleh karena terdapatnya korelasi diantara derajat kesehatan yang tinggi dengan  produktivitas keja atau perusahaan, yang didasarkan keny

 produktivitas keja atau perusahaan, yang didasarkan kenyataan-kenyataan.ataan-kenyataan. Kondisi-kondisi Kesehatan

Kondisi-kondisi Kesehatan Yang MenyYang Menyebabkan Rendahnyebabkan Rendahnya a Produktivitas Kerja Produktivitas Kerja Bedasarkan hasil surveyBedasarkan hasil survey dan pengamatan Lembaga Nasional Higiene Perusahaan dan esehatan Kerja Departemen Tenaga Kerja dan pengamatan Lembaga Nasional Higiene Perusahaan dan esehatan Kerja Departemen Tenaga Kerja tentang kesehatan yang berhubungan dengan produktifitas kerja diperoleh gambaran terlihat adanya tentang kesehatan yang berhubungan dengan produktifitas kerja diperoleh gambaran terlihat adanya kondisi-kondisi kesehatan yang ditinjau dari

kondisi kesehatan yang ditinjau dari sudut produktivitas tenaga kerja ssudut produktivitas tenaga kerja sangat tidak menguntungkan.angat tidak menguntungkan. Adapun kondisi-kondisi tersebut adalah sebagai berikut.

Adapun kondisi-kondisi tersebut adalah sebagai berikut. a)

a) Penyakit Umum Baik pada sektor pertanian, maupun sektor pertambangan, industri, dan lainlainnya,Penyakit Umum Baik pada sektor pertanian, maupun sektor pertambangan, industri, dan lainlainnya,  penyakit yang paling

 penyakit yang paling banyak terdapat adalah penyakit infeksi, penyakit endemik dan banyak terdapat adalah penyakit infeksi, penyakit endemik dan penyakit parasit.penyakit parasit.  b)

 b) Penyakit Akibat Kerja Penyakit seperti pneumoconioses, dermatoses akibat kerja, keracunankeracunanPenyakit Akibat Kerja Penyakit seperti pneumoconioses, dermatoses akibat kerja, keracunankeracunan  bahan kimia, gangguan-gangguan menatal

 bahan kimia, gangguan-gangguan menatal psikologi akibat kerpsikologi akibat kerja, dan laja, dan lainlain benar-benar inlain benar-benar terdapat padaterdapat pada tenaga kerja.

tenaga kerja. c)

c) Kondisi Gizi Keadaan gizi pada buruh-buruh menurut pengamatan yang pernah dijalankan sering tidakKondisi Gizi Keadaan gizi pada buruh-buruh menurut pengamatan yang pernah dijalankan sering tidak menguntungkan ditinjau dari sudut produktivitas kerja. Adapun keadaan gizi kurang baik dikarenakan menguntungkan ditinjau dari sudut produktivitas kerja. Adapun keadaan gizi kurang baik dikarenakan  baik

 baik dikarenakan dikarenakan penyakit-penyakit penyakit-penyakit endemis endemis dan dan parasitis, parasitis, kurangnya kurangnya pengertian pengertian tentang tentang gizi,gizi, kemampuan pengupahan yang rendah, dan beban kerja yang terlalu

kemampuan pengupahan yang rendah, dan beban kerja yang terlalu besar.besar. d)

d) Lingkungan Kerja Lingkungan kerja sering kurang membantu untuk produktivitas optimal tenaga kerja.Lingkungan Kerja Lingkungan kerja sering kurang membantu untuk produktivitas optimal tenaga kerja. Keadaan suhu, kelembaban, dan gerak udara memberikan suhu efektif diluar kenikmatan kerja.

Keadaan suhu, kelembaban, dan gerak udara memberikan suhu efektif diluar kenikmatan kerja. e)

e) Perencanaan Perencanaan Lingkungan Lingkungan kerja sering kerja sering kurang membantu kurang membantu untuk untuk produktivitas optimal produktivitas optimal tenaga kerja.tenaga kerja. Keadaan suhu, kelembaban, dan gerak udara memberikan suhu efektif diluar kenikmatan kerja.

(15)

3.

3. Menerapkan Pekerjaan sesuai dengan SOPMenerapkan Pekerjaan sesuai dengan SOP

Dalam melaksanakan SOP perlu diketahuai diantaranya : Persyaratan Petunjuk-petunjuk, Tahapan Dalam melaksanakan SOP perlu diketahuai diantaranya : Persyaratan Petunjuk-petunjuk, Tahapan kerja, Tujuan,

kerja, Tujuan, aspek-aspek aspek-aspek yang yang diperlukan sesuai ddiperlukan sesuai dengan prosedur engan prosedur dan standar. dan standar. Di bawah Di bawah ini kamiini kami contohkan Jenis SOP Pekerjaan Diklat

contohkan Jenis SOP Pekerjaan Diklat

Prasyarat Untuk memudahkan peserta diklat memahami unit buku ini, maka sebaiknya telah memahami Prasyarat Untuk memudahkan peserta diklat memahami unit buku ini, maka sebaiknya telah memahami terlebih dahulu :

terlebih dahulu : a)

a) Isi Undang-Undang No. 14 tahun 1969. Tentang Ketentuan Pokok Mengenai KetenagakerjaanIsi Undang-Undang No. 14 tahun 1969. Tentang Ketentuan Pokok Mengenai Ketenagakerjaan  b)

 b) Isi Undang-Undang No. 1. tahun 1970. Tentang Keselamatan KerjIsi Undang-Undang No. 1. tahun 1970. Tentang Keselamatan Kerj aa c)

c) Peraturan Peraturan Menteri Menteri Tenaga Tenaga Kerja Kerja dan dan Transmigrasi Transmigrasi No.Per. No.Per. 04/Men/1980 04/Men/1980 tentang tentang syarat- syarat- syaratsyarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan

Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam bidang Agribisnis Tanaman Pangan dan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam bidang Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dapat mencegah kecelakaan akibat aktifitas pekerjaan.

Hortikultura dapat mencegah kecelakaan akibat aktifitas pekerjaan. Tujuan penerapan K3 dalam kegiatan ATPH adalah:

Tujuan penerapan K3 dalam kegiatan ATPH adalah: a.

a. Menjaga kesehatan pekerja yang bergerak dibidang ATPH.Menjaga kesehatan pekerja yang bergerak dibidang ATPH.  b.

 b. Mencegah timbulnya kecelakaan kerja dalam pelaksanaan aktifitas ATPHMencegah timbulnya kecelakaan kerja dalam pelaksanaan aktifitas ATPH c.

c. Memberikan perlindungan bagi pekerja dari pekerjaannya dari kemungkinan bahaya yang disebabkanMemberikan perlindungan bagi pekerja dari pekerjaannya dari kemungkinan bahaya yang disebabkan oleh factor-faktor yang membehayakan keselamatan dan kesehatan.

oleh factor-faktor yang membehayakan keselamatan dan kesehatan.

Sasaran K3 dalam ATPH adalah: seluruh pelaksana atau pekerja dan tempat kegiatan ATPH (segala tempat Sasaran K3 dalam ATPH adalah: seluruh pelaksana atau pekerja dan tempat kegiatan ATPH (segala tempat kerja, baik darat, dalam tanah, dipermukaan air maupun didalam air).

kerja, baik darat, dalam tanah, dipermukaan air maupun didalam air). Ketentuan

Ketentuan –  –  ketentuan penerapan prosedur K3 sebagai berikut: ketentuan penerapan prosedur K3 sebagai berikut: a.

a. Menerapkan kebijakan K3 dan menjamin komitmen terhadap penerapan system manajemen K3.Menerapkan kebijakan K3 dan menjamin komitmen terhadap penerapan system manajemen K3.  b.

 b. Merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan K3.Merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan K3. c.

c. Menerapkan kebijakan K3 secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanismeMenerapkan kebijakan K3 secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme  pendukung y

 pendukung yang diperlukan mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran K3.ang diperlukan mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran K3. d.

d. Mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja K3 serta melakukan tindakan perbaikan danMengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja K3 serta melakukan tindakan perbaikan dan  pencegahan.

 pencegahan. e.

e. Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan sistem K3 secara berkesinambungan denganMeninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan sistem K3 secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja K3.

tujuan meningkatkan kinerja K3. 4.

4. Potensi bahaya dilingkungan kerja.Potensi bahaya dilingkungan kerja.

Potensi bahaya dilingkungan kerja ATPH antara lain disebabkan oleh peralatan, bahan kimia dan Potensi bahaya dilingkungan kerja ATPH antara lain disebabkan oleh peralatan, bahan kimia dan microorganism. Factor

microorganism. Factor  –  –   factor penyebab kecelakaan kerja dapat berupa : Tindakan tidak aman dari  factor penyebab kecelakaan kerja dapat berupa : Tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri dan keadaan tidak aman dari lingkungan kerja.

manusia itu sendiri dan keadaan tidak aman dari lingkungan kerja. 4.2.Alat pelindung diri.

(16)

Untuk memperkecil resiko akibat kecelakaan kerja biasanya para pekerja dilengkapi alat untuk Untuk memperkecil resiko akibat kecelakaan kerja biasanya para pekerja dilengkapi alat untuk melindungi diri, yang terdiri dari

melindungi diri, yang terdiri dari : Alat pelindung mata, Pel: Alat pelindung mata, Pelindung pernafasan, dan Pelindung tanganindung pernafasan, dan Pelindung tangan 4.3.Pakaian Pelindung

4.3.Pakaian Pelindung

Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh dari kotoran, debu, Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh dari kotoran, debu,  bahaya percikan bahan kimia, radiasi,panas, dan api.

 bahaya percikan bahan kimia, radiasi,panas, dan api. 4.4.Sepatu Lapangan

4.4.Sepatu Lapangan

Sepatu lapangan digunakan jika jenis pekerjaan yang digunakan adalah pekerjaan lapangan. Sepatu lapangan digunakan jika jenis pekerjaan yang digunakan adalah pekerjaan lapangan. 4.5.Topi Pengaman

4.5.Topi Pengaman

Jenis alat ini digunakan untuk melindungi kepala dari panas dan kemungkinan benda-benda jatuh Jenis alat ini digunakan untuk melindungi kepala dari panas dan kemungkinan benda-benda jatuh dilapangan.

dilapangan. 5.

5. PertolongaPertolongan n Pertama pada KecelakaanPertama pada Kecelakaan

Prosedur untuk mengatasi kondisi darurat pada kecelakaan adalah : Prosedur untuk mengatasi kondisi darurat pada kecelakaan adalah :

1)

1) Penanganan kondisi darurat dilapangan, banyak resiko yang terjadi dilapangan, dimana lokasiPenanganan kondisi darurat dilapangan, banyak resiko yang terjadi dilapangan, dimana lokasi tempat kerja biasanya jauh dari pemukiman sehingga pekerja perlu dibekali kemampuan untuk tempat kerja biasanya jauh dari pemukiman sehingga pekerja perlu dibekali kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.

memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. 2)

2) Prosedur penanganan darurat diikuti berdasarkan standard perusahaan dan peryaratan kerja bagiProsedur penanganan darurat diikuti berdasarkan standard perusahaan dan peryaratan kerja bagi organisasi perusahaan.

organisasi perusahaan. 3)

3) Prinsip dasar penanganan keadaan darurat diantaranya:Prinsip dasar penanganan keadaan darurat diantaranya: a.

a. Pastikan anda bukan menjadi korban berikutnya.Pastikan anda bukan menjadi korban berikutnya.  b.

 b. Pakailah metode atau cara pertolongan yang cepat, mudah dan efisien.Pakailah metode atau cara pertolongan yang cepat, mudah dan efisien. c.

c. Pergunakanlah sumber daya yang ada: baik alat, manusia maupun sarana pendukung lainnya.Pergunakanlah sumber daya yang ada: baik alat, manusia maupun sarana pendukung lainnya. d.

d. Buatlah catatan usaha-usaha pertolongan yang telah dilakukan yakni memuat identitasBuatlah catatan usaha-usaha pertolongan yang telah dilakukan yakni memuat identitas kornab, tempat dan waktu kejadian.

kornab, tempat dan waktu kejadian. 4)

4) Tahapan secara umum pertolongan pertama yaitu:Tahapan secara umum pertolongan pertama yaitu: a.

a. Jangan panik.Jangan panik.  b.

 b. Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya.Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya. c.

c. Perhatikan pernafasan dan denyut jantung korban.Perhatikan pernafasan dan denyut jantung korban. d.

d. Perhatikan tanda-tanda shock.Perhatikan tanda-tanda shock. e.

e. Jangan memindahkan korban secara berturut-turut.Jangan memindahkan korban secara berturut-turut. f.

f. Segera transportasikan korban kesentral pengobatan.Segera transportasikan korban kesentral pengobatan.

Pertolongan kepada pihak lain dapat berupa evakuasi. Prinsip evakuasi adalah : Pertolongan kepada pihak lain dapat berupa evakuasi. Prinsip evakuasi adalah : a)

a) Dilakukan jika mutlak perlu.Dilakukan jika mutlak perlu.  b)

 b) Menggunakan teknik yang baik dan benarMenggunakan teknik yang baik dan benar c)

c) Penolong harus memiliki kondisi fisik yang prima dan terlatih serta memiliki semangatPenolong harus memiliki kondisi fisik yang prima dan terlatih serta memiliki semangat untuk menyelamatkan korban dari bahaya yang lebih besar atau bahkan kematian.

(17)

6.

6. Alat Alat PengangkutPengangkutanan

Untuk melaksanakan proses evakuasi korban ada beberapa cara alat pengangkutan yaitu: Manusia Untuk melaksanakan proses evakuasi korban ada beberapa cara alat pengangkutan yaitu: Manusia sebagai pengakutan langsung. Peranan dan jumlah pengangkutan mempengaruhi cara angkut yang sebagai pengakutan langsung. Peranan dan jumlah pengangkutan mempengaruhi cara angkut yang dilaksanakan. Bila tugas penolong satu orang maka korban dapat dievakuasi dengan cara: dipondong dilaksanakan. Bila tugas penolong satu orang maka korban dapat dievakuasi dengan cara: dipondong (untuk korban ringan dan anak-anak), di

(untuk korban ringan dan anak-anak), di gendong, dipapah, dipanggul, merayap posisi miring.gendong, dipapah, dipanggul, merayap posisi miring. 7.

7. ManajemManajemen K3 en K3 pada Industri tanaman pangan dan hortikulturapada Industri tanaman pangan dan hortikultura

Sistem manajemen merupakan rangkaian proses kegiatan manajemen yang teratur dan terintegrasi untuk Sistem manajemen merupakan rangkaian proses kegiatan manajemen yang teratur dan terintegrasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pedoman manajemen kesehatan dan keselamatan kerja menurut mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pedoman manajemen kesehatan dan keselamatan kerja menurut  peraturan

 peraturan mentri mentri kesehatan kesehatan 2007, 2007, meliputi meliputi :Tahap :Tahap persiapan persiapan (komitmen (komitmen dan dan kebijakan), kebijakan), TahapTahap  perencanaan, Tahap pengukuran

(18)

Lampiran

Lampiran 2 2 : : Media Media pembelajaranpembelajaran

Sepatu

Sepatu lapangan lapangan Kaca Kaca matamata

Sarung

(19)
(20)

Lampiran

Lampiran 3 3 : : Lembar Lembar Kerja Kerja Peserta Peserta Didik Didik (LKPD)(LKPD)

1.

1. Aspek Aspek keteramketerampilan.pilan. Penerapan Keselama

Penerapan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tan dan kesehatan kerja (K3) pada pengendalian hamapada pengendalian hama tanaman sayuran.

tanaman sayuran. Tujuan

Tujuan Dengan

Dengan disediakan disediakan alat dalat dan an bahan bahan siswa mampu siswa mampu menerapkan menerapkan keselamatan dkeselamatan dan an kesehatan kesehatan kerjakerja (K3) pada pengendalian hama tanaman sayuran.

(K3) pada pengendalian hama tanaman sayuran. Alat dan Bahan :

Alat dan Bahan :  MaskerMasker

 Sarung tanganSarung tangan  KacamataKacamata

 Sepatu lapanganSepatu lapangan  Baju pelindungBaju pelindung

Keselamatan Kerja : Lakukan dengan Hati-hati, teliti dan Tekun Keselamatan Kerja : Lakukan dengan Hati-hati, teliti dan Tekun Contoh : Instrumen praktek

Contoh : Instrumen praktek 1.

1. Siswa secara berkelompok menunjukkan contoh penerapan K3 pada pengendalian hama tanamanSiswa secara berkelompok menunjukkan contoh penerapan K3 pada pengendalian hama tanaman hortikultura.

hortikultura. 2.

2. Siswa secara kelompok mempraktekkan penggunaan alat pelindung diri dan menjelaskanSiswa secara kelompok mempraktekkan penggunaan alat pelindung diri dan menjelaskan fungsinya. fungsinya. No Kompetensi/uraian No Kompetensi/uraian kegiatan kegiatan Alat

Alat

 – 

 – 

 Alat Alat Pelindung Diri (K3) Pelindung Diri (K3) Fungsi Fungsi 1 Menerapkan 1 Menerapkan keselamatan dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kesehatan kerja (K3) (C3) (C3) Sarung tangan Sarung tangan Masker Masker Topi Topi Kaca mata Kaca mata Baju pelindung Baju pelindung

(21)

Lampiran 4. Lembar Penilaian Lampiran 4. Lembar Penilaian

1.

1. Aspek SikapAspek Sikap

Selama pembelajaran, anda

Selama pembelajaran, anda akan dinilai sikap akan dinilai sikap meliputi meliputi sikap dalam melakuksikap dalam melakukan pengamatan, an pengamatan, sikapsikap diskusi, sikap dalam melakukan eksperimen, dan sikap dalam melakukan presentasi. Penilaian akan diskusi, sikap dalam melakukan eksperimen, dan sikap dalam melakukan presentasi. Penilaian akan dilakukan oleh dua observer/penilai yaitu Bapak/Ibu Guru dan anda atau temen anda.

dilakukan oleh dua observer/penilai yaitu Bapak/Ibu Guru dan anda atau temen anda. Rubrik Penilaian Diskusi

Rubrik Penilaian Diskusi

NO ASPEK NO ASPEK PENILAIAN PENILAIAN 4 4 3 3 2 2 11 1

1 Terlibat Terlibat penuhpenuh

2 Bertanya

2 Bertanya

3 Menjawab

3 Menjawab

4

4 Memberikan Memberikan gagasan gagasan orisinilorisinil 5 Kerjasama

5 Kerjasama

6 Tertib

6 Tertib

Aspek terlibat penuh Aspek terlibat penuh Skor 4

Skor 4 Memberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang jelasMemberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang jelas Skor 3

Skor 3 Memberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang kurang jelasMemberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang kurang jelas

Skor 2

Skor 2 Kadang-kadang memberikan pertanyaanKadang-kadang memberikan pertanyaan Skor 1

Skor 1 Diam sama sekali tdak bertanyaDiam sama sekali tdak bertanya

Aspek bertanya: Aspek bertanya: Skor 4

Skor 4 Memberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang jelasMemberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang jelas Skor 3

Skor 3 Memberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang kurang jelasMemberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang kurang jelas

Skor 2

Skor 2 Kadang-kadang memberikan pertanyaanKadang-kadang memberikan pertanyaan Skor 1

Skor 1 Diam sama sekali tdak bertanyaDiam sama sekali tdak bertanya

Aspek menjawab Aspek menjawab Skor 4

Skor 4 Memberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang jelasMemberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang jelas Skor 3

Skor 3 Memberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang kurang jelasMemberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang kurang jelas Skor 2

Skor 2 Kadang-kadang memberikan pertanyaanKadang-kadang memberikan pertanyaan Skor 1

(22)

Aspek memberi jawaban original Aspek memberi jawaban original Skor 4

Skor 4 Memberikan gagasan/ide yang orisinil berdasarkan pemikiran sendiriMemberikan gagasan/ide yang orisinil berdasarkan pemikiran sendiri Skor 3

Skor 3 Memberikan gagasan/ide yang didapat dari buku bacaanMemberikan gagasan/ide yang didapat dari buku bacaan Skor 2

Skor 2 Kadang-kadang memberikan gagasan/ideKadang-kadang memberikan gagasan/ide Skor 1

Skor 1 Diam tidak pernah memberikan gagasanDiam tidak pernah memberikan gagasan

Aspek kerjasama Aspek kerjasama Skor 4

Skor 4 Dalam diskusi kelompok terlibat aktif, tanggung jawab dalam tugas, danDalam diskusi kelompok terlibat aktif, tanggung jawab dalam tugas, dan membuat teman-temannya nyaman dengan keberadaannya

membuat teman-temannya nyaman dengan keberadaannya Skor 3

Skor 3 Dalam diskusi kelompok terlibat aktif tapi kadang-kadang membuat teman-Dalam diskusi kelompok terlibat aktif tapi kadang-kadang membuat teman-temannya kurang nyaman dengan keberadaannya

temannya kurang nyaman dengan keberadaannya Skor 2

Skor 2 Dalam diskusi kelompok kurang terlibat aktifDalam diskusi kelompok kurang terlibat aktif Skor 1

Skor 1 Diam tidak aktifDiam tidak aktif

Aspek tertib Aspek tertib

Skor 4

Skor 4 Dalam diskusi kelompok aktif, santun, sabar mendengarkan pendapat teman-Dalam diskusi kelompok aktif, santun, sabar mendengarkan pendapat teman-temannya

temannya Skor 3

Skor 3 Dalam diskusi kelompDalam diskusi kelompok ok tampak aktif,tapi ktampak aktif,tapi kurang santunurang santun Skor 2

Skor 2 Dalam diskusi kelompok suka menyela pendapat orang lainDalam diskusi kelompok suka menyela pendapat orang lain Skor 1

(23)

Rubrik

Rubrik PresentPresentasiasi

 NO

 NO ASPEKASPEK

PENILAIAN PENILAIAN 4

4 3 3 2 2 11

1

1 Kejelasan presentasiKejelasan presentasi

2 Pengetahuan 2 Pengetahuan 3 penampilan 3 penampilan Kriteria Kriteria Aspek Aspek Penilaian Penilaian 4 3 2 1 4 3 2 1 Kejelasan Kejelasan  presentasi  presentasi Sistematika Sistematika  penjelasan logis  penjelasan logis dengan bahasa dengan bahasa dan suara yang dan suara yang sangat jelas sangat jelas Sistematika Sistematika  penjelasan logis  penjelasan logis

dan bahasa sangat dan bahasa sangat  jelas tetapi suara  jelas tetapi suara

kurang jelas kurang jelas Sistematika Sistematika  penjelasan tidak  penjelasan tidak logis meskipun logis meskipun menggunakan menggunakan  bahasa dan suara  bahasa dan suara

cukup jelas cukup jelas Sistematika Sistematika  penjelasan tidak  penjelasan tidak logis meskipun logis meskipun menggunakan menggunakan  bahasa dan suara  bahasa dan suara

cukup jelas cukup jelas Pengetahuan

Pengetahuan MenguasaiMenguasai

materi presentasi materi presentasi dan dapat dan dapat menjawab menjawab  pertanyaan  pertanyaan

dengan baik dan dengan baik dan kesimpulan kesimpulan mendukung topik mendukung topik yang dibahas yang dibahas Menguasai materi Menguasai materi  presentasi dan  presentasi dan dapat menjawab dapat menjawab  pertanyaan dengan  pertanyaan dengan  baik dan  baik dan kesimpulan kesimpulan mendukung topik mendukung topik yang dibahas yang dibahas Penguasaan Penguasaan materi kurang materi kurang meskipun bisa meskipun bisa menjawab menjawab seluruh seluruh  pertanyaan dan  pertanyaan dan kesimpulan tidak kesimpulan tidak  berhubungan  berhubungan dengan topik dengan topik yang dibahas yang dibahas Materi kurang Materi kurang dikuasai serta dikuasai serta tidak bisa tidak bisa menjawab seluruh menjawab seluruh  pertanyaan dan  pertanyaan dan kesimpulan tidak kesimpulan tidak mendukung topik  mendukung topik  Penampilan Penampilan Penampilan Penampilan menarik, sopan menarik, sopan dan rapi, dengan dan rapi, dengan  penuh percaya  penuh percaya diri serta diri serta menggunakan menggunakan alat bantu alat bantu Penampilan cukup Penampilan cukup menarik, sopan, menarik, sopan, rapih dan percaya rapih dan percaya diri menggunakan diri menggunakan alat bantu alat bantu Penampilan Penampilan kurang menarik, kurang menarik, sopan, rapi tetapi sopan, rapi tetapi kurang percaya kurang percaya diri serta diri serta menggunakan menggunakan alat bantu alat bantu Penampilan Penampilan kurang menarik, kurang menarik, sopan, rapi tetapi sopan, rapi tetapi tidak percaya diri tidak percaya diri dan tidak dan tidak menggunakan alat menggunakan alat  bantu  bantu

Referensi

Dokumen terkait

penilaian, sehingga dapat mengurangi rasa cemas peserta didik, dan tidak takut mendapatkan nilai jelek yang dapat mengganggu harga dirinya karena Penilaian otentik

Pada pembahasan, penulis menulis tentang bagaimana kepatuhan para pekerja bagian weaving dalam penggunaan Alat Pelindung Diri, serta menyebutkan alat pelindung

Dengan bekerja sama dengan teman sekelas, peserta didik dapat membuat daftar keberagaman pekerjaan individu dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar dengan tepat..

Peserta didik menganalisis secara faktual dan konseptual dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan hidup (K3LH) terutama dalam penggunaan

Petugas pelayanan administrasi sekolah yang berinteraksi langsung dengan peserta didik/orang tua peserta didik memakai Alat Pelindung Diri (APD) antara lain, masker dan sarung

Salah satunya adalah kebijakan dalam penggunaan alat pelindung diri yang dibuat oleh pemerintah ataupun perusahaan itu sendiri, dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)

Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik, hasil tes (bukan nilai), atau informasi lain yang releban dengan

PLN (Persero) tidak dibarengi penggunaan APD dilapangan (Alat Pelindung Diri) ketika bekerja, alat pelindung diri merupakan salah satu faktor utama dalam keselamatan kerja dan jika