Modul ke:
Fakultas Program StudiManajemen Operasi
Project Management
Ir. Hendri, MT.
10
Examples of Projects
Building Construction
Management of Projects
• Planning
(Perencanaan). Fase ini mencakup
penentuan sasaran, pendefinisian proyek, dan
pengorganisasian tim.
• Scheduling
(Penjadwalan). Fase ini menghubungkan
orang, uang, dan bahan untuk aktifitas khusus dan
menghubungkan setiap aktivitas satu dengan
aktivitas yang lainnya.
• Controlling (Pengendalian). Di sini, perusahaan
mengawasi sumber daya, biaya, kualitas, dan
anggaran. Perusahaan juga merevisi atau mengubah
rencana dan menggeser atau mengelola kembali
sumber daya agar dapat memenuhi kebutuhan waktu
dan biaya.
Planning
Objectives
Resources
Work break-down
structure
Organization
Scheduling
Project activities
Start & end times
Network
Controlling
Monitor, compare, revise, action
Project Management
Activities
Project Planning,
Scheduling, and Controlling
Figure 3.1
Before
Start of project
During
Project Planning,
Scheduling, and Controlling
Figure 3.1
Before
Start of project
During
Project Planning,
Scheduling, and Controlling
Figure 3.1
Before
Start of project
During
Project Planning,
Scheduling, and Controlling
Figure 3.1
Before
Start of project
During
Menentukan Tujuan
Defining project
Membuat work
breakdown structure
Menentukan Sumber
daya
Pembentukan
organization
Project Planning
pekerjaan dapat didefinisikan dengan
sasaran dan target waktu spesifik,
pekerjaan tersebut unik atau tidak
begitu biasa dalam organisasi yang
ada,
pekerjaan mengandung tugas-tugas
kompleks dan saling berhubungan
yang membutuhkan keterampilan
khusus,
proyek bersifat sementara, tetapi
penting bagi organisasi,
proyek meliputi hampir semua lini
organisasi.
Project Organization
Works Best When
3 - 11 © 2011 Pearson Education, Inc. publishing as Prentice Hall
A Sample Project
Organization
Test
Engineer
Mechanical
Engineer
Project 1
Manager
Project
Technician
Technician
Project 2
Manager
Project
Electrical
Engineer
Computer
Engineer
Marketing
Finance
Human
Resources
Design
Quality
Mgt
Production
President
Matrix Organization
Marketing
Operations
Engineering
Finance
Project 1
Project 2
Project 3
The Role of
the Project Manager
1.
seluruh aktivitas yang diperlukan
diselesaikan dalam urutan yang tepat dan
waktu yang tepat
2.
proyek selesai sesuai dengan anggaran:
3.
proyek memenuhi sasaran kualitas:
4.
orang-orang yang ditugaskan pada proyek
mendapatkan motivasi,arahan,dan informasi
yang diperlukan dalam melakukan pekerjaan
mereka
The Role of
the Project Manager
1.
seluruh aktivitas yang diperlukan
diselesaikan dalam urutan yang tepat dan
waktu yang tepat
2.
proyek selesai sesuai dengan anggaran:
3.
proyek memenuhi sasaran kualitas:
4.
orang-orang yang ditugaskan pada proyek
mendapatkan motivasi,arahan,dan informasi
yang diperlukan dalam melakukan pekerjaan
mereka
Project managers should be:
Good coaches
Good communicators
Able to organize activities
from a variety of disciplines
Ethical Issues
1. tawaran hadiah dari kontraktor
2. tekanan untuk mengubah laporan untuk menutupi
kenyataan penundaan
3. laporan palsu untuk biaya per waktu dan
pengeluaran,
4. tekanan untuk mengkompromikan kualitas agar
memenuhi jadwal bonus atau penalti. Penelitian
menunjukkan sebagian besar orang mengikuti nilai
dan standar etika mereka sendiri,tanpa kemimpinan
yang baik dan budaya organisasi yang kuat.
Pada level persona l, manajer proyek
sering menghadapi
Work Breakdown Structure
Level
1. Project
2. Tugas-tugas utama pada project
3. Sub tugas-tugas utama
4. Activities (paket pekerjaaan)
yg harus diselesaikan
Work Breakdown Structure
Figure 3.3
Level ID
Level
Number
Activity
1
1.0
Develop/launch Windows Vista OS
2
1.1
Develop of GUIs
2
1.2
Memastikan kesesuian dengan versi
Windows sebelumnya
3
1.21
Kesesuian dengan Windows ME
3
1.22
Kesesuian dengan Windows XP
3
1.23
Kesesuian dengan Windows 2000
Level 4
Compatible with
Windows ME
Compatible with
Windows Vista
Compatible with
Windows XP
1.1.2.3
1.1.2.2
1.1.2.1
(Work packages)
Level 3
Develop
GUIs
Planning
Module
Testing
Ensure Compatibility
with Earlier Versions
Cost/Schedule
Management
Defect
Testing
1.1.1
1.2.2
1.3.2
1.3.1
1.2.1
1.1.2
Work Breakdown Structure
Figure 3.3
Level 2
Software
Design
Project
Management
System
Testing
1.1
1.2
1.3
Level 1
Develop Windows 7
Project Scheduling
Menentukan prioritas
hubungan
Urutan activities
Menentukan activity
times & costs
Memperkirakan
keperluan material &
worker
Menentukan critical
Maksud dan Tujuan
Project Scheduling
1. menunjukkan hubungan setiap aktivitas dengan
aktivitas lainnya dan terhadap keseluruhan
proyek
2. mengidentifikasikan hubungan yang harus
dilakukan diantara aktivitas
3. menunjukkan perkiraan biaya dan waktu realistis
untuk setiap aktivitas
4. membantu penggunaan orang, uang, dan
sumber daya bahan dengan mengidentifikasi
bottleneck kritis (hal-hal yang mungkin
Gantt chart
Critical Path Method
(CPM)
Program Evaluation
and Review
Technique (PERT)
Project Management
Techniques
Example of Gantt Chart
Service For a Delta Jet
Report: Control Proyek
Detail cost breakdowns untuk tiap
pekerjaan
Kurva Total program pekerja
Tabel distribusi Biaya
Functional cost & hour summaries
Forecast: Raw material &
Belanja/pengeluaran
Macam-macam report
Time analysis reports
PERT
(Program Evaluation & Review
Technique/teknik evaluasi dan pengulasan
program): Teknik manajemen proyek yang
mengunakan tiga perkiraan waktu untuk setiap
aktivitas. Dikembangkan di tahun 1958 oleh Booz,
Allen, dan Hamilton untuk angkatan laut amerika
serikat.
CPM
(Critical Path Method/metode jalur kritis) :
Teknik manjemen proyek yang menggunakan
hanya satu faktor waktu per aktivitas.
Dikembangkan di tahun 1957 oleh J.E. Kelly dari
Remington Rand dan M.R Walker dari duPont
unutk membantu pembangunan dan pemeliharaan
pebrik kimia di dupont.
Six Steps PERT & CPM
1.
Menetapkan proyek dan menyiapkan
struktur penguraian kerjanya.
2.
Membangun hubungan antara
aktivitas-aktivitasnya. Memutuskan aktivitas
yang harus dilakukan lebih dahulu dan
aktivitas yang harus mngikuti aktivitas
lain.
3.
Mengambarkan jaringan yang
3 - 26 © 2011 Pearson Education, Inc. publishing as Prentice Hall
Six Steps PERT & CPM
4.
Menetapkan perkiraan waktu dan/
atau biaya untuk setiap aktivitas.
5.
Menghitung jalur waktu terpanjang
melalui jaringan. Hal ini disebut jalur
kritis (critical path)
6.
Mengunakan jaringan untuk
membantu perencanaan,
Penjadwalan, dan pengendalian
proyek.
1.
Kapan keseluruhan proyek akan selesai?
2.
Apa sajakah aktivitas atau tugas penting pada
proyek-yaitu aktivitas-aktivitas yang bila terlmbat
akan membuat keseluruhan proyek tertunda?
3.
Aktivitas apakah yang nonkritis-yakni aktivitas
yang dapat berjalan lambat tanpa membuat
tertundanya penyelesaian keseluruhan proyek?
4.
Berapa besar probalitas proyek dapat selesai
pada tanggal tertentu?
Questions PERT & CPM
Can Answer
5.
Pada tanggal tertentu, apakah proyek masih
tetap dalam jadwal, lebih lambat dari jadwal,
atau lebih cepat dai jadwaj?
6.
Pada tanggal tertentu, apakah uang yang
dibelanjakan sama,lebih sedikit, atau lebih
besar dibandingkan uang yang dianggarkan?
7.
Apakah cukup sember daya untuk
menyelesaikan proyek tepat waktu?
8.
Jika proyek ingin diselesaikan dalam waktu
yang lebih singkat, apakah jalan terbaik untuk
mencapai sasaran ini dengan biaya seminimal
mungkin?
Questions PERT & CPM
Can Answer
Perbandingan Diagram
Jaringan AON & AOA
Activity on
Activity
Activity on
Node (AON)
Meaning
Arrow (AOA)
A datang
sebelum B,
yang datang
sebelumC.
(a) A
B
C
B
A
C
A dan B keduanya
harus diselesaikan
sebelum C dapat
dimulai
(b)
A
C
C
B
A
B
B dan C tidak
dapat dimulai
hingga A selesai
(c)
B
A
C
A
B
C
Figure 3.5
Perbandingan Diagram
Jaringan AON & AOA
Activity on
Activity
Activity on
Node (AON)
Meaning
Arrow (AOA)
C dan D tidak
dapat dimulai
hingga A dan B
keduanya
selesi.
(d)
A
B
C
D
B
A
C
D
C tidak dapat
dimulai hingga A
dan B keduanya
selesi; D tidak
dapat dimulai
hingga B selesai
dummy activity
pada AOA.
(e)
C
A
B
D
Dummy activity
A
B
C
D
Perbandingan Diagram
Jaringan AON & AOA
Activity on
Activity
Activity on
Node (AON)
Meaning
Arrow (AOA)
B dan C tidak
dapat dimulai A
selesai. D tidak
dapat dimulai B
dan C keduanya
selesai. dummy
activity pada
AOA.
(f)
A
C
D
B
A
B
C
D
Dummy
activity
Figure 3.5
9-32
|
|
|
|
|
Activity
Desain
Fondasi
Order &
Kedatangan
Material
Pembangunan
Rumah
Pengecetan
Lantai
Pengerjaan
Akhir
0
2
4
6
8
10
Bulan
Bulan
1
3
5
7
9
Gantt Chart
Pembangunan Rumah
Aktivitas Pembangunan Rumah
Aktivitas
Penjelasan
Didahului
Langsung
A
Desain
-
B
Fondasi
A
C
Order dan Kedatangan Material
A
D
Pembangunan Rumah
B , C
E
Pengecekan
B , C
F
Lantai
E
9-34
A
B
C
D
E
F
G
1
2
4
6
7
3
5
Fondasi
Desain
Order &
Kedatangan
Material
Dummy
Penyelesaian
Akhir
Lantai
Penge-
cetan
Bangun
Rumah
AOA Network Pembangunan
RumahProject
3 - 35
Copyright 2009 John Wiley & Sons, Inc.
9-35
AON Network Pembangunan
RumahProject
A
B
D
C
E
F
G
Start
Desain
Order &
Kedatangan
Material
Pengecetan
Lantai
Fondasi
Bangun Rumah
Penyelesaian
Akhir
Menentukan Project Schedule
Aktivitas
Penjelasan
Waktu
(Bulan)
A
Desain
3
B
Fondasi
2
C
Order dan Kedatangan Material
1
D
Pembangunan Rumah
3
E
Pengecekan
1
F
Lantai
1
G
Penyelesaian Akhir
1
Copyright 2009 John Wiley & Sons, Inc.
9-37
A
3
B
2
D
3
C
1
E
1
F
1
G
1
Start
Critical Path (Jalur Kritis):
I:
A-B-D-G
3 + 2 + 3 + 1 = 9 months
II:
A-B-E-F-G
3 + 2 + 1 + 1 + 1 = 8 months
III:
A-C-D-G
3 + 1 + 3 + 1 = 8 months
IV:
A-C-E-F-G
3 + 1 + 1 + 1 + 1 = 7 months
3 - 38 © 2011 Pearson Education, Inc. publishing as Prentice Hall
Critical Path Analysis
Table 3.2
Activity
Description
Time (weeks)
A
Build internal components
2
B
Modify roof and floor
3
C
Construct collection stack
2
D
Pour concrete and install frame
4
E
Build high-temperature burner
4
F
Install pollution control system
3
G
Install air pollution device
5
H
Inspect and test
2
Total Time (weeks)
25
Mulai Terdahulu
Earliest start (ES) = waktu terdahulu suatu kegiatan dpt dimulai,
dgn asumsi semua pendahulu sudah
selesai.
Selesai Terdahulu
Earliest finish (EF) = waktu terdahulu suatu kegiatan dpt selesai
Mulai Terakhir
Latest start (LS) = Waktu terakhir suatu kegiatan dpt dimulai
sehingga tdk menunda waktu penyelsaian
keseluruhan proyek
Selesai Terakhir
Latest finish (LF) = Waktu terakhir suatu kegiatan dpt selesi
sehingga tdk menunda waktu penyelsaian
keseluruhan proyek
Figure 3.10
A
Activity Name
or Symbol
Earliest
Start
ES
Earliest
Finish
EF
Latest
Start
LS
Latest
Finish
LF
Activity Duration
2
Konfigurasi Notasi
Konfigurasi Notasi
A
ES
EF
3
LS
LF
Activity number
Activity duration
Earliest start
Latest start
Earliest finish
Latest finish
Copyright 2009 John Wiley & Sons, Inc.
9-41
Activity Scheduling
Earliest start time (ES)
Waktu terdahulu akan dimulai
ES = EF dari pendahulunya
Forward pass
Penentuan waktu ES dimulai dari awal Jaringan
CPM/PERT
Earliest finish time (EF)
Waktu terdahulu akan selesai
EF= ES +
t
Activity Time:
Earliest Start(ES) & Earliest Finish(EF)
A 0
3
3
B 3
5
2
C 3
4
1
E 5
6
1
D 5
8
3
F 6
7
1
G 8
9
1
Start
Desain
Pengecetan
Fondasi
Lantai
Bangun
Rumah
Penyelesain
Akhir
Order & Kedatangan
Material
Copyright 2009 John Wiley & Sons, Inc.
9-43
Activity Scheduling (cont.)
Latest start time (LS)
Aktivitas waktu terakhi akan dimulai tanpa menunda
critical path time
LS= LF -
t
Latest finish time (LF)
Aktivitas waktu terakhi akan lenkap tanpa menunda
critical path time
LF = LS dari terakhir
Backward pass
Penentuan waktu LF dimulai dari akhir Jaringan
CPM/PERT
Activity Time:
Latest Start(ES) & Latest Finish(EF)
A 0
3
3
0
3
B 3
5
2
3
5
C 3
4
1
4
5
E 5
6
1
6
7
D 5
8
3
5
8
F 6
7
1
7
8
G 8
9
1
8
9
Start
Desain
Pengecetan
Fondasi
Lantai
Bangun
Rumah
Penyelesain
Akhir
Order & Kedatangan
Material
Copyright 2009 John Wiley & Sons, Inc.
9-45
* Critical Path
0
9
9
8
8
*G
1
7
8
6
7
F
1
6
7
5
6
E
0
8
8
5
5
*D
1
4
5
3
4
C
0
5
5
3
3
*B
0
3
3
0
0
*A
Slack S
EF
LF
ES
LS
Activity
Activity Slack
Tiga Perkiraan Waktu Pada PERT
Waktu Optimis
(Optimistic Time) (a)
= Waktu yang dibutuhkan oleh sebuah aktivitas jika
semua hal berlangsung sesuai rencana. Dalam
memperkirakan
nilai
ini,
biasanaya
terdapat
probabiltas yang kecil (katakanlah 1/100) bahwa
waktu aktivitas akan <a.
Waktu Pesimis
(pessimistic Time) (b)
= WAktu yang dibutuhkan sebuah aktivitas dengan
asumsi kondisi yang ada sangat tidak diharapkan.
Dalam memperkirakan nilai ini, Biasanya terdapat
probabilitas yangs sangat kecil (juga 1/100) bahwa
waktu aktivitas akan >b.
Waktu Realistis
(most Likely Time) (m)
= Perkiraan
waktu
yang
dibutuhkan
untuk
menyelesaikan
sebuah
aktivitas
yang
paling
Kelebihan PERT/CPM
1.
Sangat bermanfaat terutama saat menjadwalkan dan
mengendalikan proyek besar.
2.
Konsep yang lugas atau langsung serta tidak
memerlukan perhitungan matematis yang rumit .
3.
Jaringan grafis membantu melihat antara aktifitas
proyek dengan cepat.
4.
Analis jalur kritis dan waktu longgar membantu
menunjukan aktifitas yang perlu diperhatikan lebih
dekat.
5.
Dokumentasi proyek dan gambar menunjukan siapa
yang bertanggung jawab untuk berbagai aktifitas.
6.
Dapat diterapkan untuk bermacam- macam proyek .
1.
Aktivitas proyek harus didefinisikan dengan jelas
dan hubungannya harus bebas serta stabil .
2.
Hubungan pendahulunya harus didefinisikan
dengan jelas dan dijejaringan bersama-sama.
3.
Perkiran waktunya cenderung subjektif dan
bergantung pada kejujuran para manajer yang
takut bahaya jika terlalu optimistis atau tidak
cukup pesimistis
4.
Ada bayaha terselebung dengan terlalu
banyaknya penekanan pada jalur terpanjang atau
jalur kritis . jalur yang nyaris kritis perlu diawasi
dengan baik pula
Project Management Software
There are several popular packages
for managing projects
Primavera
MacProject
Pertmaster
VisiSchedule
Time Line
Microsoft Project
Trade-Offs and Project
Crashing
The project is behind schedule
The completion time has been
moved forward
It is not uncommon to face the
following situations:
Shortening the duration of the
project is called project crashing
Factors to Consider When
Crashing a Project
The amount by which an activity is
crashed is, in fact, permissible
Taken together, the shortened
activity durations will enable us to
finish the project by the due date
The total cost of crashing is as
small as possible
Steps in Project Crashing
1.
Compute the crash cost per time period.
If crash costs are linear over time:
Crash cost
per period =
(Crash cost – Normal cost)
(Normal time – Crash time)
2.
Using current activity times, find the
critical path and identify the critical
activities
Steps in Project Crashing
3.
If there is only one critical path, then
select the activity on this critical path
that (a) can still be crashed, and (b) has
the smallest crash cost per period. If
there is more than one critical path, then
select one activity from each critical path
such that (a) each selected activity can
still be crashed, and (b) the total crash
cost of all selected activities is the
smallest. Note that the same activity may
be common to more than one critical
Steps in Project Crashing
4.
Update all activity times. If the desired
due date has been reached, stop. If not,
return to Step 2.
Crashing The Project
Table 3.5
Time (Wks)
Cost ($)
Crash Cost Critical
Activity Normal Crash
Normal
Crash Per Wk ($) Path?
A
2
1
22,000
22,750
750
Yes
B
3
1
30,000
34,000
2,000
No
C
2
1
26,000
27,000
1,000
Yes
D
4
2
48,000
49,000
1,000
No
E
4
2
56,000
58,000
1,000
Yes
F
3
2
30,000
30,500
500
No
G
5
2
80,000
84,500
1,500
Yes
H
2
1
16,000
19,000
3,000
Yes
Crash and Normal Times
and Costs for Activity B
|
|
|
1
2
3
Time (Weeks)
$34,000 —
$33,000 —
$32,000 —
$31,000 —
$30,000 —
—
Activity
Cost
Crash
Normal
Crash Time
Normal Time
Crash
Cost
Normal
Cost
Crash Cost/Wk =
Crash Cost – Normal Cost
Normal Time – Crash Time
=
$34,000 – $30,000
3 – 1
= = $2,000/Wk
$4,000
2 Wks
Using Microsoft Project
Using Microsoft Project
Using Microsoft Project
Mobilisasi Tim Review KAK, pendekatan dan metodologi Penyusunan Rencana Kerja Detail Kajian Literatur Penyusunan Perancangan kisi-kisi persiapan survey Penyusunan Laporan Pendahuluan Diskusi Tim Teknis Diskusi dengan Stakeholder Analisa Hasil Pengolahan Data Pengolahan Data Survey Penyusunan konsep Pembentukan PD Pasar Penyusunan Laporan Kemajuan Laporan Antara Diskusi Tim Teknis Pasar Tradisional Demografis Pedagang Demografis Konsumen Perancangan Pembentukan PD Pasar Diambil Alternatif yang paling sesuai Draf Perancangan Peraturan Daerah Tentang Pembentukan PD Pasar Penyusunan Laporan Akhir Laporan Akhir Diskusi Tim Teknis Pendekatan Pola Spasial, Pendekatan Sumber Daya Manusia, Pendekatan Sosial Budaya, Pendekatan Demand, Pendekatan Kelembagaan, dan Pendekatan Kerjasama/Kemitraan
TAHAP PERSIAPAN
TAHAP SURVEY DAN PENGOLAHAN DATA
TAHAP DESAIN DAN ANALISIS
Manajemen, SDM, Ekonomi, Kelembagaan, Pemasaran, Organisasi Dokumen survey, kuesioner, metode, hipotesis data R e v i s i Revisi Laporan Pendahuluan Alternatif A Alternatif C Alternatif B Revisi
1
2
3
4
5
7
6
8
9
11
12
10
2
4
10
4
5
8
7
9
4
5
0
6
2
6
0
Start
Excavate
Foundation
Rough Wall
Roof
Dummy
Dummy
Wallboard
Flooring
Rough Exterior Plumbing Rough Interior Plumbing Interior Painting Exterior Siding Exterior Painting Exterior Fixtures Interior Fixtures Rough Electrical Work7
Activity
a
m
b
1-2
2-3
3-4
4-5
4-6
4-7
5-7
6-8
7-9
8-10
9-11
9-12
10-13
12-13
1
2
6
1
4
3
4
5
3
5
4
1
1
5
2
3.5
9
4.5
5.5
7.5
4
6.5
9
8
4
5.5
2
5.5
3
8
18
5
10
9
10
11
9
17
4
7
3
9
3 - 64