• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul ke: Manajemen Operasi. Project Management. Fakultas. Hendri, MT. Program Studi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Modul ke: Manajemen Operasi. Project Management. Fakultas. Hendri, MT. Program Studi"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

Modul ke:

Fakultas Program Studi

Manajemen Operasi

Project Management

Ir. Hendri, MT.

10

(2)

Examples of Projects

Building Construction

(3)

Management of Projects

• Planning

(Perencanaan). Fase ini mencakup

penentuan sasaran, pendefinisian proyek, dan

pengorganisasian tim.

• Scheduling

(Penjadwalan). Fase ini menghubungkan

orang, uang, dan bahan untuk aktifitas khusus dan

menghubungkan setiap aktivitas satu dengan

aktivitas yang lainnya.

• Controlling (Pengendalian). Di sini, perusahaan

mengawasi sumber daya, biaya, kualitas, dan

anggaran. Perusahaan juga merevisi atau mengubah

rencana dan menggeser atau mengelola kembali

sumber daya agar dapat memenuhi kebutuhan waktu

dan biaya.

(4)

Planning

Objectives

Resources

Work break-down

structure

Organization

Scheduling

Project activities

Start & end times

Network

Controlling

Monitor, compare, revise, action

Project Management

Activities

(5)

Project Planning,

Scheduling, and Controlling

Figure 3.1

Before

Start of project

During

(6)

Project Planning,

Scheduling, and Controlling

Figure 3.1

Before

Start of project

During

(7)

Project Planning,

Scheduling, and Controlling

Figure 3.1

Before

Start of project

During

(8)

Project Planning,

Scheduling, and Controlling

Figure 3.1

Before

Start of project

During

(9)

Menentukan Tujuan

Defining project

Membuat work

breakdown structure

Menentukan Sumber

daya

Pembentukan

organization

Project Planning

(10)

 pekerjaan dapat didefinisikan dengan

sasaran dan target waktu spesifik,

 pekerjaan tersebut unik atau tidak

begitu biasa dalam organisasi yang

ada,

 pekerjaan mengandung tugas-tugas

kompleks dan saling berhubungan

yang membutuhkan keterampilan

khusus,

 proyek bersifat sementara, tetapi

penting bagi organisasi,

 proyek meliputi hampir semua lini

organisasi.

Project Organization

Works Best When

(11)

3 - 11 © 2011 Pearson Education, Inc. publishing as Prentice Hall

A Sample Project

Organization

Test

Engineer

Mechanical

Engineer

Project 1

Manager

Project

Technician

Technician

Project 2

Manager

Project

Electrical

Engineer

Computer

Engineer

Marketing

Finance

Human

Resources

Design

Quality

Mgt

Production

President

(12)

Matrix Organization

Marketing

Operations

Engineering

Finance

Project 1

Project 2

Project 3

(13)

The Role of

the Project Manager

1.

seluruh aktivitas yang diperlukan

diselesaikan dalam urutan yang tepat dan

waktu yang tepat

2.

proyek selesai sesuai dengan anggaran:

3.

proyek memenuhi sasaran kualitas:

4.

orang-orang yang ditugaskan pada proyek

mendapatkan motivasi,arahan,dan informasi

yang diperlukan dalam melakukan pekerjaan

mereka

(14)

The Role of

the Project Manager

1.

seluruh aktivitas yang diperlukan

diselesaikan dalam urutan yang tepat dan

waktu yang tepat

2.

proyek selesai sesuai dengan anggaran:

3.

proyek memenuhi sasaran kualitas:

4.

orang-orang yang ditugaskan pada proyek

mendapatkan motivasi,arahan,dan informasi

yang diperlukan dalam melakukan pekerjaan

mereka

Project managers should be:

Good coaches

Good communicators

Able to organize activities

from a variety of disciplines

(15)

Ethical Issues

1. tawaran hadiah dari kontraktor

2. tekanan untuk mengubah laporan untuk menutupi

kenyataan penundaan

3. laporan palsu untuk biaya per waktu dan

pengeluaran,

4. tekanan untuk mengkompromikan kualitas agar

memenuhi jadwal bonus atau penalti. Penelitian

menunjukkan sebagian besar orang mengikuti nilai

dan standar etika mereka sendiri,tanpa kemimpinan

yang baik dan budaya organisasi yang kuat.

Pada level persona l, manajer proyek

sering menghadapi

(16)

Work Breakdown Structure

Level

1. Project

2. Tugas-tugas utama pada project

3. Sub tugas-tugas utama

4. Activities (paket pekerjaaan)

yg harus diselesaikan

(17)

Work Breakdown Structure

Figure 3.3

Level ID

Level

Number

Activity

1

1.0

Develop/launch Windows Vista OS

2

1.1

Develop of GUIs

2

1.2

Memastikan kesesuian dengan versi

Windows sebelumnya

3

1.21

Kesesuian dengan Windows ME

3

1.22

Kesesuian dengan Windows XP

3

1.23

Kesesuian dengan Windows 2000

(18)

Level 4

Compatible with

Windows ME

Compatible with

Windows Vista

Compatible with

Windows XP

1.1.2.3

1.1.2.2

1.1.2.1

(Work packages)

Level 3

Develop

GUIs

Planning

Module

Testing

Ensure Compatibility

with Earlier Versions

Cost/Schedule

Management

Defect

Testing

1.1.1

1.2.2

1.3.2

1.3.1

1.2.1

1.1.2

Work Breakdown Structure

Figure 3.3

Level 2

Software

Design

Project

Management

System

Testing

1.1

1.2

1.3

Level 1

Develop Windows 7

(19)

Project Scheduling

Menentukan prioritas

hubungan

Urutan activities

Menentukan activity

times & costs

Memperkirakan

keperluan material &

worker

Menentukan critical

(20)

Maksud dan Tujuan

Project Scheduling

1. menunjukkan hubungan setiap aktivitas dengan

aktivitas lainnya dan terhadap keseluruhan

proyek

2. mengidentifikasikan hubungan yang harus

dilakukan diantara aktivitas

3. menunjukkan perkiraan biaya dan waktu realistis

untuk setiap aktivitas

4. membantu penggunaan orang, uang, dan

sumber daya bahan dengan mengidentifikasi

bottleneck kritis (hal-hal yang mungkin

(21)

Gantt chart

Critical Path Method

(CPM)

Program Evaluation

and Review

Technique (PERT)

Project Management

Techniques

(22)

Example of Gantt Chart

Service For a Delta Jet

(23)

Report: Control Proyek

Detail cost breakdowns untuk tiap

pekerjaan

Kurva Total program pekerja

Tabel distribusi Biaya

Functional cost & hour summaries

Forecast: Raw material &

Belanja/pengeluaran

Macam-macam report

Time analysis reports

(24)

PERT

(Program Evaluation & Review

Technique/teknik evaluasi dan pengulasan

program): Teknik manajemen proyek yang

mengunakan tiga perkiraan waktu untuk setiap

aktivitas. Dikembangkan di tahun 1958 oleh Booz,

Allen, dan Hamilton untuk angkatan laut amerika

serikat.

CPM

(Critical Path Method/metode jalur kritis) :

Teknik manjemen proyek yang menggunakan

hanya satu faktor waktu per aktivitas.

Dikembangkan di tahun 1957 oleh J.E. Kelly dari

Remington Rand dan M.R Walker dari duPont

unutk membantu pembangunan dan pemeliharaan

pebrik kimia di dupont.

(25)

Six Steps PERT & CPM

1.

Menetapkan proyek dan menyiapkan

struktur penguraian kerjanya.

2.

Membangun hubungan antara

aktivitas-aktivitasnya. Memutuskan aktivitas

yang harus dilakukan lebih dahulu dan

aktivitas yang harus mngikuti aktivitas

lain.

3.

Mengambarkan jaringan yang

(26)

3 - 26 © 2011 Pearson Education, Inc. publishing as Prentice Hall

Six Steps PERT & CPM

4.

Menetapkan perkiraan waktu dan/

atau biaya untuk setiap aktivitas.

5.

Menghitung jalur waktu terpanjang

melalui jaringan. Hal ini disebut jalur

kritis (critical path)

6.

Mengunakan jaringan untuk

membantu perencanaan,

Penjadwalan, dan pengendalian

proyek.

(27)

1.

Kapan keseluruhan proyek akan selesai?

2.

Apa sajakah aktivitas atau tugas penting pada

proyek-yaitu aktivitas-aktivitas yang bila terlmbat

akan membuat keseluruhan proyek tertunda?

3.

Aktivitas apakah yang nonkritis-yakni aktivitas

yang dapat berjalan lambat tanpa membuat

tertundanya penyelesaian keseluruhan proyek?

4.

Berapa besar probalitas proyek dapat selesai

pada tanggal tertentu?

Questions PERT & CPM

Can Answer

(28)

5.

Pada tanggal tertentu, apakah proyek masih

tetap dalam jadwal, lebih lambat dari jadwal,

atau lebih cepat dai jadwaj?

6.

Pada tanggal tertentu, apakah uang yang

dibelanjakan sama,lebih sedikit, atau lebih

besar dibandingkan uang yang dianggarkan?

7.

Apakah cukup sember daya untuk

menyelesaikan proyek tepat waktu?

8.

Jika proyek ingin diselesaikan dalam waktu

yang lebih singkat, apakah jalan terbaik untuk

mencapai sasaran ini dengan biaya seminimal

mungkin?

Questions PERT & CPM

Can Answer

(29)

Perbandingan Diagram

Jaringan AON & AOA

Activity on

Activity

Activity on

Node (AON)

Meaning

Arrow (AOA)

A datang

sebelum B,

yang datang

sebelumC.

(a) A

B

C

B

A

C

A dan B keduanya

harus diselesaikan

sebelum C dapat

dimulai

(b)

A

C

C

B

A

B

B dan C tidak

dapat dimulai

hingga A selesai

(c)

B

A

C

A

B

C

Figure 3.5

(30)

Perbandingan Diagram

Jaringan AON & AOA

Activity on

Activity

Activity on

Node (AON)

Meaning

Arrow (AOA)

C dan D tidak

dapat dimulai

hingga A dan B

keduanya

selesi.

(d)

A

B

C

D

B

A

C

D

C tidak dapat

dimulai hingga A

dan B keduanya

selesi; D tidak

dapat dimulai

hingga B selesai

dummy activity

pada AOA.

(e)

C

A

B

D

Dummy activity

A

B

C

D

(31)

Perbandingan Diagram

Jaringan AON & AOA

Activity on

Activity

Activity on

Node (AON)

Meaning

Arrow (AOA)

B dan C tidak

dapat dimulai A

selesai. D tidak

dapat dimulai B

dan C keduanya

selesai. dummy

activity pada

AOA.

(f)

A

C

D

B

A

B

C

D

Dummy

activity

Figure 3.5

(32)

9-32

|

|

|

|

|

Activity

Desain

Fondasi

Order &

Kedatangan

Material

Pembangunan

Rumah

Pengecetan

Lantai

Pengerjaan

Akhir

0

2

4

6

8

10

Bulan

Bulan

1

3

5

7

9

Gantt Chart

Pembangunan Rumah

(33)

Aktivitas Pembangunan Rumah

Aktivitas

Penjelasan

Didahului

Langsung

A

Desain

-

B

Fondasi

A

C

Order dan Kedatangan Material

A

D

Pembangunan Rumah

B , C

E

Pengecekan

B , C

F

Lantai

E

(34)

9-34

A

B

C

D

E

F

G

1

2

4

6

7

3

5

Fondasi

Desain

Order &

Kedatangan

Material

Dummy

Penyelesaian

Akhir

Lantai

Penge-

cetan

Bangun

Rumah

AOA Network Pembangunan

RumahProject

(35)

3 - 35

Copyright 2009 John Wiley & Sons, Inc.

9-35

AON Network Pembangunan

RumahProject

A

B

D

C

E

F

G

Start

Desain

Order &

Kedatangan

Material

Pengecetan

Lantai

Fondasi

Bangun Rumah

Penyelesaian

Akhir

(36)

Menentukan Project Schedule

Aktivitas

Penjelasan

Waktu

(Bulan)

A

Desain

3

B

Fondasi

2

C

Order dan Kedatangan Material

1

D

Pembangunan Rumah

3

E

Pengecekan

1

F

Lantai

1

G

Penyelesaian Akhir

1

(37)

Copyright 2009 John Wiley & Sons, Inc.

9-37

A

3

B

2

D

3

C

1

E

1

F

1

G

1

Start

Critical Path (Jalur Kritis):

I:

A-B-D-G

3 + 2 + 3 + 1 = 9 months

II:

A-B-E-F-G

3 + 2 + 1 + 1 + 1 = 8 months

III:

A-C-D-G

3 + 1 + 3 + 1 = 8 months

IV:

A-C-E-F-G

3 + 1 + 1 + 1 + 1 = 7 months

(38)

3 - 38 © 2011 Pearson Education, Inc. publishing as Prentice Hall

Critical Path Analysis

Table 3.2

Activity

Description

Time (weeks)

A

Build internal components

2

B

Modify roof and floor

3

C

Construct collection stack

2

D

Pour concrete and install frame

4

E

Build high-temperature burner

4

F

Install pollution control system

3

G

Install air pollution device

5

H

Inspect and test

2

Total Time (weeks)

25

Mulai Terdahulu

Earliest start (ES) = waktu terdahulu suatu kegiatan dpt dimulai,

dgn asumsi semua pendahulu sudah

selesai.

Selesai Terdahulu

Earliest finish (EF) = waktu terdahulu suatu kegiatan dpt selesai

Mulai Terakhir

Latest start (LS) = Waktu terakhir suatu kegiatan dpt dimulai

sehingga tdk menunda waktu penyelsaian

keseluruhan proyek

Selesai Terakhir

Latest finish (LF) = Waktu terakhir suatu kegiatan dpt selesi

sehingga tdk menunda waktu penyelsaian

keseluruhan proyek

(39)

Figure 3.10

A

Activity Name

or Symbol

Earliest

Start

ES

Earliest

Finish

EF

Latest

Start

LS

Latest

Finish

LF

Activity Duration

2

Konfigurasi Notasi

(40)

Konfigurasi Notasi

A

ES

EF

3

LS

LF

Activity number

Activity duration

Earliest start

Latest start

Earliest finish

Latest finish

(41)

Copyright 2009 John Wiley & Sons, Inc.

9-41

Activity Scheduling

Earliest start time (ES)

Waktu terdahulu akan dimulai

ES = EF dari pendahulunya

Forward pass

Penentuan waktu ES dimulai dari awal Jaringan

CPM/PERT

Earliest finish time (EF)

Waktu terdahulu akan selesai

EF= ES +

t

(42)

Activity Time:

Earliest Start(ES) & Earliest Finish(EF)

A 0

3

3

B 3

5

2

C 3

4

1

E 5

6

1

D 5

8

3

F 6

7

1

G 8

9

1

Start

Desain

Pengecetan

Fondasi

Lantai

Bangun

Rumah

Penyelesain

Akhir

Order & Kedatangan

Material

(43)

Copyright 2009 John Wiley & Sons, Inc.

9-43

Activity Scheduling (cont.)

Latest start time (LS)

Aktivitas waktu terakhi akan dimulai tanpa menunda

critical path time

LS= LF -

t

Latest finish time (LF)

Aktivitas waktu terakhi akan lenkap tanpa menunda

critical path time

LF = LS dari terakhir

Backward pass

Penentuan waktu LF dimulai dari akhir Jaringan

CPM/PERT

(44)

Activity Time:

Latest Start(ES) & Latest Finish(EF)

A 0

3

3

0

3

B 3

5

2

3

5

C 3

4

1

4

5

E 5

6

1

6

7

D 5

8

3

5

8

F 6

7

1

7

8

G 8

9

1

8

9

Start

Desain

Pengecetan

Fondasi

Lantai

Bangun

Rumah

Penyelesain

Akhir

Order & Kedatangan

Material

(45)

Copyright 2009 John Wiley & Sons, Inc.

9-45

* Critical Path

0

9

9

8

8

*G

1

7

8

6

7

F

1

6

7

5

6

E

0

8

8

5

5

*D

1

4

5

3

4

C

0

5

5

3

3

*B

0

3

3

0

0

*A

Slack S

EF

LF

ES

LS

Activity

Activity Slack

(46)

Tiga Perkiraan Waktu Pada PERT

Waktu Optimis

(Optimistic Time) (a)

= Waktu yang dibutuhkan oleh sebuah aktivitas jika

semua hal berlangsung sesuai rencana. Dalam

memperkirakan

nilai

ini,

biasanaya

terdapat

probabiltas yang kecil (katakanlah 1/100) bahwa

waktu aktivitas akan <a.

Waktu Pesimis

(pessimistic Time) (b)

= WAktu yang dibutuhkan sebuah aktivitas dengan

asumsi kondisi yang ada sangat tidak diharapkan.

Dalam memperkirakan nilai ini, Biasanya terdapat

probabilitas yangs sangat kecil (juga 1/100) bahwa

waktu aktivitas akan >b.

Waktu Realistis

(most Likely Time) (m)

= Perkiraan

waktu

yang

dibutuhkan

untuk

menyelesaikan

sebuah

aktivitas

yang

paling

(47)

Kelebihan PERT/CPM

1.

Sangat bermanfaat terutama saat menjadwalkan dan

mengendalikan proyek besar.

2.

Konsep yang lugas atau langsung serta tidak

memerlukan perhitungan matematis yang rumit .

3.

Jaringan grafis membantu melihat antara aktifitas

proyek dengan cepat.

4.

Analis jalur kritis dan waktu longgar membantu

menunjukan aktifitas yang perlu diperhatikan lebih

dekat.

5.

Dokumentasi proyek dan gambar menunjukan siapa

yang bertanggung jawab untuk berbagai aktifitas.

6.

Dapat diterapkan untuk bermacam- macam proyek .

(48)

1.

Aktivitas proyek harus didefinisikan dengan jelas

dan hubungannya harus bebas serta stabil .

2.

Hubungan pendahulunya harus didefinisikan

dengan jelas dan dijejaringan bersama-sama.

3.

Perkiran waktunya cenderung subjektif dan

bergantung pada kejujuran para manajer yang

takut bahaya jika terlalu optimistis atau tidak

cukup pesimistis

4.

Ada bayaha terselebung dengan terlalu

banyaknya penekanan pada jalur terpanjang atau

jalur kritis . jalur yang nyaris kritis perlu diawasi

dengan baik pula

(49)

Project Management Software

There are several popular packages

for managing projects

Primavera

MacProject

Pertmaster

VisiSchedule

Time Line

Microsoft Project

(50)

Trade-Offs and Project

Crashing

The project is behind schedule

The completion time has been

moved forward

It is not uncommon to face the

following situations:

Shortening the duration of the

project is called project crashing

(51)

Factors to Consider When

Crashing a Project

The amount by which an activity is

crashed is, in fact, permissible

Taken together, the shortened

activity durations will enable us to

finish the project by the due date

The total cost of crashing is as

small as possible

(52)

Steps in Project Crashing

1.

Compute the crash cost per time period.

If crash costs are linear over time:

Crash cost

per period =

(Crash cost – Normal cost)

(Normal time – Crash time)

2.

Using current activity times, find the

critical path and identify the critical

activities

(53)

Steps in Project Crashing

3.

If there is only one critical path, then

select the activity on this critical path

that (a) can still be crashed, and (b) has

the smallest crash cost per period. If

there is more than one critical path, then

select one activity from each critical path

such that (a) each selected activity can

still be crashed, and (b) the total crash

cost of all selected activities is the

smallest. Note that the same activity may

be common to more than one critical

(54)

Steps in Project Crashing

4.

Update all activity times. If the desired

due date has been reached, stop. If not,

return to Step 2.

(55)

Crashing The Project

Table 3.5

Time (Wks)

Cost ($)

Crash Cost Critical

Activity Normal Crash

Normal

Crash Per Wk ($) Path?

A

2

1

22,000

22,750

750

Yes

B

3

1

30,000

34,000

2,000

No

C

2

1

26,000

27,000

1,000

Yes

D

4

2

48,000

49,000

1,000

No

E

4

2

56,000

58,000

1,000

Yes

F

3

2

30,000

30,500

500

No

G

5

2

80,000

84,500

1,500

Yes

H

2

1

16,000

19,000

3,000

Yes

(56)

Crash and Normal Times

and Costs for Activity B

|

|

|

1

2

3

Time (Weeks)

$34,000 —

$33,000 —

$32,000 —

$31,000 —

$30,000 —

Activity

Cost

Crash

Normal

Crash Time

Normal Time

Crash

Cost

Normal

Cost

Crash Cost/Wk =

Crash Cost – Normal Cost

Normal Time – Crash Time

=

$34,000 – $30,000

3 – 1

= = $2,000/Wk

$4,000

2 Wks

(57)

Using Microsoft Project

(58)

Using Microsoft Project

(59)

Using Microsoft Project

(60)

Mobilisasi Tim Review KAK, pendekatan dan metodologi Penyusunan Rencana Kerja Detail Kajian Literatur Penyusunan Perancangan kisi-kisi persiapan survey Penyusunan Laporan Pendahuluan Diskusi Tim Teknis Diskusi dengan Stakeholder Analisa Hasil Pengolahan Data Pengolahan Data Survey Penyusunan konsep Pembentukan PD Pasar Penyusunan Laporan Kemajuan Laporan Antara Diskusi Tim Teknis Pasar Tradisional Demografis Pedagang Demografis Konsumen Perancangan Pembentukan PD Pasar Diambil Alternatif yang paling sesuai Draf Perancangan Peraturan Daerah Tentang Pembentukan PD Pasar Penyusunan Laporan Akhir Laporan Akhir Diskusi Tim Teknis Pendekatan Pola Spasial, Pendekatan Sumber Daya Manusia, Pendekatan Sosial Budaya, Pendekatan Demand, Pendekatan Kelembagaan, dan Pendekatan Kerjasama/Kemitraan

TAHAP PERSIAPAN

TAHAP SURVEY DAN PENGOLAHAN DATA

TAHAP DESAIN DAN ANALISIS

Manajemen, SDM, Ekonomi, Kelembagaan, Pemasaran, Organisasi Dokumen survey, kuesioner, metode, hipotesis data R e v i s i Revisi Laporan Pendahuluan Alternatif A Alternatif C Alternatif B Revisi

(61)
(62)

1

2

3

4

5

7

6

8

9

11

12

10

2

4

10

4

5

8

7

9

4

5

0

6

2

6

0

Start

Excavate

Foundation

Rough Wall

Roof

Dummy

Dummy

Wallboard

Flooring

Rough Exterior Plumbing Rough Interior Plumbing Interior Painting Exterior Siding Exterior Painting Exterior Fixtures Interior Fixtures Rough Electrical Work

7

(63)

Activity

a

m

b

1-2

2-3

3-4

4-5

4-6

4-7

5-7

6-8

7-9

8-10

9-11

9-12

10-13

12-13

1

2

6

1

4

3

4

5

3

5

4

1

1

5

2

3.5

9

4.5

5.5

7.5

4

6.5

9

8

4

5.5

2

5.5

3

8

18

5

10

9

10

11

9

17

4

7

3

9

(64)

3 - 64

Time (days)

Cost ( Rp 000.000)

Immediate

Precedence

Relationship

Activity

Normal

Crash

Normal

Crash

A

6

4

100

120

0

B

4

3

80

93

A

C

5

4

95

110

0

D

7

7

115

115

A, C

E

4

2

64

106

B, D

F

8

6

75

99

A, C

G

18

13

228

318

0

total

757

Critical path method (CPM) data

1. GAMBARKAN PROJECT NETWORK, DAN

TENTUKAN MANA CRITICAL PATH, DAN BERAPA

WAKTU PENYELESAIANNYA

2. HITUNG EARLIEST START (ES), LATEST START (LS),

EARLIEST FINISH, LATEST FINISH, TOTAL SLACK

TIME, DAN FREE SLACK TIME

3. JIKA BIAYA TIDAK LANGSUNG = Rp 500 juta + (30

juta/day x project completion time), SUSUN CRASH

PROGRAM PLAN YANG OPTIMAL

(65)

Project network diagram

1

2

3

4

5

A

B

C

D

E

F

G

(6)

(4)

(5)

(7)

(4)

(8)

(18)

Critical path

Dummy

(0)

(66)

Time calculation

Activity

t

ES

LS

EF

LF

Total

slack

Free

slack

A

6

0

1

6

7

1

0

B

4

6

10

10

14

4

3

C

5

0

2

5

7

2

1

D

7

6

7

13

14

1

1

E

4

13

14

17

18

1

1

F

8

6

10

14

18

4

4

G

18

0

0

18

18

0

0

(67)

Crash cost slope

Activity

Cost change / unit time (Rp 000.000,-/crashed-day)

A

(120 -100) / (6 - 4) = 10

B

(93 – 80) / (4 -3) = 13

C

15

D

Cannot be crashed

E

21

F

12

G

18

(68)

Iterative steps in crashing

project

Iteration Critical path

Activity

crashed and

new time

Added

direct cost

(Rp juta)

Direct cost

(Rp juta)

Project time

(days)

Activities at

minimum

time

0

(G)

-

-

757

18

D

1

(G)

G(17)

18

775

17

D

2

(G)

G(16)

18

803

16

D

(A-DE)

A(5)

10

3

(G)

G(15)

18

842

15

D

(A-DE)

E(3)

21

(CDE)

4

(G)

G(14)

18

881

14

D,E

(A-DE)

E(2)

21

(CDE)

5

(G)

G(13)

18

924

13

D,E,G,A,C

(A-DE)

A(4)

10

(CDE)

C(4)

15

(69)

Cost of crash program plan

Time schedule

(day)

Direct cost

(Rp juta)

Indirect cost

(Rp juta)

Total cost

(Rp-Juta)

18

757

1040

1797

17

775

1010

1785

16

803

980

1783

15

842

950

1792

14

881

920

1801

13

924

890

1814

Optimum crash program plan :

activity G from 18 days to 16 days and activity A

from 6 days to 5 days

(70)

Project Evaluation and Review

Technique (PERT)

1

2

3

4

5

A

B

C

D

E

F

G

Dummy

(0)

Job

Time estimate (days)

a

m

b

A

4

6

14

B

3

4

8

C

4

5

6

D

7

7

7

E

3

3

6

F

6

8

14

G

13

18

20

(71)

Mean and variance

calculation

Jobs

a

m

b

mean

variance

A

4

6

14

7,00

2,78

B

3

4

8

4,50

0,69

C

4

5

6

5,00

0,11

D

7

7

7

7,00

0,00

E

3

3

6

3,50

0,25

F

6

8

14

8,67

1,78

G

13

18

20

17,50

1,36

(72)

Activity

Predecessors

Time (Weeks)

Cost ($)

Normal

Crash

Normal

Crash

A

B

C

D

E

F

G

H

-

-

A

B

C

C

D, E

F, G

2

3

2

4

4

3

5

2

1

1

1

3

2

2

2

1

22,000

30,000

26,000

48,000

56,000

30,000

80,000

16,000

23,000

34,000

27,000

49,000

58,000

30,500

86,000

19,000

1. GAMBARKAN PROJECT NETWORK, DAN TENTUKAN MANA CRITICAL

PATH, DAN BERAPA WAKTU PENYELESAIANNYA

2. HITUNG CRASH COST PER MINGGUNYA UNTUK TIAP AKTIVITAS

3. JIKA DIINGINKAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK ADALAH 12

(73)

Terima Kasih

Gambar

Figure 3.3 Level 2 Software Design Project Management System Testing 1.1 1.2  1.3
Figure 3.10  A Activity Name or Symbol Earliest Start ES  Earliest Finish EF Latest Start LS Latest Finish LF Activity Duration 2 Konfigurasi Notasi

Referensi

Dokumen terkait

Uji statistik F digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang dimasukkan ke dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel

Memiliki kemampuan untuk mengelola program pembelajaran (termasuk memilih dan menentukan tema-tema materi yang akan diberikan kepada anak, baik harian, mingguan

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas anugerah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan Tugas Akhir dengan judul “Analisa Laju

P Bagi semua warga Gereja yang mengabdikan diri kepada Tuhan dan Injil- Nya: Semoga Allah Bapa memberkati semua warga Gereja yang mengabdikan diri kepada Tuhan

Hidden Markov Model merupakan perkembangan dari rantai markov dengan keadaan pada masa yang akan datang dari suatu urutan tidak hanya ditentukan oleh keadaan saat

Hasil analisis sidik ragam menunjukkan interaksi antara variasi ketersediaan air dan intensitas cahaya memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap jumlah daun

dijelaskan mengenai ketentuan pencantuman klausul baku, dimana pelaku usaha diberi batasan-batasan dalam membuat klausul baku. Batasan-batasan tersebut diantaranya

Objek getaran yang terjadi pada rotor adalah selama getaran dalam batas yang dapat diterima kecepatan operasi dan kondisi beroperasi dibawah kecepatan rata- rata pada